Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Korosi pada logam telah berabad-abad menimbulkan masalah dan hal ini jelas
menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Korosi menyerang hampir semua peralatan
yang terbuat dari logam. Mulai dari peralatan dapur, mesin cuci, sampai mesin mobil.
Korosi dapat terjadi di rumah, kebun, alat transportasi, industri dan pipa-pipa bawah
tanah. Hampir semua sektor industri mempunyai permasalahan dengan korosi. Misalnya
sektor industri logam, industri perhubungan, industri pertambangan dan energi, pekerjaan
umum, industri pertanian dan lain sebagainya. Permasalahan yang timbul dapat berupa
kerusakan, umur pakai barang yang tidak memenuhi harapan sampai pada faktor
keamanan yang tidak memadai.
Proses korosi adalah suatu proses alamiah yang berkaitan dengan penurunan mutu
logam sebagai akibat dari hasil interaksi logam tersebut dengan lingkungannya. Dengan
demikian, proses korosi akan senantiasa terjadi di berbagai bidang dimana terdapat
logam sebagai bahan utamanya. Konsekuensi korosi sangat jelas bagi kita, banyak
komponen harus diganti, pelanggan menjadi tidak puas dan banyak lagi masalah
finansial yang rumit. Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia dan teknologi
di dalam negeri, akan sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan biaya
penanggulangan yang relatif murah, dan mendapatkan alternatif pemecahan yang
didasari oleh kemampuan sendiri.
B. RUMUSAN MASALAH
Dengan adanya makalah ini, ada beberapa masalah yang akan dibahas antara lain:
1.

Apa yang dimaksud dengan korosi dan faktor apa yang mempengaruhi korosi?

2.

Bagaimana dampak korosi dan pencegahan korosi?

C. TUJUAN
Dari rumusan masalah dapat diketahui tujuan dari disusunnya makalah ini yaitu:
1.

Untuk mengidentifikasi pengertian korosi dan jenis jenis korosi

2.

Untuk mengetahui dampak dan pencegahan korosi pada atap seng rumah

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 1

BAB II
ISI

A.

Pengertian Korosi
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam
bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Contoh korosi yang paling lazim adalah
perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen
(udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan karbonat.
Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang berwarna coklatmerah.
Korosi merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu dari besi
itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi.
Fe(s) Fe2+(aq) + 2e E = +0.44 V
Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain besi itu yang bertindak
sebagai katode, di mana oksigen tereduksi.
O2(g) + 2H2O(l) + 4e 4OH-(aq) E = +0.40 V
atau
O2(g) + 4H+(aq) + 4e 2H2O(l) E = +1.23 V
Ion besi (II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion
besi (III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3. xH2O, yaitu
karat besi. Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian
mana yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat
pengotor, atau perbedaan rapatan logam itu.
Korosi dapat juga diartikan sebagai serangan yang merusak logam karena
logam bereaksi secara kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Ada definisi lain yang
mengatakan bahwa korosi adalah kebalikan dari proses ekstraksi logam dari bijih
mineralnya. Contohnya, bijih mineral logam besi di alam bebas ada dalam bentuk
senyawa besi oksida atau besi sulfida, setelah diekstraksi dan diolah, akan dihasilkan besi
yang digunakan untuk pembuatan baja atau baja paduan. Selama pemakaian, baja
tersebut akan bereaksi dengan lingkungan yang menyebabkan korosi (kembali menjadi
senyawa besi oksida).

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 2

Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya
lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap
elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida.
B.

JENIS-JENIS KOROSI
1.

Korosi Homogen
Korosi homogen terjadi karena reaksi electro chemical yang secara homogen
terjadi karat ke seluruh bagian material yang terbuka (telanjang).
Sifat
-

Merata dan material menipis

Kehilangan tonage besar dan kecepatan tinggi

Contoh :
korosi pada badan kapal, pilar pilar pelabuhan, korosi pada kaki kaki jacket,
sebatang besi yang tercelup larutan asam sulfat, atap seng
Pencegahan :
Pemilihan material yang sesuai, coating yang sesuai, penambahan inhibitor dan
katodic protection
2.

