Anda di halaman 1dari 9

Sejarah Singkat mgei

Pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) di Bandung,
pada 27 Agustus 2008 dideklarasikan suatu forum baru dibawah naungan IAGI bernama
Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia disingkat MGEI. Penandatanganan deklarasi
dilakukan oleh wakil para penggiat dan pemerhati pertambangan mineral dan batubara di
Indonesia dan penandatangannya disaksikan oleh Ketua IAGI diwakili oleh Sekjen IAGI
periode tersebut yaitu Ridwan Djamaludin dan disaksikan pula oleh Kepala Badan Geologi
(BG), Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral yang diwakili oleh Sekretaris BG pada
saat itu, Jajang Sukarna.
Forum yang menghimpun para penggiat geologi ekonomi terutama para geologiawan yang
bergerak dibidang usaha pertambangan mineral dan batubara ini berkumpul dalam suatu
mailing list group bernamaeconomicgeology@yahoogroups.com yang dimulai sejak tahun
2007. Pada saat deklarasi MGEI, forum mailist ini telah beranggotakan sekitar 200 orang, dan
saat ini telah mencapai lebih dari 500 orang yang terdiri dari para penggiat dan pemerhati
geologi ekonomi baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Di dalam grup mailist
tersebut para penggiat geologi ekonomi sering mengadakan diskusi-diskusi dan pembahasan
tentang geologi, model pembentukan cebakan mineral atau hal lain berkaitan dengan usaha
pertambangan mineral dan batubara di Indonesia, maupun hal-hal mengenai kebijakan
sumberdaya mineral dan batubara. Karena anggotanya semakin banyak maka keluarlah ide
dari para penggagas tersebut untuk pembentukan forum penggiat geologi ekonomi yang lebih
terstruktur sehingga bisa berperan lebih jelas dalam memajukan pemanfaatan sumberdaya
geologi ekonomi di Indonesia.
Petikan deklarasi pendirian MGEI adalah sebagai berikut:

DEKLARASI
MASYARAKAT GEOLOGI EKONOMI INDONESIA

NASIONAL

Menyadari pentingnya peranan tenaga ahli Indonesia dalam bidang geologi ekonomi dan
perkembangan peminat sumber daya mineral ekonomi Indonesia, dan demi tercapainya
peningkatan profesionalisme tenaga ahli yang mampu bersaing di tingkat internasional,
berperan aktif dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya mineral di Indonesia
yang bertanggungjawab, efektif dan efisien untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,
maka pada hari ini kami deklarasikan terbentuknya organisasi para tenaga ahli dan peminat
geologi ekonomi tersebut dengan nama MASYARAKAT GEOLOGI EKONOMI
INDONESIA, disingkat MGEI. Untuk terjaminnya keberlanjutan kegiatan Masyarakat
Geologi Ekonomi Indonesia, Deklarasi Nasional ini akan ditindaklanjuti dengan tindakan
nyata berdasarkan mekanisme yang disetujui bersama dan peraturan perundang-undangan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlaku. Bandung, 27 Agustus 2008
Peresmian SM - MGEI Universitas Diponegoro


Published on Monday, 16 September 2013 12:08
Written by Humas
Hits: 752
Tepat pada hari Kamis tanggal 18 April 2013 Seksi Mahasiswa-Masyarakat Geologi Ekonomi
Indonesia (SM-MGEI) resmi menjadi salah satu organisasi di Teknik Geologi Universitas
Diponegoro. Acara ini berlokasi di Gedung Pertamina Sukowati Universitas
Diponegoro,Semarang. Peresmian SM-MGEI dihadiri oleh sekitar seratus mahasiswa yang
terdiri dari anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi dan Anggota SM-MGEI Undip
sendiri serta perwakilan SM-MGEI Universitas Jenderal Soedirman,selain itu juga dihadiri
oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Undip dan Ketua Umum MGEI Bronto
Sutopo yang sekaligus meresmikan SM-MGEI Undip.

Foto 1. Para peserta yang menghadiri acara peresmian MGEI Undip


Kegiatan ini bukan hanya dalam rangka peresmian akan tetapi juga sekaligus pengenalan
tentang profil SM-MGEI Undip yang baru terbentuk,oleh Sendiant Angga Darmawan selaku
ketua SM-MGEI Undip serta profil dari MGEI itu sendiri oleh Bpk.Bronto Sutopo selaku
ketua MGEI pusat.

