Anda di halaman 1dari 23

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum Biosistematika Hewan dengan judul


Protista yang disusun oleh :
Nama

: Nursuci Arfiany

NIM

: 1516041005

Kelas

: Pendidikan IPA Reguler

Kelompok

: IV (Empat)

telah diperiksa oleh Asisten dan Koordinator Asisten maka dinyatakan diterima.
Makassar, Desember 2016
Koordinator Asisten

Asisten

Mangngemba Daeng Paropo, S.Pd

Dini Rahayu Oktaviana


NIM : 1416040008

Mengetahui,
Dosen Penanggung jawab

Sitti Saenab, S.Pd., M.Pd


NIP :

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Biologi adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang
kehidupan di bumi dari segala aspek, baik itu tentang makhluk hidup,
lingkungan, mikroorganisme, maupun interaksi antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Itulah mengapa objek kajian biologi mencakup semuanya,
mahluk hidup dan alam semesta atau semua benda-benda yang dapat
ditangkap oleh indra manusia.
Makhluk hidup tersusun dari unit terkecil sampai membentuk unit
terbesar yang dinamakan individu. Unit terkecil seluruh makhluk hidup
disebut sel yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua mahluk
hidup. Sel tubuh makhluk hidup yang bentuk dan fungsinya sama berkumpul
membentuk suatu jaringan. Berbagai jaringan menjadi satu membentuk
organ. Selanjutnya beberapa jenis organ saling berhubungan dan menjalankan
fungsi tertentu membentuk sistem organ. Akhirnya seluruh sistem organ
bergabung membentuk suatu organisme berupa manusia, hewan, atau
tumbuhan.
Setiap makhluk hidup memiliki sel-sel dalam tubuh mereka.
Komposisi dan jumlah sel yang ada dalam suatu organisme menentukan
apakah organisme tersebut termasuk multiseluler atau uniseluler. Perbedaan
antara organisme uniseluler dan multiseluler berasal dari jumlah sel yang ada.
Seperti namanya, organisme uniseluler hanya memiliki satu sel tunggal,
sedangkan organisme multiseluler memiliki lebih dari satu sel.
Protista adalah contoh organisme uniseluler, namun ada pula yang
kolonial atau multiseluler. Anggota Protista memiliki perbedan dalam hal
morfologi, anatomi maupun cara hidupnya. Anggota Protista ada yang mirip
jamur, hewan dan tumbuhan. Protozoa merupakan anggota Protista yang
mirip hewan.
Protozoa dikatakan mirip hewan karena memiliki alat gerak (dapat
bergerak aktif) walaupun ada pula protozoa yang tidak memiliki alat gerak.

Oleh karena itu berdasarkan alat geraknya, Protozoa digolongkan menjadi: 1)


Sacodina atau Rhiopoda, 2) Flagellata atau Mastighopora 3) Ciliata atau
Ciliophora dan 4) Sporozoa.
Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
Habitat hidupnya adalah tempat yang basah atau berair. Oleh karena itu pada
praktikum ini kita akan mengamati organisme-organisme di air yang
termasuk dalam kelas protozoa dengan melihat ciri-ciri, morfologi dan
anatomi organisme tersebut. Serta peranan dan manfaat protozoa dalam
kehidupan sehri-hari.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana ciri-ciri, struktur dan peranan organisme yang tergolong
kedalam protozoa?
C. Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengetahui ciri-ciri protozoa dari beberapa organisme
yang tergolong kedalam protozoa.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan struktur tubuh dari beberapa organisme
yang tergolong kedalam protozoa.
3. Mahasiswa mampu mengetahui peranan beberapa organisme yang
tergolong kedalam protozoa dalam kehidupan sehari-hari.
.
D. Manfaat
Mahasiswa dapat melihat secara langsung dan mengamati ciri-ciri,
struktur serta peranan organisme yang tergolong kedalam protozoa dengan
bantuan mikroskop.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan,
atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama
Protista, namun sekarang tidak di pertahankan lagi. Penggunaannnya masih
digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme
eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau, jika membentuk koloni
bersama-sama, namun tidak menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan yang
berbeda-beda. Organisme dalam Protista tidak memiliki kesamaan, kecuali
pengelompokan yang mudah, baik yang bersel satu atau bersel banyak tanpa
jaringan. Protista hidup dihampir semua lingkungan yang mengandung air (Tim
Penyusun, 2016).
Kebanyakan Protista bersifat uniseluler, walaupun ada beberapa spesies
yang bersifat colonial dan multiseluler. Protista bersel tunggal dianggap sebagai
eukariota paling sederhana, namun pada tingkat seluler, banyak Protista yang
sangat kompleks sampai paling rumit di antara semua sel. Pada organisme
multiseluler, fungsi-fungsi biologis yang penting dilaksakan oleh organ-organ.
Protista uniseluler melaksanakan fungsi-fungsi penting yang sama, namun mereka
melakukannya dengan organel-organel subseluler,bukan organ-organ multiseluler.
Beberapa Protista adalah fotoautotrof dan memiliki kloroplas. Protista yang lain
adalah heterotrof, mengabsorpsi molekul organic atau mencerna partikel makanan
yang lebih besar. Protista yang lain lagi, disebut miksotrof (mixotroph),
menggabungkan fotosintesis dan nutrisi heterotrofik. Fotoautotrofi, heterotrofi,
maupun miksotrofi semua dimunculkan secara independen pada banyak garis
keturunan Protista (Campbell, 2008)
Menurut Tim Penyusun (2016), berdasarkan alat gerak protozoa dibagi
menjadi enam filum yaitu:
a. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Rhizopoda bergerak menggunakan kaki semu atau pseudopodia.

Pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Kaki semu
tersebut merupakan penjuluran protoplasma sel. Habitatnya di air tawar atau
air laut, ditempat basah atau hidup parasit dalam tubuh hewan dan manusia.
Rhizopoda yang mudah diamati adalah Amoeba.
b. Filum Actinopoda
Actinopoda mempunyai pseudopodia ramping dan menyebar yang disebut
axopodia. Tubuhnya berbentuk bola. Contoh Actinopoda adalah Heliozoa.
c. Filum Foraminifera
Foraminifera memiliki cangkang yang terdiri dari zat kapur dan silika.
Cangkang Foraminifera berwarna cerah dan pada permukaannya terdapat
lubang-lubang kecil. Gerakan organisme ini sangat lambat. Hidupnya di laut
dan menempel di bebatuan atau sebagai plankton. Contoh Foranifirea adalah
Polistomella.
d. Filum Zooflagellata (Zoomastigophora)
Zooflagellata mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk (flagella).
Habitatnya di air tawar atau air laut dan tepat basah atau parasit dalam tubuh
hewan dan manusia. Kebanyakan Zooflagellata hidup soldier tetapi ada yang
berkoloni. Ada zooflagellata yang hidup bersimbiosis da nada yang hidup
sebagi parasite dalam tubuh hewan atau manusia.
e. Filum Ciliata (Ciliophora)
Salah satu contoh anggota ciliata yang sering ditemukan adalah
Paramecium caudatum. Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu
getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan
mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memiliki 2 inti sel
(nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup
sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi
aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat
konjugasi untuk proses reproduksi seksual (Michalowski, 2000).
f. Filum Sporozoa (Apicomplexa)
Anggota dari filum Apicomplexa, kelas Sporozoa, ordo Haemosporida, suku
Plasmodidae, dan genus Plasmodium ini bersifat parasit dan tidak mempunyai
alat gerak spesifik (Arief, 2011). Pada fase zigot mampu bereproduksi

membentuk spora. Contoh Sporozoa adalah Plasmodium sp .Jenis Sporozoa


ini dapat mengakibatkan penyakit malaria melalui vector nyamuk Anopheles
betina.
Menurut Tim Penyusun (2016), ciri,struktur tubuh protozoa yaitu:
1. Organisme uniseluler (bersel tunggal)
2. Eukariotik (memiliki membrane nucleus)
3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
4. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
5. Hidup bebas, saprofit atau parasite.
6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup.
7. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella
8. Protozoa hampir semuamya Protista bersel Satu
9. Mampu bergerak dengan cara fagositosis
10. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil
untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.
Menurut Tim Penyusun (2016), peranan protozoa bagi kehidupan yaitu:
a. Menguntungkan:
1. Sebagai bahan dasar pembuatan alat gosok
2. Sebagai indicator minyak bumi. Endapan kerangka tubuh globigerina di
dasar perairan akan membentuk tanah globigerina. Endapan tersebut biasa
digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
3. Membantu proses pembusukan sisa makanan. Membantu proses
pembusukan makanan pada manusia. Misal, Entamoeba Coli.
4. Protozoa yang hidup dalam usus manusia atau hewan ; Entamoeba Coli,
membantu proses pembusukan, dan dapat juga membantu pembentukan
vitamin K.
5. Semua protozoa yang hidup diair merupakan makanan insekta, udang dan
ikan kecil, dengan demikian dapat juga dikatakan menguntungkan bagi
manusia dalam rantai makanan.
6. Fosil protozoa biasa digunakan untuk petunjuk sejarah bumi. Fosil
foraminifera digunakan untuk petunjuk adanya sumber mineral dan
minyak.
b. Merugikan:
1. Entamoeba Histolytica; hidup didala usus halus manusia, penyebab
penyakit disentri.

