Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Analisis rasio dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan.


Analisis rasio dapat membantu pembaca laporan keuangan untuk menjawab berbagai
macam pertanyaan mengenai kesehatan keuangan perusahaan, serta mengetahui
tingkat likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas suatu perusahaan. Analisis
rasio dapat mengungkapkan hubungan penting dan dasar perbandingan dalam
memutuskan kondisi atau kinerja (Van Horne, 2007).

Adapun kemampuan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu disebut


profitabilitas
Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
mencari keuntungan, kasmir (2014, hal.196). profitabilitas juga dapat digunakan
sebagai tolak ukur untuk menilai keberhasilan dari suatu perusahaan dalam
menjalankan usahanya, serta dalam menilai prospek return dari modal yang akan
ditanamkan oleh investor. Sedangkan bagi perusahaan dapat digunakan untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam mengelola piutang secara efektif untuk menghasilkan
tingkat laba tertentu yang diharapkan.

Ada beberapa jenis usaha mengukur rasio keuangan profitabilitas yang sering
dipergunakan yaitu:
ROA, NPM, GPM. Menurut lukman Syamsuddin (2009,hal.63) mengatakan bahwa
Return On Total Assets (ROA) adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara
keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva
yang tersedia didalam perusahaan. Return On Equity (ROE) menurut kasmir dan
Jakfar (2003, hal.207) adalah rasio untuk mengukur laba sesudah pajak dengan
modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri, semakin
tinggi rasio ini maka semakin baik . Net Profit Margin (NPM) menurut Sofyan
Syafri Harahap (2006, hal. 304) adalah jika semakin besar persentase pendapatan
rasio ini makan semakin baik karena dianggap kemampuan perusahaan dalam
mendapatkan laba cukup tinggi.

Bagi perusahaan perlu melakukan analisis laporan keuangan karena laporan


keuangan dapat digunakan untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan, serta
untuk mrmbandingkan kondisi perusahaan dari tahun sebelumnya dengan tahun
sekarang apakah perusahaan tersebut meningkat atau tidak sehingga perusahaan dapat
mempertimbangkian keputusan yang akian diambil pada saat tahun yang akan dating
sesuai dengan kinerja perusahaannya.

Laporan keuangan merupakan satu bagian dari akuntansi dan merupakan


proses akhir dalam proses akuntansi yang mempunyai peran penting bagi pengukuran
2

kinerja sebuah perusahaan. Laporan keuangan dibutuhkan untuk melihat tingkat


likuiditas yang dimiliki oleh perusahaan, dan kemampuan perusahaan mengelola
asset asset yang dimiliknya, selain itu laporan keuangan juga dimaksudkan untuk
melihat apakah perusahaan mempunyai kemampuan laba dan untuk melihat kinerja
perusahaan. Adapun tujuan akhir

yang ingin dicapai suatu perusahaan yang

terpenting adalah memproleh laba atau keuntungan yang maksimal. Dimana pada
laporan keuangan harus menggambarkan seluruh data keuangan yang relavan dan
telah ditetapkan prosedurnya sehingga laporan keuangan dapat diperbandingkan agar
tingkat asuransi dapat dipertanggung jawabkan.

Untuk perusahaan yang sedang berkembang sangat perlu diperhatian adalah


kinerja manajerial yang efektif dan efisen, terutama pada kinerja manajemen
keuangan dalam memenuhi tujuan utama perusahaan, yaitu mengoptimalkan laba
adalah dengan mengelola seluruh asset maupun aktiva yang dimiliki perusahaan.
Maka dalam hal ini semakin baik pengelolaan asset yang dilakukan perusahaan maka
akan semakin baik keadaan perusahaan tersebut.

Menurut Charles T. Horgen (2003,hal.324) menyatakan bahwa: kinerja


keuangan adalah suatu tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang dalam
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang diazaskan atas kecakapan
(pengalaman dan kesungguhan) serta waktu.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengetahui kinerja keuangan


perusahaan jika dilihat dari rasio profitabilitas sehingga penulis membahasnya dan
melakukan penelitian dengan judul :
Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Berkat
Jaya Pangestu Medan.

