Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

KECURANGAN KARYAWAN DAN MANAJEMEN


(EMPLOYEE & MANAGEMENT FRAUD)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Audit Internal


Dosen : Solikhul Hidayat, S.E., M.M.
Mata Kuliah: Audit Internal

Oleh Kelompok 9:

1. Novia Sulistyo Putriyanti (131120000937)


2. Aristiani Safitri (131120001011)
3. Fifi Fatika Sari (131120001022)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNISNU JEPARA
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Kecurangan

adalah

sebuah

representasi

yang

salah

atau

penyembunyian fakta-fakta yang material untuk memengaruhi seseorang


agar mau ambil bagian dalam suatu hal yang berharga. Definisi ini tidak
termasuk

pencurian

penggunaan

secara

oleh

karyawan,

pribadi

pemerasan,

aktiva-aktiva

yang

ataupun
berada

di

konversi
bawah

pengawasan si pelaku kejahatan. Institute of Internal Auditors (IIA)


menyebutkan kecurangan adalah meliputi serangkaian tindakan-tindakan
tidak wajar dan ilegal yang sengaja dilakukan untuk menipu. Tindakan
tersebut dapat dilakukan untuk keuntungan ataupun kerugian organisasi
dan oleh orang-orang di luar maupun di dalam organisasi.
Melakukan kejahatan dengan penipuan memiliki banyak istilah, antara
lain dapat disebut sebagai kecurangan (fraud), kejahatan kerah putih
(white-collarcrime), dan penggelapan (embezzlement). Tidak satu pun dari
kejahatan ini dapat meringkas keseluruhan arti dari praktik-praktik ilegal
dan penipuan yang terdapat di dalam sektor-sektor umum dan swasta dari
masyarakat.
Pada dasarnya terdapat dua tipe kecurangan, yaitu eksternal dan
internal. Kecurangan ekstrenal (eksternal fraud) adalah kecurangan yang
dilakukan

oleh

pihak

luar

terhadap

entitas.

Misalnya,

kecurangan

eksternal mencakup : kecurangan yang dilakukan pelanggan terhadap


usaha, wajib pajak terhadap pemerintah, atau pemegang polis terhadap
perusahaan

asuransi.

Tipe

kecurangan

internal

(internal

fraud).

Kecurangan internal adalah tindakan tidak legal dari karyawan, manajer,


dan eksekutif terhadap perusahaan.
1.2. Perumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah Kecurangan


Karyawan dan Manajemen
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian tugas mata kuliah
Audit Internal.
2. Untuk mengumpulkan data mengenai ilmu yang berkaitan dengan
kecurangan karyawan dan manajemen
3. Untuk mengetahui dan memahami lebih lengkap tentang ilmu
kecurangan karyawan dan manajemen
1.4. Manfaat Penelitian
Dengan adanya uraian-uraian di atas, maka penelitian ini akan
memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi Akademik
Penelitian
kontribusi

ini

dalam

diharapkan

mampu

pengembangan

bidang auditing, karena

pada

teori,

untuk

memberikan

khususnya

penelitian ini

dalam

mencakup

teoriteori yang telah dikembangkan, sehingga penelitian ini


dapat dijadikan sebagai referensi terhadap ilmu audit internal.
2. Bagi Praktisi
Penelitian ini diharapkan mampu untuk membantu dalam
pemberian masukan atau saran bagi para pihak-pihak luar
perusahaan dan para pemakai laporan keuangan, para auditor,
dan masyarakat dalam mendeteksi adanya kecurangan laporan
keuangan.

BAB II
PEMBAHASAN

Sifat
Melakukan kejahatan dengan penipuan memiliki banyak istilah,
antara lain dapat disebut sebagai kecurangan (fraud), kejahatan kerah
putih (white-collarcrime), dan penggelapan (embezzlement). Tidak satu
pun dari kejahatan ini dapat meringkas keseluruhan arti dari praktikpraktik ilegal dan penipuan yang terdapat di dalam sektor-sektor umum
dan swasta dari masyarakat.
Kecurangan

adalah

sebuah

representasi

yang

salah

atau

penyembunyian fakta-fakta yang material untuk memengaruhi


seseorang agar mau ambil bagian dalam suatu hal yang
berharga. Definisi ini tidak termasuk pencurian oleh karyawan,
pemerasan, ataupun konversi penggunaan secara pribadi aktivaaktiva yang berada di bawah pengawasan si pelaku kejahatan.
Institute of Internal Auditors (IIA) menyebutkan kecurangan
adalah meliputi serangkaian tindakan-tindakan tidak wajar dan
ilegal yang sengaja dilakukan untuk menipu. Tindakan tersebut
dapat dilakukan untuk keuntungan ataupun kerugian organisasi
dan oleh orang-orang di luar maupun di dalam organisasi.

Tipe-Tipe Kecurangan
Pada

dasarnya

terdapat

dua

tipe

kecurangan,

yaitu

eksternal dan internal. Kecurangan ekstrenal (eksternal fraud)


adalah kecurangan yang dilakukan oleh pihak luar terhadap
entitas. Misalnya, kecurangan eksternal mencakup : kecurangan
yang dilakukan pelanggan terhadap usaha, wajib pajak terhadap
pemerintah,

atau

pemegang

polis

terhadap

perusahaan

asuransi. Tipe kecurangan internal (internal fraud). Kecurangan


internal adalah tindakan tidak legal dari
karyawan, manajer, dan eksekutif terhadap perusahaan.
Kejahatan Kerah Putih didefinisikan sebagai tindakan atau
serangkaian tindakan kejahatan yang dilakukan dengan caracara nonfisik melalui penyembunyian ataupun penipuan untuk
mendapatkan uang ataupun harta benda, untuk menghindari
pembayaran atau hilangnya uang atau harta benda, atau untuk
mendapatkan keuntungan bisnis atau pribadi. Akan tetapi
banyak bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan oleh karyawan
atau manajer bukanlah suatu tindak kriminal dan banyak
diantaranya dilakukan oleh orang-orang yang tidak masuk ke
dalam kategori pekerja kerah putih.
Menurut Federal Beureau Investigation (FBI) kejahatan
kerah putih (white collar crime) adalah berbohong, curang, dan
mencuri. Istilah ini diciptakan pada tahun 1939 dan sekarang
identik dengan berbagai macam penipuan yang dilakukan oleh
para profesional bisnis dan pemerintah. Sebuah kejahatan
tunggal dapat menghancurkan sebuah perusahaan, keluarga
bahkan menghancurkan atau memusnahkan kehidupan mereka
melalui tabungan, atau investasi biaya miliaran dolar (atau
bahkan tiga, seperti dalam kasus Enron). Penipuan semakin
canggih

dari

sebelumnya,

dan

diperlukan

orang

yang

berdedikasi untuk menggunakan keterampilan melacak pelaku


penipuan dan berhenti bahkan sebelum pelaku kejahatan mulai.

