Anda di halaman 1dari 59

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Undang-undang

Kesehatan

Nomor

36

Tahun

2009,

menyatakan

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,


dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber
daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.
Kemudian menurut Undang-undang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009,
dinyatakan

bahwa

Pelayanan

Kesehatan

Paripurna

adalah

pelayanan

kesehatanyang meliputi promotif , preventif , kuratif, dan rehabilitative


Rumah Sakit sebagai salah provider pelayanan kesehatan, harus mampu
memberikan pelayanan kesehatan dengan karakter :
a. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan;
b. memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien,
masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya
manusia di rumah sakit;
c. meningkatkan mutu dan mempertahankan standar
pelayanan rumah sakit; dan
d. memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat,sumber daya
manusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.
Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu pola perencanaan terpadu
sebagai bagian dari proses manajemen stratejik yang dapat memberi
arah

bagi

sebuah

Perencanaan

yang

entitas dalam
disusun

mencapai

dimaksudkan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

tujuan

untuk

organisasinya.

mencapai

tujuan
1

organisasi yang telah ditetapkan melalui suatu perumusan strategi


tertentu. Perumusan strategi yang berupa visi, misi, tujuan dan sasaran
tersebut bersifat permanen dan jangka panjang antara 5 sampai 20
tahun. Untuk menentukan bagaimana perumusan strategi dicapai
diperlukan strategi yang lebih operasional berupa program dan kegiatan
yang akan dilaksanakan serta jumlah alokasi sumber daya yang akan
dibutuhkan. Untuk menentukan alternatif strategi opersional, harus
dilakukan melalui proses sistematis yang memiliki prosedur yang jelas.
Hal tersebut tidak terlepas dari faktor internal organisasi berupa
kekuatan dan kelemahannya serta adanya faktor eksternal berupa
ancaman dan peluang.
Perlunya pembentukan Rencana Strategis Bisnis (RSB)diatur dalam PP
23/2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan BLU dalam pasal 4 (4) dan
sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 61 Tahun 2007 pasal 11
diuraikan tentang Persyaratan administratif terpenuhi apabila instansi
pemerintah Badan Layanan Umum Daerah

yang bersangkutan dapat

menyajikan seluruh dokumen berikut:


a.

pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja pelayanan,


keuangan, dan manfaat bagi masyarakat;

b.

pola tata kelola;

c.

rencana strategis bisnis;

d.

laporan keuangan pokok;

e.

standar pelayanan minimum; dan

f.

laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit


secara independen.

Dalam pola pengelolaan keuangan BLU sesuai Peraturan Pemerintah


Nomor 23 tahun 2005 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 61 Tahun
2007 tentang BLUD, rumah sakit diberikan beberapa keleluasaan atau
fleksibilitas. Namun sebagai pengimbangnya, rumah sakit dikendalikan
secara

ketat

dalam

perencanaan,

penganggaran

dan

pertanggungjawabannya.
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Mengingat

hal-hal

tersebut

maka

RSUD

Kabupaten

Sumedang

menyusun Rencana Strategis Bisnis untuk mencapai visi misi dan


tujuannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005
dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 61 Tahun 2007.
Perbup No 47 tahun 2009,RSUD. Sumedang, telah ditetapkan menjadi
Badan layanan Umum Daerah (BLUD), dimana sesuai dengan PERMENDAGRI
Nomor 61, Tahun 2007, tentang Badan Layanan Umum Daerah diwajibkan
membuat Rencana Strategi Bisnis, tahun 2014 2018 dan RSUD Sumedang telah
menetapkan

VISI

:Terwujudnya

Pelayanan

RSU

Daerah

Kabupaten

Sumedang yang efektif, maju, agamis dan sejahtera tahun 2018.


Dengan demikian RSB ini akan menjadi pedoman bagi seluruh rangkaian
program dan kegiatan serta road map bagi pengawasan, pengendalian dan evaluasi
dalam upaya melaksanakan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit sebagai Satuan
Kerja perangkat daerah pada Bidang Kesehatan.

1.2. MAKSUD DAN TUJUAN


Penyusunan

Rencana Srategis Bisnis RSUD

Kabupaten

Sumedang

bertujuan :
1) Untuk

memenuhi

salah

satu

persyaratan

administratif

Pola

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum berdasarkan PP 23


tahun 2005 pasal 4 ayat (4) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No
61 Tahun 2007.
2) Mengarahkan kebijakan alokasi sumberdaya rumah sakit untuk
mewujudkan visi organisasi.
3) Sebagai pedoman, landasan dan referensi dalam menetapkan skala
prioritas Rencana Bisnis Anggaran tahunan. Hal tersebut berdasar
pada

PP

23/2005

tentang

Pola

Pengelolaan

Keuangan

BLU

disebutkan dalam hal Perencanaan dan Penganggaran sesuai pasal


10:
(1)

BLU menyusun Rencana Strategis Bisnis lima tahunan dengan


mengacu

kepada

Rencana

Strategis

Kementerian

Negara/Lembaga (Renstra-KL) atau Rencana Pembangunan


Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

(2)

BLU menyusun RBA tahunan dengan mengacu kepada Rencana


Strategis Bisnis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal ini berpengertian bahwa prinsip dasar pengusunan RSB
mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah Kabupaten Sumedang, hal tersebut tampak dalam
program dan kegiatannya.

4) Sesuai Permendagri 61 Tahun 2007 pasal 11 Rencana Strategis


Bisnis merupakan rencana strategi dan gambaran program lima
tahunan yang harus ada di RSUD yang menerapkan PPK-BLUD;
dimana:
(1)

Rencana strategis bisnis merupakan rencana straegis lima


tahunan

yang

misi,program

mencakup,
strategis,

antara

lain

pengukuran

pernyataan

pencapaian

visi,

kinerja,

rencana pencapaian lima tahunan dan proyeksi keuangan lima


tahunan RSUD,
(2)

Rencana pencapaian lima tahuanan sebagaimana dimaksud


diatas

merupakan

gambaran

program

lima

tahunan,

pembiayaan lima tahunan, penanggung jawab program dan


prosedur pelaksanaan program.
5) Sebagai alat pengendalian organisasi.

2. Konsepsi Dasar
Pengertian RSB diuraikan dalam PP 23/2005 tentang Pola Pengelolaan
Keuangan BLU pada Penjelasan pasal 4 ayat (4) huruf c dan Permendagri
No 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa Rencana Strategis Bisnis mencakup
antara lain pernyataan visi, misi, program strategis, dan pengukuran
pencapaian kinerja.
Pengelolaan keuangan dan non keuangan pada entitas bisnis merupakan
sebuah siklus yang terus berlangsung dalam organisasi. Siklus tersebut
diawali dengan aktivitas perencanaan, pengukuran, evaluasi, dan
pelaporan
berikutnya.
menuntut

yang

akan

Pengelolaan
kecermatan,

dijadikan

umpan

pelayanan
keakuratan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

balik

kesehatan
dan

untuk

perencanaan

pada

rumah

kecepatan

sakit

pengambilan
4

keputusan karena menyangkut kepentingan hidup matinya pelanggan.


Oleh karena itu perencanaan Rumah Sakit memiliki fleksibilitas dan
elastisitas relative tinggi yang mensyaratkan pemenuhan implementasi
siklus tersebut dalam pelaksanaan pengelolaan kinerjanya. Konsepsi
Dasar penyusunan Rencana Strategis Bisnis RSUD Dr R Sosodoro
Djatikoesoemo dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

3. Metodologi
Rencana Strategis Bisnis RSUD Kabupaten Sumedang disusun dengan
memanfaatkan

dokumen-dokumen

yang

tersedia,

pengamatan,

wawancara dan menyebarkan formulir-formulir pengumpulan data yang


dilakukan oleh Tim

RSUD Kabupaten Sumedang, terdiri dari seluruh

komponen yang memiliki kompetensi perencanaan. Seluruh isi materi


Rencana Strategis Bisnis RSUD Kabupaten Sumedang telah ditelaah dan
dibahas secara transparan dengan menggunakan kaidah-kaidah profesi
yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab dari Tim Penyusun RSB.
Adapun metode penyusunan Rencana Strategis Bisnis RSUD Kabupaten
Sumedang dengan menggunakan Balanced Score Card. Metode ini
secara komprehensif melihat seluruh perspektif dalam merumuskan
strategi RSUD Kabupaten Sumedang yaitu meliputi:

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

1)

Perspektif Pelanggan/stakeholder,

2)

Perspektif Proses Bisnis Internal, dan

3)

Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran.

4)

Perspektif Keuangan,
Rencana Strategis Bisnisdisusun sebagai Pedoman dalam penyusunan,
pelaksanaan,

pengendalian,

evaluasi

pelaksnakan

program-program

dan

kegiatan-kegiatan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Rumah


Sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat
Dari aspek kepentingan teknis organisasi/institusi, maka dibuatnya suatu
perencanaan strategis mempunyai bertujuan, :
1. Sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten Sumedang
2. Sebagai alat kontrol dan kendali atas pelaksanaan anggaran (pendapatan
dan Belanja)
3. Sebagai pedoman menilai ketepatan sasaran dan keberhasilan program
4. Sebagai salah instrumen penilaian kinerja organisasi.

4. LANDASAN HUKUM
Rencana Strategis Bisnis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang, disusun dengan berlandaskan :
a.

Landasan Idiil, yaitu Pancasila;

b.

Landaan Konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar 1945

c.

