Anda di halaman 1dari 80

LAPORAN PRAKTIKUM

METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI

OLEH :
TAUFIQ HIDAYAH
A 351 15 048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Segala puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu


wataala, dzat yang segala amal perbuatan terjadi atas kehendak dan kuasa-Nya.
Berkat izin, rahmat dan karunia-Nya pulalah penyusun dapat menyelesaikan
Laporan Meterologi dam Klimatologi Dalam mata Meterologi Klimatologi Di
Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tadulako.
Pada kesempatan ini, penyusun juga ingin menyampaikan rasa terima
kasih kepada, dosen pengampu Mata kuliah Meterologi Klimatologi Dr.Lilik
Prihadi Utomo M.Si Dosen yang sangat luar biasa bimbingan dan pengetahuan
yang di bagikan kepada Penyusun, sehingga atas izin Allah SWT Laporan ini
dapat terselesaikan tepat pada waktnya.
Akhirnya semoga apa yang telah diberikan dapat penulis manfaatkan
semaksimal mungkin dan mendapat balasaan dari Allah Swt. Penyusun
persembahkan Laporan tentang Meterologi Klimatologi semoga dapat bermanfaat
sebagaimana diharapkan.

Palu, Januari 2017

TAUFIQ HIDAYAH

ACARA I
PANCI PENGUAPAN
1.1 Pendahuluan

1.1.1 Latar Belakang


Bumi memiliki sebuah lapisan yang dikenal dengan nama Atmosfer.
Atmosfer tersusun atas gas, air dan aerosol (padatan), dan memiliki fungsi dan
komposisi yang berbeda-beda. Lapisan terbawah dari atmosfer adalah Troposfer,
pada lapisan inilah tempat terjadinya fenomena cuaca. Bidang ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang cuaca adalah meteorologi, sedangkan bidang yang
mempelajari tentang iklim adalah klimatologi.

Iklim tersusun atas beberapa

unsur, diantaranya adalah suhu, kelembaban, angin, dan cahaya. Pada kegiatan
praktikum ini, akan dilakukan pengamatan terhadap alat yang digunakan untuk
mengukur penguapan dengan menggunakan alat yang bernama panci penguapan.
Alat yang digunakan pada stasiun BMKG Bandar Mutiara Palu untuk
mengukur evavorasi yaitu panci penguapan atau yang dikenal dengan istilah open
pan alat ini dilakukan dengan pengaman setipa hari yaitu pada pagi hari dengan
mengukur ketinggian

air dari standar

yang telah dipasang pada bagian

permukaan alat.
1.1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka muncul suatu permasalahan
sebagai berikut :
a. Alat apa yang digunakan untuk mengetahui terjadinya penguapan.?
b. Apa itu panci penguapan?
1.1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum mata kuliah Meterologi Klimatoligi ini adalah
untuk mengetahui keadaan Suhu Rata-Rata, Kelembaban Udara , Kecepatan
Angin, dan Intensitas Penyinaran cahaya matahari yang terjadi pada suatu daerah.

Kegunaan dari praktikum ini untuk mendapatkan data perubahan Suhu,


Kelembaban Udara , Kecepatan Angin, dan Intensitas Penyinaran cahaya matahari
yang terjadi pada suatu daerah. Manfaat alat ini yaitu agar kita mengetahui ukuran
besarnya ukuran penguapan yang terjadi setiap harinya.
1.2 Tinjauan Pustaka

Alat yang digunakan pada stasiun BMKG Bandar Mutiara Palu untuk
mengukur terjadinya penguapan adalah menggunakan Panci Penguapan. dengan
mengukur ketinggian air dari standar yang telah dipasang pada bagian permukaan
alat. Perhitungan dengan mengurangkan ketinggian air hari ini dengan ketinggian
air kemarin / sehari sebelumnya, tetapi selama pengukuran terdapat hujan maka
harus ditambahkan jumlah airnya. Anonim (2012).
Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut
sehingga didapatkanlarutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi.
Tujuan dari evaporasi itu sendiri yaitu untuk memekatkan larutan yang terdiri dari
zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarutyang mudah menguap. Dalam
kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah air. Evaporasi tidak sama dengan
pengeringan, dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair, kadang-kadang zat
cair yang sangat viskos, dan bukan zat padat.
Evaporasi dapat diartikan sebagai proses penguapan daripada cairan
dengan penambahan panas, Panas dapat disuplai dengan berbagai cara,
diantaranya secara alami dan penambahan steam. Evaporasi didasarkan pada
proses pendidihan secara intensi, yaitu Pemberian panas ke dalam cairan.1akin
tinggi pressure makin besar panas yang dibutuhkan jadi pressure perlu diturunkan
untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimal pembentukan gelembunggelembung bubbles.

1.3 Metodologi

1.3.1 Alat Dan Bahan


Panci Penguapan terdiri dari:
1. Bejana atau panci tempat air dengan diameter 127 Cm
2. Thermometer apung untuk mengukur suhu air
3. Hook Gauge stell well untuk mengukur tinggi air dalam panci
1.3.2

Cara Kerja
Cara kerja alat ini yaitu dengan melakukan pengamatan setiap hari yaitu

pada pagi hari dengan mengukur ketinggian air dari standar yang telah dipasang
pada bagian permukaan alat. Perhitungan dengan mengurangkan ketinggian air
hari ini dengan ketinggian air kemarin / sehari sebelumnya, tetapi selama
pengukuran terdapat hujan maka harus ditambahkan jumlah airnya.
1.3.3

Pembahasan

Penguapan atau evaporasi adalah proses perubahan molekul di dalam


keadaan cair (contohnya air) dengan spontan menjadi gas (contohnya uap air).
Proses ini adalah kebalikan dari kondensasi. Umumnya penguapan dapat dilihat
dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan
volume signifikan. Rata-rata molekul tidak memiliki energi yang cukup untuk
lepas dari cairan. Bila tidak cairan akan berubah menjadi uap dengan cepat.

Ketika molekul-molekul saling bertumbukan mereka saling bertukar energi dalam


berbagai derajat, tergantung bagaimana mereka bertumbukan. Terkadang transfer
energi ini begitu berat sebelah, sehingga salah satu molekul mendapatkan energi
yang cukup buat menembus titik didih cairan. Bila ini terjadi di dekat permukaan
cairan molekul tersebut dapat terbang ke dalam gas dan menguap.
Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Energi surya
menggerakkan penguapan air dari samudera, danau, embun dan sumber air
lainnya. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan
di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.
Secara umum prinsip-prinsip Evaporasi adalah sebagai berikut:
a. Penguapan atau evaporasi merupakan perubahan wujud zat dari cair menjadi
uap
b. Penguapan bertujuan memisahkan pelarut(solven) dari larutan sehingga
menghasilkan larutan yang lebih pekat.
c. Evaporasi merupakan proses pemisahantermal, dipakai secara luas
untuk memekatkan cairan dalam bentuk larutan, suspensi, maupun emulsi
dengan cara menguapkan pelarutnya, umumnya air, dari cairan.
d. Evaporasi menghasilkan cairan yang lebih pekat, tetapi masih berupa cairan
pekat yang dapat dipompa sebagai hasil utama, meski kadang-kadang ada
pula cairan volatil sebagai hasil utama, misalnya selama pemulihan pelarut.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan adalah :
a. Panas diperlukan untuk berlangsungnya perubahan bentuk dari zat cair ke
gas dan secara alamiah matahari menjadi sumber energi panas. Energi
panas-tak tampak (latent heat) pada proses evaporasi datang sebagai energi
panas gelombang pendek (shortwave radiation) dan energi panas
gelombang panjang (longwave radiation). Energi panas gelombang pendek
merupakan sumber energi panas terbesar dan akan mempengaruhi besarnya
air yang dapat diuapkan dari permukaan bumi sesuai dengan ketinggian
tempat dan musim yang berlangsung. Sedang energi panas gelombang
panjang adalah panas yang dilepaskan oleh permukaan bumi ke udara dan

bersifat menambah panas yang telah dihasilkan oleh energi

panas

gelombang pendek.
b. Suhu udara, permukaan bidang penguapan (air, vegetasi, dan tanah), dan
energi panas yang berasal dari matahari adalah faktor-faktor penting yang
perlu dipertimbangkan dalam menghitung besarnya evaporasi. Makin tinggi
suhu udara di atas permukaan bidang penguapan, makin mudah terjadi
perubahan bentuk dari zat cair menjadi gas. Dengan demikian, laju
evaporasi menjadi lebih besar di daerah tropik daripada daerah beriklim
sedang. Perbedaan laju evaporasi yang sama juga dijumpai di daerah tropik
pada musim kering dan musim basah. )
c. Kapasitas kadar air dalam udara juga dipengaruhi secara langsung oleh
tinggi rendahnya suhu di suatu tempat tersebut. Besarnya kadar air dalam
udara di suatu tempat ditentukan tekanan uap air, ea, (vapour pressure) yang
ada di tempat tersebut. Proses evaporasi tergantung pada defisit tekanan uap
air jenuh. Dvp, (saturated vapour pressure deflict) di udara atau jumlah uap
air yang dapat diserap oleh udara sebelum udara tersebut menjadi jenuh.
Defisit tekanan uap air jenuh adalah beda keadaan antara tekanan uap air
jenuh pada permukaan bidang penguapan (tajuk vegetasi) dan tekanan uap
air nyata di udara. Dengan demikian, evaporasi lebih banyak terjadi di
daerah pedalaman di mana kondisi udara cenderung lebih kering daripada
daerah pantai yang lebih lembap akibat penguapan air dari permukaan
laut. Ketika proses penguapan berlangsung, udara di atas permukaan bidang
penguapan secara bertahap menjadi lebih lembap, sampai pada tahap ketika
udara menjadi jenuh dan tidak mampu menampung uap air lagi. Pada tahap
ini, udara jenuh di atas permukaan bidang penguapan tersebut akan
berpindah ke tempat lain akibat beda tekanan dan kerapatan udara, dan
dengan demikian, proses penguapan air dari bidang penguapan tersebut
akan berlangsung terus-menerus. Hal ini terjadi karena adanya pergantian
udara lembap oleh udara yang lebih kering atau gerakan massa udara dari
tempat dengan tekanan udara lebih tinggi ke tempat dengan tekanan udara
lebih rendah. Proses perpindahan massa udara seperti itu disebut proses
adveksi. Dalam hal ini, peranan kecepatan angin di atas permukaan bidang

penguapan merupakan faktor yang penting untuk terjadinya evaporasi.


Penguapan air daerah lapang seharusnya lebih besar dibandingkan daerah
dengan banyak naungan karena pada keadaan yang pertama perpindahan
udara menjadi lebih bebas.
d. Sifat alamiah bidang permukaan penguapan akan mempengaruhi proses
evaporasi melalui perubahan pola perilaku angin. Pada bidang permukaan
yang kasar atau tidak beraturan, kecepatan angin akan berkurang oleh
adanya proses gesekan. Tapi, pada tingkat tertentu, permukaan bidang
penguapan yang kasar juga dapat menimbulkan gerakan angin berputar
(turbulen) yang dapat memperbesar evaporasi. Pada bidang permukaan air
yang luas, angin kencang juga dapat menimbulkan gelombang air besar dan
dapat mempercepat terjadinya evaporasi.
Pengukuran evaporasi dari permukaan badan air dilakukan dengan cara
membandingkan jumlah air yang diukur antara dua waktu yang berbeda. Bila saat
dilakukan pengukuran turun hujan, maka jumlah curah hujan pada saat tersebut
juga perlu dipertimbangkan. Dalam praktiknya, analisis pengukuran dapat
dilakukan dengan mneggunakan alat-alat pengukur evaporasi berikut:
1) Evaporimeter panci terbuka
a.

Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin


luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan
yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lainlainnya.

Pengukuran

evaporasi

dengan

menggunakan

evaporimeter

memerlukan perlengkapan sebagai berikut


b.

Panci Bundar Besar

c.

Hook Gauge yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan
air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk,
sehingga cara pembacaannya berlainan.

d.

Still Well ialah bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk
silinder dan mempunyai 3 buah kaki.

e.

Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum

f.

Cup Counter Anemometer

g.

Pondasi/ Alas

h.

Penakar hujan biasa

2) Evaporimeter Jenis Piche


a.

Seperti panci penguapan terbuka, alat ini digunakan sebagai pengukur


penguapan secara relatif. Maksudnya, alat ini tidak dapat mengukur secara
langsung evaporasi ataupun evapotranspirasi yang sesungguhnya terjadi.

b.

