Anda di halaman 1dari 12

BERITA ACARA PRESENTASI PORTOFOLIO

Pada hari , Oktober 2016, telah dipresentasikan portofolio oleh:


Nama Peserta

: dr. Agustina Lestari

Dengan Judul/Topik : Hernia Inguinalis


Nama Pendamping

: dr. Nia Muniarti

Nama Wahana : RSUD Malingping Banten


No.

Nama PesertaPresentasi

No

1
2
3
4
5
6
7

dr. Julia Mutiarani


dr. Adinda Meidisa
dr. Dewi Iswandari
dr. Rossy Apriani
dr. M. Reza Prabowo
dr. Adithama Alam
dr Risya Mawadah

1
2
3
4
5
6
7

TandaTangan

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.

Pendamping,

Presenter,

dr. Nia Muniarti

dr. Agustina Lestari

LAPORAN KASUS

No. ID Peserta:
Nama Peserta : dr. Agustina Lestari
No. ID Wahana :
Nama Wahana : RSUD Malingping
Topik
: Hernia Inguinalis
Tanggal Kasus : 6 September 2016
Nama Pasien : Tn J, 37th
No. RekamMedis : 073406
Tanggal Presentasi : Oktober 2016
Nama Pendamping : dr Nia Muniarti
Tempat Presentasi : RSUD Malingping
ObyekPresentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi : Tn. J benjolan di lipat paha kiri
Tujuan : Penegakkan diagnosis dan tatalaksana.definitif
BahanBahasan :
TinjauanPustaka
Riset
Kasus
Audit
Presentasi dan Diskusi
Cara Membahas :
Diskusi
Email
Pos

DATA PASIEN
Nama : Tn J, 37 th
Nama RS : RSUD Malingping
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
1. Diagnosis / gambaran klinis :

No. RM : 073406
Telpon : 0858884760755

Terdaftar Sejak :

Benjolan pada lipat paha kiri semenjak 2-3 tahun SMRS. Benjolan hilang timbul,
terutama saat mengejan atau batuk. Benjolan tidak terasa nyeri. Mual (-) muntah (-)
demam (-). BAB dan BAK tidak ada kelainan. Intake makanan dan minuman tidak
ada kelainan.

2. Riwayat pengobatan

: Pasien berobat ke Poli Bedah RSUD Malingping pada 23 Agustus

2016
3. Riwayat penyakit : HT (-) DM (-) Asma (-)
4. Riwayat keluarga : (-)
5. Riwayat pekerjaan

(-)

6. Lain-lain (-)
Hasil Pembelajaran :
1. Diagnosis Hernia Inguinalis
2. Penatalaksanaan Definitif dan Rawat Inap Hernia Inguinalis
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio :
Subyektif :

Keluhan Utama:

Benjolan sejak 2-3 th SMRS

Benjolan hilang timbul, terutama saat mengejan atau batuk.

Benjolan tidak terasa nyeri.

Intake makanan dan minuman tidak ada kelainan.

BAB & BAK tidak ada kelainan

Riwayat pengobatan

: Pasien berobat ke Poli Bedah RSUD Malingping pada 23

Agustus 2016

Riwayat penyakit : HT (-) DM (-) Asma (-)

Obyektif :
o Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
o Kesadaran

: Compos Mentis

o BeratBadan

: 56kg

o Tanda Vital

Frekuensi nafas : 22 x/ menit


Nadi : 76x/ menit, kuat angkat, reguler
Suhu : 36.8oC
o Pemeriksaan Generalis
Kulit

: tidak ada kelainan

Kepala

: Simetris
- Mata

: konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-

- Pupil

: bulat isokor diameter 2mm

- Hidung : nafas cuping hidung (-), pendarahan (-), sekret (-)


- Telinga : sekret (-) NT tragus (-)
- Tenggorok
- Bibir
Leher

: faring hiperemis (-), T1-T1 tenang

: mukosa basah, pendarahan gingiva (-)

: Tidak tampak pembesaran KGB

Thoraks : Bentuk dan gerak simetris


Paru:
Inspeksi

Retraksi (-)

Palpasi

Stem fremitus kiri sama dengan kanan

Perkusi

Sonor di kedua lapang paru

Auskultasi

Vesikuler +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/-

Jantung :
Inspeksi

Iktus cordis tidak terlihat

Palpasi

Ictus cordis teraba di linea midclavicula sinistra V

Perkusi

Batas jantung normal

Auskultasi

Bunyi jantung 1 dan 2 normal, Murmur (-), Gallop

(-)
Abdomen :
Inspeksi

Tampak datar, bekas operasi (-), massa (-)

