Anda di halaman 1dari 32

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia, maka

perkembangan teknologi informasi semakin terpacu. Jika dahulu orang orang


hanya dapat berkomunikasi menggunakan surat tetapi sekarang tidak hanya surat
yang dapat dijadikan alat komunikasi terlebih setelah ditemukannya telepon,
handphone dan lain sebagainya. Beberapa tahun terakhir komunikasi yang sering
digunakan adalah menggunakan sarana internet.
Berbicara mengenai internet tentu tidak dapat dilepaskan dari sistem
jaringan komputer. Perubahan informasi yang begitu cepat dapat diterima melalui
internet. Dengan adanya jaringan pada komputer maka sangat dimungkinkan
untuk terjadinya komunikasi antara satu komputer dengan komputer yang lainnya
dalam waktu yang bersamaan, secara cepat dan efisien. Penerapan jaringan
komputer kini sudah merambah ke berbagai bidang termasuk untuk keperluan
pendidikan.
Bagi dunia pendidikan informasi dan ilmu pengetahuan merupakan hal
yang sangat penting untuk diketahui. Segala perubahan yang begitu cepat harus
dapat ditanggapi. Oleh sebab itu, SMA Negeri 13 menambahkan materi pelajaran
internet sebagai bagian dari mata pelajaran komputer. SMA Negeri 13 pun
menerapkan sistem jaringan komputer sejak bulan Juli 2007.

Jumlah komputer pada laboratorium komputer pada SMA Negeri 13


Palembang sebanyak 48 komputer klien dan satu komputer server. Bandwidth
yang dialokasikan sebanyak 32 Kbps. Dengan jumlah bandwidth sebesar 32 Kbps
jika seluruh komputer digunakan untuk mengakses internet maka akan terjadi
kelambatan akses internet.
Hal inilah yang membuat penulis untuk melakukan analisa terhadap
jaringan komputer pada laboratorium komputer SMA Negeri 13 Palembang.
Penulis pun menuliskan hasil analisa sebagai laporan Praktek Kerja Lapangan
dengan judul Analisa Traffic Internet pada Jaringan Local Area Network
SMA Negeri 13 Palembang.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka

penulis mempersempit pokok permasalahan. Permasalahannya adalah Apakah


jumlah bandwidth yang tersedia telah sesuai terhadap penggunaan internet pada
SMA Negeri 13 Palembang.

1.3

Tujuan dan Manfaat

1.3.1 Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMA
Negeri 13 Palembang sebagai berikut :
1. Mengetahui waktu pemakaian puncak penggunaan internet pada SMA
Negeri 13 Palembang.
2. Mengetahui situs apa saja yang paling sering dikunjungi oleh siswa
SMA Negeri 13 Palembang.

1.3.2 Manfaat
Adapun manfaat dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di SMA
Negeri 13 Palembang sebagai berikut :
1. Sebagai tolak ukur baik buruknya manajemen traffic internet pada
SMA Negeri 13 Palembang.
2. Untuk mengetahui cara membatasi situs apa saja yang boleh
dikunjungi oleh para siswa SMA Negeri 13 Palembang,
3. Untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang ada pada traffic
internet SMA Negeri 13 Palembang.

1.4

Metodologi Penelitian
Dalam melakukan analisa penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu

dengan cara mengumpulkan datadata yang akan diolah dan dibuat suatu rumusan
sehingga akhirnya sampai pada suatu kesimpulan. Adapun teknik pengumpulan
data dalam penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah :
1. Data Primer, data yang dikumpulkan oleh peneliti langsung dari
sumbernya, melalui metode :
1. Teknik Observasi, langsung mengadakan analisa terhadap objek
yang dianalisa, yaitu traffic internet pada jaringan LAN SMA Negeri
13 Palembang dengan mengadakan pengamatan dan perencanaan
terhadap data dan informasi yang diperlukan.
2. Teknik

Wawancara,

yaitu

suatu

cara

penganalisaan

atau

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan


pertanyaan langsung kepada petugas yang memiliki hubungan
dengan masalah yang akan dianalisa.
2. Data Sekunder, yaitu data yang telah dikumpulkan pihak lain. Data ini
diperoleh dengan cara riset kepustakaan, membaca buku-buku yang
berhubungan dengan masalah yang dianalisa.