Hasil pembacaannya sangat tergantung terhadap angin, iklim dan debu.


Pada prinsipnya Piche evaporimeter terdiri dari:

c.

Pipa gelas yang panjangnya + 20 Cm dan garis tengahnya + 1,5 Cm. Pada
pipa gelas terdapat skala, yang menyatakan volume air dalam Cm3 atau
persepuluhnya. Ujung bawah pipa gelas terbuka dan ujung atasnya tertutup
dan dilenghkapi dengan tempat menggantungkan alat tersebut.

d.

Piringan kertas filter berbentuk bulat. Kertas ini berpori-pori banyak


sehingga mudah menyerap air. Kertas filter dipasang pada mulut pipa
terbuka.

e.

Penjepit logam, yang berbentuk lengkungan seperti lembaran per. Per


ujung yang melekat disekeliling pipa dan ujung lainnya berbentuk sama
dengan diameter pipa.

3) Evaporasi Jenis Keshner


Evaporasi jenis Keshner termasuk alat pengukur penguapan yang
mencatat sendiri yang disebut sebagai Evaporigraph. Alat ini dapat mencatat
terus menerus penguapan yang terjadi pada setiap saat.

4) Evaporimeter Jenis Wild

Evaporimeter jenis Wild termasuk alat pengukur penguapan (Evaporasi)


yang tidak dapat mencatat sendiri (Non Recording). Dalam proses Penguapan
atau Evaporasi Alat yang digunakan di BMKG Palu adalah Pan Evaporation, alat
ini dilakukan pengamatan setiap hari yaitu pada pagi hari dengan mengukur
ketinggian air dari standar yang telah dipasang pada bagian permukaan alat.
Perhitungan dengan mengurangkan ketinggian air hari ini dengan ketinggian air
kemarin / sehari sebelumnya, tetapi selama pengukuran terdapat hujan maka
harus ditambahkan jumlah airnya.
1.4 Kesimpulan

Panci penguapan adalah alat yang di gunakan untuk mengukur penguapan


yang terjadi setiap harinya. alat ini dilakukan pengamatan setiap hari yaitu pada
pagi hari dengan mengukur ketinggian air dari standar yang telah dipasang pada
bagian permukaan alat.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology.[online][tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml diakses pada hari minggu, 1Januari2017 pukul 08:27 WITA
Nugroho Indra Dwi, . 2014. Praktikum Meterologi dan klimatologi. Program
Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan,
Universitas Tadulakao.

ACARA II
ANEMOMETER
2.1 Pendahuluan

2.1.1

Latar Belakang
Angin adalah gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal

yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat
lainnya. Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan
bumi, pada arah horizontal atau hampir horinzontal. Masa udara ini mempunyai
sifat yang dibedakan antara lain oleh kelembaban (RH) dan suhunya, sehingga
dikenal adanya angin basah, angin kering dan sebagainya. Sifat-sifat ini
dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu :
1) daerah asalnya
2) daerah yang dilewatinya
3) lama atau jarak pergerakannya. Dua komponen angin yang diukur ialah
kecepatan dan arahnya.
2.1.2

Rumusan Masalah

1.

Apa pengertian anemometer?

2.

Bagaimana cara kerja alat anemometer?

2.1.3

Tujuan dan Manfaat


1. Mengetahui pengertian anemometer.
2. Mengetahui cara kerja alat anemometer.

2.2 Tinjauan Pustaka

Anemometer adalah sebuah perangkat untuk mengukur kecepatan angin


dan untuk mengukur arah angin. Anemometer merupakan salah satu instrumen
yang sering digunakan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika

(BMKG). Kata anemometer berasal

dari Bahasa Yunani anemos yang

berarti angin, angin merupakan udara yang bergerak ke segala arah, angin
bergerak dari suatu tempat menuju ke tempat yang lain. Anemometer ini pertama
kali diperkenalkan oleh Leon BatistaAlberti dari italiapadatahun 1450.
Menurut Joytalita (2011), Alat pengukur kecepatan angin yang banyak
dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca.
Nama alat ini berasal dari kata Yunanianemos yang berarti angin. Perancang
pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Selain
mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin
itu
Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur
kecepatan angin, dan merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalam
sebuah stasiun cuaca. Istilah ini berasal dari kata Yunani anemos, yang berarti
angin. Anemometer pertama adalah alat pengukur jurusan angin yang ditemukan
oleh oleh Leon Battista Alberti. Anemometer dapat dibagi menjadi dua kelas:
yang mengukur angin dari kecepatan, dan orang-orang yang mengukur dari
tekanan angin, tetapi karena ada hubungan erat antara tekanan dan kecepatan,
yang dirancang untuk satu alat pengukur jurusan angin akan memberikan
informasi tentang keduanya.
2.3 Metodologi

2.3.1

Alat dan Bahan

1. Anemometer
2. Blades
3. Brake
4. Controller
5. Gear box
6. Generator
7. High-speed shalft
8. Low-speed shalft
9. Nacelle
10. Pitch

11. Rotor
12. Tower
13. Wind direction
14. Wind vane
15. Yaw drive

2.3.2

Prosedur kerja
Pada dasarnya alat ini akan bekerja jika angin bertiup dari situlah kita

dapat mengetahui berapa kecepatan angin dengan memperhatikan alat tersebut.


Wind terdapat pada counter akan bertambah bilangannya dari counter
tersebut akan diketahui arah dan kecepatan angin rata-rata. Dalam satuan km/ jam.
Angin yang bertiup akan membuat anemometer berputar dan kecepatan angin
akan ditunjukkan oleh spidometer yang tertera pada alat. Anemometer berupa
baling-baling yang as nya dihubungkan dengan dinamo penghasil arus listrik. Apa
bila angin bertiup baling-baling akan berputar dan memutar dinamo dan akan
diperoleh arus listrik. Arus listrik ini kemudian diconvert ke satuan kecepatan,
knot atau m/detik. Alat penunjuk arah angin berupa bendera yang kaku
(lempengan) yang as nya dihubungkan dengan tahanan listrik geser (tahanan
geser). Besarnya tahanan akan berubah-ubah seiring dengan perubahan bendera
arah penunjuk angin. Arus listrik yang tetap dialirkan melalui tahanan geser
tersebut, setelah melalui tahanan tersebut otomatis besarnya arus listrik akan
berubah dan diconvert ke derajat arah angin/mata angin.
2.4 Pembahasan

Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin yaitu cup counter
anemometer. Alat ini terdiri dari tiga buah mangkuk yang dipasang simetris pada
sumbu vertikal. Pada bagian bawah dari sumbu vertical dipasang generator, yang
terputar oleh ketiga mangkuk. Tegangan dari generator sebanding dengan
kecepatan berputar dari mangkuk - mangkuk.
Wind Vane atau alat penunjuk arah angin adalah sebuah instrumen yang
digunakan untuk mengetahui arah horizontal pergerakan angin (angin
permukaan). Alat ini terdiri dari suatu objek tidak simetris (contohnya suatu anak
panah atau panah berbentuk ayam jago yang menempel pada pusat gravitasinya
sehingga panah itu dapat bergerak dengan bebas di sekitar poros horizontalnya)
yang dihubungkan pada vane/weather cocksensor pada anemometer
Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan
dengan kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari
rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian).
Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan
tahunannya. Bila dipandang perlu dapat dilakukan pengamatan interval waktu
lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata kecepatan angin periode pagi, siang,
dan malam.

Kecepatan angin adalah jarak tempuh angin atau pergeraakan udara per
satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan meter per detik (m/d), kilometer per
jam (km/j), dan mil per jam (mi/j). Satuan mil (mil laut) per jam disebut juga knot
(kn); 1 kn = 1,85 km/j = 1,151mi/j = 0,514 m/d atau 1 m/d = 2,237 mi/j = 1,944
kn. Kecepatan angin bervariasi dengan ketinggian dari permukaan tanah, sehingga
dikenal adanya profil angin, dimana makin tinggi gerakan angin makin cepat.
Kecepatan angin diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer atau
Anemograf.

2.5 Kesimpulan

Alat Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan


angin.cara kerja alat ini yaitu dengan melihat Angin yang bertiup akan membuat
anemometer berputar dan kecepatan angin akan ditunjukkan oleh spidometer yang
tertera pada alat.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology.[online][tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml diakses pada hari minggu, 1 Januari2017 pukul 09:23 WITA
Fathul

Wahid.

2010.

Cara

penggunaan

alat

Anemometer.

http://journal.uii.ac.id/index. php /JPI/ article/ viewFile/ 189/ 178 diakses


pada hari Minggu 1 Januari 2017 pada pukul o9:53 WITA

ACARA III
STASIUN CUACA OTOMATIS
3.1 Pendahuluan

3.1.1

Latar Belakang
Cuaca terdiri dari seluruh fenomena yang terjadi di atmosfer Bumi atau

sebuah planet lainnya. Cuaca biasanya merupakan sebuah aktivitas fenomena ini
dalam waktu beberapa hari. Cuaca rata-rata dengan jangka waktu yang lebih lama
dikenal sebagai iklim. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi,
untuk tanda-tanda perubahan iklim. Cuaca terjadi karena suhu dan kelembaban
yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan ini bisa terjadi
karena sudut pemanasan Matahari yang berbeda dari satu tempat ke tempat
lainnya karena perbedaan lintang bumi. Perbedaan yang tinggi antara suhu udara
di daerah tropis dan daerah kutub bisa menimbulkan jet stream. Sumbu bumi yang
miring dibanding orbit bumi terhadap Matahari membuat perbedaan cuaca
sepanjang tahun untuk daerah sub tropis hingga kutub. Di permukaan bumi suhu
biasanya berkisar 40 C. Selama ribuan tahun perubahan orbit bumi juga
memengaruhi jumlah dan distribusi energi Matahari yang diterima oleh bumi dan
memengaruhi iklim jangka panjang.
Meterologi

adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya

untuk keperluan prakiraan cuaca.Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros
atau ilmu.Meterologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan membahas
gejala perubahan cuaca yang berlansung diatmosfer.
3.1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian stasiun cuaca otomatis?
2. Bagaimana cara kerja stasiun cuaca otomatis?
3.1.3 Tujuan dan Manfaat

1. Mengetahui pengertian stasiun cuaca otomatis?


2. Mengetahui cara kerja stasiun cuaca otomatis?
3.2 Tinjauan Pustaka

AWS (Automatic Weather Stations) merupakan suatu peralatan atau sistem


terpadu yang di disain untuk pengumpulan data cuaca secara otomatis serta di
proses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS ini umumnya dilengkapi
dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer, unit LED Display dan
bagian-bagian lainnya. Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur,
arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometer,
net radiometer.RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup
power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor
tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada komputer. Masingmasing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode)
Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu (present
weather ) dengan mudah.BMG telah memasang beberapa peralatan AWS baik
yang terpasang secara terintegrasi maupun yang berdiri sendiri (tidak terintegrasi).
AWS (Monitoring Automatic Weather Station) Merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur tekanan, curah hujan, suhu, kelembaban, arah dan
kecepatan angin serta radiasi matahari setiap jam, menit maupun detik secara
otomatis. Alat ini dibuat dengan sensor yang lengkap dan sebuah kotak akuisisi
data yang berfungsi untuk penyimpan data disebut dengan logger. AWS ini
umumnya dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), Komputer,
unit LED Display dan bagian-bagian lainnya. Sensor-sensor yang digunakan
meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi,
tekanan udara, pyranometer, net radiometer.RTU (Remote Terminal Unit) terdiri
atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan
data cuaca dari sensor tersebut dan di transmisikan ke unit pengumpulan data pada
komputer. Masing-masing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light
Emiting Diode) Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu
(present weather ) dengan mudah.

Stasiun cuaca otomatis (Automatic Weather Station / AWS) merupakan alat


yang terdiri dari beberapa sensor terintegrasi yang digunakan untuk melakukan
pengukuran tekanan udara, suhu, kelembaban, arah dan kecepatan angin, radiasi
matahari, serta curah hujan yang di rekam secara otomatis. Pada proses
pengamatan keadaan amosfer kita ini, digunakan beberapa alat. Sebelum
ditemukan satelit meteorologi, satu-satunya cara untuk mendapatkan gambaran
menyeluruh mengenai keadaan atmosfer adalah dengan memasukkan keadaan
yang diamati pada stasiun cuaca di sekitar lingkungan. Pada pengamatan keadaan
atmosfer kita di stasiun cuaca atau stasiun meteorologi digunakan beberapa alat
yang mempunyai sifat-sifat yang hampir sama dengan alat-alat ilmiah lainnya
yang digunakan untuk penelitian di dalam laboratorium, misalnya bersifat peka
dan teliti.
3.3 Metodologi

3.3.1

Alat dan Bahan

1. Wind speed (kecepatan angin)


2.
3.
4.
5.
6.
7.
3.3.2
1.

