Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Audit Plan, Audit Program, Audit Procedures, Audit Teknik, Resiko Audit
dan Materialitas meskipun banyak kekurangan.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai dasar Auditing. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Semarang. Oktober 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................1
DAFTAR ISI............................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................3
A.

LATAR BELAKANG...............................................................................3

B.

RUMUSAN MASALAH..........................................................................4

C.

TUJUAN...................................................................................................4

BAB II ISI...............................................................................................................5
A.

AUDIT PLAN...........................................................................................5

B.

AUDIT PROGRAM..................................................................................7

C.

AUDIT PROCEDURES DAN AUDIT TEKNIK.....................................8

D.

RESIKO AUDIT DAN MATERIALITAS................................................8

BAB III PENUTUP..............................................................................................10


A.

KESIMPULAN.......................................................................................10

B.

SARAN...................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................11

BAB I
PENDAHULUAN
a. LATAR BELAKANG
Auditing merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secar kritis dan
sistematis, oleh pihak yang indeoenden terhadap laporan keuangan yang telah
disusun oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti
pendukunnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapatan mengenai
kewajaran laporan keuangan tersebut.
Dalam melakukan pemeriksaannya, akuntanpublik berpedoman pada
standar professional akuntan public ( di USA: Generally Accepted Auditing
Standards ), menaati kode etik IAI dan aturan etika profesi akuntan public serta
mematuhi standar pengendalian mutu.
Agar pemeriksaan dapat dilakukan secara sistematis, akuntan publik harus
merencanakan pemeriksaannya sebelum proses pemeriksaan dimulai, dengan
membuat apa yang disebut rencana pemeriksaan ( audit plan ). Dalam audit plan
antara lain dicantumkan kapan pemeriksaan dimulai, berapa lama jangka waktu
pemeriksaan diperkirakan, kapan laporan harus selesai, berapa orang audit staf
yang ditugaskan, masalah-maslah yang diperkirakan akan dihadapi di bidang
auditing, akuntansi (accounting), perpajakan dan lain-lain. Selain itu dalam audit
plan , akuntan public harus menetapkan batas materialitas dan memperhitungkan
resiko audit.
Selain audit plan, terdapat jenis audit lain seperti audit program, audit
procedures dan audit teknik, serta resiko audit dan materialitas. Audit program
membantu auditor dalam memberikan perintah kepada asisten mengenai
pekerjaan yang harus dilaksanakan. Dan audit procedures dilakukan dalam rangka
mendapatkan bahan-bahan bukti ( audit avidence ) yang cukup untuk mendukung
pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan, serta risiko audit dan
materialitas dalam PSA No. 25 diberikan pedoman bagi auditor dalam
mempertimbangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan dan pelaksaan
audit atas laporan keuangan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan ikatan
akuntan Indonesia

b. RUMUSAN MASALAH
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan audit plan?


Apa yang dimaksud dengan audit program?
Apa yang dimaksud dengan audit procedures dan audit teknik
Apa yang dimaksud resiko audit dan materialis?

c. TUJUAN
1.
2.
3.
4.

Menggetahui apa yang dimaksud dengan audit plan?


Menggetahui apa yang dimaksud dengan audit program?
Menggetahui apa yang dimaksud dengan audit procedures dan audit teknik
Menggetahui apa yang dimaksud resiko audit dan materialis?

BAB II
ISI
A. AUDIT PLAN
Standar pekerjaan lapangan pertama (IAPI, 2011: 310.1) bebunyi sebagai
berikikut;
Pekerjaan harus direncanakan sebaik baiknya dan jika digunakan
asisten harus disupervisi dengan semestinya
Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan
dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat, luas, dan saat perencanaan bervariasi
dengan ukuran dan kompleksitas satuan usaha, pengalaman mengenai suatu usaha,
dan pengetahuan tentang bisnis satuan usaha. Dalam perencanaan audit, auditor
harus mempertimbangkan, antara lain;
a. Masalah yang berkaitan dengan bisnis satuan usaha tersebut dan industri
dimana satuan usaha tersebut beroperasi di dalamnya.
b. Kebijakan dan prosedur akuntansi usaha tersebut.
c. Metode yang digunakan oleh satuan usaha tersebut dalam mengolah
informasi akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa
d.
e.
f.
g.

dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.


Penetapan tingkat resiko pengendalian yang direncanakan.
Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian.
Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujuan
audit, seperti resiko kekeliruan dan ketidakberesan yang material atau
adanya transaksi antar pihak pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
Agar dapat membuat perencanaan audit dengan sebaik baiknya auditor

harus memahami bisnis klien dengan sebaik baiknya (understanding client


business), termasuk sifat dan jenis usaha klien, struktur organisasinya, struktur
permodalan, struktur produksi, pemasaran, dustribusi dan lain lain.
Auditor harus menyusun audit plan, segera setelah Engagement Letter
disetujui oleh klien.
Isi dari Audit Plan mencakup;
a. Hal hal mengenai klien.
b. Hal hal yang mempengaruhi klien.

c. Rencana kerja auditor.


