Anda di halaman 1dari 87

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu gelombang dahsyat yang melanda kehidupan umat manusia adalah
globalisasi. Globalisasi telah menyebabkan perubahan yang sangat besar dalam
kehidupan manusia yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Salah satu unsur yang
sangat rentan pengaruhnya dari kondisi global adalah pendidikan. Pendidikan di
Indonesia pun tak luput dari dampak globalisasi. Berdasarkan Human Development
Index (HDI) yang dikeluarkan oleh The United Nations Development Program
(UNDP), education index negara Indonesia berada pada rangking atau urutan ke 107
dari 177 negara (Soemantrie, 2007 : 6).
Pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang upaya peningkatan mutu
pendidikan pada pasal 50 ayat 3 yang menyebutkan bahwa pemerintah dan/atau
pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan
pada semua jenjang pendidikan, untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan
yang bertaraf internasional. Kementrian Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan
Dasar dan Menengah (Kemendiknas) akan melaksanakan proses layanan pendidikan
yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang diakui nasional dan internasional.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menyelenggarakan
pendidikan bertaraf internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, yang
selanjutnya disebut dengan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Slamet (2008),
mengatakan bahwa SBI adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan
berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan mutu internasional. Standar
nasional dari SNP yang terdiri dari delapan komponen utama yaitu standar isi,
1

standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga pendidik,
standar dalam sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan
standar dalam penilaian pendidikan. Soemantri (2007 : 19) mengatakan bahwa
sebelum menjadi SBI, sekolah yang bersangkutan haruslah menjalani fase Rintisan
Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) terlebih dahulu hingga pada saatnya nanti
sekolah mampu secara mandiri untuk menyelenggarakan SBI.
Keberadaan sekolah rintisan bertaraf Internasional di wilayah ibukota Banda
Aceh masih sangat minim. Salah satunya sekolah rintisan bertaraf internasional
tingkat SLTA adalah SMA Lab School Unsyiah Banda Aceh. Berdasarkan observasi
awal, dalam pembelajaran Biologi Kelas XII SMA Lab School Unsyiah Banda Aceh
terdapat beberapa kendala, antara lain siswa mengalami kesulitan dalam penguasaan
konsep materi dalam bahasa Inggris sehingga hasil belajar siswa tidak optimal,
proses pembelajaran Biologi yang cenderung masih berpusat pada guru serta model
pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar-mengajar masih belum
bervariasi. Dalam penelitian ini konsep materi yang digunakan adalah tentang
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Konsep materi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Tingkat
kesulitan yang siswa hadapi adalah pada saat siswa memahami konsep materi yang
disampaikan dalam bahasa Inggris. Siswa cenderung tidak memperhatikan pada saat
PBM berlangsung. Hal ini disebabkan siswa kurang menguasai bahasa Inggris
Biologi sehingga lambat dalam memahami materi. Salah satu contohnya adalah pada
saat siswa diminta untuk memberikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan,
siswa masih menjawab dengan menggunakan kata-kata buku dimana bahasa buku

lebih panjang dan terlalu susah untuk mengingatnya. Akibatnya, siswa masih kurang
paham mengenai konsep materi tersebut.
Namun untuk mengatasi hal tersebut guru harus jeli dalam menerapkan
model- model pembelajaran. Dalam penyampaian materi dalam bahasa Inggris, guru
harus

mempersiapkan model pembelajaran yang mampu membuat siswa

memusatkan perhatian terhadap materi (Sugiharti, 2009). Salah satu model yang
diterapkan dalam penelitian ini untuk konsep materi pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan adalah SQ4R. SQ4R ini merupakan model pembelajaran yang
berpusat pada proses membaca. Sintaknya adalah guru menyuruh siswa untuk
meninjau subbab mengenai materi, membuat beberapa pertanyaan agar lebih fokus
dan terarah terhadap materi, siswa membaca, siswa menceritakan kembali dengan
menggunakan sendiri agar lebih memahami terhadap materi, siswa menandai hal-hal
yang penting secara keseluruhan dan membuat catatan penting, dan poin terakhir
siswa mengulang kembali mengenai materi secara keseluruhan. Diperkirakan model
pembelajaran SQ4R ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada penguasaaan
konsep materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris
karena siswa diberikan kebebasan dalam menggunakan bahasa Inggris atau siswa
tidak terpaku pada bahasa buku. Tapi masih dalam bahasa Inggris Biologi. Artinya,
siswa boleh mempersingkatkan kembali bahasa yang ada dibuku sehingga lebih
mudah untuk dipahami. Berdasarkan hasil penelitian Nur (2000 : 25) disimpulkan
bahwa penerapan model SQ4R dapat meningkatkan hasil belajar karena efektif dalam
membantu siswa menghafal informasi dari bacaan. Tingkat penguasaan siswa
terhadap materi yang diajarkan dapat diketahui dari hasil belajar siswa setelah
menempuh satu pokok bahasan. Model SQ4R ini memberikan kesempatan kepada

siswa untuk belajar berpikir, memecahkan masalah, belajar untuk mengaplikasikan


pengetahuan, konsep dan ketrampilannya. Berdasarkan latar belakang diatas
dilakukan penelitian dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada
Penguasaan Konsep Materi Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Tumbuhan
Dalam Bahasa Inggris Melalui Model Pembelajaran SQ4R Di Kelas XII SMA
Lab School Unsyiah Banda Aceh.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam
penelitian ini adalah :
1. Apakah penerapan model Pembelajaran SQ4R dapat meningkatkan hasil belajar
siswa konsep materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dalam
bahasa Inggris pada siswa kelas XII Laboratorium Unsyiah (Lab School) Banda
Aceh?
2. Apakah penerapan model pembelajaran SQ4R dapat meningkatkan persentase
ketuntasan belajar siswa pada konsep pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan dalam bahasa Inggris?
3. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada konsep
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris melalui
model pembelajaran SQ4R?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran SQ4R terhadap
konsep materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa
Inggris pada siswa kelas XII Laboratorium Unsyiah (Lab School) Banda Aceh.

2. Peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa pada konsep pertumbuhan dan


perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris di SMA LAB SCHOOL
Unsyiah melalui model pembelajaran SQ4R.
3. Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada konsep pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris melalui model pembelajaran
SQ4R.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil

penelitian

diharapkan

dapat

dijadikan

sebagai

bahan

masukan/pertimbangan dalam meingkatkan kualitas sekolah terutama yang berkatian


dengan kompetensi guru baik dari segi penguasaan konsep materi dalam bahasa
Inggris maupun penerapan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar.
1.5 Definisi Operasional
Berikut ini adalah definisi yang akan dibahas supaya tidak menimbulkan
kesalahpahaman pembaca.
1. Penguasaan konsep yang dimaksudkan dalam penelitian ini merupakan
kemampuan siswa memahami konsep - konsep setelah kegiatan pembelajaran.
Penguasaan konsep dapat diartikan sebagai kemampuan siswa dalam memahami
makna secara ilmiah, baik konsep secara teori maupun penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Model Pembelajaran SQ4R adalah model pembelajaran yang menuntut siswa
untuk membaca tentang materi yang akan diberikan. Didalam penelitian ini,
model SQ4R lebih menekankan siswa untuk aktif dalam belajar mengenai materi
pertumbuhan dan perkembangan. Siswa membaca, melakukan pengamatan secara

kelompok, presentasi masalah pengamatan yang telah diamati serta mengulang


kembali mengenai materi yang disampaikan.
3. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan pada tumbuhan merupakan salah satu
konsep materi yang diajarkan pada kelas XII SMA semester ganjil yang
membahas

tentang

pengertan

pertumbuhan

dan

perkembangan,

proses

pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, dan faktor-faktor yang


mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan.

BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 Penguasaan Konsep


Agar proses belajar mengajar berlangsung optimal, salah satu tugas yang
harus dilakukan guru adalah membuat persiapan mengajar, selain melaksanakan
kegiatan belajar mengajar dan mengevaluasi hasil belajar. Dengan membuat
persiapan mengajar, hasil utama pendidikan yang berupa belajar konsep dapat

tercapai (Dahar, 1996). Menurut Rosser dalam Dahar (1996) konsep adalah suatu
abstraksi yang mewakili satu kelas obek-objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan
atau hubungan-hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama. Dari definisi
tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian dari penguasaan konsep dalam
penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep yang telah
diajarkan. Dalam hal ini, siswa tidak hanya mengetahui tetapi juga mengaplikasikan
konsep yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut senada
dengan pernyataan Gage dalam Dahar (1996) yang mendefinisikan belajar sebagai
suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat
pengalaman.
Rustman et al (2005 : 33) menyatakan bahwa, agar suatu konsep dapat
dikuasai dengan baik, siswa mengalami dua macam penyesuaian yang keduanya
harus seimbang, yaitu asimilasi (penerapan skema yang dimiliki pada situasi baru)
dan akomodasi (mengubah skema yang lama berdasarkan situasi baru). Dengan
demikian, suatu materi pelajaran harus memperhatikan aspek-aspek pembentukan
konsep dan hubungan antara konsep-konsepnya secara jelas, agar proses belajar yang
terjadi menjadi bermakna bagi siswa. Setelah guru merencanakan dan melaksanakan
pembelajaran dengan baik, guru perlu melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dan efesiensi suatu pembelajaran. Berdasarkan taksonomi Bloom
(Arikunto, 2008), hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah
antara lain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penguasaan konsep termasuk kedalam
domain kognitif.

Prosedur pengukuran hasil belajar yang digunakan dalam ranah kognitif ini
biasanya adalah prosedur tertulis. Dengan itu, guru dapat mengetahui sejauh mana
tingkat penguasaan konsep siswa melalui soal-soal yang memuat dimensi
pengetahuan kognitif. Dalam ranah kognitif ada enam kemampuan yang harus
dipenuhi, dari C1-C6 yaitu, mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta.

2.2 Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan


2.2.1 Pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Tumbuhan termasuk ke dalam makhluk hidup, sehingga mengalami
juga pertumbuhan dan perkembangan. Contohnya jika kita menanam biji jagung, biji
tersebut akan berkecambah, kemudian membentuk akar, batang, dan daun, sampai
akhirnya menghasilkan tongkol jagung. Proses dari biji sampai menghasilkan
tongkol jagung merupakan contoh bahwa tumbuhan (jagung) mengalami
pertumbuhan dan perkembangan.
Pertumbuhan adalah proses perubahan biologis yang terjadi di dalam
organisme yang merupakan pertambahan ukuran (volum, massa, dan tinggi) yang
bersifat irreversible (tidak dapat balik kembali ke keadaan semula). Pertumbuhan
dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif, misalnya kita dapat mengukur
pertambahan tinggi batang tomat dengan menggunakan auksanometer atau kita bisa
mengetahui berat tubuh kita (dalam hal ini massa) dengan menggunakan timbangan
badan. Pertumbuhan yang terjadi pada organisme bersel satu dengan organisme
bersel banyak berbeda. Pada organisme bersel satu pertumbuhannya hanya ditandai
dengan pertambahan ukuran sel, sedangkan pada organisme bersel banyak,

pertumbuhannya ditandai dengan pertambahan ukuran sel dan pertambahan jumlah


sel.
Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi
tertentu. Perkembangan tidak dapat diukur, akan tetapi dapat dilihat dari terjadinya
perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan. Contohnya pada tumbuhan bunga,
perkembangan ditunjukkan oleh terbentuknya organ bunga. Pertumbuhan dan
perkembangan merupakan dua proses yang tidak dapat dipisahkan. Kedua proses ini
terjadi beriringan. Misalnya, pada tumbuhan biji diawali dari fertilisasi antara sel
kelamin jantan dan sel kelamin betina, kemudian mengalami pertumbuhan dan
perkembangan menjadi tumbuhan dewasa yang memiliki akar, batang, daun, dan
organ-organ lainnya. Perubahan yang teradi pada sel sehingga memiliki fungsi-fungsi
biokimia dan morfologi khusus yang sebelumnya tidak dimiliki oleh sel teresbut
dinamakan diferensiasi.
2.2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Pada Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor,
yaitu faktor dalam (intern) dan faktir luar (ekstern). Faktor dalam adalah faktorfaktor yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri, sedangkan faktor luar
adalah faktor-faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan atau lingkungan.
A. Faktor dalam
Faktor dalam dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah gen dan
hormon.
a. Gen
Gen merupakan sifat yang tidak tampak dari luar, terdapat didalam setiap
kromosom yang ada didalam inti sel. Didalam gen terkandung faktor-faktor sifat

10

keturunan yang dapat diturunkan pada keturunannya, oleh karena itu gen dapat
mengatur pola pertumbuhan tumbuhan melalui sifat yang diturunkannya.
b. Hormon
Hormon adalah substansi kimia yang sangat aktif dan tersusun atas senyawa
protein. Berbeda dengan manusia yang mempunyai kelnjar endokrin sebagai
penghasil hormon, tumbuhan tidak memiliki jaringan khusus untuk menghasilkan
hormon, akan tetapi pada umumnya hormon tumbuhan dihasilkan oleh jaringan
meristem yang terdapat pada akar, daun yang masih muda atau pada biji yang
sedang tumbuh. Hormon tumbuhan yang telah dikenal adalah auksin, gibberelin,
dan sitokinin. Disamping itu, hormon tumbuhan yang lainnya adalah gas etilen,
asam traumalin, asam absisat dan kalin.
1. Auksin
Auksin merupakan hormon tumbuhan yang pertama kali ditemukan dan diteliti
secara luas dan mendalam. Auksin ditemukan oleh seorang ahli botani Belanda
pada tahun 1928, yaitu Frits Went. Ia mengemukakan satu dalil yang
berbunyi: Tak mungkin terjadi pertumbuhan tanpa adanya zat tumbuh.
Auksin mempunyai beberapa fungsi pada organ tumbuhan antara lain sebagai
berikut:
a. Auksin mempengaruhi pembentukan akar pada setek
b. Auksin mempengaruhi batang tumbuhan selalu mengarah kea rah cahaya.
c. Auksin yang bekerja dengan gas etilen dapat membentuk daerah absisi yang
menyebabkan gugurnya daun.
d. Auksin mempengaruhi pembentukan buah
2. Giberelin
Giberelin ditemukan pada tahun 1926 oleh Eiichi Kurosawa. Giberelin adalah
suatu zat yang diperoleh dari jamur Gibberella fujikuroi, yaitu jamur yang
parasit pada tumbuhan padi di Jepang. Tumbuhan padi yang terserang jamur ini

11

menunjukkan pertumbuhan yang abnormal (pemanjangan yang abnormal).


a.
b.
c.
d.
e.
3.