Solar radiation (sadiasi matahari)


Relative humidity (kelembaban nisbi)
Air temperature (suhu udara )
Soil temperature (suhu tanah)
Raingangue (curah hujan)
Barometric Pressure (tekanan udara)
Cara kerja
Alat Kecepatan Angin
Pada saat tertiup angin, baling-baling/mangkuk yang terdapat pada
anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Makin besar kecepatan angin
meniup

mangkuk-mangkuk

tersebut,

makin

cepat

pula

kecepatan

berputarnya piringan mangkuk-mangkuk. Dari jumlah putaran dalam satu


detik maka dapat diketahui kecepatan anginnya. Di dalam anemometer
terdapat alat pencacah yang akan menghitung kecepatan angin. Hasil yang
diperoleh alat pencacah dicatat, kemudian dicocokkan dengan Skala
Beaufort.Prinsip kerja dari anemometer dapat diringkas sebagai berikut:

a. Angin mengadakan tekanan yang kuat pada bagian baling-baling yang


berbentuk cekung (mangkuk).
b. Bagian yang cekung akan berputar ke satu arah.
c. Poros yang berputar dihubungkan dengan dinamo kecil.
d. Bila baling-baling berputar maka akan terjadi arus listrik yang besarnya
sebanding dengan kecepatan putaran.
e. Besarnya arus listrik dihubungkan dengan galvanometer yang telah ditera
dengan satuan kecepatan dalam knots, m/detik, atau km/jam.
Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya
disesuaikan dengan kepentingannya. Untuk kepentingan iklim umumnya
dicari rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian).
Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan
tahunannya. Bila dinilai perlu dapat dilakukan pengamatan dengan interval
waktu lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata kecepatan angin pada
periode pagi, siang, dan malam.
2. Solar radiation (sadiasi matahari)
Nama alat

: Solarimeter Type Yordan

Prinsip kerja

: Reaksi Fotokhemis

Cara kerja alat : Solarimeter diletakkan pada daerah yang agak tingggi
dengan menghadap arah utara selatan, agar cahaya matahari dapat masuk
melalui celah sempit dan membentuk noda pada dua kertas pias yang telah
dilapisi dengan zat kimia ferosianida dan ferroamonium sitrat dengan
kebakuan tertentu.
3.

Relative humidity (kelembaban nisbi)


Nama Alat

: Psikrometer Sangkar

Prinsip kerja

: Berdasarkan hukum Termodinamika.

Cara kerja alat : psikometer sangkar terdiri dari dua thermometer yang
dipasang berdampingan, kalor atau suhu sekitar thermometer diserap
reservoir pada thermometer bola kering (TBK) yang akan memisahkan air
raksa yang menunjukkan skala tertentu. Sedangkan thermometer bola

basah (TBB) menunjukkan kalor yang diserap reservoir digunakan untuk


menguapkan zat cair yang ada di kain kasa yang dibasahi air. Sehingga
dalam penggunaannya akan didapat bahwa TBK > TBB.
4. Air temperature (suhu udara )
Nama Alat

: Termometer maksimum

Prinsip kerja : Muai ruang air raksa yang dimodifikasi dengan adanya
penyempitan pada pipa kapiler.
Cara kerja alat : jika suhu naik, reservoir yang berisi air raksa terpengaruh
sehingga air raksa mengembang dan dapat melewati celah sempit, jika
suhu turun air raksa akan menyusut, tapi penyempitan tidak melewati air
raksa di dalam tabung menuju reservoir.
5. Soil temperature (suhu tanah)
Nama alat : Termometer tanah maksimum dan minimum.
Prinsip kerja

: Muai zat cair pada tabung Bourdon.

Cara kerja alat

: Thermometer diletakkan di dalam tanah.

6. Raingangue (curah hujan)


Nama Alat

: Ombrometer type Observatorium

Prinsip kerja

: penampung curah hujan

Cara kerja alat : pada mulut penangkar bingkai alas diberi logam tahan
karat, air hujan masuk ke dalam mulut penangkar, lalu masuk ke corong
sempit dan menuju ke tabung penampung yang mempunyai diameter
corong, kemudian kran dibuka, hingga air mengalir ke gelas penangkar.

3.4 Pembahasan

Automatic weather station adalah serangkaian sensor-sensor meteorologi


yang disusun secara terpadu dan secara otomatis mencatat datadata meteorologi
(suhu, tekanan, kelembaban, penyinaran matahari, curah hujan, angin) yang
kemudian menghasilkan pulsa - pulsa elektrik yang akan ditampung dan diubah
dalam data logger sehingga dapat ditampilkan pada layar komputer atau translator.
AWS dipasang pada ketinggian 10 meter di atas permukaan tanah terbuka
yang bebas dari hambatan. Sensor cuaca mengirimkan data realtime langsung ke
display. Pencatatan data cuaca dapat diprogram sesuai kebutuhan, umumnya
pencatatan data setiap 10 menit sekali. Data yang tersimpan di data logger dapat
dipanggil menggunakan data collect (pengambilan data dari data logger ke
komputer). Dalam AWS selain menggunakan listrik, juga menggunakan tenaga
solar sel. Sehingga jika listrik padam, AWS tetap dapat digunakan.
TUJUAN PENGGUNAAN AWS
a.Menambah kepadatan jaringan yang ada dari data yang tersedia.
b. Mensuplay data cuaca di luar jam pengamatan.
c.Meningkatkan reliabilitas data hasil pengukuran karena menggunakan
pengukuran secara digital.
d. Untuk menjamin keseragaman data, karena menggunakan cara pengukuran
yang sama.

e.Membantu para observer pemula


f. Mengurangi human errors.
g. Memperkecil biaya operasi, karena sedikit menggunkan tenaga observer
h. Mendapatkan pengukuran dan pelaporan dengan frekuensi yang
tinggi(banyak).
i. Membantu pengamatan di bidang klimatologi yang membutuhkan data
dalam jangka waktu yang panjang.
TIPE-TIPE AWS
1.

Real time AWS


Real time AWS tidak hanya menyediakan data pengamatan dalam waktu yang
telah ditentukan oleh penguna tetapi juga dala keadaan emergency. Data
pengamatan AWS real time digunakan untuk pengamatan synoptic dan memonitor
parameter penting seperti badai, banjir, air pasang dan tinggi permukaan laut.

2.

Off time AWS


Stasiun merekam data di cuaca dalam peralatan penyimpan data. Dalam hal ini
observer diperlukan untuk menyimpan dan mengolah data. AWS tipe ini biasanya
digunakan distasiun klimatologi dan untuk kepentingan penelitian atau survey.
Kedua jenis AWS ini tidak sepenuhnya berjalan secara otomatis.
Parameter seperti past weather dan present weather, tinggi awan serta visibility,
harus dimasukan secara manual.
3.5 Kesimpulan

AWS merupakan singkatan dari Automatic Weather Station atau alat pengukur
cuaca otomatis. Sesuai dengan namanya AWS akan mengukur cuaca secara
otomatis. AWS dapat mengukur curah hujan, laju angin, dan lain sebagainya.
AWS dapat mempermudah manusia dalam pengamatan terhadap cuaca. Akan
tetapi harganya yang masih relatif mahal membuat kalangan tertentu manjadi
sulit untuk memperolehnya. Oleh karena itu stasiun cuaca otomatis yang
murah, akurat dan mudah dioperasikan menjadi pilihan dimasa-masa sekarang ini.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology online: Bmkg . tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml diakses pada hari Minggu 1 januari 2017 pada pukul 10:21 Wita.
Isnani,Dedi. 2010. Pengertian Stasiun Cuaca Otomatis. http://www.dedisnaini.co
m/2010/05/cerita-rakyat-pengertian-cerita-rakyat.html diakses pada hari
Minggu 1 Januari 2017 pada pukul 10:25 WITA

ACARA IV
Radio Sonde
4.1 Pendahuluan

4.1.1

Latar Belakang
Lapisan atmosfer terdiri atas Tujuh lapisan yang tersusun atas gas, air dan

Aerosol (padatan). Pada lapisan terbawah dari atmosfer di namakan troposfer


yang merupakan lapisan yang menjadi tempat terjadinya fenomena cuaca. Ilmu
yang mempelajari cuaca adalah Meteorologi, Cuaca tersusun atas beberapa unsur
yaitu, Temperatur, Tekanan Udara, Kelembaban, Angin dan Cahaya/radiasi
matahari. Cuaca bisa di prediksi atau di ramal. Alat untuk meramal Cuaca di
namakan Radiosonde.
Radiosonde pada BMKG Bandara Mutiara Palu di gunakan untuk
mengukur arah angin, kecepatan angin, kelembaban, tekanan udara, dan
temperatur udara pada Interval 10 milibar. Radiosonde di lepaskan ke udara dua
kali sehari yaitu pada pagi hari, dan malam hari.
4.1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis merumuskan masalah

sebagai berikut:
1. apa itu Radiosonde?
2. Bagaimana Cara Kerja Radiosonde?
3. Bagaimana Sistem radio sonde?
4.1.3

Tujuan dan Manfaat


Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui apa itu Alat untuk

memprediksi

cuaca,

apa

itu

radiosonde,

dan

bagaimana

cara

kerja

Radiosonde.Manfaat dari praktikum ini adalah praktikan dapat dapat mengetahui


Alat untuk memprediksi cuaca, apa itu radiosonde apa saja kegunaan Radiosonde
dan bagaimana cara kerja Radiosonde. selain itu praktikan juga dapat mengetahui

bagaimana data hasil dari pantulan sinyal tiga sensor pada radiosonde melalui
antena, yang langsung di salurkan dan dapat di lihat pada display.
4.2 Tinjauan Pustaka

Radiosonde berasal dari dua kata, yaitu radio dan sonde. Radio adalah
gelombangelektromagnetik yang merambat pada frekuensi 100 kHz 100 GHz,
sedangkan sondemerupakan bahasa Perancis dari probe (penyelidik=sensor).
Radiosonde adalah sebuah unityang digunakan pada balon cuaca untuk mengukur
berbagai parameter atmosfer danmemancarkannya ke penerima di permukaan
bumi. Radiosonde biasanya bekerja padafrekuensi 403 MHz atau 1680 MHz.Ga
4.3 Metodologi

4.3.1
1.
2.
3.
4.

Alat dan Bahan


Radiosonde terdiri dari Alat dan bahan Sebagai berikut:
balon parasut terbang berdiameter 1,5 meter.
1,5 Kg Gas hydrogen.
Parasit, berfungsi untuk memperlambat jatuhnya radio sonde.
Benang watertonik. Total panjangnya 12 m. panjang dari balon ke parasit 5

m, sedangkan panjang benang dari parasit ke radiosonde 7 m..


5. Radiosonde dan Rawinsonde
6. filler
4.3.2

Cara kerja
Cara kerjanya pertama-tama mengisi Balon parasut dengan gas hydrogen

dengan di lengkapi filler sebagai pemberat yang di pasang pada pentil balon agar
balon yang di isi gas Hydrogen tidak terbang setelah balon terisi gas Hydrogen
yang ringan, balon di giring ke tempat peluncuran yaitu di taman belakang
BMKG sebelum peluncuran balon di lengkapi dengan elemen paling penting yaitu
Radiosonde dan Rawinsonde yang di ikatkan pada bagian pentil balon yang di
lengkapi dengan Benang watertonik. Total panjangnya 12 m. panjang dari balon
ke parasit 5 m, sedangkan panjang benang dari parasit ke radiosonde 7 m. hal ini
di lakukan agar pada ketinggian Radiosonde tidak terlalu bergoyang mengikuti
pergerakan balon.

