Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH
UJI KADAR AIR BENIH KEDELAI

Dosen pembimbing: Ir. M. Zayin Sukri, Mp


oleh
Ella Aulia Syahda
NIM A31140455
PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang harus diketahui baik
untuk tujuan pengolahan maupun penyimpanan benih. Telah diketahui bahwa
kadar air memiliki dampak besar terhadap benih selama penyimpanan.
Menyimpan benih ortodok pada kadar air tinggi berisiko mempercepat
mundurnya benih selama dalam penyimpanan. Kadar air biji atau benih berfungsi
untuk menentukan saat panen yang tepat dan saat penyimpanan benih. Pemanenan
harus dilakukan pada tingkat kadar air tertentu pada masing-masing spesies atau
varietas.
Jumlah air dalam suatu benih merupakan kadar airnya, yang diukur
berdasarkan berat basah atau berat kering benihnya. Bila kadar air benih diberikan
berdasarkan berat basahnya, maka jumlah airnya merupakan persentase dari
berat benih sebelum airnya dihilangkan.
Selama perkembangan, pemasakan dan pematangan, kadar air benih menurun
perlahan lahan hingga benih yang dipanen akhirnya mengering sampai batas
yang tidak ada lagi penurunan kelembaban, karena kadar airnya telah mencapai
keseimbangan dengan kelembaban nisbi lingkungan sekitarnya.
Berdasarkan uraian di atas tentunya jelas bahwa uji kadar air benih perlu
dilakukan. Khususnya dalam dunia pertanian dan benih untuk tujuan penanaman
agar dalam praktiknya kualitas benih baik viabilitas, vigor benuh juga ditentukan
oleh adanya kandungan air dalam benih.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui kadar benih dengan cara konvensional dan otomatis.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Benih merupakan material yang bersifat higroskopis, memiliki susunan yang
kompleks dan heterogen. Air merupakan bagian yang fundamental terdapat
sedemikian rupa dalam benih, artinya terdapat di setiap bagian dalam benih.
Kadar air benih karena keadaan yang higroskopis itu tergantung pada kelembaban
relatif dan suhu udara lingkungan sekitarnya.
Umumnya pada tanaman legumea dan padi-padian ovule yang sedang
mengalami proses fertilization mempunyai kadar air kira-kira

80%. Dalam

beberapa hari kemudian kadar air ini akan meningkat sampai kira-kira 85%, lalu
pelan-pelan menurun secara teratur. Dekat pada waktu masak kadar air ini
menurun dengan cepat samppai kira-kira 20%, setelah tercapai berat kering
maksimum, kadar air tersebut agak konstan kira-kira 20%, tetapi sedikit naik
turun seimbang dengan keadaan lingkungan di lapangan.
Kadar air benih dapat ditentukan dengan menggunakan :
1. Bermacam-macam alat pengukur kadar air benih otomatis, seperti universal
moisture tester, burrow moisture recorder, burrow model 700, digital moisture
computer dan lain-lain.
2. Metode tungku (oven method). Dengan cara ini contoh benih yang baru
dipanen dikeringkan didalam tungku listrik pada suhu 105 110 oC selama 24
jam terus-menerus. Setelah benih tadi diinginkan di dalam eksikator
kemudian ditimbang lagi (diperoleh berat kering).
Kadar air benih ini penting, artinya untuk menetapkan waktu panen, karena
pemanenan itu harus dilakukan pada tingkat kadar air tertentu pada masingmasing spesies atau varietas. Di daerah tropis, varietas-varietas padi dan jagung
di panen pada kadar air benih lebih tinggi dibandingkan dengan yang didaerah ber
iklim sedang.

BAB 3. METODE PRAKTIKUM


3.1 Waktu dan Tanggal
Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Desember 2016. Pukul 09.0011.00 WIB di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Jember.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah oven, blander, timbangan,
grand moisture tester, grand moisture meter, nampan, dan cawan porselin.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah benih kedelai.
3.3 Prosedur Kerja
a. Metode Dasar
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Menghaluskan benih menggunakan blender sebanyak separuh wadah
blander dan meletakkan di nampan sebagai wadah.
3. Menimbang cawan porselin dengan tutup sebanyak 3 cawan.
4. Menimbang cawan porselin dengan tutup yang berisi benih kedelai halus
sebanyak maksimal 5 gram.
5. Mengoven cawan berisi benih halus selama 1 jam dengan suhu 130oC.
6. Menimbang 3 cawan tersebut.
b. Metode Otomatis

1.
2.
3.

Grain Moisture Tester


Mengambil benih sebanyak satu takaran yang ditentukan.
Menekan tombol power pada alat.
Menekan tombol select untuk memilih jenis benih yang akan di uji kadar

airnya.
4. Menekan tombol measure, tunggu hingga ada tulisan pour, lalu masukkan
benih. Kemudian, tunggu hingga hasil kadar airnya keluar.
Grain Moisture Meter
1. Mengambil benih secukupnya , lalu meletakkan pada silinder alat untuk
dihancurkan.

