Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Organisasi Perusahaan
CV. MUTU INTI ENG. CONSULTANT adalah perusahaan swasta
Indonesia yang berkantor pusat di Ternate Provinsi Maluku Utara didirikan
tahun 2003 dengan akte pendirian dari Notaris Tatiek Nurdjanti, SH Nomor
-24 - tanggal 31 Desember 2007 dan Akta Perubahan dari Notaris Tatiek
Nurdjanti, SH Nomor -02- tanggal 3 Januari 2007. Perusahaan ini
memberikan pelayanan jasa Konsultansi untuk pekerjaan-pekerjaan survey,
perencanaan, pengawasan maupun manajemen konstruksi.
CV. MUTU INTI ENG. CONSULTANT terdaftar sebagai anggota Ikatan
Nasinal Konsultan Indonesia (INKINDO), dan berdasarkan penilaian
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional dinyatakan dapat
melaksanakan kegiatan usaha jasa konsultan konstruksi di seluruh wilayah
Republik Indonesia dengan Kualifikasi Grade-2, untuk Klasifikasi Bidang :
1. Pekerjaan Arsitektural
2. Pekerjaan Sipil
3. Pekerjaan Tata Lingkungan
4. Jasa Inspeksi Teknis
5. Jasa Manajemen Proyek
CV. MUTU INTI ENG. CONSULTANT didukung oleh tenaga-tenaga ahli
yang profesional dan pengalaman di bidangnya yang menjadi penyokong
utama perusahaan.
CV.

MUTU

INTI

ENG.

CONSULTANT

di

dalam

menjalankan

kegiatannya dipimpin oleh seorang Direktur (Ir. Sunardy) dan dibantu oleh
Wakil Direktur (Suwarno) bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan
pengelolaan dan pengoperasian perusahaan. Berdasarkan jenis bidang
pelayanan jasa konsutansi yang diemban oleh perusahaan maka, Direktur
dibantu oleh 3 (tiga) orang kepala Divisi, masing-masing mengepalai Divisi
Perencanaan, Divisi Administrasi dan Divisi Pengawasan, seperti terlihat
dalam bagan Struktur Organisasi pada halaman nerikut :

DIREKTUR

WAKIL
DIREKTUR

Divisi I
Perencanaan

Divisi II
Administrasi

Divisi III
Pengawasan

Keterangan :
Garis Komando
Gambar : Struktur Organisasi Perusahaan
1.2.

Fasilitas Dan Perlengkapan Pengawasan Yang Dimiliki


Untuk menjalankan dan melaksanakan tugas-tugasnya, perusahan memiliki
perlengkapan kantor dan survey seperti :
Peralatan & Perlengkapan Kantor
-

Komputer Pentium IV
Printer A4 dan A3
Meja Gambar
Meja dan Kursi filling kabinet

Peralatan Pendukung
- Sepeda Motor (2 buah)
- Theodolit
- Water Pass
- Kamera Digital
- Roll Meter
- Thermometer
Uraian lebih lengkap mengenai fasilitas dan perlengkapan yang dimiliki
dapat dilihat pada tabel terlampir. (Lampiran 1)

1.3.

Pengalaman Perusahaan
Sejak didirikan pada tahun 2003, CV. MUTU INTI ENG. CONSULTANT
telah dipercaya di berbagai instansi dan memiliki pengalaman dalam bidang
pengawasan dan perencanaan pembangunan gedung dan pekerjaan
struktur lainnya, tata lingkungan dan bangunan, pekerjaan prasarana
transportasi (jalan dan jembatan), pekerjaan prasarana keairan seperti
dermaga, penahan ombak dan fasilitas laut lainnya. Penjelasan rinci
mengenai pengalaman perusahaan khususnya untuk pengalaman bidang
bidang yang sejenis dengan pekerjaan yang kami ikuti proses tendernya;
kami paparkan lebih rinci dalam tabel pengalaman perusahaan terlampir
(Lampiran 2) .

1.4.

Uraian Pengalaman Perusahaan


Uraian pengalaman Perusahaan dalam menangani pekerjaan yang sejenis
dapat dilihat pada tabel terlampir (Lampiran 3.a. dan 3.b.).

BAB II
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
2.1. Latar Belakang
Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara cepat atau lambat akan
menjadi salah pusat pertumbuhan dan pergerakan arus penumpang,
barang dan jasa di wilayah Provinsi Maluku Utara. Apalagi posisinya yang
secara geografis dan administratif berada pada simpul persinggahan
beberapa daerah hinterland (penyangga) yang cukup potensial secara
ekonomi dan sosial budaya.
Menyadari akan hal tersebut sehingga sejak pembentukan Provinsi
Maluku Utara dimana Sofifi sebagai ibu kotanya, pemerintah daerah dalam
hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada tahun 2000 telah
melakukan Survey Teknis Kelayakan Pelabuhan Laut di dua wilayah dimana
salah satunya adalah Pelabuhan Laut Sofifi dengan Lokasi Sasaran Survey
yaitu pada posisi Dermaga saat ini.
Pada

tahun

2013

ini

telah

dicanangkan

untuk

melanjutkan

pembangunan fasilitas pelabuhan laut tersebut dengan cakupan pekerjaan


berupa :
-

Pekerjaan Persiapan;

Pekerjaan Talud 130 m1;

Pekerjaan Pembangunan Trestle (72,50 x 6) m2;

Bangunan Darat;

Pengadaan dan Pemasangan blok beton

Pembangunan Terminal Penumpang

Pembangunan Gudang

Pembangunan Rumah Dinas

Pembangunan Rumah Genset

Pembangunan Pos Jaga

Pembangunan Lapangan Penumpukan

Pembangunan Jalan Beton

Pembangunan Lapangan Parkir Mobil dan Motor

- Pekerjaan Lain-lain.
Diprediksi pada beberapa tahun ke depan aktifitas pelabuhan ini akan
menjadi lebih padat lagi sehingga daya layan dari pelabuhan harus

ditingkatkan termasuk penambahan kapasitas dermaga, tertle dan fasilitas


darat yang harus disiapkan mulai saat ini. Dengan ditambahnya satu buah
trestle lagi pada tahun ini maka akan membawa konsekwensi logis bahwa
talud juga harus ditambah sebagai pengamanan daratan sekaligus
memperluas areal darat serta penghubung antara daratan dan trestle ke
dermaga.
2.2. Pemahaman Terhadap Kerangka Acuan Kerja
Pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK) terhadap pekerjaan yang
akan dilaksanakan yaitu Pekerjaan Supervisi Lanjutan Pembangunan
Faspel Laut Sofifi, Lokasi : Pelabuhan Sofifi Kota Tidore Kepulauan
adalah

cukup

jelas.

Maksud

dan

tujuan

proyek

telah

dimengerti

sepenuhnya.
Pada dasarnya tujuan dari pada pekerjaan Pengawasan/Supervisi
Konstruksi yang dilaksanakan oleh konsultan Supervisi adalah untuk
membantu Pemimpin Proyek / Bagian Proyek Fisik / Pejabat Pembuat
Komitmen dalam hal Pengawasan pekerjaan terhadap pengendalian
volume, mutu, dan waktu pelaksaan pekerjaan.

Berdasarkan

tujuan

tersebutlah, tugas-tugas pokok konsultan supervisi diuraikan sebagai


berikut :

Pengawasan Proyek
Pengawasan proyek bukan hanya mencakup segi Pengendalian Mutu
Proyek, tetapi juga pemantauan proyek secara umum, kemajuan
menyeluruh dari Kontraktor, dan metode-metode yang digunakan
untuk melaksanakan pekerjaan.
Pengawasan proyek juga tidak hanya ditujukan untuk pekerjaanpekerjaan fisik sebagaimana yang tercantum di dalam Rencana
Anggaran Biaya saja tetapi juga meliputi hal-hal yang bersifat
administratif dan koordinatif. Untuk hal yang bersifat administratif dan
koordinatif misalnya, sebelum melakukan mobilisasi,

kontraktor

sudah harus menyerahkan.


seluruh

dokumen

kontrak

kepada

konsultan

supervisi

serta

menyampaikan secara tertulis kepada PPK dan konsultan bahwa


kegiatan mobilisasi akan segera dilaksanakan lengkap dengan waktu

dan tempat mobilisasi. Dengan demikian konsultan supervisi dapat


mempelajari lebih mendalam

kuantitas, kualitas dan syarat-syarat

teknis yang tertuang di dalam dokumen kontrak.


