Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan

kesehatan

merupakan

suatu

bentuk

pelayanan

professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan.


Pada

perkembangannya

ilmu

keperawatan

selalu

mengikuti perkembangan ilmu lain, mengingat ilmu


keperawatan

merupakan

ilmu

terapan

yang

selalu

berubah mengikuti perkembangan zaman. Demikian juga


dengan pelayanan keperawatan di Indonesia, diharapkan
harus

mampu

memberikan

pelayanan

kepada

masyarakat secara profesional sesuai dengan tuntutan


kebutuhan

masyarakat

serta

teknologi

bidang

kesehatan yang senantiasa berkembang. Pelaksanaan


asuhan keperawatan di sebagian besar
Indonesia

umumnya

telah

menerapkan

rumah sakit
pendekatan

ilmiah melalui proses keperawatan.


Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan
kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat
harus

mengacu

pada

model

konsep

dan

teori

keperawatan yang sudah dimunculkan. Konsep adalah


suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak
yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata,
sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk
menyusun

suatu

kerangka

konseptual

atau

model

keperawatan.
Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk
sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang

menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang


didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang
absolut atau bukti secara langsung.Yang dimaksud teori
keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan
atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan.
Teori

keperawatan

digunakan

sebagai

dasar

dalam

menyusun suatu model konsep dalam keperawatan.


Model

konsep

keperawatan

digunakan

dalam

menentukan model praktek keperawatan. Makalah ini


menjelaskan salah satu teori model keperawatan Virginia
Handerson yang perlu diketahui oleh para perawat
profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek
keperawatan yang didasarkan pada keyakinan dan nilai
dasar keperawatan
1.2

Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana konsep teori model keperawatan

Virginia Handerson ?
1.2.2 Bagaimana paradigma keperawatan menurut teori
model keperawatan Virginia Handerson ?
1.2.3 Bagaimana cara mengaplikasikan asuhan
keperawatan menurut teori model keperawatan
Virginia Handerson ?
1.3
Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Agar mahasiswa mampu menghubungkan antara
konsep / ilmu dengan segala pemikiran dan tingkah
lakunya dalam merancang atau menyusun suatu
rencana asuhan keperawatan yang dibutuhkan oleh
pasien dan keluarga sesuai kasus secara teori
dengan benar.
1.3.2 Tujuan Khusus

1.3.2.1 Mahasiswa mengetahui model praktik


keperawatan dan tujuan teori model
keperawatan
1.3.2.2 Mahasiswa mampu mengerti dan
menjelaskan konsep dasar teori model
keperawatan Virginia Handerson
1.3.2.3 Mahasiswa mampu menentukan masalah
keperawatan dan mampu menyusun asuhan
keperawatan berdasarkan teori model
keperawatan Virginia Handerson.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Biografi Henderson
Virginia Henderson lahir tahun 1897, anak ke lima

dari 8 bersaudara di keluarganya. Ia asli dari Kansas city,


Mo. Henderson menghabiskan masa pertumbuhannya di
Virginia karena ayahnya membuka praktik hukum di
Washington D,C.
Selama Perang Dunia I Henderson tertarik dengan
ilmu perawatan. Maka tahun 1918 ia memasuki Sekolah
Perawat Militer di Washington D.C. Henderson lulus
tahun 1921 dan menempati posisi sebagai staf perawat
di Henry Street Visiting Nurse Service di New York. Di
tahun 1922 Henderson mulai mengajar ilmu perawatan
di Norfolk Prostetan Hospital di Virginia. Lima tahun
kemudian ia memasuki Teachers college di Universitas
Colombia di mana ia berturt-turut meraih gelar B.S dan

M.A bidang pendidikan perawatan.

Di tahun 1929

Henderson menjadi supervisor pengajaran pada klinik


Strong Memorial Hospital di Rochester, New York. Ia
kembali ke Teachers college di tahun 1930 sebagai
pengajar,

memberikan

pelatihan

proses

analitis

perawatan dan praktik klinik hingga tahun 1948.


Henderson menikmati karirnya yang panjang
sebagai

seorang

penulis

dan

peneliti.