Landasan Operasional, yaitu :


-

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah


Kabupaten Dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Tanggal 8 Agustus
1950);

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian


(Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43
Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3890);

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran


Negara Tahun 1992 Nomor 100 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4395);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4437);

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan


antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor
126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

Undang-undang nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan

Undang-undang Nomor 44 tahun 2009, tentang Rumah Sakit

Undang-undang Nomor 40 tahun 2004, tentang Sistem Jaminan social


Nasional (SJSN)

Undang-undang nomor 24 tahun 2011, tentang Badan Penyelenggara


Jaminan social ( BPJS) kesehatan

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan


Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran
Negara Tahun 2000 Nomor 54);

Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi


Perangkat Daerah (lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 165);

Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan


Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 197);

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan


Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198);

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan


Badan Layanan Umum;

Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan


dan Pengelolaan Rumah Sakit Daerah;

Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Tata


Cara dan teknik Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten
Sumedang (lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 1 Seri D1);

Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 48 Tahun 2000 tentang


Kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun
2000 Nomor 55 Seri D.42);

Peraturan Daerah Nomor 49 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Organisasi


Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2001
Nomor 6 Seri D.5);

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2000 tentang Dana Perimbangan;

Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan


pertanggungjawaban Keuangan Daerah;

Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 tentang Pinjaman Daerah;

Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 10 Tahun 2001 tentang


Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang (lembaran Daerah Tahun 2001 Nomor 85 Seri D.82);

Keputusan Menteri Kesehatan No. 68/Menkes/SK/II/1987 tentang Pola Tarif


Rumah Sakit Pemerintah;

Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 92 tahun 1993 tentang Penetapan serta
Pertanggungjawaban Keuangan Unit Swadana Daerah;

Peraturan Daerah No. 22 tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Peraturan


Daerah Kabupaten Sumedang No. 13 tahun 2000 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Unit Swadana Daerah
Kabupaten Sumedang;

Undang-Undang No. 18 tahun 1997 tentang Pajak Derah dan Retribusi


Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 No. 41, Tambahan Lembaran Negara
No. 3685), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 34 tahun
2000 (lembaran Negara tahun 2000 No. 246, Tambahan Lembaran Negara
No. 4048);

Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan negara yang


bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (Lembaran Negara tahun
1999 No. 75, tambahan Lembaran Negara No. 3851);

Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 582/Menkes/SK/VII/1997 tentang


Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah;

Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 tahun 2002, tentang Pedoman


Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah Serta
Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,
Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan


Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Dekonsentrasi

dan

Tugas Pembantuan (Lembaga Negara Tahun 2000 Nomor 203, Tambahan


Lembaran Negara Nomor 403);

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan


(Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4547);

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan


Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4578);

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan


Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman


Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;

Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan


Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah di ubah
dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004;

Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan


Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Sebagaimana telah diubah beberapa
kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006;

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 1501/MENKES/SK/X/2003 Tentang


Peningkatan Kelas Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman


Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006;

Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 92 tahun 1993 tentang Penetapan serta
Pertanggungjawaban Keuangan Unit Swadana Daerah;

Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 582/Menkes/SK/VII/1997 tentang


Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah;

Keputusan Menteri Kesehatan RI No.: 1501/MENKES/SK/X/2003 tentang


Peningkatan Kelas Unit Swadana Daerah Kabupaten Sumedang kelas B
Non Pendidikan.

Peraturan Daerah Nomor 48 Tahun 2000 tentang Rencana Strategis


Kabupaten Sumedang Tahun 2003 2008;

Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pembentukan Organisasi


Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2006
Nomor 6 seri D);

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pembentukan Organisasi


Perangkat Daerah Kabupaten Sumedang (Lembaran Daerah Tahun 2006
Nomor 6 seri D);

Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Lembaga


Teknis Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang;

Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Lembaga Teknis Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang;
Keputusan Presiden No. 38 tahun 1991 tentang Unit Swadana dan Tata Cara
Pengelolaan Keuangannya;

Peraturan Daerah No. 22 tahun 2003 tentang Perubahan Pertama Peraturan


Daerah Kabupaten Sumedang No. 13 tahun 2000 tentang Retribusi
Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Umum

Daerah Kabupaten

Sumedang;
-

Keputusan Bupati Sumedang Nomor : 445/Kep.270-RSUD/2003 Tentang


Peningkatan Kelas Rumah Sakit Umum Kelas B Non Pendidikan.

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumedang
tahun 2005-2025.

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 8 Tahun 2008 tentang Standar Biaya dan
Harga Satuan Belanja Daerah Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2008.

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Uraian Tugas


Jabatan Struktural pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang;

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit


Umum Daerah Kabupaten Sumedang sebagai Badan Layanan Umum
Daerah.

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 61 Tahun 2013 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi 2014-2018;

Peraturan Bupati Sumedang Nomor 73 Tahun 2013 tentang Perubahan atas


Peraturan Bupati Sumedang Nomor 29 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2014;

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

10

BAB II
PROFIL RSUD KAB. SUMEDANG

1.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten


Sumedang
Pelayanan kesehatan di kabupaten Sumedang sebelum tahun
1920 ditangani oleh dokter zending yang bernama dr. Lemenia. Tempat
pengobatannya di jalan raya

yang sekarang bernama Jalan Prabu

Geusan Ulun tepatnya di Gudang Pupuk Asri. Sampai akhir tahun 1920
di Sumedang belum ada dokter pemerintah yang khusus di tugaskan
pemerintah hindia belanda, baru kurang lebih sekitar tahun 1920
sampai 1930 pemerintah hindia belanda mengirimkan dr. Joendjoenan
untuk bertugas di Sumedang.
Pada tahun 1932 di Sumedang ada garnisun tentara Hindia
Belanda, diantaranya terdapat seorang militer Belanda yang bertugas
untuk mengurus kesehatan rakyat, untuk itu maka di dalam kota
Sumedang dibangun sebuah Rumah Sakit yang kemudian dikenal
sebagai Rumah Sakit Sederhana yang dicat hitam (Bhs Sunda =
Hideung) sehingga Rumah Sakit ini kemudian dikenal sebagai Rumah
Sakit Hideung yang bertempat di Ciuyah (sekarang Jl. R.A. Kartini).
Disamping adanya Rumah Sakit Hideung, adapula barak cacar yang
bertempat

di

Cipameungpeuk

(sekarang

dipakai

terminal),

menggunakan tanah dan bangunan milik kesehatan. Pada tahun 1932


Garnisum Tentara Hindia Belanda dibubarkan dan dokter militernya pun
dipindahkan, setelah itu kesehatan di daerah Sumedang hanya dijabat
oleh seorang Mantri (yaitu Mantri Aan) dibantu oleh seorang pembantu
yang mengurus poli klinik, sedangkan

perawatan di Rumah Sakit

Hideung ditiadakan. Sejak itu didatangkan seorang dokter dari


Bandung yaitu dokter Gadroen yang datang seminggu 2 x yaitu pada
hari Selasa dan hari Sabtu, selain mengunjungi Rumah Sakit
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

juga
11

mengunjungi poliklinik yang berada di Situraja, Darmaraja, Legok dan


Conggeang.
Pada tahun 1934 Regensehaf mengangkat dokter M. Joenaedi
sebagai dokter pembantu dan pada tahun 1935 beliau diangkat oleh
inspeksi kesehatan sebagai dokter Pemerintah diperbantukan kepada
Regensehaf Sumedang, sejak itu perawatan di rumah sakit diadakan
lagi secara sederhana dengan penambahan beberapa pegawai
sedangkan dokter Gadroen tidak didatangkan lagi ke Sumedang.
Pada tahun 1941 ditambah seorang tenaga dokter lagi yaitu dr.
Sanusi Galib semua Regensehaf merencanakan untuk mendirikan
sebuah rumah sakit di Ciuyah, tetapi hal ini tidak terwujud oleh karena
adanya kesulitan masalah keuangan.
Pada tahun 1944 sesudah tentara Jepang masuk ke Indonesia
didirikan Rumah Sakit di Sayuran (tempat Rumah Sakit sekarang) yang
didirikan dengan susah payah dimana dulunya ada Sekolah Kelas Dua,
pada saat itu Dinas Kesehatan bersatu dengan rumah sakit, tahun
1945 RS tersebut baru selesai dan sangat besar sekali bantuannya
pada saat revolusi.
Pada tahun 1947 pada waktu Tentara Belanda menyerang dan
masuk ke kota Sumedang (aksi ke I) atas perintah Militer maka RS
ditinggalkan sedangkan pegawainya mengungsi ke Situraja, selama 3
bulan RS dipergunakan untuk Asrama Tentara Belanda dan untuk
penampungan tentara yang celaka pada waktu bertempur. Setelah
tentara Belanda menguasai Situraja maka semua pegawai ditangkap
oleh Belanda dan mereka dikirim ke Sumedang, kemudian Belanda
menyerahkan RS tersebut kepada Pemerintah Indonesia yang pada
waktu itu bernama Negara Pasoendan.
Tanggal 15 Maret 1953 didirikan Kantor Dinas Kesehatan
tersendiri yang terpisah dari Rumah Sakit, maka sejak pemisahaan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

12

itulah Rumah Sakit diadakan berbagai perubahan dan perluasan lahan


dari tahun ketahun.
1.2 RSU Daerah Kabupaten Sumedang sebagai Unit Swadana (1992 s/d
2008 )
Dengan diterbitkannya Keppres No. 38 tahun 1992 tentang
penetapan RS sebagai Unit Swadana, maka dengan dasar Peraturan
Daerah Nomor 2 tahun 1993, tanggal 23 Pebruari 1993, Surat
Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 445/ 2052/POUD, tanggal 25
Mei 1993, tentang uji coba Unit Swadana Daerah Rumah Sakit Umum
Sumedang, kemudian pada tanggal 1 Juli 1993 RSU Kabupaten
Sumedang diresmikan menjadi Rumah Sakit Umum Unit Swadana
Daerah Kabupaten Sumedang.
Selama kurun waktu 2 tahun pelaksanaan Unit Swadana Daerah
banyak perubahan kinerja RS yang baik telah dicapai. Hal ini terlihat
dari :
a. Mutu pelayanan RS meningkat hal ini terlihat dari hasil survey
kepuasan pasien yang menunjukkan 98 % menyatakan Puas dan
hanya 2 % menyatakan kurang Puas.
b. Pendapatan Fungsional RS meningkat.
c. Kesejahteraan pegawai meningkat
RSU Daerah Kabupaten Sumedang diberikan kewenangan
dalam

menggunakan

memudahkan

RSU

pendapatan
Sumedang

fungsionalnya,

dalam

membiayai

sehingga
kebutuhan

operasional, pemeliharaan, pengembangan Sumber Daya Manusia


dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

13

1.3 RSU Daerah Kabupaten Sumedang sebagai Badan Layanan Umum


Daerah (BLUD)
Pada tanggal 1 April 2009 RSU Unit Swadana Daerah
Kabupaten

Sumedang

ditetapkan

sebagai

satuan

kerja

yang

menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum


Daerah (PPK-BLUD) Status Penuh berdasarkan Peraturan Bupati
Sumedang nomor 47 Tahun 2009.
Sebagai BLUD, fleksibilitas pengelolaan keuangan RSUD
Kabupaten Sumedang berupa keleluasaan untuk menerapkan praktekpraktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan
mencerdaskan

kehidupan

bangsa,

sebagai

pengecualian

dari

ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.


Penetapan status sebagai Badan Layanan Umum Daerah
memberikan legalitas untuk melaksanakan pelayanan kesehatan
secara strategis dan komprehensif, fleksibilitas pengelolaan keuangan
dan masih diperolehnya bantuan atau subsidi untuk tenaga pegawai
negeri

sipil

dan

inventasi

modal

memberikan

tantangan

bagi

manajemen untuk melakukan inovasi dan memperluas pangsa pasar


serta image bagi rumah sakit tidak hanya melayani golongan
menengah ke bawah, tetapi juga golongan menengah ke atas.
Hal tersebut diterjemahkan dengan kebijakan dari manajemen
untuk pembuatan Rencana Bisnis dan Anggaran yang lebih fokus
terhadap inovasi peningkatan pelayanan kepada pelanggan dengan
menambah pelayanan baru baik sarana fisik maupun pola layanan
dengan segmen tertentu. Pelayanan Paviliun Tandang, Haemodialisa,
EEG, Ponek, Treadmill, serta sumber daya manusia yang cukup
lengkap, lokasi rumah sakit strategis dan pola pembagian jasa
pelayanan yang terus disempurnakan.
Pengelolaan menjadi lebih kompleks, karena disatu sisi, pihak
manajemen dihadapkan pada situasi persaingan yang lebih ketat,
namun disisi lain Rumah Sakit Sumedang harus tetap menjalankan
fungsi

sosialnya.

