Anda di halaman 1dari 125

=-:==::::=

;;;:=;;;:;:::1:

=:=

::::::::::::::t:

.::::.=.-:--: :=.:.::-=:::= :::::::::.

i==3-i

:

+=

::-::::-:::::::-

:=:::::::::::=: ::::::::::: -:::-

- :{

f

'

?,

t

<

*F\f3\ \-

ou-J';,+ -ZVtt }- -

'9

I AWABAT{PELBAGAIKEMUSYKII.AN KITAB FATHUL QORIB

c fl

m

ef-vstadz SafufAnwar

f.s

* l:

t-4'

{_

o''

.#EbJ\ f

.-

I

'<

\,

'*

3r

I AWABAI{ PELBAGAI KEr}fUSnff/N KITAB FATTIIILQORIB

@.Muhamad SaifulAnwar

Hak cipta dilindungi

undang -undang

all righ resenred

M. Sholehuddin

shothsan

Tata letak & PenYelaras akhir

Ibnu Shofwan

Ilustrasi Desain

Bisri Musthofa

DesainsamPul

Waluyo

Cetakan I

'

NoPember 2008

Diterbitkan

Darul Hikmah Jombang

Telp-(03211 7rg1ril72, ( 0354)7085270

KATA PENGANTAR PENULIS

Imam Syafi'i berkata:" Al:llmu ilmaani, 'ilmul fiqhi Iisihhatit adyani, znailmuth thibbi lisihhatil abdan" ilmu itu ada dua, yang pertama adalah ilmu fiqh untuk keabsahan menjalankan syari'at agarna, dan ilmu kedokteran untuk kesehatanbadan.

Kitab Taqrib, adalah salah satu kitab ilmu fiqh, karya monumental Syaikh Abu Syuja', yang berisikan faidah-faidah dan hal-hal yang penting dalam ilmu fiqh, kitab ini sudah berusia lama , ratusan tahury bahkan konon kitab ini menjadi menjadi salah satu pedoman para hakim dikerajaan Demak Bintoro, Pajang dan mataram, dalam memutuskan berbagai kasusyang terjadi.

Salah satu kitab yar.g mensyarahi ( mengomentaridan menjelasknn)kitab Taqrib adalah Kitab Fathul Qorib, karya SyaikhIbnul qosim Al-Ghozi, keduakitab ini sangatlahpopuler

dikalangan pesantren, yang selalu dipelajari, dikaji dan dimuthola'ah oleh para ulama', santri dan para mahasiswa, baik di Indonesia maupun diluar negeri. Namun didalam

mempelajari dan mengkaji sebuah kitab tentunya menemui sebuah jalan terjal, kemusykilan-kemusykilan yang menuntut sebuah jawaban , demi memperoleh pemahaman yang utuh dan sempurna dalam memahami sebuahkitab. Agar keduakitab tersebutdiatasmudah dipahami,serta membantu para mubtadi' yang mengalami kesulitan dalam

Audlo-Al-Mawahib

lnwnhnn Pe$ngaiKemusykifanKitnbFatfrufq,riA

memahami, dengan berbekal segala kekurangan dan

keterbatasanserta mengharap taufiq dari Alloh, penulis bisa

menyajikansebuahbuku denganjudul " Audlo Al-Mawahib -

fawaban

judulnya buku ini lebih banyak mengarah dan memberikan

berbagai kemusykilan kitab Fathul Qorib" , Sesuai

ja

waL>an

pacJa

masalalz-masaJalz

<)aJa-rzz

.1<;ta22,fa

tlz zzf

qonb,

fang

umunmya pada masalah tersebut seseorang mengalami kemusykilan, apa yang ditulis disini merupakan hasil catatan

penulis selamamengikuti musyawaroh fathul qorib dipondok

pesantren Lirboya, setiap malam kamis, baik ketika masih

menjadi siswa di madrasahhidayatul Mubtadi'ien atau ketika

penulis

PesantrenLirboyo.

( berhidmah)di LBM (LajnahBatsul Masa,il) pondok

Agar mudah difahami, buku ini disusun menggunakan

bahasa yang sederhana, selain itu dalam menyampaikan

uraian dan catatan selalu disertai tempat pengambilan keterangan dari berbagai kitab syarah dan Hasyiyah yang

masyhur sebagai refrensinya, seperti kitab Bajuri, Tausyih ,

Kifayatul Akhyar, fiqhul islami, Qolyubi, Hasyiyah Madaniyah, Nihayatuz Zain,I'anafuth Tholibin' , Bijairomi ar khothib, Al-

Muhadzdzab dan lainlain. oleh karenaitu jika ada kebenaran

itu semataanugrah dari Alloh dan hasil pemikiran para ulama,

salaf, dan jika

kurangnya ilmu

penulis.

ditemukan

kesalahan itu

semua karena

dan kefahaman yang tidak sempurna dari

Audlo-Al-Mawahib

lnwnbnn Pe(6ngniKemusykihnxitnb f nrfiufqri6

Selanjutnya penulis sangat mengharapkan dari 'para ulama', cendikiawan dan para senior atas teguran dan kritikan

yang konstruktif demi perbaikan kitab ini selanjutnya. Dan hanya kepada Alloh jualah penulis mengharapkan taufiq, hidayah, dan semoga sumbangan karya ilmiyah yang sederhana ini bermanfaat sebagaimana kitab aslinya, dan mendapatridlo dari Alloh sertaditerima disisinya.

Sidoa4o,7 oktober2008 7 Svawall429

Saiful Anwar

Audlo-Al-Mawahib

Jawaban Pe$agaiKcmusykiht Kitab fatfiuf qwi6

-r-

KAT A PENGANTAR PENERBIT

Segala puji bagi Alloh atas segala nikmat 4u^ karunianya, sholawat salam semoga tercurahkan pada nabi agungMuhamad SAW. Penerbit " Darul Hikmah" merasasenang atas terbitnya buku " Audlo Al Mazoahib lawaban pelbagai kemusykilan kitab Fathul Qorib" yang ditulis oleh Al-Usradz Saiful Anwar, seorang aktivis musyawaroh dan Bahtsul masail dipondok pesantren Agung Lirboyo, semogaatas terbitnya buku ini bisa membantu para mubtadi' dalam memahami kitab Fathul Qorib. Semoga atas terbitnya buku ini bermanfaat dan membawa barokah, dan kami tunggu selalu karya generasi- generasi salafi, sebagai upaya menghidupkan tradisi tulis menulis dan nasyrul ilmi.