1.5. Tempat dan Waktu Praktek Kerja Lapangan


Dalam melaksanakan praktek kerja lapangan ini penulis mengambil lokasi
pada SMA Negeri 13 Palembang. Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) terhitung mulai bulan November 2007 sampai dengan Desember 2007.

1.6. Sistematika Penulisan


BAB 1. PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang dilaksanakannya analisa, masalah yang
ingin diselesaikan, yang tertuang di dalam perumusan masalah. Kemudian tujuan
dilaksanakannya analisa, juga manfaat yang akan diperoleh melalui analisa yang
dilakukan.
BAB II. GAMBARAN UMUM
Bab ini berisi sejarah singkat SMA Negeri 13 Palembang, bagianbagian
atau divisi-divisi di dalam sekolah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan
sekolah.
BAB III. LAPORAN KEGIATAN
Bab ini berisi laporan kegiatan dari analisa yang penulis lakukan, serta
menemukan jawaban dan solusi atas permasalahan yang terdapat pada perumusan
masalah.
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan dan saran yang diajukan untuk objek
penelitian, dalam hal ini SMA Negeri 13 Palembang.

BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1

Sejarah Singkat
SMA Negeri 13 merupakan penjelmaan dari SMA Angkasa yang dikelola

oleh AURI Palembang. Awalnya SMA Angkasa hanya memiliki tiga kelas yang
terletak di komplek AURI Talang Betutu Palembang. Sekitar tahun 1980-an
Kanwil Depdikbud Provinsi Sumatera Selatan, mempunyai program pendirian
SMA Negeri

untuk wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Tetapi Kanwil

Depdikbud memiliki kesulitan dalam penyediaan tanah untuk lokasi SMA


tersebut.

Kemudian

diadakanlah

negosiasi

dengan

pihak

AURI.

Dan,

disepakatilah untuk mendirikan SMA Negeri di tanah yang disediakan AURI


seluas lebih kurang 2,6 hektar di lokasi yang telah disebutkan sebelumnya.
Kemudian SMA Angkasa baik guru maupun murid muridnya menjadi
SMA Negeri Talang Kelapa (waktu itu masih termasuk wilayah Kabupaten Musi
Banyuasin). Namun, sebelum resmi menjadi SMA Negeri Talang Kelapa, SMA
ini sering disebut SMA 3 Ficial dan untuk sementara sambil menunggu selesainya
pembangunan gedung SMA Negeri Talang Kelapa, masih menempati lokasi SMA
Angkasa. Kepala Sekolah pertama yang memimpin SMA Negeri Talang Kelapa
adalah Bapak Antono, P.BA. Sekitar tahun 1980 SMA Negeri Talang Kelapa
menempati gedung sendiri yang didirikan pada tanggal 1 Juli 1980 dengan SK
Menteri No.0206/1980 tanggal 30 Juli 1980.
Pada tahun 1990, status SMA Negeri Talang Kelapa berubah menjadi
wilayah kotamadya, karena perluasan wilayah kotamadya Palembang. Pada tahun

1992 SMA Negeri Talang Kelapa berganti nama menjadi SMA Negeri 13
Palembang.

2.2

Visi dan Misi Sekolah


Visi dari SMA Negeri 13 Palembang adalah :
1. Unggul, berakhlak dan berbudaya.
Misi dari SMA Negeri 13 Palembang adalah :
1. Menerapkan disiplin tinggi dalam kegiatan pokok dan penunjang
kegiatan belajar.
2. Mengupayakan secara optimal etika dan estetika dalam lingkungan
belajar.
3. Menerapkan orientasi sistem SPMBPTN
4. Memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan
berbahasa Inggris.
5. Menerapkan pelaksanaan membaca Al-Qur'an dan Tausiah setiap
sebelum jam pelajaran pertama pukul 06.45 s.d 07.15 WIB.
6. Memotivasi dan memfasilitasi siswa dalam bidang ekstrakulikuler.