Setelah konsultan berada di lokasi pekerjaan maka hal pertama
dilakukan adalah mengecek pekerjaan-pekerjaan administrasi di
kantor kontraktor misalnya :

Persiapan Time Schedule (Kurva S)

Network Planning

Gambar desain pekerjaan

Pengendalian Volume / Kuantitas Pekerjaan


Setelah menerima kontrak fisik, maka konsultan supervisi akan
melakukan

pengecekan/perhitungan

kembali

terhadap

volume

pekerjaan yang dikontrakkan berdasarkan gambar-gambar rencana


yang terlampir di dalam dokumen kontrak. Jika terdapat volume
pekerjaan yang kurang dari dimensi yang tercantum di dalam gambar
rencana, maka konsultan supervisi akan mengusulkan gambar-gambar
rencana baru yang sesuai dengan volume pekerjaan yang dikontrakkan
tanpa mengubah kualitas dari pada pekerjaan tersebut.
Pengukuran pendahuluan harus dilakukan terhadap setiap item
pekerjaan yang telah siap untuk dikerjakan atau akan dikerjakan serta
menyampaikan persetuan atau keberatan kepada kontraktor untuk
melakukan perbaikan-perbaikan. Tujuan dari pada pengukuran ini
adalah untuk menghindari kekurangan-kekurangan volume pekerjaan
setelah pekerjaan selesai dikerjakan.

Pengendalian Mutu / Kualitas Pekerjaan.


Pengendalian mutu dimaksudkan sebagai jaminan bahwa semua
pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor dan diterima oleh Pejabat
Pembuat Komitmen memenuhi Gambar Rencana, Syaratsyarat Teknik dan dokumen serta perintah lain dari PPK/Engineer
selama Kontrak berlangsung.
Dengan

terus

mengadakan

pengecekan

dan

pengetesan

dari

pekerjaan Kontraktor, maka Pemberi Pekerjaan dapat meyakini bahwa

Pekerjaan akan dilaksanakan sesuai dengan standar spesifikasi dan


kualitas yang dipersyaratkan.

Pengendalian Biaya Pekerjaan


Meskipun

Harga

satuan

biaya

untuk satuan

pekerjaan

yang

ditawarkan Kontraktor sudah fixed/tetap, ada bidang-bidang pekerjaan


tertentu dimana Konsultan Supervisi dapat mengendalikan harga akhir
proyek.
Perhitungan kuantitas dilakukan tiap Minggu (atau lebih sering bila
perlu) untuk mengukur kemajuan pekerjaan dan verifikasi angkaangka dalam pengajuan Pembayaran Angsuran oleh Kontraktor.
Pengukuran

dapat

dibuat

terpisah

atau

sebagai

pemeriksaan

bersama. Ketepatan perhitungan akan menentukan nilai pembayaran


kepada Kontraktor dalam Kontrak Harga Satuan.
Konsultan Supervisi harus menjamin bahwa semua data produktifitas
lapangan, pekerja dan lain-lain disimpan selama pekerjaan normal
untuk membantu Perubahan harga.
Konsultan Supervisi harus menjamin bahwa semua kewajiban Pemberi
Pekerjaan dalam Kontrak dipenuhi pada waktunya, sehingga tidak
menimbulkan klaim untuk biaya tambahan dimasa datang.

Pengendalian Waktu
Perencanaan proyek mencakup seluruh perencanaan yang perlu
untuk menjamin bahwa suatu proyek dilaksanakan dengan cara yang
efisien dan efektif serta terarah dan terprogram dengan baik.
Jika pekerjaan dilakukan dengan cara teratur maka diperlukan suatu
Jadwal Waktu Pelaksanaan. Jadwal ini akan menunjukkan tugas yang
perlu dikerjakan untuk menyelesaikan proyek dan hubungan antara
masing-masing tugas tersebut. Ketergantungan antara satu item
pekerjaan dengan yang lainnya menentukan bila tiap item pekerjaan
dapat dilakukan.

Jika kebutuhan (resource) untuk tiap tugas dimasukkan, maka Jadwal


Kebutuhan dapat disiapkan.

Penyelesaian Pekerjaan
Pada akhir masa kontrak, Pejabat Pembuat Komitmen harus
mendapat kepastian bahwa semua detail Kontrak dan gambar
terlaksana (As-Built Drawing) dan laporan telah selesai dibuat.
Sebelum menerbitkan Sertifikat bahwa pekerjaan telah selesai,
seluruh

pekerjaan

harus

diperiksa

oleh

Pejabat

pembuat

Komitmen/Engineer. Pada tahap ini Kontraktor diberi daftar secara


tertulis pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Pekerjaan ini harus
diselesaikan sebelum Sertifikat Penyelesaian Akhir diterbitkan.
Seluruh tugas-tugas konsultan supervisi akan dibahas lebih mendetail
pada pembahasan Rincian Pendekatan dan Metodologi.

2.3. T anggapan dan Saran Terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK)


Tanggapan
Pada point 8 (delapan) Kerangka Acuan Kerja (KAK) belum dijelaskan
mengenai standar teknis minimal Tata Cara Pengendalian Mutu Beton
di Lokasi Pekerjaan, mengingat letak geografis lokasi pekerjaan yang
cukup jauh sehingga terdapat beberapa kendala sebagai berikut :

Kendala persediaan peralatan laboratorium

Kendala cuaca

Kendala transportasi

Kendala tersebut menyebabkan tata cara pengetesan beton yang


disyaratkan oleh Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 (PBI 71)
kemungkinan kecil dapat dilaksanakan.

Belum

dijelaskan

Standar

teknis

Kerangka

Laporan

Kualitas

Pekerjaan yang harus dipenuhi Konsultan Supervisi baik dalam


pembuatan laporan Mingguan, Bulanan, dan Laporan Akhir.

Saran Inovasi

Perbandingan campuran beton, dan penggunaan bahan/material pasir,


kerikil (batu pecah), semen portlan sebagaimana hasil Job Mix Formula
(JMF) dari laboratorium yang dilaksanakan pada saat prapengecoran
harus diawasi secara ketat oleh pengawas ahli yang dapat menjamin
bahwa :
Perbandingan campuran harus tetap (tidak dirubah)
Bahan/material yang digunakan pada saat pengecoran konstruksi
tidak boleh menyimpang dari bahan/material yang digunakan pada
sampel JMF.
Kekentalan campuran harus diukur dengan bejana kerucut Abrams
(slump tes) dengan puncak yang runtuh tidak boleh kurang dari 7
cm dan tidak boleh lebih dari 10 cm.
Bejana kerucut tersebut dapat dirakit dari bahan yang tidak
menyerap air atau pelat baja dengan ukuran alas berdiameter 20
cm, puncak berdiameter 10 cm dan tinggi 30 cm.

10 cm

Alas dari
Plat Baja

30 cm

20 cm

60 cm

Tongkat
Pemadat
= 16
mm

Untuk sementara laporan Kuality disusun berdasarkan pengalaman


konsultan supervisi dari kegiatan lain pada instansi lain pula.

2.4. Tanggapan dan Saran Terhadap Personil / Fasilitas Pendukung dari


PPK

Sebaiknya PPK menyiapkan ruang kantor untuk konsultan supervisi di


lokasi pekerjaan.