Walaupun

demikian

BLUD

RSU

Kabupaten

Sumedang tetap menjalankan fungsi sosialnya dan tidak semata-mata


RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

14

mencari

keuntungan.

Sebagai

implementasinya,

BLUD

RSU

Kabupaten Sumedang menyediakan fasilitas yang layak untuk merawat


pasien yang dikategorikan kurang mampu 56% dari kapasitas Tempat
Tidur 310 yang tersedia saat ini.
Dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa mengacu kepada
PERATURAN BUPATI SUMEDANG Nomor 34 Tahun 2014, tentang
Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pada Badan Layanan
Umum Daerah Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumedang.

1.4 VISI, MISI, MOTTO RUMAH SAKIT


Seiring

dengan

perkembangan

masyarakat yang semakin

zaman,

khususnya

tuntutan

tinggi, kebijakan pemerintah terhadap

pasien dalam strata tertentu, serta peluang yang belum dioptimalkan,


serta Sebagai organisasi untuk menjawab tantangan di masa depan,
RSU Daerah Kabupaten Sumedang mempunyai Visi dan Misi yaitu :
1. VISI RUMAH SAKIT
Terwujudnya RSU Daerah Kabupaten Sumedang EMASdi
Tahun 2018.
2. MISI RUMAH SAKIT
Menyelenggarakan
menyempurnakan
meningkatkan

Pelayanan
manajemen

kualitas,

kapasitas,

Prima

dengan

pengelolaan

BLUD,

dan

profesionalisme

pegawai yang berbasis keimanan dan ketaqwaan


3. MOTTO RUMAH SAKIT
CERMAT (Cepat, Efisien, Ramah, Mutu, Aman, dan Tertib)
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

15

1.5 KEGIATAN BLUD RSUD KABUPATEN SUMEDANG


Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana dimaksud,
RSUD Kabupaten Sumedang menyelenggarakan fungsi:
a. Penyelenggaraan pelayanan medis dan rehabilitasi medis
b. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis dan non medis
c. Penyelenggaraan pelayanan asuhan keperawatan
d. Penyelenggaraan pelayanan rujukan
e. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan
f. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan
g. Penyelenggaraan
ketatausahaan,

pelayanan
sarana

teknis

prasarana,

administratif

kepegawaian,

umum,
pengelola

keuangan, penyusunan rencana program dan evaluasi kegiatan.

1.6 Struktur Organisasi dan Sumber Daya Manusia


Struktur

organisasi

BLUD-RSUD

Kabupaten

Sumedang

ditetapkan dengan Perda nomor 2 tahun 2010 tentang perubahan atas


Perda Nomor 8 tahun 2008 tentang pembentukan Organisasi
Perangkat Daerah tanggal 19 Februari 2010.
1.6.1 SUSUNAN DEWAN PENGAWAS, DIREKSI DAN MANAJERIAL
Susunan Dewan Pengawas RSUD Kab. Sumedang berdasarkan
Keputusan Bupati Sumedang Nomor 445/Kep.152-RSUD/2014 tanggal
03 Maret 2014 adalah sebagai berikut :
Ketua

: Inspektur Kabupaten Sumedang

Anggota

:
:

Asisten

Kab.Sumedang
Asisten
Pembangunan

Administrasi

Sekretariat
Sekretariat

Daerah
Daerah

Kab.Sumedang
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

16

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

Kepala Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan

& Aset Daerah Kab.Sumedang


: Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumedang

Sekretar
is

Sedangkan susunan Direksi BLUD-RSUD

2.1.

Direktur

: dr. H. Hilman Taufik, WS.,M.Kes

Wadir Umum & Keuangan

: drs.Cecep Suryana,MM,Pd.

Wadir Pelayanan

: dr. H. Dody Farmawan

Tugas, Fungsi, dan Struktur RSUD. Sumedang


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2
Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten
Sumedang Nomor 8 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi
Perangkat Daerah kabupaten Sumedang, Rumah Sakit Umum Daerah
mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan di bidang pelayanan
umum, upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna
dengan

mengutamakan

upaya

penyembuhan,

pemulihan

yang

dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta


pencegahan

dan

melaksanakan

upaya

rujukan.

Adapun

dalam

melaksanakan tugas sebagaimana di atas Rumah Sakit Umum Daerah


menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pelayanan di bidang medis, keperawatan dan
penunjang medis;

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

17

2. Pelaksanaan

tugas

administratif

meliputi

bidangProgram

dan

Anggaran, Keuangan, Umum dan Kepegawaian;


3. Penyelenggaraan ketatausahaan, rumah tangga dan keuangan
Rumah Sakit Umum Daerah;
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan
dengan tugas dan fungsinya;
Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang, adalah sebagai berikut :

a. Direktur;
b. Wakil Direktur Umum dan Keuangan, membawahkan :
1. Bagian Program dan Anggaran
a) Sub Bagian Program
b) Sub Bagian Anggaran
2. Bagian Keuangan
a) Sub Bagian Pendapatan
b) Sub Bagian Penata Usahaan
c) Sub Bagian Akutansi dan Verifikasi.
3. Bagian Umum,Aset dan Kepegawaian
a) Sub Bagian Umum dan Aset
b) Sub Bagian Kepegawaian.
c. Wakil Direktur Pelayanan, membawahkan :
1. Bidang Pelayanan Medis;
a) Seksi Pengendalian Mutu Pelayanan Medis
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

18

b) Seksi Klinik Medis


2. Bidang Keperawatan;
a) Seksi Asuhan Keperawatan;
b) Seksi Pengendalian Mutu Keperawatan
3. Bidang Pelayanan Penunjang Medis;
a) Seksi Pengendalian Mutu Penunjang Medis;
b) Seksi Pelayanan Penunjang Medis.
d. Instalasi;
e. Jabatan Fungsional.

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

19

Bagan Struktur Organisasi


Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang

DIREKTUR

WAKIL DIREKTUR
PELAYANAN

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL

BIDANG
PELAYANAN MEDIS

BIDANG
KEPERAWATAN

SEKSI PENGENDALIAN
MUTU PELAYANAN
MEDIS

SEKSI
KLINIK MEDIS

WAKIL DIREKTUR
UMUM & KEUANGAN

BIDANG
PENUNJANG
MEDIS

BAGIAN
PROGRAMDAN
ANGGARAN

BAGIAN
KEUANGAN

BAGIAN
UMUM,ASET DAN
KEPEGAWAIAN

SEKSI
PENGENDALIAN
MUTU
KEPERAWATAN

SEKSI
PENGENDALIAN
MUTU
PENUNJANG
MEDIS

SUBBAGIAN
PROGRAM

SUBBAGIAN
PENDAPATAN

SUBBAGIAN
UMUM DAN ASET

SEKSI
ASUHAN
KEPERAWATAN

SEKSI
PELAYANAN
PENUNJANG
MEDIS

SUBBAGIAN
ANGGARAN

SUBBAGIAN
PENATAUSAHAAN
KEUANGAN

SUBBAGIAN
AKUNTANSI DAN
VERIFIKASI

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

20

SUBBAGIAN
KEPEGAWAIAN

2.2.

Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang


Kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang didasarkan
pada sasaran/target Rencana Strategi Bisnis , Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan indikator
kinerja lainnya yang menjadi tugas dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah.
Hasil evaluasi capaian kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang periode 2009-2013, menjadi informasi utama dalam penyusunan Rencana Strategis
Bisnis 2014-2018.
Review capaian kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Sumedang tahun 2010-2013 disajikan pada tabel 2.3.

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

21

Tabel 2.3. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2010-2014
Targ
No.

Indikator Kinerja sesuai

Target

et

Target

Tugas dan Fungsi


SKPD

SPM

IKK

Indikator
Lainnya

(2)

(3)

(5)

(6)

(7)

(8)

1 : 15

1 : 15

1 : 15

(1)

Rasio dokter : Pasien

Rajal
Rasio Perawat : Pasien

Rajal
Rasio Dokter : Pasien

Gawat Darurat
Rasio Perawat : Pasien

Gawat darurat
Rasio dokter : Pasien

Rawat Inap
Rasio Perawat : Pasien

Rawat Inap
Alokasi anggaran

Pendidikan

Billing System
Penambahan Unit Bisnis

1 : 15

1 : 15

1 : 10

1: 5
1 : 15

11

Rasio TT : Jumlah

pasien Rajal

15
1:
15
1:
10
1:5
1:
15

1 : 15

1 : 15

1 : 15

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

1 : 15

1 : 15

1:12
,80

1:12,59

1:11,1
8

1:11,1
9

1:12,47

1 : 15

1 : 15

1:
-

1 : 10

1 : 10

1 : 10

1 : 10

1 : 10

1:5

1:5

1:5

1:5

1:5

1 : 15

1 : 15

1 : 15

1 : 15

1 : 15

1:5

1:5

1:5

1:5

1:5

3%

1%

1%

2%

2%

3%

100

100%

100%

100%

100%

100%

1 : 1000

1:4000

1:3750

1:3500

1:3250

1,05%

1,05%

1,05%

1,05%

5
1:
3000

1,05

1:2,984

1:3,92
8

1:4,04
2

1:3,783

3,58

1:3,43
6

1:4,69
2

Rasio Capaian pada Tahun ke2


3
4
5
(1
(16)
(17)
(18)
(20)
9)
1

0,02

0,04

0,04

0,03

0,05

0,05

0,05

0,03

0,04

0,04

0,46

0,51

0,51

58,43%

58

47,8

38,9

100

100

100

100

100

100

0,051

0,049

0,05

0,476

0,714

0,52

0,9

52

1:4,852

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

1:4

1:4

1:4

1:

1:33,2

1:41

1:40,9

1:41,8

31,2
1:5

1:5

47,88

38,86

100%

100%

100%

100%

1:300

1:4,

1:4,829

920

1:4,36
0

1:4,444

1:4,31
5

1,05

0,5

0,55%

1%

1,05%

22

58%

0,75%

0,06

0,0
7

0,03

0,0

1:5,35

4,60
2%

15

1:4,159

1:4

1:4,73

0,0

0,016

1:5

1:

0,01

0,016

1:2,

75

1:5

Penduduk
Pertumbuhan kunjungan

1:

Realisasi Capaian Tahun ke2


3
4

1:5

Baru

10

(4)

Target Renstra SKPD Tahun ke2


3
4

0,0
5
0,0
4
0,5
6
58,
9
10
0
10
0
0,4
8

0,016

0,075

0,045

0,05
0,44

0,57
58,5
100

100

0,06
1,05

12

13

Pertumbuhan rata2
kunjungan gadar
BOR

BTO

15

TOI

16

17
18

diseluruh unit pelayanan


Akreditasi Versi 2012
Emergency Respon
Time

%
<9

14

Tersedianya SOP

1,07

%
93x
1
hari
100

%
100

5 m
50

0,80%

0,95%

0,90%

1%

60-85%

60-85%

60-85%

60-85%

1,07

0,20

6085%

79,6

40-50
kali

40-50
kali

40-50
kali

40-50
kali

4050
kali

1-3 hari

1-3 hari

1-3 hari

1-3 hari

1-3
hari

1,06

100

100

100 %

100 %

100 %

100 %

80%

80%

80%

80%

80%

80%

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

93,6

0,22%

78.55

91,71

0.92%

74.41

89,19

0.27%

0.28%

77.5

92,56

80

0,85

100 %

1,05

100 %

0,83

100 %

0,20

0,23

0,85

79,97

1,1

1,08

1,02

92,73

2,08

2,03

1,98

0,95

0,706

0,566

0,7

100

100

100

100 %

80

80%

80%

80%

80%

80%

80%

5 m

5 m

5 m

5 m

5 m

1 m

1 m

1 m

19

Waktu tunggu Poli klinik

20

GDR

0,42

0,43

0,47

0,41

0,42

0,21

0,23

0,23

21

NDR

1%

1%

1%

1%

1%

1%

0,57

0,56

0,52

0,41

0,41

0,57

0,56

0,52

22

RujukPasien RANAP

1%

0,8
4
1,0
6
2,0
3
0,5
5

1,00

1,10

2,06

0,63

10
0
%
80
%
1
m

100 %

80%
1 m

0,2
3
0,4
1
-

0,21
0,41
-

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah


Kabupaten Sumedang
Anggaran pada Tahun KeNO

2012
1

Rasio Realisasi dan


anggaran tahun ke-

Realisasi Anggaran pada Tahun ke

Uraian

2
Penyediaan jasa surat menyurat

3
4,200,000

2013

2014

2,400,000.0

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

2012

2013

2014

2012

6
1,367,945.00

1,883,500.0

23

Rata2 Pertumbuhan

2013

2014

10

11

32.57

78.48

Anggara
n
1.500.150

Realisasi

Penyediaan jasa komunikasi,


sumber daya air, dan listrik
Penyediaan jasa peralatan dan
perlengkapan kantor
Penyediaan jasa pemeliharaan dan
perizinan kendaraan
dinas/operasional
Penyediaan jasa administrasi
Keuangan

.00

1,428,514,000
.00

1,543,506,000.0
0

7,000,000
.00

,00

1,224,169,623.00

1,421,509,925.0
0

85.7

92.1

8,000,000.0
0

2,492,000.00

3,222,000.0
0

35.6

40.28

5,730,000
.00

14,409,000.0
0

5,481,000.00

6,223,500.0
0

95.65

43.19

525,291,600
.00
1,146,138,180
.00
433,365,750
.00
524,426,600
.00

489,576,600.0
0
100,383,000.0
0
329,525,000.0
0
540,883,699.0
0

77.2

76.14

98.32

100

50.14

94.7

66.76

98.51

Penyediaan komponen instalasi


listrik/penerangan bangunan kantor

74,600,000
.00

28,700,000.0
0

60,916,350.00

20,230,375.0
0

81.66

70.49

Penyediaan bahan bacaan dan


peraturan perundang-undangan

31,345,000
.00

31,345,000.0
0

11,300,000.00

15,963,000.0
0

36.05

50.93

5,311,958,178
.00
302,505,000
.00

5,937,693,604.0
0
321,190,000.0
0

94.08

95.18

71.91

87.84

2,044,757,500
.00

3,836,750,000.0
0

2,000,989,100.00

3,785,227,395.0
0

97.86

98.66

453,152,550
.00

37,931,100.0
0

439,138,000.00

37,931,100.0
0

96.91

100

173,900,000
.00

289,525,000.0
0

106,078,500.00

279,984,000.0
0

61

96.7

237,775,000.0
0

180,684,575.0
0

75.99

569,825,000.0
0

92.32

14,825,000.00

95.59

714,900,000
.00

1,148,653,000.0
0

548,725,915.00

644,965,000
.00

388,580,000.0
0

30,000,000
.00

Penyediaan jasa kebersihan kantor


Penyediaan Alat Tulis Kantor
Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan

Penyediaan makanan dan minuman


Rapat-rapat koordinasi dan
konsultasi ke luar daerah
Penyediaan jasa tenaga pendukung
administrasi/teknis perkantor
Penyediaan jasa pengamanan
kantor
Penyediaan publikasi, dekorasi dan
dokumentasi
Penyediaan peralatan dan
perlengkapan rumah tangga
Pengadaan Kendaraan
Dinas/Operasional
Penataan Halaman Kantor
Pemeliharaan rutin/berkala gedung
kantor
Pemeliharaan rutin/berkala
kendaraan dinas/operasional
Penyediaan jasa sewa kantor/rumah
dinas/komputer
Pemeliharaan rutin/berkala
perlengkapan kantor
Rehabilitasi sedang/berat gedung
kantor

405,523,232.00
1,126,891,250.00
217,272,808.00
350,112,120.00

4,997,395,177.00
217,525,500.00

372,770,926.0
0
100,383,000.0
0
312,059,870.0
0
532,833,751.0
0

5,651,225,543.0
0
282,131,043.0
0

526,040,000.0
0
14,171,750.0
0
1,043,396,410.0
0

76.76

90.84

381,336,587.00

332,576,601.0
0

59.13

85.59

15,000,000.00

50

51,150,000
.00

30,750,000.0
0

11,407,000.00

29,780,000.0
0

22.3

86.85

72,375,000.0
0

70,669,000.0
0

97.64

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

24

Pemeliharaan rutin/berkala
peralatan kantor
Rehabilitasi sedang/berat kendaraan
dinas/operasional
Pengadaan pakaian khusus hari-hari
tertentu
Pemberian tanda mata untuk
pegawai purna tugas

261,500,000
.00

151,500,000.0
0

199,764,737.00

122,472,500.0
0

76.39

80.84

100,000,000.0
0

79,455,000.0
0

79.46

200,422,160
.00

131,070,000.0
0

76,342,000.00

54,425,459.0
0

38.09

41.52

37,500,000
.00
162,721,000
.00

32,500,000.0
0
211,746,000.0
0

56.6

76.99

38.86

58.43

664,492,000
.00

1,117,721,000.0
0

200,708,825.00

950,190,833.0
0

30.2

85.01

20,400,000
.00

10,200,000.00

50

128,900,000
.00

107,210,000.00

83.17

18,400,000
.00

9,200,000.00

50

22,350,000
.00

86,150,000.0
0

15,100,000.00

70,337,500.0
0

67.56

81.65

206,000,000.0
0

203,605,000.0
0

98.79

Penyusunan surat pemberitahuan


(SPT) atas PPh pasal 21 bagi PNS
Pengelolaan penghapusan piutang
pasien

10,600,000
.00

19,100,000.0
0

4,600,000.00

16,850,000.0
0

43.4

88.22

24,800,000.0
0

23,900,000.0
0

96.37

Penyusunan rencana kerja (renja)


SKPD, RKA dan DPA-SKPD

201,800,000
.00

50,450,000.0
0

160,155,000.00

28,100,000.0
0

79.36

55.7

54.29

94.62

87.33

93.27

43.52

64.67

98.95

Pendidikan dan pelatihan formal


Peningkatan Pelayanan Prima
Bidang Penyusunan Administrasi
Kepegawaian/Biaya Pelatihan dan
Kursus Pelatihan/Diklat Teknis Sub
Stansi/Fungsional/Kursus/Seminar
Lokakarya/Workshop
Penyusunan laporan capaian kinerja
dan ihktisar realisasi kinerja SKPD
Penyusunan pelaporan keuangan
semesteran
Penyusunan pelaporan prognosis
realisasi anggaran
Penyusunan pelaporan keuangan
akhir tahun
Penyusunan sistem pengelolaan
keuangan

Penyusunan Smart Planning


Penyelenggaraan Forum SKPD
Penyusunan rencana strategis
(renstra)
Penyusunan perubahan tarif
pelayanan
Pengelolaan data kepegawaian
Akselerasi klaim Jaminan Sosial
(JAMSOS)
Pengadaan obat generik untuk
masyarakat miskin

6,600,000
.00
5,250,000
.00
0
0
14,800,000
.00
0
0

5,575,000.0
0
15,000,000.0
0

21,225,000.00
63,230,000.00

2,850,000.00
0

17,100,000.0
0
6,700,000.0
0
86,750,000.0
0

3,800,000,000.0
0

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

24,925,000.0
0
123,721,000.0
0

5,275,000.0
0
13,100,000.0
0
15,950,000.0
0
2,675,000.0
0
56,100,000.0
0
3,760,126,558.0
0

25

Pengadaan obat-obatan dan alat


kesehatan habis pakai bagi
pelayanan rujukan masyarakat
miskin non quota
Rehabilitasi bangunan rumah sakit
Pengadaan alat-alat kesehatan
rumah sakit
Pengadaan Obat-obatan rumah
sakit
Pengadaan mebeuler rumah sakit
Pengadaan perlengkapan rumah
tangga rumah sakit (dapur, ruang
pasien, laundry, ruang tunggu dan
lain-lain)
Pengadaan bahan-bahan logistik
rumah sakit
Pengembangan sistem informasi
kesehatan
Penelitian dan pengembangan
rumah sakit
Peningkatan fungsi dan kualitas
pelayanan rumah sakit
Sosialisasi Teknis Pelayanan RSUD
General audit laporan keuangan
BLUD RSUD
Sertifikasi ISO 9001
Pembangunan ruangan thalasemia
Pendamping hibah rehabilitasi
gedung rawat inap Kelas I
Penyediaan jasa pemulasaraan
jenazah
Pembangunan gedung rawat inap
kelas III lanjutan
Rehabilitasi gedung instalasi bedah
sentral
Pembangunan Poliklinik Khusus
DOT dan HIV
Pengawasan dan Pengendalian
Sanitasi Kesehatan
Pembangunan gedung rawat inap
kelas I lanjutan

