Anda di halaman 1dari 19

Sistem Pendingin (Cooling System)

1. Pengertian dan prinsip kerja


Motor bakar berfungsi mengubah energi panas yang terkandung
dalam bahan bakar menjadi tenaga gerak. Dari panas yang dihasilkan ini,
kira-kira 25% digunakan sebagai tenaga penggerak, kira-kira 45% hilang
terbawa gas buang dan hilang akibat gesekan-gesekan, sedangkan sisanya
kira-kira 30% diserap oleh bagian-bagian motor itu sendiri. Panas yang
diserap ini harus segera dibuang untuk menghindari panas yang
berlebihan ( over heating) yang dapat mengakibatkan mesin menjadi
rusak,. Untuk itu diperlukan sistem pendingin mesin dengan media air
atau udara untuk menstabilkan suhu kerja mesin antara 80-100 OC.
Sistem pendinginan adalah suatu sistem yang berfungsi untuk
menjaga mesin supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal.
Mesin pembakaran dalam maupun luar melakukan proses pembakaran
untuk menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin diubah
menjadi tenaga gerak. Mesin bukan instrumen dengan efisiensi sempurna,
panas hasil pembakaran tidak semuanya terkonversi menjadi energi,
sebagian terbuang melalui saluran pembuangan dan sebagian terserap oleh
material di sekitar ruang bakar.
Mesin dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk konversi
panas hasil pembakaran menjadi energi yang diubah menjadi gerakan
mekanis, dengan hanya sebagian kecil panas yang terbuang. Mesin selalu
dikembangkan

untuk

mencapai

efisiensi

tertinggi,

tetapi

juga

mempertimbangkan faktor ekonomis, daya tahan, keselamatan serta


ramah lingkungan.
Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin
mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi.
Temperatur sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak
ekonomis, sebagian besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak
terlalu jauh dengan manusia
sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat

rendah juga tidak terlalu


menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan
digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang
ideal.
Prinsip pendinginan adalah melepaskan panas mesin ke udara,
tipe langsung dilepaskan ke udara disebut pendinginan udara (air
cooling), tipe menggunakan fluida sebagai perantara disebut pendinginan
air.
Pada dasarnya cara kerja cooling system cukup sederhana. Panas dari
proses pembakaran di ruang bakar dan akibat gesekan oleh komponen
mesin akan didinginkan oleh air/cairan pendingin (coolant) yang dialirkan
oleh pompa air (water pump). Karena menerima kalor dari silinder, air
pendingin ini akan menjadi panas.
Air panas ini kemudian kembali didinginkan oleh radiator/cooler.
Radiator/cooler melepas kalor dari air dengan bantuan angin yang melewati
kisi-kisinya (jika menggunakan radiator). Angin bisa didapat dari aliran
udara langusng (tanpa bantuan kipas jika memungkinkan) atau dengan
bantuan kipas pendingin.
2. Macam Macam Sistem Pendingin
Berdasarkan fluida pendingin, pendingin yang biasa digunakan pada
engine dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sistem pendingin air
dan sistem pendingin udara.
a. Sistem Pendingin Air
Sistem pendingin air memiliki konstruksi yang lebih rumit dibanding
pendingin udara, akan tetapi memiliki banyak kelebihan dibanding
pendingin udara, diantaranya mesin menjadi relatif aman karena disekeliling
silinder dikelilingi oleh air pendingin, air juga bisa meredam bunyi yang
berlebihan dalam mesin, dan air juga bisa dijadikan pemanas ruangan di
dalam ruang kemudi (khusus di Negara yang memiliki musim dingin).

Gambar 1. Sistem Pendingin Air


Cara kerja
a.

Bila mesin dingin

Saat mesin masih dingin sirkulasi air pendingin hanya terjadi didalam
mesin saja, tanpa melalui radiator, ini dikarenakan adanya thermostat
yang masih menutup saat mesin dingin, jadi air yang mestinya kedalam
radiator tertutup oleh thermostat dan akan melewati saluran bypass
untuk kembali bersirkulasi kedalam mesin, proses ini juga bertujuan
untuk mempercepat mesin mencapai suhu kerja normal yaitu sekitar 80-90
oC.
b.

