Anda di halaman 1dari 12

Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat


rahmat dan karunia-Nya, makalah yang berjudul Shalat Jumat telah
selesai disusun. Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk mengatahui
bagaimana tata cara dan haal hal yang harus diperhatikan dalam shalat
jumat.
Dalam penulisan makalah ini, berbagai hambatan telah penulis
alami. Oleh karena itu, terselesaikannya karya ilmiah ini tentu saja bukan
karena kemampuan penulis semata. Namun karena adanya dukungan dan
bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Penulis juga berterima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat
penulis sebutkan, yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari pengetahuan dan
pengalaman penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar
karya ilmiah ini lebih baik dan bermanfaat. Akhir kata penulis ucapkan
semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi tujuan makalah ini.

BAB 1
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah bersabda:

"Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jum'at sebagai
hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya
orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk
menjadikan hari Jum'at sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara
berurutan, yaitu hari Jum'at, Sabtu dan Ahad. Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti
kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di
hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum
seluruh makhluk". (HR. Muslim)
Al-Hafidz Ibnu Katsir berkata: "Hari ini dinamakan Jum'at, karena artinya merupakan
turunan dari kata al-jam'u yang berarti perkumpulan, karena umat Islam berkumpul pada hari
itu setiap pekan di balai-balai pertemuan yang luas. Allah l memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin berkumpul untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah l
berfirman:"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari
Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". (QS. 62:9)
Maksudnya, pergilah untuk melaksanakan shalat Jum'at dengan penuh ketenangan,
konsentrasi dan sepenuh hasrat, bukan berjalan dengan cepat-cepat, karena berjalan dengan
cepat untuk shalat itu dilarang. Al-Hasan Al-Bashri berkata: Demi Allah, sungguh maksudnya
bukanlah berjalan kaki dengan cepat, karena hal itu jelas terlarang. Tapi yang diperintahkan
adalah berjalan dengan penuh kekhusyukan dan sepenuh hasrat dalam hati. (Lihat Tafsir Ibnu
Katsir : 4/385-386).

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pergertian Shalat Jumat
Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara
berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.
B. Hukum Sholat Jum'at
Shalat Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam,
merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita /
perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.
Dalil hukum sholat jumat.
" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian
itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." Al-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9
"Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan salat Jumat atau kalau tidak, Allah
akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai." (HR. Muslim)
"Sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) salat bersama-sama yang lain,
kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan salat Jumat. (HR.
Muslim)
"Salat Jumat itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjamaah terkecuali
empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit." (HR.
Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)
C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat
Ketahuilah, pada umumnya, ketentuan-ketentuan (syarat-syarat) yang berkaitan
dengan Sholat-sholat lainnya berlaku pula pada sholat hari Jum'at, Namun, ada beberapa
syarat lainnya yang khusus berkenan dengan Sholat Jum'at.
Pertama, waktunya, yakni, harus pada waktu Sholat Zhuhur. Maka, jika salam pada
Sholat Jum'at berlangsung setelah masuknya waktu Ashar, terlewatkan Sholat Jum'at dan
wajib menyempurnakannya menjadi empat raka'at Zhuhur.
Kedua,tempatnya; tidak sah Sholat Jum'at di tengah-tengah sahara, padang-padang
terbuka atau pemukiman-pemukiman sementara (perkemahan-perkemahan dan sebagainya).

Harus diselenggarakan di kota atau desa yang berbangunan tetap dan dihuni oleh paling
sedikit empat puluh orang yang memenuhi persyaratan kewajiban berSholat Jum'at.
Ketiga, Jumlah pengunjung. Tidak sah Sholat Jum'at, apabila jumlah yang
mengerjakannya kurang dari empat puluh orang laki laki dewasa, merdeka (bukan hamba
sahaya) dan menetap (bermukim) di kota atau desa tersebut (tidak memiliki kebiasaan
meninggalkannya

di

musim

dingin

atau

musim

panas).

