Anda di halaman 1dari 37

BAHAYA MIE INSTAN

BAGI KESEHATAN

Mie Istant
Mie Instan, mungkin semua orang indonesia sudah tahu dengan salah satu jenis makanan
cepat saji ini, dan saya rasa anda semua tahu bahwa mie instan merupakan makanan alternatif
yang bisa mengenyangkan, mudah memasaknya, cepat matangnya, gampang
mendapatkannya, rasanya yang lumayan enak (tersedia berbagai pilihan rasa) dan yang
terpenting adalah murah harganya. saat ini di indonesia telah banyak produsen yang
menyediakan Mie Instan, mulai dari yang sudah eksis sejak puluhan tahun yang lalu seperti
PT.Indofood Sukses Makmur dengan produk andalannya Indomie, sampai PT Sayap Mas
Utama yang baru beberapa tahun lalu baru meluncurkan produk Mie sedap nya tapi sekarang
sudah bisa mengambil hati para penggemar mie instan.
tapi tahukah anda ternyata mie instan berbahaya bagi tubuh jika kita terlalu banyak
mengkonsumsinya? berikut ini sedikit ulasan mengenai bahaya mie instan jika berlebihan
memakannya.
Dalam proses pembuatan, mie instan yang mempunyai bentuk sangat panjang dilipat,
digoreng, dan dikeringkan dengan oven panas. nah dalam proses penggorengan ini mie akan
mengandung lemak. mie instan memang bahan bakunya adalah tepung, tapi dalam proses
pembuatannya juga ditambahkan dengan minyak sayur, garam, natrium polifosfat
(pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya
pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning).
Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat
protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak
sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses
pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat,
kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak
menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa
menyebabkan kanker.
untuk ibu hamil, resiko kesehatan akibat dari additive mungkin tidak langsung kelihatan, tapi
menurut Arlene Eisenberg, dalam buku What to Eat When Youre Expecting, ibu hamil
sebaiknya menghindari makanan yang banyak mengandungadditive. Bagi balita, bahan-bahan
yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ
pencernaan.
kandungan utama yang lain dari mie adalah karbohidrat kemudian ada protein tepung
(gluten), dan lemak, baik yang dari mie nya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika
dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, tapi kurang zat-zat gizi penting lain
seperti vitamin, mineral dan serat.
jika anda ingin mie anda bergizi lengkap, perlu ditambahkan sayuran seperti kol, sawi, tomat,
brokoli, wortel, atau kecambah, tambahkan juga baso, udang , telor, sosis atau kornet, (wah
repot juga nih nyiapinnya). Bahan-bahan tambahan tadi tinggal dimasukkan saat anda
merebus mie, yang perlu diingat, sebaiknya hindari konsumsi mie instant setiap hari.
jika anda baca dalam kemasan mie instan umumnya terdapat bahan yang bertuliskan MSG
atau yang juga dikenal dengan Monosodium Glutamate (MSG), MSG juga biasa disebut
vetsin atau michin. dibalik kenikmatan vetsin atau MSG ini, disinyalir berbahaya bagi
kesehatan tubuh manusia, terutama kesehatan anak-anak.
apakah MSG atau MOnosodium Glukamate itu ? MSG adalah garam natrium (sodium) dari
asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusunprotein). MSG umumnya dijual
sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur.
Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan
makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran.
Glutamate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme
tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate
per hari yang didapat dari sumberprotein alami.
Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil
fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada
makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap
pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.
MSG dibagi menjadi dua jenis, yakni alami dan buatan. MSG yang alami sehat untuk
dikonsumsi. Sedangkan yang buatan, dan justru banyak beredar, sangat berpotensi
mendatangkan gangguan kesehatan.
Jika digunakan secara berlebihan, MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh.
mengkonsumsi MSG sebanyak 12 gram per hari dapat menimbulkan gangguan lambung,
gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi
berupa gatal, mual dan panas. bukan hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma,
kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan. (wah menakutkan juga ya)

Sebelum tahun 60-an MSG digunakan golongan masyarakat baik ibu rumah tangga maupun
restoran di Cina, Jepang, Korea, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Takarannya pun sangat
kecil sekali, yakni 1-2 korek kuping (setara dengan 30-60 Mg) untuk setiap porsi masakan ala
Cina, mie atau bakso. pangsit. Makanan tradisionel dan lokal asli indonesia tidak
menggunakan sama sekali, karena sudah terasa lezat dan gurih oleh ramuan bumbu rempah.
jika anda ingin tahu, sebenarnya untuk jenis masakan indonesia tidak membutuhkan MSG
karena sudah banyak banyak yang membuat lezat makanan indonesia, jika anda menambah
MSG tentunya itu akan berlebihan. utamanya MSG berfungsi mengintensifkan rasa gurih dari
produk daging dagingan.
jadi sangat disarankan menghindari penggunaan MSG yang berlebihan pada masakan
ataupun makanan anda, atau anda dapat menggantinya dengan gula atau garam.
Jika pun diperlukan pengganti MSG biasanya adalah yeast extract (ekstrak khamir), atau
moromi (hasil fermentasi kedele) atau bubuk kecap. Untuk itu, demi kesehatan tubuh kita
terutama anak-anak, hindari penggunaan MSG yang berlebihan dalam masakan dan makanan
dan sebaiknya mengganti penyedap masakan anda dengan garam dan gula atau tidak
memakainya
sama
sekali.
Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil
fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada
makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap
pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.12 gram MSG per hari
dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa
orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja
MSG juga dapat memicu hipertensi,asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan
kecerdasan.
dampak berbahaya lain dari MSG yang tersebut di atas adalah dapat menyebabkan dari
penyakit Fibromyalgia. penyakit Fibromyalgia adalah kumpulan rasa nyeri pada hampir
seluruh tubuh. Tempat nyeri yang dirasakan banyak sekali dan bisa sampai 18 titik nyeri.
beberapa waktu yang lalu terdapat isu bahwa dalam mie instan terdapat lapisan lilin yang
membuat mie tidak lengket saat dimasak, tapi isu lilin ini sudah dibantah oleh BPOM (Badan
Pengawas Obat dan Makanan) beberapa tahun lalu. Hingga kini pun isu tersebut masih
dibantah. Tentu saja, sebuah produk mi instan ternama turut membantah isu tersebut.
berikut ini ada sedikit tips, memasak mie instan agar lebih aman.
masak air sampai mendidih, dengan takaran air dua kali lebih banyak dibandingkan anda
masakan mie instan dengan cara biasa. jika air benar benar mendidih, pisahkan air menjadi
dua bagian misalnya anda tuang ke dalam dua panci yang berbeda. Masukkan mie ke panci
pertama (atau panci pencuci lilin mie), dan didihkan kembali. Tunggu hingga air menjadi
agak menguning (ini tanda bahwa lapisan lilin yang terdapat di permukaan mie instan mulai
luntur). Setelah itu, angkat dan tiriskan.
Jika kamu menginginkan mie instan kuah, masukkan mie yang telah dicuci ke dalam panci
kedua, didihkan sebentar.

HEALTH HAZARD FOR INSTANT NOODLES

Mie istant
Instant Noodle, maybe everyone Indonesia already know with one type of fast food, and I
think you all know that the instant noodles is a food alternative that can be filling, easy to
cook, quick ripening, easy to get it, it tastes pretty good (provided various choice of flavors)
and most importantly, cheap. this time in Indonesia has a lot of manufacturers that provide
instant noodles, from which has existed since decades ago as PT.Indofood Sukses Makmur
with Indomie flagship product, to PT Mas Utama new wing a few years ago just released its
savory noodles but now the fans can take heart instant noodles.
but did you know it turns instant noodles is harmful to the body if we consume too much?
Here's a little review about the dangers of instant noodles if excessive eating.
During the production process, the instant noodles have a very long form folded, fried, and
dried with hot oven. nah in this noodle frying process will contain fat. instant noodles is the
raw material is starch, but the manufacturing process is also added to vegetable oil, salt,
sodium polyphosphate (emulsifier, stabilizer and thickener), sodium carbonate and potassium
carbonate (both acidity regulator), tartrazine (yellow dye).
Sometimes sodium polyphosphate mixed guar gum. Other ingredients such as caramel,
vegetable protein hydrolyzate, ribotide, iron and malic acid whose function is unclear. In
addition to vegetable oil, there is also a food additive, that chemicals are added to the food
processing, with the aim that these foods have certain qualities.
Noodle seasoning, such as salt, sugar, red pepper, garlic, onion, ketchup, soy sauce, MSG
(MSG) as well as flavor ingredients (chicken flavor, shrimp flavor, taste cows) are also
widely used additive. Not to mention in a styrofoam cup noodles, which is suspected to cause
cancer.
for pregnant women, health risks as a result of the additive may not be immediately apparent,
but by Arlene Eisenberg, in the book What to Eat When You're Expecting, pregnant women
should avoid foods that are mengandungadditive. For toddlers, the materials do not really
need this body could also slow down the digestive organs.
The main content of the other of the noodles are carbohydrates then there was flour protein
(gluten), and fat, both of his own noodles and vegetable oil in a sachet. If seen nutritional
composition, noodles are high in calories, but lacking essential nutrients such as vitamins,
minerals and fiber.
if you want your noodles nutritionally complete, it should be added vegetables such as
cabbage, lettuce, tomatoes, broccoli, carrots, or sprouts, add the meatballs, shrimp, egg,
sausage or corned beef, (wah bother ya nyiapinnya). Additional materials had to stay put
when you boil the noodles, to keep in mind, should avoid the consumption of instant noodles
every day.