Wassalam.

|ombang, L0hktober 2008.

Penerbit.

Audlo-Al-}tlawahib

lawahan Pe$agaiKcmusyftihnKita6 Fatfrufqtn6

DAFTAR ISI

Kata pengantar penulis Kata pengantar penerbit

( 6-rtelJt ) eK-' ( ?tS

)

Devinisi

kitab secarabahasadan istilah

1,0

Devinisi

bab

L0

Pembagianair

L1,

PEMBAGIAN AIR

L1

Air suci mensucikan dan tidak dimakruhkan

( Yaitu air mutlak) Devinisiairmutlaqdanmuqoyyad

( Yaitu air mutlak) Devinisiairmutlaqdanmuqoyyad

,,.11

13

Air yang suci mensucikary tetapi makruh digunakan.

(

Air yang terkenateik

matahari)

,

L4

Imam An-Nawawi tidak memakruhkan

L5

Pengertiankatalkhtaro

L5

Syaratghusalah.

L6

Perubahan yang mencegah disebut air mutlak

T7

Perubahany angtampak dan tidak tampak

 

:

1,8

Perbedaanmuholathoh dan muiawaroh

 

L9

Perubahan

yang tidak bisa dihindari

Najis yang dima'fu.

Batasandua qu11ah

Keharaman berwudlu dengan air musabbal.

( Air yang disediakanuntuk minum)

(J*!)

XhXt : Ct{d! t#" J!r" bJ a.-#Il 0tfil

,y tf

Kesucian status hukum

semua kulit bangkai dengan di syamak

Tata caramelakukan penyamaan Tulang dan rambut bangkai itu najis

,

(.-p)

)-f-VS glgll

g,. alt"r:-"r ?-rtV Ok ig

Keharaman mengunakEn wadah wadah yang terbuat dari emasdan perak Keharamannya untuk makan, minum dan lainny a Wadah yang disepuh emasdan perak Pengertian dlobbah ( tambal)

Audlo-Al-Mawahib

-55 'i

20

22

22

23

24

25

27

29

29

lnwabnn Pe{IngniKemusyftifnnXitnbf atfiuf @ri6

r

:ltlr

aJT Jr.rur .9

Keharaman bersiwak setelah tergelincirnya matahari

bagi orang berpuasa

Perbedaan makruh tanzih dan

Pengertiana2rn,,,,

makruh tahrim.

,

Tata carakesunahansiwakan.

(,F)

olJ-ft,f1j

A

Devinisi niat

Niat wudlu dibarengi tujuan yang lain

Rambut yang tumbuh

Menghilangkan

Batasankepala dalam masalahmengusap Dalam mengusap tidak harus dengan tangan.

diwajah

sesuatuyang ada dibawah kuku

Membasuh sebagaiganti mengusap Orang yang memakai muzah Apabila lupa Kesunahan dalam berwudlu Perrnulaan wudlu dalam Membasuh dua telapak tangan Kesunahan membasuh 3 kali telapak tangan

sebelum dimasukkan ke

Kemakruhan memasukkan tangan sebelum membasuh tangan

wadah air

Yakintelapaktangannyasuci felgnak Asal kesunahan dalam berkumur Kesempurnaan dalam berkumur Asalkesunahandalammenghirupair Kesempurnaan dalam menghirup air Kesunahan mubalaghoh

ll_engumpulkan

antaraberkumur dan menghirup afu

Bila diataskepalaterdapatsesuatu( sorbanatauyang lain) Menemukan dua telapak tangan dengantelinga Mendahulukan yang kanan atasyang kiri Acuan penilaian muwalah.

6

Audlo-Al-Mawahib

 

3L

81

,

,,,

,.32

 

32

34

g7

3g

39

39

40

40

40

4.1.

41.

42

 

,

42

 

48

43

43

44

 

,,

44

44

45

46

46

46

lawnban Pe$ngniKemusyftihnrcitnbfathuf qri6

<.1'olI

aqtlt .,,,nti,-.rlrTj r.l*.::-,!l it

Devinisi istinia'

47

Sesuatuyangbisadigunakanistinja'

47

Disunahkan taslits Syarat istinja' dengan batu

48

Etikaberistinia'

49

Makruh menghadapkiblat atauBaitul

Maqdis

50

Keharaman melakukan buang haiat di air yang sedikit

50

Pengertian

istilah

l}Jrf

lt

L$ l

tt

(Jrj)

9lr-14 L;r,r-l6lc.,,Jl "tJ_ll

,t|li

C

Sesuatuyang keluar dari dua Pembagian orang Tidur yang tidak menetapkanpantatnya

51

52

53

55

Hilangnya aka1

 

56

Yangdimaksud laki-laki dan perempuanyang bersenfuhan

,57

Memegang

kelamin anak

adam

58

Memegang

lingkar dubur

58

Pengecualian dari batinnya telapak tangan

,

60

(J*, )

J,-rJt r,.ay ci

DevinisAl-Ghusla

,

67

Sebab-sebabmandibesar

6L

Pertemuandua khitan

5L

Keluar air mani. Melahirkan ( wiladah)

63

(J-e)

( gL&laDB J.-'lt FttS

Niat

dalam mandi.

,64

Niat dibarengkan permulaan anggotayang

64

Meratakan air pada seluruh tubuh

65

Kesunahanmandi besar

65

Audlo-Al-Mawahih I nwn\auer$ngix'-@Fif,frtob ratfrufqtri6

7

,,*

,3c

(,rL.a't )

iro- : fuJ*-ft c,'Xl*iXl:

Mandi

setelah memandikan mayit.

Mandi

setelah

gila atau pingsan

Mandi

karena masuk kota mekah

Mandi

ktrena bennalam di Muzdalifah

Melempai Jumlah aqobah tidak disunahkan mandi

4-,F AJljl i

( jta

!f

J.

(}"g)

.lit-t .J" C4t.l )

tt

oe j

W

A 1 s.yajJt,3

Syaratmengusapdua mu2ah Bila muzah dibawah mata kaki. Pemakain muzah harus sempurna setelahprosesbersuci yang sempurna Bila muzah dibawah Yang dimaksud Al-hail ( penutup) Muzah bisa digunakan terus untuk berjalan Muzahnya suci. Muzah yang dipakai dobel. Permulaan waktu terhitung sejak hadats. Bukan dihitung dari perrnulaanhadats

|ugabukan dari

juga bukan dari

Orang daimul hadats berhadats dengan Yang membatalkan diperbolehkannya mengusap

waktunya men9usap waktu permulaan memulai.

