Anda di halaman 1dari 7

Akurasi Ultrasonografi untuk Evaluasi Portal Hipertensi pada

Pasien dengan Sirosis: Review Sistematis


Gaeun Kim, RN, PhD1, Youn Zoo Cho, MD2, Soon Koo Baik, MD, PhD2, Moon Young Kim,
MD, PhD2, Won Ki Hong, MD2, Sang Ok Kwon, MD, PhD2
1

College of Nursing, Research Institute for Nursing Science, Keimyung Univercity, Daegu
704-701, Korea; 2Department of Internal Medicine, Wonju Severance Christian Hospital,
Yonsei University Wonju College of Medicine, Wonju 220-701, Korea
Tujuan: Penelitian telah menunjukkan hasil yang bertentangan mengenai keakuratan
ultrasonografi (USG) untuk mendiagnosis hipertensi porta (PH). Kami berusaha untuk
mengidentifikasi bukti dalam literatur mengenai akurasi USG untuk menilai HP pada pasien
dengan sirosis hati.
Bahan dan Metode: Kami melakukan review sistematis dengan mencari database, termasuk
MEDLINE, EMBASE, dan Cochrane Library, untuk studi yang relevan.
Hasil: Sebanyak 14 studi memenuhi kriteria inklusi. Indeks USG diperoleh dalam vena portal
(n = 9), arteri hepatik (n = 6), vena hepatika (HV) (n = 4) dan vena lainnya. Menggunakan
gradien tekanan vena hepatik (HVPG) sebagai referensi, sensitivitas (Se) dan spesifisitas (Sp)
indeks vena porta adalah masing-masing 69-88% dan 67-75%. Koefisien korelasi antara
HVPG dan indeks vena porta adalah sekitar 0,296-0,8. Tidak ada studi yang menilai Se dan
Sp dari indeks arteri hepatik. Korelasi antara HVPG dan indeks arteri hepatik berkisar 0,010,83. Se dan Sp dari indeks vena hepatik adalah masing-masing 75,9-77,8% dan 81,8-100%.
Secara khusus, Se dan Sp dari waktu kedatangan HV untuk PH yang signifikan secara klinis
adalah masing-masing 92,7% dan 86,7%. Sebuah hubungan yang signifikan secara statistik
antara HVPG dan indeks vena hepatik telah diamati (0,545-0,649).
Kesimpulan: Beberapa indeks USG, seperti HV, menunjukkan peningkatan untuk
mendiagnosis PH. Indeks ini mungkin berguna dalam praktek klinis untuk deteksi PH secara
signifikan.
Istilah Indeks: Ultrasonografi; Gradien tekanan vena hepatik; Hipertensi porta; Sirosis

PENDAHULUAN
Hipertensi portal ( PH ) adalah hasil dari peningkatan resistensi vaskuler hati dan
aliran darah porta. PH menyebabkan komplikasi serius, seperti perdarahan varises, enteropati
hipertensi porta, asites, peritonitis bakteri spontan, sindrom hepatorenal, dan ensefalopati
hati. PH bertanggung jawab secara signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas pada pasien