Fungsi giberelin antara lain:


Menyebabkan tanaman berbunga sebelum waktunya
Menyebabkan tanaman tumbuh tinggi
Memacu aktivitas kambium
Menghasilkan buah yang tidak berbiji
Membantu perkecambahan biji
Sitokinin
Sitokinin bersama-sama dengan auksin berpengaruh terhadap pembelahan sel
(sitokinesis). Selain itu, sitokinin mempengaruhi berbagai proses pertumbuhan.
Sitokinin dapat diperoleh dari ekstrak apel dan ragi santan kelapa. Disamping
itu, sitokinin dapat ditemukan pada jaringan tumbuhan yang sedang aktif
membelah. Fungsi sitokinin adalah :
a.
Bersama dengan auksin dan giberelin merangsang pembelahan selb.

sel tanaman
Merangsang morfogenesis (inisiasi/pembentukan tunas) pada kultur

c.
d.

jaringan.
Merangsang pertumbuhan pertumbuhan kuncup lateral.
Merangsang perluasan daun yang dihasilkan dari pembesaran sel
atau merangsang pemanjangan titik tumbuh daun dan merangsang

e.
f.

pembentukan akar cabang


Meningkatkan membuka stomata pada beberapa spesies.
Mendukung konversi etioplasts ke kloroplas melalui stimulasi

sintesis klorofil.
g.
Menghambat proses penuaan (senescence) daun
h.
Mematahkan dormansi biji
4. Gas Etilen ( C2H2) memacu pemasakan buah dan kerontokan daun.
5. Asam absisat (ABA) senyawa inhibitor (penghambat) yang bekerja antagonis
dengan auksin dan gibberelin, berperan dalam proses penuaan dan gugurnya
daun.
6. Kalin berperan dalam proses organogenesis tumbuhan, terdiri dari:
a. rizokalin memacu pembentukan akar.
b. kaulokalin memacu pembentukan batang.
c. filokalin memacu pembentukan daun.
d. anthokalin memacu pembentukan bunga.
7. Asam traumalin berperan dalam proses regenerasi sel saat tumbuhan terluka.
B. Faktor Luar

12

1. Temperatur mempengaruhi respirasi, fotosintesis, dan transpirasi tumbuhan.


2. Cahaya matahari diperlukan untuk proses fotosintesis. Cahaya matahari juga
mempengaruhi pertumbuhan, jika cahaya kurang akan mengalami etiolasi, jika
cukup akan tumbuh normal. Intensitas cahaya dan panjang sinar yang
mengenai tumbuhan tidak sama sepanjang hari atau sepanjang tahun. Respon
tumbuhan

terhadap

intensitas

cahaya

dan

panjang

sinar

disebut

Fotoperiodisme. Short-day plant berbunga jika lama pencahayaan lebih pendek


dari kegelapan (Aster, krisan, dahlia). Long-day plant berbunga jika lama
pencahayaan lebih panjang dari kegelapan (bayam, kentang, gandum).
Neutral-day plant tidak terpengaruh oleh lama (periode) penyinaran (bunga
3.
a.
b.
c.
d.
e.
4.
5.

matahari, kapas, mawar).


Air
Fungsi air bagi tumbuhan antara lain:
Air penting dalam menjaga tekanan turgor dinding sel.
Sebagai pelarut.
Menentukan laju fotosintesis.
Tranportasi unsur hara.
Mengedarkan hasil fotosintesis.
PH yang bagus adalah PH netral (6, 8 7, 2).
Oksigen: Tanah sekitar akar memerlukan aerasi yang bagus untuk mendapatkan

oksigen yang cukup, (meningkatkan respirasi akar).


6. Nutrisi :
a. Unsur makro (diperlukan jumlah besar) (C, H, O, N, S, P, K Mg).
b. Unsur mikro (diperlukan jumlah kecil) (Fe, Cu, Zn, Mo, Br, Cl).
2.3 Penelitian Tindakan Kelas (Action Research)
2.3.1 Latar Belakang Perlunya Guru Melakukan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK)
Mutu pendidikan Indonesia dianggap oleh banyak kalangan masih rendah.
Upaya peningkatan mutu pendidikan haruslah dilakukan dengan menggerakkan
seluruh komponen yang menjadi subsistem dalam suatu sistem mutu pendidikan.
Subsistem yang pertama dan utama dalam peningkatan mutu pendidikan adalah

13

faktor guru. Di tangan gurulah hasil pembelajaran yang merupakan salah satu
indikator mutu pendidikan lebih banyak ditentukan, yakni pembelajaran yang baik
sekaligus bernilai sebagai pemberdayaan kemampuan (ability) dan kesanggupan
(capability) peserta didik. Mutu pendidikan pada hakikatnya adalah bagaimana
proses belajar mengajar yang dilakukan guru dikelas berlangsung dengan baik dan
bermutu. Untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal dibutuhkan guru yang
kreatif dan inovatif yang selalu mempunyai keinginan terus-menerus untuk
memperbaiki dan meningkatkan mutu proses belajar mengajar dikelas. Oleh karena
itu, upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses belajar mengajar
dikelas harus selalu dilakukan. Salah satu upaya tersebut adalah dengan
melaksanakan Penelitian Tindaan Kelas (PTK). Dengan PTK kekurangan atau
kelemahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar dapat teridentifikasi dan
terdeteksi, untuk selanjutnya dicari solusi yang tepat.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian yang dirancang untuk
membantu guru mengetahui apa yang sedang terjadi didalam kelasnya, dan
menggunakan informasi itu untuk membuat keputusan yang tepat untuk kesempatan
berikutnya Hopkins (1992). Penelitian tindakan kelas dilakukan guru untuk
meningkatkan kinerjanya atau untuk menguji asumsi-asumsi teori pendidikan dalam
praktiknya. Penelitian tindakan sering kali dilakukan secara kolaboratif diantara para
guru untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi sehari-hari dikelas, problemproblem nyata di kelas, atau untuk mencari cara-cara untuk meningkatkan
pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik (Ferrance, 2000).
Penelitian tindakan memang berbeda dengan jenis penelitian lain. Penelitian ini
memfokuskan pada masalah-masalah praktis, guna memperoleh pemecahan

14

secepatnya. Apabila seorang peneliti atau peneliti bekerjasama dengan guru


menghadapi persoalan praktis di lapangan, dan persoalan itu perlu segera mendapat
solusi, maka perlu dilakukan pemecahan masalah. Apabila masalah yang dihadapi
tersebut telah dapat dipecahkan, berarti suatu tindakan telah diselesaikan.
Sebaliknya, apabila hasil yang diharapkan masih belum memenuhi target, maka
prosedur atau tindakan yang sama perlu dilakukan.
2.3.2 Karakteristik PTK
PTK memiliki beberapa karakteristik antara lain sebagai berikut:
a. Masalah yang diteliti bukan masalah biasa, tetapi harus cemerlang
Penelitian tindakan kelas harus dapat menunjukkan karakteristik bahwa tindakan
yang dilakukan untuk atau kepada siswa sebagai subjek tindakan harus berbeda
dari apa yang sudah biasa dilakukan guru. Sesuai dengan prinsip kedua, bahwa
harus ada keasdaran dan keinginan untuk meningkatkan kualitas diri, apa yang
sudah ada, tindakan yang dilakukan harus berbeda dari biasanya. Guru dalam
melakukan tindakan harus memilih masalah dan tindakan yang diperkirakan akan
dapat memberikan hasil yang lebih baik.
b. Berpusat pada Proses
Penelitian tindakan adalah kegiatan yang dilakukan guru atau peneliti untuk
memperbaiki atau meningkatkan kinerja atau hasil belajar dengan mengubah cara,
metode, pendekatan, atau strategi dari yang biasa dilakukan. Agar guru dapat
mengetahui apakah proses yang treadi sudah baik atau belum, guru menggunakan
format pengamatan yang terdiri dari butir-butir yang rinci. Pengamatan bisa
langsung dilakukan oleh pengmat, guru itu sendri, atau siswa yang dilatih untuk
mengamati.
c. Adanya inkuiri refleksi

15

Sesuai dengan konsep dasarnya bahwa PTK muncul dari evaluasi terhadap praktik
kerja sehari-hari, maka jenis penelitian ini memiliki ciri adanya inkuiri reflektif.
PTK dikatakan memiliki cirri inkuiri reflektif, karena dengan tindakan yang
dlakukan, kemudian dilakukan pengamatan, serta refleksi diharapkan guru dapat
menemukan sesuatu diharapkan secara bertahap tetapi terencana dan menuju pada
suatu arah tujuan tertentu (terfokus).
d. Adanya kolaborasi
Sesuai dengan konsep dasrnya, dalam PTK selain guru harus merencanakan dan
melaksanakan

tindakan

secara

bersamaan

guru

juga

harus

melakukan

pengamatan. Dua kegiatan ini sangat sulit untuk dilakukan secara bersamaan.
Dengan demikian sangat dibutuhkan mitra yang dapat membantu guru dalam
melaksanakan PTK. Upaya melibatkan teman atau mitra untuk mendukung
pelaksanaan PTK ini dikenal dengan istilah kolaborasi.
e. Adanya refleksi
Sesuai ide dasarnya, PTK tidak dapat terlepas dari kegiatan refleksi. Karena
tindakan yang direncanakan dan dilaksanakan pada dasarnya adalah upaya
mencapai sesuatu yang diharapkan (ideal), maka upaya ini perlu dilihat tingkat
keberhasilannya maupun kualitas proses yang dijalankan.
2.3.3 Tahapan-tahapan PTK
a. Penyusunan rencana
Perencanaan adalah mengembangkan rencana tindakan yang secar kritis untuk
meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana penelitian tindakan kelas
hendaknya tersusun dan dari segi definisi harus prospektif pada tindakan, rencana
itu harus memandang ke depan. Rencana PTK hendaknya cukup fleksibel untuk
dapat diadaptasikan dengan pengaruh yang tidak dapat diduga dan kendala yang
belum kelihatan. Perencanaan berdasarkan masalah dan hipotesis tindakan yang
diuji secara empirik sehingga perubahan yang diharapkan dapat mengidentifikasi

16

aspek dan hasil PBM, sekaligus mengungkap faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaan tindakan.
b. Tindakan
Tindakan yang dimaksud di sini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan
terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Praktik
diakui sebagai gagasan dalam tindakan dan tindakan itu digunakan sebagai
pijakan bagi penegmabangan tindakan-tindakan berikutnya, yaitu tindakan yang
disertai niat untuk memeperbaiki keadaan.
c. Observasi
Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.
Observasi itu berorientasi ke masa yang akan dating, memberikan dasar bagi
refleksi sekarang. Observasi yang cermat diperlukan karena tindakan selalu akan
dibatasi oleh keadaan realitas, dan semua kendala itu belum pernah dapat dilihat
dengan jelas pada waktu yang lalu. Observasi dalam PTK adalah kegiatan
pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja PBM.
d. Refleksi
Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis seperti yang
telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah,
persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis. Refleksi biasanya
dibantu oleh diskusi diantara peneliti dan kolabolator. Refleksi (perenungan)
merupakan kegiatan analisis, interpretasi dan eksplanasi (penjelasan) terhadap
semua informasi yang dipeoleh dari observasi atas pelaksanaan tindakan.
2.4 Model pembelajaran SQ4R
Metode SQ4R ini adalah metode membaca yang digunakan untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah bacaan. Metode ini
terdiri atas lima langkah, yaitu: Survey (penelaahan pendahuluan), Question
(bertanya), Read (membaca), Recite (mengutarakan kembali), Reflect (menandai),