Sementara

mengajar di Teachers college ia menulis ulang edisi ke


empat tulisan Bertha Harmer Textbook of the Principles
and Practice of Nursing and practice of Nursing setelah
kematian penulisnya. Edisi ini diterbitkan tahun 1939.
edisi kelima buku tersebut di terbitkan tahun 1955 dan
memuat

definisi

ilmu

perawatan

karya

Henderson.

Hnderson bergabung dengan universitas Yale sejak awal


tahun 1950-an dan telah berbuat banyak bagi riset
perawatan lebih jauh lewat perkumpulan ini. Mulai tahun
1959

hingga

1971.

henderson

mengepalai

Nursing

Studies Indeks Project yang di sponsori Yale. Nursing


Studies Indeks ke dalam empat jilid di lengkapi dengan
indeks biografi perawatan, analisis, dan literatur sejarah
sejak tahun 1900 hingga 1959.
Di tahun 1980-an Henderson masih aktif sebagai
Research Associate Emeritus di Yale. Prestasi Henderson
dan pengaruhnya dalam profesi keperawatan telah
memberikan

lebih

dari

tujuh

gelar

doctoral

dan

Christiane Reimann Award pertama kali untuknya.


2.2

Definisi Tentang Profesi Keperawatan Dari

ANA (American Nurse Association)

Profesi

keperawatan

diartikan

sebagai

suatu

tindakan untuk melengkapi beberapa tindakan dari tim


kesehatan,
melakukan

antara

lain:

perawatan,

dalam

memberikan

mengobservasi,
nasehat/anjuran

bagi yang sakit, terluka atau yang lemah, mencegah dari


tertularnya

penyakit

pemeliharaan

status

lain,

serta

membantu

kesehatannya.

dalam

Disamping

itu

profesi ini juga bertugas membina dan membimbing


petugas lainnya, termasuk dalam pemberian pengobatan
kepada pasien (sebagai tugas kolaboratif/limpahan).
Oleh karena itu dalam bekerja diperlukan keahlian
khusus yang termasuk di dalamnya adalah ilmu biologi,
fisika, dan ilmu sosial; serta aplikasinya yang juga perlu
digali lebih dalam untuk
menegakan

diagnosa

menambah wawasan dalam

keperawatan

atau

membantu

dalam pemberian terapi atau ukuran-ukuran lain yang


perlu koreksi
keperawatan yang utamanya adalah membantu
individu baik sakit ataupun sehat dengan tindakantindakan yang memberikan kontribusi bagi kesehatan
atau kesembuhan, atau bahkan suatu kematian yang
didorong dengan kekuatan, keinginan, dan pengetahuan.
Keperawatan merupakan kontribusi yang bersifat unik
untuk

membantu

individu

agar

mandiri

dengan

memberikan bantuan seperlunya.


Virginia

Henderson

mendefinisikan

keperawatan

sebagai penolong individu, saat sakit atau sehat, dalam


melakukan kegiatan tersebut yang bertujuan untuk
kesehatan, pemulihan, atau kematian yang damai dan
individu akan dapat melakukannya sendiri jika mereka

mempunyai

kakuatan,

keinginan,

atau

pengetahuan(Harmer dan Henderson, 1955; Henderson,


1996).
Fokus Henderson terhadap perawatan individu lebih
ditekankan

pada

komponen-komponen

dalam

keperawatan, sebagai berikut:


2.2.1 Bernafas secara normal
2.2.2 Tercukupinya kebutuhan makan dan minum
2.2.3 Mengurangi zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh
2.2.4 Mengubah dan memelihara bentuk tubuh yang
diinginkan
2.2.5 Tercukupinya kebutuhan tidur dan istirahat
2.2.6 Memilih pakaian yang tepat/sesuai
2.2.7 Menjaga suhu tubuh dalam rentang yang normal
dengan menyesuaikan pakaian dan

memodifikasi

terhadap kondisi lingkungan


2.2.8 Menjaga kebersihan tubuh dan kerapihan
2.2.9 Menghindari bahaya terhadap kondisi lingkungan dan
menghindari jatuhnya korban lain
2.2.10Berkomunikasi dengan orang lain untuk menyalurkan
emosi, kebutuhan, ketakutan, dan berpendapat
2.2.11Beribadah sesuai dengan satu kepercayaan
2.2.12Bekerja

dengan

semangat

untuk

mencapai

keberhasilan
2.2.13Berperan atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk
rekreasi
2.2.14Belajar

menggunakan

fasilitas

kesehatan

yang

tersedia untuk menemukan atau memuaskan rasa


ingin tahu yang akan membantu meningkatkan kondisi
kesehatan.

