Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Periodontitis secara umum diartikan sebagai inflamasi yang melibatkan


struktur periodontal pendukung. Terlibatnya struktur periodontal pendukung oleh
inflamasi bisa akibat : kelanjutan inflamasi dari gingivitis kronis yang tidak
dirawat atau tidak tuntas perawatannya, atau penjalaran inflamasi dari pulpa gigi
melalui foramen apikalis ke ruang ligament periodontal di bagian apical.
Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit dengan tingkat
penyebaran yang luas di masyarakat. Penyakit periodontal disebabkan oleh bakteri
yang ditemukan pada plak gigi dan sekitar 10 spesies telah diidentifikasi sebagai
bakteri patogen pada penyakit periodontal, terutama bakteri batang gram negatif.
Aggregatibacter

(sebelumnya

actinobacillus)

actinomycetemcomitans,

Porphyromonas gingivalis dan Bacteroides forsythus adalah bakteri gram negatif


yang paling sering dikaitkan dengan periodontitis (Xiaojing et al., 2000).
Periodontitis adalah suatu penyakit peradangan jaringan pendukung gigi
yang disebabkan oleh kelompok mikroorganisme tertentu, yang mengakibatkan
penghancuran progresif ligamentum periodontal dan tulang alveolar dengan
pembentukan poket, resesi atau keduanya (Carranza et al., 2006).
Gingivitis dan periodontitis adalah dua penyakit infeksi periodontal yang
paling umum terjadi. Gingivitis terjadi pada hampir semua individu (Aurer dan
Plancak, 2004). Periodontitis biasanya berawal dari gingivitis, tetapi tidak setiap

kasus gingivitis akan berkembang menjadi periodontitis (Samaranayake et al.,


2012).
Periodontitis marginalis berkembang dari gingivitis (peradangan atau
infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi kearah bawah
gigi sehingga meyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal.
Pada umumnya penyakit periodontal merupakan akibat dari oral hygiene yang
jelek. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keadaan periodontal dinegara
berkembang sangat buruk dan terlihat keadaan tersebut berkaitan erat dengan
keadaan hygiene mulut yang jelek. Penyakit periodontal ini oleh para ahli disebut
juga penyakit social karena berhubungan dengan tingkat social dan status
pendidikan. Hal ini dapat terlihat pada beberapa survey yang menemukan status
periodontal yang lebih baik pada kelompok dengan social ekonomi dan
pendidikan tinggi.