if you read the instant noodle packaging materials generally are labeled MSG or also known
as Monosodium Glutamate (MSG), also commonly called MSG MSG or michin. MSG or
MSG enjoyment behind it, allegedly harmful to human health, especially children's health.
whether MSG or monosodium Glukamate it? MSG is the sodium salt (sodium) of glutamic
acid (one of the non-essential amino acids penyusunprotein). MSG is generally sold as a fine
white crystals, and appearance similar to sugar or salt.
Glutamate is an amino acid (amino acid) is naturally present in all protein-containing foods.
For example, cheese, milk, meat, fish and vegetables. Glutamate is also produced by the
human body and is necessary for the body's metabolism and brain function. Each person
takes an average of approximately 11 grams of glutamate per day derived from natural
sumberprotein.
Monosodium Glutamate is a substance flavor enhancer in foods made from fermented starch
and molasses from sugar beet or sugar cane. When MSG is added to food, he provides the
same functionality as Glutamate is giving relish the food. MSG itself consists of water,
sodium and glutamate.
MSG is divided into two types, namely natural and artificial. MSG is naturally healthy to eat.
While the artificial, and in fact many outstanding, highly potential for causing health
problems.
If overused, MSG has a negative effect on the body. MSG consume as much as 12 grams per
day can cause stomach disorders, sleep disorders and nausea. Even some people there who
have an allergic reaction include itching, nausea and hot. not only that MSG can also trigger
hypertension, asthma, cancer and diabetes, paralysis and diminished intelligence. (Wah scary
huh)
Before the 60s MSG used segments of society both housewives and restaurants in China,
Japan, Korea, Thailand, Vietnam and Myanmar. The proportion is very small, ie 1-2 a cotton
bud (equivalent to 30-60 Mg) for each serving Chinese cuisine, noodles or meatballs.
dumplings. Local food and native Indonesian tradisionel not use at all, because it tasted
delicious and tasty by herb spices.
If you want to know, it's kind of Indonesian cuisine does not require MSG because it has
many many make delicious Indonesian food, if you add MSG course, it would be redundant.
MSG primarily serves to intensify the savory taste of meat products dagingan.
so it is advisable to avoid the use of excessive MSG in your food or dishes, or you can
replace it with sugar or salt.
If anything needed a replacement for MSG usually is yeast extract (yeast extract), or moromi
(fermented soybeans), or powdered soy sauce. To that end, for the sake of our health,
especially children, avoid excessive use of MSG in cooking and food and should replace your
food seasoning with salt and sugar, or do not wear it at all.
Monosodium Glutamate is a substance flavor enhancer in foods made from fermented starch
and molasses from sugar beet or sugar cane. When MSG is added to food, he provides the
same functionality as Glutamate is giving relish the food. MSG itself consists of water,
sodium and MSG Glutamate.12 grams per day can cause stomach disorders, sleep disorders

and nausea. Even some people there who have an allergic reaction include itching, nausea
and hot. Not only that MSG can also trigger hypertension, asthma, cancer and diabetes,
paralysis and diminished intelligence.
Other harmful effects of MSG that these are the cause of the disease can Fibromyalgia.
Fibromyalgia is a collection of diseases pain in almost the entire body. Points of pain
experienced plentiful and can be up to 18 pain points.
some time ago there were rumors that in the instant noodles are waxy coating that makes the
noodles from sticking when cooked, but the issue has been disputed by candle BPOM
(Agency for Food and Drug Administration) several years ago. Until now the issue was still
denied. Of course, a well-known instant noodle products helped argue the issue.
The following are some tips, cook instant noodles to make it more secure.
cooking water to a boil, with a rate of two times more water than you instant noodle dishes in
the usual manner. if the water is really boiling, separate the water into two parts for example
you pour into two different pots. Enter the noodles to the pan first (or pan washers wax
noodles), and boil back. Wait until the water becomes slightly yellow (this is a sign that there
is a layer of wax on the surface of instant noodles began to fade). After that, remove and
drain.
If you want instant noodle soup, put the noodles that have been laundered 'into a second pot,
simmer briefly.

5 Bahaya mie instan bagi kesehatan yang harus anda


ketahui

Hobi makan
mie instan ?, Jika iya, sepertinya anda perlu membaca pengetahuan singkat di bawah ini
tentang beberapa hal bahaya mie instan bagi kesehatan tubuh seseorang.
Memang akan terasa cukup sulit untuk berubah jika mengkonsumsi berbagai makanan instan
termasuk mie ini telah menjadi kebiasaan. Karena biasanya, makanan-makanan cepat saji

memiliki karakter rasa sedap atau berbagai pilihan rasa gurih lainnya yang cukup kuat.
Sehingga boleh dibilang, rasanya ngangeni bagi para penggemarnya.
Bahaya mie instan bagi kesehatan
Sebenarnya, pernyataan dan pengetahuan seputar dampak negatif dari terlalu
banyak mengkonsumsi mie instan telah banyak disebutkan diberbagai media
pada berbagai kesempatan pula.
Namun, pengaruh iklan mie instan di layar kaca (televisi), media cetak, radio
maupun media online yang sangat gencar menjadikan pengetahun tersebut
menjadi sedikit tersamarkan dan terdengar sayup-sayup saja.
Selain itu, dampak buruk mie instan yang tidak terasa dalam waktu singkat juga
menjadi salah satu alasan mengapa seseorang terus-menerus menggandrungi
makanan keriting ini. Serta, karakter mie instan yang mudah didapatkan dengan
harga murah dipadu dengan kemudahan untuk memasaknya menjadikan menu
ini sebagai favorit anak muda.
Berikut dampak buruk atau bahaya mie instan tersebut yang perlu anda ketahui,
antara lain :

Mengandung banyak Sodium


Zat ini merupakan tambahan yang banyak ditemukan dalam mie instant
segala rasa, baik mie goreng maupun mie kuah dengan varian rasa apa
saja. Terlalu banyak mengkonsumsi sodium, tubuh manusia akan rentan
terhadap kerusakan ginjal, tekanan darah tinggi, serangan jantung dan
masalah kesehatan lainnya.

Tinggi MSG (Monosodium Glutamat)


Kandungan Monosodium Glutamat ini banyak terkandung dalam penyedap
rasa atau bumbu intant yang menjadi paket dalam kemasan. Terlalu
banyak mengkonsumsi MSG atau penyedap buatan dapat meicu alergi
pada tubuh seseorang.
Bahkan dalam skala besar dan jangka panjang dapat menjadi pemicu
radikal bebas yang menyebabkan proses gejala penuaan dini serta
gangguan haid tidak lancar pada sebagian wanita.

Kaya Lemak, rendah Nutrisi


Mie instan merupakan makanan dengan proses produksi dan pengolahan
level tinggi, hal itulah yang menyebabkan makanan ini hanya menyisakan
lemak dan karbohidrat untuk dikonsumsi. Sedangkan untuk nutrisi yang
dibutuhkan oleh tubuh, mie instan tidak dapat menyediakannya dengan
baik.

Oleh karena itu, sangat tidak dianjurkan sebagai makanan untuk ibu hamil
maupun untuk anak-anak dibawah usia 5 tahun untuk menghindari
obesitas atau kegemukan pada usia yang terlalu dini.

Rendah Serat
Dapat anda bayangkan jika mengkonsumsi makanan dengan kandungn
karbohidrat dan lemak tinggi namun sangat rendah kandungan seratnya.
Seseorang akan mengalami gangguan sistem pencernaan seperti perut
merasa kembung dan sulit buang air besar atau konstipasi.
Dan, anda pun sudah paham bahwa permasalahan konstipasi parah yang
terjadi berhari-hari akan berujung pada penyakit lainnya yang lebih
berbahaya seperti wasir maupun kanker usus.
baca tentang : Gejala kanker usus

Terdapat lapisan lilin


Mie instan juga mengandung lapisan lilin yang ditujukan agar mie tidak
saling menempel satu sama lain. Lapisan ini akan tampak terlihat ketika
proses perebusan mie tersebut. Terjadinya penumpukan zat ini dalam tubu
h dalam jangka panjang juga dapat mengganggu sistem pencernaan
seseorang.

Pemaparan tentang bahaya mie instan bagi kesehatan tubuh


seseorang diatas cukup memberikan peringatan bagi kita agar tidak
mengkonsumsinya terlalu sering. Apalagi sampai beberapa kali
dalam sehari.
Jika terpaksa harus sarapan dengan mie instan karena tergesagesa, bolehlah. Akan tetapi ingat, jangan terlalu keseringan apalagi
sampai ketagihan.
Tips dan Saran :
Untuk menetralisir efek negatif yang ditimbulkan oleh mie instan,
maka sering-seringlah mengkonsumsi makanan mengandung
antioksidan seperti tomat dan lain-lain. Baik juga jika disuguhkan
bersamaan ketika terpaksa harus mengkonsumsi mie instan.

\5 Dangers of instant noodles for the health you should know


Hobbies eat instant noodles?, If so, it looks like you need to read the following brief
knowledge about some of the dangers of instant noodles for the health of one's body.
It can be quite difficult to change if you consume a variety of foods, including instant noodles

have become a habit. Because usually, fast foods have a savory flavor character or a wide
selection of other savory flavor that is strong enough. So arguably, it 'ngangeni' for the fans.
Instant noodles danger to health
Actually, representations and knowledge about the negative effects of too much eating instant
noodles has been widely mentioned in various media on various occasions as well.
However, the influence of advertising instant noodles on the screen (television), print media,
radio and online media that is incentive to make such knowledge becomes a little obscured
and drifted away.
Moreover, the adverse effects of instant noodles were not felt in a short time is also one of the
reasons why someone is constantly menggandrungi food curly. As well, the character of
instant noodles are easily available at cheap prices combined with the ease of cooking make
this menu as a favorite of young people.
The following adverse effects or dangers of instant noodles that you need to know, among
other things:
Contains lots of Sodium
This substance is found in many additional instant noodles every sense, both fried noodles
and noodle soup with flavors anything. Too much sodium, the human body would be
susceptible to kidney damage, high blood pressure, heart attacks and other health problems.
High-MSG (Monosodium Glutamate)
Monosodium Glutamate content of many contained in the flavoring or seasoning intant being
package in the packaging. Too much consumption of MSG or artificial flavoring can meicu
allergies in a person's body.
Even in a large scale and long term can trigger free radicals that cause the symptoms of
premature aging and menstrual disorders is not smooth in some women.
Rich in fat, low in nutrition
Instant noodles is a food with the production and processing of high level, that's what causes
the food leaving only fat and carbohydrate to be consumed. As for the nutrients needed by the
body, instant noodles can not provide it with either.
Therefore, it is not recommended as a food for pregnant women and for children under 5
years of age to avoid obesity or obesity at an early age too.
Low Fiber
Can you imagine if kandungn consuming foods with high fat and carbohydrates but very low
fiber content. A person will experience gastrointestinal upset such as stomach felt bloated and
difficult bowel movements or constipation.
And, you also have understood that the problem of severe constipation that occurs days will
lead to other more dangerous diseases such as hemorrhoids and colon cancer.
read about: Symptoms of bowel cancer
There is a layer of wax
Instant noodles also contain a waxy coating that is intended to allow the noodles from

sticking to one another. This layer will appear visible when the noodles boiling process. The
accumulation of these substances in Tubu h in the long term can also interfere with a person's
digestive system.
The exposure of the dangers of instant noodles for the health of a person's body above is a
warning for us not to take too often. Moreover, up to several times a day.
If forced to have breakfast with instant noodles haste, so-so. But remember, do not be too
frequency much less addictive.
Tips and Suggestions:
To neutralize the negative effects caused by instant noodles, then often consume foods
containing antioxidants such as tomatoes and others. Good also if presented simultaneously
when forced to consume instant noodles.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder
About Google TranslateCommunityMobile
About GooglePrivacy & TermsHelpSend feedback

Bahaya Mie Instan dan Tips Aman Makan Mie Instan


By Siti Amini at 23.16 , have 3 komentar
Ads by google:
Bahaya mie instan yang mengintai tubuh. Tahukah sobat bahaya apa saja yang
mengintai saat sobat terlalu sering mengkonsumsi si keriting ini? Terlebih lagi
jika mie instan tersebut sobat konsumsi bersamaan dengan nasi. Resiko mulai
dari kegemukan bahkan kematian akan terus mengintai bagi mereka
pengkonsumsi mie yang terlampau sering.
Mie instan pasti bukan hal yang asing lagi ditelinga kita. Terlebih buat sobat yang
berada jauh dari keluarga dan terlebih lagi pas akhir bulan dompet menipis dan
kiriman belum dateng. Iyap, mie instan pasti teman paling setia saat kayak gini.