2.3. Struktur Organisasi

Kepala Sekolah

Komite Sekolah

Koordinator Tata
usaha ( TU)

Wakasek Kurikulum

Wakasek Kesiswaan

Wakasek Sarana

Wakasek Humas

Koord. Pembag, Tugas


Program KBM

Koord. Keterampilan

Koord. Perpustakaan

Koord. Kekeluargaan

Pemb. OSIS Kegiatan


Belajar
Ekstrakulikuker

Koord. Perpustakaan
Koordiantor
Kebersihan

Koord. Musholla

WALI KELAS WALI KELAS

Guru - guru

Siswa

Koord BP / PK

Sumber : http://www.sman13-plg.com

Gambar 2.1 Struktur Organisasi SMA Negeri 13 Palembang

2.4 Tugas dan Fungsi dalam Struktur Organisasi


Dalam melakukan pengelolaan SMA Negeri 13 Palembang, Kepala
Sekolah dan wakil wakilnya mempunyai tugas sebagai berikut :
1.

Kepala Sekolah
Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan sekolah, baik
kedalam maupun keluar, yaitu :
1. Penyelenggaraan program kerja sekolah, meliputi :

Penyusunan program kerja sekolah.

Pengawasan proses belajar mengajar, pelaksanaan dan penilaian


proses dan hasil belajar serta bimbingan dan konseling ( BK ).

2. Pembina kesiswaan.
3. Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi

guru serta tenaga

kependidikan lainnya.
4. Penyelenggaraan administrasi sekolah meliputi administrasi ketenagaan,
keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.
5. Pelaksanaan
masayarakat.

hubungan

sekolah

dengan

lingkungan

dan

atau

10

2.

Wakasek Kurikulum
Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum bertanggung jawab atas semua
kegiatan belajar mengajar. Berikut tugas tugasnya :
1. Menyusun pembagian tugas guru.
2. Mengelola kegiatan belajar mengajar.
3. Menyusul jadwal evaluasi.
4. Menyusun kriteria kenaikan kelas dan kurikulum.
5. Menyusun pelaksanaan UAS dan UAN.
6. Menyusun instrumen kegiatan belajar mengajar.
7. Menyusun kegiatan ekstrakulikuler.

3.

Wakasek Kesiswaan
Wakil

Kepala

Sekolah

bidang

Kesiswaan

membidangi

urusan

kesiswaan, bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar yang


antara lain :
1. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuker.
2. Perngadaan pengarahan dan pembina kegiatan OSIS.
3. Pembuatan dan pengawasan pelaksanaan tata tertib sekolah.
4. Penginventarisasian absensi dan pelanggaran pelanggaran.
5. Pembina dan pelaksana kegiatan 5-K.
6. Penilaian terhadap siswa untuk mewakili sekolah terhadap kegiatan
diluar sekolah.
7. Perencanaan kegiatan setelah siswa lulus

11

4.

Wakasek Sarana
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana membidangi sarana dan prasarana,
bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar yang antara lain:
1. Inventarisasi barang, terdiri atas :

Mencatat alat / barang yang masuk.

Mencatat alat laboratorium yang masuk.

Mencatat alat peraga.

2. Pengadaan sarana dan prasarana olahraga.


3. Pendayagunaan sarana dan prasarana.
4. Penyusunan anggaran sekolah.

5.

Wakasek Humas
Wakil Kepala Sekolah Humas membidangi hubungan masyarakat,
bertanggung jawab atas semua kegiatan belajar mengajar yang antara lain :
1. Membina kerjasama dengan masyarakat.
2. Membantu pelaksanaan tugas BP3.