Pada setiap ketinggian dengan interval 1 milibar alat ini akan


mengirimkan sinyal melalui antena/Radiotransmitter ke antena pada atap BMKG
yang langsung terhubung dengan Display pada dapur BMKG.
4.4 Pembahasan

Radiosonde (Sonde Perancis dan Jerman untuk probe) adalah sebuah


peralatan yang digunakan pada balon cuaca yang mengukur berbagai parameter
atmosfer dan mengirimkan mereka ke penerima tetap. Radiosonde dapat
beroperasi pada frekuensiradio 403 MHz atau 1680 MHz dan kedua jenis dapat
disesuaikan sedikit lebih tinggi atau lebih rendah seperti yang diperlukan. Sebuah
rawinsonde adalah radiosonde yang dirancang untuk hanya mengukur kecepatan
dan arah angin. Bahasa sehari-hari, rawinsonde biasanya disebut sebagai
radiosonde.
Radiosonde diterbangkan ke atmosfermenggunakan sebuah balon yang
terbuat dari karetdan diisi dengan gas helium atau hidrogen. Gashidrogen dapat
diperoleh dari hasil reaksi kimiaantara air keras (H2SO4) dengan aluminium
(Al).Ketinggian maksimum yang dapat dicapai oleh balon tersebut ditentukan
oleh diameterdan ketebalannya. Ukuran balon berkisar antara 150 3000 gram.
Dengan bertambahnyaketinggian balon dari permukaan tanah (tekanan udara
berkurang), maka balon akan pecahkarena tekanan udara di dalam balon lebih
tinggi. Balon berukuran 800 gram akan pecahpada ketinggian 21 km.Radiosonde

megirimkan data pengukuran paraneter cuaca udara-atas ke komputer di


permukaan bumi menggunakan gelombang radio secara real-time. Pada
umumnya,berat radiosonde sekitar 250 gram.Radisonde biasanya menghilang dan
tidak

perna

menggunakan

ditemukan
sistem

kembali.Untuk
pesawat

tampa

mengatasinya,Radiosonde
awak

(UAV=Ummanned

modern
Aerial

Vehicle).Terkdang radiosonde ini diluncurkan dari permukaan bumi,tetapi


dijatuhkan

dari

pesawat

Dropsonde.Dropsonde

terbang.Radiosonde

hanya

digunakan

untuk

ini

disebut
proyek

denga

peneletian

khusus,seperti:Untuk mendapatkan profil parameter cuaca didalam sebua


badai.Radiosonde mempunyai 3 bagian penting, yaitu
1. Pemancar (transmitter)
Pemancar atau transmitter ini berfungsi sebagai pengirim signal
yang berasal dari sensor menuju antena penerima. Umumnya ada tiga
sensor yang dipasang pada pemancar yaitu sensor suhu, sensor tekanan,
dan sensor kelembaban.
2. Antena Penerima
Alat ini berfungsi sebagai alat penerima yang dipancarkan oleh
pemancar radiosonde. Untuk memperoleh signal yang baik, antenna
harus diarahkan ke arah radiosonde dengan tepat.
3. Radio Penerima
Radio penerima adalah satu set peralatan yang dapat menerima dan
memperbesar signal yang dikirimkan oleh pemancar melalui antenna
penerima sehingga signal dapat dibaca, selanjutnya signal-signal yag
telah diperbesar oleh radio penerima dirubah menjadi gerak elektronik
dan mekanik sehingga data yang diperoleh dari dari signal dapat dirubah
menjadi angka atau grafik.

4.5 Kesimpulan

Radiosonde adalah sebuah unityang digunakan pada balon cuaca untuk


mengukur berbagai parameter atmosfer danmemancarkannya ke penerima di
permukaan bumi. Radiosonde biasanya bekerja padafrekuensi 403 MHz atau 1680

MHz.Ga. Radiosonde diterbangkan ke atmosfermenggunakan sebuah balon yang


terbuat dari karetdan diisi dengan gas helium atau hidrogen Untuk mendapatkan
profil parameter cuaca didalam sebua badai.Radiosonde mempunyai 3 bagian
penting, yaitu : pemancar yag berfunsi sebagai pengiring signal,Antena berfungsi
sebagai alat penerim pancara dari radosonde dan Radi penerim adalah satu set
peralatan yang dapat menerima dan memperbesar signal yang dikirimkan oleh
pemancar melalui antenna.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology online: Bmkg . tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
mldiakase pada hari Jumat 30 Dessember 2016 pada pukul 08:23 WITA
Al Mudra, Mahyudin.2010. Radio Sonde. http://www.adicita.com/artikel/detail/id/
202/ Pengertian Radio Sonde diakses pada hari jumat 30 Dessember 2016
pada pukul 09:34 WITA

ACARA V
PENAKAR HUJAN TIPE OBS
5.1 Pendahuluan

5.1.1

Latar Belakang
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan

presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan
lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan
di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasiuap air di
atmosfer menjadi butirair yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di
daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara
semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap
air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap
sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi
terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir
hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir
besar), hingga bola kecil (butir kecil).
Hujan adalah sumber utana air tawar di sebagian besar daerah didunia
menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem,juga air untuk
pembangkit listrik hidroeliktrik dan irigasi ladang.Curah hujan dihitung
mneggunakan pengukur hujan.Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh radar
cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca.
5.1.2

Rumusan Masalah
1. Apa alat pengukur curah hujan?
2. Bagaimana cara kerja alat penakar curah hujan tipe OBS?

5.1.3

Tujuan dan Manfaat


1. Mengetahui alat ukur penakar curah hujan
2. Mengetahui cara kerja alat penakar curah hujan tipe OBS

5.2 Tinjuan Pustaka

Alat ini bekerja secara manual, alat ini terbuat dari aluminium yang
bentuknya menyerupai sebuah tabunh yang berbentuk corong, alat ini diacat putih
atau cat perak untuk menghindarkan pengaruh radiasi sinar matahari yang
menyebabkan penguapan. Pada mulut corong dibuat menyempit untuk
menghindarkan terjadinya penguapan. Alat ini mempunyai tinggi 120 cm dari
permukaaan tanah yang diletakkan pada tempat terbuaka.Alat ini berfungsi untuk
mengukur jumlah curah huajan yang jatuh pada permukaan tanah selama 1 hari
(24) jam, curah hujan ini dicatat dan diamati pada jam 07.00 pagi.
Hujanmerupakangejalameteorologidanjuga unsur klimatologi.Hujanadalah
hydrometeoryang

jatuhberupa

partikel-partikelairyang

mempunyaidiameter0.5mm ataulebih. Hydrometeor yangjatuh ketanah disebut


hujansedangkan

yangtidak

sampaitanahdisebutVirga

(Tjasyono:2006).Hujanyangsampaike

permukaantanah

dapatdiukurdenganjalanmengukurtinggiairhujantersebutdengan
volume

berdasarkan

airhujanpersatuanluas.Hasildaripengukurantersebutdinamakandengan

curahhujan.Curahhujanmerupakansalahsatuunsurcuacayang

datanyadiperoleh

dengan caramengukurnya denganmenggunakanalatpenakar hujan,sehingga dapat


diketahuijumlahnyadalamsatuanmillimeter(mm).Curahhujan1mmadalahjumlah
2
airhujanyangjatuhdipermukaanpersatuanluas(m )dengancatatantidakadayan
gmenguap,meresapataumengalir.Jadi,curahhujansebesar

1mm

setara

2
dengan1liter/ m ( Aldrian, E. dkk,2011). Curah hujan dibatasisebagai tinggiair
hujanyangditerima di permukaan

sebelum mengalami aliran

permukaan,

evaporasi dan peresapan ke dalamtanah.


5.3 Metodologi

5.3.1

Alat dan Bahan


Bagian-bagian alat penakar hujan tipe OBS:
1. Mulut corong, berdiameter 100cm berpungsi sebagai tempat
masuknya air hujan.
2. Penampung, untuk menampung air semenatara.

3. Kran, berfungsi untuk mengeluarkan air dari penampung.


4. Gelas ukur, berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan.
5. Dasar alat, berfungsi sebagai tempat tumpuan alat
5.3.2

Cara kerja
Air hujan yang jauh kepermukaan bumi akan masuk melalui mulut corong

dan diteruskan kedalam bak penampung yang dialirkanmelalui pipa sempit yang
ada diujung corong penakar, air dalam tabung tersebut ditakar dengan cara air
yang berada dalam reservoir dikeluarkan melalui kran dan diamasukkan dalam
gelas ukur.Penunjukan intensitas air dalam gelas ukur menunjukkan jumlah curah
hujan dalam 1 hari (24 ajam)
Bila tidak ada hujan,maka data ditulis (-)
Bila hujan lebih kecil dibulatkan ke nol (0)
Bila hujan lebih besar dari nol ditulis (1)
5.4 Pembahasan

Pengamatan curah hujan dengan alat penakar hujan biasa dilakukan setiap
hari pada pukul 07.00 waktu setempat (ws) walaupun tidak ada hujan. Pembacaan
yang dilakukan menunjukkan hujan yang terjadi sejak tanggal yang sebelumnya.
Misalnya : pengukuran dilakukan pada tanggal 14 Januari jam 07.00 ws, jadi
dicatat pada tanggal 14 menunjukkan jumlah curah hujan yang terjadi pada 13
Januari setelah 07.00 ws sampai pada tanggal 14 jam 07.00 ws (pada saat
pengukuran).
Batas permukaan air pada gelas ukur dibaca sesuai garis skala yang ada dan
menyatakan jumlah curah hujan dalam satuan milimeter. Curah hujan merupakan
ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap,
tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 milimeter artinya dalam luasan
satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter
atau tertampung air satu liter.
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai Penakar Hujan Obs adalah.:
a.

Penampang penakar harus selalu Horizontal.

b.

Alat harus tetap bersih

c.

Kayu harus di cat putih

d.

Corong harus bersih dari kotoran yang bisa menutup lobang.

e.

Kran harus sering dibersihkan, jika terjadi kebocoran harus segera


diganti/diperbaiki.

f.

Bak penampung air hujan harus dibersihkan dari endapan dan debu dengan
jalan menuangkan air kedalamnya dan kran dibuka.

g.

Gelas penakar harus dijaga tetap bersih dan disimpan ditempat yang aman
dan jangan sampai pecah.

h.

Gelas harus dikeringkan dengan air bersih.

Tata cara pengamatan menggunakan alat penakar hujan biasa sebagai berikut :

1. Buka gembok dan kran kemudian tampung curah hujan pada gelas
penakar.
2. Untuk menghindari kesalahan paralaks pada waktu pembacaan, gelas
penakar harus dipegang tegak lurus supaya permukaan horizontal.
3. Pengukuran/ pembacaan skala pada gelas penakar sesuai dengan
tinggi air dalam gelas penakar dengan tidak ada pembulatan
pembacaan.
Cara pembacaan gelas ukur :
a.

Pengukuran curah hujan setiap pagi jam 07.00 waktu setempat, melalui
gelas ukur.

b.

Jumlah hujan ditulis pada tanggal/ hari penakaran setiap pagi hari.

c.

Pencatatan data hujan sesuai dengan hasil pengukuran tidak ada


pembulatan masih ada satu angka di belakang koma (tidak dibulatkan ke
miniskus terdekat).

d.

Ada hujan tak terukur di bawah 0,1 mm ditulis (0), tak ada hujan ditulis
tanda (-), penakar hujan rusak diberi tanda (R), tidak mengukur/
pengamatan hujan (X).

e.

Gelas disimpan dengan baik agar tak mudah pecah.

