Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan Metode Diagram Stiff

Metode stiff digunakan untuk mengetahui penyebaran ion yang


paling banyak, baik kation maupun anion. Manfaat dari mengetahui
kualitas air tanah dengan metode ini adalah dapat membantu terhadap
visualisasi air dari aliran air yang dapat diperkiraka, sehingga dapat
diketahui pula komposisi ion pada perubahan tubuh air. Namun
kekurangannya adalah hanya dapat dianalisa per plot ion-ionnya.

Airtanah di daerah penelitian dari 4 sampel yang diuji pada umumnya mempunyai
kandungan kation Natrium (Na) dalam kadar yang tinggi, serta kandungan anion
(HCO3-) yang dominan kecuali pada sampel jatipurwo yang memiliki perbedaan
kandungan kimia Na yang signifikan. Natrium (Na) berasal dari pelapukan
mineral plagioklas, mineral lempung, nefelin, sodalit, natrolit, glaukopan.
Sedangkan Bikarbonat (HCO3-),berasal

dari

pelapukan batuan karbonat,

karbondioksida di atmosfir dan di tanah atau air hujan. Anomali berada pada
sampel jatipurwo 4, dimana pada sampel ini memiliki kandugan kimia Ca
yang tinggi pada cation. Kalsium (Ca) berasal dari batuan endapan laut yang
kaya akan mineral kalsit, dolomite, aragonite, anhidrit, gypsum, atau dari

pelapukan batuan beku dan batuan metamorf yang mengandung mineral apatit,
wolastonit, fluorit, feldspar, amfibol, piroksen dan sebagainya, dapat dilakukan
intepretasi awal bahwa airtanah pada sampel jatipurwo 4 telah tercampur oleh
itologi yang berasal dari batuan endapan laut, untuk lebih jelasnya akan dibahas
pada diagram piper.