Anda di halaman 1dari 3

KOMPLIKASI PEMASANGAN PERITONEAL DIALISIS PADA ANAK DENGAN

GAGAL GINJAL AKUT

DEWI PUSPITA SARI


220112120033

ILMU KEPERAWATAN ANAK


PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXIV
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013

Penelitian ini tentang komplikasi yang terjadi ketika anak dilakukan pemasangan
peritoneal dialisis. Penelitian ini dilakukan oleh departemen Pediatric Nephrology, National
Institute of Child Health Karachi, dari bulan Juli 2007 - Juli 2008. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Anak-anak antara umur 1 bulan sampai 14 tahun yang memiliki
penyakit gagal ginjal akut dan menjalani peritoneal dialisis.Data termasuk usia, jenis kelamin,
indikasi, penyebab cedera ginjal akut dan komplikasi, dihitung pada SPSS -10 dan dianalisis
menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini adalah : Sebanyak 126 anak menjalani peritoneal dialisis. 34
(56,6%) laki-laki dan 26 (43,3%) perempuan dengan usia rata-rata 4,7 tahun. Indikasi
dilakukannya peritoneal dialisis adalah:
-

oligo-anuria pada 52 (86,6%)


asidosis metabolik pada 42 (70%)
cairan yang berlebihan dalam 32 (53,3%)
uremia di 27 (45%)
ketidakseimbangan elektrolit di 17 (28,3%)
hipertensi pada 2 (3,3%).
Etiologi untuk cedera ginjal akut adalah sepsis 15 (25%), batu ginjal 14 (23,3%),

uropati obstruktif bawaan 10 (16,7%), gastroenteritis akut 7 (11,7%) dan ginjal hipoplastik
dalam 6 (10%) kasus.
Komplikasi yang terjadi pada pemasangan peritoneal dialisis adalah peritonitis 19 (31,7%),
kateter obstruksi 13 (21,7%), kebocoran dan perpindahan kateter 11 (18,3%), perdarahan dan
komplikasi lainnya di 3 (5%).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh departemen Pediatric Nephrology,


National Institute of Child Health Karachi sebaiknya rumah sakit menyediakan atau
memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien yang dipasang peritoneal dialisis, petugas
kesehatan juga baik dokter ataupun perawat perlu memperhatikan supaya tidak terjadi

komplikasi yang lebih lanjut akibat pemasangan peritoneal dialisis. Hal hal yang mesti
dilakukan adalah :

Pemasangan harus dengan tenaga ahli yang terlatih supaya pemasangan PD

terpasang dengan baik.


Pada waktu pemasangan harus memperhatikan tehnik septik dan aseptik

supaya tidak terjadi infeksi.


Pemasangan selang/kateter /pd harus diperhatikan betul jangan sampai terlipat

di dalam rongga perut


Harus selalu di observasi supaya tidak terjadi kebocoran selang sehingga tidak
terjadi peritonitis