Anda di halaman 1dari 17

PROPOSAL

RANCANG BANGUN ALAT UJI MATERIAL


IMPACT METODE CHARPY

Disusun Oleh :

Adam Arisprayoga
Andi Hifzhuddin Rahman
Arief Nur Patmaji
Dody Setyo Wibowo
Muhamad Taufiq
Prasetyo Dwiputra

( 20413108 )
( 20413868 )
( 21413301 )
( 22413629 )
( 25413787 )
( 26413896 )

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Dewasa ini kebutuhan akan material terutama logam sangatlah penting. Besi
dan baja merupakan salah satu dasar suatu konstriksi. Dengan berbagai macam
kebutuhan sifat mekanik yang dibutuhkan oleh suatu material ialah berbeda-beda .
sifat mekanik tersebut terutama meliputi kekerasan, keuletan, kekuatan,
ketangguahan, sifat mampu las serta sifat mampu mesin yang baik. Dengan sifat
pada masing-masing material berbeda, maka banyak metode untuk menguji sifat
apa sajakah yang dimiliki oeh suatu material tersebut. Uji impact merupakan salah
satu metode yang digunakan untuk mengetahui kekuatan, kekerasan serta keuletan
material . Oleh karena itu uji impact banyak dipakai dalam bidang menguji sifat
mekanik yang dimiliki oleh suatu material tersebut.
Uji impact adalah pengujian dengan menggunakan pembebanan yang
cepat (rapid loading). Pengujian impak merupakan suatu pengujian yang
mengukur ketahanan bahan terhadap beban kejut. Inilah yang membedakan
pengujian impak dengan pengujian tarik dan kekerasan, dimana pembebanan
dilakukan secara perlahan-lahan. Pengujian impak merupakan suatu upaya untuk
mensimulasikan kondisi operasi material yang sering ditemui dalam perlengkapan
transportasi atau konstruksi dimana beban tidak selamanya terjadi secara
perlahan-lahan melainkan datang secara tiba-tiba.
Dengan terus berkembangnya teknologi di dunia industri, pada khusus
nya dalam alat uji material impact charpy yang semakin berkembang .
Perkembangan tersebut harus diiringi pula dengan pengetahuan mahasiswa teknik
mesin yang harus mampu megikuti perkembangan dalam berkembangnya dunia
industri.

Sehubungan dengan alat uji impact charpy yang digunakan dalam


praktikum pada Laboratorium Teknik Mesin Lanjut jurusan teknik mesin
Universitas Gunadarma , menurut penulis penggunaan alat uji impact charpy yang
berada di

Laboratorium Teknik Mesin Lanjut Universitas Gunadarma masih

menggunakan alat uji yang sangat sederhana yang dilakukan secara manual dan
memerlukan energi yang besar dan alat uji impact yang berada di Laboratorium
Teknik Mesin Lanjut sudah tidak memenuhi persyaratan , maka penulis melihat
adanya peluang untuk membuat dan berinovasi sebuah alat uji impact yang cepat,
akurat, efisien dan mempunyai daya yang besar.
Pada awalnya di Laboratorium Universitas Gunadarma alat uji impact
masih menggunakan sistem manual dengan tenaga manusia untuk menaikan
pendulum sesuai ketinggian/sudut yang sesuai dengan spesifikasi material yang
akan diuji. Direncanakan untuk pembuatan alat ini dengan menggunakan gigi
transmisi agar energi yang dikeluarkan lebih efisien. Selain menggunakan gigi
transmisi untuk menaikan pendulum, kami juga berinovasi untuk membuat sistem
pengereman yang bertujuan untuk mempercepat pendulum berhenti keposisi awal.
Selain untuk mempermudah dan mempercepat proses pengujian, dalam pengujian
impak menggunakan alat terbarukan ini diharapkan hasil pengujian yang didapat
lebih tepat dan efesien. Dalam pembuatan sebuah alat alat uji impak ini
dibutuhkan pemilihan bahan yang tepat, sehingga alat ini mampu bekerja secara
optimal. Serta pengoperasiannya sangat sederhana, agar semua orang dapat
menggunakan alat tersebut. Di samping itu, dalam pemilihan bahan yang tepat
akan dihasilkan alat/mesin yang baik pula dilihat dari segi kekuatan maupun masa
kerja dari alat tersebut

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang diatas, dapat di simpulkan bahwa perlu dibuatnya
suatu alat uji impact dengan metode charpy yang sederhana dan effisien, dalam
proses pembuatan alat ini muncul beberapa permasalahan yaitu :
a. Bagaimana desain alat uji impact yang effisien dan sesuai standar yang
berlaku ?
b. Bagaimana pemilihan material alat uji impact ?
c. Bagaimana proses pembuatan alat uji impact tersebut ?
d. Bagaimana mekanisme kerja alat uji impact metode charpy tersebut ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari rancang bangun alat uji impact metode charpy ini
adalah sebagai berikut :
a. Untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu syarat memperoleh

gelar sarjana Universitas Gunadarma.


b. Merancang dan membangun alat uji material impact dengan metode
charpy yang memiliki nilai effisien dan akurat serta bermanfaat dimana
dapat digunakan dalam kegiatan praktikum pada Laboratorium Teknik
Mesin Lanjut , Universitas Gunadarma.

