Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya gaya hidup semakin banyak kecendrungan
orang mangalami depresi atau stres. Stres dapat diakibatkan karena
kurangnya kenyamanan dalam bekerja yang dapat disebabkan oleh
banyaknya beban pekerjaan yang diberikan dan/atau kondisi lingkungan
yang tidak mendukung. Telah terbukti bahwa ruang kerja yang tidak
nyaman membuat pekerja cepat lelah dan pekerjaan tidak dapat
diselesaikan secara maksimal.
Pengharum ruangan yang berbahan alami lebih aman jika dibandingkan
dengan pengharum ruangan sintetis. Pengharum ruangan yang memiliki
efek aromaterapi dapat dibuat dari tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang
memiliki efek relaksasi.
Bunga musk (kasturi) merupakan salah satu bunga yang memiliki aroma
yang manis, lembut dan menenangkan. Selain kegunaannya untuk parfum,
aroma dari bunga ini sering digunakan pada pewangi pakaian sehingga
aromanya sudah dikenal masyarakat secara luas.
Pada awalnya aromaterapi hanya dibuat dalam bentuk cairan esensial,
namun seiring perkembangan zaman ada berbagai bentuk aromaterapi
yang diminati masyarakat mulai dari minyak esensial, dupa, lilin, garam,
minyak pijat, dan sabun.
Lilin aromaterapi Pharma Candle merupakan salah satu inovasi dan
kreativitas untuk membuat sediaan lilin yang mempunyai efek aromaterapi
dan relaksasi. Inovasi lilin aromaterapi dengan beragam bentuk dan warna

merupakan hal yang baru, dengan adanya inovasi tersebut maka membuat
lilin aromaterapi menjadi berbeda dan nilai jual lilin aromaterapi menjadi
lebih tinggi. Dari hal di atas maka permasalahan yang dibahas dalam
program ini adalah membuat produk lilin yang mempunyai efek
aromaterapi, serta memiliki daya jual yang tinggi.
B. Tujuan Pemasaran
Tujuan dari pemasaran produk ini adalah :
1. Mengetahui kegunaan dan kelebihan produk lilin aromaterapi Pharma
Candle
2. Mengetahui sasaran penjualan lilin aromaterapi Pharma Candle
3. Mengetahui dan memahami proses pembuatan lilin aromaterapi Pharma
Candle
4. Mengetahui cara pemasaran lilin aromaterapi Pharma Candle
C. Sasaran Pemasaran
1. Gambaran Potensi Pasar
Target pasar yang dibidik untuk mengawali bisnis ini adalah konsumen
individu. Konsumen individu adalah konsumen rumah tangga yang
membeli Pharma Candle secara personal. Pangsa rumah tangga dipilih
karena merupakan pasar yang tepat sebagai pengguna lilin yang memiliki
fungsi aromaterapi tanpa mengurangi fungsi asli dari lilin itu sendiri
(sebagai penerang).
2. Gambaran Strategi Pemasaran
a. Product (Produk)
Produk yang akan ditawarkan yaitu Pharma Candle inovasi lilin
aromaterapi. Dalam satu produksi, kami mampu membuat Pharma
Candle sebanyak 10 lilin. Produk lilin multifungsi ini berbeda dengan
produk lilin aromaterapi lainnya, karena Pharma Candle dilengkapi
dengan efek relaksasi. Selain itu waktu bakar lilin yang lama serta

sumbunya yang tidak berasap membuat Pharma Candle berbeda


dengan produk lilin yang beredar dipasaran.
b. Price (Harga)
Harga yang ditawarkan untuk produk Pharma Candle, berdasarkan
hasil perhitungan analisis biaya yaitu sebesar Rp 10.000/gelas-nya.
Harga tersebut terjangkau di pasaran dan disesuaikan dengan kualitas
produk dan manfaatnya yang ditawarkan.
c. Place (Saluran Distribusi)
Pemasaran Pharma Candle juga dapat dilakukan dengan menawarkan
langsung kepada konsumen, sehingga mempermudah konsumen untuk
membeli produk Pharma Candle secara langsung. Sasaran kerjasama
instansi produk Pharma Candle untuk menatang adalah restoran dan
salon terdekat di daerah Kendal.