Setelah Penandatanganan kontrak supervisi, PPK menyampaikan


kepada kontraktor untuk menyerahkan dokumen kontrak pekerjaan fisik
kepada konsultan supervisi serta data-data pendukung lain.

BAB III
URAIAN PENDEKATAN METODOLOGI
DAN PROGRAM KERJA

3.1. Pendekatan Teknis dan Metodologi


Pada dasarnya tujuan dari pada pekerjaan Supervisi Lanjutan
Pembangunan Faspel Laut Sofifi

yang dilaksanakan oleh konsultan

Supervisi adalah untuk membantu Pejabat Pembuat Komitmen dalam


pengendalian volume, mutu, waktu dan biaya.

Volume

Pekerjaan,

berpedoman

kepada

kontrak,

CCO,

atau

Addendum terakhir yang telah disepakati dan disahkan sehingga


harga akhir pekerjaan tidak melebihi nilai

kontrak, CCO, atau

Addendum terakhir.

Mutu Pekerjaan, berpedoman kepada spesifikasi teknik dan dokumen


kontrak yang lain, namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi di
lapangan.

Tepat Waktu Pelaksanaan sesuai kontrak.

Pengendalian biaya sehubungan dengan pengajuan kontraktor untuk


pembayaran termijn

Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis terhadap pengendalian Volume Pekerjaan :

Mengecek / Menghitung kembali volume rencana

Memberikan persetujuan atau menolak request yang diajukan


kontraktor

Mengukur dan menghitung volume pekerjaan pada tahap pra


konstruksi

Mengukur dan menghitung volume pekerjaan pada tahap paska


konstruksi

Membauat catatan-catatan penting terhadap kekurangan-kekurangan


volume pekerjaan pada saat serah terima pertama pekerjaan untuk

Pendekatan teknis terhadap pengendalian mutu pekerjaan :

Memeriksa kedalaman galian untuk penempatan abutmen dinding


penahan

Membuat rekaman final sheet pemancangan tiang

Memeriksa kebersihan, kekuatan bekisting sebelum pengecoran

Memeriksa pekerjaan pembesian untuk semua jenis pekerjaan


struktur

Memeriksa kualitas material yang digunakan pada setiap pekerjaan

Memeriksa rancangan campuran beton yang dibuat oleh kontraktor


sehubungan dengan hasil JMF

Membuat tes-tes di lapangan sehubungan dengan pekerjaan beton /


beton bertulang pada pekerjaan struktur

Mengawasi tata cara pemeliharaan beton

Pendekatan teknis terhadap pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan :

Memeriksa kesiapan jadwal (kurva S) kontraktor

Memeriksa kesiapan Network Planning kontraktor

Memeriksa penjabaran jadwal induk (kurva S) ke dalam jadwal harian


kontraktor

Memeriksa persiapan tenaga kerja, peralatan dan bahan yang


digunakan kontraktor

Memeriksa metode kerja dalam hal ini manajemen kerja kontraktor

Pendekatan teknis terhadap pengendalian biaya pekerjaan :

Bersama-sama kontraktor, konsultan, direksi lapangan melakukan


pengukuran

hasil

pekerjaan

kontraktor

sehubungan

dengan

permohonan kontraktor untuk pembayaran prestasi pekerjaan.

Menghitung pencapaian volume pekerjaan pada saat pengajuan


pembayaran dari kontraktor

Membuat daftar kemajuan pekerjaan (prosentasi)

Memeriksa lampiran berita acara permohonan pembayaran dari


kontraktor

Uraian Metodologi
Berdasarkan pendekatan-pendekatan teknis tersebut di atas, maka ada
metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran pekerjaan
pengawasan.

Metodologi mengendalikan volume pekerjaan.


Setelah menerima rekaman kontrak visik pekerjaan (khususnya RAB
dan gambar desain), konsultan supervisi akan menghitung volume rencana
berdasarkan gambar desain yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk
mengecek apakah volume rencana yang terdapat di dalam RAB sudah
sesuai dengan gambar desain atau belum. Jika terdapat ketidaksesuaian
maka

konsultan

supervisi

akan

berkoordinasi

dengan

PPK

guna

memperoleh petunjuk lebih lanjut tentang langkah-langkah yang harus


diambil guna mengatasi permasalahan tersebut.
Pada

tahap

pra

melakukan pengukuran

konstruksi,

konsultan

supervisi

berkewajiban

dan menghitung persiapan-persiapan pekerjaan

terutama pemasangan bekisting untuk pengecoran apakah telah sesuai


dengan volume dan gambar rencana atau belum. Ketidak sesuaian
bekisting

dengan

volume

rencana

pekerjaan

perlu

secepatnya

memberitahukan kepada kontraktor untuk melakukan perbaikan-perbaikan


seperlunya. Pengendalian ini dilakukan untuk mencegah kesalahan volume
setelah selesainya pekerjaan karena untuk merubah dimensi atau ukuran
hasil pekerjaan adalah sangat sulit dan kemungkinan kecil dapat dilakukan.
Pada tahap persiapan pemancangan, konsultan supervisi juga harus
melakukan pemeriksaan terhadap jumlah tiang pancang yang tersedia.
Biasanya tiang pancang yang dibuat di pabrik tidak sekaligus memenuhi
panjang 1 (satu) tiang pancang rencana akan tetapi terdiri dari beberapa
potongan pipa baja yang kemudian disambung dengan las hingga
mencapai ukuran yang diinginkan. Pemeriksaan terhadap tebal tiang juga
dilakukan untuk menyesuaikan dengan ketebalan tiang yang disyaratkan di
dalam RAB.
Setiap memulai pekerjaan biasanya diawali dengan pengajuan
request oleh kontraktor kepada konsultan supervisi. Untuk tujuan tersebut
maka

konsultan

akan

memeriksa

mempelajari

request

tersebut

berdasarkan rencana volume dan gambar yang diajukan dibandingkan

dengan kesiapan bahan / material, peralatan, dan tenaga kerja. Bila hasil
pemeriksaan terdapat kesesuaian dari faktor-faktor tersebut maka konsultan
akan menyetujuinya dan jika terdapat hal-hal yang tidak tepat dengan
rencana kerja maka konsultan supervisi akan menolak request tersebut
sembari memberikan petunjuk dan catatan untuk melakukan perbaikan.
Setelah suatu item pekerjaan diselesaikan, konsultan supervisi akan
melakukan pengukuran kembali terhadap item pekerjaan tersebut untuk
memastikan bahwa volume yang diproduksi tersebut telah sesuai dengan
rencana. Data tersebut akan disimpan oleh konsultan dengan baik sebagai
dasar acuan bila ada pengajuan pembayaran dari kontraktor.
Metodologi untuk mengendalikan mutu pekerjaan.
Tahap persiapan kontraktor untuk melakukan pekerjaan dinding
penahan dimulai dari galian tanah untuk pondasi (abutmen) dinding
penahan. Kedalaman galian tanah harus diperiksa agar dapat memastikan
stabilitas dari pada dinding penahan. Sebagaimana diketahui, bahwa
dinding penahan haruslah stabil dalam menahan tekanan tanah aktif
(timbunan) yang bekerja. Selain dari pada itu konsultan juga harus dapat
memastikan bahwa dinding penahan aman terhadap gaya guling, tegangan
geser dan penurunan sebagai akibat gaya-gaya yang bekerja pada dinding
penahan tersebut.
Pemeriksaan

terhadap

dimensi

badan

dinding

penahan

dan

penulangan juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa dimensi dinding


penahan dan penulangan yang dilakukan adalah telah sesuai dengan
gambar rencana dan telah aman dalam menahan gaya-gaya yang bekerja
terutama tekanan tanah aktif yang bekerja

secara horizontal terhadap

dinding penahan.
Pemeriksaan terhadap pasangan batu kosong yang melindungi
permukaan tanah di depan abutmen dinding penahan juga harus dilakukan
untuk memastikan bahwa permukaan tanah tersebut tidak tergerus oleh
ombak dan arus air laut.
Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas,

jika dinding penahan

dianggap tidak stabil terhadap berbagai faktor tersebut di atas maka


konsultan akan memberikan petunjuk dan catatan kepada kontraktor untuk
segera melakukan perbaikan-perbaikan.
Penyambungan tiang pancang harus dilakukan secara hati-hati
terutama apabiala telah terdapat bagian tiang yang sudah terpancang.