2.3

Hubungan

Model

dengan

Paradigma

Keperawatan
2.3.1 Manusia
Individu

sebagai

kesatuan

yang

tidak

dapat

dipisahkan jiwa dan raga adalah satu kesatuan.Lebih


lanjut lagi, indifidu dan keluarganya dipandang sebagai
unit tunggal.Setiap manusia harus berupaya untuk
memepertahankan

keseimbangan

fisiologis

dan

emosional.
2.3.2 Lingkungan
Henderson

mendefinisikan

lingkungan

sebagai

seluruh faktor eksternal dan kondisi yang memengaruhi


kehidupan dan perkembangan manusia.
2.3.3 Sehat dan Sakit
Sehat adalah kualitas hidup tertentu, yang oleh
Henderson

dihubungkan

kemandirian.Karakteristik
ketergantungan
individu

dan

(sekarang

utama

berbagai
pasien)

dari

dengan
sakit,

tingkat

adalah

inkapasitas

untuk

memuaskan

kebutuhan manusianya.
2.3.4 Keperawatan
Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu
individu, baik apakah ia sakit atau sehat, dalam peran
tambahan

atau

peran

keperawatan

adalah

memperoleh

kembali

pendukung.

untuk

Tujuan

membantu

kemandiriannya

dari

individu
sesegera

mungkin.

2.4

Caring Menurut Virginia Henderson

2.41 Caring hanya hanya efektif bila diperlihatkan dan


dipraktikan secara interpersonal.
2.4.2 Caring terdiri darikaratif yang berasal dari kepuasan
dalam membantu memenuhi kebutuha manusia atau
klien.
2.4.3 Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan
individu dan keluarga.
2.4.4

Caring

merupakan

respon

yang

diterima

oleh

seseorang yang tidak hanya saat itu juga namun juga


mempengruhi akan seperti apakah seseorang tersebut
nantinya.
2.4.5 Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk
mendukung

perkembangan

seseorang

dan

mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan


yang terbaik untuk dirinya sendiri.
2.4.6 Caring merupakan inti dari Keperawatan.
2.4.7 Caring memadukan antara pengetahuan biofisik
dengan pengetahuan mengenai prilaku manusia yang
berguna dalam peningkatan derajat kesehatn dalam
membantu klien yang sakit.
2.5

Hubungan Teori Virginia Henderson dengan

Proses Keperawatan
Henderson

memandang

proses

keperawatan

sebagai sebuah aplikasi nyata dari pendekatan logis


untuk

menyelesaikan

suatu

masalah.

Dengan

pendekatan ini setiap orang dapat menerima perawatan


secara

individu,

dan proses

keperawatan ini akan

menghasilkan keperawatan terhadap individu.

2.5.1 Dia membandingkan proses perawatan dengan tahap


tradisional dari proses terapi medis, sebab sejarah
keperawatan adalah paralel dengan sejarah medis
2.5.2 Berhubungan dengan mengatasi masalah
2.5.3 Pendekatan pemecahan masalah
2.5.4

Proses

perawatan

yang

berhubungan

dengan

kurangnya kolaborasi dari tenaga kesehatan, pasien


dan keluarga.
2.6

Tujuan Keperawatan Menurut Henderson


Untuk

bekerja

secara

mandiri

dengan

tenaga

pemberi pelayanan kesehatan dan membantu klien


untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat
mungkin. Dimana pasien merupakan mahluk sempurna
yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural,
dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan
dasar
2.7