17

dan Review (mengulang kembali). Keenam langkah tersebut masing-masing


mempunyai manfaat yang saling mendukung. Manfaat umum metode ini adalah
membantu siswa untuk mengambil sikap bahwa buku yang akan dibaca tersebut
sesuai keperluan/kebutuhan atau tidak. Metode ini bertujuan untuk membekali siswa
dengan suatu pendekatan sistematis terhadap jenis-jenis membaca. Tujuan tersebut
mencerminkan bekal untuk keperluan peningkatan cara belajar sistematis, efektif,
dan efisien.
Menurut Arends dalam Trianto (2007: 152), metode-metode
belajar merujuk kepada perilaku dan proses pikiran yang digunakan
siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajari, termasuk ingatan
dan proses kognitif. Nama lain untuk metode belajar ini adalah
metode kognitif. Contoh-contoh tujuan kognitif tradisional yang
diharapkan dicapai siswa adalah pemahaman suatu wacana dalam
sebuah buku. Menurut Weinsten dan Mayer dalam Trianto (2007:
152), mengajar yang baik mencakup mengajar siswa bagaimana
belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berfikir, dan bagaimana
mendorong diri sendiri. Pembelajaran dengan penerapan metodemetode belajar berpedoman pada premis bahwa keberhasilan siswa
banyak bergantung kepada kemahiran mereka untuk belajar sendiri
dan untuk memonitor belajarnya sendiri. Hal ini menyebabkan
pentingnya metode-metode belajar diajarkan kepada siswa mulai
dari sekolah dasar berlanjut pada pendidikan menengah dan tinggi.
Ada banyak metode membaca yang ditawarkan oleh ilmuwan. Pada penelitian
ini kita akan membahas salah satunya yakni metode SQ4R. Metode ini memberikan

18

strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang
dipelajari, menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan
dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan.
Metode SQ4R mencakup lima tahapan kegiatan, yakni:
1. Survey (penelitian pendahuluan)
Dalam tahap ini, pembaca mulai meneliti, meninjau, menjajaki dengan sepintas
kilas untuk menemukan judul bab, subbab, dan keterangan gambar agar pembaca
mengenal atau familiar terhadap materi bacaan yang akan dibaca secara detail dan
sesuai dengan kebutuhan. Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan
informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca.
Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Apa yang ditinjau?
Dalam melakukan survey, dianjurkan menyiapkan pensil, kertas, dan alat pembuat
ciri seperti stabilo (berwarna kuning, hijau dan sebagainya) untuk menandai
bagian-bagian tertentu. Bagian-bagian penting akan dijadikan sebagai bahan
pertanyaan yang perlu ditandai untuk memudahkan proses penyusunan daftar
pertanyaan yang akan dilakukan pada langkah kedua.
2. Question (tanya)
Setelah melakukan survey, kita mungkin akan menemukan beberapa butir
pertanyaan. Kita ajukan beberapa pertanyaan yang bisa dijadikan pembimbing
membaca agar terkonsentrasi dan terarah. Jumlah pertanyaan bergantung pada
panjang-pendeknya teks, dan kemampuan dalam memahami teks yang sedang
dipelajari. Jika teks yang sedang dipelajari berisi hal-hal yang sebelumnya sudah
diketahui, mungkin hanya perlu membuat beberapa pertanyaan. Sebaliknya,
apabila latar belakang pengetahuan tidak berhubungan dengan isi teks, maka perlu
menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya.
3. Read (baca)

19

Sekarang mulailah membaca dengan teliti dan seksama, paragraf demi paragraf.
Sebagaimana kita ketahui, setiap paragraf mengembangkan satu pikiran pokok.
Jika kita menggabungkan keseluruhan pikiran pokok menjadi satu kesatuan,
maka terceminlah ide-ide utama dari serangkaian paragraf-paragraf dalam satu
wacana. Jika membaca dengan teliti dan seksama dirasa sulit, maka langkah
membaca ini minimal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan
pada langkah Question. Bagian ini bisa dijalankan dengan efisien dan efektif
apabila pembaca benar-benar memanfaatkan daftar pertanyaan tersebut yakni
membaca dengan maksud mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu.
4. Recite (ceritakan kembali dengan kata-kata sendiri)
Sekarang berhenti dulu dan renungkan kembali apa yang telah ditelaah tadi. Lihat
kembali catatan yang telah anda buat dan ingat-ingat kembali ide-ide utama yang
telah dicatat. Cara lain untuk melakukan Recite adalah dengan melihat
pertanyaan-pertanyaan yang telah kita buat sebelum membaca subbab tersebut
dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku atau wacana kembali.
Pada dasarnya Recite bertujuan untuk mengutarakan kembali berbagai informasi
baik yang berupa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita maupun informasi
lainnya yang kita anggap penting, merangkumnya, dan menyimpulkan atas apa
yang sudah dibaca sesuai dengan versi pembaca.
5. Record (menandai)
Tahap record ini kita menandai hal-hal yang dipahami dari sebuah wacana untuk
referensi dikemudian hari. Proses memilih dan menandai akan menuntun kita
menemukan ide utama wacana tersebut. Suatu saat, ketika kita meninjau kembali
wacananya, kita akan menemukan hal-hal yang penting dalam sebuah wacana
tanpa harus membaca wacana secara keseluruhan. Dalam tahap ini ada dua hal

20

penting yang harus dilakukan, yaitu menandai atau menggarisbawahi dan


membuat catatan kecil. Menggarisbawahi kata kunci biasanya akan membuat kita
mengingat hal-hal penting dalam pikiran, sedangkan membuat catatan kecil akan
memberikan gambaran mengenai wacana yang dibaca. Sebelum menandai atau
menggarisbawahi sebaiknya wacana dibaca secara keseluruhan terlebih dahulu,
setelah itu ulangi membaca untuk menandai topik atau kata-kata yang dirasa
penting. Selain itu, kita harus selektif memilih poinpoin mana yang memang
benar-benar penting dan mencerminkan wacana yang kita baca.
6. Review (tinjauan kembali)
Periksalah kembali keseluruhan bagian. Jangan diulang baca, hanya lihatlah pada
judul-judul, gambar-gambar, diagram-diagram, tinjauan kembali pertanyaanpertanyaan, dan sarana-sarana studi lainnya untuk meyakinkan bahwa kita telah
mempunyai suatu gambaran yang lengkap mengenai wacana tersebut. Langkah
atau tahap ini akan banyak menolong kita dalam mengingat bahan tersebut
sehingga kita akan dapat dengan mudah mengingatnya di dalam kelas serta
mengeluarkannya pada ujian akhir (Albert dalam Tarigan, 1079: 54-56). Secara
singkat dalam tahap Review dilakukan pengujian atau peninjauan terhadap
kelengkapan pengutaraan kembali yang telah kita lakukan pada langkah Recite.
Maka, jika ada kekurangan kita lengkapi, jika ada kekeliruan kita perbaiki.
Akhirnya tersusunlah struktur informasi yang jika kita kembangkan maka
terciptalah wujud pengutaraan kembali yang relatif lengkap dan bagus.
Metode ini merupakan sebuah sistem yang diterapkan dalam melakukan aktivitas
membaca dan/ atau belajar karena metode ini merupakan sebuah mata rantai yang
setiap bagiannya saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga harus dilalui oleh
pembaca apabila hendak memperoleh pemahaman yang maksimal. Meski

21

terkesan sangat mekanistik, tetapi membaca dengan menggunakan SQ4R ini


dianggap lebih memuaskan, karena dengan teknik ini dapat mendorong seseorang
untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau kandungankandungan pokok yang tersirat dan tersurat dalam suatu buku atau teks Selain itu,
langkah-langkah

yang

ditempuh

dalam

teknik

ini

tampaknya

sudah

menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi yang


dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang
seseorang.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian dilaksanakan di kelas XII SMA Lab School Unsyiah Banda Aceh.
Penelitian telah dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013 pada
tanggal 09 18 Juli 2012.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Lab School
Unsyiah Banda Aceh yang berjumlah 120 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah

22

siswa kelas XII IA3 berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara
Porposive Sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifatsifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya dengan menggunakan teknik total
sampling (Notoatmojo, 2005 : 88).
3.3 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan
Kelas (Action Research). Penelitian ini dilakukan 3 siklus, tiap siklus dilaksanakan
sesuai dengan adanya perubahan yang ingin dicapai. Namun, apabila pada siklus
kedua tercapai perubahan pada siswa yang diinginkan, maka siklus ketiga tidak
digunakan lagi. Adapun prosedur penelitiannya yaitu perencanaan, pelaksanaan,
pengamatan, dan refleksi.
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan yang dilakukan sebagai berikut :
a. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk 2 kali pertemuan
b. Menyusun dan meepersiapkan instrument pengumpulan data penelitian yaitu
berupa soal tes, lembar pengamatan kemampuan guru dan lembar pengamatan
kegiatan siswa.
c. Menyiapkan media pembelajaran berupa LKS.
2. Pelaksanaan
1. Siklus 1
Pelaksanaan KBM untuk setiap kali pertemuan mengikuti siklus rancangan
penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu rencana tindakan
observasi refleksi.
Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun RPP pertemuan 1 dan disesuaikan
dengan hasil postest, di samping itu peneliti juga mempersiapkan alat/bahan lain
yang dibutuhkan pada RPP pertemuan 1 yaitu LKS.

23

Selanjutnya peneliti melakukan tindakan, yaitu melaksanakan kegiatan belajar


mengajar sesuai dengan RPP pertemuan 1 yang telah disusun sesuai dengan
penerapan model pembelajaran SQ4R. Pada saat peneliti melaksanakan KBM dilakukan
pengamatan dan observasi oleh dua orang pengamat terhadap aktivitas guru dan siswa
dalam KBM dengan penerapan model pembelajaran SQ4R. Setelah selesai KBM, guru
bersama pengamat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan RPP pertemuan 1. Hasil
refleksi atau masukan yang diberikan oleh pengamat dijadikan pedoman dalam merevisi
kelemahan pada RPP pertemuan 1 dan menyusun rencana pertemuan kedua (RPP
pertemuan 2).
2. Siklus 2
Berdasarkan refleksi atau masukan pada kegiatan pembelajaran pertama,
peneliti menyusun rencana pertemuan kedua (RPP pertemuan 2) tentang materi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Selanjutnya peneliti melakukan
tindakan, yaitu melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan RPP
pertemuan 2 yang telah disusun sesuai dengan penerapan model pembelajaran SQ4R.
Setelah proses pembelajaran dilaksanakan maka siswa diuji dengan tes akhir yang
tujuannya melihat apakah ada peningkatan penguasaan konsep materi pertumbuhan
dan perkembangan pada tumbuhan melalui model pembelajaran SQ4R.
Pada saat peneliti melaksanakan KBM dilakukan pengamatan dan observasi
oleh pengamat terhadap aktivitas guru dan siswa dalam KBM dengan penerapan
model pembelajaran SQ4R. Setelah selesai KBM, guru bersama pengamat
melakukan refleksi terhadap pelaksanaan RPP pertemuan 2.
3. Pengamatan

24

Selama pembelajaran berlangsung, pengamat melakukan pengamatan


(observasi) terhadap aktivitas siswa dan kemampuan guru mengelola pembelajaran
dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.
4. Refleksi
Pengamat (observasi) menyampaikan hasil analisis data observasi. Peneliti
dengan pengamat melakukan diskusi untuk membahas masukan dan kritikan. Skema
siklus penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada skema dibawah ini:
Rencana Tindakan

Pelaksanaan Tindakan

Observasi

Siklus I
Pelaksanaan Tindakan

Rencana Tindakan

Refleksi

Siklus II
Observasi

Refleksi

3.4 Teknik Pengumpulan Data


Langkah langkah pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. Menyusun Rencana pelakasanaan pembelajaran (RPP) untuk 2x pertemuan.
2. Memberikan konsep materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
kepada siswa kelas XII IA3.
3. Mengamati kegiatan selama penelitian oleh observator baik kegiatan guru maupun
kegiatan siswa
4. Memberikan tes sebagai posttest berbentuk tes essay sebanyak 5 butir soal setelah
pertemuan I.
5. Memberikan tes evaluasi akhir berbentuk pilihan ganda dengan lima pilihan
jawaban yaitu a, b, c, d dan e sebanyak 20 butir soal dalam bahasa Inggris.
Cara penskoran nilai tes :

25

S=

B
N

X 100 %

Keterangan :

S = skor
B = banyaknya butir soal yang dijawab benar
N = banyaknya butir soal
3.5 Teknik Pengolahan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif tentang
aktivitas siswa dan guru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model
pembelajaran SQ4R melalui lembar pengamatan dalam bentuk check list. Sedangkan
data kualitatif diperoleh dari pemberian tes evaluasi sebanyak 20 butir soal.
3.6 Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dilakukan analisis data
dengan menggunakan uji-t yaitu

t=

Md

x2 d
N ( N 1 )

Keterangan :
Md
= Mean dari perbedaan pretest dengan posttest
Xd
= Deviasi masing-masing subjek
2
x d
= jumlah kuadrat deviasi
N

= Subjek pada sampel

d .b = ditentukan dengan N-1

(Arikunto, 2002)

Untuk mengetahui persentase ketuntasan siswa digunakan rumus persentase


sebagai berikut
P=

Banyaknya jumlah siswa yang tuntas


jumlah siswaseluruhnya

x 100%

Sedangkan untuk mengetahui hasil observasi aktivitas siswa, peneliti


menggunakan skala pengukuran sikap berupa skala Likert dengan kategori sangat

26

baik, baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik. Skala Likert memiliki ketentuan untuk
dapat dikategorikan sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


