Anda di halaman 1dari 37

Kuliah 5

Pengolahan Limbah Cair

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik
UNJANI

Pengolahan Air Limbah


Dapat dibagi menjadi 4 tahap pengolahan :

Pengolahan Awal (Pretreatment)

Pengolahan Tahap Pertama (Primary Treatment)

Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Treatment)

Pengolahan Tahap Ketiga (Tertiary Treatment)

Memudahkan dalam mengkategorikan dan melaksanakan


pengolahan sesuai dengan beban dan kandungan suatu
air limbah.

Pengolahan Awal dan Tahap Pertama


Tujuan :
meminimalkan variasi konsentrasi dan laju alir dari air
limbah dan juga menghilangkan zat pencemar tertentu
menghilangkan zat pencemar yang tak terbiodegradasi
atau beracun, agar tidak mengganggu proses-proses
selanjutnya
Contoh air limbah yang akan ditangani secara biologis
harus memenuhi kriteria tertentu, yaitu :

pH antara 6-9
total padatan tersuspensi < 125 mg/l
minyak dan lemak < 15 mg/l
sulfida < 50 mg/l
logam-logam berat < 1 mg/l

Pengolahan Awal dan Tahap Pertama


1. Penyaringan (Screening)
Menghilangkan partikel besar.
Bar racks, static screens, vibrating screens

2. Ekualisasi
Mengurangi variasi laju alir dan konsentrasi air limbah,
agar mencegah pembebanan tiba-tiba (shock load).
Kolam dengan/tanpa pengaduk

3. Netralisasi
Dicapai dengan mencampurkan asam atau basa
dengan air limbah. Disarankan menggunakan sistim
netralisasi dua atau tiga tingkat dengan pengendalian
pH yang otomatis
4. Sedimentasi
Menghilangkan zat padat yang tersuspensi
(sebagai flocculant atau discrete).

Pengolahan Tahap Kedua/Biologis


Tujuan :

Menghilangkan atau mengurangi kandungan


senyawa organik atau anorganik dalam suatu
air buangan.

Fungsi ini dapat dicapai dengan bantuan aktifitas


mikroorganisma gabungan (mixed culture) yang
heterotrofik.

Mikroorganisma mengkonsumsi bahan-bahan


organik untuk membentuk biomassa sel baru serta
zat-zat organik, dan memanfaatkan energi yang
dihasilkan dari reaksi oksidasi untuk
metabolismenya

Mikroorganisma sangat tergantung pada zat


organik yang terdapat dalam air buangan.

Apabila zat organik yang tersedia kurang


mencukupi, maka mikroorganisma akan menopang
hidupnya dengan mengkonsumsi protoplasma
(respirasi endogen / endogenous respiration).

Jika kekurangan zat organik ini berlangsung terus,


mikroorganisma akan mati kelaparan atau
mengkonsumsi seluruh protoplasma hingga yang
tersisa adalah residu organik yang relatif stabil.

Pengolahan Tahap Ketiga


Tujuan :

Pengolahan lanjutan dari proses-proses


sebelumnya.

Proses ini dilakukan jika pada pengolahan primer


maupun sekunder masih terdapat zat atau bahan
berbahaya

Penggolongan Unit Pengolahan

Unit pengolahan Fisika


Unit pengolahan Kimia
Unit pengolahan Biologi

UNIT PENGOLAHAN FISIKA

Unit pengolahan Fisika bertujuan untuk


menangani limbah cair secara mekanik atau
fisika.

Pengolahan Limbah Cair secara Fisika


meliputi:

Pengukuran aliran
Screening
Pencacahan (comminution)
Pencampuran (mixing)
Pengendapan (pengendapan)
Pengapungan (flotation)
Penyaringan
Gas transfer
Penguapan dan pembebasan gas (volatilization &
gas stripping)
10

1. Pengukuran Aliran (Flow meter)


Meliputi pengendalian proses dan proses
monitoring perangkat pengukurannya (flow
measurement system) terdiri dari :
sensor atau detektor
perangkat konverter

12

2. Screening
Merupakan pengolahan cara mekanik untuk
mengurangi atau mengambil benda terapung
yang biasanya menggunakan bar rack untuk
menghambat lalu dipisahkan. Screening biasanya
terbuat dari anyaman kawat dengan diamater
bukaan 5/8 in (15 mm atau lebih).
Kegunaannya:
membantu lancarnya aliran
melindungi perangkat pipa dan pompa
mengurangi rugi-rugi hidrolik
13

Screening

Coarse
Screen
6-150 mm

Hand
cleaned

Chaindriven

Mechanically
cleaned

Reciprocating
rake

Fine
screens

Microscreen
< 0.5 m

< 6 mm

Static
wedgewire

Catenary

drum

Step

Continuous
belt

14

Coarse screen (bar racks/bar screen)


