Anda di halaman 1dari 5

1.

Crustacea
1.1. Pengertian
Krustasea atau crustacea adalah anggota dari kelas besar hewan dengan tubuh
tersegmentasi (beruas-ruas). Crustacea milik divisi atau filum, yang sama besar, dari
kerajaan hewan yang terdiri dari serangga dan laba-laba.
Termasuk di antara mereka adalah lobster, udang, kepiting, kutu kayu, teritip, kutu air,
dan banyak hewan lain. Semua mengatakan, ada sekitar 25.000 spesies crustacea.
Sebagian besar dari crustacea hidup di air, beberapa, seperti kutu kayu, hidup di
darat.Tubuhnya terdiri atas 2 bagian pokok, yaitu Sefalothoraks ( Kepala dan dada yang
menyatu ), dan badan belakang / perut ( Abdomen ).
Tubuh crustacea terdiri dari sebanyak 50 segmen, tetapi sebagian besar crustacea yang
lebih tinggi hanya 19. Tubuh biasanya memiliki tiga wilayah yaitu kepala, dada, dan
perut. Kepala dan dada sering menyatu menjadi satu kesatuan yang disebut sefalothorak.
Zat keras atau kitin, meliputi tubuh, membentuk kerangka eksternal seperti baju mantel.
Eksoskeleton ini tidak tumbuh bersama tubuh hewan. Secara berkala itu ditumpahkan dan
yang baru terbentuk.
Crustacea memiliki mata majemuk (terdiri dari banyak lensa) yang kadang-kadang
pada batang. Memanjang dari kepala dua pasang antena bersendi (antena) yang bertindak
sebagai organ-organ indera dan kadang-kadang sebagai organ renang. Biasanya dua
antena luar yang lebih panjang daripada pasangan bagian dalam. Pelengkap seperti lengan
di dada, biasanya termasuk sepasang dengan ukuran besar, cakar seperti penjepit, yang
digunakan untuk berjalan, menggenggam, merobek, dan makan. struktur Pelengkap pada
ekor untuk berenang.
1.2. Klasifikasi
Crustacea dibagi menjadi enam kelas, yaitu Remipedia, Branchiopoda, Ostracoda,
Cephalocarida, Maxillopoda, dan Malacostraca.
1. Remipedia, merupakan udang purba, hidup di perairan yang gelap, contohnya di
dalam gua-gua yang berhubungan dengan air laut. Air di dalam gua memiliki
stratifikasi, lapisan air tawar berada di atas lapisan air asin. Tubuh Remipedia
berukuran sekitar 30 mm, terdiri atas kepala (sepal) dan badan yang memanjang
(trunk) dengan 32 ruas. Ruas tubuh yang pertama bersatu dengan kepala, sedangkan
ruas terakhir bersatu dengan telson (ruas terakhir pada tubuh Crustacea). Kepala
ditutupi pelindung dan memiliki tonjolan preantenula sebagai indra peraba.
Remipedia memiliki alat sengat yang tajam dan beracun sebagai jarum injeksi dan
berenang dengan menggunakan punggung sebagai landasan. Hanya terdapat 22
spesies Remipedia, contohnya Speleonectes atlantida (ditemukan di terowongan
vulkanik Atlantida, Kepulauan Canary), Speleoiectes tanumekes, dan Godzillognomus
schrami.