2. Entamoeba Gingivalis; hidup dirongga mulut, penyebab penyakit


gingivitis
3. Balantidium Coli; hidup di dalam usus tebal (kolon) manusia, penyebab
penyakit diare (balontidiosis).
4. Trypanosoma Gambiense dan tryponosoma Rhodesiense, penyebab
penyakit tidur pada manusia. Hospes perantaranya adalah lalat tsetse
(glossina palpalis dan Glossina morsitans).
5. Trypanosoma evansi; penyebab penyakit sura pada ternak. Hospes
perantaranya adalah lalat Tabanus.
6. Trypanosoma Cruzi; penyebab penyakit chagas pada anak-anak
7. Leishmania Donovani; penyebab penyakit kala- azar pada manusia.
8. Trichomonas Vaginalis; penyebab penyakit gatal-gatal pada vagina dan
keputihan.
9. Plasmadium sp; penyebab penyakit malaria. Hospes perantaranya adalah
nyamuk Anopheles betina.
10. Protozoa hidup sebagai parasit pada manusia yaitu parasit darah dan
parasit pada saluran pencernaan.
a) Parasit pada darah:
Plasmodium vivax : penyebab malaria tertiana.
Plasmodium malariae : penyebab malaria quartiana.
Plasmodium falciparum : penyebab malaria tropikana.
Plasmodium ovale : penyebab malaria seperti tertiana.
b) Parasit pada saluran pencernaan :
Entamoeba histolctica : penyebab penyakit disentri.
11. Protozoa hidup sebagai parasite pada hewan piaraan
Trichomonas : menyebabkan keguguran pada kambing atau domba
Trypanosoma evansi : menyebabkan penyakit surra pada kuda,
anjing, dan onta.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Hari / tanggal
: Kamis, 24 November 2016
Waktu
: Pukul 13.20 15.00 WITA
Tempat
: Laboratorium Biologi Lat III. Barat FMIPA UNM
B. Alat dan Bahan
1. Alat:
a. Mikroskop
1 buah
b. Kaca Preparat
5 buah
c. Penutup Preparat 5 buah
d. Pipet Tetes
5 buah
2. Bahan:
a. Air rendaman jerami
b. Air sumur
c. Air kubangan
d. Air rendaman Lantana cemara
e. Air got
C. Langkah Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan.
2. Digunakan pipet tetes untuk mengambil sampel air rendaman jerami.
3. Sampel air diteteskan diatas kaca preparat.
4. Digunakan mikroskop untuk mengamati sampel.
5. Diamati struktur dan gerakan dari spesies yang diamati.
6. Hasil pengamatan digambarkan pada tabel pengamatan dan diberikan
keterangan pada bagian-bagian tubuh organisme tersebut.
7. Diulangi langkah 2-6 untuk air sumur, air kubangan, air rendaman
lantana cemara dan air got.
8. Hasil pengamatan semua organisme dikumpulkan dan kemudian
dikelompokkan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Air rendaman lantana camara
Gambar pembanding

Gambar pengamatan

Sumber : ilmubiologi.com

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Silia
Sitoplasma
Mikronukleus
Makronukleus
Vakuola kontraktil
Oral groove
Vakuola makanan
Pori-pori anal

Klasifikasi
Kingdom : Protista
Filum
: Protozoa
Kelas
: Ciliata
Ordo
: Peniculida
Famili
: Parameciidae
Genus : Paramecium
Spesies : Paramecium caudatum
Sumber : https://www.scribd.com

2. Air got
Gambar pembanding

Gambar pengamatan

Sumber : ilmubiologi.com
Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Silia
Sitoplasma
Mikronukleus
Makronukleus
Vakuola kontraktil
Oral groove
Vakuola makanan
Pori-pori anal