Kejahatan kerah putih ini biasanya merupakan lanjutan dari


kecurangan yang dilakukan oleh seseorang.
Menurut

Dony

Kleden

Rohaniwan

(2011)

seorang

Pemerhati politik, kejahatan kerah putih (white collar crime)


adalah istilah temuan Hazel Croal untuk menyebut berbagai
tindak kejahatan di lembaga pemerintahan yang terjadi, baik
secara struktural yang melibatkan sekelompok orang maupun
secara individu. Hazel Croal mendefinisikan kejahatan kerah
putih

sebagai

penyalahgunaan

jabatan

yang

legitim

sebagaimana telah ditetapkan oleh hukum.Umumnya, skandal


kejahatan kerah putih sulit dilacak karena dilakukan pejabat
yang punya kuasa untuk memproduksi hukum dan membuat
berbagai keputusan vital. Kejahatan kerah putih terjadi dalam
lingkungan tertutup, yang memungkinkan terjadinya sistem
patronase. Contoh kejahatan kerah putih adalah pencucian uang
(money laundering), penipuan kepailitan (fraud bankruptcy),
penipuan

perusahaan,

penipuan

kredit

rumah,

penipuan

asuransi, penipuan saham dan efek, penipuan lewat internet,


kredit fiktif, dan penipuan lain yang berhubungan dengan uang.
Penggelapan

adalah

konversi

secara

tidak

sah

untuk

kepentingan pribadi, harta benda yang secara sah berada di


bawah pengawasan pelaku kejahatan. Ini adalah tindakan
kriminal dalam arti sempit. Penggelapan tidak meliputi tindakantindakan kriminal seperti penyuapan, pencurian, kecurangan
terhadap

pemerintah,

memeperoleh

harta

benda

melalui

ancaman kekerasan atau pengungkapan, ataupun hal-hal sejenis


lainnya.
Laporan kepada Negara pada tahun 1996 tentang Penyalahgunaan
dan Kecurangan di dalam pekerjaan memberikan estimasi bahwa
perusahaan-perusahaan kehilangan 6 persen dari pendapatan kotor
mereka atas penyalahgunaan dan kecurangan di dalam pekerjaan yang
didefinisikan sebagai penggunaan jabatan/pekerjaan seseorang untuk
memperoleh kekayaan pribadi melalui penerapan yang salah atau

penyalahgunaan

secara

sengaja

sumber

daya

ataupun

kekayaan

organisasi yang mempekerjakan.


Dikarenakan besarnya jumlah yang terlibat dan adanya potensi
dampak kerusakan dari kecurangan dan kejahatan lain yang terkait, para
auditor internal diharapkan untuk menepatkan aktivitas-aktivitas yang
buruk tersebut di bawah lampu pengawasan audit mereka.
Unsur-unsur Kecurangan
Kecurangan dapat memiliki banyak bentuk. Kecurangan dapat
diakibatkan oleh kesalahan representasi yang disengajaadanya saran
bahwa sesuatu hal adalah benar, padahal sebetulnya tidak, oleh
seseorang yang tahu bahwa hal tersebut adalah tidak benar. Pernyataan
tidak benar yang dinyatakan sebagai fakta oleh seseorang yang memiliki
dasar yang tidak memadai untuk memercayai bahwa hal tersebut adalah
benarpenutupan

fakta

oleh

seseorang

yang

diharuskan

untuk

mengungkapkannya. Kecurangan juga termasuk janji-janji palsu yang


dibuat dengan maksud untuk tidak akan dipenuhi.
Unsur-unsur kecurangan legal, ataupun penipuan seperti yang
dikenal menurut hukum secara umum adalah:

Representasi yang salah atas fakta yang material, ataupun opini


dalam beberapa kasus tertentu
Dibuat dengan pengetahuan akan kepalsuannya atau tanpa

memiliki

cukup

pengetahuan

atas

subjek

untuk

dapat

memberikan sebuah representasi.

Seseorang yang bertindak atas representasi tersebut


Sehingga menimbulkan kerugian baginya

Unsur-unsur apa saja yang disebut kejahatan kerah putih agak


berbeda. Unsur-unsur tersebut adalah:

bermaksud untuk melakukan sebuah tindakan kejahatan atau


untuk mencapai tujuan yang tidak sesuai dengan kebijakan
hukum maupun publik

Menyamarkan tujuan melalui pemalsuan dan representasi

yang tidak benar yang digunakan untuk mencapai tujuan


tersebut

Ketergantungan

pelaku

kejahatan

pada

ketidaksadaran

ataupun kesembronoan dari korban

Tindakan secara sukarela yang dilakukan oleh korban untuk


membantu pelaku kejahatan sebagai hasil dari praktik
penipuan yang dilakukan.

Lingkungan
Kecurangan karyawan dan manajemen adalah rumput liar beracun
yang tumbuh subur dalam sebuah iklim yang permisif di mana benihbenih kecurangan dibantu dan bahkan diundang untuk tumbuh dan
berkembang.
Lingkungan

di

dalam

sebuah

organisasi

pada

umumnya

dikembangkan dan dijaga oleh manajemen senior dan dewan komisaris.


Untuk mencegah terjadinya kecurangan, lingkungan tersebut harus tegas.
Manajemen hendaknya menentukan dengan jelas dalam kebijakankebijakan tertulisnya mengenai komitmen dalam perlakuan yang adil,
posisinya dalam konflik kepentingan, persyaratannya akan merekrut
karyawan-karyawan yang jujur, keharusannya akan kontrol internal yang
kuat dan diatur dengan baik, serta keteguhannya untuk menghukum yang
bersalah.
Kebijakan tersebut adalah sebuah langkah pertama yang penting
dalam menunjukkan keputusan entitas untuk menolak kecurangan dalam
bentuk apa pun. Kebijakan tersebut sebaiknya dibuat draftnya dengan
seksama, dengan masukan dari penasihat organisasi. Unsur-unsur di
bawah ini hendaknya diperhitungkan dalm menyusun sebuah kebijakan:

Semua

aktivitas

lilegal,

termasuk

kecurangan

untuk

keuntungan organisasi, adalah dilarang.

Tanggung jawab untuk melakukan investigasi akan dinyatakan


dengan jelas. Biasanya hal ini akan ditugaskan kepada
keamanan atau audit internal atau keduanya.

Setiap karyawan yang mencurigai adanya penyelewengan


diharuskan untuk memberitahukannya dengan segera kepada
atasan atau kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab
untuk melakukan investigasi.

Setiap kecurangan adanya penyelewengan akan diinvestigasi


sepenuhnya.

Seluruh tersangka dan pelaku akan diperlakukan sama, tanpa


memandang posisi yang ia duduki ataupiun masa jabatannya.

Manajer bertanggung jawab untuk mengetahui eksposur yang


diakibatkan oleh tindak kejahatan dan utnuk menetapkan
kontrol

dan

prosedur

untuk

mencegah dan mendeteksi

kecurigaan adanya penyelewengan.

Manajer diminta untuk sepenuhnya bekerja sama dengan


pihak

penegak

hukum

dan

pemerintahan,

termasuk

memberikan laporan kepada penegak hukum dan mendukung


tuntutan.

Penyembunyian dan balas dendam terhadap para saksi


adalah sangat dilarang.