Galvanic Corrosion
Apabila terjadi kontak atau secara listrik kedua logam yang berbeda potensial
tersebut akan menimbulkan aliran elektron/listrik diantar kedua logam. Logam yang
mempunyai tahanan korosi rendah ( potensial rendah) akan terkikis dan yang tahanan
korosinya lebih tinggi (potensial tinggi) akan mengalami penurunan korosinya. Galvanic
corrosion dipengaruhi oleh, lingkungan, jarak, area/luas
Pencegahan :
Memilih logam dengan posisi deret sedekat mungkin, menghilangkan pengaruh
rasio luas penampang yang tidak diinginkan, memberikan isolasi diantara dua logam
yang berbeda bila memungkinkan, penerapan coating dengan mengutamakan pada logam
anode, penambahan inhibitor dengan cermat untuk mengurangi keagresifan logam dalam
proses korosi, pencegahan sistem sambungan mur baut dengan bahan berbeda dengan
logam induknya.

3.

Crevice Corrosion
Sifat :
- Tidak tampak dari luar dan sangat merusak konstruksi

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 3

Sering terjadi pada sambungan kurang kedap

Penyebabnya, lubang, gasket, lap joint, kotoran/endapan

Mekanisme
Oksidasi :

M + 1e

Reduksi :

O2 + 2H20 + 4e 4OH-

Pencegahan :
Penggunaan sistem sambungan butt joint dengan pengelasan dibanding dengan
sambungan keling untuk peralatan peralatan baru
-

Celah sambungan ditutup dengan pengelasan menerus atau dengan soldering

- Peralatan peralatan harus diperiksa dan dibersihkan secara teratur, terutama pada
sambungan sambungan yang rawan
4.

Hindari pemakaian packing yang bersifat higroskopis

Filiform Corrosion
Sifat
Serangan dari korosi ini tidak merusak komponen utama metal tetapi hanya
mempengaruhi atau merusak penampilan permukaan metal dimana permukaan dan
penampilan kaleng makanan atau minuman.
Mekanisme terjadinya
Mekanisme terjadinya korosi ini merupakan kasus khusus untuk jenis korosi celah.
Selama pertumbuhannya, pada bagian kepala unsur seperti H2O dan O2 dari udara luar
secara osmosis. Kedua unsur ini selanjutnya bereaksi dengan ion Fe konsentrasi tinggi
membentuk oksida Fe. H2O dan O2 ini akan berdifusi masuk kebagian kepala dan keluar
dari bagian ekor secara terus menerus, korosi tertahan dibagian kepala dimana hidrolisa
yang terjadi dibagian kepala menyebabkanlingkungan yang bersifat asam, sehingga
korosi ini dapat menyebar secara otomatis
Pencegahan secara global

5.

Menyimpan material berlapis metal (email) didalam kondisi kering

Memberikan lapisan brittle film

Intergranular Corrosion
Mekanisme Penyebab

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 4

Korosi intergranular terjadi pada daerah tertentu dengan penyebab grain boundary.
Hal ini disebabkan oleh adanya kekosongan unsur/elemen pada kristal ataupun impurities
dari proses casting. Korosi ini terjadi pada casting and welding

Pencegahan
Casting, pada proses ini harus dilakukan dengan jalan mengecor logam dengan step
yang benar, komposisi yang benar dan pendinginan yang benar sesuai dengan
karakteristik masing masing logam dan kegunaannya. Welding, pemilihan elektrode
yang benar, prosedur pengelasan yang benar, pendinginan yang benar.
6.

Pitting Corrosion
Adalah bentuk pengkaratan yang terpusat pada satu titik dengan kedalaman tertentu.
Sifat
- Terpusat pada titik, kecil/dalam, susah dideteksi, lamert/arah gravitasi
Mekanisme
- Dalam hal ini pH sangat mempengaruhi, pitting corrosion adalah korosi yang secara
alami merupakan reaksi auto katalic.
Pitting corrosion perlu diantisipasi adanya perbedaan katodik dengan anodik sehingga
dalam membuat suatu konstruksi tidak akan berakibat fatal hanya karena korosi yang
tidak tampak dari luar

7.

