Anda di halaman 1dari 4

E-mail : marketing@narotama.ac.id & marketing_narotama@yahoo.co.

id
Pin BB : 323BA756, +62 31 594 6404, +62 31 599 5578
FB : http://www.facebook.com/humas.narotama
Blog : http://humas.narotama.ac.id

SALAH JURUSAN KULIAH BUKAN AKHIR DARI KESUKSESAN

Salah Jurusan? Putar Balik!


Salah Jurusan? Putar Balik!
Sebenarnya ini fenomena umum, kadang kita merasa kalau jurusan yang kita
ambil, tidak sesuai dengan bakat ataupun minta yang kita punya. Apalagi
jurusan yang kita ambil karena paksaan dari orang-orang disekitar kita, yang
muncul malah kesengsaraan selama bertahun tahun. Tapi tenang, toh ilmu
dan rejeki bukan cuma dari bangku yang kita duduki bertahun-tahun kan?
bukan pula dari skripsi yang kita tulis mati-matian kan?
Karena seringkali, ketakutan kita terhadap masa depan yang suram,
menimbulkan istilah salah jurusan. Muncul ungkapan,
Duh, mana bisa dapet kerjaan kalo kuliah beginian, atau Coba gue ngambil
kuliah anu, kerjaan gampang
Salah jurusan itu sebenarnya bisa dihindari, kalo kita bener-bener bisa
mengukur kemampuan,potensi, planning masa depan yang sudah terancang,
dan poin yang paling penting : NASIB
Percaya atau tidak, nasib sering mengantarkan kita pada peristiwa-peristiwa
yang tak terduga, seperti rangkaian proses automatic yang kita tak pernah
bisa menebak ujungnya. Contohnya saya,sulit buat dibayangkan-oleh saya
sendiri-, kalau tampang preman nan sangar ini, bisa masuk jurusan agama di
Universitas yang agamis, bahasa arab pula! Bayangkan betapa pusingnya
menerima bahasa-bahasa yang asing, untuk kita terima sebagai bahan kuliah.
Ditambah skripsi dan lain-lain yang juga harus berbahasa arab.
Ini terjadi karena tuntutan orang tua, yang mengharuskan salah satu dari ketiga anaknya, mendalami agama, Dan saya, sebagai anak yang berbaktiehmm- , memilih jalan yang dipilihkan oleh orangtua, dan nasib pun
mengantarkan saya dengan cara yang tak terduga.
1

E-mail : marketing@narotama.ac.id & marketing_narotama@yahoo.co.id


Pin BB : 323BA756, +62 31 594 6404, +62 31 599 5578
FB : http://www.facebook.com/humas.narotama
Blog : http://humas.narotama.ac.id

Tapi tenang, salah jurusan bukan akhir dari dunia kok! bukan musibah yang
harus ditangisi atau sesali. Karena ilmu kehidupan bisa didapat dari mana
saja, bukan cuma celotehan dosen, bukan pula dari uang kuliah yang
mengalir tiap semester. Apapun jurusan yang kita ambil, pastikan passion
untuk berjuang tetap menyala, apapun jalan hidup yang sudah kita ambil,
selesaikan sampai akhir. Be responsible.
Bagi adik-adik yang sudah tamat SMA, buatlah rancangan hidup dari
sekarang. Susun rencana, mulai dari plan A, plan B, sampai seterusnya.
Pikirkan dengan matang jurusan yang akan diambil, diskusikan dengan
orangtua dan keluarga. Jangan sampai salah jurusan, jadi batu penghjalang
kesuksesan kita dimasa yang akan datang.
Memilih jurusan kuliah pada dasarnya merupakan sebuah proses yang sudah
dimulai sejak masa anak-anak. Kesempatan, stimulasi, pengalaman apa saja
yang diberikan pada anak sejak kecil secara optimum dan konsisten, itu akan
menjadi bekal, modal dan fondasi minat dan bakatnya. Makin banyak dan
luas exposure-nya, makin anak tahu banyak tentang dirinya, tapi makin sedikit
exposure nya, makin sedikit juga pengetahuan anak tentang dirinya. Menurut
Gunadi et al (2007), ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam
melakukan pemilihan jurusan agar jurusan yang dipilih tepat, berikut tips
memilih jurusan yang tepat menurut Gunadi (2007):
Mencari informasi secara detil mengenai jurusan yang diminati. Sebelum
memilih jurusan, hendaknya anak punya informasi yang luas dan detil, mulai
dari ilmunya, mata kuliahnya, praktek lapangan, dosen, universitasnya,
komunitas sosialnya, kegiatan kampusnya, biaya, alternative profesi kerja,
kualitas alumninya, dsb.
Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu anak
tangga awal dari dari proses pencapaian karir. Anak perlu tahu realitanya,
bahwa jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depannya.
Jangan dikira bahwa dengan kuliah di jurusan tersebut maka hidupnya kelak
past sukses seperti yang di iklankan.

