Anda di halaman 1dari 3

PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 1575/MENKES/PER/XI/2005 TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN KESEHATAN


Pasal 389
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 388, Direktorat
Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyelenggarakan
fungsi:
a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang imunisasi dan karantina,
pengendalian penyakit menular langsung, pengendalian penyakit bersumber
binatang, pengendalian penyakit tidak menular dan penyehatan lingkungan;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang imunisasi dan karantina, pengendalian
penyakit menular langsung, pengendalian penyakit bersumber binatang,
pengendalian penyakit tidak menular, dan penyehatan laingkungan;
c. Pengendalian penyusunan standard, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur
di bidang imunisasi dan karantina, pengendalian penyakit menular langsung,
pengendalian penyakit bersumber binatang, pengendalian penyakit tidak
menular, dan penyehatan lingkungan;
d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
e. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal

Pasal 414
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 413,
Subdirektorat Kejadian Luar Biasa menyelenggarakan fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang
kejadian luar biasa penyakit menular.
b. Penyiapan bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang
kejadian luar biasa penyakit menular.
c. Penyiapan bimbingan teknis di bidang kejadian luar biasa penyakit menular.
d. Penyiapan bahan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kebijakan
teknis di bidang kejadian luar biasa penyakit menular.

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015


TENTANG PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA DI RUMAH SAKIT
BAB II Pasal 3
Strategi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba dilakukan dengan cara:
a. mengendalikan berkembangnya mikroba resisten akibat tekanan seleksi oleh
antibiotik, melalui penggunaan antibiotik secara bijak; dan
b. mencegah penyebaran mikroba resisten melalui peningkatan ketaatan
terhadap prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi.
Pasal 5
Pencegahan penyebaran mikroba resisten melalui peningkatan ketaatan
terhadap prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 huruf b, dilakukan melalui upaya:
a. peningkatan kewaspadaan standar;
b. pelaksanaan kewaspadaan transmisi;
c. dekolonisasi pengidap mikroba resisten; dan
d. penanganan kejadian luar biasa mikroba resisten.

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2015 TENTANG


PEDOMAN ORGANISASI RUMAH SAKIT
Pasal 19
(1) Selain Komite Medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, dapat dibentuk
komite lain untuk penyelenggaraan fungsi tertentu di Rumah Sakit sesuai
kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
(2) Komite lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa komite:
a. keperawatan;
b. farmasi dan terapi;
c. pencegahan dan pengendalian infeksi;
d. pengendalian resistensi antimikroba;
e. etika dan hukum;
f. koordinasi pendidikan; dan

g. manajemen risiko dan keselamatan pasien.

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 129/Menkes/SK/II/2008


TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT
A. Jenis jenis pelayanan rumah sakit Jenis jenis pelayanan rumah sakit yang
minimal wajib disediakan oleh rumah sakit meliputi :
1. Pelayanan gawat darurat
2. Pelayanan rawat jalan
3. Pelayanan rawat inap
4. Pelayanan bedah
5. Pelayanan persalinan dan perinatologi
6. Pelayanan intensif
7. Pelayanan radiologi
8. Pelayanan laboratorium patologi klinik
9. Pelayanan rehabilitasi medik
10. Pelayanan farmasi
11. Pelayanan gizi
12. Pelayanan transfusi darah
13. Pelayanan keluarga miskin
14. Pelayanan rekam medis
15. Pengelolaan limbah
16. Pelayanan administrasi manajemen
17. Pelayanan ambulans/kereta jenazah
18. Pelayanan pemulasaraan jenazah
19. Pelayanan laundry
20. Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit
21. Pencegah Pengendalian Infeksi
file:///C:/Users/Asus%20Notebook/Downloads/Kepmenkes%20No.129%20Tahun
%202008%20Standar%20Pelayanan%20Minimal%20RS%20(1).pdf