Anda di halaman 1dari 87

METODE PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN RUMAH KHUSUS

I.2. LINGKUP PEKERJAAN


A. DATA PEKERJAAN
-

Nama Paket Pekerjaan


Lokasi Kegiatan
:
Jangka Waktu Pelaksanaan

: Pembangunan Rumah Khusus


:

B. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan BOQ dalam
dokumen pelelangan.
C. MOBILISASI
Didalam pelaksanaan tugas-tugas pengawasan maka

akan dilakukan

mobilisasi pada saat kegiatan dimulai dan demobilisasi setelah kegiatan


selesai dilaksanakan yaitu setelah proses provisional hand over ( PHO )
selesai dilaksanakan.
Personil dan peralatan yang akan dimobilisasi dalam penyelenggaraan
pekerjaan adalah sesuai dengan yang telah dianggarkan di dalam
rencana anggaran biaya dalam kontrak, yaitu :

Mobilisasi Personil
No
1
2
3
4

Kualifikasi
Project Manger
Site Manager
Pelaksana
Pelaksana

Jumlah ( Org )
1
1
1
1

Mobilisasi Peralatan
No
1
2
3
4
5

Jenis Peralatan
Komputer + Printer A 3
Concrete Mixer
Vibrator
Genset + Pompa Air
Bar Cutter

Jumlah ( unit )
1
3
2
2
2

D.

METODE PELAKSANAAN PENGAWASAN PEKERJAAN


Didalam pelaksanaan pekerjaan, maka strategi dalam pelaksanaannya
dengan cara memeriksa, menginstruksikan tahapan kegiatan yang harus
dilaksanakan .
Metode pelaksanaan pekerjaan ini dibuat dalam bentuk chek list
pemeriksaan dan pengendalian sehingga apabila terjadi penyimpangan
akan mudah terdeteksi.
Unsur-unsur chek list adalah sebagai berikut :

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Penyiapan Lahan

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Penyiapan Lahan
Lokasi
Tanggal

LPFP 01
Rekomed
asi

A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan


Pengecekan Lahan
Pematokan Batas Lahan
Penempatan Letak Rumah
Penimbunan dan Pembersihan Lahan
Penimbunan Lahan
Pembersihan Lahan.
Persiapan Peralatan dan Bahan :
Bahan Patok lahan : dari besi / kayu ukuran 0.05x0.05x1
m; kuat, mudah dicat.
Jenis patok terdiri dari patok ikat, patok awal (P0) dan
patok seterusnya (penomoran patok berurut, seperti;
P1, P2, P3...dst),
Palu
Tali untuk meletakkan patok pada posisi lurus
Cat Minyak.
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
A. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
B. Daftar Inspeksi
C.1. Pengecekan Lahan untuk menentukan:
Kondisi lokasi kerja tukang, seperti tempatmenginap, MCK,
sumber air, dan bahkan tempatdapur umum atau warung.
Kondisi kebutuhan konstruksi (sumber air, gudang material,
jalan untuk material, dll)
Kondisi lahan (lahan yang siap dan yang masih harus
disiapkan terlebih dahulu, misalnya harus dibersihkan dari
puing-puing, atau harus ditimbun.
C.2. Pematokan lahan
Dilakukan bersama penerima bantuan rumah.
Dibuat pada jadwal yang pasti
Menggunakan kayu/besi yang kuat (tidak mudah patah, atau
dicabut
Dilakukan pengecatan pada patok tersebut.
C.3. Cara Kerja Pematokan Lahan
Patok Ikat: patok ini dibuat jelas dan tidak mudah
berpindah, jika di lokasi ada pohon besar, bangunan
permanen atau dibuat patok dari kayu, beri tanda dengan
cat. Posisi patok ini harus dekat dari patok awal (Po).

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Patok awal (P0): patok ini dibuat jelas dan tidak mudah
berpindah, dibuat dari kayu 0.05x0.05x1 m atau besi .
Perletakan potok ini pada posisi/tempat dimulainya
pengukuran.
Patok P1dan seterusnya: patok ini dibuat jelas dan tidak
mudah berpindah, dibuat dari kayu 0.05x0.05x1 m atau besi
. perletakan patok ini dengan jarak 25 m dari patok Po
dan juga P2 sejarak 25 m dari P1, dan cara ini sama untuk
meletakkan patok berikutnya sampai ke patok Po kembali.
Jika batas tanah tidak lurus (bersudut), maka patok
diletakkan pada titik itu yang jaraknya < 25 m.
Patok Poligon: jika bidang tanah cukup luas, maka dibuat
patok ini untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.
Patok ini diberi tanda khusus.
Patok Bantu: jika bidang tanah tidak lurus, maka dibuat
patok bantu. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan sudut
yang akurat.
C.4. Pemasangan patok batas rumah
Penempatan kavling rumah.
Tapak rumah disesuaikan dengan garis sempadan yang
berlaku.
Dilakukan dengan teliti dan seksama, sehingga sesuai
dengan rencana tata kota atau desa.
Ukuran titik duga (titik nol) harus ditetapkan sedemikian
rupa sehingga tidak bisa diubah-ubah dan dipindahpindahkan serta harus diberi tanda jelas (patok). Tanda
(patok) tersebut harus menjadi dasar bagi setiap ukuran
kedalaman. Jika terjadi ketidakcocokan yang mungkin ada
antara gambar dan kenyataan di lapangan harus segera
dilaporkan kepada Fasilitator Teknis.
Pengukuran sudut siku menggunakan benang sesuai asas
segitiga pitagoras.
Pemasangan Papan Bangunan (Bouwplank).
C.5. Pertimbangan penimbunan Lahan.
Luas tanah yang akan ditimbun.
Kedalaman tanah yang akan ditimbun.
Penimbunan harus sesuai dengan garis padanan bangunan
Jenis tanah timbunan yang disyaratkan.
Batasan
dana
untuk
penimbunan.Kemungkinan
menggunakan alat berat atau tidak.
C.6. Pertimbangan Pembersihan Lahan
Menjamin lingkungan kerja bersih.
Tersedia tempat penampungan sampah bekas pembersihan.
Pembersihan akhir setelah penyelesaian dan penyerahan
pekerjaan.
Seluruh permukaan tanah bersih.
Dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat kegiatan
konstruksi serta cara penanggulangannya.
C.7. Dokumentasi sudah dilakukan
C. Pemeriksaan Pekerjaan
Lokasi kavling bangunan sesuai dengan rencana
Ukuran bangunan terbangun sesuai dengan gambar rencana
Penetapan
Lokasi
sudah
atas
persetujuan
Pihak

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

User/Pemkot/Pemkab
Pengesahan as-built drawing tata letak bangunan sudah
diketahui pihak User/Pemkot/Pemkab
D. Pemeliharaan
Patok-patok batas kavling terpasang sampai pekerjaan
selesai
E. Hasil Pekerjaan
Volume timbunan tanah :
M3
Volume pembersihan lahan :
M2
Laporan Harian

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

F. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

Metode Pelaksanaan Pemasangan Bouwplank

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Pemasangan Bouwplank
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pembersihan lokasi sudah dilaksanakan
Pemasangan patok batas kavling sudah dilaksanakan
Persiapan Peralatan dan Bahan :
Theodolit Waterpass
Slang waterpass
Kayu kaso uk 4/6 cm
Kayu Papan Bouwplang 2/20 cm
Paku
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
Surveyor
Pembantu Surveyor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Bouwplank dipasang minimal 1 m dari as bangunan
terluar
Patok bouwplank dipasang dengan bantuan theodolit
atau papan siku dipandu benang (untuk kelurusan dan

LPFP 02
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

kesikuan)
Penempatan patok cukup kuat, tidak patah dan mudah
bergeser
Tinggi patok dari permukaan tanah tertinggi minimal
50 cm
Pemasangan papan bouwplank rata dengan panduan
benang slang waterpass / theodolit waterpass.
Papan bouwplank dipakukan ke kaso tiang bouwplank
dengan kuat
Pada permukaan bagian atas dari bouwplank diberi
paku dan cat sebagai penanda as-as bangunan
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Penetapan jarak as-as bangunan pada papan
bouwplank telah sesua dengan gambar kerja.
Semua
komponen
pekerjaan
bouwplank
telah
terpasang dengan kuat
E. Pemeliharaan
Bouwplank terpasang sampai pemasangan dinding
telah selesai.
F. Hasil Pekerjaan
Volume pekerjaan bouwplank :
Laporan Harian

M1

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

G. Gambar Visual

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Galian Tanah

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Galian Tanah
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pembersihan lokasi sudah dilaksanakan
Pemasangan Bouwplank sudah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Cangkul
Pengki
Belincong
Gerobak
Meteran
Benang
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja

LPF 03

Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Penampang Galian sesuai shop drawing
Daerah penggalian sesuai dengan shop drawing
Penempatan
bekas
galian
tidak
mengganggu
pekerjaan lanjutan
Dalam galian sesuai dengan shop drawing
Penggalian dilaksanakan dengan rapi
Pemeriksaan kedalaman galian dilakukan dengan :
Alat Waterpass
Bantuan benang dengan panduan bouwplank
As galian sesuai dengan as bouwplank
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pengukuran penampang galian sesuai shop drawing
Ukuran kedalaman galian sesuai dengan shop
drawing, dengan meteran diukur dari ketenggian
bouwplank sampai dasar galian dengan batuan
benang.
Ukuran lebar atas dan lebar bawah galian sesuai
dengan shop drawing, diukur dengan meteran.
E. Pemeliharaan
Tanah ditumpuk dikedua sisi lubang galian dengan
jarak 1 m
A. Hasil Pekerjaan
Volume galian tanah :
M3
Laporan Harian
B. Gambar Visual

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

C. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan Pondasi

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN

LPF 04

Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Pondasi Batu Kali


Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pembersihan lokasi sudah dilaksanakan
Pemasangan Bouwplank sudah dilaksanakan
Pekerjaan galian tanah sudah dilaksanakan dengan
rapi
Persiapan Peralatan :
Cangkul
Pengki
Palu
Gerobak
Mesin Molen
Pompa Air
Pick-Up
Ember cor
Benang
Meteran
Sendok Tukang batu
Material
Batu kali/batu gunung/sungai uk. Maks. 20 cm
Pasir Pasang
Pasir Urug
Semen ( PC )
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Batu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
E. Daftar Inspeksi
Penampang Galian sesuai shop drawing;
Penempatan material tidak mengganggu pekerjaan
lanjutan;
Pasir urug ditimbun dengan ketebalan 5 cm, agar
adukan tidak tercampur dengan tanah, telah sesuai
dengan shop drawing;

Mortar
/
Adukan
telah
dipersiapkan dengan alat mesin pengaduk /molen.

Mortar
/
Adukan
telah
dipersiapkan dengan cara kovensial (tenaga orang )

10

Rekomed
asi

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Perbandingan adukan dibuat


dengan perbandingan yang sesuai dengan spesifikasi
teknis ( 1 PC : 4 Psr )

Pengukuran
perbadingan
campuran dilakukan dengan dolak, atau ember cor.