( J*e

ncJt

)

L' i

Syarat-syaratnya tayamum. Adanyaudzur Karena sakit. Masuknya waktu sholat.

58

69

70

7'L

7'1.

72

72

73

73

74

75

75

76

76

76

77

78

,79

80

81

82

Adanya kendala menggunakan air. Perbedaanpendapat imam An-nawawi dalam Debu yang mustakma1 Fardlunya Tayamum

menggunakan a i r . Perbedaanpendapat imam An-nawawi dalam Debu yang mustakma1 Fardlunya T a y
menggunakan a i r . Perbedaanpendapat imam An-nawawi dalam Debu yang mustakma1 Fardlunya T a y

85

86

87

Audlo-Al-l,lawahib

[awa6an Pe{Iagai KemusgftifanXitab Fathu{ Qdb

Membersamakanniat denganmengalihkan debu Bila berhadatssetelahmemindah debu Mengusap wajah dan dua tangan. Mengusapnya dengan dua kali pengambilan debu Orang yang sudah bertayamum lalu melihat air. Tercegahmenggunakan air pada Orang yang bagian Wanita yang bertayamum niat agarbisa melayani kebutuhan biologis suami. (F)

tgrJt.lt-lst,\aL:Jt dk d

Air kencing bayi yang belum makan Najis yang dima'fu.

makanan

;-rln-,!lj./tlrjtj

Pengertianhaid1

f .J-rgI

,;aJ- t pKzt Oq .l

90

91

91

92

93

95

96

98

101

102

103

Ciri-ciri darah haidl Pengertiannifas.

T04

Pengertianistihadloh

104

Masaminimal haidl.

105

Masa maksimal haidl. Umumnya masahaid1

L06

Masa minimal nifas

107

Usia termuda wanita mengeluarkanhaidl.

L08

Minimal dan maximal

109

Sujud tilawah.

L10

Syarat-syaratpelaksanaan.

L12

Waktu pelaksanaan.

,

L13

Tata carapelaksanaannya.

1L3

a. Tidak sedangdalam sholat

b. Sedangdalam sholat

1L3

113

Bacaannya

1L4

Iklan cilik

T20

Audlo-Al-|'|awahib

lnwabnn PeltragniKemusyfti{anXitn6nnthuf Qri6

I

( 6tklJt ) eK-' ( .rt'f

)

matan ini

dahulu syarih memaparkan satu persatu maksud dari

mushonif yang disusun sebagaitema di atas.

Sebelum lebih jauh

mengupas isi kitab

terlebih

kalimat

Devinisi kitab secarabahasadan istilah

g"*tj

rrd' uff s,tet ial./uflt9

Kata ",-tl:SJl j"

bahasamempunyaiarti kumpulan.

merupuknnmasdar (dari fiil madli " 'r3

pK-lt

U

&

p-,1F).h.a11

") yang dari segi

Dan menurut istilah - pemaknaanFuqoha knta "Kitab', dipakni sebagainama atau penyebutansuatu himpunan yang memuat beberapa cabangmaterihukum.

Dengan demikian

" himpunanataukumpulan

denganpersoalanbersuci".1

teks tema Mushonif di atasdapat diartikan

dari beberapamaterihukumyang berhubungan

Devinisi bab

s,-:l:-l eli

4

,Ft

u el

p-ti .;tJt trf

Sedangkankata " q \ " itu biasa digunaknn sebagaiistilah untuk

penamaanatau penyebtrtansebuahcabang dari materi hukum yang

tannrtaberadadi dalamli

himpunantadi.

Dan sebenamya masih ada sejumlah kata lain yang biasa digunakan oieh Fuqoha sebagaisub dalam mengawali suatu kajian hukumnya. Secarakeseluruhan kata - kata tersebut meliputi :

t

I

Mulai

masalah

air

aJtL.io

,-:('S

1

v

'

n

hingga

fasal

i?;

t.

,F

o(

t

93

l>J

haid,

\

Y

r

2

nifas

dan

istihadoh

kesemuanya berjumlah kurang lebih mencapai 14 fasal.

10

Audlo-Al-Mawahib

yang

lnwnbnn Pe$ngniKemusyfti{nnKitnbFntfru{ etri6

Al

-

Bajuri

1, /

24 menandaskan

di

sini

syarih

hanya

menjelaskan dua hal saja, yakni Kitab dan Bab sementarauntuk

lain detailnya telah beliau percayakan terulas dalam kitab - iituu

yang beliau

uraikan maksudnya padahal justru kata fasal yang kemudian beliau gunakan. Menurut A1 - Bajuri.karena beliau telah menguraikan maksud dari kata kitab cantuman mushonif. Dan yang -dari ada di urutan

yang lebih besar. Mengenai mengapa Bab bukan

yang

fasal

kedua setelah kitab adalah Bab. Arn fasal sendiri

lanjut A1- Bajuri - adalah sesuatu yangmemisah antara dua hal. Dan

secara istilah adalah beberapa kajian yang kebiasaan di dalamnya memuat Furu' dan Masail.

segi bahasa -

otlt gtjX

r_i;.elr .r.Jl:-r 6JrShXilT cllr Otf UJ

Dan mengingat air merupakansarana untuk pelaksanaanbersuci makamushonif pun melibatkanpembahasanbeberapamacamair di dalam materiknjinn thoharoh-.

Teks

ini

dimaksudkan

semacam reuugui atusut

y,ur,g

menghubungkan antara pokok kajian yakni materi thoharoh-dan

persoalan air yang dicantumkan Mushonif. sebab thoharoh dengan definisi mengerjakan sesuatu berupa wudlu, mandi, tayamum aon menghilangknnnajis agar diperl<enanknnmengerjakansholit, mestinya pembahasan mengenai persoalan air bukanlah termasuk bagian diri

kajian materi thoharoh mengingat sasarankajiannya

pada penge4aan atas sesuatu, akan tetapi

adalahLerfokus

dst.,,

,,mengingat

PEMBAGIAN AIR Air suci mensucikan dan tidak dimakruhkan. ( Yaitu air mutlak)

altr:-,t ot-Sv- *>

o,i$ ( rP

I a*n .i <,"ot!) rbrrl

tj)

+, ar 16&ft rtlt yr,

Yangpertamaair - itu sendiri-

dimakruhkanpenggunaannya. Air semacamini diiebui air muthlaq'an

qovid lazim.

suci.2Mensucikanyanglain

sertatidak

z Karena tidak terkena najis (K.

