Anda di halaman 1dari 1

Sumber gambar: beybong.

com

Contoh (2):
Jika saya setelah lulus SMA dan beruntung masuk ke perguruan tinggi,
maka saya mungkin menghitung biaya kuliah (seperti biaya semesteran,
kos, buku pelajaran, praktikum, penelitian, dan lainnya) selama satu
semester sebesar Rp 9.000.000,00.
Apakah hal ini berarti bahwa jumlah Rp9.000.000,00 itulah yang
merupakan biaya peluang untuk kuliah di perguruan tinggi???
Jawabannya adalah TIDAK, uang Rp9.000.000,00 adalah BIAYA bukan
BIAYA KESEMPATAN.
Lalu biaya peluangnya yang mana??
Jika setelah lulus SMA saya tidak kuliah, tetapi bekerja di sebuah
perusahaan dan selama 6 bulan (1 semester) saya mendapatkan gaji
sebesar Rp10.000.000,00. Dengan kata lain, karena saya kuliah berarti
saya
kehilangan
peluang/kesempatan
untuk
mendapatkan
gaji
Rp10.000.000,00 tiap semester.
Biaya peluang dihitung dari kesempatan yang hilang, dalam kasus ini
adalah gaji sebesar Rp10.000.000,00 selama satu semester.
Referensi:
Mankiw, N. Gregory. 2012. Principles of Microeconomics: 6th Edition. (EBook). South-Western Cengage Learning.