Anda di halaman 1dari 3

Inquiry Method and Student Academic Achievement in Biology :

Lessons and Policy Implications


( Metode Inkuiri dan Prestasi akademic dalam Biologi :
Pembelajaran dan Implikasi Kebijakannya)
Oleh :
Jacinta A. Opara

A. Latar Belakang Penelitian


Latar belakang penelitian ini dari analisis hasil SSCE (Senior Secondary Certificate
Examination) dari tahun 2006-2008, yang dilakukan oleh penulis, bahwa rata-rata hasil
SSCE tersebut gagal dalam biologi. Dari hasil ini para praktisi pendidikan melihat solusi
alternatif untuk mengajarkan biologi agar kondisi tersebut bisa berubah. Inkuiri diyakini
dapat menjadi solusi alternatif untuk merubah kondisi tersebut. Pembelajaran dengan
metode Inkuiri diyakini dapat membuat siswa belajar lebih aktif dibnding dengan metode
konvensional. Guru dapat membantu perkembangan pengalaman belajar siswa dan pada
akhirnya akan berpengaruh positif pada keterampilan proses biologi dan memahami biologi
lebih baik.
B. Permasalahan
Dari latar belakang penelitian tersebut, maka permasalahan yang diambil dalam penelitian
ini adalah :
Bagaimana metode pembelajaran inkuiri dapat memperbaiki prestasi akademik siswa
dalam biologi ?
Pertimbangan apa yang dapat mengimplementasikan inkuiri dalam biologi?
Tujuan Penelitian :
Untuk membandingkan rata-rata skor prestasi siswa yang diberi pembelajaran dengan

metode inkuiri dan siswa yang diberi pembelajaran dengan metode konvensional
Untuk membandingkan rata-rata skor prestasi pria dan wanita yang diberi pembelajaran

dengan metode inkuiri


Untuk membandingkan rata-rata skor prestasi siswa yang ada di daerah perkotaan dan
daerah pedesaan ketika diberi pembelajaran dengan inkuiri

C. Landasan Teori
Landasan teori pada jurnal ini membahas tentang hubungan antara proses sains dan metode
pembelajaran inkuiri. Menurut beberapa penelitian juga menekankan bahwa inkuiri dapat

AnalisisJurnal11-Sri Daryanti

-1-

mengembangkan kemampuan siswa dalam berfikir kritis dan berfikir logis. Inkuiri juga
berpengaruh langsung dengan keterampilan proses sains siswa.
D. Metodologi Penelitian
Desain : quasi-Experimental dengan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol
Subjek : sebanyak 120 siswa SSI (Student Secondary School) yang diambil dari empat
sekolah yang ada di daerah Ogba, Egbema dan Ndoni. Setiap sekolah diambil 30 siswa
secara acak. Subjek yang diambil ini mewakili sampel untuk penelitian.
Instrumen : Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu :
(1) Biology Achievement Test (BAT) yang dikembangkan pada unit penyerbukan pada
bunga, fungsi dan struktur otot dan perkecambahan benih.
(2) Catatan dalam pembelajaran (observasi pembelajaran) menggunakan metode inkuiri dan
metode konvensional.
E. Hasil Penelitian
Hasil penelitian dapat terlihat dari tabel 1, tabel 2 dan tabel 3, sebagai berikut:

Dari hasil penelitian ini, maka semua hipotesis nol nya ditolak (Ho1, Ho2, Ho3), artinya :
Pembelajaran dengan metode inkuiri dianggap lebih baik dari metode pembelajaran

konvensional
Pembelajaran dengan inkuiri memberi dampak yang baik bagi siswa lelaki dibandingkan
siswa perempuan

AnalisisJurnal11-Sri Daryanti

-2-

Pembelajaran inkuiri memberi dampak yang lebih baik bagi siswa yang bersekolah di
daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedesaan.

F. Kelebihan dan Kelemahan Penelitian


Kelebihan :
Pada landasan teori, alasan peneliti mengambil metode pembelajaran inkuiri sangatlah
jelas, apalagi penulis ini juga menghubugkan dengan proses belajar sains dan
keterampilan proses sains yang akan didapat siswa.
Bahasa yang digunakan dalam jurnal sangat mudah dipahami pembaca
Kelemahan :
Pada jurnal tidak dijelaskan pembelajaran inkuiri seperti apa yang dilakukan sehingga

dapat berpengaruh pada keterampilan proses sains siswa


Penelitian yang dihubungkan dengan gender, sebenarnya sangatlah relatif dan tidak dapat

dijadikan patokan, sehingga terkesan menyudutkan gender tertentu.


Pada hasil penelitian, terlalu menyudutkan dan menjelekan sekolah yang berada di
pedesaan

AnalisisJurnal11-Sri Daryanti

-3-