Al<hyar t/Z

)

[awa6an Pc{Aagaixemusyfri&nxitnb fatfruf qtri6

11

l

i,{- ''

;

=::==:=

===

: -=::

t-

: , \-.at 'Al

z.

/

J

o4

l,b"oi

tL_

J

€*:=

:===

:=

:==*=E -=:==

-- ,

t-

:::.4:.:E:.-:-:::::

=E::*::*::::::

:.=::=:::=-=-= :=:::::::

===::=:::=::::::::

==*:::= :=.:::::.

=::=::=-::=:::=:

===:=:1=::=:::.

:.:::::::

: -a-:::.a::a

::::

=.*:=

==

::=:::===

:=:::*-=

:::=::€€=i

::=:=

. a:::.::. :

=::=-i::==:::=.:-:::

''l:;j:--:,':':,:::':"

-:a.a-=::a.a,::a

:a::

4.4:

j:::=-=:.: :'"-'tt:tt::ta

::::::::::,

.:::::::

.::::::::::

:::::::::::::::::::::::::::::,:::

=::==:==:::=::::::: ::::,.,,::::::

==-=:::::,:,::::::,:,, :::,

=--===;=

,-:,

,

,

, ::-:,::.:-::::::::::,-=::::::::::, :-=::€:= :-=.€*

::::,:::::::.

aa--::::::.:a::::.::-:

:::a::a:::::::.:

"''.:::,:

:::,,aa::a:::::aaa::::

::-;';i;:;1;L=;;;;l:;::::;;,L,;;.;

:::==:€j

::r=:€€

:::=:=

:1::::,=;:;:-;;::j::;:-.::j=j;,,,:

::=:=-:=== =:.:.,.:.:::::::::::.::::==:.= ::

::::::.::,::::::::::,:::::::::::::::::::.: =-€.€ =:===:=

';::-;;:;:;;;;;11::::;;l-.,;1;.::;:;a:;,;

::.

::::

:::::,::::::=::

==:=:=-=.:::::.'.::: :,:::,:,,,,:::::

:===::::=:=1--::::::::::::::

!E::-=::::=.--::::::::

==:::::=:::.:.::-::=.::::

:==:::::::=::::,:=:::== ::::::::::=: .:::: :::

a::-:::::'-:.a:

::::,:::,::::-

,:,:::,::,::::-:

:::::::::::::"

==

Sawa*ssgFeEbasaE

KemuryiqeEamFaiE*Er

tr&Yffiffie **ffie*

,.i::,:::.

''"ujuan daribelajarilmu fiqh adalah menjagakeabsahandalam menjalankan

syariatagama (li

ini,berbagaimasalahdanproblemayang

sihhatiladyaan),dewasa

terjadiditengahmasyarakatyangmembu-

tuhkan jawaban dari sisi agama (baca

fiqh)terusterjadiyangseakantiadahenti,

yangmanahalitumenuntutparagenerasi

fuqoha'untukmenjawabnyademi untuk memberikankepastianhukum dalam menjalankansyariatagama.Dan untuk mampu menjawab berbagai masalah, para generasifuqoha' dituntut untuk mampu menguasaikitab-kitabfiqh baik secaratekstualataukontekstual.

Taqribadalahsalahsatukitabdasar dalam ilmu fiqh yang sangatterkenal, merupakansalahsatukaryamonumental

syaikhAbu Syuja',kitabini banyakdipe- lajari, baik di madrasahdan pondok pesantren, di lndonesiaaiau di luar

negeri,sedangkitabFathul

salahsatukitab

karya Syaikh lbnul Qosim Al-Chozi. Dalammempelajaridua kitabini, untuk memperolehpemahamanyangsempurna

dan

pemulamengalamikesulitandankemusy-

kilan.

Qarib, adalah

Syarah (/<omentar) nya,

menyeluruh,tidak jarang para

-f

:::::i:'.::,:: ::.-:===:::::::::::

:=,,::,":'.:;;il=:=:::::::

Kitab Audlo fl-Mawahib, jawaban

berbagaikemusykilankitabFathul Qorib,

adalahsalahsatu ikhtiar untuk mem- perolehkefahamanyang sempurnadan

menyeluruhdalam mempelajariilmu fiqh,karenaapayangumumnyamenjadi kemusykilan,dalam kitab ini dibahas

secara mendetail dan

denganmencantumkanreferensinyadari

berbagaikitabSyarahyangmuktabar.

konorehensif

1.****

12).MisteriPahala

13).SyairKlasik

14).Syair-SyairHaqiqot

15).RisalahNafi'ah

16).Kerudung Jiwa Kaum Hawa 1,7)UlumulHadist & Mustholah Hadist

18)FiqhMawarist

L9)Arus Pemikiran Empat Madzab 2})Zubdah Ushul Fiqh 21)Ilmu Mantiq 22)Ilmu Ushul 23)PengantarMemahami Lubbul Ushul

24)Ternyata !Aku

25)Ternyata

26)JejakSangWali (Manakib

27)PengantarMemahami Fathal Qorib 28)Fiqh Tawashul 29)TerjemahUqudul Lujain 3O)Terjemah Qurrotul Uyun 31)TerjemahSulamut Taufiq 32)TerjemahArbain An-Nawawi 33)Lantunan Bait SentuhanRuh

34)GerbangPesantren

Syirik & Bid'ah

OrangNu

?

!Bukan

SyekhAbdul Qodir Al-Jilani )

35)Mutiara Dalil SangDa'i 36)Muiara Hujjah 37)Fiqh Haidl 38)BiografiUlama PengarangKitab Salaf 39)PengantarMemahami Nadzom Maqsud 40)PengantarMemahami Nadzom Qowaidul I'rob

41 )Pengantar Memahami

Faroidul Bahiyah

42)Tawashul,SyirikDan Bid'ahKah

?

43)SistematikaHukum

44)SentuhanMalam Pertama

45 ) Laskar Langit

Islam (Qowa'id Fiqh )

Audlo-Al-Mawahib

lawahan Pe$agaixcmrsyftifar Xita6 f

athu(qri6

r21

IKLAN CILIK

Buku-buku yang layak anda Belajari dari :

TERBITAN DARUL HIKMAH SegeraDapatkan Di Toko Buku KesayanganAnda

1. MABADI' ASH-SHORFIYYAH(duajuz) Sebuahkitab pengantardi dalam memahamikitab "Al-Qowaid Shorfiyyah" yang merupakan sebuah kitab dasar dalam ilmu shorof.