Tiang yang akan disambung dengan tiang yang sudah terpancang harus
diletakkan secara benar. Tiang yang akan disambung harus diletakkan tepat
pada posisi ujung tiang yang telah terpancang dan harus berada pada satu
garis lurus dengan tiang yang terpancang tersebut. Pemeriksaan dilakukan
pada saat tiang pancang baru disambung dengan las sementara dan
umumnya dengan bantuan besi siku atau plat yang dilas pada tepi luar dari
tiang pancang yang sudah terpancang.
Suatu proses pemancangan sebuah tiang baru dapat dihentikan /
selesai apabila sepatu tiang telah mencapai kedalaman atau jika dilakukan
calendering, penurunannya sudah mencapai 3 (tiga) cm pada saat 10 kali
pukulan terakhir. Konsultan pengawas bersama kontraktor, membuat
merekam data calendering pada setiap tiang yang dipancang. Data tersebut
akan diolah untuk mendapatkan daya dukung tiang pancang.
Bekisting yang dipasang harus diperiksa kekuatannya, kebersihannya
sebelum konsultan memberi izin kepada kontraktor untuk melakukan
pengecoran. Demikian halnya dengan pembesian bagian-bagian konstruksi.
Pemeriksaan ini silakukan untuk memastikan bahwa semua pekerjaan
tersebut telah sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi yang termuat
di dalam kontrak.
Bahan material seperti kerikil (batu pecah), pasir, semen, air yang
digunakan sebagai bahan campuran beton pada setiap pekerjaan struktur
harus diperiksa kualitasnya sebagaimana yang disyaratkan di dalam
spesifikasi kontrak maupun Peraturan Beton Indonesi 1971 (PBI71).
Konsistenan dari asal material alami sebagaiman hasil pemeriksaan
laboratorium harus dijaga agar memperkecil kemungkinan penurunan
kualitas beton.
Sebelum

melakukan

pengecoran,

kontraktor

harus

membuat

rancangan campuran beton berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium


dan diajukan kepada konsultan pengawas untuk diperiksa. Selanjutnya
konsultan

akan

memberikan

persetuan

atau

penolakan

rancangan

campuran tersebut bila terdapat hal-hal yang tidak sesuai / tidak diinginkan.
Pada saat pengecoran berlangsung, perlu pula melakukan percobaan
slump test untuk mengetahui kekentalan campuran sebagaimana yang
disyaratkan oleh spesifikasi kontrak maupun PBI71. Adukan beton untuk
keperluan slamp test ini harus diambil langsung dari mesin pengaduk
(molen) dengan menggunakan ember atau wadah lain yang tidak menyerap
air. Kerucut terpancung (kerucut Abrams) diletakkan di atas sebuah bidang

plat baja (bidang yang tidak menyerap air) yang rata dan kaku. Kerucut ini
diisi dengan adukan beton sambil ditekan ke bawah pada penyokongpenyokongnya. Adukan ini diisi dalam 3 (tiga) lapis yang kira-kira sama
tebalnya dan setiap lapis ditusuk-tusuk 10 kali dengan tongkat baja dengan
16 mm dan panjang 60 cm dan dengan ujung yang dibulatkan. Setelah
bidang atasnya disipat rata, maka dibiarkan selama menit (30 detik) lalu
adukan beton yang jatuh sekitar kerucut disingkirkan . Kemudian kerucut
ditarik vertikal ke atas dengan hati-hati. Penurunan puncak kerucut
terhadap tingginya semula diukur dan merupakan ukuran dari kekentalan
campuran yang disebut slump. Slump untuk pelat, balok, kolom dan
dinding yang disyaratkan oleh PBI adalah sebesar 7,5 15 cm jika tidak
ditentukan di dalam spesifikasi kontrak.
Untuk mengetahui kekuatan tekan karakteristik beton sebagaimana
yang disyaratkan di dalam RAB ataupun spesifikasi kontrak maka tes-tes di
lapangan terhadap benda uji kubus dilakukan pada setiap interval
pengecoran sebagaimana yang dikehendaki di dalam kontrak. Interval yang
dimaksud adalah suatu jumlah yang terbagi sama dari nilai total volume
pengecoran. Jumlah kubus (benda Uji) minimal 20 buah menurut
persyaratan PBI71. Ukuran bersih dari kubus tersebut adalah 15 cm x 15
cm x 15 cm dan benda uji tersebut dicetak di dalam sebuah cetakan yang
memiliki permukaan yang rata dan tidak menyerap air.
Benda uji yang dicetak tersebut harus disimpan di tempat yang bebas
dari getaran dan ditutupi dengan karung basah selama 24 jam, setelah itu
kubus dilepaskan secara hati-hati dari cetakannya. Jangka waktu 24 jam ini
harus diperpanjang jika betonnya belum cukup mengeras. Setelah itu
masing-masing kubus diberi tanda seperlunya misalnya tanggal cetak dan
nomor kubus lalu disimpan di suatu tempat dengan suhu yang sama
dengan suhu udara luarnya, misalnya di dalam pasir bersih yang lembab
sampai saat pemeriksaan (pengetesan). Pasir untuk keperluan ini harus
mendapat persetujuan dari pengawas ahli.
Pada saat pengetesan, tekanan harus dinaikkan secara berangsurangsur dengan kecepatan 6 4 kg/cm2 tiap detik. Sebagai beban hancur
berlaku beban tertinggi yang ditunjukkan oleh pesawat penguji. Pesawat
penguji harus dikalibrasi terlebih dahulu hingga kesalahan pesawat tidak
melampaui 3 %. Kekuatan tekan beton dari setiap benda uji dicatat dan
selanjunya dilakukan perhitungan kekauatan tekan beton karakteristik (bk)
dengan rumus-rumus sebagai berikut :

bk = bm 1,64.s.
dimana : bm = kekuatan tekan beton rata-rata (kg/cm2) menurut
rumus :

N
b
1
bm =
s

= deviasi standar (kg/cm2) menurut rumus :

N
(b bm) 2
1

N-1
b

= kekuatan tekan beton yang didapat dari


masing-masing benda uji (kg/cm2)

Karena

pertimbangan-pertimbangan

kelancaran

pengecoran,

maka

kekuatan tekan beton karakteristik boleh diambil dari percobaan / tes benda
uji di bawah umur 28 hari dengan syarat sebagai berikut :

Campuran dengan semen portland biasa pada umur benda uji 3 hari =
0.4 x bk pada umur 28 hari

Campuran dengan semen portland biasa pada umur benda uji 7 hari =
0.65 x bk pada umur 28 hari

Campuran dengan semen portland biasa pada umur benda uji 14 hari =
0.88 x bk pada umur 28 hari

Campuran dengan semen portland biasa pada umur benda uji 21 hari =
0.95 x bk pada umur 28 hari
Sesuatu yang tidak boleh terabaikan adalah tatacara perawatan beton

pasca pengecoran. Pada saat beton mulai mengeras, harus dilakukan


perawatan (curing) yang ditujukan untuk tidak terlalu cepat terjadi
penguapan yang dapat menimbulkan perbedaan suhu yang berlebihan
antara bagian dalam dan bagian luar dari beton. Proses dehidrasi yang
terlalu cepat kelak akan menimbulkan retak pada beton.

Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan cara penyiraman secara


teratur atau menutup beton dengan karung yang selalu dibasahi. Ada juga
pada saat pengadukan digunakan air yang diberi balok-balok es dengan
harapan agar didapat beton dengan temperatur kurang dari 32 oC karena
semakin tinggi temperatur adukan, mutu beton yang dihasilkan akan
semakin berkurang.