1.4 Manfaat
Manfaat dari rancang bangun alat uji impact metode charpy ini adalah
sebagai berikut :
a. Alat uji impact charpy yang dihasilkan dapat mendukung penelitian
maupun praktikum yang di laksanakan pada laboratorium Teknik
Mesin Lanjut , Universitas Gunadarma
b. Menambah peralatan laboratorium Teknik Mesin Lanjut , Universitas
Gunadarma

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uji Impact


2.1.1 Pengertian Uji Impact
Pengujian impact merupakan suatu pengujian yang mengukur ketahanan
bahan terhadap beban kejut. Inilah yang membedakan pengujian impact dengan
pengujian tarik dan kekerasan dimana pembebanan dilakukan secara perlahanlahan. Pengujian impact merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan kondisi
operasi material yang sering ditemui dimana beban tidak selamanya terjadi secara
perlahan-lahan melainkan datang secara tiba-tiba.
2.1.2 Prinsip Pengujian
Dasar pengujian impact ini adalah penyerapan energi potensial dari
pendulum beban yang berayun dari suatu ketinggian tertentu dan menumbuk
benda uji sehingga benda uji mengalami deformasi ..

Pada pengujian impact ini banyaknya energi yang diserap oleh bahan
untuk terjadinya perpatahan merupakan ukuran ketahan impact atau ketangguhan
bahan tersebut. Suatu bahan dapat disebut tangguh apabila memiliki kemampuan

menyerap beban kejut yang besar tanpa terjadinya deformasi atau retak dengan
mudah . Pada pengujian impact, energi yang diserap oleh benda uji biasanya
dinyatakan dalam satuan Joule dan dibaca langsung pada skala penunjuk yang
telah di kalibrasi yang terdapat pada mesin penguji.
2.1.3 Metode Pengujian Impact
Metode pengujian impact terbagi menjadi 2 jenis metode yaitu :
A. Metode Charpy
Pengujian tumbuk dengan meletakkan posisi spesimen uji pada
tumpuan dengan posisi horizontal/mendatar, dan arah pembebanan
berlawanan dengan arah takikan.
B. Metode Izod
Pengujian tumbuk dengan meletakkan posisi spesimen uji pada
tumpuan dengan posisi, dan arah pembebanan searah dengan arah takikan.

2.2 Desain Rancang Bangun Alat Uji Impact


Pembuatan dan penyusunan desain alat uji impact metode charpy ini
dilakukan setelah melakukan study dari buku , jurnal dan mengamati secara
langsung alat uji impact .Berdasarkan hal tersebut berikut ini merupakan konsep
desain rancang bangun alat uji impact charpy.

Alat uji impact tersebut memiliki dimensi 1150 x 800 x 500 mm , dengan
massa sebesar 125 kg , dengan panjang lengan pendulum 850 mm .

2.3 Komponen Komponen Utama


2.3.1 Badan alat uji impact

Badan alat uji impact ini berfungsi sebagai tempat penopang dari tempat
uji , dengan menggunkan material baja carbon ST 41 , memiliki massa sebesar 54
kg .

2.3.2 Dasar
Dasar alat uji impact ini memiliki fungsi sebagai dasar dudukan dari alat
uji dan sebagai peredam dan penahan dari efek tumbukan yang terjadi selama
proses pengujian , menggunakan baja carbon DC 11 dan memiliki massa 10 kg .

2.3.3 Pendulum

Pendulum berfungsi sebagai beban yang akan diayunkan ke benda uji dan
juga terdapat pisau pemukul untuk memathkan benda uji , menggunkan material
baja karbon DC 11 memiliki massa 34 kg .
2.3.4 Steer Pengayun

Steer pengayun berfungsi sebagai alat kendali sebagai penggerak untuk


lengan pengayun , diteruskan daya nya dengan menggunakan sistem gearset.
2.3.5 Poros Pengayun

Poros pengayun berfungsi sebagai penerus ayunan dari bearing dan gear
set ke lengan dan pendulum nya.
2.3.6 Tempat Benda Uji

Tempat benda uji berfungsi sebagai tempat diletakkanya benda uji yang
akan dilakukan pengujian . tempat benda uji menggunakan material FCN , dengan
jarak 0.18 mm antar keduanya.
2.3.7 Lengan Penahan Pendulum

Lengan penahan pendulum berfungsi sebagai penahan sesaat pendulum


akan menumbuk benda uji , penahan tersebut menggunakan mekanisme engsel
slot sebagai penahanya.

2.3.8 Handle Rem

Handle rem digunakan sebagai tuas rem , diperoleh menggunakan sistem


rem pada kendaraan roda 2 yang sudah disesuaikan.