2. AR-RISALAH AT-TASHRIFIYYAH Sebuah karya berbahasa Arab, yang merupakan kumpulan

dalam

memahami kitab "Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah" karya Syekh Ma'shum Aly.

3. MABADI' AN-NAHWIYYAH Sebuahkitab pengantardi dalam memahamisecaramendetail kitab "Al-Ajurumiyyah" karangan Imam Ash-Shonhaji,dengan dilengkapi referensidari kitab-kitab Nahwu yang mu'tabar.

4. MAQOSID AN-NAHWIYYAH (lima juz) Pengantar memahami "Al-Fiyyah Ibnu Malik" yang di

dalamnya memuat dan membahas funtas tentang masalah kefahaman dari kitab Al-Fiyyah yang sudah diterjemah oleh penyusun sesuai dengan kitab-kitab besar yang mu'tabar,

ibarat dari kitab shorof yang merupakan pengantar di

dengan mengunakan bahasa yang sederhana

agar mudah

difahami oleh pemula maupun yang sudah mahir. 5). Al -Fawaid An- Nahwiyah ( 2l"rj Pengantarmemahami "Nadzom Al-Imrithi " yu.g di dalamnya

memuat dan membahas funtas tentang masalah kefahaman dari kitab Nadzom Al-Imrithi yang sudah diterjemah oleh penyusun sesuai dengan kitab-kitab besar yang mu'tabar,

dengan mengunakan bahasa yang sederhana difahami oleh pemula maupun yang sudah mahir 6) Mengenal Istilah Nahwu Shoroi 7) Ikhtisorul Maqhosid 8 ) Misteri Ilmu Nafi' 9) Al-Fawaid Ash -Shorfiyah

10).FiqhKubur

11).Mabadi'ulBalaghoh (3)

120

agar mudah

Jawnhan Pc$agaiKcmusyftihnXita6fathu(Qri6

'c)t'rb jy't'.ld; ':):ri-'Jtti x

r

t:t'iL:XS'tS'-,ki F

F (6i^'.,A li

Diterjemahkan: janganlah engkau jadikan tanganmu bergantunganpada leherdanjuga jangan engkaupanjangknnsepanjang-paniangnya.

Penerjemahan semacam ini jelas bisa merusak

dipesankan Al-Qur'an Penerjemah mungkin bertanya mengapa Alloh mencegah kita menggantungkan tangan pada leher atau memanjangkan sepanjang mungkin ? padahal tidak demikian yang dimaksud Al-qur'an Teks ini dimaksudkan hanya sebagai metaforsis untuk menjelaskan ekses dari berlebih-lebihan atau

sebaliknya,pelit. Sedangkan tafsir

dimaksudkan ayat . Tidak terpaku pada susunan dan bentuk teksnya

tetapi berfokus pada bagaimana Pesan suatu ( AT-Tibyan Fi Ulumil Qur'an 21,0-2L1)

maksud

yang

adalah

pengartian

sesuai dengan yang

ayat itu bisa dipahami .

)tu-{ dJ,e:lt ;.tJt Juit J ,*:

OI Cr--r ( o.brl

) gtJt

lLr-r ci,.a;,1cl.t a:Jto1!rl cg ,!rS rJ:

i

adalah

bersetubuh ( walaupunmelaluijalanbelakangatausetelahputusnyadarah)

dnn disunahkanbagi ornngyang melakuknnnyadisaatdnrahkeluar dengan derasbersedekahsatu dinar3a dan bagi yang melakukannyadisaat darah menjelangberhentibersedekah1/2 dinar .(Al-Bajuri 1/11-9)

Yang ketujuh -

dari

perkara yang diharamkan sebabhaidl -

Tamat

Tanggal26Romadlon / 25September2008 ]am 8.25Wib

Di PonpesDarul-Hikmah Ilopo TebelBareng ]ombang

s+ 1 dinar = 4,25 gram emas (fathul

Oodir 19 )

119

lawahaa Pc{6ngaixemusyftifanXitab ratfruf qri6

sebuah penulisan yang ditulis di atas alas tulis, maka menjadi tidak dipertimbangkan. Sementara yang ditulis tidak untuk tujuan sebagai dirosah berarti sengaja dimaksudkan untuk tidak mendapat apa yang dimaksudkan dari keberadaan al-qur'an yaitu pembacaannya tetapi sekedar bertabarruk semisal dengan membawanya. Argumentasi bisa beralihnya status hukum Al-qur'an sebagaimana diatas diperkuat dengan tujuan keselain pembacaan Al-qur'an oleh orang junub . Demikian tujuan mengingatkan bacaan orang yang sedang sholat ternyata sudah bisa mengeserstatus ke-Qur'anan ayat yang dilafaikan .Fuqoha' memperkenankan hal semacam ini bagi orang junub dan memberikan hukum batal sholat seseorang yang ditengah pelaksanaannyamelafalkan ayat Al-Qur'an dengan tujuan mengingatkan .( H.Madaniyah 7 / 773 ) Berlanjut kepermasalahan tafsir , boleh membawa

/ memegangnya dalam keadaan mempunyai hadast kecil maupun hadast besar walapun ditulis dengan tinta yang tidak sama antara Qur'an dan tafsirnya asalkan hitungan jumlah huruf tafsir dengan standart penulisan kaidah khotnya itu dipastikan lebih banyak dibanding dengan jumlah huruf al-qur'an dengan berstandar penulisan Rosm Utsmany .Dan yang perlu diperhatikan disini adalah perbandingan hitungan jumlah huruf antara keduanya ketika memegang dan membawa tidaklah sama . Pada saat memegang yang menjadi perhitungan adalah jumlah masing -masing huruf yang ada pada areal yang dipegang , sedangkanpada saat membawa adalah jumlah keseluruhan yang ada dalam kitab tafsir . Pemilahan hukum seperti ini juga tidak membedakan antara penulisan tafsir yang dijadikan satu dengan A1-Qur'annya atau yang disendirikan letaknya.Misalnya dipinggir atau dibawahnya . Berbeda dengan tafsir adalah terjemah Al-Quran yang tertulis dibawah barisan ayat - ayat al-Qur'an Terjemah Al-Qur'an ini tidaklah mempuyai hukum yang sama dengan tafsir , ia tetap berstatus mushaf yang haram dijamah dan dibawah bagi mereka yang berhadast . Menurut sebagianulama' penerjemahan Al-Qur'an bahkan haram dilakukakan .(N .Zein33) Antara tafsir dan terjemah meskipun nampak mempunyai fungsi yang sama namun diantara keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan Terjemah Al-Qur'an adalah pengartian secaraliteral - terpaku pada susunan dan bentuk teks apa adanya - kebahasalain. Misalnya ayat:

118

lawnhnn Pc{bngniKemusyki[nntcitnbrnthuf @ri6

tetap diakomodir dalam qoul jadidnya Sebagian ulama mutakhirin menambahkan ini adalah pendapat madzab dawud dan ini cukup kuat sebabtidak ada dalil yang bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini . dengan demikian hukum asal adalah tidak ada keharaman ( T Mustafidin 29 )

3. Bukan ayat-ayat yang dinasakh bacaannya meskipun hukumnya tetap ada seperti :

4t t;'#\'6' $ q a;'*:tt, {!i

(Al-Bajuri1/1.1.8)

4. Apa yang dibaca sudah bisa dikategorikan Al-Qur'an

. kecuali

Sebelumnya.sudahada niatan unfuk membacanyamaka walaupun satu hurufpun sudah diharamkan ( N Zein33)

5. Pembacaannyaberhukum sunnah .hal ini untuk mengecualikan pembacaanyang wajib seperti bacaanfatihah Faqidut -Thohuroini didalam sholatnya atau satu ayat didalam khutbahnya . Beralih kepersoalanmemegang dan membawa mushaf, yang

dimaksudkan dengan mushaf disini bukanlah yang harus dalam bentuk devinitifnya yang terungkap dalam ungkapan syarih, tetapi mencakup apa saja yang diatasnya ditulis ayat Al-Qur'an, seperti papan/ tiang atau bahkan tembok, untuk tujuan dirosah yakni pembacaan(Al-Bajuri I hal 732,Syarqowi83)

Keharaman

memegangnya ini

tidak

hanya yang

langsung

bersentuhandengan tulisannya, tetapi mencakup pada semuabagian dari sisi alat tulis tersebut,asalkanalat tulis ini menurut penilaian urf

memang sudah sepantasnya dan daiam ukuran

yang sewajarnya

menjadi media penulisan Al-Qur'an. Jika tidak, misalnya ayat Al-Qur'an ditulis ditiang atau tembok-dalam contoh diatas atau dipapan penulisan yang sangat besar, misalnya berupa pinfu yang berukuran sangat besar, maka

keharamannya hanya terletak diareal tulis dan sekitar areal terdekatnya ( baca-harim) ( At-Turmusi I hal 324, H Madaniyah I HaL772, Syarqowi I ha1.83)

diatas,

penulisannyapun harus bertujuan untuk pembacaan ( dirosah) dan bentuknya masih tampak jelasatau terang,tidak yang sudah dihapus

hingga nampak samar-samar sulit dibaca atau ditulis , tidak untuk tujuan pembacaan seperti sebagai azimat, dicetak dalam mata uang

samar dari

atau ditulis di atas pakaian. Karena yang sudah nampak

bekas tulisan seperti ini dapat diartikan sudah bukan selazimnya

rt7

Sementara

ketentuan

alas

tulis

sebagaimana

Jawabnn Pe[6agniKemusyfrifnnxitnb rtfiuf

etn6

Al-Qur'an tanpa ada maksud membacanyaatau berdzikir .Karena ketika ada sesuatu yang mencegah - pembacaannya , misalnya jinabat - teks Al-Qur'an baru bisa berkadar hukum Qur'ani seperti keharaman membacabagi orang junub ketika ada dorongan untuk memaksudkannya sebagaibacaanAl-Qur'an . lain halnya jika tidak ada hal yang mencegah teks Al-Qur'an yang dilanfunkan tetap berstafus qur'ani walaupun tanpa ada maksud sama sekali . dan dengan demikian tetap berpahala

kembali kepersoalandengan tujuan dzikir, Imam Nawawi daiam syarah Roudloh dan Adzkarnya memberikan komentar , memaksudkan teks Al-qur'an sebagi dzlkfu haruslah bertepatan dengan ayat -ayat yang memang memiliki kandungan dzikir . Mengingat yang termuat didalam Al-Qur'an mencakup ayat -ayat mauidzoh , kisah kisah dan hukum33 Semuanya harus disesuaikan tidak boleh niatan dzikir ini kemudian dimaksudkan untuk pembacaansetiap ayat' tanpa memandang ada dan tidaknya korelasi kandr-rngan ayat yang dibaca dengan apa yang dimaksudkan akan tetapi beliau dalam syarah Muhaddzabnya tidak membedakansemuaini .apasajadalam setiapayat al-qur'an bisa dimaksudkan sebagai dzikir dan menurut Ibnu Hajar pendapat beliau yang tertera dalam kitab fiqhnya itu lebih utama dipedomani dari pada yang terteradalam kitab hadistnya (Hamisy Syarqowi7/82 , H madaniyahT/711) . Sekedar diketahui menurut salah satu riwayat dari Imam Malik bagi wanita haidl boleh membaca Ai-qur'an . karena hari - hari yang ditunggu cukup panjang . jika dilarang bisa jadi dia bisa lupa atas apa yang telah dihafalnya (M. SyarahKabir 7/765. Mizan Kubro 1/ 140 ) bahkan Ibnu Mundzir dan Al-Dzaromi tidak membedakan antara wanita haidl dan wanita junub , keduanya boleh membaca tidak hanya sebagian tapi juga secara keseluhanal-qur'an . beliau berdua meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan yang lain . pendapat ini juga menjadi salah satu dari pendapat As-Syafi' i yang menurut Az-Zarkasy pendapat imam As-Syafi'i ini

s3 Jumlah ayat Al-Qur'an sebanyak 6666 ayat dengan rincian t0OOayat mengenai perintah IO0O ayat mengenai larangan 1OOOayat

mengenai

janji 1000 ayat mengenai ancaman 1OOO ayat

mengenai kisah dan pengkhabaran 500 ayat mengenai halal haram .1OO ayat mengenai nasakh mansukh 66 ayat mengenai

do'a , istighfar dan dzikir ( N Zain 34)

116

Audlo-Al-l'|awahib

I nwo6nn Pe[6ngniKemusykihnXitnbf ntfru( Qtri6

seperti itu .demikian pula ketika mengetahui atau mendengar ada orang lain yang terkena musibah akan tetapi pelaksanaannya sebisa mungkin dirahasiakan . Disunnahkan pula agar memejamkan mata ketika melihat musibah tersebut dan sunnah membaca:

w?;v'+

barang

,;b#iy,'!ta.t9

cy"

y,'rbll

f

"{

Konon

petaka semacamitu seumur hidupnya (H .Madaniyahl/316-378)

siapa yang membacanya dia

akan terhindar

dari

1 .-ir.,.alt rrr ) gtJt ( -l OTFI6rt.,i;

eJult 11 I

( ala: )

OJJI

+,

Jt t A' eyt

ir'.