Penambahan air sedemikian


sehingga adukan tidak terlalu encer

Pada galian telah dibuat


patok ukuran sesuaibentuk penampang pasangan
pondasi dan ukurannya telah sesuai dengan shop
drawing:
Lebar dasar : 50 cm
Lebar atas
: 30 cm
Tinggi
: 50 cm
Pemasangan dilakukan dengan menyusun batu satu
per satu hingga terbentuk pondasi sesuai dengan shop
drawing;
Celah antar batu diisi dengan mortar/adukan;
Celah batu pada permukaan luar pasangan batu telah
dirapikan dengan adukan;
Pada pasangan batu telah terpasang stek besi beton
(angkur) 10 mm, panjang 40 cm dengan jarak antar
stek 1 m, dan pada sudut-sudut bangunan pada
penempatan kolom bangunan.
Angkur dibuat berbentuk huruf S .
Permukaan pasangan batu kali sudah terpasang
dengan rapi dan rata waterpass.
Dokumentasi sudah dilakukan
F. Pemeriksaan Pekerjaan
Pemeriksaan kualitas bahan
Pasir ciri-ciri dan kriteria pasir yang baik dan cara
mengukur jenis pasir yang baik; (visual warna
hitam mengkilat baik).
Batu Batu gunung, batu pecah dan batu kali.
Rekomendasi batu yang digunakan dalam pekerjaan
ini; tidak boleh menggunakan batu karang (karena
mengandulng HCl sehingga mengganggu ikatan
pada semen)
Semen semen yang digunakan adalah semen tipe
A, (40 50 kg) dan tidak berkaitan dengan merk
Pengukuran penampang pasangan batu kali sesuai
shop drawing
Mengukur lebar dan ketebalan pasir urug telah
sesuai dengan shop drawing;
Mengukur lebar dan ketebalan batu aastamping
telah sesuai dengan shop drawing;

11

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Mengukur lebar atas, lebar bawah, ketinggian dan


peil top pasangan batu telah sesuai dengan shop
drawing.
G. Pemeliharaan
Biarkan pasangan batu selama 2 3 hari hingga cukup
keras dan kuat;
Siram dengan air bersih permukaan batu apabila
cuaca cukup panas dan tutupi dengan karung goni
basah.
H. Hasil Pekerjaan
Volume pasangan batu kali :
sesuai BOQ
Laporan Harian
I. Gambar Visual Metode

J. Persyaratan Teknis
Standart teknis Pekerjaan
sederhana )

Batu kali ( untuk rumah

Pondasi harus ditempatkan pada tanah keras, design

12

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

pondasi disarankan simetris

Harus dihindarkan penempatan pondasi pada sebagian


tanah keras dan sebagian tanah lunak.
Kemungkinan retak,

Sangat disarankan menggunakan pondasi menerus,


mengikuti panjang denah bangunan

Pondasi dibuat menerus pada kedalaman yang sama,


pondasi bertangga tidak diperkenankan.

K. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

13

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Urugan Tanah Kembali

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Urugan Tanah Kembali
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pembersihan lokasi sudah dilaksanakan
Pemasangan Bouwplank sudah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Cangkul
Pengki
Gerobak
Meteran
Stamper / alat timbris
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Pasangan Batu kali telah terpasang dengan cukup
keras dan kokoh;
Tanah yang digunakan untuk bahan timbunan adalah
tanah bekas galian yang baik (tidak tanah lumpur);
Tanah yang digunakan untuk bahan timbunan adalah
tanah yang didatangkan dari luar lokasi;
Tanah bekas galian tanah ditimbun diantara celah
penampang pasangan batu
dengan penampang
galian tanah;
Tanah timbunan telah dipadatkan
Sisa tanah digelar dan diratakan dibagian dalam
bangunan;
Tanah yang sesuai untuk bahan timbunan dibuang
keluar bangunan.
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan

14

LPF - 05

Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Penggunaan Tanah
Tanah yang digunakan adalah tanah yang baik
Tanah timbunan telah dipadatkan dengan baik.
E. Pemeliharaan
Tanah yang tidak digunakan dikeluarkan dari bagian
dalam bangunan.
F. Hasil Pekerjaan
Volume urugan tanah kembali :
Laporan Harian
G. Gambar Visual Metode

sesuai BOQ

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

15

Metode Pengawasan Pekerjaan Penyiapan Beton

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Sloof, Kolom dan Ringbalk
dan lainnya
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan Pondasi dan pekerjaan urugan tanah kembali
telah selesai dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Cangkul
Pengki
Palu
Gerobak
Mesin Molen
Pompa Air
Pick-Up
Ember cor
Material
Batu pecah uk 1 2 cm atau kerikil saring maks 30
mm
Pasir Beton
Semen ( PC )
Air bersih
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Batu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Semen ( PC ) type A : merek ...........
Ijin Pelaksanaan

16

LPF - 06

Rekomed
asi

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Pengesahan Shop Drawing


C. Daftar Inspeksi
Pembuatan
wadah/tempat
(kotak
spesi)
hasil
pengecoran dibuat dari kayu atau seng/pelat dengan
ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x 100 cm
x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan
ukuran tebal 3 mm x 60 cm x 100 cm.
Bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran telah
dipersiapkan seperti: semen, pasir, split, serta air dan
juga
peralatan
yang
akan
digunakan
untuk
pengecoran.
Adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan
perbandingan volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen
berbanding 2 volume pasir berbanding 3 volune split
serta air secukupnya.
Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung
dengan urutan: pertama masukan pasir, kedua semen
portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering
dahulu dan baru kemudian ditambahkan air
secukupnya
Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna
kurang lebih selama 4-10 menit tabung mollen (mixer)
dibalikkan dan pasata dituangkan kedalam kotak spesi.
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pengukuran kualitas material dan perbandingan
campuran beton
Pasir ciri-ciri dan kriteria pasir yang baik dan cara
mengukur jenis pasir yang baik; (visual warna
hitam mengkilat baik).
Batu Batu gunung, batu pecah dan batu
kali.Rekomendasi batu yang digunakan dalam
pekerjaan ini; tidak boleh menggunakan batu
karang (karena mengandulng HCl sehingga
mengganggu ikatan pada semen)
Semen semen yang digunakan adalah semen
tipe A, (40 50 kg) dan tidak berkaitan dengan
merk
Kayu
jenis
kayu
yang
dipakai
sesuaiperuntukannya
(kusen
bran,
atap
sembarangkeras), ciri-ciri kayu yang baik (tidak
bolehbaling dan basah).
Pengukuran perbandingan campuran beton
Wadah mengukur perbandingan semen, pasir dan
batu pecah menggunakan wadah yang sama;
Perbandingan campuran sesuai dengan spesifikasi
teknis:

17

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

....PC : ... Psr : ... Krl


Pasta yang terbentuk tidak kaku dan tidak encer
B. Pemeliharaan
Semen agar disimpan di gudang yang kering ( tidak
lembab )
Pasir agar dipisahkan dari kotoran
Air yang digunakan adalah kualitas air minum
C. Hasil Pekerjaan
Volume beton :
sesuai BOQ
Laporan Harian

D. Visual Metode

Tabel komposisi berat semen, pasir, dan kerikil, serta volume air
yang dibutuhkan untuk membuat 1 m3 beton dengan mutu
tertentu.

Mutu Beton
Semen (kg) Pasir (kg) Kerikil (kg)
w/c ratio
7.4 MPa (K 100)
247
869
999
215
0.87
9.8 MPa (K 125) 276
828
1012
0.78
12.2 MPa (K 150)
299
799
1017
0.72
14.5 MPa (K 175)
326
760
1029

18

Air (liter)

215
215

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

215
0.66
16.9 MPa (K 200)
352
731
1031
215
0.61
19.3 MPa (K 225)
371
698
1047
215
0.58
21.7 MPa (K 250)
384
692
1039
215
0.56
24.0 MPa (K 275)
406
684
1026
215
0.53
26.4 MPa (K 300)
413
681
1021
215
0.52
28.8 MPa (K 325)
439
670
1006
215
0.49
31.2 MPa (K 350)
448
667
1000
215
0.48
Referensi tabel :
SNI DT - 91- 0008 - 2007 Tata Cara Perhitungan Harga Satuan
Pekerjaan Beton, oleh Dept Pekerjaan Umum.
E. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Penyiapan Pembesian

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Sloof, Kolom dan Ringbalk
dan lainnya
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Material, peralatan dan tenaga kerja semua tersedia

19

LPF - 07

Rekomed
asi

Ya / tdk

Persiapan Peralatan :
Meteran
Sendok Tukang batu
Gunting besi beton
Kakatua ( gegep )
Kunci besi
Material
Besi beton
Kawat Beton
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Besi
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Diameter besi beton sudah sesuai dengan shop
drawing;
Sloof
Tulangan pokok = ...... mm
Sengkang = ...... mm
Kolom
Tulangan pokok = ...... mm
Sengkang = ...... mm
Ringbalk
Tulangan pokok = ...... mm
Sengkang = ...... mm
Sopi-sopi
Tulangan pokok = ...... mm
Sengkang = ...... mm

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Pemotongan pembesian sudah sesuai dengan shop
drawing:
Pembengkokan :
Panjang
penyaluran
momen
pada
bagian
penyambungan:
Ld =
Jumlah penulangan sudah sesuai dengan shop
drawing;
Sloof
Tulangan pokok = ...... mm ...... bh
Kolom

20

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Tulangan pokok = ...... mm ...... bh


Ringbalk
Tulangan pokok = ...... mm ...... bh
Sopi-sopi
Tulangan pokok = ...... mm ...... bh
Jarak sengkang :
Sloof
Bagian tumpuan : ....... cm
Bagian lapangan : ....... cm
Kolom
Bagian tumpuan : ....... cm
Bagian lapangan : ....... cm
Ringbalk
Bagian tumpuan : ....... cm
Bagian lapangan : ....... cm
Sopi-sopi
Bagian tumpuan : ....... cm
Bagian lapangan : ....... cm
Pembesian diikat dengan kawat beton cukup kuat.
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pengukuran dan pemeriksaan penulangan sesuai shop
drawing
Memeriksa jumlah tulangan pokok, sesuai dengan
shop drawing;
Mengukur jarak antar sekang,sesuai dengan shop
drawing;
Mengukur panjang bengkokan, sesuai dengan shop
drawing;
Mengukur panjang penyaluran momen sesuai
dengan shop drawing;
Memeriksa penempatan pembesian, sesuai dengan
shop drawing
Pemeriksaan kualitas
Besi Besi 8 dan 12 dengan tolerasi 0.02mm.
Mekanisme
pengiriman
bahan;
cara-cara
mengukur ukuran besi menggunakan jangka
sorong
E. Pemeliharaan
Besi beton agar ditutup dengan terval plastik, agar
tidak timbul karat;

Ya / tdk

F. Hasil Pekerjaan
Volume pembesian :
Laporan Harian

kg

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

21

G. Visual Metode

22

23

F. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

24

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Penyiapan Bekisting

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Bekisting Sloof, Kolom dan
Ringbalk dan
lainnya
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Material, peralatan dan tenaga kerja semua tersedia
Persiapan Peralatan :
Meteran
Gergaji kayu
Palu
Material
Kayu jenis kayu yang dipakai sesuai
peruntukannya (kusen bran, atap
sembarang keras), ciri-ciri kayu yang baik (tidak
boleh baling dan basah).
Paku
Kaso uk 5/7 cm
Triplek tb 9 mm
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Kayu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Penampang bekisting sesuai shop drawing;
Dimensi penampang :
Soof
: ..... x ...... cm
Kolom : ..... x ...... cm
Ringbalk : ..... x ...... cm
Perakitan bekisting sudah cukup kuat
Dokumentasi sudah dilakukan
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pengukuran penampang beton sesuai shop drawing

