Anda di halaman 1dari 10

URAIAN DAN ANALISA SWOT SETIAP KOMPONEN

A. Jati Diri, Visi, Misi, Sasaran, dan Tujuan


1. Jati diri
Jurusan/Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris merupakan salah satu dari
empat jurusan pada Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN)
Alauddin Makassar. Jurusan/Program Studi ini izin penyelenggaraannya didasarkan pada
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen
Agama RI Nomor: E/86/1999 Tanggal 5 Mei 1999
Kampus Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar berada di Jalan
Sultan Alauddin No. 36 Samata-Gowa, Sulawesi Selatan. Telepon (0411) 864928
864931.
Analisis SWOT Jati Diri
a. Kekuatan:
1)

Berstatus negeri.

2)

Memiliki gedung sendiri (gedung kuliah, kantor dan Laboratorium).


b. Kelemaham:
1) Belum maksimal dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
2) Pemanfaatan Laboratrium belum maksimal.
c. Peluang:
1) Kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi berkualitas masih tinggi.
2) Perkembangan Global menuntut kemampuan berbahasa Inggris yang baik.
3). Jurusan ini makin-tahun ,makin banyak peminatnya.

d. Tantangan:
Terdapat banyak program yang sejenis yang sudah mapan diseluruh Indonesia.
2. Visi
Inti sari visi Jurusan/program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris adalah
Menjadi Pusat Kajian Bahasa dan Sastra Inggris yang Berwawasan Islami
Visi ini menjadi acuan bagi segenap civitas akademika di lingkungan prodi Ilmu Bahasa
dan Sastra Inggris.
Visi yang telah dirumuskaan dan disosialisasikan ini sangat realistis dan memiliki
orientasi ke masa depan yang jelas. Ini sebagai wujud dari antisipasi terhadap kondisi dan
kinerja program studi yang lebih baik dan konsisten dengan kecenderungan
perkembangan historis, kultural dan nilai-nilai organisasi program studi.
Analisis SWOT Visi
a. Kekuatan:
Bersifat realistis sesuai dengan era global dan konsisten dengan visi UIN Alauddin
Makassar.
b. Kelemahan:
Belum dipahami secara komprehensif oleh seluruh civitas akademika dan belum
menjadi inspirator dalam penyelenggaraan program.
c. Peluang:
Perkembangan dan kemajuan pendidikan dan teknologi informasi terus berlanjut secara
cepat.
d. Tantangan:
Terdapat beberapa program studi sejenis yang memiliki visi yang hampir sama.
Visi Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra telah sesuai dengan
tuntutan kemajuan pendidikan dan global masa kini, dan perlu
disesuaikan dengan tuntutan pendidikan dan kemajuan global di masa
yang akan datang.
3. Misi
Visi di atas dapat dicapai melalui kegiatan yang berdasar pada misi bahasa dan
sastra Inggris berikut ini:
a. Melakukan Pengkajian Bahasa dan Sastra Inggris.
b. Mengembangkan Penelitian Bahasa dan Sastra Inggris.

c. Mengintegrasikan Nilai-nilai Islam ke dalam Pengkajian Bahasa dan Sastra Inggris.


d. Mengasah Keterampilan Mahasiswa pada Language Skills.
e. Mengaplikasikan Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris dalam Kehidupan Bermasyarakaf.
Analisis SWOT Misi
a. Kekuatan:
Menjadi dasar dan landasan dalam pengembangan kurikulum yang berkarakter yang
relevan dengan kebutuhan masyarakat.
b. Kelemahan:
Belum sepenuhnya menjadi inspirator dalam penyelenggaraan program.
c. Peluang:
Kebutuhan masyarakat terhadap program-program bahasa Inggris masih tinggi.
d. Tantangan:
Terdapat banyak program studi yang sejenis yang memiliki misi yang hampir sama.
Berdasarkan uraian tersebut, maka Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris harus
berusaha secara maksimal untuk dapat melaksanakan misinya
4. Sasaran
Sasaran Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris adalah tercetaknya sarjana di bidang
Kebahasaan dan kesusastraan Inggris.
Analisis SWOT Sasaran
a. Kekuatan:
Mencerminkan harapan dan realistis yang sesuai dengan kebutuhan dan standar yang dituntut
oleh pihak yang berkepentingan.
b. Kelemahan:
Belum terealisir secara sempurna karena keterbatasan berbagai faktor, baik internal, maupun
eksternal.
c. Peluang:

Tuntutan Perkembangan global terhadap kemampuan berbahasa dan memperoleh ilmu


pengetahuan melalui kajian buku-buku yang berbahasa Inggris.
d. Tantangan:
Terdapat Jurusan/Prodi yang sama di sebagian Perguruan tinggi yang lain.
Untuk menciptakan sarjana di bidang kebahasaan dan kesusastraan Inggris
yang mempunyai keunggulan, perlu usaha maksimal dari seluruh
civitas akademika Jurusan/Prodi Bahasa dan Sastra Inggris
5. Tujuan
Adapun tujuan pelaksanaan pendidikan di program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra
Inggris ialah untuk menghasilkan sarjana muslim yang:
a.

Mampu menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi international, baik


secara lisan maupun tulisan.

b.

Mampu melakukan pengkajian atau penelitian deskriptif terhadap fenomena


kebahasaan, baik dalam tataran mikro maupun makro lingusitik dengan Bahasa
Inggris sebagai fokus utama.

c.

Mampu melakukan pengkajian dan penelitian deskritif-interpretatif terhadap


fenomena kesusasteraan dengan bahasa Inggris sebagai fukus utama kajian.

d.

Memiliki keunggulan sikap, perilaku, dan kepribadian yang ditopang dengan


nilai-nilai moralitas, spiritualitas, intelektualitas, profesionalisme, dan tanggung
jawab baik secara individual maupun sosial.

e.

Mampu mengintegrasikan prinsip dasar keislaman ke dalam wacana pengkajian


bahasa, sastra, dan seni.

f.

Mampu bersaing secara kompetitif dalam dunia profesi yang relevan secara
khusus dan dalam pengabdian kepada kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan
secara umum.

:
Analisis SWOT Tujuan
a. Kekuatan:

Mencerminkan harapan dan cita-cita realistis yang sesuai dengan

kebutuhan dan

standar yang dituntut oleh pihak yant berkepentingan


b. Kelemahan:
Masih ada kekurangan dalam pengadaan sarana dan prasarana.
c. Peluang:
Tuntutan kemajuan Pendidikan terhadap Bahasa dan Sastra Inggris yang sangat tinggi.
d. Tantangan:
Masih banyak anggota masyarakat yang tidak menyadari pentingnya program ini.

Tujuan Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris harus mempunyai komitmen yang
tinggi untuk meningkatkan kualitas lulusan agar memunyai keunggulan kualilatitif dan
kompetitif.
B. Kemahasiswaan
Penerimaan mahasiswa Program S. 1 Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris
melalui tiga jalur mengikuti sistem penerimaan mahasiswa baru yang telah ditetapkan
oleh Universitas dengan keputusan Rektor, yaitu
1. Penelusuran minat dan kemampuan (PMDK). Seleksi ini hanya berlaku bagi mahasiswa
yang berperestasi, baik dari Madrasah Aliyah, Pesanteren, Sekolah Menengah Atas,
maupun dari Sekolah Menengah Kejuruan. Jalur ini tidak melalui ujian tertulis tetapi
seleksi dilakukan dengan melihat nilai rapor siswa di sekolahnya pada Kelas III dan
merupakan rangking lima besar.

Mereka hanya melalui seleksi wawancara untuk

mengetahui kemampuan dasar sebagai prasyarat untuk mengikuti kuliah nantinya.


2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nasional yang diselenggarakan bersama
perguruan tinggi-perguruan tinggi negeri di lingkungan Departemen Pendidikan
Nasional.
3. Selesksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Lokal. Seleksi ini dilaksanakan dengan
cara ujian tertulis dan ujian lisan yang dilaksanakan oleh UIN Alauddin Makassar.