BAB II
ANALISA PASAR
A. Analisa Lingkungan Pemasaran
1. Lingkungan internal
Lingkungan internal adalah segala sesuatu di dalam organisasi / perusahaan
yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut. Lingkungan
Internal dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu :
a. Aspek Keuangan (Money)
1) Sumber Pendanaan, dana yang dibutuhkan untuk produksi lilin
aromaterapi sebanyak 10 gelas membutuhkan pengeluaran sebesar Rp.
84.905,- dimana modal tersebut berasal dari iuran anggota kelompok.
2) Keuntungan yang diperoleh dari penjualan lilin aromaterapi ini adalah
sebesar Rp. 10.000,- dengan perencanaan awal keuntungan sebesar
15%.
b. Aspek Sumber Daya Manusia (Man)
1) Sumber daya manusia yang dilibatkan dalam produksi usaha lilin
aromaterapi ini hanya lingkup semua anggota kelompok dengan latar
pendidikan yang sama yaitu mahasiswa jurusan farmasi STIKES
Kendal. Rancangan pembagian kerjanya adalah orang pertama sebagai
ketua, orang kedua sebagai sekretaris, dan orang ketiga sebagai
bendahara serta orang keempat dibidang anggota. Diharapkan dengan
adanya pembagian kerja ini dapat lebih meningkatkan kreativitas maupun
kinerja dalam mendukung berjalannya bisnis produk Pharma Candle baik
dalam perencanaan dan pengembangan produk, analisis pemasaran,
kelayakan usaha dan evaluasi hasil. Produksi

Pharma Candle

dilaksanakan di laboratorium Farmasetika Jurusan Farmasi STIKES


Kendal.

2) Sumber daya bahan penunjang untuk percetakan stiker dan label serta
gelas kemasan melibatkan pihak luar tanpa perjanjian kerja sama,
sehingga sebatas pembelian dan jasa percetakan.
c. Aspek Pemasaran (Market)
Pada usaha lilin aromaterapi ini, produk dijual lilin aromaterapi
dengan ukuran 30 mL dalam kemasan gelas yang dibungkus rapi dengan
pita. Konsumen yang menjadi target produk lilin aromaterapi Pharma
Candle adalah kalangan remaja dan dewasa di wilayah Kendal.
Keunggulan produk lilin aromaterapi dalam strategi pemasaran
terhadap pesaing adalah warna yang berbeda dalam satu kemasan.
Penjualannya juga disertakan gelas pada masing-masing produk, dengan
kemasan yang menarik dapat pula digunakan sebagai souvenir. Bahan
baku yang digunakan untuk produksi lilin aromaterapi Pharma Candle
menggunakan bahan yang memenuhi standar kualitas, ramah lingkungan,
dan keamanan yang terjamin serta diharapkan dapat memberikan efek
aromaterapi dan relaksasi bagi konsumen. Harga jual untuk lilin
aromaterapi Pharma Candle dengan kemasan gelas ukuran 30 mL adalah
Rp. 10.000,00. Promosi dan pendistribusian yang dilakukan secara
langsung ke tempat konsumen atau penjualan dan pemesanan secara
langsung.
d. Peralatan/perlengkapan produksi (Machine)/ Operasional (Material)
1) Proses Produksi
Proses produksi lilin aromaterapi Pharma Candle terdiri dari 8 tahap.
Mulai dari penimbangan bahan, mendidihkan air, sampai dengan
pengemasan kemudian diolah secara bersamaan dan menjadi hasil
akhir yaitu lilin aromaterapi.
2) Bahan Baku dan Bahan Pembantu

Pembuatan lilin aromaterapi Pharma membutuhkan bahan baku


berupa cera alba, asam stearat, essensial oil dan pewarna. Bahan
pembantu lain untuk pembuatan lilin aromaterapi Pharma Candle
yaitu benang sumbu dan gelas kecil.
3) Tenaga Produksi
Tenaga produksi usaha kami dilakukan oleh mahasiswa DIII Farmasi
semester 5 yang terdiri dari 4 orang.
4) Mesin dan Peralatannya
Di dalam proses pembuatan produk lilin aromaterapi, peralatan yang
digunakan dalam proses produksinya belum menggunakan peralatan
atau mesin yang besar dan canggih. Peralatan yang digunakan dalam
usaha kami terdiri dari : panci, beaker glass, tempat lilin, batang
pengaduk, sumbu lilin, label kemasan, plastik kemasan, pita,
timbangan analitik, sendok porselin, sendok penyu, kantong plastic,
cawan porselin, batang pengaduk, pipet tetes dan gelas kemasan.
e. Aspek Manajemen
1) Perencanaan, dalam pembuatan lilin aromaterapi, kami berencana
membuat 10 kemasan dengan volume 30 mL/ gelas.
2) Pengorganisasi, struktur organisasai dari usaha lilin aromaterapi
Pharma Candle terdiri dari : ketua, skretaris, bendahara dan anggota.
2. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal adalah segala sesuatu di luar batas-batas organisasi /
perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi / perusahaan.
Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Lingkungan Mikro, dimana perusahaan dapat melakukan aksi reaksi
terhadap faktor faktor penentu Opportunity (peluang pasar) dan juga
Threat (ancaman dari luar).
Faktor faktor yang mempengaruhi :