Palpasi

Supel, NT (-),hepar dan lien tidak teraba membesar

Perkusi

Timpani

Auskultasi

Bising usus normal

Extremitas (lengan & tungkai) :


Kekuatan :

Edema :

+5

+5

+5

+5

AkralHangat:

Sianosis :

Capillary Refill Time < 2


Et Regio inguinalis sinistra :
Benjolan uk 5x3 cm, warna sama dengan kulit, hiperemis (-), reponible, BU (+), NT (-)
Pemeriksaan Penunjang :
Hematologi : Tanggal 23-08 -2016
Hematologi
Hemoglobin
Hematokrit

14,5g/dl
41,6%

Leukosit
Trombosit
Hitung Jenis Leukosit
Masa pendarahan
Masa Pembekuan
HbsAg
Gula Darah Sewaktu

4800/ul
254.000 /ul
02 30
11 00
Negatif
126 mg/dl

Rontgen Thoraks:. Kesan normal.


EKG : dalam batas normal

Assessment (penalaran klinis):


Diagnosa

hernia dapat ditegakkan dari

anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan

penunjang. Pada anamnesis, pasien sebagian besar mengeluh ada tonjolan di lipat paha, pada
beberapa orang adanya nyeri dan membengkak pada saat mengangkat atau ketegangan. Seringnya
hernia ditemukan pada saat pemeriksaan fisik misalnya pemeriksaan kesehatan sebelum masuk
kerja. Beberapa pasien mengeluh adanya sensasi nyeri yang menyebar biasanya pada hernia
ingunalis lateralis, perasaan nyeri yang menyebar hingga ke scrotum. Dengan bertambah besarnya
hernia maka diikuti rasa yang tidak nyaman dan rasa nyeri, sehingga pasien berbaring untuk
menguranginya
Pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan hernia pasien harus diperiksa dalam keadaan berdiri
dan berbaring dan juga diminta untuk batuk pada hernia yang kecil yang masih sulit untuk dilihat.
Kita dapat mengetahui besarnya cincin eksternal dengan cara memasukan jari ke annulus jika
cincinnya kecil jari tidak dapat masuk ke kanalis inguinalis dan akan sangat sulit untuk
menentukan pulsasi hernia yang sebenarnya pada saat batuk. Lain halnya pada cincin yang lebar
hernia dapat dengan jelas terlihat dan jaringan tissue dapat dirasakan pada tonjolan di kanalis
ingunalis pada saat batuk dan hernia dapat didiagnosa.
Perbedaan hernia inguinalis lateral dan medial pemeriksaan fisik sangat sulit dlakukan dan
ini tidak terlalu penting mengingat hernia inguinalis harus dioperasi tanpa melihat jenisnya. Hernia
ingunalis pada masing-masing jenis pada umumnya memberikan gambaran yang sama .hernia
yang turun hingga ke skrotum hampir sering merupakan hernia ingunalis lateralis.Pada inspeksi,
saat pasien berdiri dan tegang, pada hernia direct kebanyakan akan terlihat simetris, dengan
tonjolan yang sirkuler di cicin eksterna. Tonjolan akan menghilang pada saat pasien berbaring.
Pada palpasi, dinding posterior kanalis ingunalis akan terasa dan adanya tahanan pada
hernia inguanalis lateralis. Sedangkan pada hernia direct tidak akan terasa dan tidak adanya
tahanan pada dinding posterior kanalis ingunalis. Jika pasien diminta untuk batuk pada
pemeriksaan jari dimasukan ke annulus dan tonjolan terasa pada sisi jari maka itu hernia direct.
Jika terasa pada ujung jari maka itu hernia ingunalis lateralis. Penekanan melalui cincin interna
ketika pasien mengedan juga dapat membedakan hernia direct dan hernia inguinalis lateralis. Pada
hernia direct benjolan akan terasa pada bagian depan melewati Trigonum Hesselbachs dan
kebalikannya pada hernia ingunalis lateralis. Jika hernianya besar maka perbedaan dan hubungan
secara anatomi antara cincin dan kanalis inguinalis sulit dibedakan. Pada kebanyakan pasien, jenis

hernia inguinal tidak dapat ditegakkan secara akurat sebelum dilakukan operasi
Terdapat beberapa jenis hernia inguinalis.
Klasifikasi Hernia Inguinalis
1. Hernia Inguinalis Lateralis/Indirek/Oblique
2. Hernia Inguinalis Medialis/Direk

Tabel. Perbedaan HIL dan HIM.