1,000,000,000
.00

973,861,225.00

97.39

3,791,974,604
.00

2,867,298,414.0
0

2,226,608,468.00

2,072,296,247.0
0

58.72

72.27

18,617,534,961
.00

22,764,560,617.0
0

18,535,940,995.00

25,062,354,806.0
0

99.56

100
(amban
g batas)

256,742,400
.00

439,200,000.0
0

134,650,000.00

353,819,100.0
0

52.45

80.56

921,734,540
.00

1,100,551,300.0
0

305,604,465.00

716,438,677.0
0

33.16

65.1

426,570,000
.00

895,724,625.0
0

300,747,283.00

793,153,947.0
0

70.5

88.55

25,000,000.0
0

17,960,000.0
0

71.84

25,141,194,529
.00

28,523,561,550.0
0

24,558,613,642.00

28,513,236,720.0
0

97.68

100
(amban
g batas)

22,200,000
.00
85,800,000
.00
170,750,000
.00

22,200,000.0
0
81,650,000.0
0
83,950,000.0
0

48.69

28.6

74.01

94.4

40.52

91.82

10,810,000.00
63,497,500.00
69,192,500.00

6,350,000.0
0
77,075,000.0
0
77,085,925.0
0

71,120,000
.00

71,120,000.00

100

43,350,000
.00

54,900,000.0
0

20,350,000.00

33,300,000.0
0

46.94

60.66

1,689,410,000
.00

45,000,000.0
0

1,588,886,280.00

44,579,000.0
0

94.05

99.06

3,900,000
.00

426,800,000.0
0

411,885,250.0
0

96.51

461,689,250
.00

863,434,250.0
0

352,386,909.00

691,360,373.0
0

76.33

80.07

78,940,000
.00

75,904,665.00

76.33

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

26

27,870,000
.00

27,870,000.00

100

306,560,000
.00

306,560,000.00

100

Penunjang pengadaan alat-alat


kesehatan RSUD (DPPID TA 2011)

Pembuatan sumur pompa dalam

205,650,000.0
0

189,712,250.0
0

92.25

Pengadaan bahan-bahan kimia


rumah sakit
Penyempurnaan gedung
hemodialisasi
Penyempurnaan gedung rawat inap
kelas III
Pemindahan jalur distribusi listrik
dan genset
Pengadaan alat rontgen paru
(DBHCHT)
Pengadaan alat-alat kesehatan
untuk pelayanan
Beasiswa tugas belajar jenjang
pendidikan S1 Keperawatan dan
NERS (Banprop)

3,649,953,678
.00

5,322,703,392.0
0

3,604,266,648.00

5,825,750,062.0
0

98.75

100
(amban
g batas)

35,000,000.0
0

96,150,000.0
0

380,200,000.0
0

323,756,000.0
0

85.15

1,500,000,000.0
0

1,393,784,750.0
0

92.92

1,009,500,000.0
0

2,900,000.0
0

0.29

82,455,360.0
0

78,055,360.0
0

94.66

Akreditasi Versi 2012 / JCI


Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat
kesehatan rumah sakit
Pemberian beasiswa bagi PNS
Kab/Kota untuk program S1
(Bant.Prop)

61.91

62.32

68.71

47.33

Pembangunan RAMP lantai 3


gedung rawat inap kelas III tahap II
Pengadaan display running text
(Bant.Prop)
Peningkatan sarana dan prasarana
dan pengadaan alat kesehatan
RSUD Kab. Sumedang (Bant.Prop)
Pengembangan sistem informasi
manajemen rumah sakit RSUD Kab.
Sumedang (Bant.Prop)
Penunjang peningkatan sarana dan
prasarana dan pengadaan alat
kesehatan RSUD Kab. Sumedang
(Bant.Prop)
Penunjang pengembangan sistem
informasi manajemen rumah sakit
RSUD Kab. Sumedang (Bant.Prop)
Pengadaan alat-alat kesehatan
RSUD (DPPID TA 2011)

302,000,000
.00

225,705,000.0
0
261,100,000.0
0

82,455,360
.00

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

0
188,199,060.00

139,739,385.0
0
179,401,400.0
0

39,027,680.00

27

Pelayanan rujukan (DAK Bidang


Kesehatan TA 2013)
Penunjang Pelayanan Rujukan
(DAK Bidang Kesehatan TA 2013)
Pelayanan rujukan (Luncuran DAK
Bidang Kesehatan 2012)
Penunjang Pelayanan Rujukan
(DAK Bidang Kesehatan TA 2012)
Pengelolaan Manajemen Aset

1,886,390,000.0
0

184,958,500.0
0

98.05

154,972,500.0
0

118,323,000.0
0

76.35

3,057,736,000
.00

93,804,000.0
0

2,963,932,000.00

92,305,000.0
0

96.93

98.4

138,988,000
.00

4,690,200.0
0

115,404,400.00

3,370,000.0
0

100

71.85

7,000,000
.00

3,500,000.0
0

50

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

28

2.4

Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit


Tantangan untuk pengembangan pelayanan Rumah Sakit Umum

Daerah Kabupaten Sumedang pada 5 (lima) tahun kedepan, akan semakin besar
baik dilihat dari sisi persaingan antara penyedia jasa pelayanan kesehatan;
dimana semakin banyaknya kompetitior dari pihak swasta maupun rumah sakit
baru sesame pemerintah.
Selain itu juga, pola penyakit akan mengalami perubahan dari semula
didominasi penyakit infeksi menjadi penyakit kardiovascular dan penyakit
degenaratif lainya; hal ini harus dapat diantisipasi oleh manjemen sebgai suatu
tantangan yang dapat menumbuhkan daya saing serta peningkatan kualitas
layanan, melalui penyediaan layanan subspesialis serta didukung fasilitas dan
SDM yang kompeten
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah pola pemibayaan
pelayanan kesehatan dari pola cash oriented menjadi pola klim oriented, baik
mellui JKN-BPJS maupun penjamin lainya, dimana diperlukan keceermatan,
efisiensi serta kolaborasi antara professional prosedur dengan manajement
prosedur.
Aspek hukum juga harus menjadi perhatian, dimana penerapan
konsep Pastient Savety harus menjadi perhatian utama, hal ini untuk
menghindari ketidak puasan pelayanan maupun tuntutan hukum sebagai akibat
kelalaian dalam menerapkan control dan prosedur, baik dalam prosedur
therapy/tindakan medis maupun pelayanan lainya
Selain banyaknya tantangan seperti disampaikan diatas, Rumah Sakit
juga menghadapi beberapa peluang untuk pengembangan pelayanan Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang pada 5 (lima) tahun kedepan, seperti
:
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

29

Dukungan pemerintah daerah serta stake holders lainya, baik dalam


aspek pembiayaan dan investasi maupun dukungan dalam bentuk terbitnya
regulasi-regulasi seperti adanya Perda Pola Tarif, yang akan semakin
memperlancar jalanya pelayanan kepada masyarakat.
Disamping itu juga, Rumah Sakit harus semakin didukung kemampuan
memamfaatkan kemajuan teknologi kedokteran, kefarmasian serta semkin
berkembangnya menajement pelayanan baik melalui Program ISO 2008:900,
maupun melalui Program akreitasi Rumah Sakit Nasional (KARS) maupun
tingkat internasional dengan standar JICA.
Mamfaatkan juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan
Rumah Sakit, yang mana melalui survey kepuasan pasien, pelayanan masih
dirasakan memuaskan, tantangan kedepan supaya lebih meningkat dan semakin
baik.

BAB III

ANALISA LINGKUNGAN BISNIS


RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

30

Analisa lingkungan bisnis merupakan identifikasi dan pengukuran faktorfaktor

yang

mempengaruhi

dalam

proses

pengambilan

keputusan

perencanaan bisnis (business plan). Analisa lingkungan bisnis terdiri dari


analisa internal dan analisa eksternal. Analisa internal merupakan kegiatan
yang mengidentifikasi kelemahan-kelemahan (weakness) dan kekuatankekuatan (strength) RSUD Kabupaten Sumedang, selain itu juga harus
memperhatikan analisa eksternal yang terdiri dari ancaman-ancaman
(threats) para pesaing serta peluang-peluang (opportunities) yang ada di
pasar.
Tujuan analisa lingkungan bisnis adalah menetapkan posisi RSUD Kabupaten
Sumedang sebagai entitas usaha serta menetapkan strategi rumah sakit
dalam mencapai visi dan misinya. Setelah strategi ditetapkan, selanjutnya
diwujudkan dalam pelaksanaan rinci operasional, berupa program-program
dan kegiatan-kegiatan.
1. Evaluasi Kinerja 3 Tahun Terakhir
1)

Perspektif Pelanggan
a. Perolehan Kunjungan Baru (Customer Acquistion)
Merupakan pengukuran tingkat dimana suatu unit bisnis mampu
menarik pelanggan baru yang mengunakan jasa layanannya.
Jumlah Pasien
Tahun

Kunjungan
baru

Total pasien

Prosentas
e

2011

27.694

141.250

19,61%

2012

27.097

143.045

18,94%

2013

27.782

136.359

20,37%

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat prosentase


kunjungan pasien baru dibandingkan total kunjungan bersifat
fluktuatif, namun akhirnya mengalami peningkatan .

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

31

b. Perolehan Kunjungan Lama (Customer Retention)


Merupakan

indikator

hubungannya

dimana

dengan

RS

konsumen

dapat

mempertahankan

(loyalitas)

yaitu

berupa

kunjungan ulang, dengan data sebagai berikut:


Jumlah Pasien
Tahun

Kunjungan
Ulang

Total pasien

Prosentase

2011

113.556

141.250

80,39%

2012

115.948

143.049

81,05%

2013

108.577

136.359

79,63%

Kesimpulan dari data tersebut adalah prosentase kunjungan


pasien lama/kunjungan ulang dibandingkan total kunjungan
cenderung fluktuatif, namun pada angka rata-rata 80%.
c. IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat)
Indeks kepuasan masyarakat (customer satisfaction) berfungsi
untuk menaksir tingkat kepuasan pelanggan terkait dengan
kriteria kinerja spesifik.

Secara tabel dapat digambarkan

sebagai berikut :
IKM
Tahun
Skor

2011

2012

2013

72,53

76,15

77,58

Pengukuran IKM dilaksanakan mulai tahun 2011 sesuai dengan


SK Menpan

Nomor: KEP/25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Februari

2004. Selama 3 tahun tersebut mengalami trend kenaikan yang


positif.

2) Perspektif Proses Bisnis Internal

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

32

Dalam perspektif Proses Bisnis akan diukur kualitas pelayanan yang


diberikan

rumah

sakit

baik

kualitas

tempat

maupun

mutu

pelayanan. Kualitas tempat diukur dari pemanfaatan tempat tidur


yang juga menggambarkan tingkat efisiensi rumah sakit. Sedangkan
mutu menggambarkan kualitas pelayanan/tindakan yang diberikan
kepada pasien.