12

2.5

Tinjauan Pustaka

2.5.1 Traffic
Mengutip

dari

alamat

http://www.total.or.id/info.php?kk=Mapping%20of%20Airlane%20Traffic%20O
ver%20IP, Traffic merupakan lalulintas, aliran informasi melalui sistem jaringan
komputer.
Menurut Behrouz A. Forouzan (2007:867), Traffic terbagi atas dua
bagian yaitu traffic internal dan traffic eksternal. Traffic internal adalah suatu
ukuran yang menyatakan jumlah paket yang melintasi bagian dalam dari
jaringan. Traffic eksternal merupakan suatu ukuran yang menyatakan perubahan
jumlah paket bagian luar dari jaringan.

2.5.2 Internet
Menurut Fathul Wahid (2002:144), Internet adalah jaringan global
yang menghubungkan jutaan komputer. Sedangkan menurut

Jogiyanto

Hartono (2004:341).Internet merupakan jaringan (network) komputer yang


terdiri dari ribuan jaringan komputer independen yang dihubungkan satu dengan
yang lainnya. Pengertian lain dari internet berdasarkan pendapat dari David A.
Stamper (2001:20), Internet adalah interkoneksi dari dua atau lebih dari suatu
jaringan.

13

2.5.3

Jaringan
Dalam bukunya Jogiyanto Hartono (2004:331) mengungkapkan

bahwa, Jaringan atau network adalah sistem komunikasi yang melibatkan


sebuah / lebih sistem komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat
komunikasi membentuk satu sistem.
Pendapat berbeda dinyatakan oleh H.L. Capron dan J.A. Johnson
(2002:7-196) dalam bukunya, Jaringan adalah suatu sistem komputer yang
menggunakan perangkat komunikasi untuk menghubungkan dua atau lebih
komputer beserta sumber daya komputer tersebut.

2.5.4

Local Area Network ( LAN )


Menurut Jogiyanto Hartono (2004:333), LAN adalah suatu network

yang terbatas dalam jarak atau area setempat.Network ini banyak digunakan
satu perusahaan yang menghubungkan antara departemen departemen dalam
satu gedung.
Mengutip

dari

alamat

http://y3dips.echo.or.id/artikel/ez-

jaringan_bag1.txt, LAN juga dapat definisikan sebagai :


Network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas
didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak
menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan
pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu
sendiri.

14

2.5.5

Topologi LAN
H.L. Capron dan J.A. Johnson (2002:7-205) mengungkapkan bahwa,

Topologi merupakan tata letak fisik dari suatu network. Masih mengutip dari
alamat http://y3dips.echo.or.id/artikel/ez-jaringan_bag1.txt,

Topologi adalah

susunan lintasan aliran data di dalam jaringan yang secara fisik menghubungkan
simpul yang satu dengan simpul lainnya.
Berikut beberapa topologi yang umum digunakan dalam suatu jaringan
komputer :
1.

Topologi Bus
Dengan topologi ini komputer dihubungkan secara berantai (daisy
chain). Pada topologi ini suatu kabel digunakan sebagai perangkat
koneksi. Umumnya berupa kabel tunggal jenis koaksial. Ujung ujung
dari kabel koaksial ini harus ditutup dengan tahanan (termination
resistor) untuk menghindari pantulan yang bisa menimbulkan
gangguan yang menyebabkan kemacetan.
Topologi ini mudah dipasang dan murah. Namun, bila terjadi
sesuatu

terhadap

salah

satu

komputer,

maka

kemungkinan

mengganggu komputer yang lainnya juga. Kecepatan yang dapat


dicapai pun sangat terbatas yaitu 10 Mbps ( Megabit per second ).

15

Sumber : 60 Menit Belajar Linux dan Jaringan

Gambar 2.2 Topologi Bus

2.