Bahaya Mie Instan Campur Nasi


Kebiasaan kita yang seringkali mencampur mie instan dengan nasi ternyata
bukanlah suatu hal yang menyenangkan dan senikmat rasa mie instan. Resiko
yang timbul karena hal ini sangat beragam, Beberapa bahaya mie instan yang
dimakan bersamaan dengan nasi antara lain:

Potensi terjadinya kegemukan


Sudah diketahui bahwa mie instan dan juga nasi sama-sama mengandung
karbohidrat yang tinggi. Jika sobat terlalu sering mengkonsumsi mie instan yang
dicampur dengan nasi maka kalori yang berlebihan itu akan disimpan oleh tubuh
dalam bentuk lemak. Hal inilah yang nantinya akan membuat tubuh menjadi
gemuk atau obesitas.

Resiko terjadi diabetes melitus atau kencing manis


Sudah diketahui pula bahwa karbohidrat yang terkandung dalam mie instan dan
juga nasi nantinya akan diubah oleh tubuh menjadi glukosa atau gula. Gula ini
nantinya yang akan di proses oleh insulin yang diproduksi oleh pankreas menjadi
sumber tenaga. Jika glukosa terlalu banyak, kerja paankreas untuk memproduksi
insulin pun semakin berat. Lama kelamaan pankreas akan aus dan rusak.
Setelah pankreas rusak, pankreas tidak akan mampu memproduksi insulin
dengan baik. sehingga glukosa akan semakin banyak yang menumpuk didalam
tubuh. Hal inilah yang menimbulkan penyakit diabetes ini.

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan


Selain beberapa bahaya mie instan yang diakibatkan karena memakan mie dan
nasi dalam waktu bersamaan, mengkonsumsi mie instan secara berlebih pun
juga menimbulkan bahaya yang tidak sedikit bagi tubuh kita. Beberapa bahaya
mengkonsumsi mie instan secara berlebih ini antara lain:

Mie instan merupakan bagian dari junk food


Mie instan yang cukup akrap dengan kita inimerupakan makanan sampah. Hal ini
karena pada mie instan mengandung cukup tinggi karbohidrat dan juga lemak
jenuh. Dalam mie instan tidak dilengkapi kandungan lain seperti serat, proten
ataupun vitamin. Tentu saja ini membuat mie instan sangat tidak baik jika di
konsumsi setiap hari. Baca juga bahaya makanan cepat saji yang mengintai.

Kandungan sodium yang terlalu tinggi


Kandungan sodiumm yang terlalu tinggi ini menyebabkan tubuh kita beresiko
terkena penyakit jantung. Salah satunya yang cukup sering terjadi karena efek

sodium ini adalah darah tinggi. Baca cara mengobati darah tinggi cara
mengobati darah tinggi secara alami dan aman

Beresiko terjadinya kanker


Dalam mie instan terdapat lapisan lilin yang membuat mie tidak lengket dan
tidak menggumpal. Lilin ini sangat sulit sekali dicerna oleh tubuh , setidaknya
membutuhkan waktu 3 hari untuk mencerna dan membuang lilin ini. Jika sobat
mengkonsumsi mie instan setiap hari, sudah dapat dibayangkan lilin tersebut
past menumpuk di dalam tubuh kita.

Selain dilapisi lilin, bumbu pada mie instan banyak sekali mengandung MSG atau
monosodium glutamat. Dua bahan ini diperkirakan dapat memicu timbulnya sel
kanker.

Ads by google:

Tips Sehat Makan Mie Instan


Buat sobat yang gemar sekali makan mie instan, berikut ada beberapa tips yang
bisa sobat lakukan untuk meminimalisir efek negatif dari mie instan tersebut,
diantaranya:

Buang air rebusan pertama mie


Saat merebus mie, buang air yang pertama kali sobat gunakan untuk merebus.
Saat merebus, lapisan lilin yang terkandung dalam mie tersebut sebagian besar
akan larut bersama air. Oleh sebab itu saat sobat merebus mie kuah dari mie
tersebut akan berwarna putih kekuningan sepertti warna mie. Hal ini akan
membantu meminimalkan banyaknya lilin yang masuk ketubuh kita.
Mungkinjuga ini akan berpengaruh sedikit pada cita rasa mie, tapi untuk tubuh
yang sehat tidak apa-apakan?

Jika yaang sobat makan adalah mie goreng, setelah ditiriskan bilas lag dengan
air matang. Oh iya, kebiasaan buruk yang sering kita lakukan adalah
mengkonsumsi mie yang masih mentah karena dianggap sebagai camilan yang
lezat. Selain itu terkadang kita juga sering memasak mie setengah matang.

Mie setengah matang atau bahkan mie mentah justru akan semakin
memperberat kerja dari sistem pencernaan kita.

Beri jeda waktu makan


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, lapisan lilin akan habis setelah kurun waktu
sekitar 3 hari untuk dikeluarkan oleh tubuh. Maka dari itu sebaiknya sobat tidak
mengkonsumsi mie instan tersebut setiap hari. Beri jeda waktu minimal 3 hari.

Jangan campur bumbu saat dimasak


Saat memasak mie instan, pasti sebagian besar dari sobat akan langsung
mencampur bumbunya saat mie masih mendidih diatas nyala api. Hal ini tentu
sangat salah. Dalam bumbu mie instan terdapat zat yang berbahaya jika ikut
dimasak. Campurkan bumbu saat mie sudah diturunkan dari api. Jika sobat teliti
dalam memeriksa, di cara penyajian yang terdapat di bungkus mie pun sudah
menunjukkan bahwa bumbu ditaruh di mangkuk baru kemudian di beri mie.
Bukan bumbu di masak bersama mie.

Tambahkan Sayuran, daging dan telur


Jika perlu, sobat dapat menambahkan sayuran, daging atau telur untuk
melengkapi kandungan gizi yang ada pada mie instan.

Demikian tadi beberapa tips dari saya, think smart and think healthy.

Hazards and Safety Tips Instant Noodles Instant Noodles Spot


By Siti Amini at 23:16, have 3 comments
Ads by Google:
Instant noodles dangers that lurk body. Did my friend any danger lurking when my friend too
often consume the curly? Moreover, if the instant noodle consumption buddy along with rice.
Risks ranging from obesity and even death will continue to lurk for those consuming the
noodles too often.
Instant noodles certainly not something foreign to our ears. Especially for my friend who was
away from the family and what's more fitting end thinning wallets and shipment has not
dateng. Iyap, instant noodles definitely the most loyal friends time like this.
Dangers of Instant Noodles Mixed Rice
Our habit is often mixed with rice noodles turned out to be not a fun thing and senikmat
flavor instant noodles. Risks that arise because it is so diverse, some danger of instant

noodles are eaten along with rice, among others:


The potential for obesity
It is known that the instant noodles and rice also both contain high carbohydrates. If my
friend too often eating instant noodles mixed with rice then the excess calories will be stored
by the body as fat. It is what will make the body become overweight or obese.
Risk of diabetes mellitus or diabetes
It has been known that carbohydrate contained in instant noodles and rice also will be
converted by the body into glucose, or sugar. Sugar is later to be processed by the insulin
produced by the pancreas into a power source. If glucose is too much, work paankreas to
produce insulin even more severe. Eventually the pancreas gets worn and damaged. Once the
pancreas is damaged, the pancreas will not be able to produce insulin properly. so that
glucose will be more and more that accumulate in the body. This has caused the disease
diabetes.
Instant Noodle Danger to Your Health
In addition to some of the dangers resulting from the instant noodles eat noodles and rice at
the same time, excessive eating instant noodles were also pose a danger that does little for our
bodies. Some of the dangers of excessive consumption of instant noodles, among others:
Instant noodles are part of the junk food
Instant noodles are quite akrap with our lists different types of junk food. This is because the
instant noodles contain fairly high in carbohydrates and saturated fats. In the instant noodles
do not include other ingredients such as fiber, of protein or vitamins. Of course, this makes
instant noodles is not good if consumed every day. Read also the danger of fast food is
lurking.
Sodium content is too high
Sodiumm the content is too high this causes our bodies at risk for heart disease. One of them
is quite often the case because the effects are high blood sodium. Read how to treat high
blood pressure how to treat high blood pressure naturally and safely
Risk of cancer
In the instant noodles are waxy coating that makes the noodles from sticking and clumping.
These candles are difficult to be digested by the body, it requires at least 3 days to digest and
dispose of this candle. If my friend eating instant noodles every day, it is conceivable that the
past wax accumulates in our body.
In addition to wax-coated, instant noodle seasoning on a lot containing MSG or monosodium
glutamate. These two ingredients thought to trigger the onset of cancer cells.
Ads by Google:
Instant Noodles Healthy Eating Tips
Create a buddy who loved to eat instant noodles, here are some tips that can mate do to
minimize the negative effects of the instant noodles, including:
Discard the cooking water first noodles
When boiling noodles, pee first friend use to boil. When boiling, a layer of wax contained in

the noodles will mostly along the water soluble. Therefore, when my friend boil a noodle
soup of noodles will be yellowish white color sepertti noodles. This will help minimize the
number of candles that go ketubuh us. Mungkinjuga will have little effect on the taste of the
noodles, but for a healthy body is not anything about?
If yaang my friend's meal was fried noodles, after a lag drained rinse with lukewarm water.
Oh yes, a bad habit that we often do is to eat the noodles are still raw because it is considered
as a tasty snack. Also sometimes we too often half-baked cooking noodles.
Mie half-cooked or even raw noodles will only aggravate the work of our digestive system.
Leave at mealtime
As already described above, a layer of wax will run out after a period of approximately 3
days to be issued by the body. Thus it should be my friend no eating instant noodles every
day. Leave at least 3 days time.
Do not mix seasoning when cooked
When cooking instant noodles, certainly most of my friend will immediately mix the
marinade when the noodles still boiling over the flame. This is very wrong. In the instant
noodle seasoning are substances that are harmful if participating cooked. Combine seasoning
when the noodles have been lowered from the fire. If my friend meticulous in checking, in
the manner of presentation contained in the packs of noodles was already showing that herbs
placed in a new bowl and put their noodles. Not seasoning in cooking a noodle joint.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder
About Google TranslateCommunityMobile
About GooglePrivacy & TermsHelpSend feedback