2. Branchiopoda, hidup di air tawar. Jumlah segmen tubuh dan appendage (bagianbagian tubuh luar) sangat bervariasi, maksila tereduksi atau tidak ada, dan memiliki
kaki berbentuk seperti daun. Contohnya Artemia salina, Lepidocaris rhyniensis, dan
Daphnia pulex.
3. Ostracoda, memiliki tubuh berukuran kecil sekitar 0,2 30 mm, berbentuk bulat atau
lonjong, ruas-ruas tubuh tampak tidak jelas, dan memiliki antena yang panjang
sebagai alat gerak untuk berenang. Ostracoda memiliki karapas berkeping dua yang
menyatu di bagian dorsal dan menutupi badan serta kepala. Karapas ada yang keras
karena mengandung zat kapur dan setiap kali molting akan diganti dengan yang baru.
Ada Ostracoda yang hidup sebagai zooplankton di laut dengan kedalaman hingga 700
m, sebagai bentos atau melekat di dasar perairan, atau membuat liang. Ostracoda
merupakan herbivor, karnivor, predator, atau pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan
yang sudah mati). Beberapa spesies ada yang hidup komensalisme dengan
Echinodermata atau Crustacea lainnya. Terdapat sekitar 13.000 spesies Ostracodayang
masih hidup, contohnya Cypridina mediterranea, Azygocypridina lowryi, dan
Gigantocypris pellucida.
4. Cephalocarida, merupakan kelompok udang-udangan kecil paling primitif yang masih
hidup. Panjang tubuh Cephalocarida sekitar 2 4 mm, maksila (rahang atas) tidak
berkembang, pemakan detritus (sisa tumbuhan/hewan), sebagai bentos di sedimen
lumpur atau pasir dasar laut dengan kedalaman laut hingga 1.500 m, dan bersifat
hermafrodit. Terdapat hanya empat genus Cephalocarida, contohnya Lightiella
monniotae dan Hutchinsoniella macracantha.
5. Maxillopoda, memiliki tubuh yang berukuran kecil (kecuali teritip/barnacle). Tubuh
Maxillopoda pendek, terdiri atas bagian kepala (5 ruas), dada (6 ruas), dan perut (4
ruas), dan sebuah telson. Kepala dan dada ada yang bersatu. Ada yang memiliki
karapas, dan ada yang tidak. Mata ada yang memiliki tiga mangkuk yang disebut
naupliar eyes. Contoh Maxillopoda antara lain Cyclops bicuspidatus,
Austromegabalanus psittacus, dan Stygotantulus stocki.
6. Malacostraca, memiliki tubuh yang terdiri atas lima ruas kepala, delapan ruas dada,
dan enam ruas perut (kecuali Leptostraca yang memiliki tujuh ruas), dan sebuah
telson. Karapas menutupi toraks, atau tereduksi. Kepala dan dada bersatu membentuk
sefalotoraks. Malacostraca merupakan Crustacea dengan anggota paling banyak,
terdapat lebih dan 25.000 spesies. Malacostraca dibagi menjadi beberapa ordo, antara
(a) kelomang (Pagurus bernhardus) lain Isopoda (berkaki seragam), contohnya
Asellus sp.; Amphipoda, contohnya Alicella gigantea; Stomatopoda, contohnya
Odontodactylus latirostris; dan Decapoda (jumlah kaki sepuluh), contohnya udang
windu (Penaeus monodon), kelomang (Pagurus bernhardus), rajungan (Portunus), dan
kepiting bakau (Scylla serrata).
Beberapa anggota kelas ini, seperti misalnya udang, mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :

1. Tubuh terbagi atas kepala, toraks dan abdomen. Kepala dan toraks sering
menyatu menjadi sefalotoraks.
2. Pada kepala terdapat dua pasang antena serta perangkat makan yang terdiri
dari sepasang mandibula, dua pasang maksila dan sepasang maksilipeda.
3. Toraks terdiri dari segmen-segmen yang jelas dan tiap segmen dilengkapi
dengan sepasang embelan (lanjutan).
4. Abdomen terdiri dari segmen-segmen, dengan atau tanpa embelan.
1.3. Harga dan Konsumen

2. Mollusca
2.1. Pengertian
Secara bahasa Mollusca berasal dari bahasa yunani yang artinya lunak. Jadi Mollusca
merupakan kelompok hewan invertebrata yang bertubuh lunak dan multiseluler. Anggota
dalam filum mollusca ini mencapai 100.000 spesies dan ilmu yang mempelajarinya
disebut malakologi. Ukuran Tubuh dari Molusca sangat bervariasi, bahkan ada cumi
cumi raksasa yang tergolong ke dalam kelompok mollusca ini yang panjangnya dapat
mencapai 18 m. Mollusca ini mudah ditemukan di berbagai tempat, baik darat mapun di
air. Pada Filum ini dapat dibedakan individu jantan dan betina, namun beberapa jenis
merupakan hermafrodit yaitu memiliki 2 kelamin (jantan dan betina) dalam satu tubuh.
2.2. Klasifikasi
Molluska diklasifikasi berdasarkan bentuk struktur tubuhnya terbagi menjadi 5 kelompok
antara lain sebagai berikut...
1. Kelas Amphineura
Amphineura adalah kelompok dengan cangkang berjumlah 8 yang tersusun dari atap
rumah pada tubuhnya. Cangkang tersebut berbuat dari zat kapur. Hewan mempunyai
tubuh simetri bilateral dengan tubuh seperti telur dan pipih. Hewan ini terdapat di laut dan
biasanya menempel di bebatuan dan bernapas menggunakan insang. Sistem pencernaan
berawal dari mulut dan berakhir dengan anus. Ia memiliki kaki berbentuk pipih, dan
memiliki struktur lidah parut (Ranula) yang dilengkapi dengan struktur mulut di bagian
kepala. Tidak memiliki tentakel dan tidak mempunyai mata. Anggotanya sekitar 700
spesies dan setiap larva hasil pembuahan secara seksual disebut trafoko.
2. Kelas Cephalopoda
Cephalopoda adalah kelompok dengan dua kaki di bagian kepalanya dan hewan yang
tidak memiliki cangkang. Tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan badan. Bagian kepala