Seluruh investigasi atas penyelewengan akan dilaporkan


kepada komite audit dari dewan komisaris.

Seluruh penyelewengan akan dilaporkan kepada organisasi


yang terikat, dan klaim-klaim yang terikat akan disimpan
dalam arsip.

Sebuah program konflik kepentingan resmi akan dibuat dan


mengharuskan dibuatnya pernyataan tahunan oleh seluruh
karyawan yang terlibat. Termasuk anggota dewan komisaris,
akan adanya kebebasan dari konflik-konflik yang ada ataupun
yang dirasakan.

Di samping iklim yang permisif, terdapat tiga gabungan kondisi lain


yang dapat menggerakkan seseorang untuk melaksanakan perbuatanperbuatan yang curang:

Tekanan

situasional

pada

karyawan,

karyawan

mungkin

terlibat utang atau ia mungkin ditekan (baik secara eksternal


maupun internal) untuk memperbaiki posisinya. Begitu pula,
karyawan-karyawan
hilangnya

organisasi

penjualan,

yang

kompetisi

dihadapkan

yang

kuat,

dengan

skedul

atau

spesifikasi yang berat, peraturan-peraturan yang keras, atau


laba yang menurun , mungkin melakukan hal-hal yang ilegal
atau tidak etis untuk membalik posisi mereka atau organisasi
mereka.

Akses terhadap aktiva yang tidak terkontrol, bersama-sama


dengan

ketidakpedulian

dari

manajemen.

Salah

satu

pengangkal yang paling kuat bagi kecurangan oleh karyawan


dan manajemen adalah kepastian pendeteksian dan hukuman.
Kontrol

yang

kuat

dan

pengawasan

yang

ketat

makin

meningkat kepastian ini.

Kepribadian

yang

menggerogoti

integritas

seseorang.

Beberapa orang memiliki kecenderungan untuk mengambil


jalan yang tidak jujur. Ketika orang lain melihat tidak adanya
halangan dalam jalan tersebut, maka mereka akan cenderung
untuk ikut melakukannya.
Baik manajer maupun auditor internal tidak dapat berbuat banyak
untuk tekanan-tekanan situasional dari karyawan. Hal-hal seperti ini
biasanya tidak diberitahukan dengan segera. Akan tetapi, organisasi
dapat

membuat

program-prgram

konseling

dan

fasilitas

pinjaman

bantuan. Para manajer juga dapat memperkecil adanya kesempatan yang


dirasakan dengan menerapkan kontrol yang sesuai, dan auditor internal
dapat mengevaluasi kontrol tersebut.
Salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah perilaku yang
tidak jujur adalah dengan tidak menerima karyawan yang tidak jujur.
Manajemen paling tidak dapat mencoba untuk memverifikasi latar
belakngnya. Sering kali, departemen personalia tidak memeriksa referensi
atau menghubungi tempat kerja yang sebelumnya, bahkan ketika
karyawan tersebut diterima untuk posisi-posisi yang sensitif. Manajemen

senior hendaknya mendesak dilakukannya praktik-praktik tersebut telah


dilaksanakan sesuai dengan yang dimaksud.
Kejahatan dan Kecurangan
Karyawan mugnkin dapat dibujuk untuk mencuri atasa arahan dari
suatu organisasi kriminal. Satu metode yang digunakan untuk merampok
sebuah organisasi adalah dengan memuat lebih banyak karton, gulungan,
ataupun kemasan barang dagangan yang lainnya dalam sebuah truk yang
ditujukan kepada seorang pembeli tertentu. Organisasi kriminal tersebut
akan mengambil selisihnya. Para kriminal akan menyebut karyawan yang
membantu mencuri barang dagangan tersebut sebagai 10 persenan
karyawan akan menerima 10 persen dari nilai barang yang dicuri.
Organisasi kriminal juga mendapat keuntungan yang besar dari
kartu kredit hasil curian. Dalam satu organisasi, kontrol yang ketat
diterapkan atas kartu kredit dari sejak kartu yang kosong dibeli sampai
kartu tersebut disampaikan ke kantor pos untuk dikirimkan kepada para
nasabah. Seorang karyawan kantor pos akan mengganti alamat kartu
kredit tersebut ke alamat sebuah organisasi kriminal dengan maksud
melakukan kecurangan. Perusahaan dalam bisnis kartu kredit juga
mengalami kerugian akibat adanya pemalsuan kartu kredit. Perbandingan
atas nomor identifikasi dengan catatan pusat untuk mendeteksi adanya
penggandaaan adalah salah satu bentuk perlindungan yang penting.
Petugas dan juga karyawan sebaiknya mengetahui bahwa tindaktindak kejahatan terhadap pemerintah akan menyebabkan mereka ikut
terlibat

dalam

kemungkinan

pelanggaran

empat

undang-undang

kecurangan federal:

Undang-undang pernyataan palsu, 18 U.S.C. 1001

Undang-undang klaim palsu, 18 U.S.C. 287

Undang-undang kecurangan melalui surat, 18 U.S.C. 1341

Undang-undang konspirasi, 18 U.S.C. 371.

Sebagai contoh, para petugas dan karyawan yang terlibat dalam


pembebanan biaya yang tidak benar dalam sebuah kontrak harga tetap
untuk sebuah kontrak biaya-plus dengan pemerintah mungkin telah

melanggar undang-undang pernyataan palsu yang berbunyi sebagai


berikut:
Siapapun, dalam masalaah apa pun di dalam yurisdiksi dari setiap
departemen atau keagenan Amerika Serikat, telah dengan sengaja
mengetahui dan memalsukan, menyembunyikan, atau menutup-nutupi
dengan cara, maksud, atau pembuatan suatu fakta, yang material apa
pun, ataupun membuat pernyataan atau representasi yang tidak benar,
fiktif, atau curang maupun membuat atau menggunakan tulisan atau
dokumen palsu yang diketahui memuat pernyataan atau isi yang tidak
benar, fiktif dan curang, akan dikenai dendan lebih dari $10.000 atau
dipenjarakan selama tidak lebih dari lima tahun, atau kedua-duanya.
Undang-undang

federal

juga

memberikan

pertolongan

bagi

organisasi-organisasi yang telah menjadi korban kecurangan. undangundang tahun 1970 dari Racketer Influences and Corrupt Organization
(RICO), 18 U.S.C. 1961, pada awalnya dirancang untuk menghilangkan
tindak kejahatan dari saluran-saluran dalam perdagangan. Namun, ruang
lingkup RICO meluas sampai pada para penjahat kerah putih yang tidak
memiliki hubungan dengan organisasi kriminal.
Dalam undang-undang tersebut, organisasi yang telah menjadi
korban dapat menuntut

hingga

tiga kali

lipat dari

jumlah-jumlah

kerugiannya ditambah biaya dan ongkos pengacara. Contoh-contoh dari


penerapan RICO adalah sebagai berikut:

Seorang

manajer

dari

sebuah

kantor

wilayah

menjual

persediaan untuk keuntungan pribadinya dan memberikan


laporan penjulan bulanan yang tidak benar diberikan, ia telah
berpartisipasi dalam affair perusahaan melalui sebuah pola
aktivitas yang tidak jujur dan tindakannya berarti telah berada
dalam wilayah RICO.