PEMBUATAN MIE INSTAN


Kondisi masyarakat pada saat ini lebih menyukai hal-hal yang instan. Tuntutan
bagi mereka untuk lebih produktif dalam segala hal, memaksa untuk lebih efektif dan
efisien dalam menggunakan waktu dan tenaga. Pada akhirnya, kondisi ini
berdampak pada cara pemenuhan kebutuhan pangan mereka, sehingga terjadi
perubahan budaya pangan ke arah konsumsi makanan instan sehingga fenomena
ini menjadi peluang yang bagus bagi pihak industri pangan untuk memproduksi
makanan instan. Salah satu jenis makanan instan tersebut adalah mie instan.
Mie instan adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar terigu. Bentuknya
panjang dan elastis dengan diameter 2 mm. Cara memasaknya mudah, yakni
dengan merebusnya di dalam air mendididh selama 3 menit saja. Meskipun mie
instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh ( wholesome food ), namun
mampu menyumbang energi untuk aktivitas tubuh. Karena dua alasan tersebut,
yakni mie instan sebagai makanan cepat saji dan mampu menyumbang energi,
semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengkonsumsi mie instan sebagai
pengganti nasi.

Proses pembuatan mie instan meliputi persiapan bahan baku, pencampuran


adonan, pengadukan, pelempengan, pencetakan, pengukusan, pemotongan,
penggorengan, pendinginan, dan pengemasan.Pada proses tersebut tidak
dimungkinkan adanya cemaran terhadap mikrobiologi produk baik oleh lingkungan,
pekerja, maupun alat yang digunakan.Untuk mengetahui banyak sedikitnya jumlah
mikrobiologi yang mencemari produk maka perlu dilakukan adanya analisa
mikrobiologi terhadap produk akhir berupa produk jadi mie instan.
Bahan Baku
`a. Tepung terigu
Bahan baku utama dalam pembuatan mie instan adalah tepung terigu, tepung
tapioka dan air. Tepung terigu berasal dari gandum, dimana pada umunya gandum
diklasifikasikan berdasarkan atas kekerasan dari gandum dan protein yang
dikandungnya dan warna butir gandum itu sendiri (Kent, 1983).
Tepung terigu merupakan hasil dari proses penggilingan gandum yaitu berupa
endoperm halus yang terpisah dari kulit luar lembaga (Jones dan Amos, 1983).
Menurut Kent (1983), gandum pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan tesktur
endosperm dan kandungan proteinnya. Tekstur endosperm berhubungan dengan
pengadaan tepung untuk berbagi keperluan.
Pemakaian tepung gandum sebagian besar untuk industri makanan seperti mie
basah 32%, mie instan 20%, mie telor 8%, biskuit 29%, roti 15% dan hanya 5%
dikonsumsi secara langsung, serta sebagian kecil dipakai untuk bahan baku industri
non makanan antara lain perekat untuk industri plywood (Ramelan, 1999).
KomposisikimiaTepungterigudihitung per 100 gram bahan
Komponen

Kadar

Kadar air

12,00

Karbohidrat

74,5

Protein

11,80

Lemak

1,20

Abu

0,46

Kalori

340 kal

Sumber : Kent (1993)

Pada perusahaan makanan yang berkualitas haruslah menggunakan tepung


terigu yang baik dan sesuai dengan standart perdagangan. Syarat mutu tepung
terigu yang telah ditetapkanya itu berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI).
Sehingga digunakan tepung terigu jenis hard flour (jenis kuat) dimana tepung terigu
jenis ini memiliki kandungan gluten yang tinggi sehingga bisamenghasilkan adonan
yang elastis dan tidak mudah putus, dengan standart kadar gluten minimal 9% dan
kadar gluten maksimal 14%.
b. Tepung Tapioka
Tepung tapioka memiliki daya serap air besar sehingga mempermudah proses
dehidrasi yaitu granula pati kembali ke posisi ke posisi semula (Winarno, 1991).
Tabel komposisi tepung tapioka dapat dilihat dalam tabel 5.
Komposisi Kimia Tepung Tapioka (per 100 gram bahan)
Komposisi

Jumlah

Kalori (kal)

363.0

Karbohidrat (g)

88.2

Protein (g)

1.1

Lemak (g)

0.5

Air (g)

9.0

Ca (mg)

84.0

Phospor (mg)

125.0

Zat Besi (mg)

1.0

Vitamin B (mg)

0.4

Sumber : Soedarmo dan Soediatmo (1987).


Pada proses pembuatan mie, tepung tapioka berfungsi untuk meningkatkan
kelembutan dan gelatinisasi mie. Pada pembuatan mie perlu diperhatikan
perbandingan penyampuran antara tepung terigu dan tepung tapioka, semakin
banyak penambahan tepung tapioka maka akan mempengaruhi kelembutan tekstur
dan keranyahan dari produk mie itu sendiri dimana mie akan semakin renyah.
Granula-granula tepung tapioka terletak pada sel umbi akar, mempunyai bentuk
sama dengan pati kentang. Granula tepung tapioka berukuran 3-35 mm dan

mempunyai sifat birefringent yang kuat. Pati tapioka tersusun atas 20% amilosa dan
amilopektin (Winarno, 1991).
Tepung tapioka golongan yang mempunyai amilopektin tinggi, namun tapioka
memiliki sifat-sifat yang mirip amilopektin. Diantar sifat-sifat amilopektin yang disukai
oleh para ahli pengolahan pangan adalah sangat jernih. Tidak mudah mengumpal,
mempunyai daya perekat yang tinggi dan tidak mudah pecah atau rusak serta
bersuhu genetalisasi lebih mudah. Dalam bentuk pasta, amilopektin menunjukan
kenampakan yang sangat jernih sehingga sangat disukai karena dapat
mempertinggi panampilan produk akhir. Pamakaian pati dapat dihemat karena
dalam konsentrasi rendah sudah dapat memberikan efek pemekatan yang cukup
besar. Disamping itu pemakaian energi untuk gelatinisasi relatuv lebih rendah
karena suhu gelatinisasi lebih rendah karena suhu gelatinisasi umbi ketela pohon
relativ rendah (Tjokroadi Koesomo, 1986).
c. Air
Penambahan air dalam adonan berfungsi untuk membentuk konsistensi adonan
yang diinginkan. Umumnya air yang ditambahkan dalam pembuatan mie antara 3035% (Bhusuk dan Rasper, 1994).
Menurut Sunaryo (1985), suhu air yang disarankan untuk pembuatan mie sebesar
-C, untuk mengaktifkan enzim amilase yang akan memecah pati menjadi dekstrin
dan protease yang akan memecah gluten, sehingga menghasilkan adonan lembut
dan halus. Jika suhu kurang dari C adonan menjadi keras, rapuh dan kasar. Jika
suhu lebih dari C akan menghasilkan mie dengan tingkat elastisitas yang menurun
dan kelengketannya meningkat.
d. Air Alkali
Menurut Sunaryo (1985) air yang digunakan haruslah air lunak yang bersih artinya
air yang memiliki persyaratan mutu air untuk industri yaitu air yang baik secara
kimiawi dan mikrobiologis. Fungsi air alkali sebagai bahan tambahan membuat mie
instan adalah: Media reaksi antara glutenin dan karbohidrat, larutan garam,
membentuk sifat kenyal pada glutein
Natrium karbonat (), dan kalium karbonat () sebagai tambahan pada mie segar atau
mie yang segera dimasak stelah dipotong. Penggunaan senyawa ini mengakibatkan
pH lebih tinggi yaitu pH 7,0-7,5 , warna sedikit kuning dan flavor disukai oleh
konsumen. Komponen-komponen tersebut berfungsi untuk mempercepat pengikat
gluten, meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas (garam fosfat) dan meningkatakan
Sodium tripolifosfat () digunakan sebagai bahan pengikat air agar air dalam adonan
tidak menguap sehingga adonan tidak mengalami pengerasan atau kekeringan
dipermukaan sebelum proses pembentukan lembaran adonan. Perbaikan terhadap

sifat-sifat adonan tidak


(Trenggono,dkk, 1990).

menunjukan

penghambatan

terhadap

-amilase

1. Garam Dapur (NaCl)

Menurut Sunaryo (1985), biasanya membuat mie jarang digunakan tambahan


bumbu seperti gula, karena gula pada penggorengan (suhu tinggi) akan
menyebabkan reaksi karamelisasi. Biasanya dalam pembuatan mie instan
dapat ditambahkan garam. Garam yang digunakan biasanya NaCl dimana
pada garam NaCl yang digunakan adalah kemurniannya. Fungsi garam itu
sendiri adalah memberi rasa, memperkuat tekstur mie,membantu reaksi
antara glutenin dan karbohidrat (meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas
mie), mengikat air.