Bila mesin panas


Saat mesin sudah panas dan melebihi temperatur kerja maka
thermostat akan terbuka dan saluran bypass akan tertutup sehingga air
yang sudah panas akan dialirkan kedalam radiator untuk selanjutnya
didinginkan oleh kipas dan laju kendaraan itu sendiri, selanjutnya cairan
pendingin yang sudah didinginkan didalam radiator kembali dialirkan
kedalam mesin untuk kembali mendinginkan mesin, begitu seterusnya
sampai temperature kembali turun hingga thermostat kembali menutup,
begitu seterusnya proses ini berulang.
Bagian-Bagian Sistem Pendingin Air

Komponen-komponen dasar sistem pendingin adalah (1) water


pump, (2) oil cooler, (3) lubang-lubang pada engine block dan cylinder
head, (4) temperature regulator dan rumahnya, (5) radiator, (6) radiator
cap, dan (7) hose serta pipa-pipa penghubung. Tambahan kipas, umumnya
digerakkan oleh tali kipas terletak dekat radiator berguna untuk menambah
aliran udara sehingga pemindahan panas lebih baik.

Water pump: Water pump terdiri dari sebuah impeller dengan kipas-kipas
berbentuk kurva di dalam rumah water pump tersebut. Bila impeller
berputar, baling-baling kurva mengalirkan air keluar rumah water pump.

Gb. 2 Water Pump

Oil cooler (pendingin oli): Dari saluran keluar water pump, cairan pendingin
mengalir ke oil cooler. Oil cooler terdiri dari satu set tabung dalam
rumahnya. Pada contoh ini cairan pendingin mengalir melalui tabung-tabung
membuang panas oli yang ada di sekeliling tabung. Oil cooler membuang
panas dari oli pelumas sehingga sifat-sifat dan konsentrasi oli tetap
terpelihara.

Gb. 3 Oil Cooler

After Cooler:
Dari oil cooler, cairan pendingin mengalir ke engine block atau ke after
cooler untuk engine yang dilengkapi turbocharger. Beberapa engine yang
menggunakan turbocharger juga menggunakan jacket water pump
aftercooler sehingga cairan pendingin mengalir ke sana.
After cooler membuang panas dari udara yang masuk. Pada jacket water
after cooler sistem pendingin membuang panas dari udara. Konstruksi
aftercooler seperti radiator dengan tabung-tabung dan sirip-sirip. Udara
panas yang ditekan oleh turbo melewati sirip-sirip dan memindahkan panas
ke air pendingin di dalam tabung.

Gb. 4 After Cooler

Water Jacket:
Dari aftercooler, air pendingin mengalir ke engine block dan di sekitar
cylinder liner. Membuang panas yang tidak berguna dari piston, ring dan
liner. Rongga-rongga tempat air tersebut disebut water jacket.

Gb. 5 Water Jacket

Cylinder head: Air pendingin bergerak dari lubang-ubang pada engine block
menuju cylinder head, mengambil panas dari valve seat dan valve guide.

Regulator housing/rumah regulator: Apabila air pendingin meninggalkan


cylinder head, air pendingin masuk ke thermostat atau regulator housing.
Pengatur suhu (temperature regulator) dipasang di dalam rumah regulator.

Pengatur suhu/temperatur regulator: Temperature regulator bekerja seperti


polisi jalan raya pada sistem pendingin. Regulator bekerja untuk menjaga
suhu kerja engine. Kadang-kadang regulator mengalirkan air pendingin
melalui radiator, kadang-kadang ke pipa bypass untuk kembali ke pompa air
(water pump). Bila engine dingin, regulator menutup. Air pendingin
mengalir kembali ke water pump, tidak melalui radiator, tetapi melalui pipa
bypass. Ini akan membantu mempercepat memanaskan engine. Bila engine
mulai panas, suhu air pendingin mulai naik sampai mencapai suhu
pembukaan radiator. Bila regulator membuka lebih lebar dan lebih banyak
lagi air yang menuju radiator.

Gb.6 Pengatur Suhu

Radiator:
Bila regulator membuka, air pendingin mengalir melalui pipa-pipa atau
slang-slang ke bagian atas radiator yang telah mengambil panas engine. Di
dalam radiator situasinya dibalik. Air pendingin melepaskan panas ke
atmosfir. Di dalam radiator air pendingin mengalir dari atas ke bawah.
Tabung dan sirip-sirip bekerja sama membuang panas. Radiator umumnya
dipasang dimana udara paling banyak dan pembuangan panas paling baik.
Tutup radiator air di dalam radiator bertekanan. Tutup radiator akan
menentukan berapa besar tekanan sistem pendingin selama engine bekerja.
Sistem pendingin yang bertekanan membantu mencegah air radiator
mendidih pada tempat operasi yang lebih tinggi.
Bila anda berada pada permukaan yang lebih tinggi, titik didih akan turun.
Bila sistem pendingin tidak bertekanan, maka air pendingin cepat mendidih
sehingga mempercepat kerusakan engine.