Tiga jalur seleksi calom mahasiswa ini memang cukup berhasil mendapatkan jumlah
mahasiswa yang diinginkan. Namun ternyata belum mampu menjaring calon mahasiswa
yang betul-betul sesuai dngan minatnya
Mahasiswa Progran Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris datang dari berbagai daerah di
Indonesia dengan berbagai latar belakang yang berbeda

sehingga karakteristik

mahasiswa satu dengan lainnya berbeda pula, baik yang menyangkut kemampuan
akademik, kepribadian, maupun sosial ekonomi.
Latar belakang mahasiswa yang sangat heterogen, baik dari segi suku, tingkat ekonomi,
maupun pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi pemikiran dan budaya yang
lebih luas. Hal ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi para dosen dan sivitas
akademika lainnyan untuk menyatukan visi dan persepsi mereka tentang bidang
keahliannya dan tentu saja banyak menyita waktu yang cukup anyak. Dengan alasan ini,
menjadi tugas Jurusan/Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris untuk membawa
mereka pada tingkat kemampuan kompetitif dengan perkembangan masyarakat yang
dinamis.
Selanjutnya, yang berkaitan dengan pelayanan untuk mahasiswa, dapat dikemukakan halhal berikut:
1. Bantuan tutorial yang bersifat akademik, khususnya yang bersangkut dengan bidang
konsultasi proposal dan skripsi dilakukan oleh ketua dan sekretaris jurusan / program
studi serta penesehat akademik.
2. Sebagaimana halnya bantuann tutorail, maka informasi dan bimbingan karir bagi
mahasiswa dilakukan oleh

penasehat akademik, ketua jurusan/program studi, dan

sekretaris. Bimbingan karir secara khusus belum pernah dilakukan dengan harapan
mahasiswa dapat secara kreatif melihat peluang-peluang yang ada.
3. Konseling pribadi dilakukan oleh penasehat akademik, ketua, dan sekretaris
jurusan/program studi.
Pelayanan mahasiswa terlaksana dengan baik karena didukung oleh system
pelayanan yang ada. Hanya karena keterbatasan dana, sarana, dan sumber daya manusia
dan komitmen yang kuat tetap menjadi salah satu penghambat bagi kelancaran proses
ini. Oleh karena itu, kerjasama dengan pihak luar menjadi pilihan untuk mengatasi

masalah tersebut, apa lagi permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa seiring dengan
perkembangan yang ada semakin kompleks.
Analisis SWOT Kemahasiswaan
a. Kekuatan
1)

Sistem seleksi yang digunakan berhasil mendapatkan mahasiswa yang


diinginkan.

2)

Pluralisme latar belakang mahasiswa memungkinkan terjadinya interaksi


pemikiran dan budaya yang lebih intens.

3)

Mahasiswa senantiasa terlibat dalam setiap kegiatan ilmiah.

4)

Mahasiswa aktif dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler

5)

Minat calon mahasiswa untuk memilih Program Studi Ilmu Bahasa dan
Sastra Inggris.

6)

Mahasiswa senantiasa mendapat bimbingan tutorial dari dosen..

b. Kelemahan:
1)

Penyeleksian belum mampu menjaring calon mahasiswa yang betul-betul


sesuai dengan minatnya.

2)

Pluralitas latar belakang mahasiswa memerlukan waktu yang cukup panjang


untyuk menyamakan perspeksi mereka.

3)

Masih minim mahasiswa yang terlibat kegiatan ilmiah.

4)

Kegiatan ekstra korikuler sukar untuk dikontrol, karena keterbatasan sarana


dan prasarana.

5)

Orientasi kerja masyarakat menjadi faktor yang dapat menurunkan minat


calon mahasiswa.

6)

Belum adanya bimbingan karir yang benar-benar dapat menjadi tumpuan


bagi mahasiswa untuk terjun dalam pasar kerja.

c. Peluang:
1)

Kebutuhan terhadap alumni yang menguasai ilmu-ilmu bahasa dan sastra


serta keterampilan berbahasa Inggris cukup tinggi.

2)

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan


wawasan dengan interaksi multi disipliner.

3)

Bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menutupi kelemahankelemahan, baik dari segi sarana dan prasarana, maupun pelayanan lainnya.

d. Ancaman:
1)

Perubahan

orientasi

dan

pola

pikir

masyarakat

yang

cenderung

materialistik.
2)

Perubahan global menuntut profesionalis yang memiliki kemampuan di atas


rata-rata.

3)

Permasalahan mahasiswa yang semakin kompleks.