Seorang agen pembelian menerima bayaran dari pemasok.


Bayaran tersebut merupakan tindakan penyuapan komersial di
mana

pemasok

dan

agen

pembelian

tersebut

telah

berkonspirasi untuk ikut serta dalam affair perusahaan melalui


sebuah pola aktivitas yang tidak jujur.

Sebuah pabrikan peralatan presisi secara sengaja memberikan


representasi yang salah tentang kinerja dari alatnya melalui
surat dan dalam pembicaraan telepon. Pembuat peralatan
tersebut telah melaksanakan affair-nya melalui sebuah pola
aktivitas yang tidak jujur dan telah memberikan kerugian
secara ekonomis kepada perusahaan.

Ketika pola-pola penyelewengan seperti itu ditemukan, auditor


internal sebaiknya memberitahukan kepada manajemen mengenai hakhak dari perusahaan menurut Undang-undang RICO.
Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer semakin meningkat. Dan hanya sejumlah kecil
dari yang terjadi dapat terungkap, dan angka yang tertera sangat
mengejutkan

jumlahnya.

Metode

dan

cara

yang

digunakan

yang

digunakan untuk menipu perusahaan dan keagenan sangat banyak


jumlahnya, dan kemungkinan untuk mendeteksi seluruh kecurangan yang
ada melalui komputer adalah hanya impian belaka. Perlindungan terbaik
dari kecurangan melalui komputer adalah pencegahan. kontrol-kontrol
preventif meliputi hal-hal seperti:

Penyelesaian karyawan

Definisi tugas

Pemisahan tugas

Akses ganda

Etika ganda

Etika profesional

Lisensi

Kontrol atas perancangan sistem

Keamanan atas akses fisik

Keamanan atas akses elektronik

Kontrol dan pengeditan internal

Ketakutan akan deteksi

Sebuah buku terbaru tentang kecurangan mengutip materi dari


AICPA Audit and Accounting Manual yang berkaitan dengan area-area dan

kontrol-kontrol yang direkomendasikan untuk mengatasi risiko inheren


yang ada disajikan kembali di bawah ini:

fungsi

komputer

pengguna.
membuat

tidak

Misalnya,
dokumen

sepenuhnya

suatu
sumber,

terpisah

depatemen

dari

pengguna

emmasukkannya

ke

para
dapat
dalam

sistem, mengoperasikan komputer, dan menghasilkan output.


Lingkungan sepertiini memiliki risiko-risiko seperti kesalahankesalahan yang sengaja ditutup-tutupi, pengubahan arsip
induk secara tidak sah, kesalahan input karena kekuranghatihatian dan data hilang atau rusak. Beberapa kontrol untuk
mengatasi risiko-risiko ini meliputi log-log kontrol transaksi
dan batch, penelaahan independen atas log, penggunaan
password (kata sandi) dan supervisi akses lainnya, rotasi
dalam tugas pengguna, sebuah persyaratan bahwa arsip
induk hanya dapat diubah oleh program aplikasi yang
membuat sebuah log internal tentang seluruh perubahan yang
dibuat dan siapa yang membuatnya, dan perbandingan secara
berkala dari program-program pemasok dengan versi yang
dimiliki oleh perusahaan.

Lokasi dari komputer di area pengguna memberikan


peningkatan terjadinya risiko-risiko berikut ini: penggunanaan
arsip data secara tidak sah, modifikasi atas program secara
tidak sah, dan penyalahgunaan sumber daya komputer.
Kontrol yang disarankan untuk mengatasi risiko-risiko ini
termasuk menu yang diproteksi oleh password, penelaahan
berkala atas laporan catatan penggunaan, dan kontrol fisik
atas peranti keras sistem, seperti terminal yang terkunci dan
hanya bisa membaca saja.

Kurangnya pemisahan tugas dalam departemen komputer


menimbulkan risiko-risiko berikut: akses terhadap program
dan arsip induk yang tidak sah, penutup-nutupan kesalahan
yang

disengaja,

dan

program-program

yang

secara

representatif tidak sesuai dengan tujuan perusahaan. Kontrol-

kontrol untuk mengurangi risiko-risiko seperti ini meliputi


akses yang terbatas ke kode sumber, perbandingan secara
berkala dari program-program yang digunakan dengan versi
dari program-program yang sah , proteksi password untuk
membatasi akses atas dasar sesuai dengan kebutuhan, dan
penalaahan manajamen atas log.

kurangnya pengetahuan teknis komputer dari karyawan yang


mensupervisi komputer meningkatkan terjadinya potensipotensi

risiko

seperti

ketidakmampuan

supervisor

untuk

mengenali kegagalan dalam pemenuhan sasaran manajemen


dan ketidakmampuan untuk menguji dan menelaah sistem
secara efektif. Kontrol-kontrol untuk mengatasi risiko-risiko ini
meliputi penggunaan dokumentasi dan daftar cek serta
perekrutan karyawan dari luar untuk menelaah modifikasimodifikasi yang dilakukan pada program.

Penggunaaan program utilitas yang melewati log sistem


untuk membuat arsip induk dan modifikasi program akan
mengarah ke beberapa risiko: akses yang tidak sah ke data
dan program, pengubahan arsip yang tidak terdeteksi, serta
pemrosesan dan penyembunyian transaksi-transaksi yang
tidak sah. Cara utama untuk mengontrol risiko-risiko ini adalah
mengharuskan seluruh modifikasi program dan arsip induk
dibuat melalui program aplikasi yang relevan dan membatasi
akses ke utilitas sistem.

Disket

memiliki

beragam

risiko

karena

relatif

mudah

disembunyikan akibat ukuran dan kapasitas data yang dimiliki.


Risiko-risiko itu termasuk pemrosesan arsip data yang salah
dan melewati log kesalahan. Kontrol meliputi pembatasan
akses

ke

penyimpanan

disket

kontrol

dan

penggunaan

terminal-terminal read-only.

Terminal yang berlokasi di seluruh area perusahaan dan


lapangan memiliki risiko terhadap akses dan pemasukan data
yang tidak sah. Kontrol yang dapat dilakukan meliputi

terminal-terminal read-only, terminal yang dapat mengakses


program dan arsip tertentu, serta keamanan fisik dari peranti
keras dan log akses.

Peranti

lunak

pemasok

yang

tersedia

mendorong

suboptimalisasi dari sasaran-sasaran manajemen. Hal ini


terjadi karena pengguna lebih mudah menggunakan program
yang telah mereka kenal, meskipun paket peranti lunak
seperti itu kurang mampu memenuhi sasaran manajemen.m
program

program

tersebut

sering

kali

tidak

diuji

oleh

karyawan yang berwenang sebelum digunakan dan diterima.