./J.<*!

0-l JaJ

Yang ketiga dari hal -hal yang diharamkansebabhaidl atau nifas ialah membacaAl-qur'an .yangkeempatmemegangmushaf ' yaitu firman Alloh yang ditulis dalamdua sampul3ldnn membawanya (Tausyeh 46 )

Keharaman membacanya ini denganbeberapa ketentuan :

l.Terdengar telinganya sekira tidak ada sesuatu yang mencegah dan

tidak

diharamkan karena hal semacam ini tidaklah disebut dengan

qiro'ah.

2.

walapun 'disertai

pendegarannya normal , jika tidak demikian

Ada

kesengajaan niat

membaca Al-Qur'an

maka

keharaman ini walaupun sekedar

membaca satu huruP' - y^g meskipun belum bisa disebut A1- qur'an - karena ini berarti dia bisa dikategorikan telah merealisir tindak kemaksiatan yang sebelumnya sudah terencana dalam benaknya ( tujuan membaca Al-qur'an ) . Apabila pembacaan ayat - ayat al-qur'an tidak dimaksudkan sebagaimana diatas tetapi untuk tujuan semisal berdzikir , menceritakan kisah -kisah yang termaktub disana atau pengambilan dalil untuk suatu hukum maka diperbolehkan . Demikian pula seandainya tidak ada niatan apapun ( AlBajuri 1/LL8 ) misalnya lisannya melafalkan ayat-ayat

dengan tujuan yang lain

31

Namun

yang

dimaksud

dengan

mushaf

disini

tidak

harus

dalam

bentuk yang demikian tetapi setiap sesuatu yang diatasnya ditulis ayat al-qur'an yang tujuannya untuk dirosah( dibaca)meskipun

diatas cagak atau papan . ( Al-Bajuri

tujuan

membaca Al-Qur'an

saja.(N.Zein33)

llI2O

I

Misalnya

ada

kemauan

-

melafalkan

basmalah

-

dengan

hanya

kemudian

yang diucapkan

huruf

Ba'

Audlo-Al-Mawahib

115

lnwaban Pe[6agaiKemusyfri{anXita6rathu( qri6

Bacaannya Pada saat bersujud

bacaannya yang ada dalam sholat . yakni : v 1f;.1,,tr1' ';.rtu'.&

disunnahkan

membaca

tasbih

sebagaimana

Lalu ditambahkan

:

i,:):J-bt'^i)t

'c'Jri U, '*i

'ct;, t'rrF-,U '"rrui

r,Ft'rrt

"y.

'"; Ut:.-3 ar-,'#,A)tJli'ahr'!jrg :I, IV'o:fi.:'e',F:,

ufi

n{'it:*st

Lalu disunnahkan menambah bacaan yang khusus didalam

sujud

ini: ' 'e Frr ,:r,:: \,f

g:

t7i l:*

et+lr

rg;ir, t7i'l:* qrJ,*t'11.11

ih,'k ):ttl'i,';b'u Wg

&'

Menurut Al-ustadz Ismail Al-Dhorir Imam As-Syafi'I adalah:

inisiatif

bacaan yang dipilih

*;3X w)

o; .t

"isE(

4g

Semua teks bacaan -bacaan diatas ini sunnah dibaca keseluruhan lalu memohon apa yang dihajatkan baik yang berurusan dengan

duniawi maupun ukhrowi

( Tibyan 119 -L20)

Sujud syukur

Mengenai ketentuan dan bacaannya sujud ini persis dengan sujud tilawah ( T. Qulub 167 ) dansunnah dikerjakan ketika sesaatsetelah dan tanpa diduga dirinya atau orang lain mendapatkan anugrah kenikmatan yang walaupun sebelumnya sudah diharapkan. Demikian pula ketika terhindar dari bencana .Dengan demikian sujud ini tidak sunnah dilakukan apabila keberadaan nikmat atau keterhindaran itu sengajadiupayakan dan secara lazim akan dapat diraih .Misalrrya laba yang biasa diraih pedagang atau hasil panen

yang sudah biasa diraih petani . kecuali jika apa yang diperolehnya itu melebihi hasil rata-rata , maka tetap sunnah bersujud syukur.

Sujud ini juga tidak

senantiasa ada .Disamping karena hal diatas sujud ini juga sunnah

dilakukan ketika melihat ada orang fasiq yang terang-terangan menampakkan perilaku kefasikannya . Sujud yang dilakukan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas keterhindarannya berperilaku

disunnahkan

untuk

hal-hal

yang

sudah

114

Audls-Al-Mawahib

lawahan PcltragaiKcmusyfritanKtta6Fa{ru[ qfi6

Waktu pelaksanaan.

sujud tilawah ini dilaksanakan sesaat setelah pembacaan ayat, apabila ditunda dalam tempo waktu yang merurut urf dikatakan lama maka hilanglah kesempatan untuk bisa mengerjakannya. Jika ketepatan pembaca atau pendengar adalah orang yang hadats laru segera bersuci, maka dia masih berkesempatan untuk bisa

mengerjakannya, akan tetapi jiku ditunda dilam

menurut urf dikatakan lama, maka menurut pendapat yang shohih,

sudah hilanglah kesempatan untuk melakukannya.

tempo

yang

Tata cara pelaksanaannya.

a. Tidak sedang dalam sholat.

L.

Niat sujud tilawah.

2.

Takbirotul

ihrom

3.