Metodologi untuk mengendalikan waktu pekerjaan.


Kurva S merupakan jadwal induk pelaksanaan pekerjaan yang harus
ada pada direksi keet. Berdasarkan jadwal induk tersebut kontraktor
menjabarkannya ke dalam jadwal harian. Setelah diperoleh jadwal harian,
maka kontraktor berdasarkan pengalamannya serta analisa RAB sudah
dapat memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, bahan, dan peralatan untuk
menyelesaikan suatu item pekerjaan.
Tenaga dan waktu penyelesaian pekerjaan dibuat dalam diagram
Network Planning. Prediksi

atas waktu tercepat dan terlama dalam

menyelesaikan suatu item pekerjaan dapat ditentukan melalui diagram


Network Planning yang dapat menjelaskan hubungan antara tenaga kerja
dan waktu menyelesaikan pekerjaan. Di sisi lain, konsultan juga harus
dapat mengendalikan peralatan dan bahan yang akan digunakan sehingga
tidak terjadi kelambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Hambatan lingkungan / faktor alam seperti ombak, hujan, dan faktor
administrasi pemerintahan dan sosial juga menjadi perhatian konsultan
supervisi.
Konsultan akan memberitahukan kepada kontraktor untuk membuat
laporan harian curah hujan serta hambatan kerusakan alat yang menjadi
salah satu penyebab keterlambatan pekerjaan. Dengan memperhatikan
faktor-faktor

tersebut,

maka

tindakan

untuk

secepatnya

mengejar

keterlambatan harus diambil oleh kontraktor. Penambahan jam kerja


(lembur) dan tenaga kerja menjadi suatu pertimbangan dalam pengambilan
keputusan ini sepanjang tidak menambah biaya yang melampaui harga
tenaga kerja dari item pekerjaan tersebut.
3.2. Lingkup Jasa Konsultansi Yang Diperlukan

Lingkup jasa layanan perusahaan

Berdasarkan uraian pendekatan teknis, uraian metodologi, dan


Kerangka

Acuan

Kerja,

maka

pekerjaan

Supervisi

Lanjutan

Pembangunan Faspel Laut Lifofa/Maidi Tahap II TA. 2011 ini adalah


jasa layanan konsultansi di bidang supervisi / pengawasan dengan
dengan nomor grade-2.
CV. MUTU INTI ENG. CONSULTANT berdasarkan penilaian Lembaga
Pengembangan

Jasa

Konstruksi

Nasional

dinyatakan

dapat

melaksanakan kegiatan usaha jasa konsultan konstruksi di seluruh


wilayah Republik Indonesia dengan Kualifikasi

Grade-2, untuk

Klasifikasi Bidang Pengawasan Pekerjaan Sipil.


Berikut kami mencoba memaparkan peran dan tanggung jawab
konsultan supervisi secara umum sebagai berikut :
1. Memeriksa semua bahan dan pekerjaan dengan seksama.
2. Menjamin semua pengujian bahan dilakukan sesuai dengan
standar yang dapat diterima.
3. Memeriksa pematokan
4. Melapor mengenai penyimpangan dari peraturan pemerintah atau
peraturan lainnya.
5. Memberitahukan

Kontraktor

jika

terjadi

penyimpangan

dari

Gambar Rencana atau Syarat-syarat Teknis.


6. Membuat dan menyimpan semua catatan/data yang perlu.
7. Menyediakan

pengukuran

dan

informasi

lainnya

untuk

pembayaran angsuran bulanan.


8. Mengukur semua tambahan dan pengurangan yang diperintahkan
PPK.
9. Memeriksa Gambar Terlaksana (As Built Drawing)
10. Membuat laporan kepada Pejabat Pembuat Komitmen mengenai
semua perkembangan proyek pada waktunya dan secara
memadai.

Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli


Keberhasilan

pelaksanaan

pekerjaan

pengawasan

ini

sangat

ditentukan oleh kompetensi dan pengalaman tenaga-tenaga ahli yang


akan ditugaskan. Oleh karena itu tenaga ahli yang akan ditugaskan
telah memiliki sertifikasi keahlian dan telah dinyatakan lulus sesuai
bidang dan jabatan yang akan ditempatinya.
Sesuai kerangka acuan kerja yang ditetapkan pemberi tugas, untuk
pelaksanaan pekerjaan ini dibutuhkan tenaga ahli dan tenaga
pendukung dengan kualifikasi keahlian dan rincian penugasan
sebagai berikut :

1. Site Engineer
Site Engineer

harus seorang sarjana teknik sipil dengan

pengalaman di bidang pengawasan (supervisi) minimum 5 (lima)


tahun.
Wewenang dan tanggung jawab Site Engineer

Membuat

laporan-laporan

kemajuan

pekerjaan,

hasil

pemeriksaan , pertemuan lapangan, pemeriksaan permintaan


pembayaran oleh

kontraktor

dan menyampaikan laporan-

laporan tersebut kepada Pengguna Jasa dan memberikan


rekomendasi

untuk

pemecahan

masalah

teknis

dan

kontraktual yang dihadapi kontraktor yang menyebabkan


keterlambatan pekerjaan.

Dengan bantuan Inspector menjamin pelaksanaan semua


pekerjaan sesuai kualitas yang disyaratkan sesuai spesifikasi,
dan menyetujui atau menolak hasil pekerjaan berdasarkan
spesifikasi.

Membuat peringatan tertulis kepada kontraktor mengenai


kekurangan dalam pekerjaannya dan menjelaskan kebutuhan
teknis detail untuk butir-butir pekerjaan tersebut yang tidak
dijelaskan secara lengkap dalam spesifikasi.

Membantu

Pengguna

Jasa

dalam

memahami

dan

melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum

dalam dokumen kontrak, terutama sehubungan dengan


pemenuhan kewajiban dan tugas kontraktor.

Membuat rekomendasi detail kepada Pengguna Jasa setiap


usulan perubahan kontrak.

Melakukan pemeriksaan dan persetujuan atas gambargambar terlaksana ( Asbuilt Drawing ).

Mengikuti petunjuk-petunjuk dan persyaratan yang telah


ditentukan, terutama sehubungan dengan :

Inspeksi secara teratur ke paket pekerjaan untuk melakukan


monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikanperbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan.

Rincian teknis sehubungan dengan "Change Order" yang


diperlukan.

Membuat

Pernyataan

penerimaan

(Acceptance)

atau

penolakan (Rejection) atas material dan produk pekerjaan.

Melakukan

pemantauan

kontraktor.

Segera

dengan

ketat

atas

prestasi

melaporkan kepada PPK apabila

kemajuan pekerjaan ternyata mengalami kelambatan lebih


dari

10%

dari

rencana.

Membuat

saran-saran

penanggulangan serta perbaikan.

Melakukan

pengecekan

pengukuran pekerjaan dan

secara

cermat

semua

secara khusus harus ikut serta

dalam proses pengukuran akhir pekerjaan.

Menyusun

laporan

bulanan

tentang kemajuan fisik dan

financial, serta menyerahkan kepada PPK/KPA.

Menyusun

justifikasi

teknis,

termasuk gambar dan

perhitungan, sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.

Mengecek

dan

menandatangani

dokumen

pembayaran

bulanan (monthly Certificate) atau termijn

Mengecek

dan

menandatangani

dokumen

pengendalian mutu dan volume pekerjaan.


2.

Quality Engineer

tentang

Quality adalah seorang sarjana Teknik Sipil yang berpengalaman


minimal 3 (tiga) tahun di bidang pengawasan pekerjaan struktur
dermaga atau struktur bangunan gedung dan jembatan.

Membantu

Team

Leader

menghitung

kembali

volume

pekerjaan rencana berdasarkan gambar desain yang terdapat


pada kontrak.