Satu-satunya kontrol atas risiko ini adalah mengharuskan
semua peranti lunak yang dibeli oleh pengguna diuji oleh
petugas sistem untuk memastikan kepatuhannya terhadap
sasaran manamejen.
Ketakutan terhadap deteksi akan ditingkatkan oleh kehadiran dari
kelompok audit internal yang mengerti dan memahami sepenuhnya
potensi dari penyalahgunaan komputer serta terlibat dalam seluruh
tahapan pengembangan dan penerapan operasi berdasarkan komputer.
Tanggung Jawab
Perspektif Historis
Pada tahun-tahun awal, perhatian auditor terutama diarahkan pada
pendeteksian yang keliru dan curang. Secara umum, mereka melakukan
tindakan polisi. protektif dan detektif daripada konstruktif. Tidak ada
standar formal baku yang tanggung jawab kepada auditor internal untuk
mencegah dan mendeteksi pengadilan telah menentukan tanggung jawab
auditor eksternal untuk pencegahan dan pendeteksian seperti itu. Sejak
abad ke-19 di Inggris, pengadilan menerapkan aturan akal diharapkan
sebagai auditor yang dapat dianggap cukup memiliki kemampuan. Aturan
yang sama dapat diterapkan pula bagi auditor internal.
Dalam kasus London and General Bank (No. 2), (1885, 2 B. 673),
seorang auditor diminta membayar kepada Official Receiver of the London
and Generar Bank, yang perkaranya sedang diputuskan, sejumlah dividen

tertentu yang dibayarkan atas dasar tidak dinyatakan cadangan piutang


tak tertagih dengan benar dalam neraca yang

telah disertifikasi oeh

auditor. Jika saja cadangan tersebut telah dibuat dengan benar, dividen
yang dibayarkan tidak akan pernah dinyatakan.
Dalam menyanggah sidang pengadilan dan pembelaan bahwa
auditor tidak dapat dipersalahkan terhadap salah satu dan dividen
tersebut, sidang banding menyatakan sbb:
Seorang auditor, tidak terikat untuk melaksanakan lebih dari
melaksanakan perhatian dan keahliah yang wajar dalam memberikan
pertanyaa-pertanyaan dan investigasi. Ia bukan seorang penjamin. Begitu
yang saya tangkap dari tugas seorang auditor, ia harus jujur, bahwa ia
tidak harus memberikan pernyataan atas apa yang dianggap tidak benar,
serta ia harus bertindak hati-hati dan dengan keahlian yang wajar
sebelum ia yakin bahwa apa yang ia nyatakan adalah benar.
Dalam semangat yang sama sidang pengadilan mengatakan hal
berikut ini di dalam kasus Kingston Cotton Mill Co, Limeted (No. 2 (1896
2B.279) sbb :
Merupakan tugas bagi seorang auditor untuk menerapkan keahlian,
perhatian, dan kewaspadaan dalam pekerjaan yang harus ia lakukan,
yang akan digunakan oleh seorang auditor yang dianggap cukup
kompeten, berhati-hati, dan waspada. Seorang auditor tidak diharuskan
menjadi seorang detektif, atau, seperti yang dikatakan, untuk melakukan
pendekatan atas pekerjaannya dengan kecurangan, atau dengan sebuah
kesimpulan terlebih dahulu bahwa telah terjadi suatu kesalahan. Ia seekor
anjing penjaga, namun bukan seekor anjing pemburu . . . . Jika sampai ke
dasar, akan tetapi dalam keadaan hal-hal semacam itu, ia hanya
diwajibkan untuk menjadi cukup waspada dan berhati-hati.
Pelaporan Kecurangan
Sebuah

laporan

tertulis

hendaknya

diterbitkan

pada

saat

pengambilan kesimpulan dari tahapan investigasi. Laporan tersebut


hendaknya memuat seluruh temuan, kesimpulan, rekomendasi, dan

tindakan perbaikan yang diambil. (practice Advisory-2410.A2-1, Par 10 &


11)
Auditor internal adalah pengawas dari sistem kontrol organisasi
mereka, mereka bukan jaminan terhadap kecurangan, penggelapan,
pencurian, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur.
Auditor
kelalaian

internal

dalam

tidak

kontrol

ini

dapat

semata-mata

kepada

hanya

manajemen

melaporkan

operasional

dan

meninggalkannya. Pertama-tama, manajemen mungkin tidak terlalu


berorientasi pada kontrol. Kedua, manajer-manajer unit bisa saja ikut
terlibat dalam penyelewenga tersebut. Ketiga, manajer sering kali sulit
untuk percaya bahwa orang-orang yang mereka beri kepercayaan dapat
secara sengaja dinyatakan bersalah telah melakukan penyelewengan.
Oleh sebab itu, perlunya diikuti ketentuan-ketentuan didalam standar
ketika terdapat kecurigaan akan adanya kecurangan, bahwa pihak-pihak
yang berwenang di dalam organisasi harus diberitahukan, dan bahwa
selanjutnya, auditor hendaknya menindaklanjuti untuk melihat apakah
kewajiban dari departemen audit internal telah dipenuhi.
Wewenang
Auditor internal tidak dapat dianggap bertanggungjawab atas
kewajiban yang sebenarnya berada ditangan manajer atau mencari
wewenang untuk memenuhi kewajiban. Adalah tanggung jawab bagi
manajemen untuk:

Menetapkan iklim moral dimana perusahaan melaksanakan


fungsi-fungsinya.

Mengarahkan organisasi untuk mencapai rencananya dan


mengikuti kebijakan-kebijakan.

Membuat dan memelihara kontrol internal.

Menetukan biaya yang sesuai versus rasio-rasio kontrol,


dengan tetap memikirkan perhitungan: eksposur minus usaha
perlindungan sama dengan risiko.

Membuat dan memelihara jalur-jalur komunikasi dan sistem


pelaporan di dalam organisasi dan untuk mengetahui apa-apa
yang sedang terjadi.

Tiga Faktor yang Berhubungan dengan Kecurangan


Pada umumnya diyakini bahwa terdapat tiga kondisi yang ada bagi
terjadinya kecurangan atau penggelapan. Tiga faktor ini bersifat kolektif
dan dapat terjadi dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Faktor-faktor

tersebut adalah:
Situasi akan kebutuhan: Situasi ini dapat disebabkan oleh
alasan keuangan karena pengeluaran atau kerugian uang
lainnya yang tidak dapat ditutupi oleh sumber daya keuangan
yang normal dari individu tersebut. Contohnya adalah: keluarga
yang sakit, perjudian, hidup melebihi kemampuan pribadi, affair
perselingkuhan, kerugian akibat investasi, kecelakaan, dan
kebutuhan untuk pendidikan. Kebutuhan ini juga dapat bersifat
psikologis;