1) Pemegang saham, dalam usaha lilin aromaterapi ini pemegang saham


dilakukan oleh semua anggota kelompok yang ikut andil dalam usaha
kami.
2) Pesaing, faktor pesaing untuk usaha kami berasal dari produk lilin
aromaterapi lain yang berasal dari pesaing yang menciptakan produk
yang hampir sama dengan produk ini. Akan tetapi masing-masing
produk memiliki keunggulan tersendiri. Perbedaan produk lilin
aromaterapi kami dengan pihak kompotitor terdapat pada aroma dan
warna, produk kami menggunakan aroma bunga musk (kasturi) yang
memiliki aroma yang manis, lembut dan menenangkan. Selain itu
warna yang kami gunakan bermacam-macam yaitu merah tua, merah
muda, hijau muda, kuning muda dan kuning orange , warna-warna ini
diharapkan mampu menarik konsumen untuk membeli produk kami.
3) Pemasok, bahan bahan baku dalam pembuatan lilin aromaterapi
kami dipasok dari toko bahan kimia Indrasari Semarang dan
laboratorium STIKES Kendal.
4) Konsumen, konsumen yang menjadi target usaha kami adalah
kalangan remaja dan dewasa di wilayah Kendal.
b. Lingkungan Makro, dimana perusahaan hanya dapat merespon
lingkungan di luar perusahaan.
Faktor faktor yang mempengaruhi :
1) Lingkungan ekonomi, salah satu faktor yang mempengaruhi usaha
kami adalah harga bahan baku yang cukup mahal, sehingga membuat
biaya produksi meningkat.
2) Lingkungan teknologi, faktor teknologi sangat berpengaruh pada
usaha yang kami lakukan dikarenakan teknologi sangat membantu

kami dalam menemukan formula dan informasi cara pembuatan


sediaan lilin aromaterapi yang sesuai.

B. Target Pasar
Target pasar dalam penjualan lilin aromaterapi dilakukan dengan promosi
secara langsung ke tempat konsumen atau penjualan dan pemesanan secara
langsung. Konsumen yang menjadi target produk lilin aromaterapi Pharma
Candle adalah kalangan remaja dan dewasa di wilayah Kendal.

BAB III
PEMBAHASAN

Usaha lilin aromaterapi ini merupakan usaha yang belum banyak dikenal oleh
masyarakat. Dari peluang usaha inilah kami memilih usaha lilin aromaterapi
dengan aroma bunga musk (kasturi) yang manis dan menenangkan. Analisis yang
digunakan dalam makalah pemasaran ini adalah analisis swot. Analisis swot
adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang
selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program
kerja.
Dalam analisis ini, mencakup dua faktor lingkungan yaitu faktor lingkungan
internal dan faktor lingkungan eksternal. Lingkungan internal berupa kondisi
perusahaan yang dikategorikan pada beberapa faktor diantaranya adalah :
1. Keuangan dan accounting
Modal awal pada usaha ini diambil dari iuran anggota. Manajemen keuangan
dilakukan oleh salah satu anggota yang mengelola keuangan baik untuk bahan
baku maupun perlengkapan penunjang lain yang dimaksudkan agar
pengeluaran dan pemasukan seimbang serta tidak mengalami kerugian yang
merosot.
2. Aspek teknis dan operasional
Lokasi pembuatan produk ini bertempat di laboratorium kimia jurusan Farmasi
STIKES Kendal sedangkan untuk pemasaran produk dilakukan dengan
promosi secara langsung ke tempat konsumen atau penjualan dan pemesanan
secara langsung di wilayah kota Kendal. Peralatan yang digunakan dalam
pembuatan produk ini menggunakan alat yang tersedia di laboratorium.