f. Minyak Goreng
Minyak goreng pada proses pembuatan mie digunakan sebagai media
penghantar panas. Penambahan lemak berfungsi untuk menambah kolesterol
serta memperbaiki tekstur dan cita rasa dari bahan pangan. Warna minyak
tergantung macam pigmennya. Bila minyak dihidrogenasi maka akan terjadi
hidrogenasi karotenoid dan warna merah akan berkurang. Selain itu,
perlakuan pemanasan juga akan mengurangi warna pigmen, karena
karotenoid tidak stabil pada suhu tinggi sehingga minyak akan mudah tengik.
Pada umumnya suhu penggorengan adalah C. (Winarno, 2002).
Bahan Baku Pembantu
a. Seasoning
terdapat beberapa macam seasoning antara lain bumbu (teriri dari garam,
gula, MSG, flavor flavor, dll) minyak bumbu, bawang goreng, kecap, cabe
bubuk, saus dan sambal pasta. Jenis seasoning pada setiap mie instan
tergantung dari jenis mie dan flavonya. Pada produk mie polos tidak
digunakan bumbu-bumbu tersebut.
b. Ingredients
Bahan tambahan makanan tersebut antara lain garam, guar gum, ,
potasium karbonat, gliserin, lesitin, tartrazine Cl 19140 (pewarna kuning),
acidity regulator dan antioksidan TBHQ dicampurkan kedalam air alkali. Cara
pencampurannya yaitu mixer VT (mixer alkali) diisi dengan air sampai bak
kemudian ditambahkan garam, guar gum, dan potasium karbonat dengan

jumlah tertentu semuanya dicampur terlebih dahulu di dalam mixer alkali,


baru kemudian ditambahkan pewarna, lesitin dan gliserin.
c. Kemasan
Untuk kemasan mie instan polos digunakan kemasan plastik yang
berbahan Polypropilen (PP) dengan ketebalan sesuai dengan produk yang
dihasilkan (misalnya 0,06 mm)
Hal-hal tercantum pada kemasan adalah sebagai berikut :
1. Kemasan etiket/plastik : nama produk, nama dan alamat pabrik, tanda halal
tanda SNI, cara pemasakan.
2. Kemasan karton : nama dan alamat pabrik, merk dagang, jumlah isi, nomor
pendaftaran, jumlah tumpukan maximum, kode produksi tanggal kadaluarsa,
tanda SNI, tanda halal, cara penyimpanan dan penyajian, nutrition fact, netto,
kode produksi, tanggal kadaluarsa.

Proses Pembuatan Mie


Proses produksi merupakan urut-urutan proses dari mulai persiapan
bahan baku untuk diolah sampai menjadi produk akhir yang siap dipasarkan
dengan kuantitas dan kualitas yang telah ditentukan.
Bahan baku yang datang (dikirim oleh Suplier) sebelum masuk diperiksa
dahulu oleh QC bahan baku. Alur penerimaan bahan baku tersebut dalam
gudang werehouse adalah sebagai berikut:
3. Pemeriksaan dokumen bahan baku.
4. Pemeriksaan bahan baku dan di ambil sampelnya untuk dibandingkan
dengan standar bahan baku yang telah ditentukan.
5. Meletakkan bahan baku sesuai dengan ketentuannya disetiapmasing
masing bahan.
6. Pemberisan number identity mengikuti standar yang telah ditentukan dan
dilakukan setiap pallet ( kedatangan) dan jenis barang.
7. Setelah pembongkaran selesai , dilakukan penerbitan Surat Penerimaan
Barang (SPB) oleh bagian administrasi dan disahkan oleh kepala gudang.

Alat alat yang digunakan dalam proses pembongkaran yaitu palet, hand
palet, forklifi, chainhoist, mesin pompa, dan blower dilakukan sesuai jenis
bahan bahannya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh QC meliputi
pengambilan sampel dan dibandingkan dengan standar serta dilakukan uji
terhadap bahan bahan pembantu lainnya.

Proses produksi dimulai dari pencampuran sampai pada


Proses-proses tersebut dilalui melalui delapan tahap yaitu :
(mixing), pengepresan (pressing), pembelahan (slitting),
untaian (waving), pengukusan (steaming), penggorengan
pengemasan (packing).

pengemasan.
pencampuran
pembentukan
(frying), dan

Pencampuran (Mixing)

Mixing adalah proses pencampuran bahan yang digunakan dalam pembuatan mie
instan. Dengan tujuan untuk mendapatkan lama mixing yang sempurna. Karena
mixing yang berlebihan akan merusak susunan gluten dan adonan akan semakin
panas, dan apabila mixing kurang dapat menyebabkan adonan kurang elastis
sehingga menyebabkan volume mie menjadi sangat kurang dan tidak sesuai dengan
apa yang diinginkan. Bahan bahan yang dicampur antara lain tepung terigu,
tepung gaplek,tepung tapioka atau pati, alkali (maksimal 35%) dan air. Proses
pencampuran dilakukan pada suhu 35-37 oC. Mixing dilakukan dengan mixer,
selama 14 menit secara bertahap. Berikut ini tahapan mixing:
1. Tahap awal

Pada tahap ini terjadi pencampuran larutan alkali dengan kadar air 30-34%.
Kadar air 30% untuk tekstur ringan seperti mie kremez, dan 34% untuk
tekstur kuat seperti mie polos. Waktu pengadukan awal atau disebut sebagai
pengadukan basah dilakukan selama 11 menit.
2. Tahap akhir

Tahap akhir ini lebih kepada proses pengadukan secara cepat sehingga dihasilkan
campuran yang homogen. Pengadukan akhir (pengadukan kering) dilakukan selama
3 menit.
Kadar air adonan berpengaruh terhadap proses gelatinisasi. Karena apabila kadar
air terlalu tinggi akan menyebabkan untaian mie akan tersangkut di roll penghubung
antara conveyor steamer dengan conveyor cutter sedangkan kadar air yang terlalu
rendah menyebabkan adonan dan mie yang dihasilkan berwarna kuning pucat.
Sehinggaa dalam hal ini dibutuhkan kadar air yang optimal agar didapatkan mie
dengan kekenyalan yang optimal.
Faktor faktor yang mempengaruhi proses mixing antara lain:
1. Larutan alkali

Larutan alkali yang ditambahkan berfungsi sebagai penetrasi partikel terigu.


Sehingga semakin banyak larutan alkali yang terpenetrasi kedalam larutan
pati, maka akan mendekati titik WHC-nya maka semakin baik.

2. Waktu mixing

Lama waktu mixing akan perpengaruh terhadap homogenitas dan suhu


adonan.
3. Temperatur adonan

Temperatur adonan diatas 40 oC mengakibatkan adonan cenderung lembek


dan lengket.

Pelempengan (Pressing) Dan Pembelahan (Slitting)

Pressing merupakan proses pembentukan lembaran adonan dengan ketebalan


tertentu, sedangkan slitting merupakan proses pembelahan lembaran adonan
menjadi pilinan mie dengan diameter tertentu.
Adonan mie dari mixer selanjutnya ditampung oleh feeder DCM (Dough Compoung
Machine). Kemudian dipress oleh dough presser menjadi du lembar adonan. Dan
selanjutnya ditangkap oleh roll press untuk dipress menjadi selembar adonan dengan
ketebalan yang lebih rendah dari sebelumnya. Roll press berjumlah 6 pasang yang
setiap pasang terdiri dari dua buah silinder dan masing masing roll press berputar
berlawanan arah. Ketebalan yang dihasilkan masing masing roll press adalah:
1. Roll press 1 dengan ketebalan 4,75 mm
2. Roll press 2 dengan ketebalan 4,55 mm
3. Roll press 3 dengan ketebalan 3,80 mm
4. Roll press 4 dengan ketebalan 2,45 mm
5. Roll press 5 dengan ketebalan 1,15 mm
6. Roll press 6 dengan ketebalan 1,10 mm

Sehingga tidak terjadi penarikan atau penumpukan lembaran adonan ketika


melewati atau menuju antar roll press.
Beberapa hal yang harus diperhatikan agar mie hasil sliting baik:
1. Ketepatan pemasangan mangkok pemisah mie
2. Kebersihan slitter
3. Fungsi sisir mie harus baik

Pengukusan (Steaming)

Steaming adalah proses pemanasan yang dilakukan dengan uap air panas (98 oC)
sebagai media penghantarnya. Untaian mie yang telah ditangkap oleh Waving Net
Conveyor selanjutnya dilewatkan melalui steam box dengan menggunakan mesin
Boiler.
Steaming digunakan untuk mendukung proses terjadinya gelatinisasi gluten. Dengan
beberapa tahap proses gelatinisasi yaitu pembasahan, tahap gelatinisasi dan tahap
solidifikasi. Pada tahap pembasahan mie bersifat mudah putus. Pada tahap
gelatinisasi mie akan mengalami gelatinisasi dengan penetrasi panas ke dalam mie
dan bersifat agak lentur. Pada tahap soliditasi permukaan mie terjadi penguapan dan
membentuk lapisan film tipis sehingga menjadi halus dan kering yang menyebabkan
sifat mie jadi solid.
Tahap steaming prosesnya harus benar benar baik dalam titik kritis, steaming
yang kurang lama atau suhu yang kurang optimal menyebabkan gelatinisasi juga
kurang optimal. Selai itu boiler harus benar benar dipastikan bahwa tidak
mengandung air karena hal itu akan menyebabkan tekstur mie menjadi lembek.
Sebelum menuju kater mie dikeringkan terlebih dahulu dengan kipas angin untuk
mengurangi kadar air dipermukaan mie akibat proses steaming. Hal ini penting
karena apabila tidak dikeringkan akan menyebabkan mie tersangkut di bagian
pemutar Waving net conveyor.

Pemotongan (Cutting)

Cutting merupakan proses pemotongan untaian mie menjadi blog mie yang
mempunyai ukuran tertentu dengan standar berat dan ukuran mie instan
tergantung dari jenis mie. Mie yang telah dipotong kemudian dilipat dengan
cangkulan sehingga menghasilkan 2 blok mie yang sama panjang dan
simetris lipatannya. Selanjutnya didistribusikan ke dalam mangkok fryer yang
berbentuk persegi yang dilengkapi dengan conveyor yang mampu
menggerakkan melewati bak fryer untuk dilakukan proses Frying.

Penggorengan (Frying)

Frying merupakan salah satu metode pengawetan bahan pangan. Prinsip


frying adalah mengeringkan mie basah dengan media minyak goreng pada
suhu tinggi sehingga diperoleh mie dengan kadar air dan minyak tertentu dan
dipatkan mie yang matang, kering dan awet. Metode frying digunakan adalah
deep fat frying dimana seluruh bagian terendam oleh minyak selama dilakukan
proses frying dengan temperature 150 oC selama 3 menit.
Dalam proses frying berat mie menyusut dikarenakan air yang terkandung didalam
mie diuapkan oleh panas dari minyak goreng. Penguapan terutama terjadi pada
bagian terluar mie sampai 3% yang menyebabkan timbulnya kerenyahan.