misalnya,

keinginan

untuk

hidup

dalam

marabahaya, atau untuk membalas dendam atas perlakuan


yang tidak adil. Sudah pasti terdapat pengaruh yang memotivasi
munculnya pemikiran untuk berusaha harus mendapatkan uang,
sering kali dianggap meminjam, dalam kasus-kasus yang lainnya
dengan tidak memiliki maksud untuk membayarnya kembali.
Lingkungan yang mengundang terjadinya penggelapan:
Hal ini biasanya merupakan situasi di mana tidak terdapat
kontrol, atau di mana kontrolnya lemah, atau di mana terdapat
kontrol namun tidak berfungsi. Sering kali kondisi ini terungkap
melalui situasi yang tidak disengaja ketika seorang individu,
karena suatu kesalahan, menyadari bahwa ia telah menerima
uang secara tidak benar, meskipun uang tersebut ia peroleh
secara tidak sengaja, dan bahwa kontrol yang seharusnya
mencegah kejadian tersebut tidak ada atau tidak berfungsi.
Karakteristik perilaku seseorang: Kedua kondisi di atas
dapat terjadi, namun jika individu tersebut memiliki sifat jujur

yang tinggi, kecurangan tidak akan dilakukan. Akan tetapi,


kasus-kasus ekstrem dari unsur pertama di atas, ditambah
dengan situasi kontrol yang lemah dari unsur yang kedua, dapat
menguasai moral dasar seseorang yang menjauhi hal-hal seperti
itu dan akan membuka pintu terjadinya penyelewengan.
Deteksi
Kendala-kendala
Seorang kepala teller di sebuah bank berhasil mengambil dana lebih
dari $1 juta selama masa 3 tahun melalui manipulasi komputer bank.
Kontrol internal normal bank

tidak dapat mendektesi penyelewengan

tersebut. Ia kemudian ditahan hanya karena agen-agen federal, yang


melakukan investigasi atas aktivitas sebuah tempat judi yang dicurigai,
menemukan bahwa ia mempertaruhkan lebih dari $ 30.000 sehari di atas
meja judi.
Dengan

mengikutinya,

mereka

menemukan

dari

mana

ia

memperoleh uang untuk judi tersebut. Pendeteksian di atas terjadi karena


kebetulan, bukan dirancang terlebih insiden yang didasarkan atas
ketidakjujuran dapat lolos dari sampai 15 pemeriksaan yang dilakukan
oleh akuntan publik independen. Beberapa yang lainnya tetap tidak
terungkap selama lebih dari 25 tahun meskipun telah dilakukan upayaupaya rutin dari pemeriksa-pemeriksa negara bagian dan federal.
Jika auditor internal ingin berhasil dalam mendeteksi kecurangan,
mereka harus mengembangkan kewaspadaan yang tinggi mengenai
bagaimana

kecurangan

dapat

terjadi.

Langkah

pertama

adalah

meluangkan lebih banyak waktu untuk menilai bagaimana sistem kontrol


dan risiko-risiko apa yang sedang atau sebaiknya dijauhkan. Selanjutnya
auditor apakah dalam praktik nyata di lapangan, prosedur-prosedur
kontrol telah mengalami pelanggaran.
Audit Analitis

Analisis tren. Analisis tren adalah alat diagnostik. Auditor akan


membuat

bagan

data

operasional

tahun-tahun

sebelumnya

untuk

mengevaluasi kewajaran dari laba atau pengeluaran tahun ini.


Analisis proporsional. Seperti analisis tren, adalah alat diagnostik.
Analisis

proporsional

pengeluaran

tertentu

merupakan
dengan

metode

yang

menilai

laba

dan

menghubungkan

kepada

laba

dan

pengeluaran yang lain, atau kepada data-data statistik operasional


lainnya.
Kelemahan dalam analisis. Auditor internal harus berhati-hati dalam
menggunakan analisis-analisis ini. Variabel-variabel dan situasi yang
mempengaruhi dapat masuk ke dalam perhitungan seperti pembayaran
uang lembur yang tinggi pada satu periode dan tidak terjadi pada periode
yang lain.
Pencegahan
Kontrol adalah penting namun control bukanlah asuransi yang
lengkap. Kontrol membuat pelaksanaan kecurangan menjadi lebih sulit,
namun bukan sesuatu yang mustahil. Baik manajemen maupun auditor
internal sebaiknya tidak terlena dengan perasanaan aman yang palsu
karena telah ada control yang dilakukan dengan baik. Berikade apapun
dapat ditembus oleh seorang pencuri yang tekun dan ahli, namun control
yang baik dapat membuat pekerjaan pencuri tersebut menjadi lebih sulit.
Pada satu motivator yang paling kuat dari kejujuran adalah rasa
takut tertangkap. Buatlah ketakutan tersebut menjadi sebuah kepastian
dan pengaruh untuk mencuri pun akan memudar. Tetapi bahkan kepastian
semacam itu dapat menjadi khayalan yang bodoh. Satu-satunya yang
dapat diharapkan oleh orang-orang adalah pencegahan.

Kecurangan Manajemen

Kecurangan

manajemen

membutuhkan

pertimbangan

khusus.

Kecurangan manajemen merupakan sebuah bentuk kecurangan yang


berada di luar definisi hukum yang sempit atas penggelapan, kecurangan,
pencurian.

Kecurangan

manajemen

terdiri

atas

seluruh

bentuk

kecurangan yang dipraktikkan oleh para manajer untuk menguntungkan


diri sendiri dan merugikan organisasi. Kecurangan oleh para manager
orang yang berada di posisi yang memiliki kekuatan dan kepercayaan
bukanlah suatu hal sering dibicarakan. Kecurangan manajemen lebih
sering ditutup-tutupi daripada diungkapkan. Kecurangan manajemen
biasanya ditutup-tutupi oleh para korbannya untuk menghindari dampak
merugikan dari publisitas yang buruk.
Dimana Kecurangan Manajemen Dapat Terjadi
Kecurangan manajemen dapat ditemukan pada tempat di mana
para manajer memiliki kesempatan dan kebutuhan untuk meningkatkan
dompet mereka, status mereka, atau ego mereka melalui kecurangan.
Kesempatan terutama terletak pada posisi manajer yang dipercayai dalam
organisasi.
Di dalam sebuah posisi yang dipercaya, mereka memberikan
komando kepercayaan dan rasa hormat motif-motif mereka jarang
dipertanyakan dan penjelasan mereka jarang dibantah. Peranan mereka
yang dihormati para manajer pusat laba, pemimpin dari unit-unit yang
berdiri sendiri menempatkan mereka di atas kecurigaan. Mereka sering
kali kebal terhadap pengujian check dan balance umum yang diterapkan
kepada para bawahan mereka.
Kecurangan tersebut dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Kecurangan

tersebut

terus

berlangsung

di

mana

tidak

terdapat

pengawasan yang saksama. Kecurangan manajemen terus berlangsung di


mana para wakil direktur utama kelompok yang mengunjungi organisasi
tersebut menggunakan kunjungannya hanya untuk tujuan sosial, bukan
untuk menanyakan pertanyaan yang sulit. Kecurangan manajemen terus
berlangsung

di

mana

tidak

terdapat

internal

tingkat

atas

yang

menganalisis dan membedah baik operasi-operasi maupun laporanlaporan.

Ketika kecurangan tersebut pada akhirnya muncul ke permukaan,


atau di mana ke dilakukannya investigasi, kerugian telah terjadi dan para
pelaku biasanya berpindah di padang yang lain. Kerusakan yang
ditinggalkan dapat tidak terhitung jumlahnya.

