Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

HUKUM PAJAK

Dosen : Dr. Shinta Hadiyantina, SH., MH.

OLEH
Soraya Hafidzah Rambe
NIM. 155010107111017

KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


ILMU HUKUM
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2016

Rangkuman Tax Amnesty

1. Pengertian Tax Amnesty


Suatu kebijakan ekonomi yang mendasar yang memberikan dampak fiskal dan non fiskal
dan juga suatu kesempatan waktu yang terbatas pada kelompok pembayar pajak tertentu
untuk membayar sejumlah tertentu dan dalam waktu tertentu berupa pengampunan
kewajiban pajak (termasuk bunga dan denda) yang berkaitan dengan masa pajak
sebelumnya atau periode tertentu tanpa takut hukuman pidana.
2. Dampat fiskal dan non fiskal Tax Amnesty
Dari sisi fiskal, pemerintah memang harus melakukan reformasi di sektor perpajakan.
Apalagi, penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera berlaku. Ketika
MEA berlaku, pajak yang diterapkan pemerintah harus kompetitif dengan negara lain.
Saat ini pajak yang dikenakan di dalam negeri relatif lebih mahal bila dibandingkan
dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura.
Dari sisi non fiskal, beberapa masalah harus menjadi perhatian pemerintah. Yakni
perizinan usaha, ketenagakerjaan, dan sistem birokrasi. Masalah ini penting dibenahi
pemerintah, karena negara-negara lain akan menerapkan kebijakan serupa.
3. Kondisi ekonomi global
Sementara Ekonomi global saat ini sangat banyak permasalahannya seperti;
a. Moderasi pertumbuhan ekonomi global
b. Perekonomian amerika yang belum stabil
c. Perlambatan pertumbuhan tiongkok
d. Ketidakpastian kebijakan moneter
e. Harga komoditas menurun
f. Risiko geopolitik: timur tengah & brexit
4. Apa dampak semua ini terhadap indonesia?
o Perlambatan ekonomi indonesia
o Defisit neraca perdagangan
o Defisit anggaran membesar
o Penurunan laju pertumbuhan sektor
o Industri/ manufaktur
o Infrastructure gap yang masih tinggi
Akibat kondisi tersebut pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia semakin
meningkat.

Oleh karena itu, kebijakan amnesti pajak menjadi bagian dari upaya untuk bertahan dari
guncangan ekonomi global. Karena tax amnesty yang sudah di luncurkan Undangundangnya merupakan instrumen untuk mendorong repatriasi. Apa itu repatriasi ? harta
yang berada di luar wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia yang dialihkan ke
dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Instrumen sebagai insentif untuk
mendorong orang mau membawa modalnya kembali ke Indonesia. Seperti yang kita
ketahui banyak harta WNI di luar negeri sangatlah banyak, di kutip dalam berita
tempo.co jumlah uang WNI di luar negeri saat ini mencapai Rp 11.400 Triliun Rupiah.
Jumah yang sangat fantastis bila di bayangkan.
5. Apa saja manfaat dan tujuan Amnesti Pajak?
a. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui
b. Repatriasi aset, yang ditandai:
o peningkatan likuiditas domestik;
o perbaikan nilai tukar rupiah;
o penurunan suku bunga;
o peningkatan investasi
c. Bagian dari reformasi perpajakan menuju sistem yang
d. Berkeadilan, serta perluasan basis data perpajakan
e. Meningkatkan penerimaan pajak
6. Asas, Tujuan, Objek dan Subjek tentang pengampunan pajak
a. Tujuan pengampunan pajak
Tujuan penyusunan undang-undang tentang pengampunan pajak tercantum dalam pasal 2
uu nomor 11 tahun 2016, yaitu :
1.

Mempercepat

pertumbuhan

dan

restrukturisasi

ekonomi

melalui

pengalihan harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan


likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar rupiah, penurunan suku bunga, dan
peningkatan investasi;
2.

Mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih


berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif,
dan terintegrasi; dan

3.

Meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk


pembiayaan pembangunan.

b.

Asas pengampunan pajak

Pengampunan pajak dilaksanakan berdasarkan asas yang tertuang di pasal 2 ayat (1) dan
penjelasannya uu nomor 11 tahun 2016, yaitu :
1.

Kepastian hukum, yaitu pelaksanaan pengampunan pajak harus

dapat

mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.


2.

Keadilan,

yaitu

pelaksanaan

pengampunan

pajak

menjunjung

tinggi

keseimbangan hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat.


3.

Kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan pengampunan pajak bermanfaat


bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam memajukan
kesejahteraan umum.

4.

Kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan pengampunan pajak mengutamakan


kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

c.

Subjek pengampunan pajak

Yang berhak mendapatkan pengampunan pajak adalah setiap wajib pajak yang
mempunyai kewajiban menyampaikan surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan,
kecuali wajib pajak yang sedang:
1.

Dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap


oleh kejaksaan

d.

2.

Dalam proses peradilan

3.

