Anda di halaman 1dari 11

Perkembangan Teknologi Komunikasi LCD

Tugas Mata Kuliah Teknologi Komunikasi


Dosen Pengampu : Joni Maulindar, S.Kom., M.Eng

Anggota :
SETYANTOMO
(150103079)
YUNIAR MIFTAKHUL FALAH
(150103093)

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


STMIK DUTA BANGSA SURAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada era saat ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat, sejalan dengan
perkembangan daya pikir manusia yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kecenderungan manusia yang selalu tidak puas dengan teknologi yang telah ada,
kemudian melakukan penelitian-penelitian yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan
dan teknologi baru yaitu teknologi komputer. Dalam segala bidang kehidupan, terutama
di bidang usaha / industri / lembaga pemerintahan, teknologi komputer ini telah banyak
digunakan sebagai alat pendukung pekerjaan. Disamping itu, telah berkembang juga
teknologi yang berhubungan dengan komputer yaitu LCD Proyektor.
Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk
menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu
dengan permukaan datar seperti tembok, dsb.
Saat ini sudah banyak digunakan dalam dunia perkuliahan. Dengan adanya teknologi
ini, diharapkan dapat semakin memudahkan dosen dalam memberikan materi dan para
mahasiswa pun dapat lebih mudah dalam menerima materi dari dosen bersangkutan.

B. PEMBAHASAN
1. Definisi LCD Proyektor
LCD Proyektor adalah perangkat alat bantu yang sering digunakan untuk media
presentasi, karena mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar. Sebelum muncul
LCD Proyektor, ada OHP yaitu perangkat alat bantu yang digunakan untuk media
presentasi dengan kelebihan mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar. Seiring
dengan perkembangan zaman, OHP berkembang menjadi LCD Proyektor sebagai
perangkat presentasi digital dengan kelebihan mampu menampilkan kualitas gambar
yang sangat baik dan bisa digunakan di berbagai media elektronik.
Saat ini LCD Proyektor semakin berkembang dengan berbagai teknologi yang
diselipkan didalamnya. Teknologi Image Engine diantaranya LCD, CRT, LDP dan
LCOS, dengan kualitas image yang terbaik LCD. Sedangkan resolusi/ketajaman image
diantaranya SVGA, XVGA, SXGA dan UXGA, dengan resolusi yang tinggi SVGA.
Brightness (pencahayaan) dengan ukuran ANSI Lumens, semakin besar ANSI Lumens
semakin baik. Untuk koneksi juga mempengaruhi kualitas gambar diantaranya koneksi
VGA, RGB, RCA, S-Video, DVI. Semakin lengkap jenis koneksi, semakin tinggi
kualitas image. Dari segi bentuk, bentuk LCD Proyektor juga semakin menarik, efisien
dan praktis.
2. Sejarah LCD Proyektor
Proyektor LCD ditemukan di New York oleh Gene Dolgoff. Dia mulai bekerja di
dalam kampus pada tahun 1968 dan mempunyai tujuan untuk memproduksi sebuah
video proyektor yang dalam idenya ia akan membuat sebuah proyektor LCD yang lebih
cerah dibandingkan dengan 3-CRT proyektor. Idenya adalah menggunakan elemen yang
disebut sebagai cahaya katup untuk mengatur jumlah cahaya yang melewati itu. Hal ini
akan memungkinkan penggunaan yang lebih ampuh untuk sumber cahaya eksternal.
Setelah mencoba berbagai bahan, dia setuju dengan penggunaan kristal cair untuk
mengatur cahaya pada tahun 1971. Ini membawanya sampai tahun 1984 untuk
mendapatkan addressable dari layar kristal cair (LCD), yang ketika itulah ia membuat
proyektor LCD pertama di dunia. Setelah membangun itu, dia melihat banyak masalah
yang harus dikoreksi termasuk cahaya utama yang hilang dan piksel yang sangat terlihat.
Dia kemudian menggunakan metode baru untuk menciptakan efisiensi yang tinggi untuk
menghilangkan tampilan pada piksel. Dengan hak paten di seluruh dunia ia memulai di
Projectavision Inc pada tahun 1988, perusahaan proyektor LCD pertama di dunia. Dia
melisensi teknologi untuk perusahaan lain seperti Panasonic dan Samsung. Teknologi