Alasan di Balik Kecurangan Manajemen


Tekanan-tekanan yang berbeda mendorong manajer melakukan
kecurangan. Tekanan-tekanan ini dapat berupa internal maupun eksternal.
Seorang manajer mungkin memiliki dorongan di dalam dirinya untuk
mengalahkan para manajer yang lain, untuk melebihi kinerja yang telah
ditampilkan di tahun fiskal sebelumnya, untuk mengalahkan pesaing
dalam promosi yang didambakan, atau untuk menerima bonus insentif
yang lebih besar. Alasan dan ketamakan ditetapkan dapat berada di luar
kapasitas dari manajer tersebut untuk mencapainya.
Tekanan-tekanan yang sama bisa datang dari atasan mereka.
Sasaran dapat dite yang tersentralisasi dan tidak realistis. Sasaran ini
disaring ke bawah hingga ke yang dipaksa untuk memenuhi sasaransasaran yang tidak pernah mereka be sebelumnya. Karena mereka tidak
dapat mencapai sasaran-sasaran ini dengan hasilnya menjadi tampak
telah tercapai dengan melakukan kecurangan. Sebuah alasan di balik
kecurangan manajemen adalah sebagai berikut:
Para eksekutif kadang kala mengambil langkah yang terburu-buru di
mana mundur kembali. Dalam satu kesempatan, direktur utama dari
sebuah anak perusahaan besar kelompok konglomerat tanpa berpikir
panjang mengatakan di hadapan sebuah kelompok analis keuangan
bahwa laba tahun berjalan akan mencapai X dolar per lembar saham.
Pernyataan

ini

independennya

menjadi
dibujuk

sasaran
untuk

organisasi,

menghapuskan

dan

akuntan

suatu

publik

penyesuaian

persediaan selama jangka waktu lima tahun. Transaksi ini meningkatkan


laba tahun berjalan, akan tetapi rnenimbulkan distorsi dalam laporan

keuangan

perusahaan.

Manajemen

perusahaan

tidak

menyadari

kecurangan ini sampai akhirnya diungkapkan oleh para konsultan.


Organisasi memublikasikan pada pasar keuangan estimasi dari
tingkat penjualan, pangsa pasar, laba, dan kinerja saham di masa depan.
Ketika salah satu dari atas tidak terpenuhi, maka akuntansi yang agresif
pun diterapkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Sebuah organisasi melakukan reklasifikasi pembayaran-pembayaran
untuk sewa jalur fasilitas umum sebagai kapitalisasi aktiva tak berwujud
sehingga pada tahun berjalan. Akuntan luar, berada di bawah tekanan
dan menghadapi hilangnya ongkos jasa konsultasi (yang melibihi ongkos
untuk

mengaudit),

mengambil

sikap

menunggu

dan

mengabaikan

kecurangan tersebut.

Ketika Kecurangan Manajemen Terjadi


Akibat langsung kecurangan manajemen, setelah terdeteksi, adalah
terbuangnya waktu saraf dengan kejam dari para eksekutif senior atau
anggota dewan komisaris yang harus mengeluarkan

kanker dan

membalut luka yang ia derita, kecuali jika ia termasuk bagian dari


masalahn biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk penyembuhan
kemungkinan besar akan jauh melebihi dari yang dibutuhkan untuk
mencegahnya. Seluruh auditor dan investigator yang bekerja pada
kecurangan akan mengingat kembali derita yang dialami dan ditunjukkan
oleh para eksekutif (kecuali jika mereka sendiri pelakunya) ketika mereka
mengetahui bahwa para bawahan hargai telah mengkhianati kepercayaan
yang mereka berikan. Kejadian ini adalah trauma ingin dialami oleh semua
eksekutif.
Ketika

kecurangan

manajemen

terjadi,

manajemen

eksekutif,

dengan rasa marahnya; dapat mengambil tindakan yang cepat dan


drastis. Ini merupakan kesalahan fatal. Kecenderungan nya adalah untuk
focus pada aspek-aspek legal, membiarkan yang berwajib bekerja
mencatat

pelaku

yang

nyata,

dan

akibatnya

investigasi yang metodis, mendalam, dan produktif.

menggalkan

sebuah

Gejala-gejala Kecurangan Manajemen


Para konsultan investigasi telah mengidentifikasi sekumpulan gejala
yang biasanya menjadi yang dapat diandalkan bagi sebuah kondisi yang
tidak wajar. Gejala ini hanyalah berupa luka luar saja. Penyakit kanker
terletak di bawahnya, namun luka luar tersebut harus dikenali arti secara
tidak langsung. Di bawah ini adalah beberapa indikator tersebut,
beberapa dijelaskan, dan beberapa dicontohkan:
Laporan yang selalu terlambat. Laporan-laporan yang jujur pada
umumnya dapat dikeluarkan tepat waktu karena tujuannya adalah untuk
menginformasikan, bukan membohongi. Tetapi agar seorang pembohong
tahu di mana ia harus memainkan angka-angka laporan, ia harus
menganalisis data yang dilaporkan terlebih dahulu untuk mengetahui data
mana yang manipulasi. Analisis ini memakan waktu. Laporan yang terusmenerus terlambat memerlukan investigasi mendalam dan sebuah
pencarian penyebab mengapa keterlambatan tersebut terjadi.
Para manajer yang secara rutin mengerjakan tugas bawahannya. Di
sebuah organisasi wakil direktur utama administrasi tidak pernah
menyerahkan fungsi pengawasan keuangannya. Pengawas keuangan
yang ditunjuk adalah seorang suruhan. Wakil direktur utama tersebut
mengesampingkan manajer kredit dan bertindak pula sebagai manajer
gudang. Lebih buruk lagi, ia mengambil alih tanggung jawab manajer
keuangan dan melakukan penyetoran ke bank. Beberapa dari pokok
setoran, yang kebanyakan dalam bentuk uang kas, tidak sampai ke
rekening organisasi. Sebuah departemen audit internal yang waspada
mungkin
penggalian.