5.5 Kesimpulan

Alat pengukur curah hujan tipe OBS (observatorium) merupakan salah satu
tipe pengukur curah hujan. Penakar hujan tipe observatorium adalah penakar
hujan tipe kolektor yang menggunakan gelas ukur untuk mengukur air hujan.
Penakar hujan ini adalah merupakan penakar hujan yang paling banyak digunakan
di Indonesia dan merupakan "standar" di negara kita.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology online: Bmkg . tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml (12 November 2010)
http://hendryferdinans.blogspot.co.id/2015/09/cara pengukuran curah hujan obs.ht
ml diakse pada tanggal 31 Dessember 2016 pada pukul 06:24 am

ACARA VI
CAMPBELL STOKES
6.1 Pendahuluan

6.1.1

Latar Belakang
Intensitas radiasi surya merupakan jumlah energi yang di pancarkan oleh

surya persatuan waktu sedangkan lama penyinaran matahari merupakan periode


dari terbit matahari hingga terbenam matahari per satu hari,sehingga untuk
mengukur intensitas dan lama penyinaran matahari kita butuhkan alat yang di
sebut campbell stokes.
Radiasi surya merupakan sumber energi utama kehidupan di muka bumi ini.
Setiap waktu hampir terjadi perubahan penerimaan energi radiasi surya yang
dapat mengaktifkan melekul gas atmosfer sehingga terjadilah pembentukan cuaca.
Iklim adalah keadaan unsur cuaca rata-rata dalam waktu yang relatif panjang,
dengan unsur-unsur sebagai berikut: radiasi surya, suhu udara, kelembaban nisbi
udara, tekanan udara, angin, curah hujan, evapotranspirasi dan keawanan.
Radiasi matahari sejak dulu sampai sekarang tak habis-habis dibicarakan
dan ditulis. Dahulu yang sangat populer dibahas mengenai iklim dan pengunaan
untuk pemanasan/mengeringkan, penguapan dan pencahayaan alami dalam
bangunan di siang hari. Sekarang tidak hanya permasalahan itu saja, tapi sudah
sangat berkembang, seperti berkaitan dengan permasalahan cuaca, atmosfir,
pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan, pengairan, lingkungan hidup,
kesehatan, bangunan, kesehatan dan berbagai kegunaan yang sangat praktis.
Radiasi Matahari adalah pancaran energi yang berasal dari proses
thermonuklir yang terjadi di matahari. Energi radiasi matahari berbentuk sinar dan
gelombang elektromagnetik. Spektrum radiasi matahari sendiri terdiri dari dua
yaitu, sinar bergelombang pendek dan sinar bergelombang panjang.Pengukuran
radiasi surya yang sampai dipermukaan bumi di pengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain oleh kedudukan surya terhadap bumi, kebersihan langit termasuk

keawanan dan lokasi titik pengukuran itu sendiri. Radiasi surya yang diukur
adalah jumlah energi radiasi yang sampai di permukaan bumi dalam bentuk
intensitas dan lama peyinaran dalam sehari, sebulan atau setahun atau untuk
periode waktu tertentu yang diinginkan. Jumlah total radiasi yang diterima di
permukaan bumi tergantung jarak matahari, Setiap perubahan jarak bumi dan
matahari menimbulkan variasi terhadap penerimaan energi matahari.

6.1.2

Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan campbell stokes ?


2. Bagaimana cara kerja campbell stokes ?
6.1.3

Tujuan dan Manfaat


Tujuan di gunakannya alat ini yaitu agar kita dapat mengukur intensitas

dan lama penyinaran matahari. Manfaat dari mempelajari campbell stokes yaitu
agar kita mengetahui apa itu cambell stokes apa saja bagian-bagiannya serta
bagaimana cara kerja kerja cambell stokes tersebut.
6.2 Tinjauan Pustaka

Alat yang di gunakan pada stasiun Klimatologi untuk mengukur intensitas


dan lama penyinaran matahari adalah menggunakan Bola kaca. Cara pengukuran
dengan menghi tung besarnya kertas pias yang tebakar dibanding dengan waktu
penyinaran selama satu hari yaitu terhitung mulai Pukul 08.00 16.00 atau 8 jam
penyinaran. Intensitas penyinaran dalam satuan %.
Radiasi adalah suatu istilah yang berlaku untuk banyak proses yang
melibatkan pindahan tenaga oleh gejala gelombang elektromagnetik. Gaya radiatif
pemindahan kalor dalam dua pengakuan penting dari yang memimpin dan
konvektif gaya tidak ada medium diperlukan dan pindahan tenaga adalah
sebanding kepada kuasa ke lima atau keempat dari temperatur menyangkut badan
melibatkan(Pitts and Sissom, 2001).

Radiasi matahari merupakan unsure iklim/cuaca utama yang akan


mempengaruhi keadaan unsure iklim/cuaca lainnya. Perbedaan penerimaan radiasi
dipermukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan
berpengaruh terhadap kondisi curah hujan, suhu udara, kelembabannisbiudara,
dan lain-lain. Pengendali iklim suatu wilayah akan sangat berbeda dari pengendali
iklim di bumi secara menyeluruh (Handoko, 1983)
Alat ukur radiasi memegang peran yang sangat penting dalam setiap
kegiatan yang memanfaatkan radiasi. Dengan alat ini setiap pekerja dapat
mengetahui tingkat radiasi ditempat kerja dan dapat mengambil tindakan yang
paling tepat untuk menghindari terjadinya penerimaan dosis yang berlebihan.
(Sukartono, dkk. 2006)
Lama penyinaran akan berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup
misalnya pada manusia dan hewan. Juga akan berpengaruh pada metabolisme
yang berlangsung pada tubuh makhluk hidup, misalnya pada tumbuhan.
Penyinaran yang lebih lama akan memberi kesempatan yang lebih besar bagi
tumbuha tersebut untuk memanfaatkanya melalui proses fotosintesis ( Benyamin
Lakitan, 1994 )
Lama penyinaran surya adalah lamanya surya bersinar cerah sampai ke
permukaan bumi selama periode satu hari, diukur dalam jam. Periode satu hari
disini lebih tepat disebut panjang hari yakni jangka waktu selama surya berada di
atas horison. Halangan terhadap pancaran cahaya surya terutama awan, kabut,
aerosol atau benda-benda pengotor atmosfer lainnya. Lama penyinaran ditulis
dalam satuan jam sampai nilai persepuluhan atau dalam persen terhadap panjang
hari. Lama penyinaran surya dapat diukur dengan berbagai macam alat yang dapat
merekam sinar yang mencapai di permukaan bumi sejak terbit hingga terbenam;
mampu merekam dengan tepat sampai nilai persepuluh jam (6menit). Terdapat
empat macam/tipe alat perekam sinar surya, yaitu : Tipe Campbell Stokes, Tipe
Jordan, Tipe Marvin, dan Tipe Foster. Dari 4 tipe tersebut hanya tipe Tipe
Campbell Stokes dan Tipe Jordan saja yang banyak dipakai di Indonesia
(Sutiknjo, 2005).

Campbell Stokes adalah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas


dan lama penyinaran matahari. Satuan dari intensitas dan lama penyinaran
matahari adalah persen. Campbell Stokes dilengkapi dengan kartu khusus. Kartu
ini adalah kartu yang berperan sebagai pencatat data. Kartu Campbell Stokes ini
dipasang dibawah lensa pada alat, kemudian diletakkan di tempat terbuka.
Pencatat waktu pada kartu akan mencatat bekas bakaran kartu. Bagian yang
hangus itulah yang menunjukkan intensitas sinar matahari selama satu hari. Bekas
bagian hangus yang berwarna coklat, dicocokkan oleh satuan waktu dan lamanya
penyinaran. Lamanya penyinaran yang diukur adalah penyinaran terus-menerus
dan penyinaran yang tertutup awan (Anonim, 2008).
Secara khusus Campbell Stokes dipergunakan untuk mengukur waktu dan
lama matahari bersinar dalam satu hari dimana alat tersebut dipasang. Campbell
Stokes terdiri dari beberapa bagian yaitu Bola kaca pejal (umumnya berdiameter
96 mm). Plat logam berbentuk mangkuk, sisi bagian dalamnya bercelah-celah
sebagai tempat kartupencatat dan penyanggah tempat bola kaca pejal dilengkapi
skala dalam derajat yang sesuai dengan derajat lintang bumi. Bagian Pendiri
(stand), Bagian dasar terbuat dari logam yang dapat di-leveling. Kertas pias terdiri
dari 3 (tiga) jenis menurut letak matahari. Prinsip kerja Sinar matahari yang
datang menuju permukaan bumi, khususnya yang tepat jatuh pada sekeliling
permukaan bola kaca pejal akan dipokuskan ke atas permukaan kertas pias yang
telah dimasukkan ke celah mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi
matahari saat itu. Jumlah kumulatif dari jejak titik bakar inilah yang disebut
sebagai lamanya matahari bersinar dalam satu hari (satuan jam/menit) (Anonim,
2009).

Pada tahun 1946 dilakukan perekaman spektrum radiasi matahari untuk


yang pertama kali dari ketinggian di atas lapisan ozon. Pada tahun 1949
perekaman dilanjutkan untuk daerah panjang gelombang yang lebih pendek dari
ketinggian 100 km. dari eksperimen-eksperimen tersebut diperoleh bahwa untuk

daerah panjang gelombang di atas 2900 Angstrom suhu radiasi matahari antara
5500 sampai 6000 oK. Untuk daerah panjang gelombang hingga mencapai sekitar
5000oK (Soegeng, 1996).

6.3 Metodologi

6.3.1

Alat dan Bahan


a. Bola Kaca Pejal 96 mm
b. Plat logam berbentuk mangkuk,
c. Bagian pendiri (Stand), bagian dasar terbuat dari logam yang dapat
di leveling
d. Kerta pias terdiri dari 3 jenis menurut letak matahari

6.3.2

Cara Kerja
Nama alat yang digunakan adalah Campbell Stokes. Campbel Stokes

dilengkapi dengan kartu khusus. Kartu ini adalah kartu yang berperan sebagai

pencatat data. Kartu Campbell Stokes ini dipasang di bawah lensa pada alat,
kemudian diletakkan di tempat terbuka. Pencatat waktu pada kartu akan mencatat
bekas bakaran kartu. Bagian yang hagus itulah yang menunjukkan intensitas sinar
matahari selama satu hari. Bekas bagian hangus yang berwarna coklat dicocokan
oleh satuan waktu dan lamanya penyinaran. Lamanya penyinaran yang diukur
adalah penyinaran terus menerus dan penyinaran yang tertutup awan.
6.4 Pembahasan

Alat yang di gunakan pada stasiun Klimatologi untuk mengukur intensitas


dan lama penyinaran matahari adalah menggunakan Bola kaca. Cara pengukuran
dengan menghitung besarnya kertas pias yang tebakar dibanding dengan waktu
penyinaran selama satu hari yaitu terhitung mulai Pukul 08.00 16.00 atau 8 jam
penyinaran. Intensitas penyinaran dalam satuan %.
Campbell stokes adalah alat untuk mengukur lamanya matahari bersinar,
dengan satuan persen. Pengamatan dilakukan dari jam 8.00 s/d 16.00 LT (selama
8 jam/True Solar Day ), sehingga penyinaran matahari dikatakan 100% bila
matahari bersinar selama 8 jam sehari.
Campbell Stokes terdiri dari beberapa bagian yaitu Bola Kaca Pejal
(umumnya berdiameter 96 mm). Plat logam berbentuk mangkuk, sisi bagian
dalamnya bercelah-celah sebagai tempat kartu pencatat dan penyanggah tempat
bola kaca pejal dilengkapi skala dalam derajat yang sesuai dengan derjaat lintang
bumi. Bagian pendiri (Stand), bagian dasar terbuat dari logam yang dapat
di leveling. Kerta pias terdiri dari 3 (tiga) jenis,yatu kertas pias lurus,kertas pias
panjang dan kertas pias pendek.

Menurut letak matahari,sinar matahari yang datang menuju permukaan


bumi, khususnya yang tepat jatuh pada sekeliling permukaan bola kaca pejal akan
difokuskan ke atas permukaan kertas pias yang telah dimasukkan ke celah
mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi matahari saat itu. Jumlah
kumulatif dari jejak titik bakar inilah yang disebut sebagai lamanya matahari
bersinar dalam satu hari (satuan jam/menit)
6.5 Kesimpulan

a. Alat yang di gunakan pada stasiun Klimatologi untuk mengukur intensitas


dan lama penyinaran matahari adalah menggunakan Bola kaca.
b. Cara pengukuran dengan menghitung besarnya kertas pias yang tebakar
dibanding dengan waktu penyinaran selama satu hari yaitu terhitung mulai
Pukul 08.00 16.00 atau 8 jam penyinaran. Intensitas penyinaran dalam
satuan %.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology online: Bmkg . tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml (12 November 2010)
http://christinmori.blogspot.co.id/2013/06/campbell-stokes.html

diakses

pada

tanggal Sabtu, 31 Dessembeer 2016 pada pukul 06:59 am

ACARA VII
AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER
7.1 Pendahuluan

7.1.1

Latar Belakang
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan

presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan
lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan
di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasiuap air di

atmosfer menjadi butirair yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di
daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara
semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap
air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap
sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi
terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir
hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir
besar), hingga bola kecil (butir kecil).
Hujan adalah sumber utama air tawar di sebagian besar daerah di dunia,
menyediakan kondisi cocok untuk keragaman ekosistem, juga air untuk
pembangkit listrik hidroelektrik dan irigasi ladang. Curah hujan dihitung
menggunakan pengukur hujan. Jumlah curah hujan dihitung secara aktif oleh
radar cuaca dan secara pasif oleh satelit cuaca.
7.1.2

Rumusan Masalah
1. Apa alat penakar curah hujan otomatis?
2. Bagaimana cara kerja alat penakar curah hujan otomatis/ aotomatic rain
water sampler?