Biasanya diletakkan pada bagian intake bak
penampung limbah cair untuk mencegah
masuknya material besar

15

Hand Cleaned Corse Screen


Screen dibersihkan secara manual, jika objek
yang tertahan cukup besar
Advantages : tidak membutuhkan listrik

16

Mechanically clean
bar screen

17

18

Fine Screens

Fungsi lain : menghilangkan partikel padat pada efluen primer yang dapat
menyebabkan penyumbatan pada trickling filter
19

Pertimbangan Desain Coarse Screen

Lokasi
Kecepatan
Ukuran mesh
Headloss pada screen
Penanganan screening, processing, dispossal
pengendalian

Headloss melalui bar screens merupakan


fungsi dari kecepatan
Headloss dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan :
1 2 2
=

2
C = koefisien discharge : 0,7 utk clean screen; 0,6 untuk
clog sceen
V = kecepatan melalui bukaan screen, m/s
v = kecepatan pada saluran bagian atas, m/s

Tentukanlah headloss yang terbentuk melalui


bar screen ketika 50% area aliran mengalami
penyumbatan selama terjadinya akumulasi
padatan. Asumsi :
Kecepatan = 0,6 m/s
Kecepatan melalui bar screen = 0,9 m/s
Area bukaan aliran melalui bar screen = 0,19 m2
Koefisien Headloss untuk clean area

Grit Removal
Didesain untuk menghilangkan partikel padat (pasir,
kerikil, abu dan partikel padat berat) yang memiliki
densitas lebih tinggi dari partikel organik dalam air
limbah
Biasanya diletakkan setelah bar screen atau sebelum
tangki sedimentasi primer
fungsi grit removal :
melindungi peralatan mekanin dari abrasi
Mengurangi pembentukkan deposit dalam sistem
perpipaan
Mengurangi frekuensi pembersihan digester karena
penumpukkan grit
23

Coarse Solids Reduction


Sebagai alternatif penggunaan bar screen atau
fine screen
Comminutor atau macerators digunakan
untuk menahan partikel padat yg kasar dan
menggiling dan mencacah partikel padat
dalam saluran air
Dihasilkan partikel padat yang memiliki ukuran
lebih kecil dan seragam

COMMINUTOR
A comminutor, also
known as the grinding
pump, cutting screen.
This cutting screen
shreds any large chunks
of organic matter in the
wastewater into smaller
pieces. This prevents
the large chunks from
harming the internal
workings of the
treatment plant.

Equalisasi
Tujuan equalisasi adalah untuk memudahkan
pengolahan dan menyeragamkan aliran yang
bervariasi dan berubah-ubah sehingga
menjadi konstan (constant flow rate).

27

Bagan Equalisasi
Bar rack

Grit removal

kolam

pengolah

Equalisasi

pertama

comminutor

pengolahan
pembuangan

kedua

akhir

28

Kelebihan equalisasi
Meningkatkan pengolahan biologis, karena
mengurangi shock loading, zat inhibitor
terlarutkan, pH lebih stabil
Meningkatkan kualitas efluen dan performa
thickening dalam alat sedimentasi sekunder
luas permukaan saat filtrasi berkurang
sehingga meningkatkan proses filtrasi

Kekurangan equalisasi
Membutuhkan lahan yang sangat besar
Fasilitas equalisasi harus dilengkapi dengan
pengontrol bau jika lokasi dekat dengan
perumahan
membutuhkan perawatan tambahan
Membutuhkan biaya yang tidak sedikit

Mixing & Flocculation

Mencampurkan suatu zat dengan zat lain


Melarutkan cairan
Flokulasi partikel dalam air limbah
Pencampuran kontinyu larutan suspensi
Transfer panas

Flokulasi

Flokulasi : membentuk agregat atau flok


Fungsi :

Meningkatkan penghilangan partikel padat dalam air limbah


Pengkondisian air limbah yg berasal dari beragam industri
Meningkatkan performa sedimentasi sekunder
pre-treatment untuk filtrasi pada efluen sekunder

Tipe flokulasi
0,001 1 m
Microflotasi
Macroflotasi

1 2 m

Perbedaan
berdasarkan
ukuran partikel

Sedimentasi
Digunakan untuk memisahkan grit (partikel
padat yang kasar), TSS pada tangki
pengendapan primer, menghilangkan flok
biologis pada kolam pengendapan lumpur
aktif, menghilangkan flok kimia ketika proses
koagulasi kimia dilakukan
Efisiensi sedimentasi 50 70 %
menghilangkan SS
Efisiensi BOD 25-40%
34

Flotasi
Unit operasi untuk memisahkan partikel padat
dari fasa cairnya
Pemisahan terjadi karena adanya udara yang
dimasukkan ke dalam air limbah. Gelembung
udara akan menyebabkan partikel padat
terbawa ke bagian atas permukaan cairan

37