Anda di halaman 1dari 3

A.

Deskripsi Data
Kebijakan

imigrasi

diukur

berdasarkan

jawaban

dari

pertanyaan

yang

disampaikan pada tahun 1992, 1994, dan 1996 dari penelitian NES. Pertanyaan apakah
menurut anda jumah imigran dari negara lain yang diizinkan untuk datang ke AS harus di
tingkatkah sedikit, ditingkatkan banyak, diturunkan sedikit, diturunkan banyak, atau sama
seperti sekarang?
Untuk mengaplikasikan kerangka teori dalam pertanyaan ini, peneliti beranggapan
bahwa responden menganggap kalau arus masuk imigran AS yang meningkat
membawa pekerja yang kurang terampil. Asumsi ini jelas mencerminkan fakta tentang
imigran AS dalam beberapa dekade ini. Asumsi tersebut kemudian kami kaji kembali ke
dalam data analisis kami. Penelitian ini membangun pendapat imigrasi dengan memberikan
kode jawaban. Kode 5 untuk individu yang menjawab menurun banyak dan 1 untuk
individu yang menjawab meningkat banyak. Dengan demikian, nilai tertinggi dari pendapat
imigrasi mengindikasikan bahwa adanya pilihan untuk lebih membatasi kebijakan.
Hipotesis dalam kerangka teoritis ini adalah kebijakan imigrasi dapat mempengaruhi faktor
pendapatan individu tergantung dari tingkat keterampilan mereka. Untuk melakukan
pengujian tentang apakah keterampilan itu merupakan kunci yang paling menentukan dalam
pilihan kebijakan imigrasi, oleh karena itu penelitian menggunakan 2 keterampilan umum
yang ada di setiap individu.
1. Responden diminta untuk menjelaskan tentang pekerjaan mereka dengan
menggunakan 3 digit kode berdasarkan pada Klasifikasi Kode Sensus Pekerjaan
Tahun 1980. Adanya asumsi bahwa pasar rata-rata akan memberikan pekerjaan
sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Upah rata-rata inilah yang disebut upah
pekerjaan sekaligus untuk mengukur tingkat keterampilan responden.
2. Jangka waktu pendidikan. Pencapaian pendidikan dan waktu pencapaiannya
merupakan salah satu alat pengukur umum untuk mengukur keterampilan, jadi
pendidikan digunakan sebagai variabel alternatif dari keterampilan. Pencapaian
pendidikan menjadi variabel demografik melebihi variabel keterampilan.
Selain 2 keterampilan umum yang ada pada diri responden, penelitian juga mengukur sejauh
mana kemampuan responden untuk berbaur dan menggabungkan informasi yang ada dalam
masyarakat. NES akan melaporkan daerah, negara, bahkan jika perlu Statistik Area

Metropolitan (Sam/MAS) dimana mereka tinggal. Tenaga kerja pasar domestik dibagi
menjadi 2 bagian:
1. Kombinasi antara Statistik area metropolitan dengan daerah/negara. Pengertian MSA
per daerah adalah setiap MSA (termasuk semua konstitusi kota dan daerah) adalah
pasar tenaga kerja yang terpisah; untuk individu yang tinggal di luar MSA, pasar
tenaga kerja adalah daerah tempat tinggal mereka.
2. untuk definisi setiap pasar tenaga kerja lokal, kita mencoba menggunakan 3
pengertian yang berbeda dari pasar tenaga kerja imigrasi yang tinggi yaitu 5%, 10%,
dan 20% saham imigrasi dalam populasi lokal.
Berikut adalah langkah-langkah pilihan non ekonomi yang paling menentukan
yaitu jenis kelamin, umur, ras, etnis, status imigrasi personal, identifikasi partai politik,
dan ideologi politik. Jenis kelamin adalah variabel dikotomus yang akan bernilai sama
dengan 1 untuk wanita. Umur adalah variabel berikutnya. Ras, warna hitam akan bernilai
sama dengan 1 bagi responden yang berasal dari Afrika-Amerika. Etnis, kita membentuk
variabel dikotomus Hispanic yang sebanding dengan 1 jika individu tersebut terindifikasi
dengan kelompok etnis Hispanic. Imigran adalah variabel dikotomus yang sebanding dengan
1 jika responden atau orang tuanya adalah imigran ke AS. Parpol adalah kategori variabel
yang dimulai dari 1 untuk aliran Demokrat yang keras sampai 7 untuk aliran Republik yang
keras. Ideologi adalah kategori variabel yang dimulai dari 1 untuk ideologi liberal ekstrim
sampai 7 untuk ideologi konservative ekstrim.
B. Data yang hilang dan banyaknya perhitungan
Dari penelitian yang dilakukan ada sejumlah data yang hilang. Hal ini karena ada
beberapa individu yang tidak mencantumkan pekerjaan atau jangka waktu pencapaian
pekerjaannya. Selain itu ada beberapa data yang hilang pada faktor penentu kebijakan
imigrasi non ekonomi. Jika kita tetap berfokus dengan menggunakan data yang hilang maka
kita kehilangan data sesungguhnya antara 25% sampai 45% dari seluruh total penelitian yang
dilakukan.
Pendekatan tentang data-data yang hilang dikenal sebagai listwise deletion yang akan
berakibat pada munculnya 2 masalah besar.
1. Ketidakefisiensian. Disebabkan oleh informasi yang hilang adalah informasi
yang sebenarnya relevan dengan kesimpulan statistik yang dibuat.

2. Kesimpulan dari estimasi listwise deletion menjadi bias jika data yang diamati
secara sistematis berbeda dari data yang tidak teramati.
Alternatif listwise deletion untuk menangani data yang hilang telah dikembangkan dalam
beberapa tahun terakhir. Pendekatan yang paling umum dan ekstensif diteliti adalah beberapa
imputasi yang membuat asumsi lebih lemah daripada listwise deletion dalam proses
generalisasi terhadap data yang hilang. 3 langkah utama pendekatan ini adalah :
1. Menggunakan algoritma untuk menghubungkan nilai-nilai dari data yang hilang. Pada
bagian ini m(m>10) yang berarti lengkap. Set data yang dibuat terdiri dari semua data
yang diamati dan imputations untuk nilai-nilai yang hilang.
2. Menganalisis setiap set data m dengan menggunakan standar statistik data yang
lengkap.
3. Langkah terakhir adalah menggabungkan estimasi parameter dan varians dari analisis
data m lengkap untuk membentuk satu set estimasi parameter dan varians.
C. Model Ekonometrik
Kerja empiris bertujuan untuk menguji apakah keterampilan dan faktor
lainnya mempengaruhi kemungkinan dukungan individu pada tingkat imigrasi legal.
Model yang lebih tepat untuk situasi ini adalah probit memerintahkan yang memperkirakan
tidak hanya satu set parameter efek tetapi juga paket tambahan parameter mewakili ambang
teramati antara kategori. Pada tingkat imigrasi yang tinggi, keterampilan imigrasi memiliki
hubungan yang kuat dalam pasar tenaga kerja sebagai hipotesis dalam model analisis daerah.
Pada intinya, konsep dasar dari model ekonometrik adalah untuk mengkaji
beberapa

teori

ekonomi

dengan

melakukan

suatu

analisis

yang

dapat

dipertanggungjawabkan melalui matematika dan statistika. Sehingga, dapat diketahui


apakah teori ekonomi yang ada benar-benar dapat diaplikasikan atau perlu adanya
perbaikan teori.