Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN STUDY TOUR

MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI WAWASAN


PEMBELAJARAN BAGI SISWA/SISWI SMP
NEGERI 3 PEKALONGAN

KARYA TULIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Ujian
Nasional (UN)
Di SMP Negeri 3 Pekalongan

NAMA

MEINISSA ULFA

KELAS

: IX.1

SMP NEGERI 3 PEKALONGAN

LAMPUNG TIMUR
TP. 2015/2016

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Judul

: MUSEUM

LAMPUNG

SEBAGAI

WAWASAN

PEMBELAJARAN BAGI SISWA/SISWI SMP NEGERI 3


PEKALONGAN
Nama

: MEINISSA ULFA

Kelas

: IX.1

Sekolah

: SMPN 3 PEKALONGAN

Karya tulis ini telah disetujui dan disahkan pada :


Hari

: Jumat

Tanggal

: 11 Desember 2015

Tempat

: SMPN 3 Pekalongan Lampung Timur

Menyetujui
Kepala Sekolah

Pembimbing

Drs. Hj. AIDA AINI

YUYUN

iii

MOTTO

Bangsa yang malas belajar, tidak akan bisa


berkembang
Kesalahan akan membuat orang belajar dan
menjadi lebih baik
Tegarlah seperti batu karang

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya tulis ini saga persembahkan kepada :
1. Allah SWT
2. Ayah dan Ibu tercinta.
3. Ibu Drs. Hj Aida Aini selaku Kepala Sekolah
4. Ibu Yuyun selaku pembimbing
5. Ibu Sri Yuhanis selaku wali kelas
6. Teman-temanku yang selalu memotivasiku
7. Dan semua pihak yang telah membantu terselesainya karya tulis ini.

KATA PENGANTAR
Alhamdullilah saya selaku penyusun mengucapkan syukur nikmat kepada
Allah SWT karena dengan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan karya tulis
ini dengan baik.
Karya tulis ini berjudul MUSEUM LAMPUNG SEBAGAI WAWASAN
PEMBELAJARAN BAGI SISWA/SISWI SMP NEGERI 3 PEKALONGAN
Dalam karya tulis ini, tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah
membantu penyusun dalam rangka menyelesaikan karya tulis ini, sehingga dalam
hal ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Drs. Hj. Aida Aini selaku Kepala Sekolah SMP N 3 Pekalongan, Lampung
Timur.
2. Ibu Yuyun selaku guru pembimbing
3. Bapak/Ibu dewan Guru, serta staf pengajar
4. Bapak/Ibu tercinta yang telah mengasuhku dan membesarkanku sehingga aku
bisa terus bersekolah
5. Teman-teman yang telah membantu terselesaikannya karya tulis ini.

Pekalongan, 05 Januari 2016


Penyusun

MEINISSA ULFA
NIS.

vi

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN....................................................................

ii

MOTTO......................................................................................................

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN................................................................

iv

KATA PENGANTAR.................................................................................

DAFTAR ISI ..............................................................................................

vi

BABI PENDAHULUAN ...........................................................................

1.1

Latar Belakang ..........................................................................

1.2

Penegasan istilah dalam judul ...................................................

1.3

Tujuan Karya Tulis ....................................................................

1.4

Kegunaan Karya Tulis ...............................................................

BAB II METODE PENELITIAN ............................................................

2.1

Waktu dan Tempat Penelitian ....................................................

2.2

Metode Pengumpulan Informasi dan Data ................................

2.3

Hasil Observasi .........................................................................

2.3.1 Keadaan Obyek Overvasi/Sejarah Obyek/Deskripsi .......

2.3.2 Manfaat Obyek .................................................................

BAB III PEMBAHASAN .........................................................................

BAB IV PENUTUP ...................................................................................

13

4.1

Kesimpulan ...............................................................................

13

4.2

Saran ..........................................................................................