2.3.9 Caliper Rem

Caliper rem befungsi sebagai pengunci disc brake pada saat proses
pengereman , menggunakan suku cadang dari kendaraan roda 2 yang sudah
disesuaikan.

2.3.10 Disc Brake Rem

Disc brake rem digunakan sebagai komponen dari sistem pengereman ,


menggunakan suku cadang dari kendaraan roda 2.

2.3.10 Busur Derajat dan Jarum Penunjuk

Busur derajat berfungsi sebagai alat ukur atau alat baca dari hasil
pengujian. Jarum penunjuk berfungsi sebagai penunjuk angka pada busur derajat
yang merupakan hasil dari pengujian. Jarum penunjuk dihubungkan ke poros
pengayun dengan dibaut sehingga arah ayunanya sesuai dengan arah ayunan poros
pengayun

2.3.11 Pisau Pemukul

Pisau pemukul berfungsi untuk memukul benda uji yang telah dibuat
takikan. Material yang digunkan adalah Tool Steel.

2.3.12 Gear Set

Gear set digunakan sebagai sistem penerus daya untuk menggerakan


posisi ketinggian derajat dari posisi pendulum , mengguakan jenis roda gigi lurus
( spur ) denga type rack dan pinion

2.3.13 Bearing

Bearing berfungsi sebagai pengayun poros , ditempatkan pada bagian


kanan atas dan kiri pada bahan alat uji impact

2.4 Rincian Biaya


Dalam rincian biaya ini menjelaskan perkiraan pengeluaran selama proses
pembuatan alat uji impact ini , penyunan rincian harga ini dilakukan setelah
melaksanakan proses survey langsung dan juga keterangan dari pemilik dan juga
produsen yang sudah biasa memproduksi peralatan uji dan juga peralatan produksi
industri , berikut ini merupakan rincian biaya yaitu
No
1

Jenis
Material

Jumlah

Keterangan

Harga

Body ( ST 41 )
AS ( FCN )
Gear set ( FCN )
Lengan Pengayun ( DC 11 )

55
8
12
7

kg
kg
kg
kg

Rp.4.500.000
Rp.2.000.000
Rp.1.250.000
Rp.1.000.000

Pendulum ( DC 11 )

35

kg

Rp.6.500.000

Anvil / Base ( DC 11 )

20

kg

Rp.2.500.000

SUBTOTAL

Jenis

Rp.17.750.00

Jumlah

Keterangan

Biaya

2.

Komponen

Sistem Rem ( Handle ,

Set

Rp.

400.000

Pelengkap

Discbrake , Handle )
Jarum Penunjuk dan Busur

Item

Rp.

200.000

derajat
Tool Steel
Bolt and Nut 10L ( Mediun

1
15

Item
Set

Rp.
Rp.

600.000
300.000

Carbon alloy )
Bolt and Nut 8L ( Medium

10

Set

Rp.

200.000

Item

Rp. 600.000
Rp. 2.300.000

Carbon Alloy )
Bearing + Housing
SUBTOTAL

No
3

Jenis
Biaya Produksi

(Pembentukan dan
4

Ongkos Kirim

Jumlah

Keterangan

Biaya

Jasa

Rp. 14.000.000

Jasa

Rp.

Jasa biaya produksi


penyambungan komponen )
Biaya sewa mobil pick up
untuk pengiriman alat uji

450.000

impact

8
TOTAL BIAYA
1
2
3
4

Material
Komponen Pelengkap
Biaya Produksi
Ongkos Kirim
TOTAL

Rp. 17.750.000
Rp. 2.300.000
Rp. 14.500.000
Rp.
450.000
Rp. 35.000.000

LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL RANCANG BANGUN ALAT UJI MATERIAL


IMPACT METODE CHARPY

TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana ,
Universitas Gunadarma.

Diketahui dan Disetujui

Dosen Pembimbing

( Dr.Ir. Tri Mulyanto.,MT )

Kepala Jurusan Teknik Mesin

( Dr.Rr.Sri Poernomo Sari,ST.,MT )

DAFTAR NAMA DOSEN PEMBIMBING II

Berikut ini merupakan daftar nama mahasiswa berikut dengan dosen


pembimbing II dalam Tugas Akhir Rancang Bangun Alat Uji Material Impact
Charpy , Sebagai berikut :

No
1
2
3
4
5
6

Nama Mahasiswa
Adam Arisprayoga
Andi Hifzhuddin Rahman
Arief Nur Patmaji
Dody Setyo Wibowo
Muhammad Taufiq
Prasetyo Dwiputra

NPM
20413108
20413868
21413301
22413629
25413787
26413896

Nama Dosen Pembimbing II


Agung Dwi Sapto ST. , MT
Supriyono ST.,MT
Supriyono ST.,MT
Supriyono ST.,MT
Supriyono ST.,MT
Agung Dwi Sapto ST. , MT

..

( Dr. Ir. Tri Mulyanto, MT & Tim )

Anda mungkin juga menyukai