2. Meletakkan silinder alat pada grain moisture meter.


3. Sebelumnya memilih benih apa yang akan di uji kadar airnya.
4. Menekan tombol measure, dan menunggu hasil uji kadar airnya.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Metode oven
Jenis
U1
Benih
Kedelai 20,43
Jagung 21,52
Kacang 20,36

W1
U2

U3

21,38
20,56
20,74

20,07
19,76
20,58

U1

W2
U2

U3

26,34
26,52
25,36

26,62
25,56
25,74

25,83
24,76
25,58

U1

W3
U2

U3

25.85
26,07
24,68

26,18
25,47
25,07

25,36
24,38
24,90

Hijau
Kadar air dari metode oven
Jenis Benih
Kedelai
Jagung
Kacang

U1
8,2%
9%
13,6%

Kadar Air
U2
8,3%
1,8%
13,5%

U3
8,1%
7,6%
13,62%

Rata-Rata
8,2%
6,1%
13,5%

Hijau

Kadar Air Menggunakan Grand Moisture Tester


Jenis Benih
Kedelai

Kadar Air
Grand Moisture Tester
Grand Moisture Meter
U1 : 11,5 %
U1 : 11,3 %
U2 : 11,7%

Jagung

Kacang Hijau

U2 : 11,1 %
U3 : 11,3 %

U3 : 11,6%
U1 : 13,3 %

U1 : 14,9 %

U2 : 12,8 %

U2 : 14,6 %

U3 : 12,8 %
U1 : 16,1%

U3 : 13,1 %
U1 : 13,2%

U2 : 14,3%

U2 : 14,3%

U3 : 14,1%

U3 : 11,2%

4.2 Pembahasan
Kadar air benih merupakan salah satu komponen yang harus diketahui baik
untuk tujuan pengolahan, maupun penyimpanan benih. Telah diketahui bahwa
kadar air memiliki dampak besar terhadap benih selama penyimpanan.
Menyimpan benih ortodok pada kadar air tinggi berisiko cepat mundurnya benih
selama dalam penyimpanan. Kadar air benih merupakan salah satu komponen
yang dinilai oleh BPSB dalam sertifikasi benih sehingga uji ini merupakan satu
pengujian rutin para analisis benih di laboratorium benih. (Amira 2010).
Pada praktikum kadar air benih ini ,cara menentukan kadar air benih jagung,
kedelai dan kacang panjang menggunakan tiga cara yaitu dengan timbangan grand
moisture tester dan grand moisture meter serta dengan metode oven. Pada metode
oven, sebelumnya melakukan penimbangan cawa serta tutup dan beratnya
dinyatakan sebagai W1. Kemudian menimbang cawan serta tutup dan berisi benih
yang telah dihaluskan, berat tersebut dinyatakan sebagai W2. Selanjutnya cawan
beserta isi di masukkan ke dalam oven selama 1 jam dengan suhu 130 oC untuk
mendapatkan benih kering. Setelah selesai pengovenan cawan diletakkan pada
eksikator

selama

10

menit

untuk

didinginkan.selanjutnya

melakukan

penimbangan yang beratnya dinyatakan W3.


Setelah dilakukan pengukuran sebanyak 3 ulangan diperoleh data sebagai
berikut : 8,2%, 8,3%, 8,1% dengan rerata kadar air benih kedelai adalah 8,2%
sementara itu pada benih kedelai yang diukur kadar airnya dengan menggunakan
grand moisture tester setelah dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali diperoleh
data bahwa kadar air benih jagung adalah 11,6%. Sedangkan dengan
menggunakan grand moiture meter diperoleh rerata kadar air benih kedelai
sebanyak 11,2%.

BAB 5. PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarka hasil praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan
pengambilan data pada 3 ulangan, rerata kadar air benih kedelai dengan
menggunakan metode dasar yaitu oven sebesar 8,2 %, sedangkan dengan
menggunakan Grain Moisture Tester kadar air benih yang diperoleh sebesar 11,6
% dan dengan menggunakan Grain Moisture Meter sebesar 11,2%.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/document/97584655/Laporan-Praktikum-III-UjiKadar-Air
http://sahirinnerinz.blogspot.co.id/2012/07/laporan-tekben-uji-kadar-airbenih.html
http://semiliranginsore.blogspot.co.id/2012/01/uji-kadar-air-benih.html
http://siskannajwa.blogspot.co.id/2014/02/pengujian-kadar-air-benih.html
http://stefanusekoo.blogspot.co.id/2013/06/teknologi-benih-uji-kadar-aibenih.html