Menjalani hukuman pidana

Objek pengampunan pajak


Pengampunan pajak diberikan kepada wajib pajak melalui pengungkapan harta yang
dimilikinya dalam surat pernyataan. Berada dalam pasal 3 dan penjelasan pasal 5 ayat (2)
uu nomor 11 tahun 2016, yaitu :
1.

Pengampunan pajak meliputi pengampunan atas kewajiban perpajakan sampai


dengan akhir tahun pajak terakhir, yang belum atau belum sepenuhnya

2.
3.

diselesaikan oleh wajib pajak, yang terdiri dari:


Pajak penghasilan;dan
Ppn atau ppn dan ppnbm
7. Ketentuan Umum dalam Tax Amnesty
a. Pengertian

Penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi


perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap
Harta dan membayar Uang Tebusan.
- Harta : Harta adalah akumulasi tambahan kemampuan ekonomis
berupa seluruh kekayaan, baik berwujud maupun tidak berwujud,
baik bergerak maupun tidak bergerak, baik yang digunakan
untuk usaha maupun bukan untuk usaha, yang berada di dalam
-

dan/atau di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Utang : Utang adalah jumlah pokok utang yang belum dibayar
yang berkaitan langsung dengan perolehan Harta.

8. Cara menghitung uang tebusan

Tarif x dasar pengenaan

Dasar pengenaan Uang Tebusan dihitung berdasarkan nilai Harta bersih yang belum
atau belum seluruhnya dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir.
9. Cara penyampaian surat pernyataan harta
- Syarat
a)

memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;

b) membayar Uang Tebusan;


c) melunasi seluruh Tunggakan Pajak;
d) melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang seharusnya tidak
dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau
penyidikan;
e) menyampaikan SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban
menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan
f) mencabut permohonan:
a.

pengembalian kelebihan pembayaran pajak;

b. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan
yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang;

c.

pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar;

d. keberatan;
e.

pembetulan atas surat ketetapan pajak dan surat keputusan;

f.

banding;

g. gugatan; dan/atau
h. peninjauan kembali,
i.

dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau putusan
- Cara Penyampaian Surat Pernyataan

Wajib pajak menyampaikan Surat Pernyataan ke KPP terdaftar, dengan melampirkan:


a) bukti pembayaran Uang Tebusan berupa surat setoran pajak atau bukti penerimaan negara;
b) bukti pelunasan Tunggakan Pajak berupa surat setoran pajak atau bukti penerimaan negara dan/
atau surat setoran' bukan pajak beserta daftar rincian Tunggakan Pajak, bagi Wajib Pajak yang
memiliki Tunggakan Pajak;
c) daftar rincian Harta dengan menggunakan format sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam
Lampiran D PMK 118/2016 beserta informasi kepemilikan Harta yang dilaporkan;
d) daftar Utang dengan menggunakan format sesuai contoh sebagaimana tercantum dalam
Lampiran D PMK 118/2016 serta dokumen pendukung;
e) bukti pelunasan pajak yang tidak atau kurang dibayar atau yang tidak seharusnya
dikembalikan berupa:
a.

surat setoran pajak; atau

b.

bukti penerimaan negara,

- Jangka Waktu
Surat Keterangan harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh)
hari kerja terhitung sejak tanggal diterima Surat Pernyataan beserta lampirannya
10. Fssilitas Amnesti Pajak
a) penghapusan pajak yang seharusnya terutang (PPh dan PPN dan/atau PPn BM), sanksi
administrasi, dan sanksi pidana, yang belum diterbitkan ketetapan pajaknya;
b) penghapusan sanksi administrasi atas ketetapan pajak yang telah diterbitkan;

c) tidak dilakukan pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak
Pidana di Bidang Perpajakan;
d) penghentian pemeriksaan pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak
Pidana di Bidang Perpajakan, dalam hal Wajib Pajak sedang dilakukan pemeriksaan
pajak, pemeriksaan bukti permulaan, dan penyidikan Tindak Pidana di Bidang
Perpajakan; dan
e) Penghapusan PPh Final atas pengalihan Harta berupa tanah dan/atau bangunan serta
saham

1.

11. Manajemen dan Data informasi


Data Informasi
Data dan informasi yang bersumber dari Surat pernyataan tidak dapat
dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana
terhadap Wajib Pajak.
2.
Rahasia
Semua pihak yang berkaitan dengan pengampuan pajak dilarang
Membocorkan,menyebarluaskan
3.

dan

meberitahukan

kecuali

atas

persetujuan wajib pajak sendiri.


Itikad Baik
Semua pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengampunan Pajak,
tidak dapat dilaporkan, digugat, dilakukan penyelidikan, dilakukan

penyidikan, atau dituntut, baik secara perdata maupun pidana.


12. Ketentuan pidana
Berada dalam Bab XI Pasal 23 UU tentang Pengampunan Pajak, yaitu
1. Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.
2. Penuntutan terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dilakukan
atas pengaduan orang yang kerahasiaannya dilanggar.