Selective Leaching
Adalah penghilangan suatu elemen alloy pada melalui proses korosi. Contoh proses
penghilangan/pelepasan Zn dari grass alloy. Contoh lain adalah lunturnya salah satu
unsur dari kobalt, chrom, alumunium dalam suasana alloy dengan Fe
Mekanisme :
Kuningan mengurai, Ion ZN berada dalam larutan, the cooper plate kembali ke plat
Reaksi
2Zn

+ O2

ZnO

Zn

+ 2OH

Zn(OH)

BAB III
KASUS RIIL KOROSI
Bahan Kontruksi dan Korosi
Page 5

KOROSI PADA ATAP RUMAH YANG TERBUAT DARI SENG


A.

SIFAT KIMIA DAN FISIKA PADA SENG


1.

Senyawa Seng

Terdapat berbagai jenis senyawa seng yang dapat ditemukan, seperti seng
karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng klorida (pada deodoran), seng
pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat berpendar), dan seng metil
ataupun seng dietil di laboratorium organik.
Dalam bahasa sehari-hari seng dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan
sebagai bahan bangunan. Senyawa pada seng diambil dari bahasa Belanda yaitu zink
adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan massa atom relatif
65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek
kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini
berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng
merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil.
Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida). Kuningan, yang
merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak sejak
abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad
ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai
dengan akhir abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang
mereka sebut sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas
Sigismund Marggraf umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun
1746. Karya Luigi Galvani dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat
elektrokimia seng pada tahun 1800. Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan
merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada
baterai dan aloi.
2.

Sifat Kimia Seng


Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode pertama seperti
nikel dan tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna. Jari-jari ion seng
dan magnesium juga hampir identik. Oleh karenanya, garam kedua senyawa ini akan
memiliki struktur kristal yang sama. Pada kasus di mana jari-jari ion merupakan faktor
penentu, sifat-sifat kimiawi keduanya akan sangat mirip. Seng cenderung membentuk
ikatan kovalen berderajat tinggi. Ia juga akan membentuk senyawa kompleks dengan
pendonor N- dan S-. Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor kuat. Permukaan logam
seng murni akan dengan cepat mengusam, membentuk lapisan seng karbonat,
Zn5(OH)6CO3, seketika berkontak dengan karbon dioksida. Lapisan ini membantu
mencegah reaksi lebih lanjut dengan udara dan air.

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 6

Seng yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan dan
mengeluarkan asap seng oksida. Seng bereaksi dengan asam, basa, dan non-logam
lainnya Seng yang sangat murni hanya akan bereaksi secara lambat dengan asam pada
suhu kamar. Asam kuat seperti asam klorida maupun asam sulfat dapat menghilangkan
lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi seng dengan air yang ada akan melepaskan
gas hidrogen.
3.

Sifat Fisika Seng


Tampilan fisik pada logam seng ini yaitu seng memiliki warna putih kebiruan,
berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau demikian, kebanyakan seng mutu komersial
tidak berkilau. Seng sedikit kurang padat daripada besi dan berstruktur kristal
heksagonal. Terdapat banyak sekali aloi yang mengandung seng. Salah satu contohnya
adalah kuningan (aloi seng dan tembaga). Logam-logam lainnya yang juga diketahui
dapat membentuk aloi dengan seng adalah aluminium, antimon, bismut, emas, besi,
timbal, raksa, perak, timah, magnesium, kobalt, nikel, telurium, dan natrium.
Logam seng ini memiliki sifat keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun
menjadi dapat ditempa antara 100 sampai dengan 150 C. Di atas 210 C, logam ini
kembali menjadi rapuh dan dapat dihancurkan menjadi bubuk dengan memukulmukulnya. Seng juga mampu menghantarkan listrik. Dibandingkan dengan logam-logam
lainnya, seng memiliki titik lebur (420 C) dan tidik didih (900 C) yang relatif rendah.
Dan sebenarnya pun, titik lebur seng merupakan yang terendah di antara semua logamlogam transisi selain raksa dan kadmium.

B.