Masing-masing tercermin

pada indikator sebagai

berikut:
a. Efisiensi / pemanfaatan fasilitas
No.

Key Performance
Indicator

Standar

2011

2012

2013

BOR

65 85 %

74,41

78,05

BTO

40 50

89,19

93,25

96,56

TOI

13

1,05

0,86

0,76

79,98

Sumber: Standar Depkes RI

Pengelolaan rumah sakit dari tahun ke tahun cenderung makin


efisien ditandai dengan makin meningkatnya kunjungan rawat
inap sehingga BOR (Bed Occupancy Ratio) meningkat yang
berarti prosentase pemakaian tempat tidur naik, BTO (Bed Turn
Over) cenderung meningkat yang berarti frekwensi pemakaian
tempat tidur meningkat, dan TOI (Turn Over Interval) menurun
yang berarti hari tempat tidur kosong semakin sedikit.

b. Tingkat Kualitas Layanan (Quality Of Services)


No

KPI

2010

2011

2012

Stand
ar

Angka infeksi luka operasi

--

1,33

1,48

< 1,5
%

NDR

35

34

30

< 25 %

GDR

17

14

17

< 45 %

ALOS

2,91

2,89

2,79

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

6 Hari

33

Kualitas pelayanan medis sulit/tidak dapat diukur dari naik


turunnya angka-angka tersebut diatas karena pelayanan medis
bersifat sangat individual.
Kualitas tempat dan pelayanan sangat ditentukan oleh sarana
dan prasarana yang dimiliki rumah baik dari segi kuantitas
maupun

kualitas,

selain

faktor

SDM.

Adapun

dari

sisi

pengembangan dan Pemeliharaan Infrastruktur dapat diuraikan


perkembangan nilai aset per tahun, serta perkembangan kondisi
peralatan medis yang berkualifikasi baik per tahunsebagai
berikut:
Perkembangan Nilai Aset Per tahun:
2011

2012

2013

(Rp)

(Rp)

(Rp)

Aset
Tanah/Gedung

58.093.282.9
63

61.453.456.28
5

64.454.474.94
1

Aset
Medis

Peralatan

33.294.355.2
25

36.418.066.52
3

36.712.358.76
5

Aset
Peralatan
Non Medis

7.255.040.30
1

7.751.876.020

9.734.720.880

Total

98.642.678.4
89

105.623.398.8
28

110.901.554.5
90

Uraian

Nilai

aset

cenderung

meningkat

setiap

tahun,

peningkatannya sebesar 7 30 %. Hal ini sejalan dengan


kebutuhan infrastruktur yang semakin meningkat karena
pemgembangan pelayanan baru.
a) Perkembangan kondisi peralatan medis yang berkualifikasi
baik

per tahun, secara tabel data digambarkan sebagai

berikut:
Uraian
Jumlah
Peralatan
medis
dengan
kualifikasi

2011

2012

2013

33.294.355.2
25

36.418.066.5
23

36.712.358.7
65

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

34

baik
Jumlah
Peralatan
Medis

33.294.355.2
25

36.418.066.5
23

36.712.358.7
65

100%

100%

100%

% Peralatan
yang
berkualifikasi
baik

Kesimpulan dari uraian data diatas adalah jumlah peralatan


medis seluruhnya dalam kualifikasi baik, karena apabila
tidak dapat digunakan dipindahkan pencatatannya dalam
asset lain-lain.

3) Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran


Perspektif ini menilai kemampuan (kualifikasi) serta komitmen SDM
Rumah Sakit sebagai salah satu aset yang sangat penting dan
merupakan faktor kunci keberhasilan untuk mencapai visi dan misi
Rumah Sakit khususnya dalam menghadapi era globalisasi di
bidang kesehatan. Adapun indikator untuk pengukuran perspektif ini
serta trend selama tiga tahun sebelumnya sebagai berikut:

Indikator Kualifikasi ( Profesionalisme) SDM


a. Rata-rata Karyawan Memperoleh Pendidikan per tahun (dengan
biaya RS) secara tabulasi data digambarkan sebagai berikut :
Tahun

Karyawan

Jumlah Pegawai
Yang mengikuti
Diklat

% Diklat per
Tahun

2011

811

120

14,79%

2012

853

160

18,75%

2013

922

320

34,71%

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

35

Kesimpulan dari tabel diatas adalah jumlah pegawai yang


mengikuti diklat cenderung meningkat setiap tahun sejalan
dengan

tuntutan peningkatan profesionalisme SDM sebagai

salah satu kunci keberhasilan rumah sakit dalam memenangkan


persaingan.
b. Perkembangan Rata-rata biaya diklat SDM per tahun
Data-data secara tabel digambarkan sebagai berikut :
Rata-Rata Biaya
Per Karyawan
(Rp.)

Biaya Dikat

Tahun

Karyawan

2011

120

258.492.000

2.154.100

2012

160

263.938.025

1.649.612

2013

320

180.776.360

564.926

( Rp.)

Kesimpulan dari tabel diatas adalah jumlah rata-rata biaya diklat


cenderung menurun setiap tahunnya, namun dengan melibatkan
jumlah pegawai yang lebih banyak.
c. Perkembangan Kualifikasi SDM
Komposisi SDM dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut :
Uraian

2011

2012

2013

Dr. Spesialis & Drg. Spesialis

19

22

21

Dr. Umum & Drg.

29

29

32

Paramedis Perawatan

399

396

397

Paramedis non Perawatan

102

107

106

Tenaga Non Medis

262

299

366

Jumlah

811

855

922

Jumlah tenaga ahli mengalami peningkatan pada tahun 2012,


sementara tenaga umum cenderung stagnan (dokter umum,
tenaga non medis). Untuk kedepan kualifikasi SDM akan
ditingkatkan

sejalan

dengan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

kebutuhan

yang

meningkat
36

terhadap tenaga spesialis untuk mempersiapkan pelayanan


baru. Saat ini RSUD Kabupaten Sumedang sedang mengirim 18
tenaga

dokter

yang

mengikuti

berbagai

program

dokter

spesialis.

Komitmen SDM
Komitmen SDM berkaitan dengan integritas karyawan dalam bekerja
dapat ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut:
a. Perkembangan Tingkat Absensi karyawan
Data perkembangan tingkat absensi karyawan adalah sbb:
Uraian

2011

2012

2013

Tidak hadir

306

315

360

Jumlah Tenaga Kerja

811

853

920

2,43%

2,27%

2,23%

Angka ketidak hadiran

Dari data tampak bahwa jumlah karyawan yang tidak hadir


menurun setiap tahun. Hal tersebut menunjukkan komitmen
SDM meningkat dan monitoring yang dilaksanakan bagian
kepegawaian semakin baik.
4)

Perspektif Keuangan
a.

Perkembangan

realisasi

Pendapatan

Fungsional,

yaitu

merupakan pendapatan utama (core business) RSUD Kabupaten


Sumedang. Dirinci sebagai berikut:
Tahun

2010

Pendapatan Fungsional
Target (Rp.)
63.336.692.248

Realisasi (Rp.)

Prosentase

102.068.988.342

161,15%

2011

74.637.703.996

97.218.544.872

130,25%

2012

70.491.955.153

102.021.571.383

144,72%

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

37

2013

75.304.160.796

127.132.450.988

168,82%

Penerimaan pendapatan berfluktuasi namun trendnya

terus

meningkat setiap tahun dan realisasi penerimaannya selalu


melebihi target yang ditetapkan.
b.

Perkembangan Pertumbuhan Pendapatan (Sales Growth Rate)


Pertumbuhan pendapatan merupakan selisih pendapatan tahun
berjalan dikurangi pendapatan tahun sebelumnya dibandingkan
dengan

pendapatan

tahun

sebelumnya.

Perkembangannya

dapat dirinci sebagai berikut:


Tahun

2011

2012

2013

Formula

SGR

97.218.544.872 - 102.068.988.342
102.068.988.342
102.068.988.342 - 97.218.544.872
97.218.544.372
127.132.450.988 - 102.068.988.342
102.068.988.342

-4 %

4%

24 %

SGR tiap tahun mengalami peningkatan. Kenaikan pendapatan


secara umum melonjak tajam dikarenakan adanya program
penjaminan oleh pemerintah untuk pasien masyarakat miskin,
kenaikan tarif paket askes PNS oleh PT Askes, penambahan
layanan medis baru berupa layanan khusus.

c.

Perkembangan Penerimaan Subsidi


Merupakan

perkembangan

penerimaan

selain

penerimaan

fungsional dan penerimaan lainnya Kab. Sumedang. Uraian


penerimaan subsidi dan sumber dananya dirinci sebagai berikut :
Uraian

Jumlah Subsidi (Rp.)


2011

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

2012

2013
38

APBN
APBD (Gaji)
APBD (Non Gaji)
Jumlah

4.567.000.000

3.079.336.400

2.063.583.000

22.015.777.32

24.948.294.16

26.729.608.80

4.726.108.000

1.012.888.905

8.195.603.873

31.308.885.32

29.040.519.47

36.988.695.67

Berdasar uraian diatas dapat disimpulkan total penerimaan


subsidi setiap tahunnya fluktuatif, yaitu APBN cenderung turun
namun APBD cenderung naik.Hal ini disebabkan kenaikan Gaji
pegawai, barang-barang kebutuhan operasional dan belanja
modal pada pos APBD.
Penggunaan Subsidi Non Gaji secara tabel adalah sebagai
berikut:

Tahun

2011

2012

2013

RSUD

Kab.

Belanja Modal

Uraian

Belanja
Operasional (Rp.)

APBD

4.385.919.500

APBN

4.567.000.000

APBD

APBN

2.963.932.000

APBD

1.787.954.095

APBN

1.941.890.000

Sumedang

dalam

tiga

(Rp.)

tahun

terakhir

tidak

mendapatkan subsidi untuk belanja operasional, sedangkan


untuk belanja modal penerimaan subsidinya fluktuatif.
d.

Perkembangan Cost Recovery


Cost recovery merupakan perbandingan antara penerimaan
fungsional

serta

penerimaan

usaha

lainnya

RSUD

Kab.

Sumedang dibanding seluruh biaya operasional non modal.


RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

39

Indikator

ini

menggambarkan

kemampuan

rumah

sakit

membiayai seluruh biaya operasionalnya dari pendapatan murni


Rumah Sakit. Rincian perkembangan cost recovery

diuraikan

sebagai berikut:

Uraian
Pendapatan
(Fungsional)
Biaya
(Operasiona
l non modal)

2011 (Rp.)

2012 (Rp.)

2013 (Rp.)