2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas identifikasi masalah penelitian ini
adalah : Bagaimana kinerja keuangan perusahaan PT. Berkat jaya pangestu Medan
bila dilihat dengan menggunakan rasio Profitabilitas ?

3. Batasan Masalah

Pada penelitian ini peneliti membatasi masalah penelitian yaitu: PT. Berkat
Jaya pangestu dilihat dengan rasio profitabilitas dengan alat ukur NPM, ROA, dan
ROE.

4. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
Apakah Rasio Profitabilitas yang diterapkan PT.Berkat Jaya Pangestu Medan dapat
menilai kinerja keuangan?

5. Tujuan penelitian
Berdasarkan Rumusan maslah tersebut maka tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah adalah : Untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Berkat jaya
Pangestu dengan menggunakan rasio profitabilitas.

6. Manfaat penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi peneliti dapat dipergunakan untuk lebih memperdalam pengetahuan
mengenai teori-teori dan literature serta dapat menambah wawasan dan
pemahaman dalam berbagai hal khususnya mengenai rasio profitabilitas serta
kesiapan penulis dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
5

2. Bagi

perusahaan

penelitian

ini

diharapkan

dapat

dijadikan

bahan

pertimbangan dalam mengambil keputusan agar dapat memaksimalkan nilai


perusahaan sehingga dapat menarik para investor atau calon investor untuk
menanamkan modalnya pada waktu yang akan dating.
3. Bagi peneliti selanjutnya selain dapat menjadi rujukan pengembangan ilmu
keuangan mengenai kajian kinerja keuangan juga dapat dipergunakan sebagai
bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.

BAB II
LANDASAN TEORI
1. Rasio profitabilitas (profitability Ratio)
1.1 pengertian Rasio Profitabilitas
Profit merupakan hasil dari kegiatan manajemen. Dimana kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan

profit disebut profitabilitas. Rasio ini bertujuan

untuk mengukur efektifitas operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.


Setiap kegiatan bisnis yang dijalankan baik secara perorangan maupun berkelompok
bertujuan untuk mensejahterakan pemilik atau menambah nilai perusahaan dengan
laba yang maksimal. Harapan untuk mendapatkan laba perusahaan secara
berkelanjutan bukanlah suatu pekerjaan yang gampang tetapi memerlukan
perhitungan yang cermat dan teliti dengan memperhatikan factor factor yang
6

berpengaruh terhadap perusahaan baik factor intern maupun factor ekstern. Untuk
memberikan pengertian yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan dengan rasio
profitabilitas, maka dapat dilihat dan penejelasan dan beberapa penulis sebagai
berikut : Menurut kasmir (2014, hal,104), pengertian analisis rasio keuangan adalah :
kegiatan membandingkan angka angka yang ada dalam laporan keuangan dengan
cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
Menurut Martono dan Harijito (2005, Hal.60) Rasio Profitabilitas adalah rasio
yang menunjukkan efektifitas menciptakan laba. Laba pada dasarnya menunjukkan
seberapa baik perusahaan dalam membuat suatu keputusan investasi dan
pembiayaan.
Menurut Atmajaya (2004, hal.415) bahwa : Rasio Profitabilitas adalah rasio
yang dipergunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba.
Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan adanya kesamaan
pendapat mengenai pengertian rasio profitabilitas, yaitu rasio yang dapat digunakan
untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan memproleh laba. Rasio profitabilitas
dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu :

a. Gross profit Margin (GPM)


Gross Profit Margin merupakan perbandingan penjualan bersih
dikurangi harga pokok penjualan bersih atau rasio antara laba kotor dengan
penjualan bersih. (Martono dan harijito, 2005 : 59 ). Rasio ini berguna

untuk Mengetahui keuntungan kotor perusahaan dari setiap barang yang


dijual. (Darsono dan Ashari, 2004 : 56)
GPM = penjualan-hpp x 100%
penjualan

b. Net Profit Margin (NPM)