KOROSI PADA ATAP RUMAH YANG TERBUAT DARI SENG


Seng merupakan salah satu bahan yang digunakan pada bangunan yaitu untuk
penutup atap. Seng untuk atap ini banyak di dapatkan di toko bangunan. Ketebalan seng
pada atap rumah yang digunakan yaitu berkisar kurang dari 1mm dengan ukuran panjang
dan lebar berkisar 1830 mm X 915 mm. Seng yang digunakan sebagai penutup atap ini
membentuk profil gelombang dengan lebar profil pada seng yaitu 76 mm, sedangkan
tinggi profilnya yaitu 16 mm. Banyaknya gelombang pada seng tiap lembaran yang
digunakan untuk atap ada 10 buah. Seng dipilih sebagai bahan pembuat atap karena
memiliki beberapa kelebihan diantaranya memiliki bobot yang sendah, dari segi harga
seng memiliki kelebihan yang relative murah dan terjangkau, serta pemasangan yang
mudah sekaligus tidak memerlukan rangka atap yang terlalu banyak sehingga
menghemat biaya,
Kelemahan penggunaan atap seng ini yaitu ketika hujan turun yang mengenai
seng akan menimbulkan suara yang berisik dan air hujan yang banyak mengandung
garam membuat seng pada atap rumah lebih mudah untuk terkena korosi ataupun karat.
Selain kelemahan terhadap air hujan seng juga tidak mempunyai sifat isolasi panas &

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 7

dingin artinya kalau udara di luar panas / dingin maka di dalam ruangan akan terasa lebih
panas / dingin juga.
Berikut adalah tahapan-tahapan pengkorosian yang terjadi pada atap yang terbuat dari
seng.
1. Proses Awal yaitu mula terjadinya korosi pada atap rumah. Proses awal ini korosi
yang terjadi masih sedekit sekali dan belum terlihat dengan terlalu jelas. Proses awal
korosi pada atap yang terbuat dari seng seperti ditunjukan oleh gambar berikut ini.
2.
Setelah korosi mulai tampak pada atap rumah jika tidak segera dilakukan
perlindungan maka korosi lambat laun akan menyebar dan penyebaran pada proses
korosi kedua pada atap rumah ditunjukkan pada gambar berikut.
3. Pada tahap ketiga penyebaran korosi semakin meluas dan mengkorosi hampir pada
seluruh bagian lembaran seng. Berikut gambar proses pengkorosian ke-3 pada atap
rumah yang terbuat dari seng.
4.
Tahap korosi pada atap rumah selanjutnya yaitu korosi melebar dan merata pada
seluruh bagian atap yang terbuat dari seng. Korosi merata pada seng ditunjukkan oleh
gambar berikut:
C.

PENYEBAB KOROSI PADA ATAP SENG


Sifat seng selama berada pada lingkungan atmosfir telah sering diperiksa pada tes
yang dilakukan di seluruh dunia. Kinerja seng dalam lingkungan atmosfer dapat
diramalkan dalam batas yang wajar. Perbandingan yang tepat dari perilaku seng pada
lingkungan atmosfer yang korosif sedikit kompleks karena banyak faktor yang terlibat,
seperti :
1. Arah angin
2.

Intensitas asap korosif,

3.

Jumlah garam diudara

4.

Periode relatif dari kelembaban atau kondensasi dan kekeringan

Secara umum diketahui bahwa laju korosi seng rendah; itu berkisar dari 0,13 pM /
tahun di atmosfer pedesaan kering sedangkan untuk daerah industri yang lingkungan
atmosfer lembab memiliki tingkat korosi 0,013 mm / tahun. Seng lebih tahan korosi
daripada baja di atmosfer alam, pengecualian kondisi ini jika atmosfer dalam ruangan
dimana lingkungannya korosif, baik baja dan seng sangat rentan terkena korosi tetapi
tetap seng memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada baja. Sebagai contoh, di
atmosfer pantai laju korosi seng adalah sekitar 1 / 25 dari baja.
Faktor-faktor penting yang mengontrol tingkat di korosi seng yang digunakan untuk atap
perumahan/ industri yaitu:
Bahan Kontruksi dan Korosi
Page 8

1.