25

LPFP 08
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Mengukur lebar dan tinggi telah sesuai dengan


shop drawing;
Mengukur panjang telah sesuai dengan shop
drawing;
E. Pemeliharaan
Material dan bahan mentah agar dihindarkan dari
panas matahari
F. Hasil Pekerjaan
Volume bekisting :
Laporan Harian
G. Gambar Visual

M2

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

26

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Beton Bertulang

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Bekisting Sloof, Kolom dan
Ringbalk dan
lainnya
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pengadukan beton sudah dilaksanakan
Perakitan pembesian sudah dilaksanakan
Perakitan bekisting sudah dilaksanakan
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
Penempatan pembesian sudah sesaui dengan shop
drawing
Pembesian sudah diberi beton dekking
Bekisting sudah terpasang cukup kuat
Beton diangkut dengan ember cor
Beton tidak terlalu kaku dan encer
Uji slump ( 8 12 cm )
Ambil benda uji ( bila dipersyarakat, biasanya
bangunan bertingkat)
Beton ditempatkan ke dalam bekisting
Beton dipadatkan ( untuk konstruksi berat dengan
menggunakan vibrator concrete )
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pengukuran penampang beton sesuai shop drawing
Mengukur lebar dan tinggi telah sesuai dengan
shop drawing;
Mengukur panjang telah sesuai dengan shop
drawing;
Hasil pengujian benda uji sesuai spesifikasi
E. Pemeliharaan

27

LPFP 09
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Permukaan beton ditutupi dengan karung goni basah


selama 3 7 hari;
Permukaan lantai beton di genangi dengan air bersih
selama 3 7 hari;
Bekisting dibongkar setelah beton mengeras.
F. Hasil Pekerjaan
Volume beton bertulang :
M3
Laporan Harian
G. Gambar Visual

28

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Pekerjaan Dinding


LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK
PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Bata merah, batako dan
lainnya
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pek. Sloof dan kolom sudah diselesaikan
Persiapan Peralatan :
Waterpass
Benang
Unting-unting
Siku rangka
Meteran
Profil
Sendok spesi
Pensil
Pemotong bata
Palu
Bak spesi
Ember/sekop
Cangkul
Material
Batu bata (memenuhi syarat seperti dijelaskan
sebelumnya).
Angkur terbuat dari baja tulangan diameter 10 mm
sampai 12 mm (kondisi baik, tidak berkarat, tidak
berminyak, bukan besi bekas).
Semen (PC kemasan 50 kg atau PPC kemasan 40 kg,
tidak mengeras, kering, warna seragam).
Pasir (berasal dari sungai/darat, tidak mengandung
lumpur dan bahan organik).
Air (layak minum, tidak berasa, tidak berwarna,

29

LPF - 10

Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya/tdk

tidak berbau).
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Batu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pemeriksaan visual untuk material alam)
Semen ( PC ) type A : merek ...........
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing

Ya/tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

C. Daftar Inspeksi
Persiapan pekerjaan
Gambar kerja sudah tersedia.
Pengadukan adukan dengan komposisi .....PC : .....
Pasir, yang diaduk dengan air (jika pasir dalam
kondisi
jenuh
kering
muka),
kemudian
meletakkannya dalam kotak spesi.
Bata direndam terlebih dahulu, agar tidak terlalu
kering dan tidak menyerap air spesi sehingga
diperoleh kekuatan lekat yang baik.
Menentukan dan mengatur tata letak pekerjaan
dengan tujuan:
Menghindari kecelakaan kerja
Tersedianya ruang gerak yang cukup leluasa
saat bekerja
Meningkatkan produktivitas
Menghindari tercecernya material yang bisa
mengakibatkan pemborosan
Tahapan pelaksanaan
Pemasangan Bata Merah
Mempersiapkan alat dan bahan secukupnya di
tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Menentukan ukuran pekerjaan dan memasang
profil (terbuat dari kaso 5/7 cm) di luar kedua
ujung pasangan sejauh 50 cm, dan tegakkan
profil dengan menggunakan unting-unting
Mengukur ketinggian lapis pertama pasangan
dinding dengan pedoman elevasi sloof dan
lantai di bawahnya dengan selang plastik berisi
air atau water pass.
Menentukan ketebalan setiap lapis pasangan
bata dengan memperhitungkan tebal bata dan
siar.

30

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Memberikan tanda untuk setiap ketinggian


lapisan pasangan bata, dari lapis ke-1 sampai
ke-20, pada kedua profil yang telah dipasang.
Merentangkan benang dan mengikat pada tanda
elevasi di kedua profil
Memasang
lapisan
batu
bata
dengan
mengontrol kelurusan ke arah horisontal dan
ketegakan ke arah vertikal pada setiap
lapisannya.
Memindahkan benang ke tanda elevasi lapis
kedua, setelah lapis pertama selesai, dan
melakukan pemasangan selanjutnya.
Memasang
angkur
dengan
panjang
penyaluran/tertanam minimal 40 cm, setiap 6
lapis batu bata pada bidang dinding.
Mengulangi langkah-langkah pemasangan di
atas sampai pekerjaan selesai.
Membersihkan ruang kerja dari adukan yang
tercecer, cucilah alat dan kembalikan ke tempat
semula.

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Tata cara pemasangan bataton (Hollow Concrete


Block)
Memasang lapisan mortar setebal 1 cm di atas
permukaan sloof.
Melubangi dasar blok beton (bataton) dan
menempatkannya dalam posisi terbalik (lubang
bataton menghadap ke bawah) di atas sloof,
dengan melewati besi tulangan kolom dan besi
tulangan dinding di sebelahnya. Rongga-rongga
dari blok tersebut diisi dengabeton dan
kemudian dipadatkan.
Pada bagian sudut bataton, setiap 2 (dua) lapis
bataton dipasang angkur berdiameter 8 mm.
Pemasangan blok-blok bataton dilanjutkan
sampai ke kolom dari ujung dinding yang lain.
Proses pemasangan dilanjutkan dengan cara
yang sama dengan proses pada butir c di atas.
Untuk lapisan kedua dari blok-blok pembentuk
dinding, pertama-tama diberi lapisan mortar
setebal 1 cm di atas Iapisan pertama, kemudian
memasukkan lagi sebuah blok sudut melewati
besi tulangan vertikal, tetapi sekarang posisinya
diputar 900
Untuk setiap lapisan ke-4 (empat), dipasang 1
besi tulangan berdiameter 8 mm, dari satu
ujung dinding ke ujung dinding yang lain, dan

31

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

mengkaitkan tulangan horisontal tersebut ke


tulangan vertikal pada kolom-kolom dengan
cara penyambungan sesuai gambar. Agar
praktis, sebaiknya angkur berdiameter 8 mm
tersebut disambung di tengah dinding, dan
saling berimpitan sepanjang 350 mm.
Setelah lapisan kesembilan, harus dilakukan
penyambungan bagian paling atas dari tulangan
vertikal dengan bagian paling bawahnya. Untuk
itu, harus dibuat sebuah perancah yang
ketinggiannya
diatur
mengikuti
kemajuan
pekerjaan pemasangan dinding.
Pada puncak dinding harus dipasang balok atas
(ring balk) dengan 4 besitulangan berdiameter 8
mm. Tulangan vertikal dari dinding dan kolomkolom harus dibuat saling berhubungan serta
bersambungan dengantulangan horizontal dari
balok atas. Beton yang dituang ke dalam
balokatas harus diratakan dan dihaluskan.
Sebelum adukan beton dituang ke dalam balok
atas, angkur-angkur yangakan dipakai untuk
memasang/ mengikat rangka atap kayu terlebih
dahuluditempatkan,
sesuai
posisi
yang
direncanakan dalam gambar kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Memakai pakaian kerja dengan lengkap dan benar


Membersihkan tempat kerja dari kotoran yang
mengganggu.
Menempatkan alat-alat dan bahan-bahan di
tempat yang mudah dijangkaudan aman untuk
mendapatkan ruang kerja yang ideal.
Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya.
Tinggi
pasangan
dinding
yang
dikerjakan
maksimum 1 meter agar tidakroboh.
Menggunakan perancah/steger yang cukup kokoh
untuk pemasangandinding yang lebih tinggi.
Tidak memegang spesi dan terlalu sering mencuci
tangan saat bekerjamemasang bata, karena dapat
mengakibatkan iritasi pada kulit telapaktangan.
Bekerja dengan teliti, hati-hati dan penuh
konsentrasi
D. Pemeriksaan Pekerjaan
Pemeriksaan kualitas material :

Pasir ciri-ciri dan kriteria pasir yang baik dan

32

Ya / tdk

cara mengukur jenis pasir yang baik; (visual


warna hitam mengkilat baik).
Ya / tdk
Batu Bata
Mempunyai bentuk yang persegi, lurus, dan
seragam.
Dibakar pada suhu yang tepat, sehingga
secara visual terlihat berwarna merah tua.
Tidak retak dan tidak cacat (tidak sompel).
Ya / tdk
Tahan bila direndam.
A. Semen semen yang digunakan adalah semen
tipe A, (40 50 kg) dan tidak berkaitan dengan
merk
Pemeriksaanpemasangan dan pengukuran perbandingan
campuran beton
B. Pemeriksaan Pemasangan
Menghindari penggunaan batu bata yang
ukurannya kurang dari setengahbatu bata utuh.
Tidak boleh ada siar tegak yang segaris lurus
untuk dua lapisan berturut-turut atau lebih
(idealnya terdapat selisih setengah bata untuk
antar lapis).
Siar tegak dan datar harus benar-benar lurus.
Seluruh siar terisi penuh adukan.
Tebal siar minimum 8 mm, maksimum 15 mm,
dengan ketebalan siar yangideal berkisar 10 mm.
Setiap
luasan
maksimum
9
m2harus
diperkuat/dibingkai dalam strukturrangka (balok
dan kolom).
Dinding bata dan kolom disatukan dengan angkur
berdiameter minimum10 mm dengan panjang
penyaluran/tertanam di setiap bagian minimal
40cm.
Hasil akhir permukaan dinding rata dan tegak.