Bersama Draftman, membantu Team Leader untuk melakukan


perubahan-perubahan desain dan rencana Contrack Change
Order (CCO) jika kondisi pekerjaan mengharuskan CCO.

Bersama Team Leader membuat pernyataan penerimaan


(Acceptance) atau penolakan (Rejection) atas material dan
produk pekerjaan

Bersama Inspector. membantu Team Leader di lapangan


melakukan kontrol terhadap kuantitas pekerjaan yang sedang
dikerjakan maupun yang sudah selesai dikerjakan .

Mengendalikan kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh


kontraktor terutama tes-tes terhadap kualitas pekerjaan di
lapangan.

Berkoordinasi dengan Team Leader bila terjadi kekurangan


kuantitas dan kualitas pekerjaan yang dikerjakan oleh
kontraktor.

Bersama Team Leader memeriksa laporan kuantitas dan


laporan kualitas pekerjaan yang dibuat oleh kontraktor.

Bersama Team Leader mengecek dan menandatangani


dokumen pengendalian mutu dan volume pekerjaan.

3.

Pengawas Lapangan (Inspector)


Adalah lulusan Sekolah Teknik Menengah yang berpengalaman
minimal 3 (tiga) tahun dalam bidang pengawasan konstruksi
fasilitas pelabuhan atau yang sejenis lainnnya.
Tugas Pengawas Lapangan :

Melakukan pengawasan langsung secara kontinu untuk


semua pelaksanaan pekerjaan sehingga tidak menyimpang
dari spesifikasi.

Melakukan pemeriksaan terhadap laporan harian yang dibuat


kontraktor diantaranya meliputi laporan material masuk,
penggunaan peralatan, jumlah tenaga yang dipekerjakan dan
catatan mengenai cuaca.

Memberikan teguran-teguran di lapangan baik secara lisan


maupun tertulis kepada kontraktor

Bersama-sama Pihak Proyek dan Kontraktor melakukan


pengukuran hasil kerja (opname) pada setiap akhir minggu
dan

pada

saat

kontraktor

mengajukan

permintaan

pembayaran.
5. Kebutuhan Tenaga Pendukung Lainnya
Untuk

membantu

proses

pengawasan

diperlukan

tenaga

pendukung yang berpengalaman dalam bidang pekerjaannya


masing-masing yang relevan dengan posisi dan tugasnya guna
mendapatkan hasil kerja yang maksimum.
Personil-personil yang diusulkan menjadi staf pendukung untuk
pekerjaan pengawasan yaitu :
1. Operator komputer
2. Administrasi lapangan
Jumlah tenaga staf pendukung yang dibutuhkan untuk paket
pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

N
o
1.

Posisi
Administrasi
Jumlah

Jumlah
1
1

Keterangan

4. Keluaran
Produk dari pada konsultan supervisi pekerjaan Lanjutan Pembangunan
Faspel Laut Lifofa/Maidi TA. 2011 adalah dalam bentuk laporan. Laporanlaporan tersebut terdiri dari :

Laporan Mingguan

Laporan Bulanan

Laporan Akhir

Laporan Khusus (Laporan Insidentil)

Adapun jumlah dari jenis laporan yang akan disiapkan oleh kosultan telah
cukup jelas digambarkan dalam Kerangka Acuan Kerja dan RAB konsultan
supervisi.

5. Program Kerja
Dalam melaksanakan kegiatan pengawasan, secara garis besar dapat
dibagi ke dalam 3 (tiga) kategori sebagai berikut :

Tahap Persiapan
Kegiatan Rutin / Harian
KEGIATAN PENGAWASAN

Kegiatan Khusus
KEGIATAN / TAHAP PERSIAPAN

Mobilisasi Tenaga Konsultan


Setelah Konsultan supervisi ditunjuk untuk menangani pekerjaan ini,
segera dilakukan mobilisasi yang meliputi mobilisasi personil inti serta
peralatan yang diperlukan. Sedangkan mobilisasi

personil

lainnya

akan dilakukan kemudian sesuai dengan kebutuhan serta jadwal yang


telah disusun.

Program Mobilisasi Kontraktor


Untuk

melakukan

menyerahkan dan

mobilisasi,

kontraktor

harus

menyiapkan,

mendapat persetujuan dari pemberi tugas dan

Konsultan supervisi suatu program mobilisasi, yang terdiri atas :

Master list peralatan berat/bantu yang akan dipakai.

Master list peralatan laboratorium.

Lokasi calon-calon quarry beserta sample yang harus ditest dahulu


baik mutu maupun deposit yang tersedia.

Pengadaan kendaraan yang akan dipakai.

Staffing Schedule.

Financial Schedule.

Barchart dan S - curve untuk jenis pekerjaan, man power, material


dan equipment.

Konsultan supervisi akan memeriksa program mobilisasi kontraktor


untuk meyakinkan bahwa :

Program tersebut cukup praktis.

Program tersebut cukup memungkinkan/baik.

Program tersebut cukup sesuai dengan kapasitas kontraktor


sehubungan dengan peralatan, material, man power dan cash-flow
yang tersedia.

Program

tersebut

tidak

bertentangan

dengan

peraturan

pemerintah/daerah yang ada.

Program tersebut tidak ditentang oleh sesuatu atau pihak luar


manapun.

Persiapan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya

Lokasi Base Camp, Kantor Proyek, Mess dan Aktivitas Lainnya


Konsultan supervisi akan memeriksa apakah site yang diperlukan
kontraktor untuk Base Camp, Kontor Proyek, Gudang, Mess,
bengkel dan pelaksanaan pekerjaan lainnya memadai dan
memenuhi persyaratan yang ada didalam Spesifikasi Umum dan
diperisa apakah tidak ada masalah dengan pemiliknya yang sah.
Juga akan diperiksa mengenai ketersediaan air bersih

dan

instalasi yang tersedia.


Usulan

lay-out

ini

harus

disediakan

secepatnya,

sebelum

Konsultan supervisi melakukan pemeriksaan.

Kantor Kontraktor dan Fasilitasnya


Semua bangunan dan fasilitas di Base Camp kebutuhannya akan
dilaksanakan oleh konsultan supervisi dan pemberi tugas.
Pada

tahap

kelengkapan

mobilisasi

konsultan supervisi akan

laboratorium, peralatan

yang akan dilibatkan dalam pekerjaan

memeriksa

serta kwalifikasi personil


pengujian

ini.

Jikalau

meragukan, peralatan yang akan dipakai harus diadakan kalibrasi


terlebih dahulu.

Quarry dan Material yang Akan Dipakai


Didalam Gambar Rencana terdapat gambar lokasi Quarry
untuk

masing-masing

jenis material. Pada tahap mobilisasi,

Quarry ini akan diperiksa oleh konsultan supervisi bersama-sama


dengan pihak kontraktor dan diadakan sampling untuk ditest
kualitasnya masing-masing.

Rencana Kerja Kontraktor


Pada dasarnya kelancaran dan mutu serta pencapaian volume
pekerjaan

merupakan tanggung

kepentingan pemberi tugas juga

jawab

kontraktor, namun

tergantung

padanya, mengingat

keberhasilan pekerjaan ini berkaitan erat dengan hal tersebut. Untuk


mengamankan kepentingan pemberi tugas itulah konsultan supervisi
harus memeriksa, mengomentari dan memberikan saran-saran/jalan
keluarnya terhadap rencana

kerja

kontraktor yang disesuaikan

dengan kondisi yang ada pada pihak kontraktor.


Dalam hal ini konsultan supervisi akan ikut berperan aktif didalam
proses

planning

ini dan

memberikan

berbagai

alternatif untuk

memperbaiki planning yang sedang disusun tersebut.