Uraiannya terhadap Proses Perawatan

2.7.1 Pengkajian Keperawatan


Terdapat suatu masalah dalam proses perawatan.
Penilaian nyata terhadap proses perawatan tergantung
pada pemahaman seseorang, interpretasi, perpaduan,
dan penggunaannya. Walaupun definisi dan penjelasan
Henderson

mengenai

keperawatan

tidak

secara

langsung sesuai dengan langkah-langkah dalam proses


perawatan, tetapi terdapat hubungan antara kedua hal
tersebut.
2.7.2 Diagnosa Keperawatan
Analisa data didasarkan pada faktor-faktor di atas,
kemudian hasil analisa tersebut dipergunakan untuk
menentukan diagnosa keperawatan. Henderson tidak

secara

spesifik

membahas

mengenai

diagnosa

keperawatan ini, dia lebih yakin dokterlah yang akan


membuat diagnosa, dan perawat melakukan tindakantindakan atas dasar diagnosa tersebut.
2.7.3 Perencanaan Keperawatan
Setelah
selanjutnya
perawatan.

diagnosa

keperawatan

perawat

akan

Berdasarkan

dibuat,

menyusun

rencana

maka

rencana

perawatan

ini,

Henderson menyatakan: dengan rencana perawatan ini,


maka perawatan yang efektif dapat direncanakan lebih
baik. Suatu rencana yang tertulis akan mendorong
munculnya ide-ide tentang kebutuhan individu, kecuali
jika terdapat aturan-aturan lain yang harus dilakukan
oleh individu tersebut secara rutin. Tidak terlaksananya
perencanaan dapat dipengaruhi oleh anggota keluarga
lainnya.
2.7.4 Implementasi Keperawatan
Implementasi
keperawatan

sesuai

yang

dengan

dibuat.

perencanaan

Bagi

Henderson,

implementasi keperawatan harus tertuju pada bantuan


terhadap kebutuhan pasien sesuai dengan kebutuhan
14

komponen.

Sebagai

individu

terhadap

perawat

akan

metoda-metoda

contoh

kebutuhan

mencoba
dalam

dalam

istirahat

untuk

lebih

membujuk

membantu
dan

tidur,

mengetahui

pasien

untuk

beristirahat dan tidur sebelum diberikan obat-obatan.


2.7.5 Evaluasi Keperawatan
Henderson mendasarkan evaluasi terhadap setiap
perawat didasarkan pada kecepatan atau derajatnya

10

dalam mendorong kegiatan pasien secara independent


kembali seperti hari-hari normal.
Untuk tujuan evaluasi, perubahan pada level fungsi
kebutuhan

individu

juga

harus

diamati

dan

diperhitungkan. Sebuah data perbandingan mengenai


kemampuan fungsional individu dilakukan sebelum dan
sesudah proses perawatan. Semua perubahan akan
dicatat untuk dievalusi.
2.8

Kekuatan

dan

Kelemahan

Teori

Virginia

Henderson
2.8.1 Kekuatan
Henderson adalah ahli teori keperawatan yang
memberi pengaruh besar pada keperawatan sebagai
profesi yang mendunia. Henderson adalah orang
pertama

yang

mencari

fungsi

unik

dari

profesi

perawat.
Teori Henderson didasari oleh keanekaragaman
pengalaman

yang

ia

miliki

selama

karir

keperawatannya, bukan teori / model yang abstrak


semata.
Henderson mendefinisika profesi keperawatan,
bahwa

profesi

keperawatan

adalah

profesi

yang

mandiri yang tidak.


Asumsi Henderson mempunyai validitas karena
mempunyai keserasian dengan riset ilmuwan dibidang
yang lain seperti konsep Maslow.
2.8.2 Kelemahan
Pandangan dan pendapatnya hanya berfokus
pada satu pihak yaitu pada penyembuhan fisik semata
atau pada upaya memandirikan pasien.

11

2.9 Kasus

Keperawatan

dan

Analisa

Teori

Interpersonal Virginia Henderson


Contoh Kasus :
Donasi organ tubuh pasien yang mengalami
penurunan kesadaran akibat penumpukan kadar ureum
diotak dan akan dilakuakan trasplatai ginjal terjadi pada
Tn.H yang berusia 34 tahun. Alamat Jl. Kemanggis
No.23, Jakarta Selatan. Tn.H mengalami penurunan
kesadaran, asupan nutrisi dan cairan ia membutuhkan
sedangkan ia tak sadarkan diri. Aplikasi yang dilakukan
pada masing-masing komponen yang dikemukakan oleh
Henderson berkaitan dengan kasus ini akan dibahas
sebagai berikut :
2.9.1