Jika

di

tengah-tengah

terselenggaranya Sholat Jum'at, yakni, selama waktu Sholat atau Khutbah, sebagian dari
mereka meninggalkan tempat, sehingga jumlah mereka berkurang dari empat puluh orang,
Sholat Jum'at tersebut tidak sah. Jadi paling sedikit jumlah tersebut harus lengkap dari awal
sampai akhir.
Keempat, dilakukan dalam jama'ah. Seandainya ada empat puluh orang dalam suatu
kota atau desa, tetapi mereka terpencar dan masing-masing sholad sendirian, tidaklah sah
Sholat Jum'at mereka. Lain halnya dengan seorang masbuq, yakni, yang datang terlambat
pada Sholat Jum'at. Apabila ia mendapat raka'at kedua bersama imam, hendaknyalah ia ikut
Sholat berjama'ah sambil berniat Sholat Zhuhur dan nanti, setelah salam imamnya, ia bangkit
dan Sholat Zhuhur empat raka'at.
Kelima, hendaknya Sholat Jum'at tersebut tidak didahului oleh Sholat Jum'at lainnya
di kota yang sama. Jika tidak mungkin mereka semua berkumpul di satu masjid (atau tempat
lain), boleh dilaksanakan di dua, tiga, empat tempat atau lebih sekedar kebutuhan. Tetapi, jika
tidak ada kebutuhan, maka Sholat Jum'at yang sah hanyalah yang paling dahulu takbiratul
ihramnya. Namun, kalau memang dibutuhkan Sholat Jum'at yang lebih dari satu itu,
semuanya dianggap sah. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya memilih bersholat di belakang
imam yang dianggap paling afdhal (paling faqih, paling sempurna bacaannya dan
sebagainya). Jika imam-imam itu sama saja kedudukannya dalam hal-hal tersebut, sebaiknya
memilih masjid yang lebih lama didirikannya. Jika sama waktu mendirikannya, sebaiknya
memilih yang lebih dekat. Banyaknya pengunjung masjid, juga hendaknya dijadikan bahan
pertimbangan untuk diutamakan.
Keenam,Wajib mengucapkan dua khutbah sebelum Sholat, wajib pula berdiri pada
waktu mengucapkannya. Demikian pula, duduk di antara kedua khutbah. Khutbah pertama
harus mengandung enam hal :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.

3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.


4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.
Pada Khutbah kedua, diwajibkan pula memenuhi ketentuan-ketentuan di atas, kecuali
kewajiban berdoa sebagai pengganti kewajiban membaca ayat Al-Quran. Di samping itu,
kedua khutbah tersebut wajib didengarkan oleh sekurang-kurangnya empat puluh orang dari
yang hadir.
D. Hikmah Solat Jum'at
1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama
dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama
antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.
E. Tata Cara Salat Jumat
1. Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian
memberi salam dan duduk.
2. Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
3. Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan
hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah
SAW. Kemudian memberikan nasihat kepada para jamaah, mengingatkan mereka
dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan
RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka
dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta
ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta'ala. Kemudian duduk sebentar
4. Khutbah kedua : Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan
pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang
sama dengan khutbah pertama sampai selesai

5. Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat


untuk melaksanakan salat. Kemudian memimpin salat berjama'ah dua rakaat dengan
mengeraskan bacaan
F. Sunah sunah sholat jumat
Pada salat Jumat setiap muslim dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut:

Mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi).


"Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi jinabat, kemudian
dia pergi ke masjid pada saat pertama, maka seakan-akan dia berkurban dengan
seekor unta dan siapa yang berangkat pada saat kedua, maka seakan-akan ia
berkurban dengan seekor sapi, dan siapa yang pergi pada saat ketiga, maka seakanakan dia berkurban dengan seekor domba yang mempunyai tanduk, dan siapa yang
berangkat pada saat keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam,
dan siapa yang berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah dia berkurban dengan
sebutir telur, dan apabila imam telah datang, maka malaikat ikut hadir mendengarkan
khutbah." (Muttafaq alaih).
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat dan bersuci sebisa mungkin,
kemudian dia memakai wangi-wangian atau memakai minyak wangi, lalu pergi ke
masjid dan (di sana) tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk berjajar),
kemudian dia salat yang disunnahkan baginya, dan dia diam apabila imam telah
berkhutbah, terkecuali akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat (itu) dan Jumat
berikutnya selama dia tidak berbuat dosa besar." (HR. Al-Bukhari)

Meninggalkan transaksi jual beli ketika adzan sudah mulai berkumandang.