Penerapan model pembelajaran SQ4R (Survey, Question, Read, Recite,
Record, Review) menunjukkan adanya peningkatan baik dari segi proses maupun
hasil dalam PBM. Hal ini tergambar dari antusias siswa dalam mengikuti pelajaran
dan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui model
SQ4R pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1 Data Hasil Belajar Siswa, Persentase Ketuntasan Siswa, dan Data
Aktivitas Siswa Pada Siklus I maupun Siklus II
Parameter yang diukur
Siklus I
Siklus II
Nilai rata-rata
76,8
78
Nilai ketuntasan (>75)
67%
87%
Aktivitas Siswa
3,25*
3,96*
* Ditentukan berdasarkan skala Likert

Hasil pengolahan data dari masing-masing siklus akan disajikan sebagai


berikut.
4.1.1 Pelaksanaan Siklus Pertama
Pelaksanaan siklus pertama terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi sebagai berikut ini.
a. Perencanaan.
Kegiatan perencanaan yang dilakukan pada Siklus I adalah mempersiapkan
beberapa hal yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian yaitu: membuat RPP,
membuat LKS, menyusun instrumen aktivitas siswa dan instrumen aktivitas guru
(peneliti) termasuk bahan ajar.
b. Pelaksanaan

27

Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus I dilaksanakan sesuai perencanaan


dengan alokasi waktu 3x45 menit. Pelaksanaan tindakan pada Siklus I ini diawali
dengan memberikan motivasi dengan menggali pengetahuan awal siswa serta
memberikan informasi kompetensi yang akan dipelajari. Selanjutnya guru membagi
siswa menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 6 orang dan kemudian diberikan tugas
kepada masing-masing kelompok tersebut untuk membaca, mendiskusikan sekaligus
membuat catatan kecil mengenai materi. Dalam tahap selanjutnya guru mengamati
aktivitas siswa dan membimbing jalannya diskusi tersebut serta memberikan
kesempatan kepada setiap kelompok untuk memaparkan hasil diskusi atau hasil
bacaan kelompoknya dalam bahasa Inggris.
Tahap selanjutnya guru memberikan klarifikasi dan penguatan terhadap
materi yang telah didiskusikan serta memberikan bimbingan kepada siswa yang
belum memahami materi yang telah dipelajari, karena materi ini disampaikan dalam
bahasa Inggris dan siswa mendiskusikannya dalam bahasa bahasa Inggris. Pada akhir
pelajaran siswa diberikan tugas rumah yaitu membuat sebuah perlakuan/percobaan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Siswa bebas menentukan
faktor apa saja yang akan diperlukan dalam percobaan namun faktor tersebut harus
logis (masuk akal). Kegiatan ini dilakukan selama dua minggu. Pertemuan
selanjutnya siswa akan memperesentasikan hasil percobaannya. Pada akhir
pembelajaran diberikan kuis dalam bentuk soal essay sebanyak 5 (lima) butir soal.
Dari keseluruhan jumlah siswa 30 orang, maka siswa yang memperoleh nilai
75 keatas (KKM >75) berjumlah 20 orang dengan persentase ketuntasan belajar
sebesar 67% , sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas atau belum memperoleh

28

nilai KKM 75 atau di bawah KKM 75 adalah 10 orang dengan persentase sebesar
33% (Lampiran 8).
c. Observasi
Observasi yang dilakukan pada Siklus I ini antara lain adalah aktivitas siswa
saat PBM berlangsung dan pelaksanaan PBM dengan menggunakan model
pembelajaran SQ4R yang dilaksanakan oleh guru. Rata-rata aktivitas siswa dalam
Siklus I adalah sebesar 3,25. Berdasarkan skala Likert, nilai 3,25 dapat dikategorikan
kedalam kategori baik.
Terdapat beberapa aspek yang kurang baik pada pelaksanaan kegiatan
pembelajaran Siklus I melalui model SQ4R seperti pada saat siswa memberikan
pertanyaan/menjawab pertanyaan guru pada kegiatan motivasi,

pada saat siswa

meringkas atau membuat peta konsep mengenai materi, pada saat siswa melakukan
presentasi dalam bahasa Inggris terhadap ringkasan yang telah dibuat, pada saat
siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada guru, dan pada saat siswa
menyimpulkan materi pelajaran (Lampiran 9).
Ketika PBM melalui model SQ4R berlangsung selain mengamati aktivitas
siswa, pengamat juga mengisi lembar pengamatan/observasi terhadap guru. Hasil
observasi aktivitas guru dalam kegiatan belajar pada siklus pertama masih terdapat
beberapa kesalahan, seperti pada kegiatan pendahuluan guru lupa menginformasikan
tujuan pembelajaran dalam bahasa Inggris kepada siswa, suasana kelas belum
dikuasai oleh guru sepenuhnya, guru belum terbiasa dalam mengelola waktu dikelas
dan pada akhir pembelajaran guru kurang dapat menegaskan hal-hal penting yang
berkaitan dengan pembelajaran (Lampiran 10). Hal ini disebabkan guru masih
merasa gugup dengan kehadiran pengamat. Selain itu juga disebabkan karena PBM
yang diselelenggarakan dengan menggunakan model pembelajaran SQ4R baru

29

pertama kali di lakukan sehingga menjadi sedikit kaku dan terlalu berhati-hati dalam
memberikan penjelasan karena menghindari terlalu banyak ceramah oleh guru.
d. Refleksi
Berdasarkan parameter yang telah diukur dalam Siklus I seperti nilai rata-rata
siswa sebesar 76,8 (kategori sedang), nilai ketuntasan 67% (kategori rendah), dan
aktivitas siswa 3,25 (kategori baik), perlu dilakukan perbaikan (refleksi) dalam
proses pembelajaran melalui model SQ4R terhadap materi pada Siklus II. Guru
peneliti bersama dengan guru kelas membuat pertemuan untuk membahas tentang
tindakan yang harus diperbaiki serta tindakan yang harus dipertahankan pada proses
belajar mengajar pada Siklus II . Tindakan tersebut antara lain :
1. Penyampaian tujuan pembelajaran yang harus dilakukan pada Siklus II karena
pada Siklus I guru peneliti lupa menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Siswa masih kurang dalam memberikan pertanyaan/menjawab pertanyaan guru.
Untuk mengatasi hal tersebut guru memberikan tugas kepada siswa untuk
melakukan percobaan (survey) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Siswa boleh memilih
percobaaan apa yang akan dilakukan. Namun percobaan tersebut logis. Setelah
melakukan percobaan, siswa dituntut untuk menanyakan beberapa pertanyaan
mengenai percobaan tersebut.
3. Pada Siklus I guru kurang baik mengoptimalkan interaksi siswa bekerja dalam
kelompok. Selama PBM berlangsung, sebagian siswa ada yang tidak
memperhatikan, merasa bosan karena siswa hanya membaca saja. Jadi langkah
yang dilakukan selanjutnya pada Siklus II melalui model SQ4R adalah guru
memberikan tugas untuk mengobservasi lebih lanjut dengan topik yang berbeda
antar kelompok yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan.

30

Di sini siswa dituntut untuk mengkomunikasikan setiap hasil pengamatan yang


dilakukan sehingga saling bekerja sama antara siswa.
4. Pada Siklus I, guru kurang menegaskan hal-hal yang penting kepada siswa.
Langkah yang dilakukan pada Siklus II, siswa melakukan review (meninjau
kembali) dengan cara siswa sekedar membaca atau mengutarakan kembali pada
tahap recite. Apabila siswa menemukan hal-hal yang sulit dipahami, guru
langsung menegaskan hal-hal penting tersebut sehingga membantu siswa lebih
memahami mengenai materi.
5. Pada Siklus I, model pembelajaran SQ4R memakan waktu yang banyak pada saat
guru menyuruh siswa untuk membaca, meringkas dan membuat beberapa
pertanyaan mengenai materi. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa membuat
ringkasan dalam bahasa Inggris untuk pelajaran Biologi khususnya mengenai
materi. Selain itu, selama PBM berlangsung, siswa memberikan kesan bosan.
Sehingga pada Siklus II, guru menyuruh siswa untuk melakukan presentasi
kelompok serta menampilkan animasi-animasi yang berhubungan dengan materi
untuk mencegah kesan bosan pada siswa.
6. Pada Siklus II, guru memberikan batasan waktu dalam setiap pemberian tugas.
Jadi siswa tidak membuang-buang waktu sehingga pengelolaan waktu lebih baik.
Pada kegiatan penutup siswa dapat menyimpulkan kembali dan menanyakan halhal yang kurang jelas mengenai materi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan.
4.1.2 Pelaksanaan Siklus Kedua
a. Perencanaan
Pada Siklus II membuat perencanaan untuk materi yang akan dipelajari yaitu
faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
dengan menggunakan model pembelajaran SQ4R dan perubahan pada beberapa

31

aspek seperti telah dijelaskan pada tahap refleksi. Perubahan tersebut meliputi
penyampaian tujuan pembelajaran harus lebih jelas, guru harus dapat menegaskan
hal-hal penting yang berkaitan dengan pembelajaran, pengelolaan kelas harus lebih
efektif dan pengelolaan waktu harus lebih baik.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran pada Siklus I dilaksanakan sesuai perencanaan
dengan alokasi waktu 3 jam pelajaran. Perbaikan PBM yang harus dilakukan yaitu
sesuai dengan hasil observasi guru kolaborasi yaitu menyampaikan tujuan
pembelajaran karena pada Siklus I tujuan pembelajaran yang disampaikan belum
cukup jelas. Pengelolaan waktu dan kelas harus lebih efektif dan guru harus dapat
menegaskan hal-hal penting yang berkaitan dengan pembelajaran agar membantu
siswa dalam memahami mengenai materi dalam bahasa Inggris.
Dari data yang peroleh terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari Siklus I ke
Siklus II. Pada Siklus I siswa yang memperoleh nilai tuntas KKM 75 sebanyak 20
siswa dengan persentase 67 % meningkat menjadi 26 siswa dengan persentase 87%
(Lampiran 11).
c. Observasi
Berdasarkan hasil rata-rata dari aktivitas siswa yaitu 4,16 dan dapat
dikategorikan sangat baik maka penerapan model SQ4R pada penguasaan konsep
materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris
mengalami peningkatan dibandingkan pada Siklus I. Hasil observasi kegiatan siswa
yaitu siswa sudah mampu melakukan presentasi dalam bahasa Inggris terhadap
percobaan yang telah dilakukan serta siswa sudah mampu menyimpulkan/mengulang
kembali materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan melalui model
pembelajaran SQ4R dalam bahasa Inggris (Lampiran 12). Hal ini disebabkan guru

32

telah berhasil mengarahkan siswa dengan baik untuk menarik kesimpulan mengenai
materi pelajaran.
Hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat terhadap aktivitas siswa
pada Siklus II adalah sebagai berikut:
1. Siswa belajar aktif
2. Suasana belajar tidak terlihat membosankan.
3. Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami pada guru dan siswa
mendengarkan dengan baik jawaban yang diberikan guru
4. Siswa yang dibimbing oleh guru berhasil menarik kesimpulan mengenai materi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan melalui model pembelajaran
SQ4R.
Untuk hasil pengamatan terhadap kemampuan guru pada Siklus II yang
diperoleh juga mengalami peningkatan yang sangat baik jika dibandingkan dengan
hasil observasi kemampuan guru pada Siklus I. Guru sudah tidak terpengaruh dengan
kehadiran pengamat sehingga penyampaian tujuan pembelajaran dapat dilakukan
dengan baik, guru sudah mampu meningkatkan interaksi siswa dalam bekerja
kelompok, dapat menguasai kelas dengan baik serta pengelolan waktu yang
dilakukan oleh guru efektif. Pada Siklus II siswa memiliki antusias yang baik pada
kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran SQ4R (Lampiran
13).
Observasi terhadap kemampuan guru pada kegiatan belajar mengajar pada
siklus II dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada permulaan PBM
2. Terdapat peningkatan interaksi antar siswa dalam kelompok
3. Penguasaan kelas dan pengelolaan waktu dilakukan sangat efektif oleh guru.
4. Antusias guru saat mengajar terlihat baik, sehingga siswa lebih termotivasi dalam
mengikuti proses pembelajaran pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan dalam bahasa Inggris melalui model pembelajaran SQ4R.
d. Refleksi

33

Adapun hasil nilai rata-rata pada Siklus II yaitu 78 (kategori sedang), nilai
ketuntasannya sebesar 87% (kategori tinggi) dan aktivitas siswa 3,96 (kategori sangat
baik). Berdasarkan hasil olah data diatas maka dapat di jelaskan bahwa refleksi dari
siklus kedua ini adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya aktivitas siswa dalam PBM didukung oleh meningkatnya aktivitas
guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran
SQ4R.
2. Aktivitas siswa dalam PBM sudah lebih mengarah pada model pembelajaran
SQ4R. Siswa sudah mampu melakukan survey secara mandiri untuk membuktikan
teori yang telah didapatkan.
3. Model pembelajaran SQ4R dapat meningkatkan wawasan pengetahuan siswa. Hal
ini disebabkan siswa terlebih dahulu menelaah sendiri mengenai materi sehingga
ilmu yang didapatkan tidak terpusat pada pengetahuan guru saja.
4. Model pembelajaran SQ4R mendorong siswa bekerja mandiri sehingga
pengetahuan yang diperoleh diaplikasikasikan dalam kehidupan masing-masing.
4.1.3 Analisis Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Penerapan Model
Pembelajaran SQ4R
Berdasarkan analisis diperoleh data berupa nilai setelah pemberian tes pada
siklus I dan siklus II. Perhitungan selisih nilai pada Siklus I dan Siklus II dengan
menggunakan statistik uji-t adalah diperoleh t hitung sebesar 7,61, sedangkan ttabel 1,70
pada taraf signifikan = 0,05 sehingga diketahui thitung>ttabel (Lampiran 14).