Kebutuhan yang pertama yaitu bernafas secara

normal. Jika ditemukan suatu ketidak mampuan pasien


bernafas harus segara diintubasi dan diberikan ventilasi
untuk mencegah kerusakan organ.
2.9.2
Makan dan minum. Pada kasus ini dimana pasien
mengalami penurunan kesadaran, perawat harus segara
menyadari kebutuhan cairan dan nutrisi untuk menjamin
kelangsungan transportasi darah, pemberian obat, dan
pemberian njutrisi. Jika nutrsi dan cairan tidk masuk
maka akan terjadi instablitas metabolic yang akan
mengakibatkan sters pada organ. Daam jurnal tentang
donr organ oleh Nicely dan Delariodi sebutkan bahwa
konsep Henderson membantu klien untuk makan dan
minum diperluas dengan cara mepertahankan pasien
dalam kodisi normovolemia untuk medukung fungsi
organ yang adekuat (DElario, N. a. 2011)
2.9.3
Eliminasi. Dalam suatu trauma kepala pada kondisi
gawat darurat meurut Delario (2011) jika terdapat

12

gangguan pada fungsi otak maka akan terjadi terjadi


penurunan produksi hormone antidiuretik yang pada
akhirnya akan berdampak pada penurunan output urin,
diabetes insipidius dan kelamin kelainan lainnya. Organ
ginjal merupakan organ yang sensitive akan perubahan
ini. Melihat kondisi ini perawat harus dapat berinisiatif
dan menarankan untuk segera memberikan intervensi
untuk monitor output urin secara berskla.
2.9.4
Posisi yang nyaman istirahat dan tidur. Jika
seseorang dalam kondisi tidak sadar atau koma perawat
dalam tondakan mandirinya harus memberikan
perubahan posisi secara bersekla untuk menghindari
ulkus dekubitus, inflitrasi paru-paru dan pneumonia.
2.9.5
Berpakaian. Dalam konsep ini artinya bahwa klien
mampu berpakaian dengan tepat. Dalam kasus ini
artinya pemberian selimut yang tepat harus tetap
terjaga. Pada organ yang akan didonorkan harus ditutupi
dan dihormati selayaknya orang yang mendonorkan
organnya (Delario, N. a. 2011)
2.9.6
Menjauhi lingkungan yang berbahaya dan
menghindari melukai orang lain. Dalam kasus ini klien
sebelum melakukan donor, harus dites terlebih dahulu
kecocokan organ antara organ pendonor dan resipien
untuk menjamin keamana proses tranplatasi. Perawat
juga harus bertanggung jawab untuk melindungi klien
dari bahaya alat-alat yang dipasang untuk
meperthankan kehidupan organ yang akan di donorkan
(Delario, N. a. 2011).
2.9.7
Mempertahankan suhu tubuh dalam rentang
normal dengan mengenakan baju dan memodifikasikan
lingkungan adalah komponen berikutnya dari konsep
Henderson. Pada klien ini dengan gangguan pada otak

13

akan terjadi gangguan hipotalamus sebagai pengatur


suhu tubuh, akibatnya tubuh dapat mengalami hipotermi
atau hipertermi maka akan terjadi peningkatan
metabolism dan peningkatan kebutuhan oksigen.
Sedangkan jika terjadi hipotermi maka akan tejadi
gangguan pengiriman oksigen ke jaringan dan dapat
menyebabkan kerusakan organ. Pada perawatan trauma
maka tugas perawat adalah memberikan perawatan
penghangatan atau pendinginan jika pasien tidak bisa
melakukan sendirinya. Perawatan tersebut harus bisa
dilakukan dengan pemberian selimut hangat atau lampu
jika pasien mengalami hipotermi dan memberikan
selimut dingin atau ruangan berpendingin jika pasien
mengalami hipertermi.
2.9.8
Melindungi integument. Pada kasus ini
memberikan kesempatan pada perawat untuk
berinteraksii dalam memberikan edukasi bagaimana
cara memandikan, perawatan pada kulit atau
membersihkan tubuh dengan tetap menghormati privasi
klien. Pada pasien yang tidak sadar perawat dapat
memandikan klien atau melakukan perawatan kulit
dengan tetap didampingi oleh perawat. Selain itu
dengan perawatan kulit dan memandikan pasien maka
juga dapat mencegah infeksi.
2.9.9
Komunikasi dengan yang lain. Perawat harus
berkomunikasi dengan yang lain dalam mengekspresikan
emosi, kebutuhan, ketakutan, dan pendapat. Komunikasi
adalah komponen yang penting dalam kehidupan seharihari. Perawat harus mengkomunikasikan kepada pasien
untuk menenangkan dan mententramkan hati pasien,
menjelaskan prosedur, menjelaskan segala sesuatu yang