13

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN GAMBAR

vii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Museum merupakan salah satu jenis tempat cagar budaya yang
menyimpan benda-benda yang bersejarah dari zaman purbakala.
Dilihat dari segi pemanfaatan Museum Lampung dapat dimanfaatkan
sebagai salah satu sarana untuk objek wisata sekaligus tempat untuk para
masyarakat Lampung, khususnya bagi para pelajar untuk mengetahui bendabenda peninggalan pra-sejarah yang tersimpan dan yang terdapat di Propinsi
Lampung ini. Selain itu Museum Lampung jugs dapat dijadikan para pelajar
untuk lebih dapat mengkaji potensi pengetahuan tentang adapt istiadat
Lampung.
1.2 Penegasan Istilah Dalam Judul
Untuk menghindari kesimpangan siuran tentang manfaat Museum
Lampung, maka penulis membuat suatu penegasan terhadap judul di atas.
Adapun penegasan tersebut :
1. Museum Lampung sebagai objek wisata
2. Pemanfaatan Museum Lampung yang bermanfaat bagi para pelajar untuk
lebih dapat mengetahui peninggalan purbakala yang ada di propinsi
Lampung.
1.3 Tujuan Karya Tulis
Dalam penulisan karya tulis ini sudah tentu mempunyai tujuan yang
diharapkan.
Adapun tujuan tersebut adalah sebagai berikut
1. Usaha mengetahui letak dan alamat Museum Lampung
2. Membantu masyarakat Lampung dan para pelajar dalam menyediakan
informasi yang dapat bermanfaat guna menambah pengetahuan tentang
peninggalan bersejarah

viii

3. Melatih para pelajar untuk lebih kreatif dalam menambah ilmu


pengetahuan
4. Ikut membantu para pengajar untuk memecahkan masalah yang dihadapi
dalaam meyampaikan materi pelajaran terhadap para siswa khususnya
tentang pelajaran lokal (bahasa Lampung).
1.4 Kegunaan Karya Tulis
Adapun kegunaan karya tulis ini adalah penyusun berharap karya tulis
ini sebagai salah satu syarat dalam penempuh Ujian Akhir Nasional (UAN) di
SMPN 3 Pekalongan tahun pelajaraan 2015/2016.
Saya berharap kepada Bapak/Ibu Guru dapat membantu saya dalam halhal yang saya tidak mengerti.

ix

BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

2.1Waktu dan Tempat Penelitian


Kami melakukan study tour atau penelitian ini bertempat di kawasan
Museum Lampung, pada hari Jumat tanggal 11 Desember 2015 pukul 08.00
WIB.
2.2 Metode Pengumpulan Informasi dan Data
1. Metode Wawancara
Kami memperoleh penjelasan dari pemandu tentang objek wisata
yang kami kunjungi dan kami mewawancarai pemandu wisata tersebut.
2. Metode observasi / pengamatan
Metode pengamatan dilakukan dengan melakukan pengamatan
secara langsung di lapangan.
3. Metode kaji pustaka
Kami juga memanfaatkan brosur-brosur, buku panduan, dan
membuka situs-situs tentang Museum Lampung

yang ada di internet

sebagai pelengkap bahan.


4. Metode dokumentasi
Kami mengambil gambar atau foto objek wisata yang kami kunjungi.
2.3 Hasil Observasi
2.3.1 Keadaan Obyek Overvasi/Sejarah Obyek/Deskripsi
1. Keadaan Museum Lampung
Museum Lampung adalah salah satu tempat kunjungan wisata
sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan,penelitian dan
rekreasi. Terletak dijalan Z.A Pagaralam 5 Kilometer disebelah utara pusat
kota Tanjungkarang dan hanya 400 meter dari terminal bus Rajabasa.