Topologi Ring
Topologi ini mirip topologi bus. Hanya saja, ujung ujungnya
saling berhubungan sehingga seakan akan membentuk sebuah ring atau
cincin atau lingkaran.Topologi ini diperkenalkan oleh IBM untuk
mendukung protokol token ring yang diciptakan IBM. Dalam sistem ini
Sumber : 60 Menit Belajar Linux dan Jaringan

setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral


yang berdekatan maupun berjauhan.
Pengiriman data dilakukan dengan satu arah saja. Setiap device
bertindak sebagai pengirim dan penerima

data/sinyal dan bisa juga

hanya berfungsi sebagai penguat sinyal yang hanya melewatkan data


saja.

16

Sumber : 60 Menit Belajar Linux dan Jaringan

Gambar 2.3 Topologi Ring

3.

Topologi Star
Topologi ini menggunakan sebuah switch atau hub. Semua
komputer dihubungkan dengan switch atau hub tersebut. switch atau hub
Fungsi dari switch atau hub tersebut adalah untuk menerima sinyal dari
sebuah komputer lalu

meneruskannya dengan komputer lain yang

berhubungan dengan switch atau hub tersebut.


Beban yang dipikul oleh sentral, dalam hal ini switch atau hub
cukup berat. Dengan demikian tingkat kerusakan atau gangguan dari
sentral ini cukup besar. Namun, pendeteksian terhadap kesalahan atau
gangguan jadi lebih mudah.

17

Gambar 2.4 Topologi Star

Sumber : 60 Menit Belajar Linux dan Jaringan

Gambar 2.4 Topologi Star

Sumber : 60 Menit Belajar Linux dan Jaringan

18

BAB III
LAPORAN KEGIATAN

3.1

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL)


Kegiatan penulis dalam melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada

SMA Negeri 13 Palembang adalah sebagai berikut :


1.

Mengajukan surat permohonan untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan


(PKL) pada SMA Negeri 13 Palembang.

2.

Konfirmasi surat pengantar permohonan melakukan Praktek Kerja Lapangan


(PKL) pada SMA Negeri 13 Palembang.

3.

Pengecekan tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) yaitu pada SMA Negeri
13 Palembang.

4.

Perkenalan dengan Kepala Sekolah dan Pimpinan, Guru dan Pembimbing


Lapangan di SMA Negeri 13 Palembang.

5.

Mencatat sejarah berdirinya SMA Negeri 13 Palembang. Beserta struktur


organisasi, visi dan misi dan mencatat hal hal yang berhubungan dengan
judul yang diambil oleh penulis.

6.

Mengamati bagaimana proses penggunaan internet pada SMA Negeri 13


Palembang.

7.

Melakukan tanya jawab kepada Bapak Ahmad Rivai menyangkut


penggunaan internet pada SMA Negeri 13 Palembang.

8.

Pengajuan formulir penilaian Praktek Kerja Lapangan (PKL) kepada


pembimbing dan pengambilan surat keterangan bahwa penulis benar

19

melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

pada

SMA Negeri 13

Palembang.
9.

Perpisahan dengan Kepala Sekolah, Pimpinan dan Guru pada SMA Negeri
13 Palembang.

3.2

Analisa Masalah
Berdasarkan analisa yang didapatkan penulis pada Labortorium Komputer

dimana tempat penggunaan internet berlangsung. Pengaturan traffic dari


penggunaan internet merupakan salah satu faktor yang mendukung kelancaran
aktivitas penggunaan internet.
Oleh karena itu, pada Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang
menggunakan aplikasi MRTG ( Multi Router Traffic Grapher ) yang difungsikan
untuk memantau traffic internet pada SMA Negeri 13 Palembang tersebut.
Dengan adanya perangkat lunak untuk memantau traffic tersebut dapat digunakan
untuk mengatasi seperti pemanfaatan resource komputer yang digunakan.

3.3
3.3.1
1.

Kelebihan dan Kekurangan


Software
Sistem Operasi
Pada Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang seluruh

komputer menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP Service Pack 2.