Sujud satu kali

4.

salam setelah duduk

Tanwirul

Qulub 157)

"( Dan

disunahkan

berdiri terlebih dahulu untuk takbirotul

ihrom apabila sebelumnya dia sedang dalam keadaan duduk. Lalu membaca takbir lagi saat turun untuk sujud ( Tibyan 11g)

b. Sedang dalam sholat.

sendirian

berkeharusan melakukan niat saja sebelum bersujud. sedangkan jila

Apabila

atau

menjadi

imam,

maka

dia

hanya

menjadi makmun kewajibannya hanyalah mengikuti imamnya

(T .Qulub 167 ). dengan kata lain jika imamnya bersujud maka'ia

wajib mengikuti

boreh

melakukannya kecuali setelah selesainya sholat namun kesunahannya sudah tidak begitu muakkad. seandainya dia tidak mengikuti sujud imam atau dia melakukan sendiri sementara imamnya tidak maka sholatnya menjadi batal . lain halnya jika dia tidak mengetahui kalau imamnya sedang melakukan sujud tilawah

dan dia baru menyadari setelah imamnya mengangkat kepala dari sujud tilawahnya maka sholatnya tetap sah .NimrL demikian dia

tidak boleh lalu bersujud ( tilawah

seandainya dia mengetahui imamnya masih dalam keadaan bersujud

maka dia wajib menyusuhyd , akan tetapi jika ditengah gerak turunnya ternyata imamnya sudah mengangkat kepala maka dia tidak boleh meneruskan untuk bersujud tetapi wajib mengikuti imam ( Tibyan l1a )

dan

jiku

tidak

maka

diapun

tidak

)

sendirian berbeda jika

Audlo-Al-||{awahib

I awabanntaog@

Ki,n6ratfru ( qorr6

113

diayat diatas dan menurut imam Abu Hanifah dan imam Ahmad bin hambal berada di ayat 37,yaltu

(-:'#i'84"&-L sy

Demikian pula dalam surat al-haj ayat 77, Abu Hanifah menggugurkannya dan menggantikannya dengan ayat yang ada dalam surat Ash-Shod ayat24,2ssebagaimana dalam kitab Tibyan 109.menurut Imam Syaf i yairlgada di surat Ash-Shod ini adalah sujud syukur , bukan sujud tilawah, dengan demikian pelaksanaannya harus dengan niat syukur3Otidak tilawah dan karenanya haram dan membatalkan apabila dilakukan didalam pelaksanaan sholat ( Al-Qolyubi I hal.

206).

Syarat-syarat pelaksanaan. Ketentuan pelaksanaan sujud tilawah ini persis seperti sholat sunah, mulai suci dari hadats, najis, nienutup aurot dan menghadap qiblat, kecuali dalam bepergian ( baca diatas kendaraan) ( Tibyan fi adabi hamalatil qir'an L11)

sunah, baik bagi orang yang

membaca, mendengarkan atau tanpa sengaja mendengarkannya walaupun tidak sesunah orang yang memang sengaja mendengarkannya. Kesunahan bug orang yarrg mendengarkannya atau mendengar ini, baik dari bacaan anak kecil, wanita , orang yang mempunyai hadats kecil bahkan dari bacaan orang kafir , asalkan bisa diharapkan masuk islam dan tidak ada pengingkaran Dan tidak disunahkan apabila bacaan ini keluar dari orang yang tidur , jtrnub , mabuk atau lalai. Demikian pula dari benda-benda mati atau hewan, seperti beberapa jenis burung tertentu yang bisa melakukannya, burung menco misalnya ( H. Madaniyah I hal313).

Sujud tilawah

ini

hukumnya

@reu'r; 6s.v?i:$:iJ';i6.,!J3diSirsjs-r' ,"'

30 Sunah melakukan sujud syukur ketika membaca ayat ini dengan

niat menqrukuri

imam Ibnu hajar keberadaan sujud ini sebenarnya semi antara

tilawah dan syukur, oleh sebab itu pelaksanaannya

mempertimbangkan sebagaimana yang ada dalam sujud syukur,

yakni nikmat yang disyukuri datangnya masih barusan ( H, Madaniyah I hal318)

Audlo-Al-Mawahib

atas diterimanya taubatnya nabi Dawud, Menurut

tidak begitu

tt2

lawahan Pe$agai Kemusyftifan Kita|

Fafiuf

qtri6

6 r g3 rldt trF Fli

&v *

;p 4 a

6. Surat Al-Haj ayat 18 danayatTT

3A9,-fi\fi c vs,p"sieic,y :i 3+5-'8i 5i

b

i

if

,b

gs- n6i G "i,4

Jis!,$s';\is Jci:.-rt i-;,is ',:ais

ii

@ r i-Ua.-f-'J;,ht-'frit'"1

t*

n

DanayatT7

c|'ifi wns'4|t3i 4;

1;r G6rS -&: ir"J;iS1:3,)r;iSlrlLj

1r-t; 3-,f @r !ttlr""$

qi-t

7. SuratAl-furqon ayat60

@ s r5i ?ttt s'jt q'"+ii ;p!i g1116, fytr"ri,ti'"ji J"t ttls

8. Surat an-Naml avat26

9. Surat sajdah ayat L5

@r Ni;,,ri$:i[.jl.J'xfr

*) *1rL'*:5 fi,girf +,\rb\ t41-fit4.=e bt*l

10.Suratfushshilat ayat38

@' r i;t5. { pi {itb ,#',.t ii

11.Surat An -Najm

ayat62

@ r Sr;,i*-{

ittL#-'xs:'+ Afviifui

i"j

oIt

6

f 1t'"fr5 $)tt.'b

12.Surat al-Insyiqoq ayat2L @ f 'ot'le-5.$

ttt;pr #

|sl tiy

13.Surat Al-Alaq ayat79

@ r oF,Shio'^Z+ti J<

Tidak ada perbedaan serius dikalangan ulama' mengenai keberadaan sujud tilawah terletak diayat-ayat diatas, kecuali dalam surat fushshilat yang menurut Imam Syafi'i terletak

111

lnwahan Pe$agaiKemusyfrifanxita6 ratfru[ Qri6

membutuhkan waktu sekitar 120 hari usia kehamilan ditambah

waktu melakukan persetubuhan dan melahirkannya.

dilahirkan baru berupa seonggok dagrng maka itu hanya

membutuhkan waktu 80 hari ditambah dua waktu diatas.

Beralih kepersoalan penggunaan kata " tyz_fl " Al-Bajuri I ha|.777

menyatakan ,tidak bisa dipersalahkan syarih menggunakan kata ini

menggantiLan "iii!" sebab kata tersebut beliau ungkapkan juga

terkait atas sudah adanya hasil riset yang dilakukan Imam <