Dari Pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem seleksi calon mahasiswa memberi
peluang untuk mendapatkan mahsiswa baru yang berkualitas, sehingga prodi dapat
mengembangkan kualitas mahasiswa baru yang sesuai dengan visi, misi, sasaran dan tujuan.
C. Dosen dan Tenaga Pendukung.
Sistem rekrutmen dan seleksi dosen dilakukan melalui tiga jalur. Pertama melalui jalur
Departemen Agama RI yang mengacu pada PP. No. 98 Tahun 2000, PP. No. 11 Tahun 2002
tentang pengadaan Pegawai Negeri Sipil yang berlaku secara nasional. Kedua melalui jalur
mutasi antar departemen yang juga pegawai negeri sipil. Ketiga, melalui jalur lokal sebagai
pegawai honorer.
Sampai hari ini, 1 Juli 2008, jumlah dosen tetap Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra
Inggris sebanyak 15 orang, dan tenaga pendukung (administrasi) sebanyak 11 orang.
Adapun jumlah mahasiswa 302 orang. Dengan demikian rasio dosen tetap dengan jumlah
mahasiswa adalah 1 : 20.
Adapun tingkat pendidikan dosen tetap Program Studi Ilmu Bahasa dan Sastra Inggris
adalah sebagai berikut: S.1 = 0 orang, S. 2 = 11 orang, dan S. 3 = 4 orang. Jenjang jabatan
fungsiomal dosen adalah: 2 orang Asisten Ahli,

6 orang Lektor, 7 orang Lektor Kepala,

dan 0 orang Guru Besar.


Dengan jumlah dosen tetap tersebut, dosen tidak tetap, dan tenaga pendukung, maka
pelaksanaan

proses

belajar

mengajar

dapat

berjalan

dengan

baik

dan

tingkat

keberlanjutannya dapat dijamin karena sebagaian besar dosen adalah berstatus pegawai
negeri sipil.
Berdasarkan komptensi pendidikannya, sebagian besar dosen tetap Program Studi Ilmu
Bahasa dan Sastra Inggris relevan dengan program studi. Meskipun ada beberapa dosen tetap
berlatar belakang pendidikan agama, mereka diarahkan untuk membina pendidikan agama.
Namun demikian ketersediaan dosen tetap yang membina mata kuliah umum juga terbatas
dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Jalan keluar yang ditempuh untuk
menutupi kekurangan itu maka direkrut dosen tidak tetap yang ahli dan kompeten dalam
mata kuliah yang dibina dan diajarkannya..
Untuk meningkatkan kualitas dosen program studi, maka diberi kesempatan untuk
mengikuti pendidikan tingkat lanjut (S.2 dan S. 3).
penataran-penataran atau pelatihan-pelatihan

Juga diberikesempatan mengikuti

Di samping dosen diikut sertakan dalam

kegiatan pengembangan wawasan dan keterampilan lain, seperti seminar dan workshop,
mereka juga didorong aktif mengadakan penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Untuk meningkatan tenaga administrasi, karyawan diikutkan dalam pelatihan-pelatihan.
Juga diadakan roling dalam rangka peningkatan kinerja dan wawasan. Demikian juga
diadakan promosi jabatan bagi yang berperestasi dan mendorongnya untuk mempercepat
kenaikan pangkatnya.
Karena dosen dan tenaga administrasi adalah pegawai negeri sipil, maka kinerja pegawai
dinilai menurut ketentuan PP No. 10 Tahun 1979 tentang penilaian pelaksanaan pekerjaan
Pegawai negeri sipil.
Analisis SWOT Dosen dan Tenaga Pendukung
a. Kekuatan:
1)

Universitas dapat mengontrol proses rekrutmen dosen

2)

Tersedianya SDM yang berkualitas dan memiliki komitmen

3)

Tersedianya tenaga pengajar yang berkualitas

4)

Terdapat dukungan yang kuat dari masyarakat

5)

Memiliki jenjang karir yang jelas sebagai tenaga fungsional atau struktural.

b. Kelemahan:

1)

Jurusan/Prodi tidak memiliki wewenang penuh dalam proses rekruitmen


dosen

2)

Jumlah dosen tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa sehingga harus


meminta tenaga dosen dari luar ( Dosen Luar Biasa).

3)

Kecakapan dalam pemamfaatan technologi informasi masih relatif rendah.