97.218.544.872

102.021.571.383

127.132.450.988

87.103.476.963

97.659.196.258

123.469.894.324

111,61%

104,47%

102,97%

Profit
margin/
Cost
recovery

Dari data tersebut diatas, dapat disimpulkan Cost recovery


rumah

sakit

sudah

lebih

besar

dari

100

%,

walaupun

berfluktuasi. Hal ini menunjukan rumah sakit secara operasional


sudah mampu membiayai kegiatannya.
e.

Perkembangan Tingkat Kemandirian Keuangan RS


Indikator ini menggambarkan kemampuan Rumah Sakit untuk
membiayai seluruh pengeluaran baik pengeluaran operasional
maupun

investasi

dengan

dana

yang

bersumber

dari

pendapatan rumah sakit sendiri. Secara tabel diuraikan sebagai


berikut:
Uraian
Pendapatan
Fungsional
Total Belanja
(APBD+APBN)
Tingkat

2011 (Rp.)

2012 (Rp.)

2013 (Rp.)

97.218.544.872

102.021.571.383

127.132.450.988

31.308.885.320

29.040.519.471

36.988.695.674

310%

351%

343%

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

40

Kemandirian

Tingkat kemandirian rumah sakit tiap tahun berfluktuasi, namun


trendnya mengalami kenaikan.

2. Analisa Lingkungan Internal

Dari hasil data-data Pengukuran dan Evaluasi

Kinerja 3 tahun

Terakhir diatas, kemudian faktor-faktor internal diidentifikasi dan


diperhitungkan terhadap rencana pengembangan rumah sakit
berikut hasil penilaian untuk masing masing indikator tersebut
yaitu :

Objek yang dianalisa

No.

Target

Kekuatan
(Strengths)

Kelemahan
(Weaknesess)

-1

Pendapatan

Pencapaian
Fungsional

Sales Growth Rate

Penerimaan subsidi

Cost Recovery / Profit margin

Kemandirian keuangan

Opini WTP dari Akuntan Publik

Customer Aquistion

Customer Retention

IKM

Perkembangan BOR

10

Perkembangan BTO

11

Perkembangan TOI

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

-2

-3

1
1
1
1
1
1

41

12

Ketersediaan SDM spesialis

13

Sarana Fisik masih kurang

14

Besaran tariff di bawah unit cost

15

NDR

16

GDR

17

Alos

18

Angka
ketidaklengkapan
catatan medik

19

Perkembangan nilai aset per tahun

20

Perkembangan kondisi peralatan medis

21

Karyawan
pendidikan

22

Rata-rata biaya diklat SDM per tahun

23

Perkembangan kualifikasi SDM

24

Perkembangan tingkat absensi

yang

pengisian

memperoleh

Jumlah

1
1
1
1

10

16

10

23

-10
13

3. Analisa Lingkungan Eksternal


Faktor-faktor eksternal yang

diperhitungkan berpengaruh

terhadap

perkembangan rumah sakit adalah :


1) Peraturan Pemerintah
-

Perda tarip.
Saat ini pola tarip untuk semua kelas perawatan masih diatur
dengan Peraturan Daerah. Karena penetapan Peraturan Daerah
membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga besaran tarip
sulit untuk dapat dirubah sewaktu-waktu mengikuti perubahan
unit cost.

Peraturan pengadaan barang dan jasa.

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

42

Peraturan yang mengatur proses pengadaan barang dan jasa


cukup menyulitkan bagi pemenuhan kebutuhan rumah sakit
yang bersifat emergency dan sulit direncanakan dengan pasti.
-

Akreditasi rumah sakit.


Penatalaksanaan rumah sakit harus mengikuti kaidah-kaidah
tertentu yang dipersyaratkan agar selalu dapat menjaga kualitas
pelayanannya. Hal ini sering menyebabkan biaya operasional
menjadi lebih tinggi.

Afta.
Pada tahun 2008 telah memasuki era perdagangan bebas
tingkat Asia, termasuk usaha dalam bidang kesehatan baik
perorangan maupun corporasi.

2) Jaringan kerja
-

Institusi kesehatan lain


Sebagai RS Rujukan perlu membangun kerjasama dengan
institusi kesehatan lain di wilayah rujukan agar dapat lebih
meningkatkan

mutu

pelayanan

kesehatan

dan

mutu

penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.


-

Perusahaan pelanggan
Perusahaan-perusahaan

yang

mempercayakan

perawatan

karyawannya kalau sakit merupakan perusahaan penjamin yang


turut mempengaruhi keamanan Cash Flow rumah sakit.
-

Asuransi
Perusahaan asuransi merupakan mitra potensial untuk diajak
bekerja sama.

Perusahaan pemasok
Dalam memilih pemasok untuk memenuhi kebutuhannya, rumah
sakit selalu memperhatikan dan mencermati harga pasokan
serta pemasok yang memiliki mutu standar, kemampuan,
reputasi dan pelayanan yang baik. Perusahaan pemasok turut
berperan dalam menjaga kelancaran pelayanan rumah sakit.

3) Kondisi persaingan
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

43

a. Rumah-Rumah Sakit lainnya.


Rumah sakit-rumah sakit lain dapat dipandang dari dua sisi, satu
sisi merupakan mitra kerja dalam system rujukan, disisi lain
merupakan pesaing yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan kondisi rumah sakit-rumah sakit pesaing apabila
dilakukan Analisa Pesaing hasilnya sebagai berikut :
Kondisi nilai RSUD Kabupaten Sumedang dibanding dengan
rumah-rumah sakit lainnya di lingkup Kabupaten Sumedang
tampak sebagai berikut :
RSUD
KabupatenSumeda
ng

RS
PAKUWON

RS AMC

Buruk.....Baik

Buruk.....Bai
k

Buruk.....Bai
k

Fisik
bangunan

1 2 3 (4) 5

1 (2) 3 4
5

1 (2) 3 4
5

Reputasi

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4
5

Lokasi

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4
5

1 (2) 3 4 5

Orientasi
konsumen

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 (2) 3 4 5

Keahlian
Manajemen

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4
5

Fleksibilitas

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4
5

Tarif

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4
5

Jaminan
Kepastian

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4
5

Kualitas
Produk

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4 5

Reliabilitas
Pelyn

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4 5

Variabel

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

44

Variabilitas
Produk

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) (4) 5

Pelayanan
Paripurna

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4
5

Promosi

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4 5

Customer
Service

1 2 (3) 4 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4 5

Penampilan
SDM

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 3 (4)
5

Kelengkapan
Alat

1 2 3 (4) 5

1 2 (3) 4
5

1 2 (3) 4
5

Jumlah

60

48

46

RSUD Kabupaten Sumedang berada pada peringkat ke 1 dari 3


rumah sakit tersebut diatas.
b. Klinik swasta
Akhir-akhir ini bermunculan klinik swasta yang menawarkan jasa
pelayanan yang lebih spesifik, umumnya pelayanan penunjang.
Karena menawarkan pelayanan yang lebih spesifik, biasanya
akan lebih disukai masyarakat.
c. Strategi pemasaran
Sebagai rumah sakit pemerintah, selama ini ragu-ragu dalam
melakukan

strategi

pemasaran

aktif.

Dimasa

depan

perlu

ditingkatkan terutama untuk menarik pasar kelas menengah


keatas.
d. Ketenagaan
Di era persaingan jasa pelayanan kesehatan, rumah sakit harus
berusaha

mampu

bersaing

untuk

memperebutkan

tenaga-

tenaga kesehatan berkualitas yang makin terbatas jumlahnya.


4)

Pelanggan
a. Pelanggan perorangan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

45

Di era persaingan jasa pelayanan kesehatan yang semakin ketat,


pelanggan

bukan

lagi

hanya

sebagai

raja

tetapi

bahkan

pelanggan adalah pemegang kendali bisnis.


b. Pelanggan perusahaan
Perusahaan merupakan pelanggan yang sangat potensial yang
harus terus dijaga kepuasannya agar tetap menjadi pelanggan
yang loyal.
c.

Kebutuhan masyarakat
Agar

rumah

sakit

mampu

merebut

pasar

harus

selalu

mencermati kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan


persoalan-persoalan kesehatan yang berkembang di masyarakat.
d.

Loyalitas pelanggan
Perlu

dikembangkan

usaha-usaha

untuk

terus

menjaga

hubungan antara rumah sakit dengan pelanggannya, misalnya


dengan kegiatan-kegiatan home visit.
Kesimpulan analisa lingkungan eksternal adalah berikut :

No.
1

Objek yang dianalisa

Peluang (Opportunity)
1

-1

-2

-3

2) Peraturan
pengadaan
3) Akreditasi RS

Peraturan Pemerintah
1) Perda tarip

Ancaman (Threats)

1
1

Jaringan kerja
1) Institusi kesehatan
lain
2) Perusahaan
pelanggan
3) Asuransi

4) Perusahaan pemasok

1
1

Kondisi persaingan

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

46

1) RS lain

2) Klinik swasta

3) Strategi pemasaran

4) Ketenagaan
4

Pelanggan
1) Kepuasan pelanggan
perorangan
2) Kepuasan pelanggan

3) Kebutuhan
masyarakat
4) Loyalitas pelanggan

Jumlah

1
10

10

-2

16

-4
12

Posisi RSUD Kabupaten Sumedang


Strength

Defensive

Offensive/Agresive

Opportunity

Threats

Liquidation

Weaknesess

Reconsiliation

Dengan melihat hasil kesimpulan analisa internal dan eksternal diatas


diperoleh posisi RS berada di kuadran 1 (strategi pertumbuhan)
menunjukkan bahwa peluang untuk tumbuh sangat besar, kekuatan
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

47

yang dimiliki cukup kuat dalam rangka untuk menangkap peluang yang
ada.

4.

Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan


Faktor-faktor kunci keberhasilan, meliputi antara lain :

1)

Peningkatan kemandirian keuangan rumah sakit.

2)

Peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen.


3) Peningkatan pemanfaatan sarana dan prasarana rumah sakit yang
semakin efisien, yang terlihat dari perkembangan BOR, BTO & TOI
yang baik.
4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi karyawan melalui berbagai
program Pendidikan dan Pelatihan

BAB IV
RENCANA STRATEGIS BISNIS
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

48

RSUD KABUPATEN SUMEDANG

4.1.

