Anda di halaman 1dari 8

FILSAFAT YUNANI MASA RELIGI

PHILON ALEXANDREIA
Oleh: Muh. Asbi

A. Pendahuluan
Tujuan dari makalah ini adalah menyediakan pembahasan tentang seorang
tokoh filusuf mulai dari biografinya, pemikirannya hingga kaya-karyanya. Ia
adalah salah satu seorang tokoh filsuf Yunani yang sangat kaya dimasa itu namun,
hanya sedikit yang diketahui tentang tokoh ini. Ia adalah seorang Yahudi yang
berusaha mendamaikan agama Yahudi dengan dengan filsafat Yunani, khususnya
filsafat Plato. Salah satu pemikiran Philo yang paling menonjol dan dapat dikaji
dalam kaitannya dengan studi Perjaanjian Baru adalah mengenai Logos (Pikiran,
Sabda Allah). Kata Logos sangat penting bagi Philo, karena ia menggunakan kata
ini lebih dari 1400 kali dalam berbagai tulisan-tulisannya. Dengan pemikiranpemikirannya ia menghasilkan beberapa karya-karyanya diantaranya tiga karya
besarnya yang masih tersisa, tapi tak satupun yang utuh atau dalam urutan yang
teratur, dan beberapa bagiannya sudah sering diterbitkan sebagai tulisan tersendiri:
The Allegory of the Laws (tafsiran tentang Kejadian); Questions and Answers on
Genesis and Exodus (karya yang lebih pendek, sejenis dengan yang pertama); dan
The Exposition of the Laws (uraian tentang sejarah dalam Pentateukh). Dengan
memakai tafsiran alegori dapat ia simpulkan ajaran susila dan mistik dari semua
bagian kitab-kitab ini.
Dari sinilah kita akan membahas tentang sejarahnya Philo lebih mendalam
dalam makalah ini yang akan memuat tentang bagaimana biografinya, apa saja
pemikirannya dan apa hasil dari karya pemikirannya tersebut.

B. Biografi Philo
Philo adalah seorang ahli berasal dari keluarga Yahudi yang kaya dan
berpengaruh pada abad 1 Masehi. Ia adalah teman sejaman Paulus. Ia adalah yang
mendamaikan agama yahudi dengan filsafat yunani.1 Yang paling penting ia
adalah seorang penyelidik Alkitab pada zaman kuno. Aleksander, adiknya, adalah
salah seorang terkaya pada zamannya, dan kemenakannya, Tiberius Aleksander,
pernah menjadi Prokurator Yudea dan Mesir (prokurator, wakil penguasa Roma di
Propinsi; prefektus, titel dari berbagai petugas atau penguasa sipil atau militer)
sesudah murtad dari kepercayaan atau agama Yahudi. Hanya sedikit yang
diketahui tentang kehidupan Philo. Tanggal lahirnya maupun meninggalnya tidak
diketahui. Satu-satunya tanggal yang pasti pada masa hidupnya adalah
keanggotaannya dalam kedutaan pada masa Gayus (Kaligula) tahun 39 sM. Dari
sini ternyata dia sudah amat tua pada waktu I tu, kira-kira ia mencapai umur 70
tahun2 dan berdasarkan dugaan waktunya tahun 20 sM sampai tahun 45 M. 3
Waktu kecilnya ia mendapat pendidikan agama dan setelah besar menjadi pendeta
Yahudi. Dari tulisan-tulisannya dapat disimpulkan bahwa sebagai pemimpin
masyarakat Yahudi, kebanyakan dari usianya digunakannya untuk kewajiban
pelayanan umum. Tapi bakat bawaannya adalah hidup berpikir mengejar filsafat,
dan menurut pernyataannya, untuk itulah digunakannya masa mudanya.
1 Sutarjo Wiramihardja, Pengantar Filsafat Edisi Revisi (Bandung: Reflika Aditama, 2009), hal.
63.

2 Muhammad Hatta, Alam Pikiran Yunani (Jakarta: UI Press, 1986), hlm. 163.
3 Rowe dan Schofield, Sejarah Pemikiran Pilotik Yunani dan Romawi (Jakarta: Rajawali Press,
2001), hlm. 663.