4.2 Pembahasan
Penelitian tindakan kelas memiliki karakteristik seperti pada pelaksanaannya
bersiklus (maksimal 3 siklus), prosesnya (tindakan) di dalam kelas, adanya
kolaborasi, adanya refleksi setelah proses PBM berlangsung dan memiliki 4 tahapan

34

(perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi). Berdasarkan hasil penelitian pada


Siklus I diketahui bahwa dalam tahap pelaksanaan terdapat beberapa kendala seperti
siswa siswa masih kurang jelas mengenai tujuan pembelajaran sehingga PBM yang
berlangsung kurang menyenangkan bagi siswa. Dalam tahapan model SQ4R juga
terdapat beberapa masalah seperti pada tahap question (bertanya), siswa masih
cenderung untuk bersifat pasif dalam menanyakan beberapa pertanyaan mengenai
materi. Pada tahap recite (menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri), pada
tahap ini siswa masih sangat kurang berminat untuk melakukan tahap recite. Hal ini
disebabkan siswa dituntut untuk melakukan tahap recite dengan menggunakan
bahasa Inggris. Bahasa Inggris menjadi kendala bagi siswa karena sebelumnya siswa
belum pernah melakukan presentasi atau menceritakan kembali materi dengan
menggunakan bahasa Inggris. Sehingga dari 30 siswa hanya satu siswa yang
melakukan tahap recite. Namun, itu merupakan suatu kebanggaan bagi siswa karena
mereka memiliki keinginan untuk mencoba walaupun error dalam pelaksanaannya.
Pada Siklus II guru peneliti memodifikasi tahapan-tahapan model SQ4R
dalam proses pembelajaran. Tahapan survey yang telah dilakukan pada Siklus I yaitu
dengan cara siswa mensurvey pada buku mengenai materi, namun pada Siklus II
guru peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk mensurvey dengan cara
melakukan

praktikum

yang

berkenaan

dengan

materi

pertumbuhan

dan

perkembangan pada tumbuhan. Pada tahap ini siswa diberi waktu selama 2 minggu
untuk melakukan percobaan dengan topik yang berbeda-beda namun masuk akal
mengenai materi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan. Setelah melakukan percobaan pada tahap survey, siswa dituntut
untuk dapat memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan percobaan

35

yang telah dilakukan, membuat laporan dalam bahasa Inggris, dan melakukan
presentasi mengenai percobaan dalam bahasa Inggris. Dalam pelaksanaannya
terdapat peningkatan dibandingkan pada Siklus I seperti hasil nilai rata-rata pada
Siklus II yaitu 78 (kategori sedang), nilai ketuntasannya sebesar 87% (kategori
tinggi) dan aktivitas siswa 3,96 (kategori sangat baik). Dengan perolehan ketuntasan
pada tahap Siklus II, maka tidak perlu mengadakan siklus berikutnya, sebagaimana
yang dinyatakan oleh Mulyasa (2007), Keberhasilan kelas dilihat dari jumlah siswa
yang mampu menyelesaikan atau mampu mencapai nilai maksimal 65, sekurangkurangnya 85% dari jumlah peserta didik yang ada dikelas tersebut.
Model SQ4R merupakan salah satu model yang memiliki ciri khas yaitu
terdiri dari beberapa tahap seperti survey, question, read, recite, record dan review.
Setiap tahapan tersebut memiliki keterkaitan antara satu tahapan dengan tahaan yang
lain sehingga membuat model SQ4R lebih kompleks dan menjadi salah satu model
yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pelajaran Biologi khususnya
materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Materi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan sebenarnya bukan materi yang sulit bagi siswa untuk
dipahami. Namun, pada sub pokok bahasan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, siswa mengalami kesulitan dalam
memahami materi. Hal ini disebabkan karena pada sub pokok bahasan tersebut,
siswa diharapkan agar mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, sedangkan faktor-faktor yang
dimaksudkan terlalu banyak. Selain materi yang terlalu banyak, dalam proses belajar
mengajar siswa juga menggunakan bahasa Inggris. Akibatnya, siswa merasa bosan
dan tidak memperhatikan pada saat proses belajar mengajar. Sehingga diterapkanlah

36

model SQ4R ini pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dengan
langkah-langkah yang sudah direncanakan oleh guru peneliti dalam RPP. Model
SQ4R lebih menuntut siswa untuk membaca agar lebih memahami materi dengan
baik. Memahami materi dengan membaca yang baik dengan menggunakan strategi
yang tepat dapat mengingat materi bacaan lebih lama. Ini sesuai dengan pendapat
Jones (Costa 1988), strategi yang dapat digunakan untuk menulis dan mengingat apa
yang dibaca, dengan menggarisbawahi (Rickards & August, 1975), mencari ide
utama (Pearson & Leyes, in press; Wittrock, 1984), mengelaborasi teks (Weinstein &
Mayer, in press), membuat analogi (Alexander & White, 1984), menjawab
pertanyaan yang berhubungan dengan teks (Brown & Palinesar, 1982). Selain itu
siswa juga membuat rangkuman atau ringkasan setelah aktivitas membaca yang
merupakan hasil dari apa yang dibaca dan dapat membantu siswa dalam
menggabungkan informasi. Sesuai dengan pendapat Jones (1988) sendiri bahwa
rangkuman atau ringkasan dapat membantu siswa untuk memilih informasi yang
penting dan menggabungkan informasi dari bermacam-macam bagian teks.
Membaca dan menulis atau membuat catatan dapat menjadi alat konseptual untuk
membantu siswa menganalisis, menafsirkan, dan mengkomunikasikan ide-ide atau
gagasan ilmiah. Dengan demikian, tidaklah cukup bagi seorang siswa (pembaca)
sekedar menghafal atau memberi kode kata-kata untuk menentukan arti kata-kata
tersebut, melainkan harus terjadi interaksi antara pembaca, informasi yang termuat
dalam teks, dan karakteristik dari teks tersebut. Membaca dan membuat catatan juga
dapat membantu siswa terlibat aktif dalam penalaran atau berpikir yang lebih
kompleks dan memecahkan masalah.

37

Teknik membaca SQ4R pada konsep materi pertumbuhan dan perkembangan


pada tumbuhan dimaksudkan untuk meningkatkan daya ingat siswa terhadap apa
yang siswa baca. Dalam sintaknya, dianjurkan untuk membuat catatan setelah
membaca sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Aktivitas membuat catatan ini perlu dilakukan karena daya ingatan kita pada
umumnya hanya mampu mengingat 50% dari apa yang kita baca satu jam berselang
dan dalam dua hari berikutnya tinggal 30% saja (Soedarso, 1995). Siswa yang belajar
sesuai dengan sintak SQ4R akan memperoleh hasil belajar yang bagus. Hal ini sama
dengan hasil penelitian terdahulu. Penelitian Tomo (2003) menunjukkan bahwa ada
pengaruh yang signifikan pada pengintegrasian teknik membaca SQ4R terhadap
peningkatan hasil belajar dan pengembangan metakognisi siswa. Efektivitas
pengintegrasian teknik SQ4R dalam pembelajaran ternyata meningkat apabila
melibatkan aktivitas organisasi informasi yang telah dibaca, terutama pada tahap
kaji-ulang (review). Siswa ini merasa senang melakukan pembelajaran dengan
menggunakan model pembelajaran ini (hasil angket). Selain itu dari hasil wawancara
siswa yang sama juga menyebutkan dengan pembelajaran ini materi yang dipelajari
lebih mudah dimengerti dan dipahami, apalagi ditambah dengan kegiatan praktikum
dilaboratorium. Setiap konsep memiliki karakter yang berbeda dalam proses
pemahamannya. Berdasarkan hasil penelitian Ulfi (2010), model SQ4R cocok
digunakan dalam mata pelajaran biologi pokok bahasan sistem
peredaran darah. Pada dasarnya pokok bahasan sistem peredaran
salah satu pokok bahasan yang rumit dan sulit dipahami oleh
siswa. Kesulitan pokok bahasan ini juga tidak dapat dibantu oleh

38

kegiatan praktikum yang memudahkan siswa dalam memahami


mengenai

materi.

Solusi

dalam

memecahkan

masalah

ini

diterapkan model pembelajaran SQ4R dalam materi ini. Ulfi


berharap

dengan

diterapkannnya

model

SQ4R

siswa

tidak

mengalami kesulitan dalam memahami pokok bahasan sistem


peredaran darah.
Pada konsep materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan, siswa
juga melakukan aktivitas praktikum untuk membuktikan konsep-konsep yang telah
dibaca. Materi dari hasil membaca dikelas digunakan sebagai bekal pengetahuan
siswa dalam melaksanakan kegiatan praktikum. Ringkasan atau rangkuman yang
telah siswa buat, digunakan sebagai referensi atau sumber dalam melakukan
praktikum. Dengan membaca dan membuat ringkasan atau peta konsep berarti siswa
akan lebih siap dalam belajar sehingga membantu siswa itu sendiri untuk dapat
menguasai konsep mengenai materi yang dipelajari tersebut. Berdasarkan hasil
penelitian Suastra (1996) menunjukkan dengan membuat ringkasan atau peta konsep
(71%) sebelum pembelajaran dilakukan dapat membantu siswa dalam melaksanakan
praktikum. Siswa lebih bersemangat dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi
tentang konsep yang akan dipraktikumkan.

39

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Penerapan model SQ4R dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII IA3
RSMA-BI Lab School Unsyiah pada penguasaan konsep materi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan dalam bahasa Inggris. Hal ini dapat dlihat dari
peningkatan parameter yang telah diukur seperti hasil nilai rata-rata, persentase
ketuntasan klasikal (kelas) siswa, serta aktivitas siswa baik dari Siklus I maupun
pada Siklus II.
2. Penerapan model SQ4R pada materi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan dapat membuat siswa lebih aktif, mandiri serta menyenangkan dalam
PBM dikarenakan mdel SQ4R memiliki tahapan-tahapan yang saling berkaitan
seperti tahap survey, tahap question, tahap read, tahap recite, tahap record, dan
tahap review.
5.2 Saran
Diharapkan model SQ4R ini dapat dijadikan salah satu pertimbangan sebagai
model pembelajaran yang diterapkan pada proses pembelajaran, khususnya pada
materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dengan langkah-langkah
yang tercantum dalam RPP.

DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, M. 2003. Pendidikan (bagi anak berkesullitan belajar). Rineka Cipta.
Jakarta.

40

Arifin, Z. 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Lentera Cendikia.


Arikunto, S. 2009. Penelitian Tindakan Kelas dan Tindakan Sekolah. Malang:
Cakrawala Indonesia dan LP3UM.
Arikunto, S. 2002A. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. 2002B. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Asrori, M. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima
Depdiknas. 2007. Panduan Penyelenggaraan Rintisan SMA Bertaraf Internasional.
Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Khasanah, N.D. 2010. Peningkatan Keterampilan Metakognitif Dengan
Menggunakan Metode SQ3R Pada Pembelajaran Biologi Siswa Kelas VIIa
SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi.
Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya:
Usaha Nasional.
Hartlep, Karen L. and G. Alfred Forsyth. 2000. The Effect of SelfReference on Learning and Retention. (Online), Jilid 27, No. 4,
(http://www.speakeasydesigns.com, diakses 8 Agustus 2012).
Kunandar. 2010. Langkah Mudah Penelitian Tndakan Kelas Sebagai Pengembangan
Profesi Guru. Jakarta: PT Raja Grafndo Persada.
Lewin, K. 1990. Action Research and Minority Problems. Victoria: Deakin
University.
Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakata: Rineka Cipta.
Miswandi, Siti Sundari dkk. 2010. Pengaruh Penggunaan Metode
Preview, Question, Read, Summarize, and Test Melalui
Pendekatan Contextual Teaching and Learning Terhadap Hasil
Belajar Kimia Siswa SMA. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia,
(Online), Jilid 4, No. 1, (http://journal.unnes.ac.id., diakses 8
Agustus 2012).
Nathan, Nurit dan Lea Kozminsky. 2010. Mapping Some Design
Considerations
For
Learning
From
Text.
(Online),
(http://cmc.ihmc.us), diakses 8 Agustus 2012).
Nurkencana. 2005. Evaluasi Hasil Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional.

41

Prasetyani, D. U. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Metode


Pembelajaran SQ4R (Survey,Question, Read, Reflect,Recite,Review) Melalui
Pendekatan Talking Stick Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VIII Pokok
Bahasan Sistem Peredaran Darah Di SMP Negeri 31 Semarang. Skripsi.
Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Setyosari, P. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Usman, U. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Wiley, Jennifer dkk. 2005. Putting The Comprehension in
Metacomprehension. The Journal of General Psychology,
(Online). Jilid 4. No.132, (http://litd.psch.uic.edu, diakses 8
Agustus 2012).
Winkel, W. S. 1996. Psikologi Pengajaran Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Widia
Sarana Indonesia.

