Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Pendahuluan
Penyakit kulit karena infeksi bakteri yang sering diterjadi disebut
pioderma. Pioderma disebabkan oleh bakteri gram positif staphyllococcus,
terutama S. aureus dan streptococcus atau keduanya. Faktor predisposisinya yaitu
higiene yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh (mengidap penyakit
menahun, kurang gizi, keganasan/kanker dan sebagainya) dan adanya penyakit
lain di kulit yang menyebabkan fungsi perlindungan kulit terganggu. (IKK FKUI)
Erisipelas dan Selulitis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan
oleh bakteri,yang menyerang jaringan subkutis dan daerah superficial (epidermis
dan dermis). Faktor resiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal
(robekan kulit), luka terbuka di kulit atau gangguan pada pembuluh vena maupun
pembuluh getah bening. Angka kejadian infeksi kulit ini kira-kira mencapai 10%
pasien yang dirawat di rumah sakit. (Fitzpatrick)
Erisipelas merupakan bentuk selulitis superfisial yang mengenai pembuluh
limfe dan disebabkan oleh Streptokokus betahemolitikus grup A ( Jarang
ditemukan streptococcus grup C dan G) dan jarang yang disebabkan oleh
S.aureus. (Fitzpatrick) Erisipelas dapat terjadi pada semua usia dan semua bangsa
atau ras , namun paling sering terjadi pada bayi, anak dan usia lanjut. Sekitar 85 %
Erysipelas terjadi di kaki dan wajah, sedangkan sebagian kecil dapat terjadi di
tangan, perut dan leher serta tempat lainnya. (http://emedicine.medscape.com
/article/1052445-overview)

1.2 Definisi
Erisipelas adalah infeksi bakteri pada kulit yang mengenai dermis
bagian atas yang meluas ke pembuluh limfe superficial. Erisipelas teraba lembut
dengan

makula

eritematosa,

plak

indurasi

dengan

batas

tegas.

(http://emedicine.medscape.com /article/1052445-overview)
1.3 Epidemiologi
Erisipelas merupakan penyakit yang harus diisolasi, meskipun telah
dilaporkan insiden erysipelas mengalami penurunan sepanjang pertengahan abad
20. Diduga karena pengembangan antibiotic, sanitasi yang semakin baik, dan
penurunan virulensi. Namun insidensi erisipelas telah dicatat sejak akhir 1980-an.
Perubahan distribusi dari wajah ke ekstremitas bawah kemungkinan besar
terkait dengan populasi yang menua dan adanya factor risiko yang memperberat
seperti lymphedema. Sekitar 85% kasus erisipelas lebih banyak terjadi di daerah
kaki daripada wajah.

1.4 Etiologi
1.5 Patofisiologi
1.6 Gejala Klinis

Gejala awal tersering berupa malaise, menggigil dan demam. Setelah


beberapa jam kulit yang terkena infeksi menjadi merah, erupsi meluas dan dapat
berkembang menjadi plak kemerahan. (John Hunter)
1.7 Diagnosis
1.8 Diagnosis Banding
1.9 Penatalaksanaan
1.10 Prognosis
1.11 Pencegahan

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Identittas Penderita
Nama

: Tn. Darsono

Umur

: 73 thn

Jenis kelamin

: laki-laki

Alamat

: jl. Tidar 239 D Sawahan

Pekerjaan

: satpam

Agama

:islam

Suku bangsa

: jawa

Tgl Pemeriksaan : 6 Agustus 2015


2.2 Database

Keluhan Utama : Bengkak dan gatal di kaki kiri


Riwayat penyakit sekarang : Penderita datang ke poli kulit kelamin RSU Haji
Surabaya pada tanggal 6 Agustus 2015 dengan keluhan kaki kiri bengkak dan
gatal sejak 5 hari yang lalu. Awalnya timbul panas badan dan pusing kepala
kemudian sorenya kaki sudah bengkak kemerahan dan kaku. Pasien mengalami
penurunan nafsu makan. Sudah ke puskesmas diberi obat pusing dan obat suntik
tapi belum membaik. .
Riwayat penyakit dahulu :

Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya


Pasien sering bersin di pagi hari maupun terkena debu. Pasien tidak
punya alergi makanan dan oba-obatan. Pasien tidak punya penyakit

asma.
Paien tidak punya penyakit hipertensi, DM dan PJK

Riwayat penyakit keluarga :

Keluarga penderita tidak ada yang menderita penyakit seperti ini

namun anak laki-lakinya menderita dermatitis didaerah selangkangan


Riwayat bersin-bersin di pagi hari, alergi makanan, obat-obatan
maupun asma pada anggota keluarga disangkal

Riwayat sosial :

Sebelum mengalami gejala itu pasien ikut kerja bakti membersihkan

parit di kompleks rumahnya dan tidak memakai sepatu boots


Pasien jarang makan hanya makan 2 hari sekali

2.3 Pemeriksaan Fisik

Status generalis
Keadaan umum

: cukup

Kesadaran

: kompos mentis

Tekanan darah

: 130/80

Nadi

: 76x/menit

Suhu

: 37,8oC

Kesan status gizi : cukup


K/L

: konjungtiva anemis (-), ikterik (-)


Pembesaran KGB (-)
JVP R+5cm

Thoraks
Paru

inspeksi

: bentuk dada simetris

Palpasi

: fremitus dextra sinistra simetris

Perkusi

: sonor di kedua lapang paru

Auskultasi

: bronkhovesikuler di kedua lapang paru


Ronkhi (-/-) wheezing (-/-)

Jantung

inspeksi

: iktus kordis tidak tampak

Palpasi

: iktus kordis tidak kuat angkat

Perkusi

: batas jantung dalam batas normal

Auskultasi

: S1 S2 tunggal
Gallop (-), murmur (-), ekstrasistole (-)

Abdomen inspeksi

: flat

Palpasi

: nyeri tekan (-), hepar lien tidak teraba

Perkusi

: tymphani, shifting dullness (-)

Auskultasi

: bising usus dalam batas normal

Punggung

: sudut kostovertebra nyerri tekan (-), nyeri ketok (-)

Ekstremitas

: edema (-), akral hangat (+), CRT < 2 detik, teraba


hangat dan nyeri tekan pedis sinistra

Status lokalis

Regio
Efloresensi

: pedis sinistra
: makula eritematosa batas tidak jelas

dengan teepi meninggi dan oedem


Pemeriksaan Penunjang :
Dilakukan pemeriksaan DL, GDA, BUN, serum kreatinin, kolesterol, TG,
HDL, LDL
Hasil Laboratorium
Hb 12,8

Leukosit 10590
Trombosit 374000
Hematokrit 36,9
GDA 89
BUN 15
Serum kreatinin 0,8
Kolesterol
TG
HDL
LDL
2.4 Resume :

Seorang laki-laki usia 73 tahun datang dengan keluhan kaki kiri


bengkak dan gatal sejak 5 hari yang lalu. Awalnya timbul panas badan
dan pusing kepala kemudian sorenya kaki sudah bengkak kemerahan

dan kaku. Pasien mengalami penurunan nafsu makan


Sudah ke puskesmas diberi obat pusing dan obat suntik tapi belum

membaik.
Pasien tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya
Status generalis : dalam batas normal
Status dermatologis : Et regio pedis sinistra didapatkan macula

eritematosa batas tidak jelas dengan tepi meninggi dan oedem.


Pada pemeriksaan laboratorium tidak didapatkan hasil yang abnormal

2.5 Diagnosis
Erisipelas pedis sinistra
2.6 Diagnosis banding
2.7 Planning

Diagnosis :
Terapi
:
Non medikamentosa
Medikamentosa
o Topikal
o Sistemik
Monitoring
Edukasi

2.8 Prognosis