Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 7:

Setianti Chrisnamurti

(73-16-28611)

Ika Pratiwi

(73-16-28613)

Aghni Mira Shufia

(73-16-28614)
STANDAR AUDIT 265

PENGOMUNIKASIAN DEFISIENSI DALAM PENGENDALIAN INTERNAL


KEPADA PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS TATA KELOLA DAN
MANAJEMEN
DEFINISI
Defisiensi adalah kekurangan yang dimiliki oleh manajemen.
Defisiensi signifikan dalam pengendalian internal- Suatu defisiensi atau kombinasi yang
menurut pertimbangan professional auditor adalah penting untuk mendapatkan perhatian
dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
KETENTUAN
7. Auditor menentukan pekerjaan audit yang telah dilakukan, mengidentifikasi satu atau
lebih defisiensi dalam pengendalian internal.
Auditor dapat membahas fakta dan kondisi yang relevan dengan temuannya

kepada manajemen pada tingkat yang tepat.


Informasi relevan dapat digunakan untuk pertimbangan lebih lanjut, seperti
pemahaman manajemen tentang penyebab dari defisiensi, baik yang sebenarnya

maupun yang di duga.


Entitas yang lebih kecil tidak perlu beberapa aktivitas pengendalian karena

pengendalian tersebut dilakukan manajemen.


8. Auditor harus menentukan apakah defisiensi dalam pengendalian internal secara
individual atau kombinasi merupakan defisiensi signifikan.
Defisiensi signifikan mungkin terjadi meskipun auditor belum mengidentifikasi

salah saji selama audit.


Indikator defisiensi signifikan dalam pengendalian internal mencakup: lingkungan
pengendalian yang tidak efektif, penilaian risiko tidak efektif, salah saji yang
dideteksi prosedur audit tetapi tidak dapat dicegah

9. Auditor harus mengomunikasikan secara tertulis tentang defisiensi signifikan dalam


pengendalian internal yang diidentifikasi selama audit kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola secara tepat waktu.
Pengomunikasian tersebut sangat penting dalam membantu pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan

mereka.
Dalam menentukan saat untuk menyerahkan komunikasi tertulis, auditor dapat
mempertimbangkan apakah komunikasi tersebut merupakan faktor yang penting
bagi pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk memenuhi tanggung

jawab pengawasan mereka.


Faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam menentukan tingkat

kerincian komunikasi mencakup: sifat entitas, ukuran dan kompleksitas entitas,


Apabila defisiensi signifikan yang telah dikomunikasikan sebelumnya tetap ada,
komunikasi tahun ini dapat mengulangi deskripsi dalam komunikasi terdahulu, atau

hanya merujuk pada komunikasi terdahulu.


Audit untuk entitas yang lebih kecil, auditor dapat berkomunikasi dengan struktur

yang lebih sederhana kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
Auditor sektor publik dapat memiliki tanggung jawab tambahan untuk
mengomunikasikan defisiensi dalam pengendalian internal yang diidentifikasi
selama audit, pada tingkat rincian tertentu dan kepada pihak yang tidak diatur

dalam SPA ini.


10. Auditor juga harus mengomunikasikan kepada manajemen pada tingkat tanggung
jawab yang tepat secara tepat waktu.
a. Secara tertulis, defisiensi signifikan dikomunikasikan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola.
Auditor dapat mengomunikasikan hal tersebut secara lisan terlebih dahulu
kepada manajemen dan, jika relevan, kepada pihak yang bertanggung jawab

atas tata kelola.


Defisiensi signifikan tertentu yang diidentifikasi dalam pengendalian internal

dapat menimbulkan pertanyaan tentang integritas atau kompetensi manajemen.


b. Defisiensi lain yang cukup penting untuk mendapatkan perhatian manajemen.
Penentuan mengenai defisiensi lainnya dalam pengendalian internal harus

melalui pertimbangan profesional.


Jika auditor telah membahas fakta dan kondisi temuannya dengan manajemen,
maka komunikasi secara lisan tidak perlu dilakukan.

Jika defisiensi dalam pengendalian internal pada periode sebelumnya yang


telah dikomunikasikan oleh auditor belum diperbaiki oleh manajemen maka,
auditor tidak perlu mengulangi komunikasi tersebut. Kecuali ada pergantian

manajemen.
Sebagai
alternatif,

auditor

dapat

mempertimbangkan

untuk

mengkomunikasikan kepada pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola.


11. Auditor dalam mengkomunikasikan defisiensi signifikan dalam pengendalian
internal secara tertulis harus menyertakan:
a. Penjelasan tentang dampak potensial dari defisiensi, serta memberikan saran
mengenai tindakan perbaikan atas defisiensi tersebut.
b. Informasi yang cukup untuk pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan
manajemen dalam memahami konteks komunikasi tersebut. Auditor juga harus
menjelaskan bahwa:
Tujuan audit adalah auditor dapat menyatakan opini atas laporan keuangan.
Audit mencakup pertimbangan atas pengendalian internal yang relevan
terhadap penyusunan laporan keuangan, namun tidak bertujuan untuk

menyatakan opini atas efektivitas pengendalian internal.


Hal-hal yang dilaporkan terbatas pada defisiensi yang diidentifikasi oleh
auditor selama audit dan hal tersebut perlu dilaporkan kepada pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola.

Anda mungkin juga menyukai