Koleksi yang dapat dijumpai adalah benda-benda hasil karya seni,


keramik dari negeri Siam dan China pada zaman Dinasti Ming, stempel
dan mata uang kuno pada masa penjajahan Belanda dll. Koleksi-koleksi
tersebut berjumlah 2.893 buah meliputi benda-benda Geologi, Belanda,
Etnografi, Arkeologis, dan lainnya.Museum Ruwa Jurai dibuka setiap hari
kecuali Senin dan Hari-hari Besar.
2. Sejarah Singkat Museum Lampung
Museum lampung telah dirintis sejak tahun 1975 oleh kepala kantor
pembinaan permuseuman perwakilan Departemen pendidikan dan
kebudayaan provinsi lampung di tanjung karang. Wujud pembangunan
fasilitas gedung pameran dan kantor baru dikerjakan pada tahun anggaran
1978/1979 didasarkan pada keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan
nomor 064/P/1978 tanggal 30 maret 1978 tentang pengangkatan pemimpin
dan bendaharawan proyek pehabilitasi dan perluasan museum lampung.
Peletakan batu pertama pembangunan museum lampung dilakukan
oleh kepala bidang permuseuman sejarah dan kepurbakalan kanwil
Depdikbud Provinsi Lampung Drs. Supangat pada tanggal 13 juni 1978 di
lokasi jalan Tenku Umar No 64 Gedung Meneng, sekarang menjadi Jln. H.
Zainal Abidin Pagar Alam No. 64 Gedung Meneng Bandar Lampung.
Selanjutnya, berdasarkan surat keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan Republik Indonesia No. 0754/0/1987 museum lampung
mendapat status Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Direktorat Oedral
kebudayaan pada tanggal 24 september 1988 bersama dengan peringatan
hari Aksa Internasional yang dipusatkan di DKOR Way Halim museum
lampung diresmikan oleh menteri pendidikan oleh kebudayaan Rebublik
Indonesia Prof. Dr. Fuad Hasan.
Sementara itu, penambahan nama Ruwai Jurai untuk museum
lampung ditetapkan melalui surat keputusan menteri pendidikan dan
kebudayaan Republik Indonesia No 0233/0/1990. tanggal 1 april 1990.
Penambahan itu disesuaikan dengan logo provinsi lampung Sang Bumi
Ruwai Jurai.

xi

Pada erat ekonomi daerah berdasarkan keputusan Gubernur


Lampung nomor 03 tahun 2001 tanggal 09 februari 2001 status museum
lampung beralih menjadi Unit Pelaksana Taknis Dinas (UPTA)dibawah
dinas pendidikan provinsi sejak bulan februari 2008 UPTD museum
lampung beralih menjadi UPTA Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi
lampung.
3. Pengumpulan

dan

Perawatan

Benda-Benda

Koleksi

Museum

Lampung
Sebagai museum yang bersifat umum koleksi yang dikumpulkan
museum lampung meliputi kebudayaan manusia dan benda-benda
tinggalan sejarah alam, untuk mengumpulkan koleksi museum lampung
melakukan beberapa cara yaitu:
a. Evakuasi
b. Sitaan
c. Imbal jasa atau pembelian
d. Pertukaran dengan museum lain
e. Sumbangan atau hibah
f. Replika
Adapula perawatan yang dilakukan oleh petugas museum yaitu berupa
perbaikan koleksi atau perawatan kuratif. Upaya ini dilakukan pada koleksi
yang memiliki data banding. Sedangkan koleksi dalam keadaan baik diberi
perawatan preventif yaitu dibersihkan atau dijauhkan dari segala kemungkinan
yang dapat mengakibatkan kerusakan dengan menggunakan bahan dari alam
maupun dengan zat-zat imia.
2.3.2 Manfaat Obyek
Secara teoritis penelitian ini berguna sebagai sumbangsih pemikiran atau
input yang dapat memperkaya informasi dalam rangka meningkatkan
kesadaran akan pentingnya keberadaan museum di tengah-tengah zaman
globalisasi.
Secara