Tipe

Deskripsi

Hubungan dengan Dibungkus oleh Onset


vasa
inferior

Hernia

Penojolan melewati cincin Lateral

ingunalis

inguinal

lateralis

merupakan

dan

epigastrica fascia
spermatica
interna
Ya

biasanya

Congenital
Dan bisa pada waktu

kegagalan

dewasa.

penutupan cincin ingunalis


interna pada waktu embrio
Hernia

setelah penurunan testis


Keluarnya
langsung Medial

ingunalis

menembus

medialis

abdomen

fascia

dinding

Tidak

Dewasa

Terdapat berbagai klasifikasi hernia inguinalis lain seperti ; Casten, Halverson dan McVay, Ponka,
dan Gilbert
Komplikasi
Hernia inkarserasi :

Hernia yang membesar mengakibatkan nyeri dan tegang

Tidak dapat direposisi

Adanya mual ,muntah dan gejala obstruksi usus.

Hernia strangulasi :

Gejala yang sama disertai adanya infeksi sistemik

Adanya gangguan sistemik pada usus

Pemeriksaan penunjang meliputi

Pemeriksaan Penunjang
1.Laboratorium
Untuk mendukung ke arah adanya strangulasi, sebagai berikut:

Leukocytosis dengan shift to the left yang menandakan strangulasi.

Elektrolit, BUN, kadar kreatinine yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi
dehidrasi.

Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus genitourinarius yang
menyebabkan nyeri lipat paha.

2. Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan radiologis tidak diperlukan pada pemeriksaan rutin hernia.Ultrasonografi dapat
digunakan untuk membedakan adanya massa pada lipat paha atau dinding abdomen dan juga
membedakan penyebab pembengkakan testis.

Patofisiologi

Penatalaksanaan Hernia
1. Penatalaksnaan awal di IGD

Mengurangi hernia.

Memberikan sedasi yang adekuat dan analgetik untuk mencegah nyeri. Pasien harus istirahat agar
tekanan intraabdominal tidak meningkat.

Menurunkan tegangan otot abdomen.

Pasien pada posisi Trendelenburg dengan sudut sekitar 15-20 terhadap hernia inguinalis.

Posisikan dua jari di ujung cincin hernia untuk mencegah penonjolan yang berlanjutselam proses
reduksi penonjolan

Konsul bedah jika usaha reduksi tidak berhasil dalam 2 kali percobaanm

2. Indikasi Konsul bedah jika :

Reduksi hernia yang tidak berhasil

Adanya tanda strangulasi dan keadaan umum pasien yang memburuk

Hernia ingunalis harus dioperasi meskipun ada sedikit beberapa kontraindikasi . penanganan ini
teruntuk semua pasien tanpa pandang umur inkarserasi dan strangulasi hal yang ditakutkan
dibandingkan dengan resiko operasinya.

Operasi hernia dapat ditunda jika massa hernia dapat dimanipulasi dan tidak ada gejala strangulasi.

Gejala klinik peritonitis, kantung hernia berisi cairan darah yang berwarna gelap.

3. Indikasi operasi :

Hernia inguinalis lateralis pada anak-anak harus diperbaiki secara operatif tanpa
penundaan, karena adanya risiko komplikasi yang besar terutama inkarserata, strangulasi,
yang termasuk gangren alat-alat pencernaan (usus), testis, dan adanya peningkatan risiko
infeksi dan rekurensi yang mengikuti tindakan operatif.

pada pria dewasa, dilakukan operasi elektif atau cito terutama pada keadaan inkarserata dan
strangulasi. Pada pria tua, ada beberapa pendapat (Robaeck-Madsen, Gavrilenko) bahwa
lebih baik melakukan elektif surgery karena angka mortalitas, dan morbiditas lebih rendah

jika dilakukan operasi cito.