Net profit Margin (NPM) atau Margin Laba Bersih merupakan
keuntungan penjualan setelah menghitung seluruh biaya dan pajak
penghasilan. Margin ini menunjukkan perbandingan laba bersih setelah pajak
(EAT) dengan penjualan. (Martono dan Harijito, 2005 : 59 ). laba bersih
dibagi dengan penjualan bersih. Rasio ini menggambarkan besarnya laba
bersih yang diproleh oleh perusahaan pada setiap penjualan yang dilakukan. (
Darsono dan Ashari,2004 : 56).
NPM = Laba Bersih x 100%
Pendapatan operasional
c. Return on Investment (ROI)
Menurut sutrisno ( 2007 : 223 ) Return on Investment Merupakan
kemampuan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan.
Laba Yang digunakan untuk mengukur rasio adalah laba bersih setelah pajak.
Menurut Martono dan Harijoto ( 2005 : 60 ) Return on investment
Membandingkan laba setelah pajak dengan total aktiva.
ROA= laba bersih x 100%
Total aktiva
8

d. Return on Equity (ROE)


Menurut martono dan harjito ( 2005 : 60 ) Return on equity (ROE) atau sering
disebut Rentabilitas Modal Sendiri dimaksudkan Untuk mengukur seberapa
banyak keuntungan yang menjadi hak pemilik modal sendiri. laba bersih
dibagi rata rata ekuitas. rata-rata ekuitas diproleh untuk mengetahui besarnya
kembalian yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal dari
pemilik.
ROE= Laba Bersih x 100%
Modal sendiri
1.2 Rasio Profitabilitas sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan
Dengan menggunakan analisis rasio, berdasarkan data dari laporan
keuangan, akan dapat diketahui hasil hasil finansial yang telah dicapai di
waktu waktu yang lalu, dapat diketahui kelemahan kelemahan yang dimiliki
perusahaan, serta hasil hasil yang dianggap cukup baik. Hasil analisis historis
tersebut sangat penting artinya bagi perbaikan penyusunan rencana yang akan
dilakukan di masa dating. Dengan mengetahui kelemahan kelemahan yang
dimilki oleh perusahaan, dapat diusahakan penyusunan rencana lebih baik
demi memperbaiki kelemahan kelemahan tersebut. Hasil hasil dianggap sudah
cukup baik di waktu lampau harus diperhankan dan ditingkatkkan untuk masa
masa mendatang (Tampubulon 2005).
Analisis rasio keuangan merupakan analisis atas pretasi keuangan pihak
manajemen masa lalu dan prospeknya di masa yang akan dating ( Barlian,
2003). Analisis

rasio

keuangan

menunjukkan

pola

hubungan

atau

perimbangan antara rekening atau pos tertentu dengan rekening atau pos
tertentu dengan

rekening atau pos hubungan

atau perimbangan antara

rekening atau pos tertentu dengan rekening atau pos lainnya di dalam laporan
keuangan. Analisis ini lebih menggambarkan posisi keuangan terutama
apabila angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar (Warsono,
2003)
Evaluasi kinerja keuangan dapat dilakukan menggunakan analisis
laporan keuangan, dimana data pokok sebagai input dalam analisis bini adalah
neraca danh laporan laba rugi. Analisis laporan keuangan dapat diartikan
menggunakan rasio keuangan. Analisis rasio keuangan memungkinkan
manajer keuangan dan pihak yang berkepentingan untuk mengevaluasi
kondisi keuangan dengan cepat, karena penyajian rasio-rasio keuangan akan
menunjukkan kondisi sehat tidaknya suatu perusahaan.
Analisis rasio menghubungkan unsur unsur rencana dan perhitungan
laba rugi sehingga dapat menilai efektivitas dan efisiensi perusahaan. Analisis
pos-pos neracaa akan memberikan gambaran tentang posisi keuangan
perusahaan,