Menyegerakan pergi ke masjid.

Melakukan salat-salat sunnah di masjid sebelum salat Jumat selama Imam belum
datang.

Tidak

melangkahi

pundak-pundak

memisahkan/menggeser mereka.

orang

yang

sedang

duduk

dan

Berhenti dari segala pembicaraan dan perbuatan sia-sia apabila imam telah datang.

Hendaklah memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW


pada malam Jumat dan siang harinya
"Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, sesungguhnya
tidak seorang pun yang membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat kecuali
diperlihatkan kepadaku shalawatnya itu." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Memanfaatkannya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa karena hari Jumat adalah


waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa.
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka dia akan
mendapat cahaya yang terang di antara kedua Jumat itu." (HR. Al-Hakim dan AlBaihaqi, hadits shahih).

KHUTBAH JUMAT
a. syarat-syarat untuk menjadi khatib diantaranya sebagai berikut.
1. Khatib harus laki-laki dewasa
2. Khatib harus mengetahui tentang ajaran Islam agar khotbah yang disampaikan tidak
membingungkan atau menyesatkan jemaahnya
3. Khatib harus mengetahui tentang syarat, rukun dan sunah khotbah Jumat
4. Khatib harus mampu dan fasih berbicara di depan umum
5. Khatib harus bisa membaca ayat-ayat Al Quran dengan baik dan benar

b. Syarat khotbah Jumat


Khotbah jumat memiliki syarat-syarat antara lain sebagai berikut.
a. Khotbah harus dilaksanakan dalam bangunan yang dipakai untuk salat jumat
b. Khotbah disampaikan khotib dengan berdiri (jika mampu) dan terlebih dahulu memberi
salam

c. Khotbah dibawakan agak cepat namun teratur dan tertib.


Salah satu bentuk pelaksanaan khotbah yang tertib adalah mengikuti sabagai contoh
hadis berikut ini yang artinya: Rasulullah SAW berkhotbah dengan berdiri dan beliau duduk
diantara dua khotbah. (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Turmuzi)
d. Setelah khotbah selesai segera dilaksanakan salat jumat
e. Rukun khotbah dibaca dengan bahasa Arab, sedangkan materi khotbahnya dapat
menggunakan bahasa setempat.
f. Khotbah dilaksanakan setelah tergelincir matahari (masuk waktu zuhur) dan dilaksanakan
sebelum salat jumat.
g. Khotbah disampaikan dengan suara yang lantang dan tegas, namun tanpa suara yang kasar.
Hadis menyebutkan sebagai berikut. Yang artinya : Bila rasulullah SAW berkhotbah kedua
matanya memerah, suaranya tegas dan semangatnya tinggi bagai seorang panglima yang
memperingatkan kedatangan musuh yang menyergap di kala pagi atau sore. (HR Muslim
dan Ibnu Majjah)
c.

Rukun Khotbah jumat


Rukun khotbah harus dilakukan dengan tertib. Apabila rukun khotbah tidak

dilaksanakan dengan tertib, salat jumat tersebut akan menjadi tidak sah. Adapun rukun
khotbah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Membaca hamdalah
2. Membaca shalawat atas nabi
3. Membaca syahadatain yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul
4. Berwasiat atau memberikan nasehat tentang ketakwaan dan menyampaikan ajaran
Islam tentang aqidah, Syariah atau muamalah
5. Membaca ayat Al Quran dalam salah satu khotbah dan lebih baik pada khotbah yang
pertama
6. Mendoakan kaum muslim dan muslimat.
d. Sunah khotbah jumat

1. Khotbah disampaikan diatas mimbar atau di tempat yang sedikit lebih tinggi dari
jamaah salat jumat
2. Khotib menyampaikan khotbah dengan suara yang jelas, terang, fasih, berurutan,
sistematis, mudah dipahami dan tidak terlalu panjang atau terlalu pendek
3. Khotib harus menghadap arah jemaah
4. Khotib memberi salam pada awal khotbah
5. Khotib hendaklah duduk sebentar di kursi mimbar setelah mengucapkan salam pada
waktu azan disuarakan
6. Khatib membaca surat Al Ikhlas ketika duduk diantara dua khotbah
7. Khotib menertibkan rukun khotbah, terutama salawat nabi Muhammad SAW dan
wasiat takwa terhadap jamaah
Adapun mengenai panjang pendeknya khotbah, hadits menyatakan sebagai berikut.
yang artinya : Rasulullah SAW memanjangkan salat dan memendekkan khotbahnya. (HR
Nasai)
e.