C. Pemikiran-Pemikiran Philo
Sumbangan Philo yang terbesar menurut para peneliti paling baru, ialah
bahwa ia memakai filsafat dalam cara ini untuk memberi suatu dasar pikiran
pertahanan bagi agama; sebenarnya dialah 'ahli teologi pertama', dan filsafat
adalah penting baginya pertama-tama sebagai pembantu bagi teologi. Motivasi
usahanya ini tidak dapat dilihat hanya dalam kegiatannya memberitakan agama
Yahudi, yang umum terdapat pada orang Yahudi pada masa itu, tapi dalam
pengalaman mistiknya tentang kenyataan tuhannya tentang itu ditulisnya secara
menggugah hati dalam beberapa karyanya (umpamanya Special Laws).
Yang menjadi pusat dalam pengertiannya, baik tentang alam semesta
maupun tentang pengalaman agama ialah pikiran tentang Logos (kata, firman,
kalam), suatu istilah yang berasal dari golongan Stoiki. Salah satu pemikiran Philo
yang paling menonjol dan dapat dikaji dalam kaitannya dengan studi Perjaanjian
Baru adalah mengenai Logos itu (Pikiran, Sabda Allah). Kata Logos sangat
penting bagi Philo, karena ia menggunakan kata ini lebih dari 1400 kali dalam
berbagai tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisan para Rabbi pra-Krieten juga tidak
luput dari pemikiran Hellenik yang mengelilingi, minimal ada tarik menarik
antara 2 aliran pemikiran yang cukup menonjol sebelum dan pada awal-awal
tarikh Masehi. Perlu dicatat pula, jauh sebelum zaman Philo, Perjanjian Lama
sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh komunitas Yahudi di
Alexandria, kira-kira abad III SM. Dan perlu dicatat pula, bahwa kata Davar
(Firman) TUHAN) juga diterjemaahkan menjadi Logos dalam naskah yang lazim
dikenal sebagai Septuaginta ini. Selain itu ia juga berargumen tentang asal usul

dan konstitusi dunia dengan mangungkap kekuasaan ilahiah tertinggi adalah


kekuasaaan yang diasosiasikan dengan ciptaan dan kekuasaan raja (basilike), dan
karena itu dihubungkan dengan gelar Tuan (lord), karena berdasarkan kapasitas
untuk menjalankan kekuasaan tersebut tuhan mengatur semua yang maujud
dengan adil. Dia mampu mengatur dunia dengan adil sendirian saja karena dia
adalah penciptanya. Dia menciptakan ketertiban dan kekacauan. 4 Oleh karena itu,
tuhan begitu tinggi kedudukannya perlulah ada makhluk perantara yang
menghubungkan tuhan dengan alam. Yang terutama makhluk yang terdekat
dengan tuhan yang meliputi semua selain tuhan ialah Logos. Logos adalah sumber
dari cita-cita yang sebagai dari pikiran tuhan mengisi alam yang tidak bertubuh.
yang meliputi dan merupakan prinsip tindakan moral. Tetapi logos juga beredar
dalam dunia yang nyata sebagai penjelmaan dari akal tuhan..
Ia bermula mempelajari filosofi dari ajaran Yunani, terutama dari buah
tangan Plato. Pada umur 28 tahun terasa olehnya, bahwa ia mempunyai
pembawaan untuk mejadi seorang filosof. Pikiran Philo gagasan ini digabungkan
dengan pikiran Plato tentang dunia yang bersifat sempurna dan menandai cara
bagaimana Allah yg di luar alam itu menciptakan dan memelihara dunia ini, dan
juga menyatakan diriNya kepada ciptaan-Nya. Musa dilukiskan sebagai contoh
dari Logos, yang membimbing manusia kepada pengetahuan tentang Allah;
Bapak-bapak leluhur sebagai teladan dari orang-orang yg membebaskan dirinya
dari belenggu harta benda duniawi dan yg sudah dipersatukan dengan hikmat
ilahi.

4 Ibid. hlm. 664

Pembuat hukum menurut Philo adalah hukum yang hidup selama ia


melaksanakan fungsi utama dari hukum yaitu: memerintahkan apa yang benar dan
melarang apa yang salah. Musa adalah hukum yang hidup dan rasional jauh
sebeluk ia menjadi legislator. Menurut Philo ia adalah pembuat hukum terbaik
sepanjang sejarah, hukum tertulisnya adalah salinan yang ditanamkan dari model
yang ditanamkan didalam jiwa yaitu logos ilahi yang tercetak dijiwanya, yang
merupakan penciptaan model dari manusia.
Dalam pemikiran Philo, hanya melalui LogosIah Allah dapat memasuki
"dunia fenomenaI" yang berada dalam jangkauan persepsi manusia. 5 Gagasan ini
jelas-jelas dilatarbelakangi oleh pemikiran Plato, bahwa Allah (theos) berada
dalam "dunia ide" yang tunggal dan tetap, tidak mungkin menyebtuh "dunia
manusia" yang majemuk daan berubah-ubah. Itulah sebabnya diperlukan Logos
untuk menjembatani antara keduanya. Meskipun demikian, bagaimanapun juga
Philo adalah seorang Yahudi, yang sekuat tenaga ingin memahami Logos dala
miman Yahudinya, meskipun untuk usahanya itu ia tidak selalu berhasil.