sementara

analisis

terhadap

laopran

laba

rugi

akan

mendeskripsikan hasil atau perkembangan usaha dari perusahaan. Informasi


yang bisa diproleh dari evaluasi kinerja keuangan antara lain tentang
kemampuan perusahaan dalam membayar bunga pokok pinjaman, dan
keberhasilan perusahaan dalam meningkatkkan besarnya modal sendiri.
Kenyataanya, dalam pelaksanaan penilaian terhadap kerja perusahaan, pihak
10

manajamen umumnya hanya melihat dari tingkat fluktuasi atas laba yang
diproleh tanpa melakukan analisis lebih lanjut. Akibat yang ditimbulkan dari
kebijakan tersebut adalah perusahaan sering mengalami kesulitan untuk
menentukan variable apa saja yang menyebabkan terjadinya pembentukan
keuntungan atau profit yang lebih maksimal.
Keadaan tersebut yang menyebabkan perusahaan sering mengambil
kebijakan yang kurang tepat untuk mengadakan penilaian atas kinerja yang
telah dicapai selama ini. Apabila kondisi tersebut terus terjadi, akan berakibat
pihak manajemen mengalami kesulitan dalam menetapkan kebijakan yang
akan diambil. Berdasarkan kenyataan yang sering terjadi di dalam perusahaan,
maka menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan penilaian
secara komprehensif atas kinerja keuangan yang telah dicapai sehingga dapat
digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan keuangan. Melalui
penelitian ini akan ditunjukkan bahwa melalui analisis secara menyeluruh atas
laporan keuangan akan mampu mendeskripsikan kinerja keuangan sebagai
dasar penetapan kebijakan yang lebih baik dalam upaya mencapai tujuan
perusahaan.
Dalam penelitian ini, lebih lanjut dilakukan beberapa pembatasan agar
pembahasan lebih terfokus. Pertama, penelitian menggunakan lokasi PT
Berkat Jaya Pangestu Medan dengan alas an selama ini perusahaan tersebut
tidak secara sistematis dalam memberikan penilaian atas laporan keuangan,
atau lebih jauh penilaian atas kinerja perusahaan hanya berdasarkan
11

keuntungan yang telah dicapai, sehingga dalam kelanjutan nya sering terjadi
penentuan kebijakan yang kurang tepat terkait perbaikan maupun peningkatan
kinerja keuangan perusahaan.
Dalam pelaksanaan analisis laporan keuangan, terdapat beberapa hal
yang perlu diperhatikan.

Pertama, pihak analisis harus mengidentifikasi

adanya trend terentu dalam laporan keuangan. Kedua, angka angka yang
berdiri sendiri sulit dikatakan baik tidaknya sehingga dibutuhkan angka
pembanding misalnya rata rata industry. Ketiga,diskusi atau pertanyaan
penting yang melengkapi laporan keuangan seperti diskusi laporan
perusahaan, diskusi rencana ekspansi atau restrukturisasi merupakan bagian
internal yang harus dimasukkan dalam analisis. Keempat, terkadang waktu
semua informasi yang diperlukan bisa diproleh melalui analisis mendalam
atas laporan keuangan, namun masih dibutuhkan informasi tambahan agar
bisa memberikan analisis yang lebih tajam lagi ( Hanafi dan Halim, 2003 ).
Menurut Tampubolon ( 2005), penilaian kerja adalah penentuan
secara periodic atas efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi
dan karywannya, berdasasrkan sasaran, standart dan kriteria yang telah
ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dinyatakan bahwa
penilaian kinerja lebih ditekankan pada bagaimana karyawan sebagai dari
organisasi dapat mengerjakan sesuatu berdasarkan kriteria yang telah
ditetapkan. Dalam rangka mengadakan evaluasi atas kinerja perusahaan yang
telah dicapai maka dapat digunakan bermacam acuan, salah satu contoh
12