Gb. 7 Radiator

Fan (Kipas)

Gb. 8 Fan
Pemindahan panas melalui radiator adalah dengan bantuan kipas-kipas
menambah aliran udara melewati tabung dan sirip radiator. Ada 2 tipe kipas,
hisap (suction) dan tiup (blower), kipas hisap (1) menarik udara melalui
radiator dan kipas tiup (2) menekan udara melalui radiator. Beberapa
engine menggunakan tali kipas untuk mengerakkan kipas, pompa air atau
komponen lainnya. Bila tali kipas terlalu kendor, kecepatan putar kipas
turun, Ini akan mengurangi aliran udara melewati radiator dan akan
menurunkan kemampuan sistem pendingin.
Cara Kerja Sistem Pendinginan

Air pendingin bersirkulasi di water jacket untuk mendinginkan mesin yang


panas itu. Ketika air pendingin telah panas maka air pendingin itu akan
masuk ke radiator setelah melalui thermostat yang mengaturnya. Di
radiator air pendingin yang panas itu akan didinginkan oleh kipas radiator
dan sirip- sirip radiator dan ketika proses pendinginan telah selesai maka
akan menuju kembali ke mesin untuk mendinginkan mesin. Pompa air
mempercepat proses pendinginan itu.

b. Sistem Pendingin Udara


Sistem pendingin udara yang digunakan pada engine diambil langsung
oleh udara melalui sirip-sirip pendingin. Kemudian diserap oleh udara luar
yang temperaturnya jauh lebih rendah. Konstruksi dan jumlah sirip
pendingin tergantung besar kecilnya engine dan kecepatan perpindahan
kalor dari sirip-sirip pendingin ke udara. Sirip-sirip ini dipasangkan di
sekeliling silinder dan kepala silinder.
Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus bersirkulasi
agar udara di sekitar sirip-sirip pendingin temperaturnya tetap rendah
Pada pendingin udara ini, hembusan udara mejadi lebih cepat pada saat
kendaraan berjalan atau dilakukan oleh sebuah kipas. Konstruksi engine
dengan

pendingin

udara

dibanding

pendingin

air

mempunyai

keuntungan antara lain:


1. Konstruksi lebih sederhana.
2. Harga relatif lebih murah.
3. Perawatan relatif tidak ada.
Namun demikian juga mempunyai kerugian antara lain:
a.

Pendingin tidak merata.

b.

Suara engine keras karena adanya getaran dari sirip-sirip pendingin.


Pendinginan ini banyak digunakan pada sepeda motor. Untuk
mengefektifkan pendinginan udara banyak dijumpai dengan menambah
suatu kipas yang digerakkan langsung oleh poros engkol.

Jika engine dihidupkan, maka kipas akan ikut berputar, sehingga udara
menuju sudut-sudut hantar ke sirip-sirip kepala silinder dan blok
silinder. Dengan menggunakan kipas ini
maka pendingin akan lebih merata disbanding yang tidak memakai
kipas, cara ini digunakan pada sepeda motor.
Sistem Pendingin pada Motor
Sistem pendinginan motor menggunakan prinsip pemindahan
panas secara konduksi, konveksi dan radiasi. Panas diserapsecara
konduksi dari metal disekeliling silinder, dari katup, dari kepala silinder
menuju cairan pendingin. Permukaan logam dengan cairan pendingin
terjadi perpindahan panas secara konveksi dan didalam cairan pendingin
terjadi sentuhan dan perpindahan panas, sehingga air menjadi panas dalam
kantong- kantong air pendingin, yang terletak didalam blok silinder.
Sistem Pendingin pada Diesel
Motor diesel penggerak generator yang banyak dipakai di
lapangan, umumnya motor diesel selinder tunggal-horisontal berpendingin
air. Sirkulasi air pendingin menggunakan sistem sirkulasi alam atau
dengan sirkulasi air pendingin tidak menggunakan pompa sirkulator
(water pump). Sirkulasi jenis ini berlangsung karena adanya perbedaan
berat jenis air pendingin akibat rambatan panas yang diterima dari blok
silinder.
Sistem Pendingin pada Mobil
Mobil diperlukan sistem pendinginan yangberfungsi untuk
menurunkan temperatur pada mesin, karena mesin dapat menghasilkan
efesiensi kerja yang baik pada temperature mesin sekitar 800 C sampai
dengan 850 C
3. Variasi Pada Mesin Pendingin
Sistem pendingin selalu dimodifikasi agar cocok dengan pemakaian engine.
Di sini anda akan mempelajari perbedaan-perbedaan sistem pendingin.