Diagnosis kerja : Hernia Inguinalis Medialis Sinistra
Penatalaksanaan :
-

Pemeriksaan Laboratorium Pre Operasi (Darah Lengkap, GDS, Bleeding Time, Clotting
Time, HbsAg)

EKG

Rontgen Thoraks PA

Konsul Penyakit Dalam dan Anestesi

Operasi Elektif

Follow up, tanggal 07-09-2016. Hari Rawatan 1


S/ Benjolan di lipat paha kiri (+) nyeri (-) demam (-) mual muntah (-)
O/ KU: sedang, kesadaran : CM, TD 104/78, RR : 23x/menit, nadi : 70 x/menit, S: 36,5C
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Pulmo : retraksi dada (-),vesikuler +/+, rh -/-, wh -/Cor : dalam batas normal
Abdomen : Supel, BU (+), NT (-), Heparlien tidak teraba
Ekstremitas : akral hangat, CRT<2
Lokalis a/r inguinalis sinistra : Benjolan uk 5x3 cm, warna sama dengan kulit, hiperemis (-),

reponible, BU (+), NT (-)

A/ Hernia Inguinalis Sinistra


P/ -

IVFD Ringer Laktat 20 tpm makro

Inj. Cefotaxime 1gr / 8 jam + pro skin test

Puasa 6 jam preoperasi

DC Urin

Sterilisasi daerah operasi + cukur rambut genitalia

Follow up, tanggal 08-09-2016. Hari Rawatan 2


S/ Keluhan (-) flatus (+) BAB (-) BAK tidak ada kelainan, Intake (+)
O/ KU: sedang, kesadaran : CM, TD 112/61, RR : 24x/menit, nadi : 60 x/menit, S: 36,1C
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Pulmo : retraksi dada (-),vesikuler +/+, rh -/-, wh -/Cor : dalam batas normal
Abdomen : Supel, BU (+), NT (-), Heparlien tidak teraba
Ekstremitas : akral hangat, CRT<2
Lokalis a/r inguinalis sinistra : Luka operasi tertutup perban, rembes darah/pus (-)
A/ Post Herniorraphy H-1 ec Hernia Inguinalis Sinistra
P/ -

IVFD Ringer Laktat 20 tpm makro

Inj. Cefotaxime 1gr / 8 jam + pro skin test

Inj Ketorolac 1 amp / 12 jam

Boleh makan dan minum

GV mulai besok

Follow up, tanggal 09-09-2016. Hari Rawatan 3


S/ Keluhan (-) flatus (+) BAB (-) BAK tidak ada kelainan, Intake (+)
O/ KU: sedang, kesadaran : CM, TD 126/76, RR : 22x/menit, nadi : 76 x/menit, S: 36,4C
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Pulmo : retraksi dada (-),vesikuler +/+, rh -/-, wh -/-

Cor : dalam batas normal


Abdomen : Supel, BU (+), NT (-), Heparlien tidak teraba
Ekstremitas : akral hangat, CRT<2
Lokalis a/r inguinalis sinistra : Luka operasi tertutup perban, rembes darah/pus (-)
A/ Post Herniorraphy H-2 ec Hernia Inguinalis Sinistra
P/ -

BLPL

GV

Edukasi perawatan luka

Kontol Rabu 14/9/2016

R/ Cefadroxil 2x500mg
Paracetamol 3x500mg
Omeprazole 2x40 mg

Daftar Pustaka
1. Townsend, Courtney M. 2004. Hernias. Sabiston Textbook of Surgery. 17th Edition.
Philadelphia. Elsevier Saunders. 1199-1217.
2. Brunicardi, F Charles. 2005. Inguinal Hernias. Schwartzs Principles of Surgery. Eighth
edition. New York. Mc Graw-Hill. 1353-1394.
3. Inguinal Hernia: Anatomy and Management Accesed on 1st January 2011 Available at
http://www.medscape.com/viewarticle/420354_4
4. Manthey,

David.

Hernias

.2007.

on

1st

January

2011

Available

at

http://www.emedicine.com/emerg/topic251.htm
5. Norton,Jeffrey A. 2001. Hernias And Abdominal Wall Defects. Surgery Basic Science and
Clinical Evidence. New York. Springer. 787-803.
6. Rasjad C. Hernia. Dalam : Sjamsuhidajat R, Jong WD, editor. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi
ke-2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG; 2004; hal. 523-38
7. Bland, Kirby I. 2002. Inguinal Hernias. The Practice of General Surgery. New York. WB
Saunders Company. 795-801
8. Cook, John. 2000. Hernia. General Surgery at the Distric Hospital. Switzerland. WHO.
151-156.