perusahaan dianggap mempunyai kinerja yang baik apabila menghasilakn net


profit margin atau (NPM), return on investments (ROI)/ return on total assets
(ROA), return on equity (ROE) yang tinggi (Sartono, 2001).
Begitu pula sebaliknya bagi perusahaan, alat ukur ini dipakai untuk
mengkoordinasikan antara para manajer dengan tujuan dari masing masing
bagian yang nantinya akan memberikan kontribusi terhadap keberhasilan
perusahaan dalam mencapai sasaran. Pengukuran kinerja keuangan memiliki
beberapa tujuan (Munawir, 2007 ). Penilaian kinerja keuangan dapat
mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh
perusahaan, untuk menentukan atau mengukur efisiensi setiap bagian, proses
atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai
oleh perusahaan yang ebrsangkutan, untuk menilai dan mengukur hasil kerja
pada tiap tiap bagian individu yang telah diberikan wewenang dan tanggung
jawab serta untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau
prosedur yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik (Wildf dan Halsey,
2005 ; Munawir, 2002).

13

2. Kinerja keuangan
2.1 Pengertian Kinerja Keuangan
Kinerja Keuangan merupakan hasil nyata yang dicapai suatu badan
usaha dalam periode tertentu yang dapat mencerminkan tingkat kesehatan
keuangan badan usaha tertentu dan dipergunakan untuk menunjukkan
dicapainya hasil yang positif.
Adapun pengertian kinerja keuangan adalah penilaian tingkat efisiensi
dan produktifitas perusahaan di bidang keuangan yang dilakukan secara
berkelas atas dasar laporan manajemen dan laporan keuangan yang
merupakan pencerminan prestasi keuangan yang dicapai perusahaan (sawir,
2008, hal.67). sedangkan menurut mulyadi (2007 hal.363) kinerja juga
didefinisikan sebagai keberhasilan personel dalam mewujudkan strategi pada
empat prespektif yaitu keuangan, costumer, proses, serta pembelajaran dan
pertumbuhan.

Menurut Charles T.Hongren (2003, hal.324) kinerja keuangan adalah


suatu tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas
tugas yang diberikan kepadanya yang diazaskan atas kecakapan atau
pengalaman dan keunggulan serta waktu.

14

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan


perusahaan dapat dilihat atau diukur dengan cara menganalisis laporan
keuangan yang tersedia. melalui analisis laporan keuangan, keadaan dan
perkembangan finansial perusahaan serta hasil-hasil yang telah dicapai
perusahaan dapat diketahui, baik di waktu lampau maupun di waktu yang
sedang berjalan sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan yang
diterapkan.

2.2. Metode Pengukuran Kinerja keuangan


Penilaian pengukuran kinerja keuangan sangat diperlukan oleh semua
perusahaan demi berkembangnya perusahaan tersebut, perusahaan dapat
dinilai kinerjanya oleh pihak terkait sesuai dengan ruang lingkup bisnisnya.
Dalam melakukan penilaian kinerja keuangan diperlukan proses atau tahapan
sehingga akan diproleh hasil akhir kinerja suatu perusahaan. Menurut fahmi
(2012, hal.3) ada beberapa tahap dalam menganalisis kinerja keuangan suatu
perusahaan secara umum, yaitu :
a) Melakukan review terhadap data laporan keuangan tujuannya adalah
agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan
penerapan kaidah kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi,
sehingga hasil laporan keuangan tersebut dapat dipertanggung
jawabkan.

15

b) Melakukan perhitungan penerapan metode, perhitungan disini adalah


disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan
sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu
kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.
c) Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang diproleh.
d) Melakukan penafsiran terhadap berbagai permasalahan yang
ditemukan
e) Mencari dan memberikan pemecahan masalah terhadap berbagai
permasalahan yang ditentukan.

2.3. Tujuan Kinerja Keuangan


Adapun tujuan kinerja keuangan menurut Mulyadi (2007, hal. 139)
yaitu:
a) Menentukan kontribusi suatu bagian dalam perusahaan terhadap
organisasi perusahaan secara keseluruhan.
b) Memberikan dasar bagi penelitian mutu prestasi manajer dalam
pelaksanaan selain dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
Menurut Munawir (2007, hal. 31) tujuan kinerja perusahaan adalah :
a) Likuiditas, yaitu kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi, atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.