Gas buang yang didinginkan oleh air/water cooled exhaust

Saluran gas buang yang didinginkan oleh air kadang-kadang ditambahkan


pada sistem pendingin untuk mendinginkan gas buang yang keluar.
Pada engine kapal gas buang yang didinginkan tidak memanaskan ruang
mesin.
Pada saluran gas buang yang didinginkan, air pendingin mengalir di sekitar
lubang-lubang saluran gas buang.

Elemen kondisioner air pendingin/coolant conditioner element


Pilihan lain pada sistem pendingin adalah menggunakan elemen
kondisioner air pendingin bila perlu.
Elemen kondisioner air pendingin mengalir bersama air pendingin. Anti
karat terdapat di dalamnya. Karat tersebut larut di dalam sistem pendingin
selama engine bekerja.

Truck jalan raya/on highway truck


Pada on highway truck perubahan engine speed selalu terjadi. Karena
pompa air digerakkan oleh roda gigi, berarti aliran air pendingin juga
berubah. Sistem pendingin dimodifikasi untuk menyesuaikan keadaan ini.
Disamping pompa air, oil cooler, lubang-lubang air pendingin, regulator
suhu, radiator dan tutupnya, kipas, pipa-pipa dan slang pada truck ada
tambahan pipa yang dipasang pararel (shuntline) yang menghubungkan
bagian atas radiator dengan pompa air. Pipa yang dipasang pararel ini
mencegah kerusakan pompa air.

Gb.9 Sistem Pendinginan pada Truk Jalan Raya

Shunt line/pipa pararel


Bila kecepatan truck berubah, kecepatan pompa air juga berubah, namun
demikian aliran air pendingin tidak terlalu cepat berubah sehingga terdapat
perbedaan tekanan dipompa air. Shunt line menyediakan air yang cukup ke
saluran masuk pompa air untuk menjaga tekanan dan mencegah air
mendidih. Air pendingin pada saluran masuk pompa dapat mendidih karena
turunnya tekanan. Pada saluran keluar pompa tekanan tersimpan. Tekanan
ini akan menimbulkan gelembung udara. Pecahnya gelembung udara akan
menyebabkan erosi pada pompa air.

Sistem pendingin engine kapal


Ada beberapa keunikan pada komponen-komponen sistem pendingin pada
engine kapal sebab panas engine dialirkan ke air ketimbang ke udara.
Engine kapal menggunakan heat exchanger atau keel cooler. Dasar aliran
air pendinginnya sama dengan engine lainnya. Heat exchanger atau keel
cooler berfungsi menggantikan radiator.

Sistem keel cooler


Komponen-komponen keel cooler ini sama dengan yang konvensional. Ada
pompa air (water pump), lubang aliran air, expansion tank tempat dimana
dipasang pengatur suhu (temperature regulator). Air pendingin mengalir
melalui keel cooler.
Keel cooler adalah tabung-tabung yang dililitkan atau dilas ke lambung
kapal. Air mengalir dari expansion tank (1) ke pompa air (water pump) (2)
terus mengalir ke engine dan keel cooler (3) dimana air laut mendinginkan
air pendingin.

Gb.10 Keel Cooler

Heat exchanger
Sistem pendingin ini terdiri dari pompa air (water pump), lubang-lubang
aliran air, saluran gas buang yang didinginkan oleh air (water cooled
exhaust manifold), expansion tank tempat dimana dipasang pengatur suhu
(temperature regulator). Air laut yang mendinginkan air pendingin juga
mempunyai pompa, pipa-pipa dan slang-slang tersendiri. Pada dasarnya
heat exchanger berbentuk kotak di dalamnya diisi tabung-tabung air
pendingin mengalir di dalam tabung yang dikelilingi air laut. Air laut
menyerap panas yang terdapat pada air pendingin.

