Anda di halaman 1dari 4

ENTERIC (TYPHOID) FEVER

Definisi
Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang ditandai antara lain dengan demam
dan nyeri abdomen yang disebabkan oleh penyebaran Salmonella serotype Typhi,
Salmonella serotype Paratyphi A, Salmonella serotype Paratyphi B (Schootmuelleri),
Salmonella serotype Paratyphi C (Hirschfeldii
Epidemiologi
Insidensi, transmisi demam tifoid berbeda di negara maju dan berkembang.
Diperkirakan di seluruh dunia sedikitnya terdapat 16 juta kasus baru tiap tahunnya
dengan 600.000 kematian. Salmonella enterica serotype Typhi dan Salmonella
Paratyphi A, B dan C hanya endemik di negara-negara dengan tingkat ekonomi
rendah. Negara-negara tersebut memiliki sanitasi yang buruk dan kekurangan air layak
minum, sehingga mempermudah kasus ini maupun kariernya untuk menyebarluaskan
organisme ini ke mana-mana. Daerah endemik terdapat terutama di India, Amerika
Tengah, Amerika Selatan, dan Asia.
Di Indonesia demam tifoid dapat ditemukan sepanjang tahun. Angka kejadian
penyakit tifoid di Indonesia rata-rata 900.000 kasus/tahun dengan angka kematian lebih
dari 20.000 dan 91% kasus terjadi pada usia 3-19 tahun. Insidensi pada pasien yang
berumur 12 tahun ke atas adalah, 70-80% pasien berumur antara
12 dan 30 tahun, 10-20% antara 30-40 tahun dan hanya 5-10% di atas 40 tahun. Tidak ada
perbedaan yang nyata antara insidensi demam tifoid pada wanita dan pria.
Transmisi
Melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan feses atau urin dari pasien atau
carrier.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena demam tifoid :

14

Lingkungan yang tidak bersih


Kebiasaan yang tidak bersih ( tidak mencuci tangan setelah buang air atau
sebelum makan, dan makan sembarangan)
Kontak dekat dengan orang yang sakit demam tifoid

Diagnosis
Awalnya leukositosis ringan, tapi seiring berkembangnya penyakit menjadi
leucopenia dan neutropania. Pada kasus uncomplicated terjadi low grade anemia,
trombositopenia ringan, peningkatan serum transaminase sedang dan proteinuria ringan.
Diagnosis definitif :
1. Isolasi organisme dari darah atau bone marrow atau stool atau urine
- kultur darah biasanya positif sekitar 40-60 % kasus dan biasanya diawal penyakit
- tingkat keberhasilan kultur bone marrow sekitar 90 %
2. serology (widal test)
- untuk mengukur antibodi flagelar (H) dan somatic (O) dari penyebab organisme
- infeksi akut : antibodi O pertama kali muncul, kemudian meningkat progresif lalu turun
dan hilang dalam beberapa bulan
- tes widal memiliki keterbatasan yaitu antibodi bisa dibangkitkan akibat imunisasi
tiphoid fever sebelumnya dan infeksi salmonela sebelumnya.
3. deteksi antibodi IgM
- contohnya typhidot dan tubex
-lebih menguntungkan daripada tes widal

Diagnosis Banding
Infeksi yang berkaitan dengan demam yang lama :

Campak
Malaria
Gastroenteritis
Riketsiosis
Tularemia
15

- leptosirosis
- Tb Milier
- Hepatitis virus

Prognosis
Pemberian antibiotik lebih awal dapat mengubah angka kematian mendekati 20 %.
Tingkat kematian yang tinggi dilaporkan dibeberapa negara endemik terkait dengan
diagnosis yang terlambat atau pengobatan tidak tepat

16

17