Lampiran 1
LESSON PLAN

42

School

: R-SMA BI LAB SCHOOL UNSYIAH

Class / Semester

: XII / 1nd semester

Subject

: Biology

Topic

: The Growth and Development in Plants

Time Alocation

: 3x45 minutes

A. Standard Competence
4. Conduct the experiments of growth and development in plant
B. Basic Competence
4.1 Planning the experiment external influence on the growth of plants
Meeting 1 (3x45 Minutes)
C. Indicators
1. To mention about the definition growth and development
2. To explain about the growth and development in seed plants
3. To collect information about factors that influence growth and development
in plant
D. Learning Objectives
After learning this chapter, students able :
1. To mention about the definition growth and development
2. To explain about the growth in plant
3. To explain about the development in plant
4. To explain about the germination in plant
5. To collect information about factors that influence growth and development
in plant
E. Teaching Materials
1. The definition of growth and development in plants
One of characteristic of organisms that they undergo growth and
development. Plants are included into organisms, so they also undergo groth and
development. For example, if we plant a corn seed, the seed will bud, then it will
form the roots, stem, and leaves , finally, it will produce corn cobs. The process from
the seed until produces corn cobs is the example that plants (corn) undergo growth
and development.
Growth is the process of biological change happening in organisms which is
increment of size (volume, mass, and height) that has irreversible properties (cannot

43

go back to the initial condition). Development is the specialization of cells to be


certain structure and function. The development cannt be measured, but it can be
seen from the change of shape and maturity level. For example in floering palnts,
development is shown by the formation of flower organs.
Growth and development are two integrated processes. These two processes
occur simultaneously. For example, in seed plants, the growth bwgins with
fertilization between male and female sex cells, then they undergo growth and
development into adult plants that have roots, a stem, leaves, and other organs.
The change happening in a cell that cause it to have biochemical functions
and specific morphology that the cell does not own before is called differentiation.
2. The growth and development in seed plants
The growthand development in seed plants begin with germination of the
seed, the the bud develops into a small that already has roots, a stem, and leaves, then
the small plant grows larger. Later on, at a certain period in its growth and
development, it will form flowers and produce seeds.
a. Germination
Germination is the formation of a small plants from a seed. Germination only
happens if the condition required are satisfied, such as the availability of enough
water, suitable temperature (optimum) for the work of enzymes and availability of
enough air (oxygen) for aerobic respiration.
b. The growth of plants organs
The growth in plants commonly happens slowly and on a cursory
observationperhaps the growing tree and flower look the same, they do not
change. That happens because we are already accustomed to seeing fast motions.
The growth in plants can be distinguished into two, those are primary and
secondary growths. Primary growth happens as the effect of cell fission in the
primary meristematic tissue found in the ends of root and stems. The presence of
the primary meristematic tissue in the ends of roots and stems enables plants to
grow higher or longer.
c. Cell differentiation areas
Cell differentiation areas are area for cell ripening. The areas lie in the end of
roots. In differentiation areas, the structure and the function of cells in elongation
areas begin to be specialized. In these areas there are three tissue systems
produced by meristematic cells, those are protoderm, basic meristem, and
procambium.

44

F. Teaching Model
SQ4R (Survey, Question, Read, Recite, Record, dan Review)
G. Teaching Methods
Lecture
Discussion
Observation
Experiment
H. Teaching-Learning Processes
Teaching-Learning Processes
Pre activity
Teacher points out
some students to tell
what they know about
the
growth
and
development in plants
Teacher
tells
the
students the objectives
of the lesson
Main activity
1. Exploration
Teacher presenting the
slide about the growth
and development in
plants
Students make a note
about information and
problem they get from
the slide.
2. Elaboration
Students read a book
overall materials to
get information
Students create some
questions related to
the material content.
Students record the
important things about
the materials.

Duration (Minutes)

Core Value

Honest
Responsibilty
Discipline
Religious

Save environment
Religious
Discipline
Responsibility

15 minutes

15 minutes

40 minutes

45

Students discuss the


summary of material
content.
3. Confirmation
Each students share
what have their work
to other students.
Post activity
Before ending the
lesson, students make
conclusion.
Students are given
tasks to conduct the
experiment of the
growth
and
development factors in
plant.

10 minutes

Discipline
Responsibility
Save environment
Religious

10 minutes

Meeting 2 (3x45 minutes)


B. Basic Competence
4.3 Communicating the results of experiment that influence factors on the growth
in plants
C. Indicator
1. Do scientific activities to know the factors that influences the growth and
development in plant.
D. Learning objectives
After learning this chapter, students able :
1. Do scientific activities to know the factors that influences the growth and
development in plant.
2. Mentioning about the factors that influences the growth and development in
plant
3. Explaining about the factors that influences the growth and development in
plant

46

E. Teaching Materials
Factors that influences the growth and development in plants :
A. Internal factors
The internal factors that influences the growth of plants are genes and
hormones.
1. Genes
2. Hormone
a. Auxin
b. Gibberellins
c. Cytokinin
d. Ethylene Gas
e. Traumatic Acid
f. Abscisic Acid
g. Kalin
B. External Factors
1. Water
2. Light
3. Humidity
4. Temperature
5. Food
F. Teaching model
SQ4R (Survey, Question, Read, Recite, Record, dan Review)
G. Teaching Methods
Lecture
Discussion
Observation
H. Teaching Learning Processes
Teaching-Learning Processes
Pre activity
Teacher asks students to
return to the concept of
growth
and
factors
influencing it.
Teacher tells the students
the objectives of the
lesson

Duration (Minutes)
15 Minutes

Core Value

Honest
Responsibilty
Discipline
Religious

47

Main Activity
1. Exploration
Students with teachers
to discuss about the
growth
and
development factors in
plant.
2. Elaboration
Student review the
materials of the factors
growth and
development in plant.
Students have
discussion before
presenting the result of
the experiment.
Students presenting the
result of the
experiment in English
Students ask questions
about the things related
to the result of the
experiment.
3. Confirmation
Students review again
so that a better
understanding of
materials
Post activity
Students make a
conclusion about the
results of an
experiment
Students collect the
report
The teacher gives
awards to some of the
successful
presented the report

25 Minutes

Honest
Responsibilty
Discipline
Religious

Honest
Responsibilty
Discipline
Religious

60 Minutes

10 minutes

20 minutes

48

with good results

C.

Learning Resources
a. Learning Resources :
- Senior High school biology 1 book for class XII, Diah Aryulina,
Esis.
- Books Biology class XII, Nunung Nurhayati, Yrama Widya.
b. Tools and materials : Picture of environmental pollution, LCD.

D.

Assesment
a. Assesment Technic : Choice

Acknowledge by,

Banda Aceh,

Head of SMA

Draft by Teacher

(Dr. Usman Kasim, M.Ed)

(Ristina)

49

Students Worksheet
Growth and Development Factors in Plant
Objective : to know the influence of light on the growth of plants
Materials and equipments
1. 10 seeds of Phaseolus radiatus
2. 2 plastic cups of mineral water
3. Cotton
4. Water
Working procedur
1. Plant the seeds of Phaseolus radiatus in the two plastic glasses that have been
cotton wetted with water. Each glass contains 3-4 seeds of Phaseolus radiatus.
2. Keep one plastic glass in a light place and the other one in a dark place.
3. Check the cotton that becomes the base for the growth of Phaseolus radiatus, if
it is rather dry, make it wet again by using water.
4. Measure the length of bud in those two places every day for 7 days. (Choose the
longest bud in each place).
5. Put in measurement results into the following table.
Places
Light
Dark

The length of bud on day (cm)


3
4
5
6

Question
1. From the data in the observation table, calculate the average growth of buds
every day in the light place and the dark place.
2. What is the effects of light on growth? Explain it.
Conclusion
Make the conclusion of this activity

55

SYLLABUS

SCHOOL

: R-SMA BI LABORATORIUM UNSYIAH

SUBJECT
CLASS/SEMESTER

: BIOLOGI
: XII/I

TIME ALOCATION

: 3

STANDARD COMPETENCE

Basic
Competence
1.1 Planning

the
experiment
external
influence

on the
growth of
plants

Teaching
Material
Formulating
terms of
growth and
development
Defining
terms of
growth and
development
in plants

Identifying
examples of
growth in

45 minutes
: DO EXPERIMENTS GROWTH AND DEVELOPMENT IN PLANT

Indicator

Learning
activities

To
Teacher

mention
presenting
about the
the slide
definition
about the
growth
growth and
and
development
developm
in plants
ent in
Students make
plant
a note about
To
information
explain
and problem
about the
they get from
growth
the slide.

Learning
Objectives
To mention
about the
definition
growth and
development
To explain
about the
growth in
plant
To explain
about the
development

Assessme
Time
nt
allocation
Write Test 3x45
Essay minutes

Sources

Book
of
Biology
SMA
Class X,
Esis, Bab
VII

1.2 Conductin
g the
experiment
that
influence
external

factors of

plants.
Identifying
examples of
development

in plant
Collecting
the
information
about the
factors that
influence
growth and
development
in plant.

and
Students read a
developm
book overall
ent in
materials to
plant
get
To collect
information
informati Students create
on about
some
the
questions
factors
related to the
that
material
influence
content.
s growth. Students record
the important
things about
the materials.
Students
discuss the
summary of
material
content.

in plant
To explain
about the
germination
in plant
To collect
information
about factors
that
influence
growth and
development
in plant.

Do
Students with
scientific
teachers to
activities
discuss about
to know
the growth
the
and
factors
development

Do scientific
activities to
know
the
factors that
influences
the growth

Providing
treatment
Measuring
the rate of
growth
Record the

Book
of
Biology
SMA
Class X,
Esis, Bab

57

the growth
in plants

results of
measurement
s in
observation
table
Processing
of data
observation
Drawing
conclusions
based on
data that is
processed
Reporting
the results of
research
Develop
research
results in the
form of
reports
To arrange
the result for
presentation

that
factors
in
influence
plant.
s the
Student review
growth
the materials
and
of the factors
developm
growth and
ent in
development
plant.
in plant.
Students have
discussion
before

presenting
the result of
the
experiment.
Students
presenting
the result of
the
experiment
in English
Students ask
questions
about the
things
related to the
result of the
experiment.

and
development
in plant.
Mentioning
about
the
factors that
influences
the growth
and
development
in plant
Explaining
about
the
factors that
influences
the growth
and
development
in plant.

VII

1.3 Communic
ating the
results of
experiment
that
influence
factors on
the growth
in plants

Presenting
the result of
experiment

Do
Student review
scientific
the materials
activities
of the factors
to know
growth and
the
development
factors
in plant.
that
Students have
influence
discussion
s the
before
growth

presenting
and
the result of
developm
the
ent in
experiment.
plant.
Students
presenting
the result of
the

experiment
in English
Students ask
questions
about the
things
related to the
result of the
experiment.

Do scientific Write test 3x45


activities to Multip mnutes
know
the
le
factors that
Choce
influences
the growth
and
development
in plant.
Mentioning
about
the
factors that
influences
the growth
and
development
in plant
Explaining
about
the
factors that
influences
the growth
and
development
in plant.

Book
of
Biology
SMA
Class X,
Esis, Bab
VII

59

60

Lampiran 2
Question of Cycle I
Name :
Class :
Answer the question briefly and clearly!
1. Growth and development are two biological processes that happen
simultanously. Explain the meaning of the statement.
2. Growth and development in seed plants begin the formation of sprouts. Can a
seed that has been kept for a long time germinate? Explain it.
3. Based on the growth speed, the growth of root areas are distinguished into three.
Mention and explain them.
4. Mention the kinds of plant hormones, complete with the function and in which
parts of plant the hormones are found. (make it in the form of a table).
5. An external factor influences the growth of plants is water. Mention several
functions of water for plants.

Lampiran 3

61

Question of Cycle II
Name :
Class :
Choose one right answer
1. Biological changes happening in the following organisms show a growth
process is.
a. the specialization of cell into certain function and structure
b. the development cannot be measured.
c. cannot go back to the initial condition.
d. the change of shape and maturity
e. are reversible
2. Which of the following is responsible for secondary growth?
a. apical meristem
b. pricycle
c. bud
d. seed
e. cambium
3. The higher or longer growth in plants is known by the term of
a. promeristem
b. secondary meristem
c. primary meristem
d. tertiary meristem
e. differentiation and specialization
4. most lengthwise growth take place in terminal shoot and roots in..
a. the zone of cell division
b. the zone of elongation
c. the zone of maturation
d. meristematic cells
e. vascular cambium
5. Consider the figure on the right. In part b is a process of

a. cellular matureness
b. cellular elongation
c. cellular multiplication

62

d. cellular differentiation
e. primary and secondary growths.
6. Study the data of observation of the growth of germs in one week in the
following table.
Part
Day
0
1
2
3
4
observed
Height of
0
0.6
1.2 1.8
2.4
sprout
From the data, the growth speed of the sprout is
a. 0.09
d. 1.9
b. 0.6
e. 7.6
c. 1.2

5
3.0

6
3.6

7
4.2

7. In their growth, plants from time to time undergo enlargement. This is cause
by
a. increment of size and number of cells in the tissues
b. increment of cells length in the tissues
c. increment in the number of cells in the tissues
d. enlargement and elongation of cells
e. thickening of cell wall
8. Study the following table.
No

Hormone

No

Function
Accelerating the ripening of
1
Kalin
P
fruits
Postponing the falling of
2
Abscisic acid
Q
leaves
Inhibitting the formation of
3
Gibberellins
R
seed
4
Ethylene gas
S
Accelerating fertilization
Controlling the formation of
5
Cytokinin
T
flowers
The suitable pair of the hormone and the function is
a. 1 and T
d. 4 and P
b. 2 and R
e. 5 and S
c. 3 and Q
9. Phyllokalin is a hormone that influences the groth of
a. root
d. fruits
b. stems
e. flowers
c. leaves

63

10. In summer, teak trees experiences falling of leaves caused by the high
concentration of hormone in the pt buds. The hormone is
a. traumatic acid
d. gibberelin
b. abscisic acid
e. auxin
c. ethylene gas
11. The pattern of germination as shown below is called ...

a.
b.
c.
d.
e.

epigeal
hipogeal
transverse
longitudinal
differential

12. Etiolation is
a. a fast growth in the dark place
b. increment of size and number of cells in the tissues
c. the appearance of small plant from inside of a seed
d. a rest condition or a condition of no growth in a seed by slowing
metabolism
e. the entering of water passively into the seed, so the seed swells.
13. A minimum temperature is
a. a certain temperature required by plants to grow and develop well
b. the highest temperature that enables plants to grow
c. the lowest temperature that enables plants to grow
d. the power full of the temperature for plants to grow
e. the appearance of small plant from inside of a seed
14. Consider the figure about the influence of light on the growth of plants in the
following.