KEGIATAN RUTIN / HARIAN

Sistem dan Prosedur / Request Sheet


Untuk

menjaga

kelancaran,

cara, mutu, kuantitas dan waktu

pelaksanaan pekerjaan yang baik dan benar, maka diperlukan


suatu sistem dan prosedur yang mengatur agar semua kegiatan
yang dilaksanakan oleh kontraktor dapat dikendalikan dan dapat
dipertanggung jawabkan dengan baik dan benar pula sesuai dengan
hakekat quality assurance yang diminta konsultan supervisi.
Setiap akan memulai suatu jenis pekerjaan, kontraktor harus
mengajukan

Request

yang

dilengkapi

dengan

berbagai

data

penunjang. Semua ini akan diperiksa untuk disetujui apabila telah


dinyatakan

benar

oleh

konsultan

supervisi,

barulah

pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan. Didalam

kemudian

pelaksanaannya

tidak terlepas dari pemeriksaan dan pengujian- pengujian, sampai


akhirnya pekerjaan tersebut dapat dinyatakan diterima dengan baik
dan pembayarannyapun dapat diajukan.

Pemeriksaan Lapangan

Koordinator Supervision/ Team Leder, akan melakukan kunjungan dan


pemeriksaan lokasi

pekerjaan. Pemeriksaan tersebut antara lain,

meliputi :

Kesesuaian kondisi lapangan dengan gambar dan Rencana Teknis


yang ada.

Identifikasi

atas

lokasi-lokasi

yang

memerlukan

data

dan

perencanaan detail tambahan.

Identifikasi atas masalah-masalah yang diperkirakan akan dihadapi


dalam pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.

Hasil pemeriksaan lapangan ini akan dilaporkan dibahas dengan pihak


pemberi tugas.
Hasil pemeriksaan
kontraktor

lapangan ini diharapkan sudah selesai sebelum

melaksanakan mobilisasi

temuan yang ada pihak kontraktor

agar
dapat

berdasarkan temuanmenyesuaikan program

mobilisasi yang disiapkannya.

Survey dan Pengukuran


Konsultan supervisi akan melaksanakan pengawasan pekerjaan
survey dan

pengukuran (measurement) yang meliputi pengecekan

terhadap :

Pengukuran pra-konstruksi

Pengukuran pekerjaan yang sedang berjalan

Pengukuran pekerjaan yang telah selesai dan di-terima dengan


baik oleh konsultan supervisi.

a. Pengukuran Pra Konstruksi


Pada

beberapa

berdasarkan

Pay-Item

kuantitas

pekerjaan, pembayaran dilakukan

dari pekerjaan

selesai. Untuk itu diperlukan sejumlah


dapat

yang telah dinyatakan


pengukuran

awal yang

dijadikan acuan perhitungan kuantitasnya dibandingkan

dengan pengukuran setelah pekerjaan dapat dinyatakan selesai.


Untuk mempermudah pekerjaan, pengukuran dan pemberian
notasi-notasi

Stationing perlu dilakukan dengan mempergunakan

cat atau tanda- tanda lainnya yang

tidak

mudah hilang atau

terhapus.
b. Pengukuran Pekerjaan yang Sedang Berjalan

Pengukuran yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan :

Tersedianya data yang lengkap tentang kemajuan pekerjaan.

Tersedianya data bila ternyata ada tidak kesesuaian pekerjaan.

c. Pengukuran

Pekerjaan

Yang Telah Selesai dan Diterima

Dengan Baik oleh Konsultan Supervisi


Pengukuran

ini

akan dijadikan acuan kedua bagi perhitungan

kuantitas pekerjaan yang telah dinyatakan diterima dengan baik


oleh konsultan supervisi. Selisih antara pengukuran prakonstruksi
dan pengukuran akhir ini akan dijadikan Back-up data dalam
pembayaran terhadap kontraktor (Back-up Monthly Certificate).

Pemeriksaan Pekerjaan/Inspection
Pemeriksaan
dilakukan

terhadap

kontraktor

cara

dan

pelaksanaan

pekerjaan

yang

akan menjadi tolok ukur keberhasilan kontrol

kuantitas dan kualitas konsultan supervisi.

Konsultasi dan Rapat Koordinasi


Mengingat banyak pihak yang terlibat dalam penanganan pekerjaan
ini, suatu sistem komunikasi dan koordinasi yang efektif harus tetap
terjaga. Fleksibilitas

dan kemampuan untuk menghadapi berbagai

macam permasalahan -

permasalahan

membutuhkan sejumlah

kontak-kontak baik formal maupun informal,

khususnya diantara

anggota konsultan supervisi sendiri, antara konsultan supervisi dengan


pemberi tugas, serta antara konsultan supervisi dengan pemberi tugas
dan kontraktor.
Suatu pertemuan/rapat berkala yang terencana dengan agenda serta
catatan resmi

mengenai

keputusan rapat (minute of meeting)

merupakan suatu keharusan dan bersifat mengikat satu sama lain.

Dokumentasi
Perencanaan yang baik digunakan untuk keperluan :

Menunjang sistem pelaporan

Dijadikan dasar perhitungan kuantitas dan kualitas.


Dijadikan dasar penyelesaian dalam hal adanya ketidak-sesuaian.
Dijadikan dasar perhitungan pembayaran.

Pembayaran / Sertifikasi Pekerjaan


Untuk dapat menerima pembayaran atas setiap pay-tem yang telah
dinyatakan diterima baik oleh Konsultan supervisi, kontraktor harus
mengajukan Request

Monthly

Certificate

yang dilampiri

dengan

semua Back-up data yang diperlukan. Koordinator Supervision

dan

Stafnya akan membantu PPK di dalam proses pemeriksaan kebenaran


datanya yang ada pada MC beserta Back-up Data selengkapnya. Jika
hasil pemeriksaan itu telah dinyatakan benar dan PPK menilai bahwa
permohonan kontraktor tersebut dapat diterima, maka draft diperiksa
lebih lanjut dan proses selanjutnya adalah pelaksanaan pembayaran
oleh PPK.
KEGIATAN KHUSUS

Review Design
Hasil dari Review Design berupa Estimasi Volume dan Harga Akhir
pekerjaan yang telah disesuaikan kondisi terkini dari lokasi pekerjaan
sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijaksanaan target
pelaksanaan yang akan ditetapkan.

Pre Construction Meeting


Tahapan awal tindakan pengendalian terhadap pelaksanaan pekerjaan
di lapangan

akan tercermin dari penyelenggaraan rapat persiapan

pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang hasilnya tertuang


dalam notulen rapat.
Hal

tersebut

dapat

diartikan bahwa PCM tidak

hanya

sekedar

pemenuhan prosedur administrasi, dan kegagalan pencapaian hasil


rapat adalah merupakan awal dari permasalahan yang timbul dalam
pelaksanaan yang dapat berakibat kegagalan dalam pelaksanaan.
Tujuan

diadakan

PCM, antara lain memberikan

pengarahan-

pengarahan dan mengurangi perselisihan pendapat (dispute) serta


kesalah pahaman yang

kemungkinan

terjadi selama pelaksanaan

pekerjaan, sehingga tercapai kesepakatan, penyesuaian pandangan,


dan pengertian bersama.