mendeteksi adanya gejala ini dan melakukan beberapa


Namun

organisasi

tersebut

yang

cukup

besar

untuk

menghasilkan penjualan senilai $400.000:000, tampaknya tidak merasa


membutuhkan tenaga auditor internal.
Ketidakpatuhan terhadap aturan dan prosedur perusahaan. Seorang
direktur utama keuangan dari sebuah anak perusahaan diperintahkan
oleh eksekutif perusahaan untuk memasang sebuah sistem biaya standar.
Ia terus memberikan alasan demi alasan untuk penundaan yang ia

lakukan. Tiga tahun berlalu sambil a menyembunyikan masalah-masalah


biaya yang dapat diungkapkan oleh sebuah sistem biaya standar.
Pembayaran kepada kreditor-kreditor dagang yang didukung oleh
dokumen salinan dan bukannya dokumen ash. Sebuah anak perusahaan
melakukan praktik pendoktoran dokumendokumen pendukung untuk
pembayaran yang ia lakukan kepada para kreditor.
Beberapa pembayaran didukung oleh faktur ash tetapi dengan
salinan nota penerimaan. Sedangkan yang lainnya didukung oleh nota
penerimaan yang ash tetapi menggunakan salinan faktur. Salinan
dokumen dan dokumen asli tadi dengan sangat ahli dicampurkan
sehingga menghindari terjadinya pola yang dapat menarik perhatian
auditor eksternal.
Mengontrol Kecurangan Manajemen
Fondasi dari struktur yang dirancang untuk mengontrol kecurangan.
manajemen adalah

sebuah lingkungan yang

diciptakan oleh para

pembuat kebijakan organisasi. Lingkungan tersebut adalah lingkungan


yang menumbuhkan rasa moralitas dan etika berbisnis yang tinggi.
Dengan membiarkan praktik yang tidak terpuji tumbuh di tingkat atas
perataan laba (income smoothing), akuntansi yang agresif, biaya
entertainment yang berlebihan, penyuapan kepada pejabatmaka benih
kecurangan manajemen pun telah ikut disebar.
Manajemen senior juga harus memahami bahwa manajer dari
sebuah

pusat

laba

memiliki

dan

kesempatan.

Semakin

besar

kebebasannya, maka semakin mudah baginya untuk jatuk godaan. Tanpa


mengikat para manajer sampai ke suatu titik di mana imajinasi dan
inovassampai habis, sistem yang ada sebaiknya memberikan cek dan
keseimbangan serta pelapo memberikan tanda jika terdapat praktikpraktik kecurangan. Beberapa ukuran kontrol diterapkan oleh manajer
eksekutif adalah:

Menetapkan standar, anggaran dan statistik, serta melakukan


investigasi untuk pangan material yang terjadi.

Menggunakan teknik-teknik analitis dan kuantitatif (analisis


serial waktu, dan korelasi, serta metode sampling secara
acak)

untuk

menyoroti

perilaku

yang

kebiasaan.

Mengembangkan indikator-indikator seperti ruangan yang


digunalam. dibutuhkan, penerapan pembatasan beban, serta
perbandingan penggunaan output yang dihasilkan.

Membandingkan

kinerja

dengan

standar

normal

industri

sekaligus dengan kiner lain yang dapat diperbandingkan di


dalam organisasi.

Mengidentifikasi

indikator-indikator

proses

yang

kritis:

hilangnya leburan pengerjaan ulang pada saat pernbuatan


dan perakitan, serta pengujian laba kotor di operasi beli, jual
atau jual eceran.

Secara saksama menganalisis kinerja yang terlihat terlalu


bagus dan juga memenuhi standar.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari pembahasan serta
penjelasan pada bab 2 adalah sebagai berikut :
1. Kecurangan adalah sebuah representasi yang salah atau
penyembunyian fakta-fakta yang material untuk memengaruhi
seseorang agar mau ambil bagian dalam suatu hal yang
berharga.
2. Pada dasarnya terdapat dua tipe kecurangan, yaitu eksternal dan
internal.

Kecurangan

ekstrenal

(eksternal

fraud)

adalah

kecurangan yang dilakukan oleh pihak luar terhadap entitas.


Misalnya, kecurangan eksternal mencakup : kecurangan yang
dilakukan pelanggan terhadap usaha, wajib pajak terhadap
pemerintah, atau pemegang polis terhadap perusahaan asuransi.
Tipe kecurangan internal (internal fraud). Kecurangan internal
adalah

tindakan tidak

legal

dari

karyawan,

manajer,

dan

eksekutif terhadap perusahaan.


3. Unsur-unsur kecurangan legal, ataupun penipuan seperti yang
dikenal menurut hukum secara umum adalah:
-

Representasi yang salah atas fakta yang material, ataupun


opini dalam beberapa kasus tertentu

Dibuat dengan pengetahuan akan kepalsuannya atau tanpa


memiliki

cukup

pengetahuan

atas

subjek

untuk

dapat

memberikan sebuah representasi.


-

Seseorang yang bertindak atas representasi tersebut

Sehingga menimbulkan kerugian baginya

4. Kecurangan manajemen merupakan sebuah bentuk kecurangan


yang

berada

di

luar

definisi

hukum

yang

sempit

atas

penggelapan, kecurangan, pencurian. Kecurangan manajemen


terdiri atas seluruh bentuk kecurangan yang dipraktikkan oleh
para manajer untuk menguntungkan diri sendiri dan merugikan
organisasi.
5. Beberapa ukuran kontrol diterapkan oleh manajer eksekutif
adalah:
-

Menetapkan standar, anggaran dan statistik, serta melakukan


investigasi untuk pangan material yang terjadi.

Menggunakan teknik-teknik analitis dan kuantitatif (analisis


serial waktu, dan korelasi, serta metode sampling secara
acak)

untuk

menyoroti

perilaku

yang

kebiasaan.

Mengembangkan indikator-indikator seperti ruangan yang


digunalam. dibutuhkan, penerapan pembatasan beban, serta
perbandingan penggunaan output yang dihasilkan.
-

Membandingkan

kinerja

dengan

standar

normal

industri

sekaligus dengan kiner lain yang dapat diperbandingkan di


dalam organisasi.
-

Mengidentifikasi

indikator-indikator

proses

yang

kritis:

hilangnya leburan pengerjaan ulang pada saat pernbuatan


dan perakitan, serta pengujian laba kotor di operasi beli, jual
atau jual eceran.
-

Secara saksama menganalisis kinerja yang terlihat terlalu


bagus dan juga memenuhi standar.

3.2. Saran
Sebaiknya perusahaan jangan mudah percaya kepada auditor
internal.

Karena Auditor internal tidak dapat semata-mata hanya

melaporkan kelalaian dalam kontrol ini kepada manajemen operasional


dan meninggalkannya.
Pertama-tama, manajemen mungkin tidak terlalu berorientasi pada
kontrol.
Kedua,

manajer-manajer

penyelewenga tersebut.

unit

bisa

saja

ikut

terlibat

dalam

Ketiga, manajer sering kali sulit untuk percaya bahwa orang-orang


yang mereka beri kepercayaan dapat secara sengaja dinyatakan bersalah
telah melakukan penyelewengan.
Oleh sebab itu, perlunya diikuti ketentuan-ketentuan didalam
standar ketika terdapat kecurigaan akan adanya kecurangan, bahwa
pihak-pihak yang berwenang di dalam organisasi harus diberitahukan, dan
bahwa selanjutnya, auditor hendaknya menindaklanjuti untuk melihat
apakah kewajiban dari departemen audit internal telah dipenuhi.

DAFTAR PUSTAKA
BP.creator.com.(2005). Kecurangan karyawan dan Manajemen.
Jakarta
Rachman, Satrio. (2016). Kecurangan karyawan dan Manajemen.
Sawyer, Lawrence B, Mortimer A. Dittenhofer. and James H.
Scheiner. (2005). Audit Internal Sawyer. Edisi 5. Jakarta:
Salemba Empat.
Vidya, Sekar. (2013). Kecurangan karyawan dan Manajemen.

Anda mungkin juga menyukai