Foto 2. Peresmian MGEI Undip oleh ketua umum MGEI,Bpk. Bronto Sutopo
(Dari kiri ke kanan: Siswandi Kastari (MGEI), Iswahyudi Agus Sinugroho (MGEI),
Bronto Sutopo (MGEI), Sendiant Angga Darma (SM MGEI Undip) wan dan Bambang
Heryawan (MGEI)
Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) merupakan organisasi yang mewadahi
para penggiat geologi ekonomi terutama para geologi awam yang bergerak dibidang usaha
pertambangan mineral dan batubara Indonesia. MGEI merupakan organisasi yang berafiliasi
dengan (sebagai salah satu Komisi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), didirikan tahun
2008 dan saat ini beranggotakan sekitar 400 ahli geologi dan parapanggiat eksplorasi mineral
dan batubara.
Seksi Mahasiswa Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia yang disingkat dengan SM-MGEI
ini masih berupa komunitas yang nantinya akan menjadi biro atau organisasi keprofesian
setelah satu tahun berdiri.Dengan pertimbangan yang matang para panitia pembentukan SMMGEI Undip mengadakan rapat besar guna memutuskan untuk menjadikan SM-MGEI Undip
sebagai salah satu organisasi resmi di Jurusan Teknik Geologi Universitas Diponegoro
mengingat :
1. Bahwa semakin bertambahnya mahasiswa yang berminat pada pertambangan serta mineral
ekonomis.
2. Dengan adanya SM-MGEI Undip dapat memfasilitasi mahasiswa yang berminat kea rah
pertambangan dan mineral ekonomis.

Dengan resminya MGEI Undip menjadi organisasi formal, maka kegiatan pun tak hanya
sebatas perkumpulan komunitas, akan tetapi draf program kerja MGEI Undip sudah
terbentuk, sesuai dengan divisi yang dibutuhkan .
Dalam hal ini, MGEI Undip membentuk struktur kepengurusan, yang terdiri dari ketua,wakil
ketua,sekertaris,bendahara
dan
Divisi
(Kesekretariatan
dan
keanggotaan,Acara,Relasi,Akademik, Media serta K3)
SM-MGEI Undip dikelola oleh pengurus muda, berpengalaman dan juga energik yang siap
memajukan organisasi ke depan. Ini juga sebagai pelatihan kepada mahasiswa penggiat
geologi ekonomis yang berminat di bidang penambangan mineral dan batubara guna
memajukan bidang pertambangan mineral dan batubara di masa depan.

Foto 3. Foto bersama setelah selesai acara peresmian


Semoga kehadiran SM-MGEI Undip ini bisa bermanfaat untuk kita semua, lebih-lebih untuk
kemajuan tanah air Indonesia tercinta. (Media MGEI Undip)
(http://www.mgei-iagi.org)

Mengenal Lebih Jauh Badan Diklat Tambang Bawah Tanah


Dunia pertambangan mengenal dua metode eksplorasi tambang, pertama metode tambang
bawah tanah (underground mining) dan kedua metode tambang terbuka (surface mining).
Diprediksi kebutuhan akan tenaga kerja profesional di bidang tambang bawah tanah akan

meningkat dimasa mendatang seiring dengan makin menipisnya cadangan mineral maupun
batubara yang bisa di tambang dengan menggunakan metode tambang terbuka.
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, berusaha menjawab tantangan itu dengan
membangun Unit Pelaksana Teknis Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) di
Sawahlunto, Sumatera Barat yang hingga kini telah mendidik dan melatih kurang lebih 700
orang yang terdiri atas pegawai perusahaan tambang, PNS, dosen-dosen, dan lain-lain yang
diharapkan
akan
dapat
memenuhi
kebutuhan
dunia
pertambangan.
Pendirian Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan upaya untuk
mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia untuk
menunjang pelaksanaan otonomi daerah, khususnya penyediaan dan penyiapan tenaga
terampil di bidang tambang bawah tanah sejalan dengan orientasi pengembangan sistem
penambangan di Indonesia ke arah penambangan bawah tanah (underground mining).
Sejarah