Visi dan Misi RSUD Kabupaten Sumedang


Visi merupakan pernyataan cita-cita atau impian sebuah
kondisi yang ingin dicapai di masa depan. Kondisi yang dicita-citakan
tersebut adalah kondisi yang di akhir periode dapat diukur capaiannya
melalui berbagai usaha pembangunan.
Dengan

mempertimbangkan

potensi

dan

kondisi

serta

permasalahan dan isu-isustrategis di bidang pelayanan kesehatanmaka


visi Rumah Sakit UmumKabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang
Tahun 2014 2018 adalah :
TERWUJUDNYA RSUD KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2018
YANG EFEKTIF, MAJU, AGAMIS DAN SEJAHTERA (EMAS)
Untuk mencapai visi diatas, maka ditetapkan Misi Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Tahun
2014 2018 yaitu:
1. Menyelenggarakan pelayanan prima yang efektif

kepada semua

pelanggan.
2. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM untuk menunjang
terwujudnya pelayanan yang efektif dan unggul.
3. Meningkatkan fasilitas pelayanan untuk mewujudkan pelayanan
RSUDyang unggul.
4. Mendorong
khususnya

dan
dalam

memfasilitasi
bidang

peran

serta

mayarakat

mobilisasi

dana

untuk

luas

alternatif

pembayaran.

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

49

5. Meningkatkan dan menyempurnakan manajemen dalam rangka


otonomi pengelolaan Rumah Sakit untuk mewujudkan RSUD yang
maju.
6. Meningkatkan

manajemen

pelayanan

yang

amanah

berbasis

keimanan dan ketaqwaan.


7. Meningkatkan kesejahteraan karyawan RSUD dengan implementasi
sistem remunerasi yang proporsional.

4.2.

Tujuan

dan

Sasaran

Jangka

Menengah

RSUD

Kabupaten

Sumedang
Tujuan dan sasaran dari setiap Misi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Sumedang Kabupaten Sumedang Tahun 2014 2018 adalah
sebagai berikut :

1. Misi Pertama: Menyelenggarakan pelayanan prima yang efektif


kepada semua pelanggan
Tujuan Misi Pertama adalah meningkatkan pelayanan kesehatan
rujukan
Sasaran Misi Pertama adalahmeningkatkan mutu produk melalui
pengembangan fasilitasi instalasi pelayanan
2. Misi Kedua: Meningkatkan

kualitas dan profesionalisme SDM

untuk menunjang terwujudnya pelayanan yang efektif dan unggul


Tujuan

Misi

Kedua

adalah

meningkatkan

kualitas

dan

meningkatnya

kualitas

dan

profesionalisme SDM
Sasaran

Misi

Kedua

adalah

profesionalisme SDM

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

50

3. Misi Ketiga:Meningkatkan fasilitas pelayanan untuk mewujudkan


pelayanan RSUD yang unggul
Tujuan Misi Ketiga adalah meningkatkan fasilitas kesehatan
Sasaran Misi Ketiga adalah memantapkan manajemen PPK-ULP
4. Misi

Keempat:

Mendorong

dan

memfasilitasi

peran

serta

mayarakat luas khususnya dalam bidang mobilisasi dana untuk


alternatif pembayaran
Tujuan

Misi

Keempat

adalah

meningkatnya

peran

serta

masyarakat secara aktif


Sasaran Misi Keempat adalah mengembangkan kemitraan dengan
semua pihak/stakeholder untuk memajukan RSUD berdasarkan
prinsip saling menguntungkan
5. Misi Kelima : Meningkatkan dan menyempurnakan manajemen
dalam

rangka

otonomi

pengelolaan

Rumah

Sakit

untuk

mewujudkan RSUD yang maju


Tujuan Misi Kelima adalah meningkatnya swakelola manajemen
rumah sakit
Sasaran Misi Kelima adalah terwujudnya otonomi pengelolaan
rumah sakit dalam rangka menuju rumah sakit kelas dunia yang
efektif dan efesien
6. Misi

Keenam

Meningkatkan

manajemen

pelayanan

yang

amanah berbasis keimanan dan ketaqwaan


Tujuan

Misi

Keenam

adalah

meningkatkan

profesionalisme

pelayanan yang berwawasan agamis


Sasaran

Misi

Keenam

adalah

meningkatkan

keimanan

dan

ketaqwaan sebagai modal untuk memberikan pelayanan yang


amanah
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

51

7. Misi Ketujuh : Meningkatkan kesejahteraan karyawan RSUD


dengan implementasi sistem remunerasi yang proporsional
Tujuan Misi Ketujuhadalah meningkatkan kualitas kinerja yang
prima
Sasaran Misi Ketujuh adalah sistem remunerasi berbasis kinerja
yang proporsional

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

52

4.3

MOTTO RSUD Kabupaten Sumedang


CERMAT : Cepat, Efisien, Ramah,Mutu,Aman, dan Tertib

4.4

SEMBOYAN : Mampu tidak mampu tetap dilayani

4.5

Sasaran Strategis

Sasaran Strategis yang ingin dicapai merupakan sasaran dari masingmasing kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 tahun, dalam kurun
waktu tahun 2014-2018.

N
o

Sasaran setiap kegiatan

Target WAKTU

Perspektif pelanggan
1

Peningkatan akuntabiltas terhadap keselamatan


pasien dan masyarakat
1

Penyelamatan pasien dari insiden

2014-

Manajemen Resiko

2018

FMEA

ICRA

Penataan Lahan Parkir


1

2015

Penataan Kelancaran Lalu lintas Di sekitar jalan RSUD


1

Terlaksananya Kerjasama operasional


penataan Lahan Parkir

Tersusunnya dokumen Amdal Lalin

2015

Pengkajian Amdal untuk Pembangunan Gedung IGD


dan ICU
1

Tersusunnya dokumen AMDAL

2014
&2015

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

53

Penyusunan Peraturan Daerah tentang


Pola Tarif RSUD Kab Sumedang
1

Tersusunnya Perda Pola Tarif

2014

Pelayanan Kesehatan kepada


Penduduk Miskin
1

Pengadaan Obat Generik

2014-2018

Perspektif proses bisnis internal


1

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran


1

Tercapainya Tertib Administrasi

Tercukupinya Penyediaan Jasa


Komunikasi,Air dan listrik

Kebersihan lingkungan RS 24 jam

Terpenuhinya perlengkapan dan


peralatan kantor

Terpenuhinya kebutuhan data


pendukung pelayanan dan
administrasi

Kelancaran pelayanan di RS

Kelancaran tugas perkantoran

Terpenuhinya kelancaran rapat /tamu

Peningkatan kelancaran program &


koordinasi RS

10

Terpenuhinya Kesejahteraan Pegawai


RS

11

Peningkatan kelancaran program &


koordinasi RS

Peningkatan Sarana prasarana aparatur


1

2014-2018

Lancarnya operasional transport dinas


& pasien

2014-2018

Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RS

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

54

2014-2018

Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit


1

Tercapainya Tertib Administrasi

Terpeliharanya dan terenovasinya


gedung tempat kerja

2014-2018

Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan


1

Meningkatnya mutu pelayanan kepada


masyarakat

Peningkat
an

Sarana dan Prasarana RSUD Kab


Sumedang

Pembangunan gedung Medical Cek Up


unit jantung,paru & pembuluh
darah(dbhct)

2014

Pembangunan gedung rawat inap dan


ICU(pajak rokok)

2014-2018

Pengadaan Alat Kesehatan(luncuran


2013)

2014-2018

Pengadaan Bahan Kimia

2014-2018

Pengadaan Tanah

2016

Pembangunan ruang Talasemi

2014

Pembuatan maket dan proposal


pembangunan gedung rawat inap 5
lantai

2014

Pembangunan Gedung IGD(dak)

2014&2015

Pembangunan gedung rawat inap dan


ICU

2014,2015,20
16

10

Pembangunan gedung rawat inap


kelas 3 (luncuran DAK 2013)

2014

11

Kerjasama Operasi pelayanan


Hemodialisa

2016

12

Kerjasama Operasi alat laboratorium

2015

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

2014-2018

55

13

Kerjasama Operasi Computericed


Radiographi

2016

14

Kerjasama Operasi CT Scan

2015

15

Pengadaan Tempat Tidur Pasien

2014-2018

Peningkat
an

Fasilitas pelayanan listrik RSUD

Konsultasi dan perencanaan dan


pengadaan pemasangan instalasi
listrik dan tambah daya

Penangan
an

Pembuangan air limbah

Pembangunan gedung instalasi


pengolahan ar limbah

2014-2015

Pengadaan mesn pengolahan air


limbah

2015

2014-2015

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

Program Peningkatan kapasitas sumber daya


aparatur
1

Bea siswa pendidikan

2014-2018

Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Manajemen


RSUD
1

Diklat PMKP

2015

Clinical Pathway

2015

Perspektif keuangan
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

56

Pemantapan dan Optmalisasi PPK BLUD


1

Terpenuhinya ketepatan dan


kecepatan data keuangan RS

Meningkatnya pendapatan fungsional

Terwujudnya pengendalian biaya

Terwujudnya Laporan Keuangan berdasarkan


Standar Akuntansi yang berlaku
1

Penerbitan Laporan Keuangan sesuai


dengan Standar Akuntansi yang
berlaku

Peningkatan pengembangan sistem


pelaporan keuangan

2014-2018

2014-2018

BAB V
KERANGKA PEMBIAYAAN
TAHUN 2014-2018
RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

57

1.

Sumber Pendanaan Program Kerja


Sumber pendanaan program kerja tahun 2014 sampai dengaan
2015 selama 5 tahun adalah sebagai berikut :
N
o

Program / Kegiatan

Pelayanan
Administrasi
Perkantoran
Program Peningkatan
Sarana Prasarana
Aparatur

1
2

Sumber dana
Fungsional

APBD

12.814.036.436

Peningkatan
kapasitas Sumber
daya aparatur
Program Obat dan
Perbekalan
Kesehatan
Pengadaan,
Peningkatan sarana
dan Prasarana
Rumah Sakit
Program
Pemeliharaan sarana
dan prasarana
rumah sakit

4
5

Jumlah

12.814.036.436

899.448.670

3.122.134.215

3.122.134.215

27.014.788.865

27.014.788.865

899.448.670

Program Peningkatan
Disiplin Aparatur

APBN

20.851.730.000

8.100.000.000

80.413.657.000

109.365.387.000

2.978.304.305

2.978.304.305

Program Kemitraan
Peningkatan
Pelayanan kesehatan

634.842.030.077

634.842.030.077

Jumlah

702.522.472.568

8.100.000.000

80.413.657.000

791.036.129.568

Rincian lebih lanjut terdapat dalam Lampiran 1.

2.

Rencana

Alokasi

Anggaran

dan

Jadwal

Waktu

Pelaksanaan Program/Kegiatan

N
o

Tahun

Operasional

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

Jenis belanja
Modal

Jumlah

58

2014

86.906.208.087

33.456.472.900

120.362.680.987

2015

120.416.112.000

50.766.309.750

171.182.421.750

2016

126.284.560.386

36.654.818.340

162.939.378.726

2017

157.882.510.915

1.704.462.890

159.586.973.805

2018

178.394.266.700

1.772.641.405

178.166.908.105

Jumlah

666.681.424.283

124.354.705.285

791.036.129.568

RSB RSUD SUMEDANG TAHUN 2014-2018

59