Pemilihan penggunaan sistem operasi ini dikarenakan sudah umum oleh
kebanyakan user, kemudian pengoperasiannya pun tergolong mudah.

20

2.

Web Browser
Web browser yang digunakan pada SMA Negeri 13 Palembang terdapat

dua macam browser yang sudah sangat dikenal dan user friendly. Web browser
yang pertama adalah Mozilla Firefox 2.0.0.1 dan web browser yang kedua adalah
Internet Explorer 6.0. Namun, penggunaan Mozilla Firefox lebih disukai oleh oleh
siswa dan siswi SMA Negeri 13 Palembang karena telah mendukung penggunaan
tabbed browsing, dimana halaman web dapat dibuka dengan sistem tab.
3.

MRTG ( Multi Router Traffic Grapher )


MRTG adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk memantau traffic

penggunaan internet pada Laboratorium SMA Negeri 13 Palembang. Perangkat


lunak ini merupakan software yang bersifat free. Secara singkat, perangkat lunak
ini bekerja dengan cara memonitor komputer klien pada protokol SNMP ( Simple
Network Management Protocol ), lalu menampilkan hasil pantauan dengan
keluaran berupa file image, yang kemudian disisipkan kedalam file HTML.

3.3.2

Hardware
Perangkat keras yang digunakan pada komputer server adalah sebagai

berikut :

Prosessor AMD Athlon XP dengan frekuensi 1533 MHz.

Motherboard Biostar M7V10.

Memori 256 MB.

Graphic Card S3 Pro Savage DDR (862420).

LAN Card VIA VT 6102 Rhine II Fast Ethernet.

21

Hard Disk 40 GB.

Modem.

Switch 16 port 2 buah.

Sound Card VIA 8327.


Sedangkan perangkat keras yang digunakan pada komputer klien adalah

sebagai berikut :

Prosessor Intel Pentium II 334 MHz.

Memori 128 MB.

Graphic Card Matrox MGA-6100 AGP 32 MB.

Sound Card Yamaha Audio.

LAN Card.

3.3.3

Brainware
Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pada Laboratorium Komputer

SMA Negeri 13 Palembang hanya teradapat satu orang yang bertugas sebagai
seorang administraor sekaligus operator yang bertanggung jawab atas segala
kegiatan penggunaan komputer pada Laboratorium Komputer pad SMA Negeri 13
Palembang.
Kemampuan sebagai seorang administrator dan operator sudah memadai
karena ditunjang oleh tingkat pemdidikan yang sesuai dengan kondisi yang
dihadapi. Kekurangannya hanya terdapat pada pengalaman yang kurang didapat,
dikarenakan Laboratorium Komputer pada SMA Negeri 13 Palembang tergolong
baru didirikan.

22

3.4

Uraian Sistem
MRTG menggunakan bahasa Perl agar dapat dijalankan dengan baik. Oleh

karena itu bahasa Perl harus terinstall terlebih dahulu pada komputer yang akan
diinstall MRTG. Dalam kasus ini digunakan ActivePerl v5.8.8. Installasi
ActivePerl sama seperti cara menginstall perangkat lunak lainnya. Dari langkah
awal hingga akhir penginstallan menggunakan wizard yang memandu proses
installasi.
Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan bahwa MRTG bekerja pada
protokol SNMP. Untuk memastikan protokol tersebut telah terpasang pada setiap
komputer dapat dilihat dengan cara :
1.

Klik kanan My Computer lalu pilih Manage.

2.

Pilih Services And Applications, pada jendela sebelah kanan buka pilihan
Services, kemudian cek apakah SNMP sudah terinstall. Jika belum terinstall,
install terlebih dahulu melalui Control Panel kemudian pilih pilihan Add
Remove Windows Component. Setelah terinstall statusnya harus dalam
keadaan Started.

23

Gambar 3.1 Status SNMP Service

Jika

SNMP

Service

telah

terinstall,

langkah

selanjutnya

adalah

mengkonfigurasi SNMP tersebut


4.