BDTBT

Terbentuknya institusi ini berawal dari pengelolaan sebuah Sekolah Teknik Tambang
Menengah (STTM). STTM di resmikan pembukaannya pada bulan Mei 1953, berlokasi di
Sawahlunto. Dalam era pembangunan (1980-1990), STTM Ombilin dibuka kembali pada
tahun 1987 dan diresmikan sebagai tahun ajaran baru oleh Bapak Gubernur Kepala Daerah
Tingkat I Sumatera Barat pada tanggal 19 September 1987. Pada tanggal 31 Juni 1992,
STTM Ombilin berubah status menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tambang (LPPT)
Ombilin.
Pada tanggal 20 Agustus 1996, LPPT Ombilin berubah menjadi Ombilin Mines Training
College melalui penandatanganan MOU kerja sama pengembangan kurikulum dan metoda
diklat antara YPTTPO dengan John Batman Institute of Tafe (JBIOT) Australia. Misi dari
kerja sama ini adalah pembentukan suatu lembaga pendidikan dan pelatihan bidang
pertambangan bertaraf internasional dan mandiri. JBIOT menempatkan 2 orang tenanga ahli
(principal dan curriculum specialist) guna mendukung pengembangan materi pelatihan tidak
hanya untuk tambang bawah tanah tetapi juga juga perawatan alat-alat berat untuk tambang
terbuka.
Pada tahun 2000 diadakan kerja sama antara pemerintah Indonesia (Departemen
Pertambangan dan Energi) dengan pemerintah Jepang (JICA). Kerja sama dengan pemerintah
Jepang tersebut didasarkan kepada Records of Discussion antara Dirjen Pertambangan Umum
yang
ditandatangani
pada
tanggal
19
Oktober
2000.
Kerja sama tersebut berupa program alih teknologi tambang batubara bawah tanah dalam
bentuk bantuan asistensi tenaga ahli (experts) jangka panjang dan pendek untuk bidang
tambang, keselamatan tambang, teknologi mesin tambang, teknologi listrik tambang, dan
teknologi
lingkungan
berkaitan
dengan
tambang
batubara
bawah
tanah.

Bantuan hibah peralatan praktikum dan fasilitas pelatihan yang didatangkan langsung dari
Jepang. Durasi kerja sama ini berlangsung selama 5 tahun, terhitung dari tanggal 01 April
2001 sampai dengan 30 Maret 2006. Secara operasional JICA menempatkan tim ahli di Balai
Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah yang saat itu di bawah pimpinan Mr.
Hiroaki TATSUNO sebagai JICA Team Leader, 1 orang coordinator dan 5 tenaga ahli jangka
panjang. Mulai tahun 2004 JICA Team dipimpin oleh MR. Katsuhiko SEO didampingi oleh 1
orang
koordinator
dan
3
orang
tenaga
ahli.
BDTBT saat ini di pimpin oleh Ir. Rachmat Saleh, MT dan melaksanakan Pendidikan dan
Pelatihan (Diklat) yang meliputi, Diklat Vertical Rescue untuk Widyaiswara, Analisa Conto
Batubara, Mine Rescue Diklat Perlistrikan dan Permesinan Tambang Batubara Bawah Tanah,
Tambang Batubara, Tambang Batubara Bawah Tanah, Ventilasi Tambang Bawah Tanah,
Pengenalan Pertambangan Bagi Aparatur Non-teknis dan Diklat Peningkatan Kemampuan
Widyaiswara
Melalui
Komputer
Base.
Dengan fasilitas pendidikan dan pelatihan berupa laboratorium dan sarana pendukung lainnya
termasuk tersedianya area simulasi tambang bawah tanah diharapkan BDTBT akan dapat
menjawab tantangan masa kini dan masa mendatang seperti yang diharapkan. (website
BDTBT : http://www.bdtbt.esdm.go.id/)

Freeport Buka Kembali Area Tambang Terbuka


Jum'at, 03 October 2014 | Hit: 4570

Ilustrasi Tambang. (Foto: Okezone)


JAKARTA - Pasca-kecelakaan di area Tambang Terbuka Grasberg, akhirnya PT Freeport
Indonesia (PTFI) dengan segala pertimbangan membuka kembali area tambang tersebut.

Tambang tersebut dibuka, setelah sempat diblokade oleh sekelompok karyawan.


Juru Bicara PTFI, Daisy Primayanti, mengatakan setelah terjadinya kecelakaan area tambang
terbuka Grasberg ditutup untuk dilakukannya proses investigasi. Sementara itu, akses keluar
masuk tambang terbuka Grasberg sudah kembali dibuka pada jam 17:15 WIT.
"Namun, setelah mengadakan diskusi dengan perwakilan karyawan yang terlibat dalam aksi
tersebut tentang keamanan dan keselamatan operasional, akses menuju dan keluar dari
tambang terbuka Grasberg telah dibuka kembali sehingga aktivitas tambang terbuka dapat
kembali berjalan," ucap Daisy dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (3/10/2014).
Menurut dia, proses penyelidikan atas insiden yang terjadi pada Sabtu, 27 September 2014
yang dipimpin oleh Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM RI diharapkan dapat segera
selesai. Kami terus bekerja sama dengan Inspektur Tambang untuk menemukan penyebab
kecelakaan,

paparnya.