Klasifikasi
Kingdom : Protista
Filum
: Protozoa
Kelas
: Ciliata
Ordo
: Hymenaos
Famili
: Hymeno
Genus : Paramecium
Spesies : Paramecium caudatum
Sumber : https://www.scribd.com

3. Air rendaman jerami


Gambar pembanding

Gambar pengamatan

Sumber : Mozaweb.com
Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Flagella
Reseptor cahaya
Nukleus
Nukleolus
Vakuola Kontraktil
Pelikel
Kloroplas
Stigma

Klasifikasi
Kingdom : Protista
Filum
: Protozoa
Kelas
: Euglenoidea
Ordo
: Euglenida
Famili
: Euglenidae
Genus : Euglena
Spesies : Euglena viridis
Sumber : Planktonologiunpad.com

4. Air sumur
Gambar pembanding

Gambar pengamatan

Sumber : biyolojisitesi.net
Keterangan
1. Flagel
2. Koloni purri
3. Sel vegetative
4. Benang sitoplasma

Klasifikasi
Kingdom : Protista
Filum
: Protozoa
Kelas
: Mastighophorci
Ordo
: Volvocales
Famili
: Volvocaceae
Genus : Volvox
Spesies : Volvox globator
Sumber: https://www.scribd.com

5. Air kubangan
Gambar pembanding

Gambar pengamatan

Sumber : www.scientistmalaria.com

Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Mitokondria
Apikoplas
Mikrotubulus
Cincin polar
Microneme
Roptri
Membrane plasma
Nucleus
Ribosom
Lapisan merozat

Klasifikasi
Kingdom : Protista
Filum
: Apicomplexa
Kelas
: Aconoidasida
Ordo
: Haemosporida
Famili
: Plasmodiidae
Genus : Plasmodium
Spesies : Plasmodium vivax
Sumber: https://www.scribd.com

B. Pembahasan
1. Pengamatan pada air lantana cemara ( Paramecium caudatum )
a. Morfologi
Berdasarkan hasil pengamatan, pada air rendaman lantana cemara
terdapat protista mirip hewan kelas Cilliata yaitu Paramecium
caudatum. Tubuhnya berbentuk seperti alas kaki dengan panjang 0,15
mm dan lebar 0,3 mm. Bagian anterior tumpul dan posterior runcing.
Terdapat silia pada seluruh permukaan tubuhnya.

b. Anatomi
Dalam tubuh Paramecium caudatum terdapat sitoplasma tubuh yang
merupakan lapisan jernih. Dibawah membrane sel, terdapat lapisan
tipis dan transparent yang disebut estokplasma yang membugkus
sitoplasma. Vakuola kontraktil sebagian terletak pada bagian belakang
tubuh. Pada bagian tengah tubuh terdapat dua nucleus, yaitu
mikronukleus dan makronukleus.
c. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Paramecium caudatum dilakukan secara aseksual
tetapi dalam kondisi tertentu melakukan reproduksi seksual. Reproduki
aseksual dilakukan dengan cara pembelahan sel dan reproduksi seksual
dilakukan dengan cara konjugasi.
d. Habitat
Paramecium caudatum banyak ditemui ditempat berair seperti air
kolam/sumur, genangan air. Juga dapat hidup di air rendaman lantana
cemara.
2. Pengamatan pada air got ( Paramecium caudatum )
a. Morfologi
Berdasarkan hasil pengamatan, pada air got terdapat protista mirip
hewan kelas Cilliata yaitu Paramecium caudatum. Tubuhnya
berbentuk seperti alas kaki dengan panjang 0,15 mm dan lebar 0,3
mm. Bagian anterior tumpul dan posterior runcing. Terdapat silia pada
seluruh permukaan tubuhnya.
b. Anatomi
Dalam tubuh Paramecium caudatum terdapat sitoplasma tubuh yang
merupakan lapisan jernih. Dibawah membrane sel, terdapat lapisan
tipis dan transparent yang disebut estokplasma yang membugkus
sitoplasma. Vakuola kontraktil sebagian terletak pada bagian belakang
tubuh. Pada bagian tengah tubuh terdapat dua nucleus, yaitu
mikronukleus dan makronukleus.
c. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Paramecium caudatum dilakukan secara aseksual
tetapi dalam kondisi tertentu melakukan reproduksi seksual. Reproduki