3. Sumber daya manusia dan manajemen


Sumber daya manusia yang dilibatkan dalam produksi usaha lilin aromaterapi
ini hanya lingkup semua anggota kelompok dengan latar pendidikan yang sama
yaitu mahasiswa jurusan farmasi STIKES Kendal. Pengorganisasi, struktur
organisasai dari usaha lilin aromaterapi Pharma Candle terdiri dari : ketua,
skretaris, bendahara dan anggota.
Analisis eksternal meliputi beberapa faktor diantaranya :
a. Pihak competitor
Dalam dunia bisnis perusahaan satu dengan yang lain akan bersaing
sebagai pihak competitor. Perbedaan produk lilin aromaterapi kami dengan
pihak kompotitor terdapat pada aroma dan warna, produk kami
menggunakan aroma bunga musk (kasturi) yang memiliki aroma yang
manis, lembut dan menenangkan. Selain itu warna yang kami gunakan
bermacam-macam yaitu merah tua, merah muda, hijau muda, kuning muda
dan kuning orange , warna-warna ini diharapkan mampu menarik
konsumen untuk membeli produk kami.
b. Supplier
Dalam meningkatkan pelayanan pemasaran lilin aromaterapi dibutuhkan
supplier sebagai pemasok bahan baku. Bahan baku kami dipasok dengan
pengadaan sendiri.

c. Teknologi
Pemasaran produk Pharma Candle selain dilakukan dengan

promosi

secara langsung ke tempat konsumen kami juga menggunakan media


sosial. Pembuatan formula lilin aromaterapi juga dilakukaan dengan
mencari referensi di internet.

d. Konsumen
Usaha yang kami lakukan untuk meningkatkan produksi lilin yaitu dengan
memperkenalkan aroma baru pada konsumen dan masyarakat.
Analisis SWOT yang dilakukan dibuat dalam matriks berikut :
Kekuatan (Strengths)
Kelemahan (Weaknesses)
Minat konsumen terhadap 1. Ukuran Pharma Candle yang
produk
INTERNAL

Pharma

Candle

kecil membuat lilin cepat

cukup besar.
Lilin aromaterapi memiliki 3

habis dibanding lilin pada

umumnya.
lapis warna yang menarik 2. Jangkauan

konsumen.
Kemasan dan tampilan produk

penyebaran

aroma yang tidak terlalu luas

untuk ruangan yang besar.


Pharma Candle lebih unik 3. Modal usaha yang terbatas.
4. Produk masih tergolong
dan
kreatif
dibanding
baru, sehingga produk ini
produk
lilin
pada
memerlukan upaya yang
umumnya.
cukup besar dalam menarik

EKSTERNAL

konsumen.
Peluang (Opportunity)
Strategi SO
Strategi WO
1. Target
pasar
yang- Membuat produk yang lebih- Melakukan pemasaran yang
masih luas termasuk
remaja dan dewasa.
2. Produk
lilin
aromaterapi

beragam

dengan

fariasi

lebih

luas,

dengan

warna yang lebih menarik

mempromosikan wangi yang

dengan

berbeda dengan lilin produk

target

pemasaran

semakin

remaja dan dewasa.


sejenis.
diminati di pasaran.
- Menawarkan produk pada- Melakukan
pengembangan
3. Belum adanya pesaing
acara-acara tertentu sehingga formulasi sehingga diperoleh
pasar dengan produk
bisa digunakan sebagai lilin yang lebih tahan lama
sejenis.
souvenir atau cindera mata.
dengan jangkauan yang lebih

yang

luas.
Strategi WT
Meningkatkan produksi lilin

aromaterapi yang lebih

lebih banyak fariasi warna,

dan memperkenalkan aroma

dulu

dan

baru untuk lilin aromaterapi

Ancaman (Threats)
1. Adanya
dikenal

masyarakat.

lilin
oleh

Strategi ST
Menawarkan
harga

bersaing

produk
yang

dengan

dapat
produk

pada

konsumen

dan

2. Konsumen
familiar

lebih
dengan

aromaterapi dari bunga


dan buah.

sejenis yang lebih dahulu


dikenal masyarakat.

masyarakat.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penjualan produk Pharma Candle yang telah dilakukan
dapat disimpulkan bahwa produk Pharma Candle memiliki prospek yang
sangat bagus. Minat masyarakat untuk membeli poduk lilin kencur juga tinggi
akibat produk yang unik dan menarik. Produk Pharma Candle ini akan
memiliki peluang pasar yang tinggi karena belum adanya saingan terhadap
produk sejenis.