Anda di halaman 1dari 3

SOAL Hukum Perbankan Syariah 1

Panduan Mengerjakan Soal!


a) Kejujuran Anda merupakan modal utama meraih puncak keberhasilan..
b) Anda akan lebih tenang dan percaya diri dalam mengerjakan soal jika
membaca do'a di bawah ini!

Pilihlah jawaban di bawah ini yang benar! (1 soal = 3 nilai)


1. Di bawah ini yang termasuk dasar hukum operasional industri perbankan
syariah di Indonesia, kecuali:
2. Sejak tahun 2008, industri perbankan syariah telah mempunyai legalitas
yang sangat kuat dengan disahkannya UU Perbankan Syariah, yakni ....
3. Bagaimana kedudukan fatwa yang ditetapkan oleh Dewan Syarian
Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam struktur yuridis
formal operasional perbankan syariah di Indonesia?
4. Pada awal berdirinya bank syariah di Indonesia, legalitas operasionalnya
didasarkan pada undang-undang ...
5. Dalam fatwa Dewan Syariah Nasional No. 01/DSN-MUI/IV/2000 tentang
Giro dijelaskan ada dua akad yang melandasinya, yakni ...
6. Dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, bank syariah
dapat melakukan kegiatan usahanya pada pasar uang antar bank
berdasarkan prinsip syariah. Oleh karenanya, sesuai dengan fatwa DSN
No. 38/DSN/X/2002 dikeluarkan fasilitas SIMA, yaitu ...
7. Pada tahun 2004, DSN-MUI telah mengeluarkan fatwa tentang Syariah
Charge Card. Dalam fatwa tersebut dijelaskan, jika pemegang kartu (hamil

al-bithaqah) melakukan transaksi melalui merchant (qabil al-bithaqah),


akad yang digunakan adalah ...
8. Perbankan syariah dalam melakukan kegiatan usahanya berasaskan tiga
prinsip, yakni:
9. Undang-Undang Perbankan Syariah memberikan makna baru terhadap
BPRS, yaitu ....
10. Fungsi utama bank syariah yang juga dimiliki oleh bank konvensional,
sesuai dengan ketentuan yang ada dalam UU Perbankan Syariah, adalah ....
11. Bank syariah juga mempunyai mandat untuk menjalankan fungsi sosial. Di
bawah ini termasuk fungsi sosial bank syariah menurut UU Perbankan Syariah
adalah ...
12. Termasuk pihak yang terafiliasi menurut undang-undang Perbankan Syariah,
adalah ....
13. Di bawah ini termasuk kategori nasabah yang diakui dalam undang-undang
Perbankan Syariah, kecuali ....
14. Dalam UU Perbankan Syariah, yang dimaksud dengan deposito adalah ....
15. Sesuai dengan fungsi yang diemban perbankan syariah untuk menghimpun
dana dari masyarakat. Ada beberapa akad yang digunakan perbankan syariah
dalam penghimpunan dana, yaitu ...
16. Lembaga yang berhak memberikan izin operasional bank syariah di Indonesia,
sesuai dengan pasal pasal 5 ayat 1 UU Perbankan Syariah, adalah ....
17. Pernyataan di bawah ini benar, kecuali ....

18. Bentuk badan hukum bank syariah sesuai dengan Pasal 7 UU Perbankan
Syariah, adalah ...
19. Bank syariah dapat didirikan dan dimiliki oleh ....
20. Sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Pasal 19 UU Perbankan Syariah,
bank syariah dapat melakukan usaha penyaluran dana berdasarkan prinsip jualbeli. Termasuk permbiayaan yang mengacu pada prinsip jual-beli, adalah ....
21. Dewan Pengawas Syariah (DPS) wajib dibentuk di bank syariah dan bank
konvensional yang membuka unit usaha syariah (UUS). DPS diangkat oleh rapat
umum pemegang saham atas rekomendasi ...
22. Dalam pasal 109 UU No 40 tahun 2007 dijelaskan bahwa perseroan yang
menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah selain mempunyai
Dewan Komisaris wajib mempunyai ....
23. UU Perbankan Syariah memberikan solusi opsional kepada para pihak untuk
menyelesaikan sengketa. Maksud dari solusi opsional adalah ...
24. Untuk memperbesar market share industri perbankan syariah di Indonesia,
Bank Indonesia telah melakukan strategi dengan kebijakan ....
25. Ketentuan yang ada dalam UU Perbankan Syariah diatur lebih lanjut dalam ....