7.1.3

Tujuan dan Manfaat


1. Mengetahui alat ukur penakar curah hujan otomatis?
2. Mengetahui cara kerja alat penakar curah hujan otomatis/ aotomatic
rain water sampler?

7.2 Tinjauan Pustaka

Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil


sampel air hujan Wet dan Dry. Prinsip kerjanya jika terjadi hujan maka sensor
akan memberikan trigger kepada sistem kontrol untuk membuka tutup tempat
penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan penutup

tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup akan
bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat penampungan tak
terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Kemudian sampel air hujan tersebut
dikirim ke Laboratorium Kualitas Udara BMKG Jakarta untuk dianalisa.
7.3 Metodologi

7.3.1

Alat dan Bahan


Peralatan AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER MGA-02 menggunakan

Data Logger sebagai konter penghitung curah hujan dimana software yang akan
digunakan adalah Microsoft View Basic sebagai software untuk mengakses data
dari Data Logger ( dalam bentuk format Microsoft Excel ) ke PC yang dilengkapi
dengan Komunikasi kabel RS-232. Sedangkan untuk mikrokontroler sebagai
sistem perangkat keras dari peralatan AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLER
MGA-02 digunakan rangkaian Time Delay yang selanjutnya dibuat dalam bentuk
Papan rangkaian elektronik tercetak (PCB/ Print Circuits Boards) sebagai
pengontrol Stepper motor serta membuat stimulasi percobaan hasil perancangan
dengan sensor utama.
7.3.2

Cara kerja
Sensor adalah salah satu bagian dari alat ARWS yang berguna untuk

menggerakkan tuas wet & dry bucket. Saat sensor kena hujan, tuas bergerak ke
dry bucket sehingga wet bucket terbuka utk menampung air hujan. Begitu
sebaliknya jk sensor kering, tuas bergerak dan menutup wet bucket.Sample air
hujan di ambil 1 minggu sekali sesuai jadwal.
7.4 Pembahasan

Salah satu tugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika adalah


melaksanakan pemantauan Kualitas Udara; salah satunya adalah pengambilan
sampel air hujan untuk di analisis komposisi kimia air hujan yang secara khusus
untuk penelitian Deposisi Asam di laboratorium Kualitas Udara BMKG. Untuk itu
diperlukan suatu alat penakar hujan sekaligus sebagai pengumpul sampel hujan
secara otomatis.
Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk
mengambil sampel air hujan Wet dan Dry. Prinsip kerjanya jika terjadi hujan
maka sensor akan memberikan trigger kepada sistem kontrol untuk membuka
tutup tempat penampungan air yang digerakkan oleh motor listrik, selama hujan
penutup tersebut tetap terbuka kemudian setelah hujan berhenti maka penutup
akan bergerak ke posisi semula. Sehingga air hujan yang di tempat
penampungan tak terkena kotoran lain karena tertutup rapat. Kemudian sampel
air hujan tersebut dikirim ke Laboratorium BMKG Jakarta untuk dianalisa.
7.5 Kesimpulan

Automatic Rain Sampler adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil


sampel air hujan Wet dan Dry untuk mengetahui kualitas udara. Karakteristik dari
peralatan ini dirancang untuk mengoperasikan penakar hujan secara otomatis
untuk menampung atau mengumpulkan sampel air hujan.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology.[online][tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml diakses pada hari minggu, 1 Januari2017 pukul 09:23 WITA
Janna

Nadia

2011.

Cara

penggunaan

alat

Anemometer.

http://journal.uii.ac.id/index. php /JPI/ article/ viewFile/ 189/ 178 diakses


pada hari Minggu 1 Januari 2017 pada pukul o9:53 WITA

ACARA VIII
SANGKAR METEOROLOGI
8.1 Pendahuluan

8.1.1

Latar Belakang
Ilmu meteorologi dan klimatologi sangat berguna bagi kita. Misalnya,

cuaca dan iklim

merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat

dimanfaatkan untuk berbagai bidang .dalam stasiun BMKG khususnya yang


meneliti dan mengawasi perkembangan keadaan iklim,di perlukan salah satu alat
untuk menyimpan beberapa alat pengukur kelembaban udara yaitu sangakar
meteorologi.
8.1.2

Rumusan Masalah
a. Apa yang di maksud dengan sangkar meteorologi?
b. Bagaimana cara kerja serta apa jenis dan fungsi peralatan yang ada di
dalam sangkar meteorologi?

8.1.3

Tujuan dan Manfaat


a. Untuk mengetahui pengertian sangkar meteorologi.
b. Untuk mengetahui jenis,fungsi,dan cara kerja peralatan yang ada
dalam sangkar meteorologi.
Manfaat dari sangkar meteorologi yaitu sebagai tempat untk
menyimpan dan melindungi alat-alat yang di gunakan untuk mengukur
kelembaban udara.

8.2 Tinjauan Pustaka

Sangkar meteorologi merupakan bangunan berbentuk rumah yang terbuat


dari kayu yang berfungsi untuk menyimpan alat termohigrograf, termometer
maksimum, termometer minimum, termometer bola kering dan termometer bola
basah.

8.3 Metodologi

8.3.1

Alat dan Bahan

a.Termometer Minimum dan Maksimum


b.Termometer Bola Basah dan Bola Kering
c.Termohighrograp
8.3.2

Cara Kerja
Cara kerja termometer bola basah dan bola kering :

Pembasah termometer bola basah harus dijaga agar jangan sampai kotor. Waktu
pembacaan terlebih dahulu bacalah termometer bola kering kemudian termometer
bola basah. Suhu udara yang ditunjukkan termometer bola kering lebih mudah
berubah daripada termometer bola basah. Semua alat pengukur kelembapan udara
ditaruh dalam sangkar cuaca terlindung dari radiasi surya langsung atau radiasi
bumi serta hujan. Gantilah kain pembasah bila kotor atau daya airnya telah
berkurang. Dua minggu atau sebulan sekali perlu diganti, tergantung cepatnya
kotor. Musim kemarau pembasah cepat sekali kotor oleh debu. Air pembasah
harus bersih dan jernih. Pakailah air bebas ion atau aquades. Air banyak
mengandung mineral akan mengakibatkan terjadinya endapan garam pada
termometer bola basah dan mengganggu pengukuran.
Cara kerja termometer maksimum :
Termometer Maksimum bekerja dengan adanya katup pada leher tabung dekat
bohlam. Saat suhu naik, air raksa didorong ke atas melalui katup oleh gaya
pemuaian. Saat suhu turun, air raksa tertahan pada katup dan tidak dapat kembali
ke bohlam membuat air raksa tetap di dalam tabung. Pembaca kemudian dapat
membaca temperatur maksimum selama waktu yang telah ditentukan. Untuk
mengembalikan fungsinya, termometer harus diayun dengan keras.
Cara kerja termohigrograf :

Termohigrograf menggunakan prinsip dengan sensor rambut untuk mengukur


kelembapan udara dan menggunakan bimetal untuk sensor suhu udara. Alat ini

diletakkan pada ketinggian 150 cm. Kedua sensor dihubungkan secara mekanis ke
jarum penunjuk yang merupakan pena penulis di atas kertas pias yang berputar
menurut waktu. Alat dapat mencatat suhu dan kelembapan setiap waktu secara
otomatis pada pias. Dimana kertas pias bagian atas untuk mencatat suhu dan
kertas pias bagian bawah untuk mencatat RH. Melalui suatu koreksi dengan
psikrometer kelembapan udara dari saat ke saat tertentu. Pengambilan data
dilakukan setiap seminggu sekali.
8.4 Pembahasan

Sangkar Meteorologi dibuat dari kayu yang baik ( jati/ Ulin) sehingga tahan
terhadap perubahan cuaca. Sangkar dicat putih supaya tidak banyak menyerap
radiasi panas matahari. Sangkar dipasang dengan lantainya berada pada
ketinggian 120 cm diatas tanah berumput pendek, sedangkan letaknya paling
dekat dua kali ( sebaiknya empat kali) tinggi benda yang berada di
sekitarnya.Sangkar harus dipasang kuat, berpondasi beton, sehingga tidak dapat
bergerak atau bergoyang jika angin kencang. selain itu agar angkar tidak mudah di
makan rayap.Sangkar mempunyai dua buah pintu dan dua jendela yang

berlubang-lubang/kisi. Lubang/kisi ini memungkinkan adanya aliran udara.


Temperatur dan kelembaban udara didalam sangkar mendekati/hampir sama
dengan temperatur dan kelembaban udara diluar.Sangkar dipasang dengan pintu
membuka/menghadap Utara-Selatan, sehingga alat-alat yang terdapat didalamnya
tidak terkena radiasi matahari langsung sepanjang tahun. jika matahari berada
pada belahan bumi selatan pintu sebelah utara yang dibuka untuk observasi atau
sebaliknya.
Sangkar meteorologi berfungsi untuk menyimpan alat termohigrograf,
termometer maksimum, termometer minimum, termometer bola kering dan
termometer bola basah.Di dalam sangkar meteorology terdapat beberapa alat,
yaitu:
a.

Thermometer Minimum dan Maksimum

1. Thermometer Maxsimum
Adalah termometer air raksa yang diletakan mendatar agak miring keatas
karena adanya tabung permukaan. Pada tabung gelasnya dibuat
penyempitan pembuluh (konstriksi). Jika suhu panas maka air raksa
memuai sehingga permukaan air raksa naik (bergerak ke kanan) tetapi jika
suhu turun, permukaan air raksa tetap pada kedudukan seperti pada waktu
suhu panas, hal ini disebabkan karena adanya konstriksi yang menutup air
raksa yang berada di atas nya.
2. Thermometer Minimum
Adalah termometer yang menggunakan zat cair alkohol. Cara kerjanya jika
suhu dingin maka permukaan alkohol yang bergerak ke kiri akan
membawa indeks petunjuk, yang berwarna merah jika suhu naik, maka
indeks akan tetap pada tempatnya, meskipun permukaan alkohol
mengembang dan bergerak ke kanan.
b. Thermometer Bola Basah dan Bola Kering

1. Thermometer Bola Kering (BK) yaitu suhu yang ditunjukkan


dengan thermometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan
kering. Satuan untuk suhu ini bias dalam celcius, Kelvin,
fahrenheit.

Seperti

yang

diketahui

bahwa

thermometer

menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam thermometer. Jika


kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka
terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena
mendapatkan kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada
di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air
raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di
konversika dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll).
2. Thermometer Bola Basah (BB) yaitu suhu bola basah. suhu ini
diukur dengan menggunakan thermometer yang (bagian bawah
thermometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian
dialiri udara yang ingin diukur suhunya.
c. Termohigrograf
Gabungan

Thermograph

dan

Hygrograph

dinamakan

Thermohygrograph. Kelembaban Udara adalah kandungan uap air yang


terdapat dalam udara. Kelembapan udara dapat diukur dengan psikometer
yang terdiri dari termometer bola kering dan bola basah. Alat ini
ditempatkan dalam sangkar meteorologi dalam keadaan datar. Bola yang
mengandung air raksa dari termometer bola basah dibungkus dengan kain
yang dibasahi terus menerus dengan air destilasi melalui benang yang
tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Dengan memutar
psikometer diluar sangkar meteorologi selama kurang lebih 1 sampai 2
menit dapat dibaca suhu termometer bola basah dan kering. kemudian
hasil tersebut akan dicocokan dengan tabel kelembaban udara sehingga
akan didapatkan kelembapan relatifnya. Ada sebuah alat yang digunakan
untuk mengukur kelembapan udara dan suhu udara secara otomatis yaitu
thermohigrograf.

8.5 Kesimpulan

Sangkar meteorologi merupakan bangunan berbentuk rumah yang terbuat


dari kayu yang berfungsi untuk menyimpan alat yang di butuhka dalam BMKG
,alat tersebut berupa :
a. Termohigrograf
b. Termometer maksimum
c. Termometer minimum
d. Termometer bola kering dan
e. Termometer bola basah.

DAFTAR PUSTAKA

Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology.[online][tersedia:


http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml diakses pada hari minggu, 1 Januari2017 pukul 09:23 WITA
Hartono

Rudi

2010.