Daisy menjelaskan, tiga dari lima karyawan yang terlibat dalam tabrakan antara sebuah
kendaraan ringan dan haul truck, di area Tambang Terbuka Grasberg pada 27 September
2014, telah dinyatakan membaik dan sudah diizinkan keluar dari Rumah Sakit Tembagapura.
Selain mereka, ada dua orang karyawan lainnya mendapatkan perawatan intensif di Jakarta.
Kondisi mereka mulai membaik. PTFI akan terus memberikan pelayanan medis yang terbaik
bagi para pekerja kami yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kami juga berharap agar
kondisi mereka dapat segera pulih kembali, kata dia. (mrt)
Harga Batubara Acuan Februari 2015 Turun Menjadi USD 62,92
JUM'AT, 06 MARET 2015 10:07 WIB

Harga Batubara Acuan (HBA) untuk penjualan langsung (spot) yang berlaku tanggal 1
Februari 2015 hingga 28 Februari 2015 pada titik serah penjualan secara Free on Board di
atas kapal pengangkut (FOB Vessel) adalah USD 62,92/Ton, sebagaimana dirilis dalam portal
www.minerba.esdm.go.id. HBA bulan Februari 2015 turun sebesar USD 0,92 atau turun 1,4%
dibandingkan dengan HBA Januari 2015 USD 63,84. HBA Februari 2015 masih melanjutkan
trend penurunan HBA yang terjadi pada tahun 2014 hingga Januari 2015. Rata-rata HBA
pada tahun 2014 adalah USD 72,62. Bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada
tahun 2014 yaitu Februari 2014 USD 80,44 maka HBA Februari 2015 turun signifikan
sebesar
USD
17,52
atau
turun
22%.
Nilai HBA adalah rata-rata dari 4 indeks harga batubara yang umum digunakan dalam
perdagangan batubara yaitu: Indonesia Coal Index, Platts Index, New Castle Export Index,
dan New Castle Global Coal Index. HBA menjadi acuan harga batubara pada kesetaraan nilai
kalor batubara 6.322 kkal/kg Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8%,
kandungan sulphur 0,8% as received (ar), dan kandungan abu (ash) 15% ar. Berdasarkan
HBA selanjutnya dihitung Harga Patokan Batubara (HPB) yang dipengaruhi kualitas batubara
yaitu: nilai kalor batubara, kandungan air, kandungan sulphur, dan kandungan abu sesuai
dengan merek dagang batubara yang disebut HPB Maker. HPB Maker terdiri dari 8 merek
dagang
batubara
yang
sudah
umum
dikenal
dan
diperdagangkan.
HPB Marker Februari 2015 untuk 8 merek dagang utama dalam USD/Ton adalah sebagai
berikut :
1 Gunung Bayan I

67,35 (turun 1,5% dibandingkan HPB Januari 2015)

2 Prima Coal

68,58 (turun 1,4% dibandingkan HPB Januari 2015)

3 Pinang 6150

61,95 (turun 1,3% dibandingkan HPB Januari 2015)

4 Indominco IM_East

51,63 (turun 1,4% dibandingkan HPB Januari 2015)

5 Melawan Coal

50,87 (turun 1,3% dibandingkan HPB Januari 2015)

6 Enviro Coal

48,35 (turun 1,2% dibandingkan HPB Januari 2015)

7 Jorong J-1

38,91 (turun 1,2% dibandingkan HPB Januari 2015)

8 Ecocoal
: 35,72 (turun 1,2% dibandingkan HPB Januari 2015)
Selain 8 merek dagang batubara ini, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian
ESDM setiap bulan menetapkan HPB untuk merek dagang batubara lainnya antara lain:
Trubaindo HCV_LS, SKB Coal, KCM Coal, Agathis, dan LIM 3010. Daftar 66 HPB merek
dagang batubara lainnya secara lengkap dapat dilihat di portal www.minerba.esdm.go.id.
Dalam hal penjualan batubara dilakukan secara jangka tertentu (term) yaitu: penjualan
batubara untuk jangka waktu 12 bulan atau lebih maka harga batubara mengacu pada rata-rata
3 Harga Patokan Batubara terakhir pada bulan dimana dilakukan kesepakatan harga batubara
dengan faktor pengali yaitu: fakor pengali 50% untuk Harga Patokan Batubara bulan terakhir,
faktor pengali 30% untuk Harga Patokan Batubara satu bulan sebelumnya, dan faktor pengali
20% untuk Harga Patokan Batubara dua bulan sebelumnya. (Parlin Sitinjak)
(ADMINISTRATOR)