14

sedang terjadi, dan memberikan kenyamanan bagi


pasien. Dalam kasus ini memfaslitasi donasi organ agar
keluarga pasin mendapat persetujuan atau penolakan
terhadap tindakan donasi organ berdasarkan
pengetahuan atau informasi yang telah didapat. Aplikasi
da;pat menghindarkan dari kesalah pahaman terhadap
tindakan atau tuntutan dikemudian hari
2.9.10 Beribadah sesuai dengan keyakinan seseorang.
Komponen ini bisa dilakukan dengan memfasilitasi
individu yang dalam kondisi terminal untuk didampingi
oleh pemuka agama sesuai dengan keyakinannya.
Dalam roedur donasi oragan ini, perawat dapat
memfasilitasi keluarga donor dala menghadapi
kenyataan. Keluarga pasien dibantu dalam
mengekspresikan perasaan berduka dan kehilangan.
Beberapa agama juga telah memberikan dukungan
terhadap tindakan donasi organ, karena dengan tindakan
tersebut dapat meningkatakan derajat atau kualitas
hidup individu yag lain.
2.9.11 Bekerja dengan tata cara yang mengandung prestasi,
yaitu dimaksudkan sebagai perawat harus bekerja dengan
semangat agar membantu kesembuhan pasien. Jika kita
sebagai perawat tak memberikan atau tidak memberikan
contoh seperti itu akan mengakibatkan emosional dan
kodisi fisik pasien terpengaruhi.
2.9.12 Beribadah sesuai dengan keyakinan seseorang.
Komponen ini bisa dilakukan dengan memfasilitasi individu
yang dalam kondisi terminal untuk didampingi oleh
pemuka agama sesuai dengan keyakinannya. Untuk
meningkatakan kesehatan pasien.
2.9.13 Kebutuhan bermain dan rekreasi. Aplikasi konsep
ini dalam kasus donasi organ adalah bagaimana

15

seorang perawat dapat memberikan kebutuhan rekreasi


pada keluarga pasien yang anggota keluarganya menjadi
donor oragan. Fasilitasi kebutuhan keluargan dengan
membantu keluarga untuk dapat menerima prosedur
yang dilakuakn terhadap pasien.
2.9.14 Belajar mengetahui dan memuaskan rasa
penasaran individu, untuk memenuhi k;e;butuhan
tersebut, seorang; perawat bertugas untuk memberikan
informasi kepada pasien tentang apa yang perlu
diektahui oleh pasien dan apa yang pasien ingin tahu
sebatas kemampuan, wewenang, dan keilmuan perawat.
Aplikasi komponen pada kasusu donasi organ sangat
penting sekali, karena banyak sekali yang ingin diketahui
oleh pasien sebagai donor (jika pasien mengetahui
tindakan yang dilakuakan) dan keluarga sebagai orang
yang memiliki ikatan emosional dan genetic dengan
pasien. Dengan adanya pembelajaran kepada individu
sebagai pasien atau keluarga, akan memberikan
pengetahuan dan pemahaman yang menentukan pasien
dalampengambilan keputusan.
2.10
Hubungan Perawat dan Klien Menurut
Henderson
2.10.1 Pengganti (substitute)
Pada situsi pasien yang gawat, perawat berperan
sebagai pengganti di dalam memenuhi kebutuhan
pasien akibat fisik, kemampuan, atau kemampuan
pasien yang berkurang. Disini perawat berfungsi untuk
melengkapinya. Contoh nya pada kasus ini Tn.H, ia
mengalami penurunan kesadaran yang artinya ia tak
dapat melakuakan aktifats nya seperti biasa, maka
dari perawat harus segara menyadari kebutuhan