D. Karya-Karya Philo
Dia menulis sekitar lima puluh tujuh buku yang di antaranya adalah The
Age of Pilatus. Dalam buku ini, jika dia ingin memasukkan sesuatu tentang Yesus,
maka kita akan menemukan banyak hal, namun dia tidak menyebut Yesus sama
sekali.6 Edisi karya-karya Philo yangg paling baik ialah keenam jilid oleh L Cohn

5 K. Bertens. Sejarah Filsafat Yunani. Edisi Revisi (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1999)
6 Lihat http://www.akhirzaman.info/nashrani/49-cat-kristen/1375-kristen-dan-sejarahlama.html (online), diakses tanggal 5 Desember 2016.

dan P Wendland, diterbitkan thn 1896-1914, dengan jilid ke-7 tentang Indeks
(1926-1930) oleh H Leisegang. Beberapa karyanya yang hanya ada dalam bahasa
Armenia, disusun oleh Mechitarist J.B Aucherian thn 1822 dan 1826; naskahnya
berasal dari abad 5. Ada juga naskah Latin Kuno dari Philo, yang mempunyai
suatu nilai dalam memperbaiki naskahnya. Terjemahan paling akhir dari semua
karya Philo yang ada, baik Yunani maupun Armenia, ialah terjemahan yang ada di
Loeb Classical Library, oleh EH Colson, G. H Whittaker dan R Marcus (10 jilid,
ditambah 2 jilid pelengkap, 1929-1962). Karya perdananya adalah mengenai
pokok-pokok filsafat, hanya di situ tidak banyak nampak keaslian pikirannya,
namun menyajikan sumber bahan yg berharga untuk penelitian filsafat Yunani yg
kurang dikenal.
Ada tiga karya7 besarnya yang masih tersisa, tapi tak satupun yang utuh atau
dalam urutan yang teratur, dan beberapa bagiannya sudah sering diterbitkan
sebagai tulisan tersendiri: The Allegory of the Laws (tafsiran tentang Kejadian);
Questions and Answers on Genesis and Exodus (karya yang lebih pendek, sejenis
dengan yang pertama); dan The Exposition of the Laws (uraian tentang sejarah
dalam Pentateukh). Dengan memakai tafsiran alegori dapat ia simpulkan ajaran
susila dan mistik dari semua bagian kitab-kitab ini.

E. Kesimpulan
Philo adalah seorang filsuf terampil, lahir di masa rezim Herodit I, dan
memahami dengan baik informasi tentang bangsa Yahudi. . Hanya sedikit yang
7 Lihat http://www.sarapanpagi.org/logos-studi-kata-dari-perjanjian-baru-yunanivt169.html (online), diakses tanggal 5 Desember 2016.

diketahui tentang kehidupan Philo. Tanggal lahirnya maupun meninggalnya tidak


diketahui. Satu-satunya tanggal yang pasti pada masa hidupnya adalah
keanggotaannya dalam kedutaan pada masa Gayus (Kaligula) tahun 39 sM. Dari
sini ternyata dia sudah amat tua pada waktu I tu, kira-kira ia mencapai umur 70
tahun dan berdasarkan dugaan waktunya tahun 20 sM sampai tahun 45 M.
Waktu kecilnya ia mendapat pendidikan agama dan setelah besar menjadi pendeta
Yahudi Dia menulis sekitar lima puluh tujuh buku yang di antaranya adalah The
Age of Pilatus. Dalam buku ini, jika dia ingin memasukkan sesuatu tentang Yesus,
maka kita akan menemukan banyak hal, namun dia tidak menyebut Yesus sama
sekali. Ia berasal dari kalangan elit berpendidikan dan paling dihormati di antara
orang-orang seusianya. Ia dikenal subyektif dan jujur, dan ia tidak pernah
mengabaikan suatu kejadian, besar atau kecil, penting atau tidak penting,
berkaitan dengan apa yang ditulisnya. Dan itulah metodenya ketika ia menulis
tentang berbagai agama yang ada pada waktu itu.
Ia adalah murid Plato, yang mengeluarkan teori Logos atau yang secara
theologis dikenal sebagai The Word'. Jadi, nanyak tentang ditulis hal ini dan juga
teori

tentang

hubungan

Allah

dengan

dunia

dengan

semua

ketidak-

sempurnaannya. Dan Pembuat hukum menurut Philo adalah hukum yang hidup
selama ia melaksanakan fungsi utama dari hukum yaitu: memerintahkan apa yang
benar dan melarang apa yang salah.
Lampiran:

Questions and
Answers on
Genesis and
Exodus
Salah satu karya
Philo yang di
terjemahkan
oleh: Ralfh
Marcus

PHILON ALEXANDREIA

Buku-buku Referensi Makalah

DAFTAR PUSTAKA
Bertens. K. Sejarah Filsafat Yunani. Edisi Revisi . Yogyakarta: Penerbit Kanisius,
1999.
Rowe dan Schofield, Sejarah Pemikiran Pilotik Yunani dan Romawi. Jakarta:
Rajawali Press, 2001.
Wiramihardja, Sutarjo. Pengantar Filsafat. Edisi Revisi. Bandung: Reflika
Aditama, 2009.
http://www.akhirzaman.info/nashrani/49-cat-kristen/1375-kristen-dan-sejarahlama.html (online), diakses tanggal 5 Desember 2016.
http://www.sarapanpagi.org/logos-studi-kata-dari-perjanjian-baru-yunanivt169.html (online), diakses tanggal 5 Desember 2016.