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

C. Pemeriksaan pencampuran adukan


Wadah mengukur perbandingan semen, pasir dan
batu pecah menggunakan wadah yang sama;
Perbandingan
campuran
sesuai
dengan
spesifikasi teknis:
..PC : ... Psr : ... Krl
Pasta yang terbentuk tidak kaku dan tidak encer
E. Pemeliharaan

Ya / tdk

Semen agar disimpan di gudang yang kering ( tidak


lembab )
Pasir agar dipisahkan dari kotoran dan lumpur
Air yang digunakan adalah kualitas air minum

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

33

Untuk mecapai hasil yang optimal, selama proses


pengerasan, bahan adukan diperlukan kelembaban
yang memadai. Oleh sebab itu, perlu dilakukan
perawatan dengan menyiram dinding secara berkala
selama minimal 7 sampai 14 hari.
F. Hasil Pekerjaan
Volume beton :
M2
Laporan Harian
G. Visual Metode

34

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

35

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Kusen

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan dinding telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Alat ukur meteran
Benang
Siku/pasekon
Mistar
Klem/alat perapat
Bangku kerja
Palu
Pahat
Ketam
Bor listrik
Router listrik
Gergaji
Bahan
Papan kayu
Balok kayu
Paku
Sekrup
Pasak
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Kayu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi

36

LPFP 11
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

C.1. Pembuatan Kusen


Perakitan kusen sesua dengan gambar kerjanya
Daftar ukuran potongan bahan sesuai dengan gambar
kerja
Alat-alat yang diperlukan telah dipersiapkan dan
kondisi baikbahan-bahan yang diperlukan telah
dipersiapkan
Memotong bahan menggunakan mesin gergaji bundar
berlengan
Membelah bahan menggunakan mesin gergaji bundar
bermeja biladiperlukan
Mengetam bidang I dan II menggunakan mesin ketam
perata
Mengetam bidang III dan IV menggunakan mesin
ketam penebal
Mengatur penempatan posisi bahan kayu dan memberi
tanda pareng
Melukis gambar kerja sesuai gambar kerja
Membuat lubang pada ambang tegak dan ambang
atas
Membuat pen pada ambang tengah dan bagian atas
ambang tegak
Membuata sponing pada ambang tengah dan sisi
dalam ambangtegak
Membuat profil semua sisi/sudut kayu yang tidak
disponing
Membuat takikan pada ambang tegak bagian
atas/Ventilasi
Membuat sponing kapur
Membuat alur kapur pada batang ambang tegak
Membuat kuping-kuping
Membuat krepyak datar
C.2. Pemasangan Kusen
C.2.1. Kusen Pintu
Alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan
mudah dijangkau.
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen
terhadap as bouwplank untuk menentukan kedudukan
kusen.
Pasang angker pada kusen secukupnya.
Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak
dengan menggunakan unting-unting.
Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur
sehingga kedudukan menjadi kokoh.
Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah

37

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari


kusen.
Pasang locis kusen
Bersihkan tempat sekelilingnya.
C.2.2. Kusen Jendela
Alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan
mudah dijangkau.
Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu
bata dari asbouwplank.
Pasang angker kusen secukupnya
Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen
jendela .
Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak
denganpertolongan unting-unting.
Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang
padakeadaan yang benar.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
D. Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan
Ukuran kayu kusen sesuai dengan gambar kerja
Kayu ukuran ..... x ..... cm
Dimensi kusen sesuai dengan gambar kerja
Lebar bersih ...... cm
Tinggi sampai ambang .... cm
Tinggi ventilasi ........ cm
Bahan kusen tidak ada cacat
Bahan kayu kondisi kering
Bahan kayu tidak melintir
Kusen berdiri tegak ( periksa dengan unting-unting )
dan datar (periksa dengan waterpass )
Kesikuan kusen

Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

E. Pemeliharaan
Bahan dan kusen yang sudah jadi tidak diletakkan
diatas permukaaan tanah, agar tidak dimakan rayap
Kusen dan bahan ditutup dengan terval plastik
D. Hasil Pekerjaan
Volume Kusen Pintu dan Jendela :
M3
Laporan Harian
E. Gambar Visual Metode

38

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

39

40

F. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

41

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pintu dan Jendela

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Daun Pintu dan Daun
Jendela
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan kusen dan penutup lantai telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Alat ukur meteran
Benang
Siku/pasekon
Mistar
Klem/alat perapat
Bangku kerja
Palu
Pahat
Ketam
Bor listrik
Router listrik
Gergaji
Bahan
Papan kayu

42

LPFP 12
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Balok kayu
Paku
Sekrup
Pasak
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Kayu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi
C.1. Pembuatan Daun Kusen
Perakitan kusen sesuai dengan gambar kerjanya
Ukuran daun pintu sesuai dengan gambar kerja
Tinggi : ...... cm
Lebar : ....... cm
Tebal : ........ cm
Tebal kaca daun jendela sesuai dengan spesifikasi
Tb. 5 mm
Tb. 8 mm
Jenis kaca sesuai dengan spesifikasi
Kaca polos
Kaca Rayben

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

C.2. Pemasangan Daun Pintu dan Jendela


Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan
terlalu tinggi).
Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel
sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 5 mm,
baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu
pada tiang daun pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi
bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm
(untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian
tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel
sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada
tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun pintu.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu

43

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

dengan
cara
melepas
pennya,
kemudian
pasang/tanam pada tiang kusen
Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan
memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya
sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintunya.
Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu
dengan cara melepaskan pen.
Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan
menutup denganbaik, rata dan lurus dengan kusen.
Daun jendela yang sudah rapi, sudah dipasang kaca

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

C.3. Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela


Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur
terletak pada bagianatas. Usahakan letakkan pada
meja yang luasnya minimal samadengan luas daun
pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan
selembarkarton atau kain untuk memegang kaca.
Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada
keempat sisidaun pintu/jendela.
Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku
dengan martil.
Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan
kaca yangsedang dipasang lis kayu. Ini untuk
menghindari goresan padapermukaan kaca karena
gerakan martil.

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

D. Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan


Ukuran kayu daun pintu sesuai dengan gambar kerja
Kayu ukuran ..... x ..... cm
Dimensi daun pintu sesuai dengan gambar kerja
Lebar ...... cm
Tinggi .... cm
Tebal .... cm
Bahan kusen tidak ada cacat
Bahan kayu kondisi kering
Bahan kayu tidak melintir
Daun pintu jendela berdiri tegak ( periksa dengan
unting-unting
)
dan
datar
(periksa
dengan
waterpass )
Engsel terpasang baik
Kunci terpasang baik
Slot terpasang baik
Hak jendela terpasang baik

44

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ketebalan kaca sudah sesuai shop drawing

Ya / tdk

E. Pemeliharaan
Bahan daun pintu dan jendela yang sudah dirakit,
tidak diletakkan diatas permukaaan tanah, agar tidak
dimakan rayap
F. Hasil Pekerjaan
Volume :
Daun Pintu : ....... bh
Daun Jendela : ..... bh
Engsel D. Pintu : ...... psg
Engsel D. Jendela : ...... psg
Kunci D pintu : ..... bh
Slot D. Pintu : .....bh
Slot D. Jendela :...... bh
Hak Angin : ...... bh
Kaca D. Jendela : ....... bh ...... m2
Laporan Harian

G. Gambar Visual Metode

45

Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/
/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Gbr. Daun Pintu

Gbr.Detail Pemasangan Daun Pintu

Gbr Daun Jendela

46

Gbr. Detail Pemasangan Daun Jendela


H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

47

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Rangka Atap

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Rangka Atap
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan Dinding Sopi-sopi telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Alat ukur meteran
Benang
Siku/pasekon
Mistar
Klem/alat perapat
Bangku kerja
Palu
Pahat
Ketam
Bor listrik
Router listrik
Gergaji
Bahan
Papan kayu
Balok kayu
Paku
Sekrup
Pasak
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Kayu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi

LPFP 13
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Pemasangan Rangka Atap


Ukur lebar, tinggi dan panjang komponen kuda-

48

Ya / tdk

kuda, sesuai dengan gambar kerja


Periksa penempatan komponen sesuai dengan
gambar kerja
Ketam dan potong bahan kayu.
Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan
licin hingga memberikan penyelesaian yang baik
dan sedikit penghalusan.
Kaso-kaso dipasang setiap jarak 50 cm, harus
waterpass menurut kemiringan atap, sedangkan
reng dipasang setiap jarak sesuai dengan ukuran
genteng.
Permukaan kayu yang tampak (papan lisplank,
skoor) harus diserut rata dan licin, setiap
sambungan konstruksi atas agar diperhatikan
adanya pen/joint yang berfungsi pengunci.
Pekerjaan kayu harus rata, melentur, bengkok
Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan
Kuda-kuda, gording, konsul, ikatan angin, klos,
usuk, reng dan seluruh rangka atap dibuat dari
kayu kualitas baik tua, kering atau tidak pecahpecah.
Papan lisplang bisa digunakan kayu atau
woodplank sesuai gambar kerja
Baut, mur, besi strip dari bahan besi / baja sesuai
gambar kerja
Ukuran kayu :
Kaki kuda-kuda ukuran ... / ... cm
Pengerat ukuran ... / ... cm
Ander ukuran ... / ... cm
Skoor ukuran ... / ... cm
Nok ukuran ... / ... cm
Pengapit ukuran ... / ... cm
Gording ukuran ... / ... cm
Konsol ukuran ... / ... cm
Usuk ukuran ... / ... cm
Reng ukuran ... / ... cm atau ... / ... cm
tergantung jenis genteng yang dipakai
Listplank kayu ukuran ... / ... cm atau ... / ...
cm

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

D. Pemeliharaan
Bahan daun pintu dan jendela yang sudah jadi tidak
diletakkan diatas permukaaan tanah, agar tidak
dimakan rayap
Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua,
lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan mempunyai
derajad kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi

49

Ya / tdk
Ya / tdk

persyaratan yang tercantum dalam PKKI 1970-NI.5.


E. Hasil Pekerjaan
Volume :
Kuda-kuda : ..... m3
Rangka Atap : ...... m3
Laporan Harian

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

PEKERJAAN PEMASANGAN
RANGKA ATAP BAJA RINGAN
Pemasangan konstruksi rangka atap baja ringan
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya
(kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat.
rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan di antaranya adalah:
a. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan
angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
b. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
c. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap
kuda-kuda rata.
d. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
e. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
f. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat
kesalahan pelaksanaan pekerjaan.
Pemasangan konstruksi rangka atap baja ringan
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. Dipasang langsung di atas
ringbalk. b. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate.
Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin
harus
dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk
meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Penggunaan
wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam
ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong

50

di dalam wall-3plate yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda


menjadi kurang stabil.

Pemasangan konstruksi rangka atap baja ringan

Tumpuan dengan Wall-plate dan Langsung ringbalk


Contoh sistem tumpuan Wall-Plate Kuda-kuda ditumpukan
pada boxed C75.100 , diikat dengan grip segitiga
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah
kerja sebagai berikut:
a. Langkah 1: Persiapan kerja

51

1. Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan


kudakuda, dan tidak diperkenankan menggunakan gambar
draft sebagai panduan.
2. Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan
dan kesehatan kerja, dan memperhatikan petunjuk
tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas
ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).
3. Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan
kuda-kuda, antara lain: bor dan hexagonal socket,
meteran, selang air (waterpass), alat penyiku, mesin
pemotong, gergaji besi, palu, dan sebagainya.
b. Langkah 2: Leveling dan marking
1. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam
keadaan rata dan siku, dengan menggunakan selang air

waterpass)

dan

52

penyiku

sebagai alat

bantu

2. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat


semua bagian bangunan dan tersambung secara benar
(monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
3. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai
dengan gambar rencana atap.
4. Mengukur jarak antar kuda-kuda

c. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda


1. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak meng
akibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah
selesai dirakit .

2. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas


ring balok atau wall-plate, berdasarkan gambar kerja

53

3. Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak


terbalik. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan
dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda,
dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di
sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang
berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.

4. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus


dengan ringbalok menggunakan benang dan lot (untingunting)
5. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket),
dengan menggunakan 4 buah screw 12 14 x 20 HEX.