Durasi dan frekuensi kelembaban

2. Tingkat di mana permukaan mengering


3. Tingkat polusi industri atmosfer.
Seng secara perlahan diserang oleh oksigen atmosfer pada udara kering,. Sebuah
lapisan tipis oksida padat terbentuk pada permukaan seng, dan kemudian membentuk
lapisan luar di atasnya. Meskipun kadang-kadang lapisan luar tersebut melepaskan diri,
lapisan bawah tetap dan melindungi logam membatasi interaksi dengan oksigen. Dengan
kondisi tersebut, yang terjadi di beberapa daerah beriklim tropis, seng teroksidasi dengan
sangat lambat.
Atmosfer korosi telah didefinisikan untuk mencakup proses korosi yang terjadi di
udara pada suhu antara -18 sampai 70 C di tempat terbuka dan di ruang tertutup dari
segala jenis. Memburuknya korosi ini kadang-kadang disebut pelapukan. Definisi ini
mencakup berbagai macam lingkungan dari tingkat corrosivities yang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan corrosivity atmosfer termasuk polusi industri, polusi laut,
kelembaban, suhu (terutama penyebaran antara kelembapan tertinggi dan terendah yang
mempengaruhi kondensasi dan penguapan) dan curah hujan.
D.

PROSES TERJADINYA KOROSI PADA SENG


Korosi dapat diartikan sebagai perubahan dari logam atau oksida logam atau
perubahan logam dari yang bervalensi kosong menjadi berisi. Jadi korosi adalah logamlogam yang dapat berubah bilangan oksidasinya. Misalnya ; bilangan oksidasinya terus
meningkat apabila terkena air maupun udara.
Contoh : Seng terkena asam
Zn

+ 2 HCl

-------------

Zn

------------- Zn2+

ZnCl2

H2

Artinya bilangan oksidasinya naik dari valensi kosong menjadi bervalensi 2


Pengertian korosi secara scientist adalah korosi sebagai peristiwa bereaksinya
logam-logam dengan lingkungannya yang merusak sifat-sifat logam tersebut dan
merugikannya. Peristiwa korosi seperti yang disebutkan di atas adalah peristiwa yang
merugikan. Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan mencat logam tersebut,
tetapi harganya menjadi mahal.
Korosi logam melibatkan proses anodik, yaitu oksidasi logam menjadi ion dengan
melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang menyerap
elektron tersebut dengan laju yang sama. Proses katodik biasanya merupakan reduksi ion
hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya.

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 9

Salah satu penyebab korosi pada atap seng adalah air hujan yang mengenai
permukaan seng dimana mengandung asam.
Proses reaksi korosi dengan tingkat keasaman dalam lingkungan asam
Anode : Fe (s) Fe2+(aq) + 2e [x 4] Eo = + 0,44 V
Fe2+(aq) Fe3+(aq) + e [x 4] Eo = 0,77 V
Katode : O2(g)+ 4H+(aq) + 4 e 2 H2O (l) [x3] Eo = +1,23 V
Redoks : 4Fe(s) + 3O2(g) + 12H+(g) 4Fe3+(aq) + 6H2O(l) Eo = +0,90 V
Ion Fe3+ yang terbentuk di anode kemudian teroksidasi lebih lanjut oleh air membentuk
karat , besi (III) oksida :
4 Fe3+(aq) + 12 H2O (l) 2 Fe2O3.6H2O (s) + 12H+ (aq) ( karat )
E.

KERUGIAN YANG DITIMBULKAN


Proses Korosi pada logam merupakan proses alamiah yang tidak bisa dicegah
akan tetapi dapat dikendalikan. Dan apabila suatu komponen atau konstruksi mudah
terkorosi pasti akan menimbulkan kerugian diantaranya:
-

Banyak komponen harus diganti dikarenakan terkorosi,

Pelanggan menjadi tidak puas karena produk mudah terkorosi

Masalah finansial yang rumit.

Kerugian dari segi keuangan yang membengkak karena korosi

Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di dalam
negeri, akan sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan biaya penanggulangan
yang relatif murah, dan mendapatkan alternatif pemecahan yang didasari oleh
kemampuan sendiri.
F. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KOROSI PADA ATAP SENG
1.