Menurut anonymous (2005), pada saat frying juga terjadi denaturasi protein dan
reaksi maillard. Denaturasi protein dapat meningkatkan daya cerna. Reaksi maillard
merupakan reaksi antara gugus reduksi dari karbohidrat pada pati dengan gugus
amino pada protein. Reaksi ini menimbulkan aroma yang khas dan perubahan
warna yang cenderung lebih gelap dan berbentuk kaku.
Kematangan mie instan dipengaruhi oleh 3 faktor:
1. Level minyak

Level minyak goreng diukur dari penutup mangkok. Semakin tinggi level
minyak goreng maka semakin lama pula prose frying. Standar level
minyak adalah 4 cm.
2. Lama waktu frying

Lama waktu frying dipengaruhi oleh level minyak goreng dan kecepatan
net fryer.
3. Suhu minyak goreng

Suhu minyak goreng dipengaruhi oleh persentase bukaan volve. Semakin


besar bukaan volve maka sirkulassi minyak goreng semakin besar dan
suhu juga semakin tinggi. Sirkulasi dilakukan dengan minyak agar tetap
stabil.
Pendinginan (Cooling)

Cooling merupakan proses penurunan suhu mie instan, selama 1 menit dengan cara
melewatkan mie dalam cooling box yang berisi fan. Udara untuk fan bersumber dari
udara luar ruang produksi (udara bebas) sehingga fan dilengkapi filter untuk
menyaring polutan. Suhu mie setelah cooling adalah kurang dari 45oC dan kemudian
ditangkap oleh konveyor untuk selanjutnya dikemas.
Pengemasan (Packing)

Packing merupakan proses pembungkusan mie dan seasoningnya dengan kemasan,


dengan meliputi dua tahap yaitu packing dengan etiket dan dengan karton.
Menurut Kent(1983), pada pembuatan mie biasanya diusahakan tepung terigu
hard yang dicampur bahan-bahan lain dan dibuat adonan yang kaku seperti
pembuatan macaroni. Adonan ini kemiduan dilewatkan pada suatu roll pengepres
untuk membentuk lembaran dengan tebal 1/8 inci atau kurang dengan komposisi
kimia dari tepung terigu.

Pada produksi mie instant faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mutu produk
akhir adalah persiapan bahan baku, penambahan larutan alkali, pengadukan,
pengukusan (steaming), penggorengan (frying), pendinginan (cooling) dan
pengemasan (packing).
Bahan baku pembuatan mie adalah tepung terigu sebasar 200 kg, tepung tapioka
25 kg dan alkali 65 kg. Penambahan larutan alkali harus sesuai dengan standart,
apabila air alkali yang ditambahkan terlalu banyak maka akan berpengaruh terhadap
tekstur mie yang keras dan memiliki rasa yang tidak sesuai. Jadi larutan alkali
sangat berperan dalam menentukan mutu mie instant yaitu sebagia pengatur pH
untuk mempercepat proses gelatinisasi pati dan karena terdapat pada bentuk garam
karbonat maka larutan alkali berfungsi sebagai zat pengembang adonan mie instant
( Anonymous, 1987).
Pembuatan alkali adalah dengan melarutkan beberapa ingridient seperti garamgaram mineral, guargum dan pewarna dengan air dengan kedalaman tangki yang
dilengkapi dengan agiator. Menurut Kent (1983), penggunaan air adalah sebesar 2538% dengan temperatur air sebesar 32-38C. Kegunaan air disini adalah untuk
membentuk adonan. Selain itu digunakan air kie yang berfungsi untuk membuat
adonan menjadi lebih ringan dan porus, disamping sebagai pengembang
( Anonymous, 1987).
Untuk memperoleh hasil pengadukan yang baik yaitu adonan yang tidak pera dan
tidak lembek, larutan garam tercampur rata dan adonan homogen, maka yang perlu
diperhatikan adalah jumlah larutan alkali ditambahkan harus sesuai standart.
Menurut Kent (1987), waktu pencampuran terbaik untuk pasta adalah 10-15 menit.
Pencampuran adalah proses penyebaran suatu komponen ke komponen lain.
Secara ideal proses pencampuran dimulai dengan mengelompokan masing-masing
komponen pada beberapa wadah yang berbeda, sehingga masih tetap terpisah satu
sama lain dalam bentuk komponen-komponen murni. Selanjutnya komponenkomponen tersebut disatukan dalam wadah baru (Earle, 1969).
Pada tahap pencampuran protein mempunyai elastisitas dan kepegasan
maksimum, artinya protein mengembang maksimal, artinya protein mengembang
optimal, apabila pengaduan terus dilakukan maka akan terjadi pengenduran lebih
lanjut, adonan menjadi lembek dan lengket karena pemutusan ikatan-ikatan disulfide
karena pada proses moxing juga terjadi reaksi enzimatis (Lasztity. 1984).
Pengepresan bertujuan untuk membuat pasta menjadi lembaran yang siap
dipotong menjadi bentuk khas mie. Fungsi lain dari proses pelempengan yaitu agar
proses geletinisasi pati yang terjadi pada proses proses pengukusan dapat berjalan
bersama-sama. Pada proses pengepresan ini adonan yang dibuat dicetak menjadi
rol-rol pengepresan pada mesin pengepres. Menurut Kent (1983), pengepresan ini

dilakukan untuk membuat lembaran-lembaran setebal 1/8 inchi atau kurang.


Pencetakan dilakukan dengan mengunakan silinder teralur. Lembaran yang dicetak
menjadi pilinan atau utasan mie diletakan pada silinder mie beralur tersebut.
Pengukusan dilakukan dengan tujuan agar pati yang ada dalam mie tergelatinisasi
sehingga mie yang dihasilkan menjadi produk instant. Menurut Kent (1983) suhu
tergelatinisasi pati gandum adalah 54,5-64C.
Pengeringan adalah proses pelepasan uap air dari bahan atau komoditi hasil
pertanian sehingga mencapai kadar air tertentu dan terjadi keseimbangan antara
kadar air bahan denga udara sekitar bahan (Kent, 1983).
Pengeringan pada proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan
sebagian air bebas yang ada pada bahan pangan sehingga pada saat
penggorengan tidak terbentuk gelembung-gelembung kecil pada permukaan mie
yang dihasilkan. Selain itu juga untuk mengurangi air yang ada pada mie sehingga
mie tidak mudah terserang oleh kikroorganisme. Menurut Kent (1983) pengeringan
dilakukan untuk mendapatkan mie yang berkadar air antara 10-11%.
Tujuan utama penggorengan adalah untuk mematangkan mie instant sehingga
dapat dimakan tanpa pemasakan lebih dahulu atau digunakan sebagai makanan
ringan. Proses penggorengan inilah yang menyebabkan produk mudah menjadi
rusak, karena minyak yang dikandung tersebut jika teroksidasi akan menghasilkan
ketengikan, karena itu pengemasan yang digunakan harus rapat. Menurut Winarno
(1997) fungsi minyak pada penggorengan adalah sebagai penghantar panas,
memberi flavor dan menambah niolai gizi makanan.
Menurut Djatmiko (1985) proses penggorengan adalah proses untuk
mempersiapkan makanan dengan jalan memanaskan makanan dalam ketel yang
berisi minyak. Menurut Winanrno (1991) suhu pengorengan yang umum digunakan
adalah antar 177-221C, sedangkan suhu yang baik ditinjau dari segi ekonomi
Djatmiko (1985) adalah antara 183-199C. Pengorengan dilakukan pada suhu yang
agak rendah pada saat mie dimasukkan. Karena jika suhu penggorengan awal tinggi
maka mie yang dihasilkan akan mudah pecah atau disebut crack.
Proses pendinginan dilakukan secara perklahan yang bertujuan untuk
menghindari terjadinya keretakan atau kehancuran mie instant. Menurut Kent
(1983), perbedaan suhu yang tinggi akan menyebabkan mie instant retak atau crack.
Tahap akhir dari industri mie adalah pengemasan. Menurut Djatmiko (1985)
pengemasan merupakan suatu cara dalam memberi kondisi sekeliling yang tepat
bagian bahan pangan. Secara nyata pengemasan berperan sangat penting dalam
mempertahankan bahan dalam keadaan bersih dan higienis.

Persyaratan dari bahan pengemasan antara lain harus mampu menghindari


kerusakan mikrobiologis, fisis, mekanis, khemis maupun biologis juga mudah pada
proses pengemasanya dan menyebabkan perubahan warna, cita rasa maupun
perubahan lainya terhadap produk, serta beracun (Susanto, 1993).

MAKING INSTANT NOODLES


Conditions of the community at this time is more like things that instant. The
demand for them to be more productive in every way, force it to be more
effective and efficient use of time and energy. In the end, these conditions have
an impact on the way their food needs, resulting in a change of culture towards
food consumption of instant food so that this phenomenon be a good opportunity
for the food industry for the manufacture of instant food. One type of instant
food is instant noodles.
Instant noodles is a food made from raw material wheat. The shape is long
and elastic with a diameter of 2 mm. How to cook easy, namely by boiling in
water for 3 minutes mendididh. Although instant noodles can not be considered a
full meal (wholesome food), but it can contribute to the activity of the body's
energy. Because of these two reasons, namely instant noodles as fast food and to
contribute energy, more and more people are interested in eating instant
noodles instead of rice.
The process of making instant noodles include raw material preparation,
mixing the batter, stirring, pelempengan, printing, steaming, cutting, frying,
cooling, and the process pengemasan.Pada no possible microbiological
contamination of the product by both the environment, workers, and the tools
used. to find out more or less the amount of microbiological polluting products is
necessary to do their microbiological analysis of the end product is the finished
product of instant noodles.
Raw material
`A. Wheat flour
The main raw material in the manufacture of instant noodles are wheat flour,
tapioca flour and water. Flour from wheat, which in general are classified based
on violence grain of wheat and protein it contains and the color of wheat grain
itself (Kent, 1983).
Wheat flour is the result of a process of milling wheat in the form of finely
divided endoperm of the outer skin of the institution (Jones and Amos, 1983).
According to Kent (1983), wheat is generally classified by the endosperm texture
and protein content. Endosperm texture associated with the procurement of flour
for sharing purposes.
The use of wheat flour in large part to the food industry as a wet noodle 32%,
instant noodles 20%, egg noodles 8%, biscuits 29%, bread 15% and only 5% is
consumed directly, as well as a small portion is used as raw material for
industrial non-food between other adhesives for plywood industry (Ramelan,
1999).
KomposisikimiaTepungterigudihitung per 100 grams of material
component Content