54

6. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan


dynabolt, dan menambahkan balok penopang sementara,
agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
7. Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan
semua kuda-kuda, sesuai dengan posisinya dalam gambar
kerja.
8. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as
(maksimum 1,2 meter).
9. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda
(Apex), dan memastikan garis nok memiliki ketinggian
yang sama (datar)

10. Memasang balok nok.


11. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika
bekerja beban angin. Bracing dipasang di atas top-chord
dan di bawah reng.
12. Bila menggunakan aluminium foil, lapisan ini dipasang
terlebih dahulu di atas truss, jurai dan rafter

55

13. Memasang reng (roof battens) dengan jarak


menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan. Setiap
pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah

F. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plafond

56

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Plafond
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan Dinding telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Alat ukur meteran
Benang
Siku/pasekon
Mistar
Klem/alat perapat
Bangku kerja
Palu
Pahat
Ketam
Bor listrik
Router listrik
Gergaji
Bahan
Papan kayu
Triplek
Balok kayu
Paku
Sekrup
Pasak
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Kayu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi

LPFP 14
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Pemasangan Rangka Plafond


Ukur lebar dan panjang ruangan, sesuai dengan
gambar kerja

57

Ya / tdk
Ya / tdk

Periksa penempatan komponen kayu sesuai


dengan gambar kerja
Ketam dan potong bahan kayu.
Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan
licin hingga memberikan penyelesaian yang baik
dan sedikit penghalusan.
Kaso-kaso dipasang sesuai jarak .... cm, harus
waterpass menurut sesuai dengan gambar kerja,
dperiksa dengan bantuan benang dan waterpass
slang air.
Elevasi plafond ditandai dan dibuat garis sipatan
pada dinding dan as sumbu ruangan serta titik
paku kait pada langit-langit dengan jarak sesuai
shop drawing.
Paku kait dipasang dengan cara ditembakkan pada
tanda-tanda yang telah ada dengan jarak 60120
cm. Penggantung rangka plafond dipasang yang
terdiri
dari hanger dan clip
adjuster.
Posisi
pemasangan tegak lurus.
Rangka tepi (steel hollow) dan profil wall
angle sebagai list tepi dipasang tepat pada sipatan
tanda
elevasi
plafond.
Selanjutnya
jarak
penempatan kait penggantung ditentukan.
Tarikan benang dipasang sebagai pedoman
penentu kelurusan dan ketinggian rangka plafond.
Selanjutnya rangka utama plafond (top cross rail)
dapat dipasang per jarak 120 cm.
Selanjutnya rangka pembagi (furing channel)
dengan jarak 60 cm dipasang menggunakan clip
pengunci. Periksa elevasi dan jarak rangka plafond.
as-as naad sesuai dengan gambar kerja
Pemasangan triplek disesuaikan naad yang sudah
ditentukan
Pemotongan
triplek
sesuai
dengan
pola
pemasangan
Pemakuan triplek kerangka sudah kuat
D. Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan
Ukuran kayu :
Kaso utama ukuran ... / ... cm
Kaso ukuran ... / ... cm
Triplek tebal...... mm
Skoor ukuran ... / ... cm

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

G. Pemeliharaan
Bahan daun pintu dan jendela yang sudah jadi tidak
diletakkan diatas permukaaan tanah, agar tidak
dimakan rayap

58

Ya / tdk
Ya / tdk

Semua kayu yang dipakai harus kering, berumur tua,


lurus dan tidak retak, tidak bengkok dan mempunyai
derajad kelembaban kurang dari 15% dan memenuhi
persyaratan yang tercantum dalam PKKI 1970-NI.5.
H. Hasil Pekerjaan
Volume :
Kuda-kuda : ..... m3
Rangka Atap : ...... m3
Laporan Harian

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

I. Gambar Visual Metode

Gbr. Pemasangan Rangka Plafond

Gbr. Pemasangan Penutup Plafond

J.

Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

59

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Pengecatan
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan
Dinding/Plafond/Pintu&Jendela/Genteng
telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Kave
Kuas
Amplas
Kuas rol
Ember cat ( wadah )
Bahan
Plamur
Cat Dasar
Cat Tembok
Cat Kayu
Besi
Air Bersih
Terpentin
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang Cat
Kepala Tukang
Mandor

60

LPFP 15
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

B. Prosedur Kerja Yang Mengawali


Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Umum
Ukur lebar dan panjang ruangan yang akan dicat,
sesuai dengan gambar kerja
Periksa kerataan permukaan dinding, plafond
Periksa kebersihan permukaan.
Campuran plamir sudah rata ( terlihat dari adonan
yang halus )
Campuran cat tembok sudah rata dicampur
dengan air bersih (terlihat dari campuran yang
kekentalannya tidak encer )
Campuran cat kayu/besu sudah rata dicampur
dengan terpentin (terlihat dari campuran yang
kekentalannya tidak encer )
Kuas yang digunakan permukaannya masih halus (
tidak kaku )
Wadah cat tidak mengandung kotoran.

Ya / tdk
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Pengecatan Dinding
Pastikan permukaan dinding bersih dan kering
untuk mencegah terjadinya pengelupasan.
Kerjakanpengecatan pada siang hari.
Mulai dari dekat jendela. menuju ke ruangdalam.
Bila mengecat seluruh ruangan, kerjakanlah mulai
dari langitlangityang diteruskan ke dinding dekat
kusen jendela, pintu-pintu, dankemudian ke bagian
bawah.
Lakukanlah pembuangan sisa saatmelakukan
pengecatan karena kita harus bertanggung jawab
terhadaplingkungan
dengan
menghindarkan
membuang limbah/sisa cat ke dalamsaluran
pembuangan.
Terakhir adalah membiarkan sisa cat mengering
diwadahnya sebelum dibuang ketempat sampah.

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Pemberian Cat Dasar
Cat dasar dapat berupa :
Varnish dasar air yaitu cat tanpa pigmen dengan
dasar emulsi acrylic100%. Cat dasar ini biasanya

61

Ya / tdk

disebut Wall Sealer Water Base. WallSealer sangat


baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut
untukmengisi
celah-celahnya
dan
untuk
menguatkan
lapisan
cat
lama
yangmulai
mengapur.
Cat tembok warnaputih dengan dasar emulsi
acrylic 100% dan mempunyai daya tahanalkali
yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik
serta kadar bahananti jamur cukup tinggi. Cat
dasar
ini
disebut
Alkali
Resisting
Primer
atauUndercoat Tembok.
Cara pemakaiannya adalah; encerkan cat sesuai
dengan
petunjukpabrik,
jangan
berlebihan,
karenadapat menghilangkan fungsi cat dasar.Beri
1 atau 2 lapis cat dasar.

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Langkah Pengecatan
Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran
harus sudahsempurna, minimal harus ditunggu
selama 28 hari.
Periksa kelembaban tembok. Gunakan alat
protimeter, yaitu alatpengukur kadar air. Kadar air
harus sudah di bawah 18 %.
Periksa kadar alkali tembok.Gunakan kertas
lakmus
untuk
mengukurpH
(derjat
keasaman/alkali). Kadar alkali harus menunjukkan
kuranglebih pH 8.Kalau lebih dari pH 8, berarti
reaksi semen belumsempurna dan tembok belum
layak dicat.
Kalau kadar air sudah rendah, tetapi kadar alkali
masih tinggi, berartimasih ada semen bebas yang
belum beraksi karena kekurangan air.Basahkan
permukaan tembok dengan air bersih.
Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi,
bersihkan permukaandari bekas percikan semen,
Efflorescene (pengkristalan garam),pengapuran,
debu, kotoran, dan minyak. Gosok permukaan
tembokdengan kertas amplas kasar atau sikat
sambil permukaan tembokdibasahi air bersih.
Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih.
Cuci permukaan tembok dengan larutan asam
chlorida (HCl) 10-15%untuk menetralkan alkali
yang masih ada dan juga mengetchingpermukaan
tembok agak lebih kasar sehingga daya lekat lebih
baik.
Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur

62

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

cuci dengan larutankaporit10-15%

Ya / tdk

Pemberian Cat Akhir


Persiapan permukaan harus telah sempurna.
Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alatalat rumah tanggaseperti kursi, meja, lantai sudah
ditutup plastik atau kertas koran.
Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan,
seperti kuas, roller,ember, pengaduk, tangga, dan
lain-lain.
Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan
ketentuan pabrik. Catatnomor batch (lot)nya.
Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai
dengan kebutuhanpabrik.
Selang waktu antara setiap lapis harus cukup
lama. Secara teoritisadalah 2-4 jam, tetap
sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.
Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau
dapat Pengecatandilakukan waktu cuaca terang
dan
kering.engenceran
cat
janganlangsung
didalam kalengnya, kecuali kalau dapat habis pada
hari itujuga.
Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa
catnya untukmenghindari pembusukan.
Pekerjaan Pengecatan Ulang ( Dipermukaan Cat
Lama )
Bila daya lekat cat lama masih baik, cuci
permukaan dengan airbersih sambil digosok
dengan kertas amplas/sikat. Bila perlu cucidengan
larutan ditergent, kemudia bilas dengan air bersih.
Bila permukaan cat lama masih baik daya
lekatnya, tetapiberlumut/berjamur, cuci dengan
larutan kaporit sambil disikat. Bilasdengan air
bersih.
Bila terjadi pengapuran, amplas atau bersihkan
debu-debupengapuran dengan lap yang dibasahi
air sampai kelapisan cat yangtidak mengapur.
Bila lapisan cat lama sudah tebal atau terkelupas,
kerok seluruhnyasampai kedasar tembok.
Bila lapisan lama berasal dari cat kualitas rendah
dimana mudah larutdengan air, sebaiknya dikerok
seluruhnya sampai kedasar tembok.
Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur
cuci dengan larutankaporit 10-15%.