Klik dua kali SNMP Service kemudian muncul jendela SNMP Service
Properties, klik pada tab Security. Pada frame Accepted Community Names.
Tambahkan community tersebut dengan cara klik tombol Add.

5.

Kemudian akan muncul jendela SNMP Service Configuration. Pada jendela


tersebut pilihan Community Rights dipilih Read Only, sedangkan pilihan
Community Name diisikan dengan nama komputer, misalnya PC01. Jika
selesai klik Add.

6.

Kembali pada jendela SNMP Service Properties. Klik tab Agent, pada frame
service beri semua tanda centang, antara lain pada pilihan physical, internet,
application, end-to-end dan datalink and subnetworks. Kemudian klik OK,
dan klik OK sekali lagi untuk keluar dari jendela SNMP Service Properties.

24

Gambar 3.2 Konfigurasi pada tab Security

Gambar 3.3 Konfigurasi pada tab Agent

25

Kemudian tahap selanjutnya adalah membuat file konfigurasi komputer


klien yang akan dipantau. Perintah untuk membuat file konfigurasi tersebut adalah
perl cfgmaker pada direktori MRTG melalui Command Prompt. Setelah itu
dilanjutkan dengan menjalankan MRTG. MRTG dijalankan melalui Console
Command Prompt. Secara umum MRTG diletakkan pada root direktori C:\mrtg.
Dari Command Prompt masuk ke direktori c:\mrtg kemudian masuk ke sub
direktori bin. Dari sub-direktori bin MRTG dijalankan dengan perintah perl
mrtg. Setelah MRTG dijalankan akan muncul jendela yang menunjukkan bahwa
MRTG telah berjalan sebagai Daemon.

Gambar 3.4 Jendela MRTG Startup

26

In (b)
No.

Out (b)

Klien

PC 01

PC 02

PC 03

PC 04

PC 05
Gambar 3.5 Graph Traffic pada Komputer Klien selama satu minggu

27

1.

PC 01

Max
294,64

Avg
11.26

Cur
22,76

Max
12,07

Avg
1,33

Cur
2,12

2.

PC 02

136,70

8,90

1,83

16,15

1,10

272

3.

PC 03

192,49

11,26

52,28

68,88

1,80

5,28

4.

PC 04

282,41

16,55

30,52

39,18

2,04

2,99

5.

PC 05

186,07

12,99

12,44

54,78

3,15

1,28

Tabel 3.1 Tabel yang menunjukkan besaran paket data


Penulis mengambil sampel traffic internet pada SMA Negeri 13 Palembang.
Pada PC 01 sampai dengan PC 05. Sampel tersebut dapat dilihat pada Gambar
3.4 dan Tabel 3.1. Dimana sampel tersebut diambil selama lima sampai tujuh
hari. Dari hasil sampel tersebut dihasilkan suatu angka yang menyatakan bahwa :
1.

Pada PC 01 puncak penggunaan bandwidth yang masuk mencapai 294, 64 b


dan bandwidth yang keluar mencapai 12,07 b. Penggunaan paling tinggi
terjadi pada hari Kamis.

2.

Pada PC 02 puncak penggunaan bandwidth yang masuk mencapai 136,70 b


dan bandwidth yang keluar mencapai 16,15 b. Penggunaan paling tinggi
terjadi pada hari Kamis.

3.

Pada PC 03 puncak penggunaan bandwidth yang masuk mencapai 192,49 b


dan bandwidth yang keluar mencapai 68,88 b. Penggunaan paling tinggi
terjadi pada hari Sabtu.

4.

Pada PC 04 puncak penggunaan bandwidth yang masuk mencapai 282,41 b


dan bandwidth yang keluar mencapai 39,18 b. Penggunaan paling tinggi
terjadi pada hari Senin.

28

5.