dengan sirosis dekompensasi.1,2 Untuk pasien dengan sirosis kompensasi, diagnosis dan grade
dari hipertensi porta yang signifikan secara klinis (CSPH) memungkinkan prediksi prognosis
seperti kemungkinan sirosis dekompensasi dan kematian.3
Dengan demikian, grade yang tepat pada PH sangat penting untuk pengobatan dan
tindak lanjut dari pasien sirosis.3,4 Pengukuran gradien tekanan vena hepatik (HVPG)
merupakan gold standar untuk menilai grade PH.5 Parameter ini mencerminkan tingkat
keparahan penyakit dan memiliki nilai prognostik yang kuat berkaitan dengan kelangsungan
hidup dan dekompensasi pada pasien dengan sirosis kompensasi.6 Namun, penggunaan klinis
rutin secara luas pada metode ini dibatasi oleh prosedur invasif dan persyaratan untuk ahli
dan peralatan khusus.7,8
Oleh karena itu, banyak peneliti telah melakukan upaya-upaya untuk mendiagnosa
dan menentukan grade PH menggunakan ultrasonografi non-invasif (USG) pada pasien
dengan sirosis untuk menggantikan pengukuran HVPG invasif.9,10 USG dapat digunakan
untuk meneliti hemodinamik porta melalui pengukuran kecepatan dan aliran porta dan vena
limpa; indeks resistensi (RI) dan indeks denyut (PI) dari hati, limpa, ginjal dan arteri; dan
indeks gelombang dan redaman (DI) dari vena hepatik (HV). Namun, penelitian sebelumnya
pada penggunaan USG untuk menilai PH telah menunjukkan hasil yang bertentangan pada
pasien dengan sirosis, dan studi ini dianggap sensitivitas (Se) atau spesifisitasnya (Sp) kurang
cukup untuk menggantikan HVPG dalam praktek klinis.11 Sebagai tambahan, variabilitas
yang cukup besar telah diamati di berbagai penelitian, dan studi menggunakan jumlah
individu sedikit sudah tercatat.
Dengan demikian, tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menentukan akurasi USG
untuk menilai PH pada pasien dengan sirosis.

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini adalah review sistematis USG vs HVPG untuk deteksi PH pada pasien
dengan sirosis.

Strategi Pencarian
Penelitian ini mengikuti pedoman pelaporan tinjauan sistematis yang disarankan
oleh Preferred Reporting Items untuk Review Sistematis dan Meta-analisis kelompok dan
review sistematis buku pegangan Perpustakaan Cochrane.
Database berikut terutama digunakan untuk pencarian literatur: MEDLINE Ovid
(1948 sampai 28 Oktober 2013), EMBASE (1947 sampai 28 Oktober 2013 ), dan
Perpustakaan Cochrane (28 Oktober 2013 ). Para pasien, uji indeks, tes perbandingan, hasil
strategi pencarian digunakan dalam mengidentifikasi studi untuk menilai sirosis dan PH.
USG mengukur kecepatan darah, aliran darah, RI, PI, gelombang HV, dan waktu kedatangan
vena hepatika (HVAT) yang digunakan sebagai uji indeks. Selain itu, HVPG digunakan
sebagai referensi uji standar. Akurasi diagnostik, konkordansi tes perbandingan, dan korelasi
adalah hasil utamanya.
Istilah pencarian utama yang digunakan adalah sebagai berikut: ([liver cirrhosis.
mp.] atau [cirrhotic liver. mp.]) dan ([portal hypertension. mp. atau exp hypertension, portal]
atau [PHT. mp.]) dan ([exp ultrasonography or ultrasonography*. mp.] atau [ultraso*. mp.]
atau [sonograph*. mp.] atau [US]) dan ([hepatic venous pressure gradient. mp.] atau [HVPG.
mp.])

Kriteria Inklusi / Ekslusi


Studi yang memenuhi kriteria inklusi yzang termasuk dalam review sistematis adalah sebagai
berikut: 1) studi meneliti PH menggunakan USG pada pasien dengan sirosis dan 2) studi

melaporkan lebih dari satu hasil yang tepat, yaitu akurasi diagnostik USG untuk PH
berdasarkan HVPG. Kriteria eksklusi meliputi: 1) studi praklinis, 2) penelitian tidak
dipublikasikan di Inggris, 3) penelitian abu-abu, 4) penelitian yang tidak memeriksa PH, dan
5) studi yang tidak melaporkan lebih dari satu hasil yang sesuai. Untuk memilih studi yang
sesuai untuk tujuan ini penelitian, duplikasi studi dari database yang dieksklusi menggunakan
Endnote. Dua penulis penelitian independen disaring semua potensi studi untuk dimasukkan
sesuai dengan kriteria kelayakan. Jika penulis tidak bisa mencapai kesepakatan dengan
diskusi, pendapat penulis ketiga dicari untuk solusinya.