63

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Pengecatan Plafon

Ya / tdk

Langkah pekerjaan pengecatan pada plafon sama


denganpengecatan pada tembok. Bahan cat yang
digunakan juga adalah catuntuk tembok/dinding.
Perbedaan mendasar yang ada adalah bahwaplafon
terletak di bagian atas dalam posisi mendatar,
sehingga diperlukancara khusus dalam menyapukan
cat pada plafon.
Pengecatan Genteng
Langkah pengecatan
adalah sebagai berikut;

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
untuk

genteng

baru

Sebaiknya
pengecatan
dilakukan
dibawah
(sebelum gentengdipasang), hal ini untuk
memungkinkan
seluruh
permukaan
gentengterlapisi oleh cat dan untuk menghindari
menempelnya debu pada saatcat belum kering
sempurna.
Untuk genteng yang kurang padat (porus)
dianjurkan pemberianlapisan lem sesuai yang
direkomendasikan (lem indeks) agar poriporigenteng tertutup rapat sehingga cat
genteng tidak banyak terserapkedalam genteng.
Beri lapisan cat secara merata setelah cat
diencerkan
dengan
airbersih
dengan
penambahan air sebesar 30 40 % dari volume
cat.
Biarkan kering sempurna (23 jam) sebelum
diberikan lapisanberikutnya dan ulangi sampai
permukaan genteng tertutup sempurna.
Untuk hasil lebih sempurna beri lapisan akhir
dengan vernis genteng(glassure)

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk

Untuk pengecatan genteng lama, langkah


pengecatan yangdilakukan adalah sebagai berikut;
Bersihkan genteng lama dari debu dan kotoran
lain seperti lumut ataujamur yang mungkin
telah tumbuh. Bila perlu gunakan sikat dan
airsabun.
Keringkan genteng sehingga benar-benar kering
sebelum mulaipelapisan awal
Untuk genteng yang kurang padat (porus)
dianjurkan pemberian lapisan lem sesuai yang
direkomendasikan (lem indeks) agar pori-pori

64

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

genteng tertutup rapat sehingga cat genteng


tidak banyak terserap kedalam genteng.
Beri lapisan cat secara merata setelah cat
diencerkan
dengan
air
bersih
dengan
penambahan air sebesar 30 40 % dari volume
cat.
Biarkan kering sempurna (23 jam) sebelum
diberikan lapisan berikutnya dan ulangi sampai
permukaan genteng tertutup sempurna.
Untuk hasil lebih sempurna beri lapisan akhir
dengan vernis genteng (glassure)

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Pengecatan Kayu
Langkah pengerjaan pengecatan kayu adalah sebagai
berikut;
Sebelum
memulai
mengecat
kayu,
permukaannya
harus
bersih,
gosoklah
permukaan kayu dengan kain yang lembab
untuk menghilangkandebu
Haluskan
permukaan
kayu
dengan
menggunakan kertasgosok/ampelas
Permukaan kayu yang tidak rata perlu ditambal
dengan undercoat, biladiperlukan sapukanlah
undercoat
pada
seluruh
permukaan
setelahkering
kemudian
digosok
dengan
ampelas.
Pengecatandapat dilakukan menggunakan kuas
ataupun dengan penyemprotanmenggunakan
alat spray cat.
Berikan lapisan anti gores pada kayu yang telah
dicat.
Untuk pengecatan ulang pada kayu, dapat
dilakukan dengan duacara, yaitu langsung mengecat di
atas permukaan cat yang lama ataudengan terlebih
dahulu menghilangkan cat lama, kemudian baru
melakukan pengecatan ulang. Langkah pekerjaan
pengecatan juga sama dengan pengecatan kayu yang
baru dicat.
Pengecatan Besi
Pengecatan pada bahan yang terbuat dari besi
menggunakanbahan cat dengan solvent base (pelarut
minyak). Kegunaan cat padaumumnya berfungsi
sebagai pelindung suatu substrat (media) dari

65

Ya / tdk

karat,pengaruh cuaca, lumut, bakteri, jamur, dan lainlain. Juga berfungsisebagai dekorasi.
Langkah pekerjaan pengecatan pada bahan besi
prinsipnyasama dengan mengecat bahan dari kayu.
D. Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan

Plamir Cat yang digunakan merk .........


Cat Tembok yang digunakan merk .........
Cat Kayu yang digunakan merk .........
Cat Besi yang digunakan merk .........
Hasil pengecatan tidak belang-belang
Permukaan finish cat rata tidak terlihat alur cat pada
bagian overlapping.

Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk

E. Pemeliharaan
Semua jalan akses kedalaman ruang yang sudah
selesai pengecatan agar ditutup, sehingga tidak yang
masuk yang memungkin dinding kotor kembali.
Lakukan pengecatan kembali apabila ada dinding yang
kotor, atau pengecatannya tidak merata
F. Hasil Pekerjaan
Volume :
Cat dinding : ..... m2
Cat Kayu : ...... m2
Cat Besi : ....... m2
Cat Genteng : ...... m2
Laporan Harian
G. Gambar Visual Metode
Metode Mengukur pH

Pada gambar diatas, dapat dilihat, seorang tukang sedang


menggerus
permukaan
awal
dari
beton
yang
sudah
di skimcoat ( baca : skim coat adalah material yang dilapiskan
pada permukaan beton yang hendak di cat,sehingga antara cat
dan beton bisa melekat dengan baik). Hasil gerusan tersebut

66

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

/
/
/
/
/

tdk
tdk
tdk
tdk
tdk

kemudian di masukkan pada gelas aqua yang sudah terisi air.


Kemudian dari gelas aqua berisi air dan gerusan tersebut di
masukkan indikator pH, kemudian diukur berapa pH nya. Skala pH
itu berkisar dimulai pada angka 7 dan itu bisa dilihat dari warna
indikatornya. Sebagai contoh, untuk gambar diatas, skala pH nya
adalah 8.

Menentukan Kelembaban

Ada tiga kategori kelembaban, yakni Green level ( 6%-16%),


Yellow level (17-20%), dan Red Level (21-90%). Untuk gambar
diatas, masuk kedalam kategori green level.

Gbr. Mengukur Kadar pH dengan alat protimeter

Gambar. Pencatan Kusen dengan cat kayu dan


kuas

Gbr. Pengecatan Genteng

67

Gambar Pengecatan Plafond

Gambar. Pekerjaan Pengecatan Dinding/tembok

Gambar. Perbaikan Pengecatan, Permukaan yang


diplamir diratakan dengan mesin gerinda

68

Gambar, Pengecatan Besi

H. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana

Konsultan Supervisi

PT.

PT.

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lantai

LEMBAR PEMERIKSAAN FISIK


PEKERJAAN
Jenis Pekerjaan : Pekerjaan Lantai
Lokasi
:
Tanggal
:
A. Urutan Kegiatan Pelaksanaan
Pekerjaan Plester Dinding dan Pemasangan Plafond
telah dilaksanakan
Persiapan Peralatan :
Jidar alumunium
Ember/bak air
Tempat dudukan/tatakan keramik
Benang

69

LPFP 16
Rekomed
asi

Ya / tdk
Ya / tdk

Palu karet
Sendok Spesi ( Cetok)
Waterpas
Sekop
Busa/spon
Kain lap basah Benang
Bahan
Keramik
Semen ( PC )
Air
additive
Persiapan Tenaga Kerja :
Pekerja
Tukang batu
Kepala Tukang
Mandor
B. Prosedur Kerja Yang Mengawali
Ijin Material ( Tidak diperlukan / Brosur / Mix Desain /
Pengamatan Visual )
Ijin Pelaksanaan
Pengesahan Shop Drawing
C. Daftar Inspeksi

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Umum
Ukur lebar dan panjang ruangan, sesuai dengan
gambar kerja

Tahapan Pemasangan
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
Pahami gambar kerja, pola pemasangan, dll.
Siapkan adukan untuk pengecoran lantai dengan
adukan 1PC:3 Psr : 5 Krl
Pendaukan dilakukan dengan beton molen
Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari
lantai. Penentuan peil ini untuk seluruh kesatuan
peil didalam ruangan.
Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada
lantai sesuai elevasi pada gambar kerja.
Mulai memasang kepal cor lantai ke arah vertikal
dan horisontal sesuai dengan benang yang sudah
di seting terhadap ruangan, seperti pada contoh
dibawah ini.
Setelah kepalaan selesai deikerjakan, dilanjutkan
dengan pengecoran pada seluruh bidang lantai

70

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk

ruangan.
Setelah semua
cor lantai terpasang dan
adukannya sudah kering, maka dilakukan perataan
dengan mengunakan rosram dan sendok.
Langkah terakhir melakukan pengacian cor lantai
dengan air acian.
Pengacian mencakup seluruh permukaan cor lantai
Pengacian
harus
licin
dengan
pengosokan
menggunalkan kertas bekas sak semen.

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

I. Pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan


Periksa kerataan lantai dengan jidar aluminium
Semen yang digunakan merek ......

Ya / tdk
Ya / tdk

J. Pemeliharaan
Semua jalan akses kedalaman ruang yang sudah
selesai pengecoran agar ditutup, sampai coran lantai
sudah keras.
Lakukan pemasangan kembali perbaikan apabila ada
lantai yang tidak rata.
K. Hasil Pekerjaan
Volume :
Lantai : sesuai BOQ
Acian Lantai : sesuai BOQ
Laporan Harian

L. Gambar Visual Metode

71

Ya / tdk

Ya / tdk

Ya / tdk
Ya / tdk
Ya / tdk

M. Rekomendasi
DITERIMA atau DITOLAK

Kontraktor Pelaksana
PT.

Konsultan Supervisi
PT.

E.PROGRAM MUTU
E.1. STRUKTUR ORGANISASI

72

Pengorganisasian adalah upaya untuk menyusun, mengelompokkan


kegiatan, menstrukturkan serta mewadahi kegiatan-kegiatan dalam suatu
bagan organisasi. Menyusun tata laksana serta tata hubungan unit-unit
dalam organisasi tersebut, memilih dan menetapkan orang-orang serta
pengaturan penugasan, dan memberikan hak dan kewajiban kepada orangorang tersebut di dalam organisasi.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah struktur hirarki atau hubungan tugas, wewenang
dan tanggungjawab dari unit-unit kerja dan orang-orang dalam organisasi
dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Organisasi diartikan pula sebagai suatu jaringan informasi formal dari
organisasi dalam rangka pengambilan keputusan dan pelaksanaan arti tugastugas yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan organisasi.
Menyusun struktur organisasi pada hakekatnya adalah menyusun dan
mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam suatu struktur atau pola menurut
hirarki tugas dan wewenang, kemudian menugaskan orang-orang untuk
melaksanakan tugas dan kegiatan itu.
Struktur Organisasi pada pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari dua sistem,
yaitu :
Struktur Organisasi PPK, MK, Konsultan Supervisi dan Kontraktor
mengikuti pola pengelompokkan berdasarkan proses;
Struktur
Organisasi
Konsultan
Supervisi,
mengikuti
pola
pengelomokkan berdasarkan kewilayahan.

73

STRUKTUR ORGANISASI
PEJABAT PEMBUAT
KOMITMEN
( PPK )

KONTRAKTOR PELAKSANA

KONSULTAN MK

Project Manajer

Site Manajer

Pelaksana

Surveyor

Mandor

74

Main Office:
- Operator
Komputer
- Sekretaris
- Office Boy
-

Logistik

1.HAK, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB


1. Project Manager
Tugas dan tanggung jawab adalah :

Mengendalikan pekerjaan operasional di bidang pelaksanaan


konstruksi dan mengontrol kegiatan operasional proyek sesuai
dengan standar biaya, mutu, waktu dan K3L yang telah ditetapkan
Melakukan monitoring kegiatan proyek setiap hari, khususnya
kegiatan kegiatan yang berada di jalur kritis
Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pelaksanaan proyek mulai
dari mobilisasi alat dan material, penentuan metode kerja,
pelaksanaan, serta dampak dampak yang timbul akibat
pelaksanaan proyek.
Memberikan instruksi dan pengarahan bila terjadi penyimpangan
pelaksanaan terhadap dokumen kontrak
Menganalisis kendala kendala yang ada dan mengusahakan solusi
untuk kendala tersebut
Melaporkan
terhadap
timbulnya
pekerjaan

pekerjaan
tambah/kurang
Menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan seluruh komponen
personil.
Melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk owner,
konsultan MK, masyarakat,user dll.
Menjaga motivasi dan semangat kerja seluruh personil proyek
Membuat laporan :
Mingguan
Bulanan
Menandatangani Laporan dan Berita Acara serta Gambar-gambar
yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek
Membantu panitia dalam rangka serah terima pada saat PHO dan
FHO (Final Hand Over)