dan perusahaan ini memulai industri proyeksi digital. Pada tahun 1989 ia dianugerahi
kontrak Darpa pertama ($ 1 juta) untuk mengusulkan bahwa standar HDTV AS harus
menggunakan pengolahan digital dan proyeksi. Sebagai anggota National Association of
Manufacturers Fotografi (NAPM) Standar Sub-komite, IT7-3, ia bersama dengan Leon
Shapiro, co-mengembangkan standar ANSI seluruh dunia untuk pengukuran kecerahan,
kontras, dan resolusi proyektor elektronik. Awalnya LCD digunakan dengan sistem ada
pada overhead proyektor. Tapi, LCD sistem tidak memiliki sumber cahaya sendiri.
Dengan susah payah dan beribu kegagalan tanpa patah semangat akhirnya mereka
bisa sukses dan populer sampai sekarang ini. Mereka memulainya dengan teknologi yang
digunakan dalam beberapa ukuran dari belakang proyeksi konsol televisi, di mana LCD
ini menggunakan sistem proyeksi di televisi set besar adalah untuk memungkinkan
kualitas gambar yang lebih baik sebagai sanggahan satu televisi 60 inci walaupun saat ini
sebagai saingan utama dari proyektor LCD adalah LG 100 inch LCD TV. Pada tahun
2004 dan 2005, proyektor LCD telah kembali datang denga fitur yang lebih lengkap
karena penambahan yang dinamis dan warna yang dianggap kontras yang telah
meningkat hingga tingkat DLP. Sekarang ini manufaktur yang bergerak di bidang
pembuatan LCD khususnya proyektor LCD hanya tersisa perusahaan gambar Jepang
yaitu Epson dan Sony. Epson memiliki sendiri teknologinya dan membuat merk
3LCD. Untuk memasarkan teknologi proyektor 3LCD, Epson mengatur perkongsian
yang disebut Grup 3LCD pada tahun 2005 dengan manufaktur proyektor lainnya
memegang lisensi dari teknologi 3LCD yang digunakan dalam model proyektor mereka.
3. Teknologi LCD Proyektor
Teknologi Image Engine
Salah satu yang dapat menjadi bahan pertimbangan pertama adalah teknologi yang
digunakan. Setiap proyektor memiliki karakteristik berbeda-beda bila ditinjau dari
teknologinya. Teknologi yang dimaksud di sini adalah teknologi pada Image Engine
atau disebut juga Light Engine. Ada beberapa sistem Light Engine, yang banyak
dikenal saat ini adalah CRT, DLP, LCD, dan yang terbaru adalah LCOS.
Light Engine adalah bagian yang memproyeksikan gambar. Dalam
memproyeksikan gambar, Light Engine mendapatkan bahan berupa sinyal analog dari
perangkat video decoder pada sebuah proyektor. Dan bagaimana sebuah proyektor
menampilkan gambarnya tersebut yaitu membagi proyektor dalam dua jenis yang
berbeda. Yang pertama adalah Rear Projector lalu yang kedua adalah Front Projector.

Jika Rear Projector, berarti proyektor berada di belakang gambar sedangkan pada
Front Projector sebaliknya yaitu proyektor berada di depan gambar.
Untuk Front Projector, mungkin sudah tidak asing lagi. Bentuknya sudah sangat
umum, lain halnya dengan Rear Projector yang berbentuk seperti TV. Rear Projector
sangat umum digunakan untuk di rumah. Selain karena bentuk fisiknya yang besar
dan berat, kemampuan proyektor ini dalam mengakomodasi banyaknya penyimak
sangat terbatas. Sebab proyektor dan layar telah di satukan dengan ukuran yang tidak
mungkin di-upgrade.
Beda halnya dengan Front Projector. Pada Front Projector, proyektor dan layar
tidak menyatu. Sehingga dapat diatur baik letak dan posisinya dengan lebih mudah.
Selain itu, dalam mengakomodasi ruang dan penyimak yang lebih banyak Front
Projector lebih leluasa. Tidak hanya layar yang dapat diperbesar, tapi juga
proyektornya dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan.
Sistem yang dimiliki oleh Rear Projector dalam menampilkan gambar tidak
berbeda jauh dengan Front Projector. Keduanya memiliki komponen dasar yang sama,
yaitu Video Decode dan Light Engine. Namun dalam menampilkan gambarnya, Rear
Projector menggunakan satu lensa tambahan yang berfungsi memantulkan sekaligus
memperbesar gambar. Teknologi Video Decode antara satu proyektor dengan lainnya
hampir tidak memiliki perbedaan. Perbedaan yang signifikan memang banyak terjadi
pada Light Engine. Berikut ini adalah beberapa sistem Light Engine diantaranya :
a. CRT