Materi yang perlu dibahas dan dikembangkan, sebagai berikut :


i)

Mendapatkan kesamaan pengertian dan cara aplikasi dari pasalpasal di dalam dokumen kontrak, antara lain :

ii)

pekerjaan tambah kurang

termination atau forfeiture (pemutusan kontrak)

mobilisasi

maintenance and protection of traffic

sub kontrak

asuransi

dan lain-lain yang dianggap perlu

Mendapatkan kesepakatan tentang tata cara dan prosedur


administrasi

penyelenggaraan pekerjaan, antara lain :

request dan approval dalam rangka examination of works

perpanjangan waktu pelaksanaan

pembuatan shop drawing dan segala sesuatu yang berkaitan


dengan drawing

provisional hand over dan final hand over

pengajuan MC dan data pendukung

pembuatan addendum kontrak

dan lain-lain yang dianggap perlu

Show Cause Meeting


Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan perlu mendapat pengendalian
secara ketat mulai dari
Jenderal.

tingkat

Pengendalian

pembuktian

(Show

proyek sampai tingkat Direktorat

dimaksud

Cause

dilakukan

Meeting)

oleh

melalui

rapat

Tim

Rapat

Pembuktian.
Dalam pelaksanaan

Show Cause Meeting yang bertujuan untuk

menguji kemampuan Kontraktor dalam menyelesaikan pekerjaan,


maka perlu disiapkan oleh Kontrator sebagai berikut:

Rencana

kemajuan

fisik

selama masa Test Case, sehingga

terlihat pada akhir masa Test Case, apakah progress negatif (-)
atau positif (+)

Merencanakan penggunaan alat dan jadwal perbaikan

Merencanakan penggunaan bahan-bahan

Merencanakan penggunaan tenaga kerja

Dari yang direncanakan Kontraktor, dan telah mendapat persetujuan


Tim

Pembuktian,

peranan

Konsultan adalah untuk memonitor

pelaksanaannya tiap hari sehingga terlihat sesuai atau tidak rencana


dengan realisasi.
Hal-hal yang perlu dimonitor adalah sebagai berikut :

Memonitor hasil pekerjaan tiap hari

Memonitor alat-alat yang dipergunakan dilapangan tiap hari

Memonitor tenaga kerja dilapangan tiap hari

Memonitor bahan/material tiap hari

Memonitor kerusakan dan perbaikan alat tiap hari

Mengevaluasi hasil pekerjaan dalam satu minggu

Bersama Tim Pembuktian mengevaluasi hasil Test Case

Provisional Hand Over


Bila pihak kontraktor mengganggap bahwa pekerjaan yang menjadi
kewajibannya telah dapat diselesaikan
kontraktor dapat

mengajukan

secara

permohonan

menyeluruh,

tertulis untuk

maka
proses

Provisional Hand Over (PHO). Di dalam Spesifikasi Umum terdapat


prosedur yang mengatur akan hal tersebut. Konsultan Supervisi akan
membantu Pemberi Tugas dalam pemeriksaan

dokumen-dokumen

proses PHO ini.


Kontraktor

berkewajiban

memperbaiki kerusakan

- kerusakan

ataupun semua pekerjaan yang masih dinyata- kan belum dapat


diterima. Setelah pekerjaan perbaikan dan semua permasalahannya
dapat dinyatakan selesai, maka konsultan supervisi akan membantu
proses Final Hand Over (FHO) atas dasar surat permohonan dari
kontraktor dan menyatakan hal tersebut selesai dengan menerbitkan
Surat Berita Acara Penyerahan Akhir (FHO).
Seluruh kegiatan dan urutan kegiatan konsultan pengawasan dalam
pekerjaan

Supervisi

Lanjutan

Pembangunan

Faspel

Laut

Lifofa/Maidi Tahap II dapat kami rangkumkan dalam bentuk Bagan


Alir sebagaimana terlampir.

6. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan


Demi suksesnya pelaksanaan pekerjaan, maka konsultan supervisi telah
membuat beberapa tahapan pekerjaan yang disusun dalam bentuk Jadwal
Rencana Kerja Pekerjaan Supervisi Konstruksi sebagaimana terlampir
(Lampiran 4):
f.

Pelaporan
Laporan yang akan disajikan oleh konsultan selama melaksanakan kegiatan
pengawasan terdiri dari :

Laporan

Mingguan:

adalah

laporan

yang

menyajikan

data-data

perkembangan fisik pekerjaan selama kurun waktu satu minggu


pelaksanaan pengawasan pekerjaan. Adapun isi laporan mingguan di
antaranya: memberikan informasi tentang perkembangan fisik pekerjaan
minggu lalu, minggu ini serta rekap realisasi fisik pekerjaan dari minggu
lalu hingga minggu terkini.

Laporan Bulanan: adalah laporan yang menyajikan data-data realisasi


fisik pekerjaan selama kurun waktu satu bulan atau empat minggu. Jadi
laporan bulanan merupakan rekap laporan mingguan yang isinya memuat
tentang, data-data proyek, realisasi fisik minggu ini, rencana kerja
kontraktor bulan depan, permasalahan dan solusi pemecahannya, kurva
S realisasi pekerjaan, serta foto dokumentasi realisasi pekerjaan.

Laporan Khusus : adalah laporan yang menyajikan data dan pengolahan


data hasil pemancangan tiang pancang.

Laporan Akhir: adalah laporan yang dibuat segera setelah pekerjaan fisik
telah selesai 100 % (seratus persen) dan berisikan seluruh perkembangan
pekerjaan dari awal hingga akhir pekerjaan.
Seluruh laporan tersebut dibuat dalam beberapa rangkap untuk kemudian
disampaikan kepada pimpro dan berbagai pihak terkait.
Seluruh laporan yang dibuat harus dikonsultasikan dengan Direksi
Lapangan, Pejabat Pembuat Komitmen dan berbagai pihak terkait untuk
mendapatkan persetujuan dan dianggap layak. Jika terdapat koreksi dan
saran dari beberapa pihak tersebut, maka Team Leader harus melakukan
perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan untuk kemudian diperbanyak dan

dijilid dan selanjutnya didistribusikan ke masing-masing pihak terutama


kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan Kuasa Pengguna Anggaran.
Berdasarkan gambaran tersebut di atas maka dapatlah disajikan skema
proses pembuatan laporan sebagai barikut :

MULAI
QUALITY/QUANTITY
SITE ENGINEER
MENYUSUN
LAPORAN

IN PUT

INSPECTOR

NO

DISAHKA
N OLEH
PPK

YES

DIREKSI

DISTRIBUSI

SELESAI

BAB IV
ORGANISASI DAN PERSONIL

4.1. Komposisi Tiem dan Penugasannya


Site Engineer
Kami menugaskan Budi Lainta, ST, lulusan sarjana (S1) Teknik Sipil yang
memiliki pengalaman lebih dari 5 (lima) tahun di berbagai bidang pekerjaan
terutama pekerjaan Supervisi Jalan dan Jembatan.
Quantity/Quality Engineer
Kami menugaskan Ir. Akriani A. Bode, lulusan sarjana (S1) Teknik Sipil
yang

memiliki

pengalaman

lebih

dari

(lima)

tahun

sebagai

Quantity/Quality Engineer dalam pekerjaan pengawasan dan perencanaan


bangunan.
Tenaga Pengawas Lapangan (Inspeoctor)

Untuk posisi ini kami menugaskan Sdr Faudji Kalfangare lulusan STM telah
berpengalaman lebih dari 5 (lima) tahun di bidang pengawasan
Komposisi Team Supervisi / Team Pengawas dan Penugasannya dapat dilihat
pada tabel terlampir (Lampiran 5).

4.2. Struktur Organisasi Proyek


Dari uraian tersebut di atas, maka disusunlah struktur organisasi proyek sebagai
berikut :

KPA / PPK

Site Engineer
(Budi Lainta, ST)

DIREKSI

Adm Lapangan
Quality Engineer
(Ir. Akriani A. Bode)

Pengawas Lapangan
(Faudji Kalfangare)

Administrasi
(Rusly, ST)

Keterangan :
Garis Komando
Garis Koordinasi

Gambar : Struktur Organisasi Pekerjaan Supervisi Proyek

a. Jadwal Penugasan Tenaga Ahli


Dalam melaksanakan pekerjaan ini Konsultan didukung oleh tenaga-tenaga ahli.
Sesuai denagn tugas-tugas yang akan dilaksanakan serta waktu dan anggaran
yang tersedia, maka penugasan personil disusun sedemikian rupa sebagaimana
terlampir (Lampiran 6).

b. Daftar Riwayat Hidup Personil Yang Diusulkan


Daftar riwayat hidup personil yang diusulkan terlampir..
c. Surat Pernyataan Kesediaan Ditugaskan
Surat Pernyataan kesediaan ditugaskan terlampir.