16

b) Solvabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk


memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang.
c) Rentabilitas atau Profitabilitas, yaitu menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
d) Stabilitas usaha, yaitu untuk menunjukkan kemampuan perusahaan
melakukan

usahanya

dengan

stabil,

yang

diukur

dengan

mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban


bunga atas hutang-hutangnya dan akhirnya membayar kembali
hutang-hutang tersebut tepat pada waktunya, serta kemampuan
perusahaan untuk membayar deviden secara teratur kepada pemegang
saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

2.4 Manfaat Kinerja Keuangan


Adapun manfaat kinerja keuangan adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengukur prestasi yang dicapai oleh suatu organisasi dalam
suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan
pelaksanaan kegiatannya.
2. Selain digunakan untuk melihat kinerja organisasi secara keselurahan,
maka pengukuran kinerja juga dapat digunakan untuk menilai
kontribusi suatu bagian dalam pencapaian tujuan perusahaan secara
keseluruhan.
3. Dapat digunakan srbagai dasar penentuan strategi perusahaan untuk
masa yang akan dating.
17

4. Memberi petunjuk dalam pembuatan keputusan dan kegiatan


organisasi pada umunya dan divisi atau bagian organisasi pada
khusunya.
5. Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat
meningkatkan efisiensi dan produktifitas perubahan.

3. Kerangka Konseptual
Setiap perusahaan memiliki laporan keuangan yang berfungsi untuk
mencatat semua aktifitas perusahaan. Laporan keuangan terdiri atas neraca
dan laporan laba rugi. Laporan keuangan yang telah ada akan dianalisis untuk
mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan. Analisis yang dilakukan
dapat berupa analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan terdiri atas
beberapa rasio, salah satunya adalah rasio profitabilitas.
Hasil dari rasio ini akan memperlihatkan kinerja perusahaan apakah
perusahaan mampu menghasilkan laba yang maksimal tiap tahun, dan apakah
aktiva yang dimilki perusahaan mampu memberikan kontribusi maksimal
untuk menghasilkan tingkat pendapatan yang direncanakan. Selanjutnya
perusahaan akan mengambil langkah langkah yang sesuai untuk keperluan
perusahaan nantinya untuk kelangsungan perusahaan.
Ini dapat diperkuat dengan adanya pendapat Munawir (2007, hal.33),
yang menyatakan bahwa profitabilitas diukur dengan kesuksesan perusahaan
dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian

18

profitabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan


antara laba dalam suatu periode dengan jumlah modal perusahaan tersebut.
Rasio profitabilitas juga sering digunakan sebagai rentabilitas
perusahaan (profitability Ratio). Rasio Profitabilitas adalah rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
laba. Untuk memproleh laba diatas rata rata, manajemen harus meningkatkan
pendapatan (revenue) dan mengurangi semua beban (expenses) atas
pendapatan yang berarti bahwa manajemen harus memperluas pangsa pasar
dengan tingkat harga yang menguntungkan dan menghapus aktifitas yang
tidak bernilai tambah.
Ada beberapa jenis untuk mengukur rasio keuangan profitabilitas yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu.
a) Net profit margin (NPM) atau Margin laba bersih merupakan
keuntungan penjualan setelah menghitung seluruh biaya dan pajak
penghasilan. Margin ini menunjukkan perbandingan laba bersih
setelah pajak (EAT) dengan penjualan.
b) Return On Total Asset (ROA) adalah pengukuran kemampuan
perusahaan secara keseluruhan didalam menghasilkan keuntungan
dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia didalam perusahaan.
c) Return On Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba
bersih perusahaan sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini
menunjukkan Efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi

19

rasio ini semakin baik. Artinya posisi Pemilik perusahaan semakin


kuat, demikianh pula sebaliknya.