Proyektor yang menggunakan teknologi CRT berarti menggunakan tiga tabung


CRT sekaligus dalam Light Engine-nya. Ketiga tabung ini memancarkan tiga sinar
yang berbeda-beda, yaitu merah, hijau, dan biru. Adanya tiga tabung yang berbedabeda warna dalam proyektor CRT, membuat proyektor ini lumayan besar dan berat.
Sehingga dianggap kurang fleksibel untuk digunakan pada presentasi-presentasi
dalam ruang yang kecil.

b. DLP

Digital Light Processing atau yang disingkat dengan DLP kali pertama
dikembangkan oleh Texas Instrument. Pada DLP, cahaya terlebih dahulu akan
mengenai sebuah Color Filter berbentuk roda. Kemudian warna yang diperoleh akan
mengenai Digital Micromirror Devices (DMD). Dari DMD inilah kemudian cahaya
akan diproyeksikan dengan cara dipantulkan ke layar. DMD adalah sebuah optical
chip yang terdiri dari tiga lapis cermin-cermin micro yang masing-masing lapisan
dipisahkan oleh rongga udara yang memungkinkan cermin untuk miring sejauh -10
sampai +10 derajat. Kemiringan setiap cermin DMD akan diatur oleh sebuah chip
khusus yang ada pada DMD. Keberadaan DMD membuat DLP hanya membutuhkan
satu set optic saja. Kesederhanaan ini membuat proyektor DLP lebih ringkas dan
ringan. Beratnya dapat mencapai kurang dari 250 gram. Contrast Ratio dan struktur
pixel DLP juga lebih baik. Hal ini disebabkan oleh sistem transmisive yang dimiliki
oleh DLP. Meskipun pada beberapa sisi DLP lebih baik dari LCD, DLP juga memiliki
kekurangan. Penggunaan colorwheel pada DLP mengurangi nilai brightness
proyektor. Dari segi harga, proyektor DLP juga lebih mahal, sebab ongkos produksi
yang dibutuhkannya memang tinggi.
c. LCD

Jika DLP disebut juga dengan teknologi reflective karena menggunakan sistem
pantulan. Sedangkan LCD disebut juga teknologi transmisive, yakni meneruskan
cahaya. Sebab cahaya yang masuk pada LCD setelah melalui proses penyaringan

menggunakan cermin Dichroic akan diteruskan secara langsung ke layar proyektor.


Cermin Dichroic atau disebut juga Dichroic Mirror memisahkan warna menurut
gelombangnya. Ada tiga warna dasar yang dihasilkan oleh cermin tersebut yaitu
merah, biru, dan hijau. Ketiga warna ini dihasilkan dengan tiga cermin yang masingmasing menyaring warna berbeda. Teknologi LCD sudah dianggap cukup stabil dan
biaya panelnya pun cukup rendah, sehingga memungkinkan menggunakan tiga panel
LCD (RGB) sekaligus dalam satu proyektor. Hal ini membuat gambar yang dihasilkan
proyektor memiliki warna yang cukup bagus. Begitu pula halnya dengan cahaya yang
sudah sangat baik. Sayangnya, sistem transmisive telah membuat timbulnya artefak
pada gambar sehingga membuat gambar seperti terkotak-kotak. Dan dikarenakan pada
proyektor LCD polarisasi gambar tidak terjadi 100%, maka contrast ratio LCD lebih
rendah dari DLP. Di samping itu, daya tahan LCD terhadap panas juga tidak mampu
terlalu lama. Berbeda dengan DLP yang dapat bertahan sangat lama.

d. LCOS

Teknologi yang terakhir ini memanfaatkan keunggulan dua teknologi yang sudah
hadir sebelumnya, yaitu LCD dan DLP. Teknologi LCOS lebih mudah diproduksi dan
ringan dibandingkan LCD. Resolusi yang dihasilkan juga lebih baik dari LCD.
Bahkan resolusi teknologi ini diperhitungkan dapat mencapai QXGA, yaitu
20481536 pixel. Sangat tinggi, bahkan yang tertinggi. Teknologi ini juga
mengurangi artefak yang muncul pada LCD. Selain itu, LCOS memiliki kontrol
analog seperti layaknya LCD dengan gradasi warna yang lebih baik dibandingkan
DLP. Contrast ratio teknologi ini juga lebih baik dibandingkan LCD meskipun tidak
terlalu lebih baik dari DLP. Namun, nilai brightness-nya sejajar dengan LCD yang
artinya lebih baik dari DLP.