Hal hal Mengenai Klien
a. Bidang Usaha Klien, Alamat, Nomor Telpon, Facsimile, dan lain lain
b. Status hukum Perusahaan (berdasarkan Akta Pendirian)
1. Nama Pemilik
2. Permodalan
c. Accounting Policy (kebijakan Akuntansi)
1. Buku buku yang digunakan;
a. Buku Penjualan
b. Buku Pembelian
c. Buku Kas / Bank
d. Buku Memorial
2. Metode Pembukuan
a. Manual;
Tulis tembus
Biasa
b. Computer
c. Mesin pembukuan
3. Komentar mengenai mutu pembukuan secara umum (membantu dalam
menyusun budget dan pemilihan tenga tenaga yang akn ditugaskan di
klien tersebut).
d. Neraca (Laporan Posisi Keuangan) kompratitf dan perbandingan
penjualan, Laba/Rugi tahun lalu dan sekarang. Perbandingan antara
Neraca tahun lalu dan Neraca tahun sekarang/bulan terakhir tahun
sekarang agar diperoleh gambaran mengenai ukuran besar kecilnya
perusahaan.

e. Client Contact
Yaitu mengenai nama dari orang orang yang akan sering dihubungi
auditor. Misalnya;
1. Presiden Direktur
2. Controller, Chief Accountant
3. Dewan Komisaris dan Komite Audit
Selain itu juga diketahui nomer telpon, faks, dan alamat e-mail.
f. Accounting, Auditing & tax Problem
Harus dijelaskan persoalan-persoalan yang mungkin akan dihadapi oleh
klien, seperti
1. Accounting Problem
2. Auditing Problem
3. Tax problem
Hal hal yang Mempengaruhi Klien
Biasanya didapat dari majalah-majalah ekonomi/surat kabar, antaralain:
Business News, Ekonomi Keuangan Indonesia.
Contoh: Adanya peraturan-peraturan baru yang dapat mempengaruhi klien.
Rencana Kerja Auditor
Hal-hal yang penting antara lain
a.
b.
c.
d.
e.

Staffing
Waktu pemeriksaan
Jenis jasa yang diberikan
Bantuan-bantuan yang dapat diberikan klien
Time schedule

b. AUDIT PROGRAM
Setelah audit plan disusun, tetapi sebelum pemeriksaan lapangan dimulai,
auditor harus menyusun audit program yang merupakan kumpulan dari prosedur
audit yang akan dijalankan dan dibuat secara tertulis
Audit Program membantu auditor dalam memberikan perintah kepada
asisten mengenai pekerjaan yang harus dilakukan.
Audit Program harus menggariskan dengan rinci, prosedur audit yang sudah
distandarisasi dan digunakan disetiap kliennya, sebagian lagi.

Audit Program yang baik harus mencamtumkan:

Tujuan pemeriksaan
Prosedur audit yang akan dijalankan
Kesimpulan pemeriksaan
c. AUDIT PROCEDURES DAN AUDIT TEKNIK
Audit procedures adalah langkah-langkah yang harus dijalankan auditor

dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar


tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekrja secara efisien dan efektif.
Audit procedures dilakukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti
(audit evidence) yang cukup untuk mendukung pendapatan auditor atas kewajaran
laporan keuangan.
Untuk itu diperlukan audit tehnik, yaitu cara-cara untuk memperoleh audit
evidence seperti: konfirmasi, observasi, inspeksi, Tanya jawab (inquiry) dan lainlain.
d. RESIKO AUDIT DAN MATERIALITAS
Risiko audit adalah risiko yang timbul karena auditor tanpa disadari tidak
memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keunagan
yang mengandung salah saji material. Adanya risiko audit diakui dengan
pernyataan dalam penjelasan tentang tanggungjawab dari fungsi auditor
independen yang berbunyi sebagai berikut; Karena sifat bukti audit dan
karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh keyakinan memadai, bukan
mutlak, bahwa salah saji material terdeteksi.
Konsep materialitas mengakui bahwa beberapa hal, baik secara individual
atau keseluruhan, adalah penting bagikewajaraan penyajian laporan keuangan
sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, sedangkan beberapa
hal lainnya adalah tidak penting. Frasa menyajikan secara wajar, dalam semua
hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia menunjukkan keyakinan auditor bahwa laporan keuangan secara
keseluruhan tidak mengandung salah saji material.
Risiko audit terdiri atas:
a. Risiko Bawaan

Risiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi
terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat
pengendalian yang terkait.
b. Risiko pengendalian
Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang
dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara
tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.
c. Risiko Deteksi
Risiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidk dapat mendeteksi salah saji
material yang terdapat dalam suatu asersi.
Komponen risiko audit dapat ditentukan secara kuantitatif sebagai berikut:
AR = AR X CR X DR
Atau

DR

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dapat di simpulkan bahwa Perencanaan audit meliputi pengembangan
strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat, luas,
dan saat perencanaan bervareasi dengan ukuran dan kompleksitas suatu usaha,
pengalaman mengenai satuan usaha, dan pengetahuan tentang bisnis satuan usaha.
b. SARAN
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan
sampaikan kepada kami. Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan
dan memakluminya.

10

DAFTAR PUSTAKA
Agoes Sukrisno. 2004. Auditing. Edisi ke empat. Jakarta: Salemba Empat

11