Fungsi khotbah jumat


Khotbah sebenarnya memilki banyak sekali fungsi, baik bagi muslim secara individu

maupun secara sosial kemasyarakatan yakni antara lain sebagai berikut.


1. Memberi pengajaran kepada jamaah mengenai bacaan dalam rukun khotbah, terutama
bagi jamaah yang kurang memahami bahasa Arab
2. Mendorong jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah
3. Mengajak jamaah untuk selalu berjuang menggiatkan dan membudayakan syariat
Islam dalam masyarakat.
4. Mengajak jamaah untuk selalu berusaha meningkatkan amar maruf dan nahi munkar
5. Menyampaikan informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan hal-hal
yang bersifat aktual kepada jamaah

6. Merupakan kesempurnaan salat jumat karena salat jumat hanya dua rakaat
7. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan
kepada Allah
8. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan amal shaleh dan lebih
memperhatikan yang kurang mampu untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan
dalam masyarakat
9. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan akhlakul karimah dalam
kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara
10. Mengingatkan kaum muslim agar lebih meningkatkan kemauan untuk menuntut ilmu
pengetahuan dan wawasan keagamaan
11. Mengingatkan kaum muslim agar meningkatklan ukhuwah islamiyah dan membantu
sesama muslim
12. Mengingatkan kaum muslim agar rajin dan giat bekerja untuk mengejar kemajuan
dalam mencapai kehidupan dunia dan akhirat yang sempurna
13. Mengingatkan kaum muslim mengenai ajaran Islam, baik perintah maupun larangan
yang terdapat didalamnya.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara
berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.
Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam,
merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu.
Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat :pada waktu Sholat Zhuhur ,Harus
diselenggarakan di kota atau desa yang berbangunan tetap ,empat puluh orang laki2, dewasa,

merdeka (bukan hamba sahaya) dan menetap (bermukim),dilakukan dalam jama'ah,tidak


didahului oleh Sholat Jum'at lainnya di kota yang sama,Wajib mengucapkan dua khutbah
sebelum Sholat.
Syarat-syarat untuk menjadi khatib diantaranya sebagai berikut: Khatib harus laki-laki
dewasa , Khatib harus mengetahui tentang ajaran Islam agar khotbah yang disampaikan tidak
membingungkan atau menyesatkan jemaahnya, Khatib harus mengetahui tentang syarat,
rukun dan sunah khotbah Jumat, Khatib harus mampu dan fasih berbicara di depan umum,
Khatib harus bisa membaca ayat-ayat Al Quran dengan baik dan benar.
Keutamaan hari jumat : Hari Terbaik ,Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.,.
Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.,Hari tatkala
Allah l menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.,. Hari besar yang
berulang setiap pekan., Hari dihapuskannya dosa-dosa,Orang yang berjalan untuk shalat
Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun
shalat dan puasa.,Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah,
yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

DAFTAR PUSTAKA
http://forumm.wgaul.com/showthread.php?t=84740 , 11 Juni 2011)
http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/2327
Ibnu Masud, Zainal Abdin, 2000, Fiqih Madzhab Syafii, Bandung : CV.
Pustaka Setia
Machfudin Aladip, terjemah Bulughul Maram, Semarang : PT. Karya Toha
Putra

TUGAS AGAMA ISLAM


MAKALAH SHALAT JUMAT
DISUSUN

O
L
E
H
Kelompok 1 :

1. Vila Sari Devi


2. Sri Jumiati
3. Erpan Janiurdan
4. Rio Pratam Riski h
5. Putri Wulan Dari
6. Uci Indah Sari
7. Sriani
8. M. Hasnol Widayat
9. Khoiri Saputra
10.
Zatillah
11.
Siti Sulan Dari
12.Singgi Harianto