Resolusi
Parameter lain yang juga perlu diperhatikan adalah resolusi. Semakin baik resolusi
memang akan menghasilkan gambar yang semakin baik juga. Namun berkaitan
dengan resolusi, tidak semua aplikasi membutuhkan resolusi yang tinggi. Ada baiknya
jika pemilihan resolusi disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab biar bagaimanapun,
semakin tinggi resolusi sebuah proyektor, harga proyektor tersebut pun akan semakin
mahal.Biasanya, resolusi pada proyektor diwakilkan dengan sebutan-sebutan seperti
SVGA, XGA, SXGA, dan UXGA.
a. SVGA
Yang dimaksud dengan SVGA adalah proyektor memiliki resolusi 800600 pixel.
Resolusi ini sangat cocok untuk digunakan keperluan presentasi sederhana. Yang
dimaksud dengan presentasi sederhana adalah presentasi-presentasi yang tidak
menampakkan gambargambar yang kompleks hanya seputar teks, grafik, dan diagram
biasa saja.
b. XGA
Nilai resolusi pada proyektor XGA adalah 1024768 pixel. Gambar yang
dihasilkan oleh proyektor XGA lebih jernih dibandingkan proyektor dengan resolusi
SVGA, sehingga penggunaannya dapat lebih luas. Projector XGA dapat digunakan
untuk melakukan presentasi yang lebih banyak menggunakan warna dibanding
presentasi dengan SVGA.
c.

SXGA

Bila ada presentasi yang sangat kompleks, banyak menampilkan tidak hanya
grafik dan diagram saja, melainkan gambar-gambar desain seperti gambar teknik atau
iklan, maka sebaiknya presenter menggunakan proyektor dengan resolusi SXGA.
Proyektor dikatakan memiliki resolusi SXGA berarti proyektor tersebut memiliki
resolusi sebesar 12801024 pixel. Proyektor dengan resolusi tinggi ini juga cocok
untuk digunakan sebagai layar pada home entertainment Anda. Karena untuk
menonton sebuah film memang dibutuhkan resolusi yang tinggi. Lagipula harga
sebuah TV projector lebih murah dibandingkan TV biasa dengan ukuran yang sama.
Oleh sebab itu, tidak ada salahnya bila Anda menggunakan proyektor ini untuk di
rumah sebagai pengganti TV.
d. UXGA

Proyektor dengan resolusi UXGA sampai saat ini masih sangat mahal dan jarang.
Proyektor beresolusi 16001200 pixel ini lebih cocok digunakan oleh para
profesional yang bergerak di bidang imaging untuk melakukan presentasi. Atau bagi
Anda yang memang memiliki dana berlebih untuk home entertaiment.
e.

QXGA

Sampai saat ini, proyektor yang memiliki resolusi QXGA masih sangat jarang.
Salah satunya adalah proyektor yang diproduksi oleh JVC. Proyektor tersebut
menggunakan sistem LCOS dengan sebuah chip yang dinamakan D-ILA. Yang
dimaksud dengan resolusi QXGA adalah proyektor beresolusi 20481536 pixel.
Hampir tujuh kali lebih besar dari SVGA.

Penutup
C. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan LCD ProyektordapatdisimpulkanbahwaLCD Proyektor


adalah perangkat alat bantu yang sering digunakan untuk media presentasi, karena
mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar.Setiap proyektor memiliki
karakteristik berbeda-beda bila ditinjau dari teknologinya. Teknologi yang dimaksud
di sini adalah teknologi pada Image Engine atau disebut juga Light Engine. Ada
beberapa sistem Light Engine, yang banyak dikenal saat ini adalah CRT, DLP, LCD,
dan yang terbaru adalah LCOS.Disampingitu, resolusi pada proyektor diwakilkan
dengan sebutan-sebutan seperti SVGA, XGA, SXGA, dan UXGA.LCD Proyektor
dapat bekerja dengan dilengkapi peralatan tambahan yaitu kabel data,
wirelessdanpower supply.
D. Saran
Saran yang dapat disampaikan penulis adalah kembangkan pengetahuan tentang
teknologi yang saat ini terus berkembang, agar tidak tertinggal dengan informasiinformasi terbaru yang sangat diperlukan untuk menambah wawasan. Kemudian bagi
pembaca yang memiliki saran atau kritiknya dalam meningkatkan kualitas dari
makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
https://wildaneriono.wordpress.com/2011/11/23/makalah-proyektor/