praktis

penelitian

ini

berguna

sebagai

paparan

yang

mendiskripsikan betapa besar dan kuatnya pengaruh museum Lampung bagi

xii

masyarakat untuk mengetahui benda-benda bersejarah yang pernah ada di


muka bumi ini, khususnya di Lampung itu sendiri.
Manfaat museum dirasa betul oleh masyarkat, pelajar, terlebih oleh
mereka yang mencintai peradaban alam dan memiliki minat untuk
menggalinya sebagai sumber pengetahuan. Agar kebudayaan Lampung dapat
berkembang sehingga mampu meningkatkan perannya dalam pembangunan
sesuai dengan perubahan sosial dan budaya, dilakukan upaya-upaya yang
terencana, terpadu dan terarah. Sehingga diperlukannya perbaikan dari dalam
maupun luar museum Lampung itu tersebut, agar masyarakat dapat
mengetahui betapa pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan dari
masyarakat Lampung terdahulu melalui museum Lampung. Dikarenakan di
dalam museum Lampung tersebut terdapat berbagai cerminan kebudayaan
Lampung asli terdahulu melalui benda-benda peninggalan yang ada di dalam
museum Lampung. Kebudayaan adalah way of life atau pedoman bagi
masyarakat.
Sebagai unsur vital, kebudayaan mengambil unsur-unsur pembentuknya
dari segala ilmu pengetahuan yang dianggap vital dan sangat diperlukan dalam
menginterpretasi semua yang ada dalam kehidupannya. Hal ini diperlukan
sebagai modal dasar untuk dapat beradaptasi dan mempertahankan
kelangsungan hidup (survive).
Dalam kaitan ini kebudayaan dipandang sebagai nilai-nilai yang diyakini
bersama dan terinternalisasi dalam diri individu sehingga terhayati dalam
setiap perilaku. Nilai-nilai yang dihayati ataupun ide yang diyakini tersebut itu
diperoleh melalui proses belajar. Proses belajar merupakan cara untuk
mewariskan nilai-nilai tersebut dari generasi ke generasi. Proses pewarisan
tersebut

dikenal

dengan

proses

sosialisasi

atau

enkulturasi

(proses

pembudayaan). Dan melalui museum itulah kita sebagai masyarakat yang


hidup dimasa sekarang haruslah sangat berterimakasih kepada museum yang
memang sangat memberikan peranan penting dalam menjaga atau memberi
tahu tentang kebudayaan asli yang mencerminkan jati diri masyarakat tertentu
disuatu daerah. Termasuk Lampung sendiri.

xiii

Salah satu fungsi dan tugas museum Lampung yaitu memperkenalkan


dan menyebarluaskan hasil penelitian. Petugas museum memiliki beberapa
cara untuk memperkenalkan hasil penelitian, salah satunya yaitu dengan
diadakan pameran, pemasangan iklan layanan masyarakat melalui media cetak
dan sebagainya.

xiv

BAB III
PEMBAHASAN

Jenis-jenis koleksi ilmu pengetahuan, maka berkembang pula tuntunan


masyarakat akan meningkatkan fungsi dan tata kerja museum. Berdasarkan jenis
koleksi yang dimilikinya museum dapat dibagi dalam kategori museum umum
dan museum khusus.
Museum umum merupakan museum yang mengumpulkan dan memamerkan
koleksi dari berbagai disiplin ilmu.
Dengan demikian museum umum mempuyai lebih dari satu jenis koleksi
sedangkan museum yang hanya mengumpulkan dan memamerkan koleksi
berdasarkan pada salah satu disiplin ilmu disebut museum khusus.
Di Indonesia contoh museum khusus antara lain :
Museum perangko, museum wayang, museum tekstil museum batik, daan
masih banyak lagi yang lainya. Untuk museum Negeri diseluruh Indonesia
termasuk museum Negeri Lampung Ruwa Jurai merupakan museum yang
mempunyai lebih dari satu jenis koleksi koleksi museum lampung sampai akhir
anggaran 2007 berjumlah 4.588 buah.
Yang terdiri dari 10 jenis koleksi
a. Geologika yaitu koleksi yang terdiri dari benda-benda bukti sejarah alam dan
lingkungan serta berkaitan dengan disipilin geologi.
b. Etnografika yaitu benda-benda hasil karya manusia yang cara pembuatan dan
pemakaianya merupakan identitas atau mempuyai ciri khas suku bangsa
setempat.
c. Biologika yaitu koleksi yang berkaitan dengan alam dan lingkungan serta
berkaitan dengan disiplin biologi.
d. Arkeologika yaitu benda-benda yang merupkan bukti peninggalan pra sejarah
Hindu Budha dan masuknya Islam.
e. Historika yaitu benda yang mempunyai sejarah yang pernah digunakan untuk
hal-hal yang perlawanaan kepada penjajah.

xv

f. Numismatika dan heradika, numismatika berupa ,mata uang atau alat tukar
yang sah yang pernah beredar di masyarakat terdiri dari mata uang Indonesia
dan mata uang asing, sedangkan heradika adalah kumpulan tanda jasa
peralatan pemerintah.
g. Fiologika yaitu kumpulan tulisan atau naskah ditulis dengan tangan diatas
kulit kayu bambu daun lontar dan sebagainya.
h. Keramologika yaitu benda yang terbuat dari tanah liat atau porselein yang
dibakar dengan suhu tertentu koleksi keramologika terdiri atas keramik asing
yang ditemukan di daerah Lampung dan gerabah lokal yang dibuat oleh
masyarakat Lampung.
i. Seni rupa yaitu benda hasil daya cipta karsa dan rsa manusia yang
diungkapkan secara konkrit dalam bentuk dan atau tiga dimensi yang memiliki
keragaman dalam tema ide konseptual dan media tekhnik.
j.