E-mail : marketing@narotama.ac.id & marketing_narotama@yahoo.co.id


Pin BB : 323BA756, +62 31 594 6404, +62 31 599 5578
FB : http://www.facebook.com/humas.narotama
Blog : http://humas.narotama.ac.id

Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan minat siswa
yang bersangkutan. Jika seorang siswa memilih jurusan sesuai dengan
kemampuan dan minatnya, maka dirinya akan mampu bertahan dalam
menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah, namun jika dirinya tidak
memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, bisa
mempengaruhi motivasi belajar seperti yang telah dijelaskan di atas.
Berpikiran jauh ke depan melihat konsekuensi dari setiap pilihan, apakah
mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari pilihan
itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi, jangan sampai ingin
punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya. Jangan sampai ingin
jadi dokter tapi tidak siap mendapatkan panggilan mendadak tengah malam
dari pasiennya; ingin jadi tentara tapi takut berperang; ingin jadi guru tetapi
tidak sabar / tidak senang disuruh menghadapi anak murid. Jadi, kalau sudah
punya cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar
menghadapi tantangannya.

Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan cita-cita anak. Setiap anak
pasti memiliki cita-cita. Jika anak bercita-cita menjadi psikolog maka
sebaiknya memilih jurusan psikologi bukan jurusan sosiologi atau yang
lainnya. Jika ingin menjadi dokter, ya harus mengambil kuliah kedokteran.
Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses. Misalnya, anak kelak
ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus menjalani kuliah di
kedokteran umum.

Menyiapkan beberapa alternatif. Alangkah baiknya jika anak memiliki lebih


dari satu alternative untuk menjaga jika dirinya tidak masuk di alternative
pertama, maka masih ada kesempatan di alternative berikutnya. Pemilihan
alternative studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat dan
kemampuan anak, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan
diterima padahal tidak sesuai minat.

E-mail : marketing@narotama.ac.id & marketing_narotama@yahoo.co.id


Pin BB : 323BA756, +62 31 594 6404, +62 31 599 5578
FB : http://www.facebook.com/humas.narotama
Blog : http://humas.narotama.ac.id

Kuliah membutuhkan banyak biaya dan waktu yang tidak sebentar. Maka,
selagi masih belum terlanjur, memilih jurusan kuliah harus memang benarbenar tepat untuk anda, jangan sampai nantinya putus ditengah jalan.
loh, tapi kalau salah jurusan, susah nyari kerjanya, gimana dong?
Masa depan bukan sesuatu yang harus ditakuti, hadapi dengan kepala tegak
dan dada membusung, katakan pada masa depan, Im coming. Jangan
sampai ketakutan itu membuyarkan planning yang sudah tersusun rapi.
Intinya sih, yakin, usaha, sampai.
Bagi yang terlanjur salah jurusan, belum terlambat untuk memulai sesuatu
yang baru, karena menuntut ilmu itu, berlaku sepanjang masa, mulai dari
buaian Ibu, sampai liang lahat menjadi tempat peristirahatan kita. Putar balik,
rancang ulang strategi kehidupan, dan rasakan perubahan dalam hidupmu.
Salam Mahasiswa!
*Kesempurnaan cuma milik Allah,kekurangan datangnya dari saya, Terima
kasih
Sumber ;
http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/21/salah-jurusan-putar-balik-535816.html
Beberapa sumber