Gb. 11 Heat exchanger

Zinc Rod (batang seng)

Zinc rod dipasang pada engine kapal untuk mengurangi karat. Seng lebih
rentan pada karat dari pada logam lain di sistem pendingin. Bila seng dilalui
air laut, seng tersebut lebih cepat berkarat. Proses berkarat karena air laut
ini disebut korosi galvanic. Batang seng disebut Anoda yang berkorban
sebab dia dirancang untuk berkarat dari pada benda lain. Batang seng harus
selalu diperiksa dan diganti bila perlu.

Gb. 12 Zinc Rod


4.

Bagian-bagian cooling system serta gejala kerusakannya

Sebenarnya sistem pendinginan mesin terdiri dari banyak komponen


sehingga masalah panas mesin tak bisa diatasi dengan tuntas bahkan
menyebabkan overheating. Berikut komponen-komponen yang merupakan
bagian dari sistem pendingin mesin dan gejala kerusakan yang sering
terjadi.

Radiator/ Water Cooler


Bertugas sebagai perantara agar air panas dapat melepas kalornya ke udara.
Dari bahannya, ada tiga jenis radiator: kuningan, tembaga dan aluminium.
Kelebihan radiator tembaga dan kuningan adalah kedua bahan ini bisa
ditambal atau diperbaiki jika terjadi kebocoran. Namun kemampuannya
melepas panas tidak sehebat aluminium. Sedangkan radiator aluminium
agak sulit diperbaiki jika bocor.

Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Bocor, dapat diatasi dengan menambal bagian yang bocor pada radiator.

Kipas radiator
Untuk mengalirkan udara melalui kisi-kisi radiator (sistem pendingin
dengan radiator) diperlukan bantuan kipas pendingin. Ada dua jenis kipas
pendingin: yang digerakkan langsung oleh mesin, dan diputar oleh motor
listrik.
Kelebihan kipas yang digerakkan mesin adalah kemungkinan rusaknya
kecil. Tapi kelemahannya putaran kipas ini rendah saat mesin stasioner dan
memberi beban ekstra kepada mesin, terutama pada putaran tinggi.
Untuk mengurangi kelemahan ini, kipas mesin dilengkapi dengan kopling
visco. Kopling ini akan mengeras saat radiator sudah mulai panas sehingga
mempercepat putaran kipas. Dan akan melemah jika radiator dingin
sehingga kipas tidak terlalu membebani kerja mesin. Kerusakan pada
kopling visco adalah makin lemah seiring bertambahnya usia.
Sedangkan kipas elektrik akan berputar cepat meski mesin dalam keadaan
stasioner. Ini sangat menguntungkan saat kondisi idle (tidak bergerak) karna
tidak ada aliran udara. Namun motor listrik pada kipas elektrik bisa rusak
sehingga mengakibatkan mesin overheat.
Hidup-matinya kipas elektrik ini diatur oleh thermoswitch yang bekerja
dengan mendeteksi suhu air pendingin. Ketika air sudah mulai panas,
thermoswitch akan memerintahkan kipas untuk hidup, sebaliknya saat air
radiator sudah kembali dingin kipas dimatikan.
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kopling visco aus/rusak, disebabkan karena umur pemakaian, dapat diatasi

dengan mengganti dengan yang baru


Belt penghubung kipas dengan engine putus/rusak/kendur, ganti belt dengan
yang baru

Water pump
Untuk mengalirkan air dari radiator ke blok mesin dan sebaliknya
digunakan pompa air yang digerakkan oleh mesin. Pada mesin kompetisi
biasanya digunakan pompa air elektrik agar tidak membebani mesin.
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kerusakan pada pompa air umumnya adalah kebocoran pada sealnya. Namun
bisa juga kerusakan terjadi pada bilah pompa yang korosi atau berubah bentuk
sehingga mengurangi kemampuannya memompa air. Ganti seal/rekondisi
pompa
Selang penghubung
Slang penghubung berfungsi sebagai penghubung antara seluruh rangkaian
sistem yang akan dialirkan air.Pada radiator sendiri, ada dua slang di
radiator, slang yang atas berfungsi mengalirkan air panas dari mesin ke
radiator. Sedangkan yang bawah untuk menyalurkan air yang sudah
didinginkan kembali ke mesin.
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kerusakan pada slang radiator adalah kebocoran akibat usia. Selain itu bisa juga
karena karet selang sudah lembek sehingga tidak tahan menghadapi tekanan
pada slang atas atau kevakuman pada selang bawah. Jika slang bawah tidak
tahan terhadap kevakuman, maka selang akan kempot dan air tidak bisa
bersirkulasi.