Teknologika yaitu peralatan

yang dibuat dengan teknologi tradisional pada

umumnya berupa peralatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Koleksi Museum Negeri Lampung Ruwa Jurai.
a. Koleksi Manik-manik
1. Toala
Berasal dari desa Batu Biak. Kecamatan Belalau Lampung Barat. Alas
nampan berbentuk bulat dibuat dengan teknik jahit, sulam, aplikasi.
2. Bakul hiasan Manik-manik
Berasal dari desa Sukaraja Bandar Lampung. Bakul persegi empat bertali
pegangan terbuat dari anyaman bambu yang dibuat tipis dilapisi kain.
3. Tudung saji
Ditemukan di desa Sukadana Lampung Timur. Merupakan alat penutup
hidung bermotif geografis.
4. Tingkong
Bahan manik-manik bambu, kerang, tali, berasal dari teluk betung selatan,
Kodya Bandar Lampung digunakan untuk hiasan gantung sewaktu upacara
adat.

xvi

b. Koleksi kuningan
1. Bakor
Ditemukan di desa Gedung aji Lampung Utara Terdiri dari 2 bagian yaitu
wadah dan tutup
2. Lampu segi enam
Ditemukan di Tanjung Karang Bandar Lampung bentuk tegak bertiang
tinggi berkaki segi enam bahan bakar minyak kelapa dan kapas sebagai
bambu.
3. Siger Pepadun
Bentuk menyerupai Kepala Kerbau bagian bawah latar dan atas beruji 9
buah.
4. Sisir pengantin
Bentuk menyerupai Kepala Kerbau yang digoyakan. Digunakan di atas
sanggul pengantin wanita.
5. Ceret
Ditemukan di Tanjung Karang, Bandar Lampung. Berbentuk udang,
berkaki tinggi, bagian tutup ditempel dengan hiasan bentuk naga.
6. Kupiah Emas
Berbentuk bulat silinder bagian depan beruji-ruji meninggi. Bagian tengah
dipakai untuk pengantin laki-laki penari pada saat upacara adat.
7. Pending
Bentuk ikat pinggang, bentuk persegi panjang.
8. Gelang Buning
Berbentuk pipih ,bagian atas agak lebar ditempel burung garuda .
9. Lesung dan Alu
Ditemukan di desa Penanggahan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung
berbentuk bulat silinder berkaki.
10. Peludahan
Ditemukan ditemukan di Kodya Bandar Lampung berbentuk bulat tinggi,
mulut lebar keatas.

xvii

c.

Koleksi Kain Khas Lampung


1. Selendang Lima Sekebar
Desain motif hias penuh dengan motif lambing manggis belahan
belimbing.
2. Kain hampasi
Berasal dari Labuhan Maringgai Lampung tengah, desa motif objek
sepasang gunung, manusia dan kapal.
3. Kain Inuh
Dibuat dengan teknik tenun pakai lungsi dan dipakai dalam upacara adat
berasal ke-101 M
4. Kain tatibin
Berasal dari Lampung barat, memiliki desain motif objak kavas berukuran
besar warna putih.
5. Selendang Pelangi
Dibuat dengan system tenun ikat atau suputan desain motif diperoleh
dengan preoses mengikat bagian-bagian tertentu sesuai motif hias yang
dikehendaki.
6. Kain Nampan
Berasal dari labuhan maringgai Lampung tengah desain motif obyek
sepasang burung manusia dan kapal.