Cara

penggunaan

alat

Anemometer.

http://journal.uii.ac.id/index. php /JPI/ article/ viewFile/ 189/ 178 diakses


pada hari Minggu 1 Januari 2017 pada pukul o9:53 WITA

ACARA IX
PENAKAR HUJAN TIPE HILMAN
9.1 Pendahuluan

9.1.1

Latar Belakang
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam

tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan
1 (satu) milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar
tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.
Intensitas hujan adalah banyaknya curah hujan persatuan jangka waktu tertentu.
Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut
menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun
kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai
untuk mengulangi daur ulang itu semula. Intensitas curah hujan adalah jumlah
curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan tiap satuan
waktu, yang terjadi pada satu kurun waktu air hujan terkonsentrasi. Besarnya
intensitas curah hujan berbeda-beda tergantung dari lamanya curah hujan dan
frekuensi kejadiannya. Adapun jenis-jenis hujan berdasarkan besarnya curah
hujan (definisi BMKG), diantaranya yaitu hujan kecil antara 0 21 mm per hari,
hujan sedang antara 21 50 mm per hari dan hujan besar atau lebat di atas 50 mm
per hari.
9.1.2

Rumusan Masalah
1. Apa fungsi dari alat penakar curah hujan tipe hilman?
2. Bagaimana prosedur kerja alat penakar hujan tipe hilman?
3. Bagaimana penempatan alat penakar curah hujan tipe hilman?

9.1.3

Tujuan dan manfaat


Untuk mengetahui prinsip penggunaan alat panakar cuara hujan tipe

manual yaitu observatorium secara detail dan benar sehingga kesalahan dalam

penggunaan dapat diminimalisirkan seminim mungkin. Untuk mengetahui fungsifungsi alat tersebut dan untuk mengetahui jenis- jenis alat yang digunakan untuk
mengukur curah hujan. Mengamati penempatan tata letak alat-alat meteorologi
pertanian di stasiun agroklimat. Melakukan perhitungan atau pembacaan skala
pada alat-alat meterologi tersebut.
9.2 Tinjauan Pustaka

Selain itu ada jenis penakar curah hujan atau alat pengukur curah hujan yaitu
Penakar hujan Hellman alat ini merupakan penakar hujan otomatis dengan tipe
siphon. Bila air hujan terukur setinggi 10 mm, siphon bekerja mengeluarkan air
dari tabung penampungan dengan cepat, kemudian siap mengukur lagi dan
kemudian seterusnya. Di dalam penampung terdapat pelampung yang
dihubungkan dengan jarum pena penunjuk yang secara mekanis membuat garis
pada kertas pias posisi dari tinggi air hujan yang tertampung. Bentuk pias ada dua
macam, harian dan mingguan. Pada umumnya lebih baik menggunakan yang
harian agar garis yang dibuat pena tidak terlalu rapat ketika terjadi hujan lebat.
Banyak data dapat dianalisadari pias, tinggi hujan harian, waktu datangnya hujan,
derasnya hujan atau lebatnya hujan per satuan waktu.
9.3 Metodologi

9.3.1

Alat dan Bahan


1. Bahan plat besi cat anti karat
2. Ketinggian alat dari tanah 120 cm
3. Luas corong 200 cm2
4. Jam Hillman berputar 24 jam/ silinder jam
5. Pias diganti setiap jam 00.00 UTC ( 07.00 WIB)
6. Kapasitas pelampung 10 mm
7. Tangkai pena
8. Pintu penakar
9. Pipa shipon
10. Selang gelas
11. Panci pengumpul air hujan (3 liter)
12. Kunci
13. Leher corong

9.3.2

Cara Kerja

1. Setiap terjadi hujan air akan masuk corong kemudian disalurkan ke


pelampung sehingga membuat pena naik dan membuat grafik pada
pias
2. Ketinggian grafik menunjukkan jumlah curah hujan yang turun
3. Jika curah hujan mencapai 10 mm/ lebih maka pena menunjukkan
angka 10 mm sebagai angka maksimal, kemudian air akan tumpah
dari pelampung melalui pipa hevel dan pena akan turun lagi ke
angka 0 ( nol) . Jika masih ada hujan lagi maka pena akan akan
mencatat lagi, demikian berlangsung terus menerus
4. Dari alat ini dapat diketahui durasi hujan, intensitas hujan dalam
jangka waktu tertentu dan kapan terjadinya hujan.
5. Kapasitas pengukurannya tidak terbatas.
6. Jam Hillman menggunakan pegas sehingga harus diputar setiap
jangka waktu tertentu
7. Pena digunakan jenis pena cartridge
9.4 Pembahasan

Penakar hujan jenis Hellman merupakan suatu instrument/alat untuk


mengukur curah hujan.Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat
penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri.Pengamatan dengan
menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu meskipun cuaca
dalam keadaan baik/hari sedang cerah.Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang
terkumpul dalam bentuk garis vertikal yang tercatat pada kertas pias. Penggantian
pias dilakukan jam 07.00 waktu setempat. Alat ini dipakai di stasiun-stasiun

pengamatan udara permukaan. luas permukaan corong penakarnya 200 cm,


tingginya antara 100 sampai dengan 120 cm.Alat ini memerlukan perawatan yang
cukup intensif untuk menghindari kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada
alat ini. Data yang dihasilkan hujan dengan alat ini adalah waktu terjadinya hujan
(jam), periode hujan (jam), intensitas curah hujan (mm/menit atau mm/jam) dan
jumlah curah hujan (mm). semua pengukuran tersebut untuk periode waktu 24
jam.
9.5 Kesimpulan

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:


1. Hujan merupakan jatuhnya air ke permukaan bumi yang memiliki satu
bentuk presipitasi yang berwujud cairan.
2. Dengan adanya hujan maka persediaan air di permukaan tanah akan
3.

bertambah sehingga kebutuhan air akan terpenuhi.


Jumlah curah hujan yang jatuh di permukaan tanah dinyatakan dalam

satuan millimeter.
4. Adapun alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adalah
observatorium.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghifari.(2012)Curahhujan.wahid91ghifari.blogspot.com/2012/03/curah
hujan.html.(diakses 12 januari 2014)
https://plus.google.com/104371868928017017170/posts/3iPn4VmETps
diakses pada tanggal 31 januari 2016 pada pukul 08:07 am

ACARA X
HIGH VOLUME SAMPLER (HV SAMPLER)
10.1 Pendauluan

10.1.1 Latar Belakang


Udara merupakan campuran gas yang terdapat pada lapisan yang
mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konsisten.
Komponen yang konsentrasinya selalu bervariasi adalah air dalm bentuk uap,
H2O dan CO2. Jumlah uap air yang terdapat di udara bervariasi tergantung cuaca
dan suhu. Udara memiliki segudang manfaat bagi makhluk hidup hal ini dapat
kita buktikan dengan kebutuhan manusia akan udara misalnya manusia
membutuhkan udara untuk bernafas, tanaman membutuhkan udara untuk
melakukan perkembangbiakannya, dan hewan yang ada di daratan membutuhkan
udara untuk bernafas. Oleh karena itu, dibutuhkan alat untuk mengetahui
bagaimana kadar polusi di udara sehingga kita dapat mengambil tindakan untuk
mencegah dan mengurangi kadar polusi di udara. Pencemaran udara adalah
kehadiran satu atau lebih subtansi fisik, kimi, atau biologi di atmosfer dalam
jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan,
mengganggu estetika dan kenyamanan atau merusak properti. Pencemaran udara
dapat di timbulkan oleh sumber alami maupun kegitan manusia. Beberapa devisi
gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi, atau polusi cahaya dianggap
sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara
dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
10.1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Polusi udara?
2. Bagaimana cara kerja High Volume Sampler?
10.1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari polusi udara
2. Mengetahui cara kerja HV Sampler

10.2 Tinjauan Pustaka

Alat ini terbuat dari aluminium yang bentuknya persegi panjang dan di
bagian penutup berbentuk atap rumah yang juga terbuat dari aliminium. Alat ini
menggunakan bahan dari aluminium guna menghindari dari karat sebagai hasil
dari hujan. High Volume Sampler merupakan alat untuk mengetahui kadar polusi
di sekitarnya. Udara merupakan campuran gas yang terdapat pada lapisan yang
mengelilingi bumi. Komposisi campuran gas tersebut tidak selalu konsisten.
Komponen yang konsentrasinya selalu bervariasi adalah air dalm bentuk uap,
H2O dan CO2. Jumlah uap air yang terdapat di udara bervariasi tergantung cuaca
dan suhu.
10.3 Metodologi

10.3.1 Alat dan bahan


High volume sampler (HV sampler)
Terdiri dari :
1. Filter paper Holder
2. Operating system
3. Flow Controller
4. Flow rate range
5. Actual sampling temperatur
6. Actual Sampling Preassure
7. Timer
8. Elapsed Time
9. Power
10. Max. Vacum
11. Shelter Material
12. Operation Height
13. Shipping Size
14. Weight
15. Acsessories
10.3.2 Cara Kerja
Adapun prinsip kerja dari alat ini yaitu alat ini di letakkan di pusat-pusat
kota atau taman alat untuk mengetahui kadar polusi yang dikandung udara di
wilayah tersebut. Cara kerjanya yaitu udara yang mengandung partikel debu
dihisap mengalir melalui kertas filter dengan menggunakan motor putaran

kecepatan tinggi. Debu akan menempel pada kertas filter yang nantinya akan di
ukur konsentrasinya dengan cara meletakkan tissue di atas kertas filter, jika tissue
berubah menjadi kehitaman itu menandakan banyak polutan yang dikandung
dalam udara. Tissue diganti setiap 5 hari sekali.
10.4 Pembahasan

Dalam melakukan praktek ini kami menemukan kesulitan dan kemudahan


selaku praktikan. Adapun kemudahan yang kami dapatkan adalah kami dapat
melihat langsung dan memeriksa langsung alat ini. Sedangkan kesulitan yang
kami dapatkan yaitu penjelasan alat-alat oleh pembimbing masih kurang jelas
walaupun kami sudah menanyakan bagian yang kurang jelas itu.
High Volume Sampler adalah alat yang digunakan untuk mengetahui
kondisi udara yang ada di kota Palu. Setiap lima hari sekali alat ini di lihat untuk
mengambil data guna memberikan informasi keadaan udara yang di wilayah kota
Palu. Dalam penelitian ini kami kurang beruntung karena pada saat penelitian ini
datanya telah diperiksa sehingga kami tidak tahu bagaimana cara pengolahan data
yang ada diperoleh dari alat ini.
10.5 Kesimpulan

Dari pemaparan di atas kami dapat menyimpulkan bahwa alat High Volume
Sampler sangat bagus untuk mengetahui tingkat polusi di wilayah terutama daerah
perkotaan. Tingkat keakuratan dari alat ini sangat tinggi dan harganya relatif
murah dibandingkan dengan alat lainnya yang ada di taman alat.

Daftar pustaka

Wawancara langsung dengan pihak BMKG


Bmkg.go.id/12/November/2012

ACARA XI
BAROMETER
11.1 Pendahuluan

11.1.1 Latar Belakang


Meteorologi ilmiah (scientific meteorology) telah berkembang sejak
ditemukannya termometer oleh Galileo (1593), barometer oleh Toricelli (1643)
sistem penghubung yang cepat. Ini adalah tonggak pertama dalam perkembangan
pertanian meteorologi. Masih banyak lagi yang harus di lakukan untuk
menyempurnakan peralatan baik dalam prinsip dan mekanismenya maupun dalam
ketelitian alat-alat pengamatan masing-masing komponen cuaca.
Untuk mengatasi semua itu kini telah banyak diciptakan stasiun
cuaca otomatis(AutomaticWeather Station) yang dijual di pasaran. Hal ini
tentunya memudahkan bagi lembaga masyarakat, instansi pemerintah maupun
swasta terkait dalam melakukan kegiatan pengamatan cuaca. Akan tetapi
harganya

yang

masih

relatif

mahal

membuat

kalangan

tertentu

manjadi sulit untukmemperolehnya.Oleh

karena

itu stasiun

cuaca otomatis

yang murah, akurat dan mudah dioperasikan menjadi pilihan dimasa-masa


sekarang ini.

