Anda di halaman 1dari 6

Sistem Saluran Pengecoran

Sistem saluran tuang pengecoran merupakan tempat mengalirnya logam cair kedalam
rongga cetakan. Adapun tujuan dari pembuatan sistem saluran tuang adalah sebagai berikut:
1. Agar slag-slag (kotoran) yang berada dalam logam cair tidak ikut masuk ke dalam
rongga cetakan.
2. Supaya kecepatan aliran logam dapat diatur sehingga rongga cetakan terisi secara
sempurna.

Di dalam perancangan suatu sistem saluran tuang (Sst) kita harus memperhatikan
perbandingan antara saluran masuk (Sm), saluran pengalir (Sp) dan saluran turun (St).
Perbandingan antara Sm : Sp : St dapat dilihat pada Tabel berikut :
Bahan Cor Sm : Sp : St
Bentuk Coran Besar 1 : 1,5 : 2
Bentuk Coran Sedang 1 : 1,2 : 1,4
Bentuk Coran Segala Bentuk 1 : 1,1 : 1,2
1.

Bahan Cor Sm : Sp : St
Bentuk Coran Besar 1 : 1,5 : 2
Bentuk Coran Sedang 1 : 1,2 : 1,4
Bentuk Coran Segala Bentuk 1 : 1,1 : 1,2

Saluran Masuk / Choke (Sm)

Saluran masuk salah satu wadah yang berfungsi untuk mengatur kecepatan terakhir
dan untuk manahan kotoran sebelum logam cair masuk kedalam cetakan. Untuk menghitung
saluran masuk digunakan formula sebagai berikut :

a.

Luas Saluran masuk (Sm)


Formula Tinggi efektif sprue :
2. h .c 2
H=
2. c
Formula luas saluran masuk (Sm):
Sm=

W
. t .C . 2 g . H

Keterangan:
= Luas saluran masuk (mm2)

Sm
W

= Berat coran (Kg)

= Berat jenis bahan coran (Kg/ mm3)

= Waktu tuang (detik)

= 0,88 untuk round tapered spure

= 1 untuk saluran sederhana

= Percepatan gravitasi (mm/detik2)

= Tinggi efektif spure (mm)

b. Volume saluran masuk


Formula yang digunakan untuk menghitung volume saluran masuk (Vsm):

a
0,5 a

1,6 a

VSm=Sm x lSm

Keterangan:
Vsm

= Volume saluran masuk (mm3)

Sm

= Luas saluran masuk (mm2)

lSm

= panjang saluran masuk (mm)

c. Massa Saluran Masuk (Msm)


Formula yang digunakan untuk menghitung saluran masuk (Msm) :
Msm= Vsm x
Keterangan :

Msm

= Massa Saluran Masuk (kg)

Vsm

= Volume Saluran Masuk (mm3)

= Massa jenis logam (kg/m3)

d. Dimensi Saluran Masuk


Bentuk dari penampang saluran masuk yang direncanakan adalah berbentuk
trapesium. Formula yang digunakan :
Sm=

( 1,6 a+ a )
x 0,5 a
2

2. Saluran Pengalir / Runner (Sp)


Saluran pengalir (Sp) adalah saluran yang berfungsi sebagai penerus aliran
logam cair yang berasal dari saluran turun ke saluran masuk sebagai tempat penyaringan
kotoran. Untuk menghitung saluran pengalir digunakan formula :
a. Luas penampang saluran pengalir (SP)
Sp=1,2 x Sm

Keterangan:
Sp = Luas saluran pengalir (mm2)
Sm = Luas saluran masuk (mm2)

b. Volume saluran pengalir (Vsp)

Vsp=Sp x Lsp

Keterangan:
Vsp = Volume saluran pengalir (mm3)
Lsp = panjang saluran pengalir (mm)

c. Massa saluran pengalir (Msp)

Msp=Vsp x

Keterangan:
Msp = Massa saluran pengalir (Kg)
= Berat jenis bahan coran (Kg/mm3)

3. Saluran Turun / Sprue (St)


Saluran turun (St) adala salah satu bagian pada system saluran tuang yang
berfungsi sebagai saluran yang dilalui oleh logam cair yang berasal dari cawan tuang,
sebagai media untuk mengalirkan logam cair menuju ke saluran pengalir. Dimensi
saluran turun adalah silinder yang mana pada bagian bawahnya sedikit mengecil yang
berfungsi untulk mempermudan pemcabutan pola saluran turun:

Formula untuk menghitung saluran turun adalah :


a. Luas penampang atas saluran turun
St=1,4 x Sm
Keterangan:
St = Luas saluran turun (mm2)
Sm = Luas saluran masuk (mm2)
b. Volume saluran turun

Vst =St x h

Keterangan:
Vst = Voume saluran turun (mm3)
h = Tinggi saluran turun
c. Massa saluran turun

Mst=Vst x

Keterangan:
Mst = Massa saluran turun (Kg)

= Berat jenis bahan coran (Kg/mm3)


d. Diameter atas saluran turun
St x 1,96
D a=

Keterangan:
St = Luas Saluran turun (mm2)
e. Diameter bawah saluran turun
Da=

Sm x 1,96

Keterangan:
Sm= Luas saluran masuk (mm2)
4. Cawan Tuang / Pourig Cup (Ct)
Cawan tuang adalah salah satu penampung logam cair yang dituang dari
ladel ntuk selanjutnya di teruskan ke saluran turun. Untuk dimensi dari cawan tuang
berbentuk kerucut terpancung, dimana untuk menghitung diameter atasnya mengunakan
rumus sebagai berikut:
D=d+(2 ( tg300 x H ) )

Keterangan:
D = Diameter atas (mm)
d = Diameter bawah / diameter atas St
(mm)
H = Tinggi cawan tuang (mm)

5. Riser / Penambah

Riser adalah bagian yang terakhir pada saluran pengecoran yang memiliki
fungsi sebagai berikut:
1

Sebagai reservoir logam cair, sehingga pada waktu logam cair dingin menjadi padatan
penyusutan dapat ditangguhkan

Merupakan bagian terakhir dari tuangan yang membeku dan mengarahkan system
pembekuan.

Menyalurkan gas atau udara dari rongga cetakan sehingga cacat tuangan dapat
terhindari.

Sebagai system yang memberitahu bahwa penuangan dan pemasukan logam cair
sesuai yang dikehendaki.
Dalam menentukan diameter atas dan bawah dari riser kita mengunakan
rumus sebagai berikut:
Dr=T + 40
Keterangan:
T= tebal coran (mm)

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa diameter bawah dari riser
adalah = Dr
Tinggi riser adalah 1,5 - 2,0 x Dr