relatif besar dan 2 buah mata dan terdapat 10 bagian memanjang pada bagian kepala, 8
diantaranya berfungsi sebagai lengan berukuran panjang yang disebut dengan tentakel.
Hewan ini mempunyai rongga mantel yang ditutupi oleh mantel khas yang ada padanya.
Habitatnya dilaut dan bernapas dengan insang, memiliki sistem pencernaan yang lengkap
dengan sistem peredaran darah tertutup, dan fertilisasi terjadi di air laut. Cephalopoda
dapat berubah warna denagn cepat karena mempunyai otot khusus dan zat kromatofora
yang melakukan kombinasi perubahan warna tubuhnya. Pada umumnya melarikan diri
dari mangsanya dengan menghasilkan sejenis cairan seperti tinta. Angggotanya dikenal
adalah gurita dan cumi-cumi.
3. Kelas Gastropoda
Gastropoda merupakan kelompok yang memfungsikan perut sebagai alat gerak. Istilah
Gastropoda berasal dan terdiri dari 2 kata yaitu gaster yang berarti perut dan Podos yang
berarti kaki. Gastropoda menghasilkan lendir pada bagian perut yang berfungsi untuk
melindungi dan mempermudah dalam bergerak. Gastropoda mempunyai cangkang
dengan bentuk tubuh yang simetri bilateral. Di bagian kepala terdapat 2 buah tentakel
yang berfungsi sebagai alat indra penglihatan dan penciuman. Gastropoda merupakan
hewan hermafrodit (2 jenis alat kelamin dalam 1 tubuh), alat kelaminnya disebut
Ovotestis yang menghasilkan sperma dan ovum. Sistem pernapasan Gastropoda adalah
paru-paru atau insang yang terletak di dalam rongga mantel. Hewan ini memiliki mulut
yang bergerigi dapat dikatakan penuh gigi hal ini disebut dengan radula. Gastropoda
memakan tumbuhan, tetapi ada juga yang memangsa hewan lainnya. Sistem pencernaan
Gastropoda lengkap dan sistem ekskresi hewan ini melalui nefridia yang bekerja seperti
ginjal. Contoh hewan gastropoda adalah siput.
4. Kelas Scaphopoda
Scaphopoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai cangkang dengan bentuk
tajam yang mirip taring atau terompet. Habitat hewan ini terdapat di daerah berlumpur
atau berpasir, dan hidup dengan menanamkan diri di daerah tersebut. Di bagian ujung
cangkangnya terdapat lubang yang berfungsi untuk beradaptasi diri pada habitatnya.
Scaphopoda mempunyai kaki kecil yang digunakan untuk bergerak, di bagian kepala
terdapat beberapa tentakel dan tidak mempunyai insang. Contoh schopoda adalah
dentalium.
5. Kelas Bivalvia/ Pelecypoda/ Lammaelibarachiata
Kelas ini adalah kelompok hewan mollusca yang mempunyai kaki pipih dan
cangkang yang terdiri dari 3 lapisan. Macam-macam lapisan cangkangnya adalah sebagai
berikut...
1. Periostrakum, yaitu lapisan paling luar yang terdiri dari zat kitin dengan fungsi
sebagai pelindung tubuh.
2. Prismatic, adalah lapisan tengah yang terdiri dari kristal CaCo3
3. Nakreas, ialah lapisan paling akhir yang terdiri dari CaCo3 halus, yang berfungsi
untuk menghasilkan sekret lapisan mutiara.

4. Kaki, hewan ini memiliki bentuk kaki mirip dengan katak yang pipih, dan bernapas
dengan insang yang berlapis-lapis. Pelecypoda mempunyai alat keseimbangan yang
disebut dengan statocis yang terletak dekat ganglion pedal. Reproduksi jenis hewan
ini berlangsung secara seksual dan membentuk larva yang disebut dengan glosidium.
Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tertutup. Anggotanya
sekitar 300 spesies.
2.3. Harga dan Konsumen

http://www.sridianti.com/klasifikasi-crustacea.html