d. Koleksi Instrumen Musik Tradisional Lampung


1. Terbang/ Rebana
Merupakan alat music tabuh yang terbuat dari kayubulat, bagian bawah
mengecil.
2. Bende
Merupakan Alat musik pukul yang terbuat dari logam campuran kuningan,
tembaga dan besi bentuk seperti gong hanya ukurannya lebih kecil dengan
intonasi suara berlainan.
3. Terompet
Alat musik tiup yang terbuat dari kayu dan kubingan bagian tangkainya
terbuat dari temurung kelapa.

xviii

4. Petuk dan Canang


Merupakan alat music pukul yang terbuat dari logam,tembaga dan besi.
Bentuksepertikulintang.
5. Gendang
Merupakan alat music pukul terbuat dari bahan bulat yang mempunyai
bentuk dari besi kecil, di lubang bagian tengahnya kemu ke2 sisi
berlubang ditutup dengan kulit binatang dikait dengan rotan.
6. Kulintang Bambu
Ditemukan didesa pekon balak, kec. Belalau Lampung barat.
7. Rujih
Merupakan Alat music pukul yang terbuat dari bahan perunggu, bentuk
bulat bagian tengah luar menonjol keluar, ditengahnya terdapat lubang
tempat mengaitkan tali untuk peganga. Terdiri dari 2 buah yang dimainkan
dengan mmeukul kan yang satu dengan yang lain.
Tata Pameran Museum
Dalam upaya lebih memperkenalkan kekayaan peniggalan warisan budaya
bangsa kepada masyaraakat luas museum Negeri Propinsi Lampung Negeri Ruwa
jurai melaksanaan penataan pameran digedung lantai I dan II. Penataan pameran
merupkan realisasi dari bentuk informasi sesuai dengan tugas dan fungsi museum
sebagai lembaga tempat menghubungkan dan memamerkan benda-benda koleksi
museum. Sehingga diketahui fungsi benda

tersebut di masa lalu maknanya

dimasa kini dan di masa yang akan datang. Dalam perkembangannya museum
tidak hanya memamerkan benda warisan budaya saja tetapi juga mengumpulkan
konsep-konsep yang bertujuan menampilkan kehidupan dengan cara yang lebih
utuh. Dengan demikian pengunjung tidak hanya mendapat pengetahuan secara
kognitif tetapi juga evokatif.
Fungsi utama museum adalah berkomunikasi melelaui tata pameran. Setiap
komunikasi merupakan usaha untuk menyampaikan pesan yang bermakna jika
informasi yang akan disampaikan diterima dengan baik dan kesan yang baru
pada penerima pesan yaitu pengunjung.

xix

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan observasi, pengumpulan data dan interview
tentang bagaimanaperanan museum Lampungbagi siswa tentang ilmu
pengetahuan social, maka penulis menyimpulkan bahwa Museum Lampung
memiliki beberapa bagi siswa yaitu :
1. Dapat meningkatkan minat siswa, karena museum Lampung memilki
kelengkapan koleksi berupa benda-benda peninggalan dari jaman
prasejarah hingga jaman sejarah sehingga siswa tidak merasa jenuh
dengasn ilmu pengetahuan social karena dapat mengamati langsung jenis
peninggalan peninggalan tersebut tidak hanya sebatas mengamati di dalam
buku.
2. Dapat menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan bagi siswa, karena didalam
Museum Lampung siswa dapat mengetahui berbagai jenis koleksi
peninggalan dan sejarahnya, dapat melihat bentuk sesungguhnya dan lainlain sehingga pengetahuan siswa akan bertambah dan meningkat.
4.2 Saran
Dalam penulisan karya tulis ini, penulis menyarankan kepada para
pembaca supaya pembaca mendalami dan mempelajari ilmu pengetahuan
social karena sangat menarik untuk dipelajari dan memberi pengetahuan
kepada kita bagaimana sebenarnya isi alam semesta ini yang beraneka ragam
dan menarik ciptaan Allah.

xx

DAFTAR PUSTAKA

Departeman Pendidikan Dan Kebudayaan, 1990 kamus besar bahasa


Jakarta Balai Pustaka.
Buku panduan UPTD, Brosur Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwai
Jurai.
Buku

panduan UPTD Museum Negeri lampung Ruwa Jurai dan


observasi dengan melakukan kunjungan keMuseum Negeri
Lampung Ruwa Jurai.

xxi

LAMPIRAN GAMBAR

xxii

xxiii