16

cairan dan nutrisi untuk menjamin kelangsungan


transportasi darah, pemberian obat, dan pemberian
nutrisi.
2.10.2 Penolong (helper)
Setelah kondisi gawat berlalu dan pasien berada pada
fase pemulihan, perawat berberperan sebagai
penolong untuk menolong atau membantu pasien
mendapatkan kemabali kemandiriannya. Kemandirian
ini sifatnya relative, sebab tidak ada satu pun manusia
yang yang tidak bergantung pada orang lain. Dalam
kasus ini, jika Tn,H sudah sadar kita sebagai perawat
membantu dia untuk mengembalikan kemandiriannya,
mengingatkan untuk tidak lupa memnum obatnya, dan
memberikan edukasi tentang cara perawatan
tubuhnya.
2.10.3 Mitra (partner)
Perawat disini sebagai partner pasien yaitu patner,
perawat bekerjasama dengan pasien dalam
meningkatkan derajat kesehatan klien.

17

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Ide dasar dari pelayanan keperawatan Henderson

adalah pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dan


aspek fisik, serta emosional dari individu.Konsep umum
holistik dari tubuh manusia tidak secara nyata muncul
pada tulisannya.Bagaimanapun kita harus berfikir bahwa
Henderson

telah

menuliskan

pemikirannya

sebelum

konsep holistik muncul.


Keempat belas komponen adalah hal yang menjadi
prioritas, hubungan antara komponen tersebut tidak
jelas.

Pada

beberapa

dasarnya
keyakinan

Henderson

telah

penerapan

membagi

holistik

daloam

keperawatan.
Hendersn

menjelaskan

mempertimbangkan

bahwa

beberapa

hal

perawat

harus

misalnya

usia,

temparemen, status sosial atau budaya, kemampuan


fisik dan intelektual dalam penggunaan komponen, hal
itu diterapkan pada setiap individu yang berbeda.
Kenyataan

dari

Henderson,

usahanya

untuk

mendefinisikan perkembangan keperawatan sebelum


pembahasan

dari

teori

untuk

munculnya

profesi,

walaupun demikian sedikitnya teori dalam pengertian


dasar. Semangatnya untuk membawa kemajuan dalam
profesi

dan

pertanggung

jawaban,

serta

kepadsa

18

masyarakat.Menyoroti saat Henderson menerbitkan buku


yang

berisi

tentang

mendapatkan

Pengertian

keuntungan

Keperawatan,

sebagai

pelopor

dia

dalam

pengembangan praktik keperawatan, pendidikan, dan


izin

praktik

keperawatan.

dipertimbangkan
keperawatan

dan

sebagai

Hasil

awal

pendorong

karyanya

bangkitnya

keperawatan

dunia
menuju

jenjang pendidikan tinggi.

3.2

Saran
Diharapkan kepada pembaca agar lebih banyak lagi

mempelajari tentang teori-teori keperawatan yang lain.


Setelah

mengetahui

pengetahuan

tentang

teori

keperawatan menurut Virginia Henderson yang telah


diuraikan dalam makalah ini, diharapkan mahasiswa
mampu memahami teori ini, karena teori ini juga sangat
penting

bagi

perawat

untuk

menjalankan

praktik

keperawatan.

19

DAFTAR PUSTAKA
Asmadi, Ns. S. Kep. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Basford, Lynn dan Slevin, Oliver. 2006. Teori dan Praktik
Keperawatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokterran ECG.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2004. Pengantar Konsep Dasar
Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika.
Harmer, B., & Henderson, V. A. 1955. Buku dari prinsip dan
praktik keperawatan. New York:Macmillan.
Lyn Basfort & Oliver Slevin, Teori dan Praktek Keoerawatan:
pendekatan Integral pada asuhan pasien, EGC, Jakarta
2006
Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran ECG

20

Pengantar Konsep Dasar Keperawatan : A. Aziz Alimul Hidayat,


Penerbit Salemba Medika
Si Torus, DR. Ratna S. Kp, M. App, Sc. 2005. Model Praktik
Keperawatan Profesional di Rumah Sakit. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran ECG.

21