64

Which statement is true about the figure?


a. light accelerates production of auxin in plant B, while in plant A light
retards production of auxin, so the plant is straight.
b. plants A and B differ in growth direction because the illumination
intensities received are not equal
c. plant A gets light from above so auxin goes down, while plant B gets light
from the side so auxin grows sideways
d. plant A keeps growing straight because the spread of auxin is uniform,
while plant B grows to the direction of light because auxin is decomposed
if it struck by the light
e. plant A growth slowly while plant B grows fast, so plant B bends to the
direction of light.
15. The following statements are true about light are
a. To control chemical reactions that happen inside the body
b. light is required in photosynthesis process
c. without light cannot etiolation process
d. for keeping humidity
e. the sun rays required for photosynthesis are red light and violet light.
16. The specialization of cells to be certain structure and function is called
a. deficiency
b. etiolation
c. development
d. photosynthesis
e. hibernation
17. The following statement are true about the function of water, except
a. as a foodstock in photosynthesis
b. help to control fission in meristematic areas
c. activating enzymatic reaction
d. for keeping humidity
e. helping seeds bud
18. The following statements are true about the light, except
a. light accelerates plant growth
b. light needed for photosynthesis

65

c. light is inhibiting the growth of plants


d. without light, plants will experience etiolation
e. red and indigo light needed by plants for photosynthesis
19. Regeneration is an ability of plants to repair damage or injury that happens in
their body. The regeneration of plants is influenced by ..
a. ethylene gas hormone
b. caulokalin hormone
c. abscisic hormone
d. traumatic acid hormone
e. auxin hormone
20. An old Fruits usually does not change the size and often fall after cooking
in the tree. The incident was caused by ...
a. antokalin too high
b. auxin decreases and ethylene increased
c. anthokalin and rizokalin too much
d. cytokinins decreased in number
e. auxin too high

Lampiran 4
The Key of Question Cycle I
1. Because when the growth process happens, the development process also
happens. So, growth and development are two integrated processes and these two
processes ocuur simultaneously. For example, in seed plants, the growth begins
with fertilization between male and female sex cells, the they undergo growth and
development into adult plants that have roots, a stem, leaves, and other organs.
2. Yes, it can. Because germination only happen if the conditions required are
statisfied, such as the availability of enough water, suitable temperature
(optimum) for the work of enzymes and availability of enough air (oxygen)for
aerobic respiration. And if these conditions are not statisfied, then the seed stays
in dormant condition. The length of time of dormant seeds to stay alive and be
able to bud vary depending on the kind of plant and environmental condition.
3. In the roots, there are three growing regions based on growing speed, those are:
a. Cell fission areas is an area that grows the fastest. This area lies behind the root
tip, including the root cap, and meristematic areas.
b. Cell elongation areas are areas that have long cells. The areas lie behind the
cell fission areas. Cell in the elongation areas split slower than meristematic

66

cells, but they have ability to elongate more than 9 times of the initial length of
cell. This elongation of cells has an important function the push the root tip so
the root lengths.
c. Cell differentiation areas are areas for cell ripening. The areas lie the end of
roots. In differentiation, the structure and function of cells in elongation areas
begin to be specialized.
4.
Hormone
Function
Where they are found
1. Auxin
a. Auxin
influences Auxin is synthesized in
formation of roots in the apical meristem,
cutting
such as in the stem tip
b. Auxin influences plant (bud), young leaf, and
stem to always incline flower bud.
to the direction of light
c. Auxin that cooperates
with ethylene gas can
form abscisic areas that
cause the falling of
leaves
d. Auxin influences the
formation of fruits.
2. Gibberelin
Gibberelin influence the The gibberellins are
elongation
of
stem, present
in
the
germination, also the meristems of apical
growth and development buds and roots, young
of root, petals, and fruits.
leaves, embryo
3. Cytokinin
a. Stimulates cell
Cytokinins are
division.
synthesized in roots and
b. Stimulates
then transported to
morphogenesis (shoot other plant parts
initiation/bud
formation) in tissue
culture.
c. Stimulates the growth
of lateral buds-release
of apical dominance.
d. Stimulates leaf
expansion resulting
from cell enlargement.
e. May enhance stomatal
opening in some
species.

67

f. Promotes the
conversion of
etioplasts into
chloroplasts via
stimulation of
chlorophyll synthesis.
4. Ethylene gas
a. Ethylene leads to
release of dormancy
state
b. It stimulates shoot and
root growth along
with differentiation

Ethylene is present in
the tissues of ripening
fruits, nodes of stems,
senescent leaves and
flowers

c. Leaf and fruit


abscission
d. Flower induction in
Bromiliad
e. The femaleness of
dioecious flowers is
stimulated
f. Flower opening is
stimulated
g. Flower and leaf
senescence
stimulation
h. Fruit ripening is
stimulated by ethylene
5. Abscisic acid
a. Stimulation of closing
of stomata
b. Inhibition of shoot
growth

Absicisic acid is found


mostly near leaves,
stems, unripe fruit

68

c. Inducing seeds for


synthesizing storage
of proteins

5. The various functions of water in plants include:


1. maintaining cell turgidity for structure and growth
2. transporting nutrients and organic compounds throughout the plant;
comprising much of the living protoplasm in the cells
3. serving as a raw material for various chemical processes, including
photosynthesis
4. through transpiration, buffering the plant against wide temperature
fluctuations.
5. For keeping humidity and helping seeds bud.

Lampiran 5
The Key of Question Cycle II

69

1. C
2. E
3. C
4. B
5. B
6. B
7. D
8. C
9. C
10. D

11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

A
A
C
D
B
C
B
E
D
D

Lampiran 6
Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Nama Sekolah

70

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Sub Materi

Hari/Tanggal

Pertemuan Ke

A. Pengantar
Kegiatan observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengamati kegiatan
pembelajaran interaktis siswa (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan). Jadi, aktvitas yang perlu diperhatikan adalah kegiatan siswa
dalam pembelajaran bukan menilai kemampuan guru atau kualitas guru dalam
melakukan pembelajaran.
B. Petunjuk : Berilah tanda cek () pada kolom yang sesuai menurut pilihan
bapak/ibu :
1 = tidak baik
2 = kurang baik
3 = cukup
4 = baik
5 = sangat baik

C. Lembar Pengamatan
No
1

Aspek Yang Diamati


Pendahuluan
a. Siswa mendengarkan tujuan
pembelajaran yang disampaikan
guru
b. Siswa memberikan

Nilai
3

71

pertanyaan/menjawab pertanyaan
guru pada kegiatan motivasi
Kegiatan Inti
a. Siswa mendengarkan pengarahan
guru
b. Siswa membentuk dalam beberapa
kelompok
c. Siswa membaca dan memahami
materi yang akan disampaikan
d. Siswa meringkas atau membuat
peta konsep mengenai materi
e. Siswa melakukan survey ke
lapangan mengenai materi
f. Siswa mempresentasikan hasil
pengamatan yang telah dilakukan
didepan kelas.
Penutup
a. Siswa menanyakan hal-hal yang
belum dipahami kepada guru
b. Siswa mendengarkan penegasan
dari guru
c. Siswa menyimpulkan materi
pelajaran
Banda Aceh, ..2012
Pengamat (Observer)

()

Lampiran 7
Lembar Observasi Kemampuan Guru
Nama Sekolah

72

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Sub Materi

Hari/Tanggal

Pertemuan Ke

A. Petunjuk : Berilah tanda cek () pada kolom yang sesuai menurut pilihan
bapak/ibu :
1 = Tidak Baik
2 = Kurang Baik
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
B. Lembar Pengamatan
No
1

Aspek Yang Diamati


Pendahuluan
a. Kemampuan guru memotivasi
siswa/menyampaikan materi
pelajaran
b. Kemampuan guru menginformasikan
tujuan pembelajaran
c. Kemampuan guru mengingatkan
siswa dengan materi sebelumnya.
Kegiatan Inti
a. Kemampuan guru menyampaikan
materi pelajaran
b. Guru memodelkan
keterampilan metode SQ4R
langkah perlangkah pada tiap
tahapnya dengan memakai
contoh materi.
1. Survey
Guru menganjurkan siswa
melakukan
survey(memeriksa) panjang
teks, judul, bagian, istilah ,
kata kunci pada materi

Nilai
2
3

73

pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan dengan
menggunakan pensil,kertas
atau stabilo lebih dari satu
warna.
2. Question (bertanya)
Pada langkah kedua, guru
memberi petunjuk atau
contoh pertanyaan yang
jelas, singkat, relevan
dengan bagian-bagian teks
yang telah ditandai dengan
stabilo. Jumlah pertanyaan
bergantung pada
kemampuan siswa dalam
memahami teks yang
dipelajari. Pertanyaan dibuat
dalam bahasa Inggris guna
untuk melath siswa dalam
membuat pertanyaan dalam
bahasa Inggris.
3. Read (membaca)
Langkah ketiga, guru
menyuruh siswa membaca
materi pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan serta aktif dalam
mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang
telah disusun.
4. Recite( mengkomunikasikan
setiap jawaban yang telah
ditemukan) Pada langkah
keempat guru menyuruh
siswa menyebutkan lagi
jawaban atas pertanyaan
yang telah disusun dalam
bahasa Inggris, guru melatih
siswa dalam pertanyaan-

74

pertanyaan untuk tidak


membuka buku atau catatan
yang telah dibuat, jika
pertanyaan tidak terjawab
siswa tetap melanjutkan
pertanyaan selanjutnya.
Demikian seterusnya hingga
seluruh
pertanyaan dapat
diselesaikan
5. Record (menandai)
Pada langkah kelima guru
menyuruh siswa untuk menandai
atau menggarisbawahi dan membuat
catatan kecil. Menggarisbawahi kata
kunci biasanya akan membuat kita
mengingat hal-hal penting dalam
pikiran, sedangkan membuat catatan
kecil akan memberikan gambaran
mengenai materi pertumbuhan dan
perkembangan pada tumbuhan.
6. Review (mengulang)
Pada langkah terakhir siswa
diminta untuk membaca
catatan singkat (intisari)
yang telah dibuat,
mengulang kembali seluruh
isi bacaan bila perlu
meninjau ulang seluruh
pertanyaan dan jawaban
secara singkat.
Penutup
a. Kemampuan guru menegaskan halhal penting yang berkaitan dengan
pembelajaran
b. Kemampuan guru mengarahkan
siswa untuk menarik kesimpulan
c. Siswa dibawah bimbingan
guru, melakukan
keterampilan metode SQ4R
dengan mengerjakan lembar

75

4
5

kerja siswa
Kemampuan guru mengelola waktu
Suasana kelas
a. Antusias siswa
b. Antusias guru

i. Saran dan Komentar Pengamat/Observer

..
Banda Aceh, ..2012
Pengamat (Observer)

()

76

Lampiran 8
Tabel 4.2 Hasil Belajar Siswa Siklus Pertama
No

Nama Siswa

Nilai

(1)

(2)

(3)

Keterangan
(KKM 75)
(4)

Al Qadri Simah ATE

76

Tuntas

Aris Wahyudi

70

Tidak Tuntas

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Cut Radita Milati


Desy Mulyasari
Devi Andita Pratiwi
Farahdila Aulia
Fikha Fadlina
Friska Utari
Gita Phonnasari Jasman
Ibnu Khaldun Setiawan
Ika Novi Yanti
M. Hanifan Lutfi
Muhammad Firdaus
Muhammad Rifqi
Munaliza
Mutia D.N Ishak
Naufal Kamal
Putri Afriani
Putri Aulia Lainufar
Rafi Hidayat
Rafika Febrina Agustin
Rahmat Arief
Raudhah Farah Dilla
Rima Oktarini

72
76
75
72
70
82
79
72
82
80
76
82
77
72
76
85
79
78
77
70
80
72

Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas

77

25
26
27
28
29
30

Safira Atikah
80
Tuntas
Shitti Dhella Errianda
84
Tuntas
Siti Zahrina Fakhrana
85
Tuntas
Sri Cici Desmita
70
Tidak Tuntas
Zakia Rukmana Rasauki
85
Tuntas
Zulfa Yulia
70
Tidak Tuntas
Rata-Rata
76,8
Tuntas
Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

Lampiran 9
Tabel 4.3 Hasil Data Observasi Kegiatan Siswa
No

Aspek Yang Diamati

Pendahuluan
a. Siswa mendengarkan tujuan
pembelajaran yang
disampaikan guru
b. Siswa memberikan
pertanyaan/menjawab
pertanyaan guru pada kegiatan
motivasi
Kegiatan Inti
a. Siswa mendengarkan
pengarahan guru