2. Site Manager
Tugas dan tanggung jawab :

Membuat jadwal kerja mingguan beserta volume pekerjaan rencana


Melakukan pemantauan kemajuan pekerjaan setiap harinya
Membuat laporan laporan kemajuan pekerjaan
Bekerja sama dengan supervisor dalam melakukan survey lapangan
untuk memastikan mutu dan spesifikasi pekerjaan sesuai dengan
yang disyaratkan dalam dokumen kontrak
Melakukan
rekapitulasi
progres
pekerjaan
mingguan
dan
melaporkannya dalam laporan mutual check mingguan kepada team
leader
Mememeriksa laporan mingguan dan berita acara untuk keperluan
termijn proyek untuk melakukan tagihan pembayaran kepada owner

75

Memeriksa permohonan re-scheduling kegiatan proyek untuk


mencapai target target yang ditetapkan
Mememeriksa kurva S, barchart dan network planning yang
disampaikan oleh kontraktor
Memonitor kesesuaian pelaksanaan proyek dengan kurva S, maupun
barchart yang ada
Melakukan update informasi proyek setiap hari
Melaporkan hasil kegiatan pengendalian proyek kepada Project
Manager
Mengoordinasikan
Supervision Engineer untuk mencapai target
progress.
Berkoordinasi dengan konsultan perencana dan menterjemahkan
informasi yang ada ke dalam gambar teknik

3. Pelaksana
Tugas dan tanggung jawab :

Memeriksa volume pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh


Kontraktor sebagai back-up data laporan mingguan
Memeriksa laporan mingguan, bulanan dan melaporkan kepada Site
Manager
Memeriksa perencanaan metode kerja dari suatu kegiatan dan
melaporkannya kepada Site Manager
Melaporkan metode kerja yang dipakai kepada Konsultan MK
Memperkirakan lama kerja yang dibutuhkan dan berkoordinasi
dengan Konsultan MK
Memantau kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sesuai
dengan spesifikasi teknis
Memantau kesesuaian pekerjaan yang dilakukan
dengan shop
drawing yang ada
Mengoordinasikan mandor dan menjaga agar motivasi dan
semangat kerja bawahan tetap baik
Memberikan instruksi instruksi secara teknis untuk memecahkan
masalah masalah yang ada di lapangan
Menyampaikan dan berkoordinasi dengan team kontraktor lainnya
untuk menterjemahkan informasi yang ada ke dalam gambar teknik

4. Surveyor
Tugas tugas antara lain :
a. Survey

Melakukan survey untuk memastikan pekerjaan yang dilakukan


sesuai dengan metoda kerja yang direncanakan
Melakukan pemantauan terhadap progress proyek dan
memastikan proyek berjalan sesuai waktu rencana
Menganalisis kendala kendala yang menghambat pelaksanaan
proyek dan melaporkannya pada Site Manager

76

Bekerja sama dengan Konsultan MK untuk melakukan survey dan


menghitung progress fisik yang telah dikerjakan
Melaporkan progress pekerjaan setiap hari kepada Site Manager
Mengecek ulang kesesuaian volume pekerjaan rencana dengan
kondisi lapangan
Memeriksa request of work yang diajukan kepada Konsultan MK
untuk memastikan kesiapan setiap kegiatan sebelum pekerjaan
dimulai
Menetapkan target target kerja yang dapat dipenuhi (realistis)
Menjamin setiap pekerjaan yang dilaksanakan telah memenuhi
kualitas dan spesifikasi yang disyaratkan
Berkoordinasi dengan Konsultan MK
untuk merencanakan
prosedur pelaksanaan agar keselamatan pekerja terjamin dan
proyek dapat terlaksana dengan baik
Mengevaluasi prosedur pengerjaan yang telah dilakukan untuk
menganalisis potensi potensi kendala yang mungkin terjadi
Mencarikan solusi solusi yang dapat diterapkan untuk
mengatasi permasalahan di lapangan
Memonitor dan mengendalikan pelaksanaan K3L ( bila
disyaratkan )
Memeriksa prosedur kerja yang disiapkan oleh Kontraktor
serta memperkirakan kemungkinan kemungkinan bahaya
yang dapat terjadi
Memeriksa laporan yang berisi analisis potensi bahaya dan
upaya preventif yang akan dilakukan guna meminimalkan
potensi kecelakaan kerja
Melakukan survey harian untuk memastikan keamanan
kegiatan proyek
Memerintahkan kepada Mador untuk menyiapkan rambu
rambu, pagar pengaman, tanda batas proyek, serta
perangkat perangkat lain yang dibutuhkan untuk menjamin
kemanan
Melaporkan kepada Konsultan MK untuk menyediakan
perlengkapan safety bagi pekerja pekerja lapangan
Memerintahkan kepada mandor untuk menyediakan bantuan
P3K apabila terjadi kecelakaan
Apabila terjadi kecelakaan agar membawa korban ke rumah
sakit atau pelayanan medis yang terdekat
Melakukan analisis terhadap kecelakaan yang terjadi dan
melaporkan kepada Konsultan MK untuk melakukan
penanganan atau tindakan preventif agar kejadian serupa
tidak terulang kembali

b. Logistik

Membantu Site Manager dalam menghitung volume kebutuhan


material dan jadwal pengadaan
Melakukan survey untuk mengetahui volume pekerjaan yang
telah dilaksanakan

77

5. Operator Autocad / Komputer

Menerjemahkan informasi teknis yang ada ke dalam shop drawing


Membuat gambar as-built drawing setelah suatu pekerjaan selesai
dilakukan
Berkoordinasi dengan seluruh pelaksana untuk menyiapkan gambar
gambar kerja yang dibutuhkan
Membuat update gambar gambar yang ada bila terjadi perubahan
rencana ataupun pelaksanaan
Menyediakan data laporan mingguan dan bulanan konsultan

E.2. SPESIFIKASI TEKNIS


No
1
2
3

Uraian Material
Pasir Pasang & Pasir beton
Batu Kali / Gunung
Semen

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
10
11
12

Split, kerikil
Air Bersih
Batako uk. 20 x 10 x 40 cm
Besi beton
Triplek
Kayu Kelas I, II, III, IV
Pipa Pipa PVC dan accesisries
Closet Jongkok
Kran Air
Floor drain
Kabel
Stop Kontak
Saklar
Fitting
Lampung SL
MCB
Seng gelombang BJLS 30

Pabrikan / Sumber
Lokal
Lokal
Ex Padang, Gresik. Tiga Roda, Batu
Raja
Lokal
Lokal
Lokal
KS, GG, JKS, kualitas SNI
Lokal
Lokal
Wavin,
Ina
Kuningan
Kuningan
Eterna, kabelindo, metalindo
Brocco
Brocco
Brocco
Philips
Hager
Lokal

78

E.3. K3 KESELAMATAN DILAPANGAN


1 . Keselamatan
Pengertian Kecelakaan
Bila dalam suatu proses terjadi kesalahan, orang cenderung mengatakan
bahwa itu adalah suatu kecelakaan yang kebetulan terjadi. Jawaban itu
seolah olah sudah cukup, sehingga bila suatu saat terjadi kecelakaan,
hal itu yang wajar terjadi. Setiap kontraktor kadang kadang membuat
kesalahan, walaupun dia cukup berpengalaman. Akan tetapi, beberapa
kontraktor lebih berbakat mendapat kecelakaan dibanding yang lain. Bagi
mereka, nampaknya hukum rata rata tidak berlaku, apapun yang
dilakukan selalu salah.
Kecelakaan yang Umum Terjadi
Kecelakaan biasanya disebabkan oleh ketidaktahuan dan kecerobohan.
Pekerja tidak melihat hal hal seperti paku mencuat pada kayu, pecahan
material, pinggiran pinggiran yang tajam atau oli yang tercecer. Untuk
itu diperlukan penjaga atau pemeliharaan lapangan yang baik. Lapangan
yang rapi biasanya berhasil guna. Pekerja dapat meluangkan waktunya
beberapa jam untuk melepas paku paku pada kayu, marapikan sisi
bahan, pembersihan daerah sirkulasi dan membuang sampah. Hal
tersebut akan mempercepat pekerjaan dan lebih memberikan kesan yang
baik bagi tamu yang kebetulan datang.
Pengangkatan dan Pengangkutan
Pekerja kasar akan mengangkat, membawa material maupun peralatan
ke sekeliling lapangan. Di antara pekerjaan tersebut banyak yang
kelihatan berat dan susah untuk ditangani. Kecelakaan pada punggung
yang berbahaya dapat terjadi karena prosedur mengangkat yang tidak
benar. Anjuran sederhana seperti tahan dengan lutut jangan dengan
punggung perlu diberikan. Sebaiknya pekerja tidak diminta mengangkat
beban diluar kemampuannya. Pekerjaan lebih ekonomis dan aman bila
dilakukan oleh kelompok, dua atau tiga orang akan menyelesaikan
pekerjaan lebih cepat. Jika pengangkatan oleh kelompok, perlu ditunjuk
pemimpin untuk mengkoordinasi bagaimana cara mengangkat,
memindah dan meletakkan barang tersebut sedemikian rupa sehingga
beban terbagi merata.
Tangga
Tangga masuk dan atau cara menggunakan tangga yang salah sering
menimbulkan kecelakaan. Tangga perlu diperiksa dengan teratur dan
anak tangga yang rusak diganti. Tangga tidak boleh dicat. Lapisan cat
sangat berbahaya karena bisa membuat pekerja yang membawa beban
berat terjatuh. Tangga Sebaiknya diletakkan di atas dasar dengan
perbandingan sudut 1 : 4 terhadap dinding, seperti contoh pada gambar.

79

Lebih baik lagi bila kaki tangga ditahan dengan pasak dan meletakkan
bagian atas tangga dengan aman tanpa bahaya slip. Bagian atas tangga
sekurang kurangnya disisihkan 1 meter dan hendaknya tidak
menggunakan drum, timba, atau tumpuan bata sebagai tumpuan untuk
menjangkau tempat yang lebih tinggi.

Pekerjaan Sementara dan Perancah


Arsitek dan ahli teknik bertanggungjawab terhadap rancangan bangunan
dan struktur utamanya, sedangkan kontraktor bertanggungjawab
menyediakan rancangan untuk pekerjaan pekerjaan sementara.
Meskipun nantinya pehitungan akan diuji oleh konsultan, kontraktor tetap
bertanggungjawab akan kekurangan kekurangan bila pekerjaan
sementara tersebut gagal. Pekerjaan sementara seperti perancah dan
acuan membutuhkan cara yang khusus. Beban berat akibat penuangan
dan pemadatan adukan beton dapat mengakibatkan rusak atau
runtuhnya acuan. Penempatan perancah hendaknya dilakukan oleh ahli
bukan oleh tukang dan perancah yang sudah jadi harus diperiksa
sebelum digunakan. Seperti pada masalah tangga, perancah kayu tidak
boleh dicat. Perhatian penuh diperlukan pada sambungan dan tempat
mematikan ke dinding penahan dan angker atau jangkar. Pagar
pengaman perlu dibuat sepanjang tempat pejalan kaki, demikian pula
papan penahan kaki hendaknya disediakan agar perancah tidak
tersandung kaki.
Penggerak, Lift, dan Perancah Gantung
Tali, rantai, dan alat pengangkut yang digunakan sebagai penumpu dan
pengangkat verikal harus diperiksa secara teratur oleh ahlinya, sehingga
perlu ada aturan aturan khusus pula. Biasanya, penggunaan alat alat
ini diasuransikan tetapi kontraktor tetap bertanggungjawab agar alat
alat ini tetap bekerja dengan baik. Pekerja yang mengoperasikan tidak
akan mampu mengerti apakah alat yang dioperasikan bekerja dengan
baik atau tidak, maka peraturan akan mengenakan hukuman yang keras
kepada kontraktor yang membiarkan alat yang berbahaya itu tetap
dijalankan. Jika kecelakaan terjadi, kontraktor mungkin akan dikenai
tindak kriminal disamping ganti rugi kerugian akibat kecelakaan tersebut
disamping kerugian langsung.