Tutup radiator
Titik didih air adalah 100 Celcius pada tekanan 1 atm. Untuk menaikkan
titik didih air, selain dengan penggunaan coolant juga bisa dilakukan
dengan menaikkan tekanan pada sistem radiator. Besarnya tekanan inilah
yang diatur oleh tutup radiator.
Besarnya tekanan dalam sistem pendingin di mobil biasanya tertulis di
tutup radiator dengan angka 0,7 atau 0,9 dalam satuan bar. Artinya klep

pada tutup radiator akan terbuka jika tekanan sudah melebihi angka itu dan
air akan mengalir sebagian ke tangki cadangan.
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kerusakan pada tutup radiator adalah kebocoran akibat karet yang sudah getas
atau pengaturan tekanan yang tidak lagi normal. Cirinya adalah jika air di tangki
cadangan menjadi penuh dan tidak kembali ke radiator saat mesin dingin.

Water Heater
Untuk sistem pendingin terbuka (menggunakan air laut) biasanya
dilengkapi pemanas. Biasanya panasnya heater ini disesuaikan dengan
suhu inlet pada project guide (sekitar 70oC).
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kerusakan yang sering terjadi adalah heater tidak berfungsi, dapat diatasi
dengan mengganti heater/ melakukan rekondisi
Thermostat
Suhu kerja pada mesin biasanya ada sekitar 70-90 Celcius. Jika suhu
terlalu dingin, pembakaran tidak belangsung sempurna. Sedangkan juka
terlalu tinggi, mesin bisa cepat rusak. Yang bertugas untuk menjaga suhu
kerja ini adalah thermostat yang terletak di mulut saluran air di kepala
silinder.
Saat mesin dingin, thermostat akan menutup saluran ke radiator sehingga
cairan pendingin akan mengalir kembali ke blok mesin melalui saluran
bypass. Jika mesin sudah mencapai suhu kerja, thermostat akan terbuka
dan air mengalir ke radiator untuk didinginkan.
Kerusakan yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Thermostat macet/rusak/tidak berfungsi, cara mengatasinya dengan melakukan


tes thermostat tsb apakah masih berfungsi atau tidak. Jika tidak, ganti
thermostat.

Kemungkinan kerusakan dilihat dari gejalanya


Kerusakan pada sistem pendingin mesin bisa dideteksi dari beberapa gejala
berikut.

1. Gejala : Mesin overheating


Kerusakan: Thermostat rusak sehingga air akan selalu di bypass saja tidak
melewati pendingin.
Solusi: Gantilah thermostat.
Kerusakan: Water pump rusak
Solusi : Servis water pump/ganti jika sudah tidak bisa diperbaiki
Kerusakan: Cooler/radiator tidak berfungsi
Solusi : Servis/ganti

2. Gejala: Mesin panas saat kecepatan tinggi


Kerusakan: Radiator mampat sehingga tidak mampu mendinginkan air yang
lebih panas saat mesin bekerja keras.
Solusi: Servis radiator atau ganti bila perlu.
3. Gejala: Mesin terlalu dingin meski sudah beroperasi lama.
Kerusakan: thermostat terus terbuka karena macet.
Solusi: Ganti thermostat.

4. Gejala: Air radiator selalu berkurang


Kerusakan: Terjadi kebocoran pada sistem pendingin.
Solusi: Carilah kebocoran dengan seksama dalam keadaan mesin hidup.
Kemudian ditambal (di las)

6. Gejala: Keluar gelembung udara dari dalam radiator saat mesin hidup
Kerusakan: Terjadi kebocoran kompresi.
Solusi: Cek kebocoran pada sistem

7. Gejala: Air radiator keruh dan berwarna coklat.


Kerusakan: Sistem pendingin sudah diserang karat.
Solusi: Cobalah untuk menguras radiator, gunakan radiator flush dan isi
kembali dengan coolant yang berkualitas tinggi.

8. Gejala: Kipas mesin tetap berputar kencang, baik saat mesin dingin
maupun panas.
Kerusakan: Kopling visco lemah.
Solusi: Servis kopling visco dengan mengganti cairan silikon di dalamnya.

9. Gejala: Mesin bertambah panas ketika mesin pada kondisi idle.


Kerusakan: Kipas elektrik mati bisa jadi kipas rusak atau ada yang tidak
beres dengan sistem kelistrikannya.
Solusi: Ganti kipas elektrik atau motor listrik penggeraknya.