The water content of 12.00


carbohydrates 74.5
protein 11.80
fat 1.20
Abu 0.46
Calories 340 cal
Source: Kent (1993)
On food quality company must use good flour and in accordance with standard
trade. Terms of quality wheat flour which has ditetapkanya it is based on the
Indonesian National Standard (SNI). So used flour type of hard flour (strong type)
where this type of wheat flour contains gluten so high that bisamenghasilkan
dough elastic and not easily broken, with the standard gluten content of at least
9% and maximum 14% gluten content.
b. Tapioca flour
Tapioca starch has a large water absorption, thus simplifying the process of
dehydration that the starch granules back into position to its original position
(Winarno, 1991). Table starch composition can be seen in Table 5.
Tapioca Starch Chemical Composition (per 100g)
composition Number
Calories (cal)
Carbohydrate (g)
Protein (g)
Fat (g)
Water (g)
Ca (mg)
Phosphorous (mg)
Iron (mg)
Vitamin B (mg) 363.0
88.2
1.1
0.5
9.0
84.0
125.0
1.0
0.4
Source: Soedarmo and Soediatmo (1987).
In the process of making noodles, tapioca starch serves to improve softness
and noodle gelatinization. For noodle note the mixing ratio between flour and
tapioca flour, tapioca flour adding more and more it will affect the texture and
softness of noodle products keranyahan itself which will be more crispy noodles.
Tapioca starch granules lies in the root cells, having a shape similar to potato
starch. Tapioca starch granule size of 3-35 mm and has a strong birefringent
properties. Tapioca starch is composed of 20% amylose and amylopectin
(Winarno, 1991).
Tapioca starch amylopectin groups that have a high, but the tapioca has
properties similar to amylopectin. Ushered properties of amylopectin are

preferred by the experts of food processing is very clear. Not easy mengumpal,
has high adhesive power and not easily broken or damaged as well as the
temperature genetalisasi easier. In the form of pasta, amylopectin shows a very
clear appearance that is preferred because it can heighten panampilan final
product. Pamakaian starch can be saved due to the low concentration can
already provide a sizeable concentration effects. Besides, the use of energy for
gelatinization relatuv lower due to lower gelatinization temperature for cassava
tubers gelatinization temperature relative low (Tjokroadi Koesomo, 1986).
c. Water
The addition of water in the batter functions to form a dough consistency
desired. Generally, water is added in the manufacture of noodles between 3035% (Bhusuk and Rasper, 1994).
According to Sunaryo (1985), the water temperature is recommended for the
manufacture of noodles amounting -C, to activate the enzyme amylase that
breaks down starch into dextrin and proteases that break down gluten, resulting
dough is soft and smooth. If the temperature is less than C dough becomes hard,
brittle and rough. If the temperature is more than C will produce noodles with a
decreased level of elasticity and stickiness increases.
d. Alkaline water
According to Sunaryo (1985) water used must be clean soft water means
water which has a water quality requirements for industrial water are both
chemically and microbiologically. The function of alkaline water as an additive to
make instant noodles are: Media reaction between glutenin and carbohydrates,
salt solution, forming a springy nature of the glutein
Sodium carbonate (), and potassium carbonate () in addition to the fresh noodles
or noodles are cooked immediately stelah cut. The use of these compounds
results in a higher pH is pH 7.0-7.5, slightly yellow color and flavor favored by
consumers. These components serve to accelerate the fastener gluten, increases
the elasticity and flexibility (phosphate salt) and increase the Sodium
tripolyphosphate () is used as a binder in the dough so that water does not
evaporate so that the dough does not undergo hardening or drying the surface
prior to the formation of the dough sheet. Improvements to the properties of
dough showed no inhibition against -amylase (Trenggono, et al, 1990).
1. Kitchen salt (NaCl)
According to Sunaryo (1985), usually made noodles rarely used additional
seasonings such as sugar, because sugar in a frying pan (high temperature) will
cause caramelization reaction. Typically in the manufacture of instant noodles
can be added salt. NaCl salt used is usually where the NaCl salt used is purity.
The function of the salt itself is to give flavor, texture strengthening noodles, aid
the reaction between glutenin and carbohydrates (increases the elasticity and
flexibility of noodles), to bind water.
f. Cooking oil
Cooking oil for noodle is used as a medium of heat. Extra fat serves to add
cholesterol and improve the texture and flavor of the food. Oil colors depending
on kinds of pigments. When hydrogenated oils hydrogenation will occur
carotenoids and red colors will be reduced. In addition, the heat treatment will

also reduce color pigments, because carotenoids are unstable at high


temperatures so that the oil will be easy rancid. In general, the frying
temperature is - C (Winarno, 2002).
Maid Raw Materials
a. seasoning
There are several kinds of seasoning among other condiments (teriri of salt,
sugar, MSG, flavor flavor, etc.) oil seasoning, fried onions, soy sauce, chili
powder, chili sauce and pasta. Type instant noodle seasoning on each depending
on the type of noodles and flavonya. In plain noodles products do not use these
spices.
b. ingredients
Food additives include salt, guar gum,, potassium carbonate, glycerin, lecithin,
Cl 19140 tartrazine (yellow dye), acidity regulator and antioxidant TBHQ mixed
into alkaline water. How mixing ie VT mixer (mixer alkali) is filled with water until
the tub is then added salt, guar gum, and a certain amount of potassium
carbonate with everything mixed first in the mixer alkali, then added a dye,
lecithin, and glycerin.
c. packaging
For instant noodle packaging plain plastic packaging material used
Polypropilen (PP) with a thickness in accordance with the products (eg 0.06 mm)
Matters listed on the packaging is as follows:
1. Packaging etiquette / plastic: the product name, the name and address of the
manufacturer, kosher sign SNI mark, way of cooking.
2. Packaging carton: the name and address of the manufacturer, trademark,
contents number, registration number, the number of maximum heap, the
production code expiration date, sign SNI, kosher sign, the way of storage and
presentation, nutrition fact, net, production code, expiration date.
Noodle Making Process
The production process is a sequence of the process from preparation of
raw materials to be processed until it becomes a final product ready for the
market by the quantity and quality specified.
The raw materials come (sent by the Supplier) before entering the first
checked by QC raw materials. Chronology of the receipt of raw materials in the
warehouse werehouse are as follows:
3. Examination of documents raw materials.
4. Examination of raw materials and in grab samples to be compared with the
standard of the raw materials that have been determined.
5. Put the raw materials in accordance with the provisions disetiapmasing - each
ingredient.
6. Pemberisan identity number following the specified standard and do each
pallet (arrival) and the type of goods.
7. Once the demolition is complete, do the issuance of Letter of Acceptance of
Goods (SPB) by the administration and approved by the head of the warehouse.
Tools - a tool used in the demolition process, namely pallets, hand pallets, forklifi,
chainhoist, pumps, and blowers carried out according to type of material material. Tests done by QC includes sampling and compared to the standard as
well as to test the material - another adjuvant.

The production process starts by mixing up the packaging. Such processes are
passed through eight steps: mixing (mixing), pressing (pressing), cleavage
(slitting), forming strands (waving), steaming (steaming), frying (frying), and
packing (packing).
Mixing (Mixing)
Mixing is the process of mixing the ingredients used in the manufacture of
instant noodles. With the aim to obtain a perfect mixing old. Due to excessive
mixing will damage the structure of gluten and dough will be more heat, and if
less mixing can cause the dough less elastic, causing the volume of the noodles
becomes very less and not in accordance with what is desired. Materials materials that are mixed among other flour, cassava flour, tapioca flour or starch,
alkali (maximum 35%) and water. The mixing process is done at a temperature of
35-37 C. Mixing is done with a mixer, for 14 minutes gradually. Here are the
stages of mixing:
1. The initial stage
At this stage there is mixing lye with a moisture content of 30-34%. The water
content of 30% for light texture like noodles kremez, and 34% for strong texture
like plain noodles. Stirring time early or referred to as wet stirring performed for
11 minutes.
2. The final stage
The final stage is more to the process of stirring quickly to produce a
homogeneous mixture. Stirring end (dry mixing) was conducted for 3 minutes.
The water content of the dough affect the gelatinization process. Because if the
water content is too high will cause the strands of noodles will be stuck on the
roll liaison between conveyor steamer with cutter conveyor while water levels
are too low causing the dough and noodles produced pale yellow. Sehinggaa in
this case required optimal water content in order to get the noodles with optimal
viscosity.
Factors - factors that affect the mixing process, among others:
1. alkali solution
Lye is added to function as a particle penetration of wheat. So the more alkaline
solution which penetrated into the starch solution, it will approach its WHC point
the better.
2. When mixing
The length of time will perpengaruh mixing the dough homogeneity and
temperature.
3. The temperature of the dough
Temperatures above 40 C resulting dough tends mushy and sticky dough.
Pelempengan (Pressing) And Cleavage (Slitting)
Pressing is a process of forming a sheet of dough with a certain thickness, while
slitting a sheet dividing process the dough into strands of noodles with a certain
diameter.
Noodle dough from the mixer feeder further accommodated by DCM (Compoung
Dough Machine). Then pressed by a presser dough becomes du sheets of dough.
And subsequently captured by a roll press to be pressed into a sheet of dough
with a thickness lower than before. Roll press amounted to 6 pairs of which each
pair consists of two cylinders and each - each press roll rotating in opposite

directions. The resulting thickness of each - each roll press is:


1. Roll press 1 with a thickness of 4.75 mm
2. Roll press 2 with a thickness of 4.55 mm
3. Roll press 3 with a thickness of 3.80 mm
4. Roll press 4 with a thickness of 2.45 mm
5. Roll press 5 with a thickness of 1.15 mm
6. Roll press 6 with a thickness of 1.10 mm
So there is no withdrawal or stacking sheets of dough when passing through or
towards inter-roll press.
Some things to consider in order noodles sliting good results:
1. The precision installation of the separator bowl of noodles
2. Cleanliness slitter
3. The function of the comb should be good noodles
steaming (Steaming)
Steaming is a heating process is done with steam hot water (98oC) as
penghantarnya media. Strands of noodles that have been captured by Net
Conveyor Waving then passed through a steam box using machine Boiler.
Steaming is used to support the process of gelatinization gluten. With several
stages of the process, namely wetting gelatinization, gelatinization stage and the
stage of solidification. At this stage of wetting the noodles are easy to break. At
this stage of the noodle gelatinization will experience gelatinisasi with heat
penetration into the noodles and are somewhat flexible. At this stage of noodles
soliditasi evaporation surface and form a thin film layer so that it becomes
smooth and dry noodles that caused traits so solid.
Phase steaming process - should be well within the critical point, the less long
steaming or less than optimal temperatures cause gelatinisasi also less than
optimal. The jam boilers - should be ensured that it does not contain water
because it would cause the texture of the noodles become mushy. Before
heading Kater noodles dried first with a fan to reduce the levels of surface water
due to the process of steaming noodles. This is important because if it is not
dried noodles will cause caught on the conveyor net Waving player.
Cutting (Cutting)
Cutting is a process of cutting noodles into a blog noodle strands that have a
certain size with a standard weight and size depending on the type of instant
noodles noodles. Noodles that had been cut with a spade and then folded to
produce two noodle block of the same length and symmetrical pleats. Then
distributed into the fryer bowl-shaped square is equipped with a conveyor that
can move past the fryer tub to do Frying process.
Frying (frying)
Frying is one method of preserving food. The principle is to dry a wet noodle
frying media cooking oil at high temperatures in order to obtain the noodles to a
moisture content and certain oil and dipatkan noodles were overcooked, dry and
durable. Frying method used is deep fat frying where the whole is submerged by
oil during the frying process is carried out with a temperature of 150 C for 3
minutes.
In the process of heavy frying the noodles shrink due to water contained in the
noodle is vaporized by the heat of cooking oil. Evaporation occurs mainly in the

outer portion of noodles to 3% that causes crispness.


According to the anonymous (2005), at the time of frying also happens protein
denaturation and Maillard reaction. Protein denaturation can improve the
digestibility. Maillard reaction is a reaction between the reduction of
carbohydrate groups on starch with amino groups on the protein. These reactions
give rise to a distinctive aroma and color change tends to be darker and shaped
rigid.
Maturity of instant noodles is influenced by three factors:
1. Oil Level
Cooking oil level is measured from the closing bowl. The higher the level of
cooking oil then the longer the frying prose. Standard oil level is 4 cm.
2. Long frying time
The length of time is influenced by the level of frying oil and fryer net speed.
3. The temperature of the cooking oil
Cooking oil temperature is influenced by the percentage of openings volve. The
larger the aperture volve the cooking oil sirkulassi greater and temperatures also
higher. Circulation is done with oil to remain stable.
Refrigeration (Cooling)
Cooling is a process of instant noodles drop in temperature, for 1 minute by
passing the noodles in a box that contains a cooling fan. Air to fan sourced from
outside air production room (free air) so that the fan has a filter to filter out
pollutants. Noodles after cooling temperature is less than 45oC and then
captured by the conveyor to the next pack.
Packaging (Packing)
Packing is a packing process and seasoningnya noodles with packaging, with
includes two stages with the packing label and the carton.
According to Kent (1983), in the manufacture of noodles usually cultivated
hard wheat flour mixed with other ingredients and dough made rigid as the
manufacture of macaroni. This dough kemiduan passed on a roll presses to form
sheets with a thickness of 1/8 inch or less with the chemical composition of
wheat flour.
In the instant noodle production factors that affect the quality of the final
product is a preparation of raw materials, the addition of lye, stirring, steaming
(steaming), frying (frying), cooling (cooling) and packaging (packing).
Raw material for making noodles is sebasar 200 kg of wheat flour, tapioca
flour 25 kg and 65 kg alkali. The addition of alkaline solution must be in
accordance with the standard, if alkaline water is added too much it will affect
the texture of the noodles were hard and have a taste that is not appropriate. So
lye was instrumental in determining the quality of instant noodles that is partially
a pH regulator to accelerate the gelatinization process of starch and as contained
in the carbonate salt form alkali solution serves as an instant noodle dough
developer (Anonymous, 1987).
Alkali manufacture is to dissolve some ingridient such as mineral salts,
guargum and dyes in water with a depth of tank equipped with agiator.
According to Kent (1983), the use of water is equal to 25-38% with water
temperature of 32-38 C. Water utility here is to form a dough. Also used kie
water that serves to make the dough becomes lighter and porous, as well as

developers (Anonymous, 1987).


To obtain a good stirring that dough is not pera and not mushy, saline solution
are well blended and the dough is homogeneous, that must be considered is the
amount of alkaline solution should be added according to standard. According to
Kent (1987), the best mixing time for the pasta is 10-15 minutes.
Mixing is the process of spreading a component to another. Ideally the mixing
process begins by classifying each of the components in several different
containers, so that they remain separated from each other in the form of pure
components. Furthermore, these components are incorporated in new containers
(Earle, 1969).
At the stage of mixing protein elasticity and kepegasan maximum, meaning
that the protein expands the maximum, meaning that the protein expands
optimal, if complaints continue to be made there will be a loosening further, the
dough becomes soft and sticky due to the termination of ties disulfide because
the process Moxing also occur enzymatic reaction (Lasztity. 1984).
Pressing aims to make the pasta into the prepared sheet is cut into a
distinctive shape noodles. Another function of the process is that the process
geletinisasi pelempengan starch that occurs in the process of steaming process
can be run together. In this pressing process the dough made molded into
pressing rollers on the machine presses. According to Kent (1983), the pressing is
done to make sheets of 1/8 inch thick or less. Printing is done by using a cylinder
teralur. The sheets were molded into noodle strands or threads are placed on the
cylinder of the grooved noodles. Steaming done so that the starch contained in
the noodles so the noodles produced tergelatinisasi become instant product.
According to Kent (1983) wheat starch tergelatinisasi temperature is 54.5 to 64
C.
Drying is the process of release of water vapor from materials or agricultural
commodities so as to achieve a certain moisture content and a proper balance
between the water content of the material surrounding air premises material
(Kent, 1983).
Drying process is carried out with the aim to remove most of the free water
contained in food so that when frying do not form small bubbles on the surface of
the resulting noodles. It is also to reduce the water on the noodles so the noodles
are not easily attacked by kikroorganisme. According to Kent (1983) the drying is
done to get the noodles with a water content between 10-11%.
The main objective is to finalize frying instant noodles that can be eaten
without prior cooking or used as snacks. Frying process is what causes the
product is easy to be damaged, because the oil contained if oxidized will produce
rancidity, because the packaging used must be tight. According to Winarno
(1997) oil on a frying pan function is as a conductor of heat, giving flavor and
add niolai nutrition.
According Djatmiko (1985) frying process is a process for preparing the food
by heating the food in the kettle containing the oil. According Winanrno (1991)
pengorengan commonly used temperature is between 177-221 C, while the
temperature both in terms of economic Djatmiko (1985) is between 183-199 C.
Pengorengan carried out at a temperature somewhat lower when the noodles are
included. Because if the initial frying temperature is high then the noodles

produced will easily break or crack is called.


The cooling process is carried perklahan aiming to avoid the occurrence of
cracks or destruction of instant noodles. According to Kent (1983), the high
temperature differences will cause instant noodles crack or crack.
The final stage of the noodle industry is packaging. According Djatmiko (1985)
packaging is a way of giving shape around that portion of foodstuffs. It is obvious
that packaging plays an important role in maintaining the fabric in a clean and
hygienic.
Terms of packaging materials, among others, should be able to avoid damage
microbiological, physical, mechanical, and biological khemis also easy on
pengemasanya process and cause discoloration, taste and other changes to the
product, as well as toxic (Susanto, 1993).
2.4 Starch Gelatinization Process
Definition of gelatinization of starch is to describe the swelling and the chaos
that occurs in starch granules as heated in the presence of water (Fardiaz, 1996).
According to Winarno (1991), although it is not water soluble, the starch will
absorb water and will rise until the swelling is limited. If the suspension of starch
in water is heated, there will be three stages of development granule. The first
phase occurs in cold water, the starch granules will absorb water as much as
20% -25% of its weight, this stage is rversibel.
Starch is the main component in the flour and there are as many as 74-90% by
dry weight. Starch is a homopolymer of glucose by binding -D-glycosidic. In its
original form naturally starch are small granules are often called granules.
Starch consists of two (2) fractions can be separated with hot water. Soluble
fraction called amylose and soluble fraction called amylopectin. On amylose and
amylopectin contained hydroxyl groups. The more hydroxyl groups on the starch
molecules, the greater the ability to absorb water.
Wheat starch gelatinization through three (3) stages:
1. Swelling confined to temperatures between 60-70C including disorders of the
weak bonds or are ready to accept changes in shape.
2. Further dngan granules swell rapidly at temperatures 80-90C, including
interference in a stronger bond or less can receive a change form.
3. If the warming continues, the granules swell will break.
Development of starch granules due to water molecules penetrate into the
granule and is caught on the composition of the molecules of amylose and
amylopectin (Winarno, 1997).
Factors that mmpengaruhi gelatinization of starch include:
1. This type of starch
Different types of starch will have the power to control the brbeda anyway. Corn
starch partially contained pure starch has the power to control two times greater
than the flour derived from the endosperm.
2. The concentration of starch
Gelatinization temperature depends on the concentration of starch. The more
viscous starch solution, gelatinization temperature is reached more slowly and at
a certain temperature viscosity is not increased even sometimes down.
3. The pH of the solution
pH affects the gel formation. Where the optimum gel formation is achieved at pH

4-7, which is the speed of gel formation is slower than at pH 10, but if the
heating forwarded viscosity is not increased.
4. Size of granules
Starch granules having a larger size tend to inflate at a relatively low
temperature.
5. The content of amylose
At starch macm there are two components: amylose and amylopectin. Amylose
is an unbranched straight series, while amylopectin is a branched polysaccharide
chain at 1.6 -glycosides (Gregor, et al, 1980). Amylose is one component of
starch that is responsible for gelatinization process besides the size of the
granule itself.
In the process of gelatinization there are two important components that
influence is heat and water. When enough water and heat, then the process of
gelatinization can occur perfectly.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market
Finder
About Google TranslateCommunityMobile
About GooglePrivacy & TermsHelpSend feedback