Nilai

4
3

4
4

Keterangan

Baik
Cukup

Baik
Baik

78

b. Siswa membentuk dalam


3
Cukup
beberapa kelompok
c. Siswa melakukan
survey(memeriksa)
2
Kurang
panjang teks, judul,
bagian, istilah , kata
kunci pada materi
3
Cukup
pertumbuhan dan
4
Baik
perkembangan pada
2
Kurang
baik
tumbuhan dengan
menggunakan
pensil,kertas atau
stabilo lebih dari satu
warna.
d. Siswa membuat beberapa
pertanyaan dalam bahasa
Inggris yang berhubungan
dengan materi pertumbuhan
dan perkembangan pada
tumbuhan.
e. Siswa membaca dan
memahami materi yang akan
disampaikan
f. Siswa meringkas atau
membuat peta konsep
mengenai materi
g. Siswa melakukan presentasi
dalam bahasa Inggris terhadap
ringkasan yang telah dibuat.
3
Penutup
a. Siswa menanyakan hal-hal
yang belum dipahami kepada
guru
4
Baik
b. Siswa mendengarkan
penegasan dari guru
4
Baik
c. Siswa
2
Kurang Baik
menyimpulkan/mengulang
kembali materi pelajaran
dalam bahasa Inggris.
Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

79

Lampiran 10
Tabel 4.4 Hasil Data Observasi Kegiatan Guru
No
Aspek yang diamati
1
Pendahuluan
a. Kemampuan guru
memotivasi
siswa/menyampaikan
materi pelajaran
b. Kemampuan guru

Nilai

Keterangan

Baik

Kurang Baik

Baik

80

menginformasikan
tujuan pembelajaran
dalam bahasa Inggris
c. Kemampuan guru
mengingatkan siswa
dengan materi
sebelumnya.
Kegiatan Inti
a. Kemampuan guru
menyampaikan materi
pelajaran
b. Guru memodelkan
keterampilan metode
SQ4R dengan langkahlangkah pada tiap
tahapnya dengan
materi pertumbuhan
dan perkembangan
pada tumbuhan.
1. Survey
Kemampuan guru
dalam menganjurkan
siswa untuk melakukan
survey (memeriksa)
panjang teks, judul,
bagian, istilah , kata
kunci pada materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan dengan
menggunakan
pensil,kertas atau
stabilo lebih dari satu
warna.
2. Question (bertanya)
Pada langkah kedua,
kemampuan guru
memberi petunjuk atau
contoh pertanyaan
yang jelas, singkat,
relevan dengan

Baik

Baik

Kurang Baik

Baik

Baik

Baik

Kurang Baik

81

bagian-bagian teks
yang telah ditandai
dengan stabilo. Jumlah
pertanyaan bergantung
pada kemampuan
siswa dalam
memahami teks yang
dipelajari. Pertanyaan
dibuat dalam bahasa
Inggris guna untuk
melath siswa dalam
membuat pertanyaan
dalam bahasa Inggris.
3. Read (membaca)
Langkah ketiga,
kemampuan guru
menyuruh siswa
membaca materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan serta aktif
dalam mencari
jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan
yang telah disusun.
4. Recite( mengkomunika
sikan setiap jawaban
yang telah ditemukan).
Pada langkah keempat,
kemampuan guru
pada saat menyuruh
siswa menyebutkan
lagi jawaban atas
pertanyaan yang telah
disusun dalam bahasa
Inggris.
5. Record (menandai)
Pada langkah kelima,
kemampuan guru
menyuruh siswa untuk

82

menandai atau
menggarisbawahi dan
membuat catatan kecil
mengenai materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan.
6. Review (mengulang)
Pada langkah terakhir,
kemampuan guru pada
saat meminta siswa
untuk membaca
catatan singkat
(intisari) yang telah
dibuat.
Penutup
a. Kemampuan guru
2
Kurang Baik
menegaskan hal-hal
4
Baik
penting yang berkaitan
3
dengan pembelajaran
b. Kemampuan guru
mengarahkan siswa
untuk menarik
kesimpulan
Kemampuan guru mengelola
2
Kurang Baik
4
waktu
Suasana kelas
5
a. Antusias siswa
4
Baik
b. Antusias guru
4
Baik
Sumber: Data Primer di SMA LAB SCHOOL Banda Aceh (data diolah) tahun 2012

83

Lampiran 11
Tabel 4.5 Hasil Belajar Siswa Siklus Kedua
No

Nama Siswa

Nilai

(1)

(2)

(3)

Keterangan
(KKM 75)
(4)

Al Qadri Simah ATE

85

Tuntas

Aris Wahyudi

75

Tuntas

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Cut Radita Milati


Desy Mulyasari
Devi Andita Pratiwi
Farahdila Aulia
Fikha Fadlina
Friska Utari
Gita Phonnasari Jasman
Ibnu Khaldun Setiawan
Ika Novi Yanti
M. Hanifan Lutfi
Muhammad Firdaus
Muhammad Rifqi
Munaliza
Mutia D.N Ishak
Naufal Kamal
Putri Afriani
Putri Aulia Lainufar
Rafi Hidayat
Rafika Febrina Agustin
Rahmat Arief
Raudhah Farah Dilla
Rima Oktarini

80
80
80
75
90
75
80
80
65
75
80
75
80
80
65
85
85
80
80
75
60
80

Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas
Tuntas

84

25
26
27
28
29
30

Safira Atikah
80
Tuntas
Shitti Dhella Errianda
85
Tuntas
Siti Zahrina Fakhrana
80
Tuntas
Sri Cici Desmita
80
Tuntas
Zakia Rukmana Rasauki
70
Tidak Tuntas
Zulfa Yulia
80
Tuntas
Rata-Rata
78
Tuntas
Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

Lampiran 12

85

Tabel 4.6 Hasil Data Observasi Kegiatan Siswa


No
Aspek Yang Diamati
Nilai
1
Pendahuluan
a. Siswa mendengarkan tujuan
pembelajaran yang
disampaikan guru
4
b. Siswa memberikan
4
pertanyaan/menjawab
pertanyaan guru pada
kegiatan motivasi
2
Kegiatan Inti
5
a. Siswa mendengarkan
4
pengarahan guru
b. Siswa membentuk dalam
4
beberapa kelompok
c. Siswa melakukan
survey(memeriksa)
panjang teks, judul,
4
bagian, istilah , kata
kunci pada materi
5
pertumbuhan dan
4
perkembangan pada
tumbuhan dengan
4
menggunakan
pensil,kertas atau
stabilo lebih dari satu
warna.
d. Siswa membuat beberapa
pertanyaan dalam bahasa
Inggris yang berhubungan
dengan materi pertumbuhan
dan perkembangan pada
tumbuhan.
e. Siswa membaca dan
memahami materi yang akan
disampaikan
f. Siswa meringkas atau
membuat peta konsep
mengenai materi
g. Siswa melakukan presentasi
dalam bahasa Inggris terhadap

Keterangan

Baik
Baik

Sangat Baik
Baik
Baik

Baik
Sangat Baik
Baik
Baik

86

percobaan yang telah


dilakukan.

Penutup
a. Siswa menanyakan halhal yang belum dipahami
kepada guru
4
Baik
b. Siswa mendengarkan
penegasan dari guru
4
Baik
c. Siswa
4
Baik
menyimpulkan/mengulan
g kembali materi
pelajaran dalam bahasa
Inggris.
Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

87

Lampiran 13
Tabel 4.7 Hasil Data Observasi Kegiatan Guru
No
Aspek yang diamati
Pendahuluan
a. Kemampuan guru
memotivasi
siswa/menyampaikan materi
pelajaran
b. Kemampuan guru
1
menginformasikan tujuan
pembelajaran dalam bahasa
Inggris
c. Kemampuan guru
mengingatkan siswa dengan
materi sebelumnya.
2
Kegiatan Inti
a. Kemampuan guru
menyampaikan materi
pelajaran
b. Kemampuan guru
memodelkan
keterampilan metode
SQ4R dengan langkahlangkah pada tiap
tahapnya mengenai
materi pertumbuhan
dan perkembangan
pada tumbuhan.
1. Survey
Kemampuan guru
dalam menganjurkan

Nilai

Keterangan

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Sangat Baik

88

siswa untuk melakukan


survey(memeriksa)
panjang teks, judul,
bagian, istilah , kata
kunci pada materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan dengan
menggunakan
pensil,kertas atau
stabilo lebih dari satu
warna.
2. Question (bertanya)
Pada langkah kedua,
kemampuan guru
memberi petunjuk atau
contoh pertanyaan
yang jelas, singkat,
relevan dengan bagianbagian teks yang telah
ditandai dengan
stabilo. Jumlah
pertanyaan bergantung
pada kemampuan
siswa dalam
memahami teks yang
dipelajari. Pertanyaan
dibuat dalam bahasa
Inggris guna untuk
melath siswa dalam
membuat pertanyaan
dalam bahasa Inggris.
3. Read (membaca)
Langkah ketiga,
kemampuan guru
menyuruh siswa
membaca materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada

Baik

Baik

Sangat Baik

Baik

89

tumbuhan serta aktif


dalam mencari
jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan
yang telah disusun.
4. Recite( mengkomunika
sikan setiap jawaban
yang telah ditemukan).
Pada langkah keempat,
kemampuan guru
pada saat menyuruh
siswa menyebutkan
lagi jawaban atas
pertanyaan yang telah
disusun dalam bahasa
Inggris.
5. Record (menandai)
Pada langkah kelima,
kemampuan guru
menyuruh siswa untuk
menandai atau
menggarisbawahi dan
membuat catatan kecil
mengenai materi
pertumbuhan dan
perkembangan pada
tumbuhan.
6. Review (mengulang)
Pada langkah terakhir,
kemampuan guru pada
saat meminta siswa
untuk membaca
catatan singkat
(intisari) yang telah
dibuat.
Penutup
a. Kemampuan guru
menegaskan hal-hal penting
yang berkaitan dengan
pembelajaran
b. Kemampuan guru

Baik

Baik

90

mengarahkan siswa untuk


menarik kesimpulan
Kemampuan guru mengelola
waktu
Suasana kelas

Baik

5
4

Sangat Baik
Baik

a. Antusias siswa
b. Antusias guru
Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

Lampiran 14
Tabel 4.8 Perhitungan Selisih Nilai pada siklus I dan siklus II
Nama Siswa

Al Qadri Simah ATE


Aris Wahyudi
Cut Radita Milati
Desi Mulyasari
Devi Andista Pratiwi
Farahdila Aulia
Fikha Fadlina
Friska Utari
Gita Phonnasari Jasman
Ibnu Khaldun Setiawan
Ika Novi Yanti
M. Hanifan Lutfi
Muhammad Firdaus
Muhammad Rifqi
Munaliza
Mutia D.N Ishak

Nilai
Siklus I
(X)

Nilai Siklus
II (Y)

Gain (d)

Xd (d-Md)

X2d

76
70
72
76
75
72
70
82
79
72
82
80
76
82
77
72

85
75
80
80
80
75
90
75
80
80
65
75
80
75
80
80

9
5
8
4
5
3
20
7
1
8
17
5
4
7
3
8

1,5
-2,5
0.5
-3,5
-2,5
-4,5
12,5
-0,5
-6,5
0,5
9,5
-2,5
-3,5
-0,5
-4,5
0,5

2,25
6,25
0,25
12,25
6,25
20,25
156,25
0,25
42,25
0,25
90,25
6,25
12,25
0,25
20,25
0,25

91

Naufal Kamal
Putri Afriani
Putri Aulia Lainufar
Rafi Hidayat
Rafika Febrina Agustin
Rahmat Arief
Raudhah Farah Dilla
Rima Oktarini
Safira Atikah
Shitti Della Arianda
Siti Zahrina Fakhrana
Sri Cici Desmita
Zakia Rukmana Rasauki
Zulfa Yulia
Rata-rata

76
85
79
78
77
70
80
72
80
84
85
70
85
70
X1=76,8

65
70
85
80
80
75
60
80
80
85
80
80
70
80
X2=78

11
15
6
2
3
5
20
8
0
1
5
10
15
10
d= 225

3,5
7,5
-1,5
-5,5
-4,5
-2,5
12,5
0,5
-7,5
-6,5
-2,5
2,5
7,5
2,5
2,5

12,25
56,25
2,25
30,25
20,25
6,25
156,25
0,25
56,25
42,25
6,25
6,25
56,25
6,25
833,5

Sumber : Data primer di SMA LAB SCHOOL UNSYIAH (data diolah) tahun 2012

Md

d
N

225
30

= 7,5

Setelah data terkumpulkan, kemudian data diolah dengan menggunakan


rumus t-test untuk melihat signifikasi uji yang dilakukan.
Rumus t-test
Md

t=

t=

7,5
83 3 ,5
30 ( 30-1 )

t=

7,5
833,5
30 ( 29 )

t=

7,5
833,5
870

t=

7,5
0,985

x2 d
N ( N 1 )

t = 7,61

92

Selanjutnya untuk menghitung t tabel pada taraf signifikan 5%, terlebih


dahulu ditetapkan derajat kebebasan (db) dengan rumus :
Db = N-1
= 30-1 = 29
Dengan db = 29, harga ttabel pada taraf signifikan 5% sebesar 1,70