Pengumpulan Data dan Penilaian Kualitas Studi Terpilih


Data yang digunakan untuk melakukan review sistematis ini termasuk tahun jurnal
dan bahasa publikasi; desain studi; nilai cut-off PH; lama penelitian; periode tindak lanjut;
ukuran sampel; tingkat penarikan; metode diagnostik; standar referensi; jumlah positif benar
(Tp), negatif benar (Tn), positif palsu (Fp), dan negatif palsu (Fn) pasien; dan data lainnya.
Kualitas studi yang dipilih dinilai menggunakan 11 Poin Kualitas Penilaian Akurasi
Diagnostik Studi-II ( QUADAS - II ), seperti yang direkomendasikan oleh Cochrane.
Masing-masing poin membutuhkan ya, tidak atau jawaban tidak jelas .
Dua penulis penelitian independen melakukan pemecahan data. Hasil dari pembaca
dibandingkan, dan perbedaan diselesaikan melalui diskusi dengan pendapat penulis ketiga.

Analisis data
Kami pertama kali mencoba menggunakan Program Perpustakaan Cochrane
RevMan 5.2 (Cochrane Collaboration, Oxford, Inggris) untuk menganalisis nilai akurasi
diagnosis klinis; namun, kami tidak dapat menggunakan program karena tidak adanya nilai
Tp, Tn, Fp, dan Fn dalam beberapa studi. Selain itu, heterogenitas signifikan antara studi dan

variasi dalam nilai cut-off yang digunakan dalam studi masing-masing dicatat . Dengan
demikian, kita tidak dapat untuk melakukan meta analisis. Oleh karena itu, kami melakukan
review sistematis dan analisis deskriptif.

HASIL
Kami mengidentifikasi 313 studi menggunakan proses pencarian kami. Tiga belas
duplikat studi dari setiap database dikeluarkan menggunakan Endnote. Dua penulis
independen dinilai semua potensi studi untuk dimasukkan dalam review kami berdasarkan
kriteria kelayakan. Akhirnya, 14 studi dipilih untuk dilakukan analisis. Proses seleksi literatur
disajikan dalam Gambar 1.

Karakteristik umum dari Kriteria Inklusi dalam Review Sistematis


Ringkasan karakteristik 14 studi termasuk dalam review sistematis ini disajikan pada
Tabel 1. Sebagian besar penelitian ini diterbitkan dari tahun 1998 sampai 2013. Mengenai
distribusi regional mereka, studi dilakukan di Republik Korea (n = 5), Italia (n = 4), Perancis
(n = 2), Spanyol (n = 1), Jerman (n = 1), dan Turki (n = 1). 14 studi termasuk 827 pasien
dengan sirosis. Usia rata-rata pasien berusia 53,2 9,6 tahun. Hanya dua studi yang termasuk
lebih dari 100 pasien. (8,32)
Studi menyajika karakteristik kinerja diagnostik USG dibandingkan dengan HVPG
untuk menilai PH pada pasien dengan sirosis. Semua prosedur USG dilakukan oleh para ahli
yang terlatih. Contrastenhanced ultrasonografi (CEUs) hanya digunakan dalam satu studi (8);
13 studi yang tersisa menggunakan USG Doppler.
Berikut indeks USG yang digunakan: vena porta (n = 9), arteri hepatik (n = 6), HV
(n= 4), arteri ginjal (n = 2), arteri mesenterika superior (n = 2), dan portosystemic perut
kolateral (n = 1).

Nilai HVPG rata untuk semua pasien adalah 16,4 5,3 mmHg. Studi menggunakan
berbagai istilah dan ambang batas HVPG untuk target PH sebagai diagnosa. Keparahan PH
digunakan untuk menunjukkan HVPG > 12 mmHg 12-16, 15 mmHg17, atau 16 mmHg . (18,19)
Satu studi mendefinisikan HVPG 16 mmHg sebagai nilai untuk memprediksi kematian.20
Dua studi mendefinisikan HVPG 10 mmHg sebagai CSPH. (8,21) Tiga studi tidak
mengusulkan nilai cut-off PH (Tabel 1).(22-24)