80

Peralatan dan Mesin mesin


Peralatan dan mesin hendaknya dioperasikan dengan benar sesuai
dengan buku petunjuknya. Pemeliharan harus dilakukan secara teratur
oleh ahlinya. Untuk mempercepat jalannya mesin, pekerja cenderung
untuk melepas tabir pengaman : hal seperti ini harus dilarang dan selalu
diperiksa. Cara tersebut memperbesar resiko kecelakaan, dan mungkin
menyebabkan pihak asuransi tidak bersedia mengganti kerugian. Sikap
lain yang tidak benar, seperti menumpang dibagian bagian tertentu
kendaraan berat, seperti dumper dan yang lainnya sering menimbulkan
kecelakaan. Dalam situasi apapun pengawas lapangan harus
melarangnya.
Penggalian
Kecelakaan sering terjadi pada galian parit atau pondasi. Tanah adalah
material yang mudah bergerak dan harus dikendalikan. Galian parit
mungkin akan dibiarkan selama berminggu minggu tanpa penopang
kayu dan mungkin akan runtuh dengan tiba tiba. Buku ini tidak akan
membahas teori mekanika tanah yang cukup rumit, akan tetapi
kontraktor hendaknya cukup mengerti sifat alami, karakter khusus dan
bahaya yang dihadapi dalam mengerjakan material tertentu.
Cara terbaik untuk mengerjakan pekerjaan tanah adalah berjaga jaga
dan mengurangi kesalahan sebanyak mungkin sebelum terjadi
kecelakaan. Kecelakaan selalu terjadi tanpa gejala apapun dan sangat
berbahaya bagi pekerja yang terjebak. Berikut ini beberapa petunjuk bagi
kontraktor.
a. Penggalian di dekat bangunan
Penanganan lebih serius harus dilakukan bila penggalian berada di dekat
sebuah bangunan, karena kegiatan ini mungkin akan membahayakan
kestabilan bangunan yang ada. Bila perlu, jika situasinya meragukan,
minta petunjuk arsitek atau ahli teknik, apakah perlu memasang besi
pancang ( sheet pile ) atau pencegahan lain.
b. Pengawasan
Di beberapa negara, galian saluran, parit, atau terowongan diawali oleh
orang orang ahli, setiap hari. Hal tersebut dituangkan dalam peraturan

81

resmi. Dalam kegiatan seperti ini, laporan dan pengujian pengujian


yang telah dilakukan dan ditanda tangani harus selalu ada di lapangan.
Jika terjadi kecelakaan, laporan tersebut dilakukan sebagai referensi dan
pengawas akan diperiksa kemampuan dan pengalamannya.
c. Perhatikan tepi galian
Tepi galian merupakan bagian galian yang mudah runtuh, dengan
demikian aturan yang jelas adalah jangan berdiri di tepi galian. Hal ke
dua yang perlu diingat bahwa penimbunan beban di tepi galian
menyebabkan tegangan tanah tepi galian semakin tinggi yang besarnya
sebanding dengan dalamnya galian parit tersebut. Oleh karena itu, pipa
pipa maupun hasil galian hendaknya diletakkan jauh dari tepi galian,
lebih lebih pada galian terbuka, terutama bila ada pekerja di bawahnya.
Jika kestabilan tanah meragukan dan masih mempunyai cukup ruang,
tinggi bibir tepi galian dapat dikurangi dengan membentuk tangga.

d. Jalan masuk ke dalam galian


Pencapaian ke dalam galian hendaknya menggunakan tangga dan
sekurang kurangnya tangga yang disandarkan pada tepi galian bersisa
1 meter di atas tanah, agar para pengawas dan peninjau dapat melalui
tangga dengan baik dan aman. Jembatan kayu yang baik perlu disediakan
untuk menyeberang galian, bila jaraknya memungkinkan. Tangga
tersebut memerlukan tangga pengaman. Galian yang berlangsung di
jalan raya hendaknya diberi pengaman dan tanda tanda khusus dan
pada waktu malam seluruh galian perlu diterangi.

Penatusan
Supaya parit tetap stabil, perlu dibuat penatusan yang baik dengan
membuat sedikit kemiringan dan sumur atau bak kecil di tempat paling
rendah. Kalau ada kemungkinan banjir, disediakan beberapa tangga
untuk menyelamatkan diri.

82

Penopang Kayu untuk Penahan Tanah


Parit yang dalam dan galian yang dangkal pada tanah yang mudah
runtuh, harus ditopang atas petunjuk ahli atau orang yang
berpengalaman. Material yang diginakan harus diperiksa sebelum
dipasang. Demikian pula penopang yang selesai dipasang harus diperiksa
untuk menjamin bahwa penopang terpasang dengan baik dan aman.
Perubahan dan pembukaan kayu penopang harus dilakukan oleh orang
orang yang berpengalaman saja. Ilustrasi berikut adalah contoh teknik
penahan tanah yang sederhana yang sebaiknya dekerjakan oleh orang
yang ahli.

Pertolongan pertama pada kecelakaan.


Meskipun standar prosedur pengamanan yang tinggi sudah diikuti,
kecelakaan masih mungkin terjadi, karena itu kotak obat sebagai sarana
pertolongan pertama harus selalu tersedia di lapangan. Bila kegiatan
berlangsung di lahan yang luas, hendaknya beberapa anggota staf di
tunjuk untuk bertanggung jawab bila terjadi kecelakaan dan sebaiknya
mendapat latihan mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan P3K.
Kotak obat harus diberi tanda sejelas-jelasnya seperti tanda palang
merah dengan tulisan P3K dan hendaknya tidak digunakan untuk tujuantujuan lain. Data-data seperti nomor telepon, alamat dokter terdekat dan
rumah sakit terdekatharus tersedia di lapangan.
Kesejahteraan.
Fasilitas yang memadai untuk para staf dan pekerja hendaknya
disediakan agar tercipta semangat kerja yang baik dan terjadi
peningkatan produktifitas. Kebutuhan dasar tesebut adalah penyediaan
air yang cukup untuk minum, cuci, fasilitas sanitasi (KM/WC) dan
bangunan sementara untuk menyimpan baju, makanan dan lain-lain. Bila
kontraktor tidak memberikan perhatian untuk hal-hal ini suatu saat
pekerja menjadi tidak bersungguh-sungguh dan cenderung ceroboh
dalam bekerja. Motto yang baik seperti kerjakan yang seharusnya Anda
kerjakan dapat diterapkan disini.

83

Kontraktor sebaiknya sudah menyadari perlunya meluangkan beberapa


waktu untuk membayangkan bagaimana menjadi pekerja kasar di lokasi
kerjanya. Jika ternyata pekerja sudah merasa tidak puas, kontraktor harus
melakukan tindakan sebelum kehilangan pekerja-pekerja yang baik.
Keselamatan : urusan semua orang.
Kontraktor dan para pengawas lapangan harus memimpin usaha dibidang
keselamatan kerja dan untuk menjadi pemimpin mereka harus memberi
contoh dengan memakai alat-alat pelindung dan tidak melakukan
tindakan berbahaya. Namun, keselamatan kerja tetap merupakan
tanggung jawab semua orang dan setiap orang harus sadar akan
pentingnya masalah ini. Komunikasi mengenai masalah ini dapat
dilakukan dalam berbagai cara, misalnya poster gambar yang dipasang di
tempat strategis. Kalau dibuat tidak berlebihan dan tepat, poster ini
merupakan peringatan yang baik.
Contoh-contoh dapat dilihat pada ilustrasi berikut:

84

Pengendalian kerusakan.
Tidak semua kecelakaan mengakibatkan luka pada pekerja, keuangan
kontraktor juga akan menderita kalau ada alat, bahan dan perlengkapan
yang rusak atau hancur. Kecelakaan semacam ini dapat menghabiskan
sebagian besar keuntungan dan hanya dapat dicegah apabila seluruh
pekerja menyadari, mengerti dan melakukan tindakan pencegahan.
Operator alat-alat mekanik harus dipilih dengan hati-hati dan diawasi,
karena kelalaian sedikit saja, misalnya lupa membersihkan pengaduk
beton setelah selesai bekerja, dapat menghabiskan banyak biaya untuk
membereskan kembali. Kontraktor yang pandai akan selalu mencatat
semua kecelakaan termasuk yang tidak melukai pekerja, sehingga
prosedur kerja dapat selalu diperjelas dan diperketat dan kesalahan yang
sama tidak akan berulang berkali-kali.
Asuransi.
Bila pencegahan-pencegahan diatas dilaksanakan, resiko akan dapat
dikurangi, tetapi perlu disadari bahwa resiko pada setiap pekerjaan akan
tetap ada. Untuk mengatasi hal ini perlu mengansurasikan pekerjaan
pada perusahaan asuransi yang dipercaya dan sudah mapan. Perusahaan
asuransi adalah bisnis sehingga bila resiko yang diasuransikan
sedemikian besar, semakin tinggi pula biaya premi yang dibayarkan.
Kontraktor yang sering mengalami kecelakaan dan sering melakukan
klaim atau tuntutan ganti rugi kepada asuransi akan segera melihat
bawah, premi yang dibayarkan semakin lama semakin tinggi. Bagi

85

kontraktor yang baik dan sedikit melakukan klaim akan lebih murah
membayar preminya. Dengan demikian ia dapat menutup resiko
kecelakaannya dengan biaya yang lebih rendah.
Definisinya.
Definisi asuransi adalah kontrak yang tertulis, yakni pihak pertama
disebut pengasuransi, setuju untuk menerima pembayaran baik kontan
atau angsuran yang disebut premi. Untuk mengganti kerugian pihak
kedua yang disebut sebagai penerima asuransi, bila terjadi kerugian atau
kerusakan sebagaimana yang disebutkan dalam perjanjian.
Jenis Asuransi.
Berikut ini adalah jenis asuransi yang bisa digunakan kontraktor,yang
dapat dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan jenis asuransi yang
tepat sesuai dengan tujuannya.
Secara garis besar asuransi dikelompokkan dalam:
a. Asuransi kendaraan majikan.
b. Asuransi tanggung jawab terhadap umum.
c. Asuransi peralatan.
d. Asuransi resiko semua kejadian yang menimpa kontraktor (All risk).
e. Asuransi lainnya.
f. Jaminan pelaksanaan.
5.2 Pengerjaan Tanah
5.2.1 Lereng.
Untuk menghindari longsoran pada dinding bangunan atau parit, harus
diperhatikan
kemiringan
dinding
tanah
(angka
perbandinghan
kecuraman) berikut:

86

87