Pencegahan

Pencegahan yang dilakukan dalam menanggulangi terjadinya korosi pada atap


seng ada 2 yaitu sebelum terjadi dan sesudah terjadi.
Sebelum terjadi korosi pencegahan yang dilakukan yaitu dengan cara:
Pemberian lapisan cat dilakukan pada permukaan seng, sehingga faktor penyebab
korosi tidak dapat mengenai seng secara langsung. Keunggulan lapisan cat pada sistem
proteksi korosi mudah cara penerapannya, dapat dilapis ulang dan lapisannya memiliki

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 10

nilai estetika. Faktor sangat penting yang mempengaruhi umur lapisan cat terletak pada
kelayakan persiapan permukaan logam sebelum dilapisi cat.
Pada permukaan seng diberi oli atau vaselin. Pemberian oli atau vaselin ini dapat
menghambatan kontak langsung antara logam dengan oksigen atau air.
Setelah Terjadi korosi perlindungan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara:

Mengecat kembali seng apabila seng masih terkorosi awal sampai tahap 3.

Apabila Korosi pada seng sudah merata dan menyebabkan keropos seng maka
tindakan yang dilakukan yaitu dengan mengganti dengan seng yang baru dikarenakan
jika seng sudah terkorosi merata dan keropos yang sudah parah maka akan menyebabkan
seng berlubang sehingga jika terjadi hujan maka air hujan akan bocor.
2.

Pengendalian
Penanganan pada atap seng yang bocor adalah dengan menambal, selain
biaya yang murah juga saat pengerjaan tidak mengganggu aktifitas yang berada dibawah
atap tersebut. Biaya penambalan atap 1 m2 Rp. 50.000,-. Sebuah pungujian
menunjukkan pada tahun 2002 diadakan penambalan atap seng, hingga tahun 2008 ini
kondisi atap yang ditambal masih terlihat baik.
Bahan yg diperlukan untuk penambalan
a.

Elastex (contoh menggunakan buatan Nippon Paint) Seperti gambar dibawah :

b.

HCL

c.

Mett 455 (Serat Fiber)

d.

Cromet (Contoh merk yang digunakan bodalax metal primer zinc 900)

c.

Cat Silver
Cara perlindungan dengan pelapisan pada seng yang berlubang:

a.

Korosi dibersihkan dengan sikat kawat

b.

Kemudan dikawaskan HCL

c.

Setelah benar-benar bersih dicat dengan Bodelax.

d.

Setelah kering lapiskan Met dan Elastex.

e.

Kemudian dicat dengan cat warna silver

BAB III
PENUTUP
Bahan Kontruksi dan Korosi
Page 11

A.

KESIMPULAN
Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Dalam
bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Pada seng atap rumah terjadi korosi
merata, adalah korosi yang terjadi secara serentak diseluruh permukaan logam, oleh
karena itu pada logam yang mengalami korosi merata akan terjadi pengurangan dimensi
yang relatif besar per satuan waktu. Kerugian langsung akibat korosi merata berupa
kehilangan material konstruksi, keselamatan kerja dan pencemaran lingkungan akibat
produk korosi dalam bentuk senyawa yang mencemarkan lingkungan. Sedangkan
kerugian tidak langsung, antara lain berupa penurunan kapasitas dan peningkatan biaya
perawatan (preventive maintenance).
Salah satu cara pencegahan serangan korosi/karat terhadap atap seng adalah
dengan cara menggunakan lapisan bahan organik atau cat. Pemberian lapisan cat
dilakukan pada permukaan seng, dan pengendalian yang dilakukan apabila sudah
terkorosi dan berlubang tapi belum parah yaitu dengan penambalan pada seng yang
terkorosi tersebut. Sedangkan apabila korosi sudah parah dan mengikis seng yang sangat
banyak alangkah baiknya seng tersebt diganti dengan yang baru.

DAFTAR PUSTAKA

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 12

http://teknikkimia2001.blogspot.it/2009/02/pengertian-korosi_20.html
pada 5 januari 2014

diakses

http://mcnugraha.wordpress.com/category/jenis-korosi/ diakses pada 5 januari


2014
http://mcnugraha.wordpress.com/2011/05/02/jenis-jenis-korosi-2/ diakses pada
5 januari 2014
http://simplenotedap.blogspot.it/2011/12/korosi-pasa-seng.html diakses pada 5
januari 2014
http://aprilina05.wordpress.com/2010/01/18/korosi-dan-pencegahannya-dalamkehidupan-sehari-hari/ diakses pada 5 januari 2014

Bahan Kontruksi dan Korosi


Page 13