11.1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara kerja barometer?
2. Bagaimana cara pemasangan barometer?
11.1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui cara kerja barometer
2. Untuk mengetahui tata letak dan pemasangan barometer
11.2

Tinjauan Pustaka

Unsur-unsur klimatologi dan cuaca seperti suhu dan kelembaban


udara,curahhujan,intensitas penyinaran matahari, kecepatan dan arah angin
serta unsur lainnya merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha
pertanian. Dan pengukuran besaran-besaran tersebut lazim dilakukan di stasiunstasiun klimatologi.Cara danalatukurdistasiunmeteorologydanklimatologi

di

Indonesia umumnya secara manual, yang hasil kelengkapan dankeakuratan


datanya sangat tergantung kepada manusia pencatatnya. Beberapa alat pencatat
otomatis buatan pabrik sudah digunakan, tetapi harganya relatif masih mahal.
Pengukuran dan pencatatan tentang iklim/cuaca yang penting dalam
pertanian antara lain : curah hujan (jumlah dan intensitas hujan), evaporasi
(permukaan tanah dan tanaman), radiasi matahari (lama penyinaran dan
intemnsitas penyinaran matahari), kelembaban suhu atau temperatur (udara dan
tanah), dan angin (arah dan kecepatan angin). Untuk hal itu dalam stasiun
pengamatan atau pengukuran iklim/cuaca bagi pertanian lazimnya mempunyai

perlengkapan seperti berikut : shelter (kotak stevenson), termometer suhu


maksimum

dan

minimum,

termometer

bola

basah

dan

bola

kering,

termohigrograf, penakar hujan (ombrometer), anemometer, evaporimeter,


solarimeter, sunshine duration record dan termometer tanah.
Menurut WMO (World Meteorology Organization) dalam penempatan
stasiun klimatologi pertanian diutamakan di stasiun percobaan Agronomi,
Hortikultura, Peternakan, Kehutanan, hidrologi, lembaga penelitian tanah, Kebun
raya ataupun cagar alam serta daerah yang perubahan cuacanya sering
menyebabkan kerugian terhadap produksi pertanian.
Penempatan stasiun klimatologi/meteorology sedapat mungkin memenuhi
syarat antara lain :
1. Sekeliling luasan terpelihara dengan tanaman penutup (rerumputan atau
tanaman yang rendah) sebatas pada pengaruh gerakan angin.
2. Disekitar atau dekatnya tidak ada jalan raya (jalan besar)
3. Tempatnya pada tanah yang datar.
4. Bebas atau jauh dari bangunan dan pohon-pohon besar.
5. Letak stasiun jangan terlalu jauh dengan pengamat dan keperluan
pengamatan. Hal ini akan lebih baik dalam ketepatan waktu dan kondisi
yang dapat dipercaya.

11.3 Metode Praktikum

11.3.1 Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Face
Pointers
Levers
Spring
Hairspring
Cain
Metal drum

11.3.2 Prosedur Kerja


Barometer umum digunakan dalam peramalan cuaca, dimana tekanan
udara yang tinggi menandakan cuaca yang "bersahabat", sedangkan tekanan udara
rendah menandakan kemungkinan badai. Barometer adalah instrumen yang
digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer, yang merupakan
berat udara di atmosfer, bisa digunakan untuk memprediksi pola cuaca. Pola cuaca
umumnya disertai dengan perubahan tekanan atmosfer dari tinggi ke rendah atau
sebaliknya. Fenomena inilah yang digunakan sebagai dasar prakiraan cuaca. Ada
dua jenis utama barometer. Pertama, jenis klasik yang menggunakan air raksa, dan
kedua, barometer aneroid atau barometer digital.Barometer air raksa terbuat dari
tabung kaca lurus yang disegel pada salah satu ujungnya. Ujung tabung yang
terbuka diletakkan tegak dalam semacam piring (dikenal pula sebagai reservoir)
yang diisi dengan air raksa.

11.4 Pembahasan

Kepadatan udara tidaklah sepadat air dan tanah. Namun udarapun


mempunyai berat dan tekanan. Besar kecilnya tekanan udara dapat diukur dengan
menggunakan

barometer.

Barometeradalahalat

yang

digunakanuntukmengukurtekananudara.Jenis yang paling umumdisebut barometer


barometer aneroid.Denganmengukurpeningkatanataupenurunantekananudara yang
kitadapatmemprediksipolacuaca.
Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan
udaranya disebut isobar. Bidang isobar adalah bidang yang tiap-tiap titiknya
mempunyai tekanan udara sama. Jadi perbedan suhu menyebabkan perbedaan
tekanan

udara.Berfungsiuntukmengukurtekananudara

suatutempatsecaraotomatisdengansatuanmilibar (mb).
11.5

Kesimpulan

di

Kita merasakan apakah udara itu panas atau dingin, angin itu bertiup atau
tidak, hujan atau tidak dan sebagainya. Kita melihat apakah langit berawan atau
cerah, hujan turun daun-daunan ditiup angin. Semua komponen-komponen cuaca
tersebut adalah dirasakan dan diketahui sejak dahulu kala, akan tetapi apa yang
dirasakan dan dilihat oleh masing-masing orang sangatlah berlainan. Seseorang
merasakan keadaan udara pada suatu saat adalah panas sekali akan tetapi orang
lain hanya merasakan panas biasa saja.

Daftar pustaka

Handoyo, Prosiding Seminar Nasional Teknik Pertanian 2008, Yogyakarta: 2008


Bmkg. (2010). Instrumentasi dan rekayasa meteorology online: Bmkg . tersedia:
http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Inskal_Rek_Jarkom/Instrumentasi/.ht
ml (12 November 2010)

ACARA XII
DAPUR BMKG
12.1 Pendahuluan

12.1.1 Latar Belakang


SIG (Sistem Informasi Geografi) adalah sistem komputer yang digunakan
untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan
perangkat keras komputer dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk
akuasi da verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan data
updating data, menajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan
presentasi data, dan analisis data Bern (1992)).
Penginderaan jauh adalah suatu cara merekam objek, daerah atau gejalagejala dengan menggunakan alat perekam tanpa kontak langsung atau
bersinggungan dengan objek atau fenomena yang dikaji di permukaan bumi.
Dewasa ini, banyak orang-orang geografi yang kurang tahu atau bahkan
tidak tahu bagaimana cara pengolahan data di BMKG dengan menggunakan SIG
dan Penginderaan Jauh yang di kirim melalui satelit dan alat-alat yang ada di
taman alat. Oleh karena itu, kami meneliti bagaimana cara mengolah data di dapur
BMKG yang kemudian dituaikan ke dalam laporan untuk menghasilkan suatu
informasi yang berguna bagi pembaca sekalian.
12.1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan dapur BMKG?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan SIG?
3. Apa yang dimaksud dengan Penginderaan Jauh?
12.1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian kami yaitu, untuk mengetahui bagaimana


cara mengolah data yang dikirim dari satelit dan taman alat BMKG dengan
menggunakan SIG dan Penginderaan Jauh.
12.2 Tinjauan Pustaka

Penginderaan jauh sebagai suatu sistem tidak bisa terlepas dari beberapa
bagian yang saling terkait antara komponen yangsatu dengan yang komponen
lainnya. adapaun kompnen penginderaan jauh adalah sumber tenaga, atmosfer,
interaksi antara tenaga dan objek, sensor, perolehan data, dan penggunaan data.
SIG merupakan sistem komputer yang digunakan untuk mengumpulkan,
meenganalisis, mengintergrasikan, dan memeriksa informasi-informasi yang
berhubungan dengan permukaan bumi.
Dapur BMKG adalah tempat atau ruangan untuk memonitor atau
nmengolah data yang di peroleh dari taman alat dan Satelit yang terkoneksi
dengannya. Dapur BMKG menghasilkan berbagai informasi tentang bumi kita
seperti kondisi cuaca hari itu, perkiraan cuaca besok, dan mengukur kecepatan
angin.

12.3

Metodologi

12.3.1 Alat dan Bahan


1. Perangkat SIG
2. Sistem penginderaan jauh
12.3.2 Prosedur Kerja
Adapun cara kerja dari alat tersebut adalah sbb:
1. 7 unit komputer
Komputer digunakan untuk mengolah data yang dikirim dari
sumber data yaitu satelit dan alat-alat yang ada di taman alat. Beberapa
alat memakai SIM card yang langsung berkoneksi dengan satelit
sehingga data yang di peroleh langsung dikirim ke komputer dengan

format SMS data tersebut berupa angka-angka yang mewakili suatu


informasi. Kemudian komputer mengolah data-data yang berupa angka
itu menjadi sebuah gambar yang dapat dibaca oleh semua orang,
biasanya berupa kondisi cuaca saat itu atau kecepatan angin.
2. SIG
Pada sebuah aplikasi SIG, pada umumnya terdapat beberapa
fasilitas informasi yang hampir sama dengan sebuah peta, akan tetapi
tentunya menyediakan tool yang menyediakan fasilitas untuk
memasukkan,

menyimpan,

memeriksa,

mengintegrasikan,

memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data. Secara umum,


aplikasi SIG menggunakan dua jenis data untuk merepresentasikan
tentang suatu objek, daerah atau fenomena yang terdapat di dunia
nyata. Pertama, jenis data yang mempresentasikan aspek-aspek
keruangan dari fenomena yang bersangkutan. Jenis data ini sering
disebut data posisi, koordinat ruang atau spasial. Dan yang kedua,
adalah jenis data yang mempresentasikan aspek-aspek deskriptif dari
fenomena yang dimodelkannya. Aspek deskriptif ini mencakup items
atau properties dari fenomena yang bersangkutan hingga dimensi
waktunya. Jenis data ini sering juga disebut data atribut atau data
nonspasial. Adapun tahapan kerja SIG yaitu pertama pemasukan data.
Pemasukan data ini ada dua tipe yakni penyiamann yang erupakan
proses pengubahan data goegrafi menjadi data raster. Dan digitasi
yakni proses pengubahan data geografi menjadi data vektor. Kedua,
manajemen pengolahan basis data, pada tahap ini data yang saling
berinteraksi

digabungkan

dengan

sekumpulan

program

yang

mengakses data-data tersebut. Ketiga, analisis data atribut, pada tahap


ini kita memilah dan mengedit data yang terdapat di dalam tabel basis
data. Keempat yaitu hasil, hasil dari proses pengerjaan dengan SIG
ada dua macam yakni hardcopy berupa peta, tabel, laporan dan bentuk
softcopy berupa informasi digitasi.

3. Penginderaa jauh
Pengideraan jauh dilengkapi dengan sensor untuk menerima
dan merekam tenaga yang datangdari suatu objek. Sensor
penginderaan jauh terdapat dua tipe, pertama sensor fotografik, sensor
ini berupa kamera dengan menggunakan film sebagai detektornya
yang bekerja pada spektrum tampak. Hasl dari penggunaan sensor
motorik yaitu bentuk foto udara. Kedua, sensor elektronik
menggunakan tenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang
beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari siinar X sampai
gelombang radio dengan pita magnetik senagai detektornya. Hasil
dari sensor ini berupa data yang berbentuk citra. Perolehan data dapat
dilakukan dengan cara manua secara visual dan cara numerik atau
digital.
12.4

Pembahasan

Dalam melakukan praktek ini kami menemukan kesulitan dan kemudahan


sebagai praktikan. Adapun kemudahan yang kami peroleh adalah praktikan dapat
melihat langsung alat dan melihat langsung cara kerja pengolahan data yang ada
di dapur BMKG. Sedangkan, kesulitan yang kami peroleh adalah kami selaku
praktikan kurang memahami cara pengoperasian komputer dalam megolah datadata yang di peroleh dari taman alat di BMKG.
Dapur BMKG tersambung dengan satelit luar angkasa yang dimiliki oleh
Amerika yaitu NOAH. Indonesia cukup beruntung karena mendapat dua satelit
yaitu NOAH dan GMS. NOAH berada di sudut kiri Indonesia dan memberikan
informasi tentang Indonesia secara horizontal Indonesia, sedangkan satelit GMS
memberikan informasi secara vertikal Indonesia.
Dapur BMKG terdiri dari alat-alat elektronik seperti komputer dan
perangkat-perangkat komputer lainnya. di dalam dapur ini, data yang diperoleh
dari taman alat dan citra satelit berupa angka-angka atau simbol-simbol yang
mewakili data tertentu yang akan di olah dan menghasilkan suatu informasi. Di
dalam dapur ini juga memberikan informasi tentang cuaca dan informasi tentang

BMKG

itu

sendiri

melalui

jaringan

sosial

seperti

alamat

website

(www.bmkg.go.id) dan juga melalui facebook (BMKG PALU).


12.5 Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kami simpulkan bahwa dapur BMKG tempat
yang paling utama di BMKG karena di dapur BMKG ini adalah tempat
mengolahnya data-data yang dikirim dari satelit NOAH dan alat-alat yang ada di
taman alat.

Daftar Pustaka

Danang Endarto, dkk. 2009. Geografi 3 SMA/MA. Jakarta: Aneka Ilmu


Suryanto, Agus. Integrasi aplikasi sistem informasi geografis. Malang: Ombak
BMKG Palu, Sulteng. 2016