Pada PC 05 puncak penggunaan bandwidth yang masuk mencapai 186,07 b


dan bandwidth yang keluar mencapai 54,78 b. Penggunaan paling tinggi
terjadi pada hari Rabu.
Berdasarkan angka dari lima buah komputer yang dijadikan sampel dapat

ditarik suatu kesimpulan bahwa pemakaian internet paling tinggi pada


Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang terjadi pada hari Kamis,
yang diwakili oleh PC 01 dan PC 02.
Mengenai situs yang paling sering dikunjungi oleh siswa dan siswi pada
SMA Negeri 13 Palembang antara lain www.yahoo.com, www.plasa.com,
www.google.co.id,

www.detik.com,

www.swaramuslim,net,

dan

www.blogspot.com. Hasil ini didapat berdasarkan hasil tanya jawab dengan


Pembimbing Lapangan.

3.5
3.5.1

Hasil dan Pembahasan


Hasil

29

Dari hasil analisa yang penulis lakukan selama berada pada


Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang, dimana penulis melakukan
analisa terhadap traffic internet pada sekolah tersebut. Terdapat perangkat lunak
yang digunakan untuk memantau traffic penggunaan internet pada Laboratorium
tersebut yakni MRTG yang dapat menunjukkan grafik pemakaian traffic secara
real-time tergantung konfigurasi yang dilakukan.
Dengan adanya perangkat lunak ini dapat dipantau traffic dari PC Klien
yang akan dipantau baik secara harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Dan
dengan hadirnya perangkat lunak tersebut juga dapat memudahkan jika ingin
melakukan manajemen bandwidth untuk menjadi lebih baik.

3.5.2

Pembahasan
Penulis membahas bagaimana cara mengamati traffic internet pada SMA

Negeri 13 Palembang sesuai dengan judul yang diambil oleh penulis yaitu Analisa
Traffic Internet pada Jaringan Local Area Network pada SMA Negeri 13
Palembang.
Seperti yang telah dituliskan sebelumnya, bahwa di Laboratorium
Komputer SMA Negeri 13 Palembang menggunakan perangkat lunak MRTG
untuk memantau traffic internetnya. Kemudian, penulis melihat konfigurasi untuk
pengaturan komputer klien hingga melakukan pantauan terhadap komputer klien
selama lima hingga tujuh hari.

BAB IV

30

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis mencoba


untuk menguraikan kesimpulan dan saran dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan
(PKL) yang penulis lakukan.

4.1

Kesimpulan
Dari analisa yang penulis lakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai

berikut :
1.

Perangkat lunak yang digunakan untuk memantau traffic internet di


Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang adalah MRTG. Penulis
berpendapat penggunaan MRTG sudah mencukupi dan dapat mengakomodir
komputer klien yang ada. Kelebihan lain dari perangkat lunak ini adalah
sifatnya yang free.

2.

Topologi jaringan yang digunakan pada Laboratorium Komputer SMA


Negeri 13 Palembang adalah Topologi Star.

31

4.2

Saran
Berikut saran yang dapat penulis berikan berkenaan dengan penggunaan

komputer dan internet pada Laboratorium Komputer SMA Negeri 13 Palembang :


1.

Perlu dipertimbangkan penggunaan sistem operasi pada komputer klien.


Karena, penggunaan sistem operasi Windows XP Service Pack 2 tidak
berimbang dengan sistem hardware yang ada pada komputer klien pada
SMA Negeri 13 Palembang.

2.

Untuk peneliti dan penulis yang akan datang, pemantauan traffic internet
dapat menggunakan perangkat lunak yang berbeda seperti Cacti atau
SmoothWall.

32

DAFTAR PUSTAKA

Mulyana, Edi S. 2005. Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer. Jakarta


: Penerbit ANDI Yogyakarta.
Jhonsen, Jhon Edison,CCNA 2005. Membangun Wireless LAN. Jakarta : Penerbit
PT Elex Media Komputindo.
Geier, Jim. 2005. Wireless Networks First-Step. Jakarta : Penerbit Ed.I.ANDI
Yogyakarta