Berikut ini adalah gambaran mengenai penyusunan kerangka berfikir


tentang analisis kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas
sebagai berikut.
kkkkkkkk

PT. Berkat Jaya Pangestu Medan


Laporan Keuangan

Laba/

Rasio profitabilitas :
a. Net Profit Margin
Neraca
Gambar 11.1
(NPM)
Analisis Rasio
Profitabilitas
Kerangka
Konseptual
b. Return
On
Asset
Gambar
II.I
Untuk
Kerangka
Konseptual
(ROA)
Menilai Kinerja
Keuangan

Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Menilai


Pada
Kinerja
Keuangan pada
PT. Berkat Jaya Pangestu Medan
BAB III
20

METODE PENELITIAN
1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian adalah tempat penelitian tersebut dilaksanakan.
Penelitian dilakukan pada PT. Berkat Jaya Pangestu yang terletak di jalan
Mojopahit Baru no. 9D Medan. Penelitian dilaksanakan pada bulan juli 2015
sampai dengan Agustus 2015, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel di
bawah ini :
Tabel III.I
Jadwal Kegiatan Penelitian

No.

Jenis penelitian

1.

Pengajuan judul

2.

Penulisan proposal

3.

Seminar proposal

4.

Penulisan skripsi

5.

Siding Meja Hijau

Aprl

Mei

Juni

Juli

Agst

Sept

2. Populasi dan Sampel


2.1. populasi
Menurut Sugiono (2008;115), populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas atau karateristik
tertentu yang ditetapkan untuk di pelajari dan mengambil kesimpulannya.
Maka populasi dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan perusahaan
PT. Berkat Jaya Pangestu Medan yaitu laporan laba rugi dan Neraca.
2.2. Sampel

21

Menurut Sugiono (2008;118) sampel adalah bagian atau jumlah dan


karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Yang menjadi sampel
adalah data laporan keuangan perusahaan PT. Berkat Jaya Pangestu Medan
selama Periode 5 Tahun dari Tahun 2010-2014.
3. Variabel dan Indikator
3.1 . variabel
variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut
kemudian ditarik kesimpulannya. Maka yang menjadi Variabel dalam
penelitian ini adalah Rasio Profitabilitas.

3.2. Indikator
Indicator adalah suatu gambaran/keadaan yang akan dijadikan pokok
perhatian untuk menjelaskan variable. Indicator dari variable adalah NPM,
ROA dan ROE.
4. Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini jenis yang digunakan adalah data kuantitatif,
dimana data kuantitatif adalah data yang diproleh dari perusahaan berupa
laporan neraca dan laporan laba rugi selama periode 5 Tahun. Sedangkan
sumber data yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah
Data Sekunder. Data Sekunder adalah Data yang di proleh langsung dari
perusahaan berupa data tertulis, seperti laporan keuangan dan laporan lainnya
yang diperlukan peneliti sehubungan dengan penelitian ini.
5. Tekhnik Pengumpulan Data
22

Adapun tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian


ini adalah :
a) Tekhnik dokumentasi
Tekhnik dokumentasi yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan
meneliti dokumen dokumen dari perusahaan bserta sumber sumber
lain yang berhubungan dengan penelitian.
b) Penelitian pustaka
Dengan mengumpulkan data teoritis dengan cara mempelajari
berbagai pustaka dan literatur lainnya yang memiliki relevansi dengan
sasaran penelitian seperti buku buku teks yang berkaitan dengan topic
dan masalah yang dibahas.
6. Tekhnik Analisis Data
Tekhnik analisis data yang penulis gunakan adalah analisis Deskriptif,
yaitu suatu kegiatan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang
diperlukan dalam penelitian. Adapun tahapan tahapan dalam mengumpulkan
data data yang dibutuhkan oleh peneliti adalah :
1. Menghitung NPM, ROA, dan ROE dengan menggunakan data laporan
keuangan.
2. Setelah dihitung, penulis menganalisis dan mendeskripsikan rasio serta

mengungkapkan faktor faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya rasio


tersebut berdasarkan laporan keuangan sesuai dengan unsur unsur laporan
keuangan yang terkandung dalam setiap rasio.

23