aseksual dilakukan dengan cara pembelahan sel dan reproduksi seksual


dilakukan dengan cara konjugasi.
d. Habitat
Paramecium caudatum banyak ditemui ditempat berair seperti air
kolam/sumur, genangan air seperti air got.
3. Pengamatan pada air rendaman jerami ( Euglena viridis )
a. Morfologi
Berdasarkan hasil pengamatan, pada air rendaman jerami terdapat
protista mirip hewan kelas Flagellata yaitu Euglena viridis. Memiliki
tubuh yang menyerupai gelendong dengan ukuran tubuh 35-60 mikron.
Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk sebagai alat
geraknya. Memiliki stigma (bintik mata) yang digunakan untuk
membedakan gelap dan terang.
b. Anatomi
Dalam tubuh Euglena viridis memiliki kloroplas yang mengandung
klorofil untuk berfotosintesis. Didalam tubuhnya terdapat nucleus dan
nucleolus. Euglena viridis memasukkan makanannya kedalam
vakuola, ditempat inilah makanan yang berupa hewn-hewan kecil
dicerna.
c. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Euglena viridis secara vegetative, yaitu dengan
pembelahan biner secara mebujur, pembelahan dimulai dengan
membelahny nucleus, selanjutnya flagel dan sitoplasma serta selaput
sel terbagi menjadi dua dan terbentuklah dua sel Euglena baru.
d. Habitat
Euglena viridis biasa ditemukan diair tawar, dikolam peternakan atau
parit saluran air yang mengkonsumsi kotoran binatang. Juga dapat
hidup direndaman jerami.
4. Pengamatan pada air sumur ( Volvox globator )
Pada pengamatan sampel air sumur, kami tidak menemukan organisme
yang tergolong protozoa. Hal ini kemungkinan karena sampel air sumur
yang kami gunakan cukup bersih sehingga ketika diamati mengunakan
mikroskop cahaya, tidak ada organisme yang tampak. Akan tetapi, ada

salah satu kelompok yang menemukan organisme pada air sumur yaitu
Volvox globator.
a. Morfologi
Volvox globator merupakan Protista mirip hewan kelas Flagellata.
Memiliki struktur tubuh berbentuk bulat bola. Terdapat flagel (bulu
cambuk) ditepi sel. Struktur flagella halus. Koloni dari Volvox globator
juga berbentuk bulat bola yang dilapisi semacam gelatin yang agak
tebal bersifat semi permiabel.
b. Anatomi
Dalam tubuh Volvox globator terhubung satu sama lain dengan untaian
tipis yang terbuat dari sitoplasma. Untaian ini memudahkan seluruh
koloni untuk bergerak seara terorganisir.
c. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Volvox globator dapat berkembang biak secara
seksual maupun aseksual. Reproduksi aseksual dengan membentuk
beberapa koloni kecil didalam bola dan kemudian berkembang dengan
pembelahan sel. Reproduksi seksual bersifat Oogami. Beberapa sel
dalam koloni membesar dan menghasilkan sel telur. Sel lainnya
menghasilkan sperma yang akan membuahi sel telur dan menghasilkan
zigot.
d. Habitat
Volvox globator sering djumpai di air kolam selokan, atau bahkan
genangan air dangkal seperti air hujan. Juga dapat hidup di air sumur.
5. Pengamatan pada air kubangan ( Plasmodium vivax )
Pada pengamatan sampel air kubangan, kami tidak menemukan
organisme yang tergolong protozoa. Hal ini kemungkinan karena sampel
air kubangan yang kami gunakan cukup jernih sehingga ketika diamati
mengunakan mikroskop cahaya, tidak ada organisme yang tampak. Akan
tetapi, ada salah satu kelompok yang menemukan organisme pada air
kubangan yaitu Plasmodium vivax.
a. Morfologi

Plasmodium vivax merupakan Protista mirip hewan kelas Sporozoa.


Plasmodium dikelompokkan kedalam sporozoa karena tidak memiliki
alat gerak. Tubuhnya berbentuk bulat atau oval.
b. Anatomi
Dalam tubuh Plasmodium vivax terdapat nucleus tetapi tidak
mempunyai vakuola kontraktil. Makanan langsung diserap melalui
permukaan tubuh demikian pula respirasi dan ekskresinya melalui
permukaan tanah.
c. Sistem Reproduksi
Sistem Reproduksi Plasmodium vivax terjadi secara aseksual
berlangsung di dalam tubuh manusia secara skizogoni Pembelahan
diri dalam tubuh inang tetap dan pada tubuh nyamuk secara sporogoni
Pembentukan spora pada inang sementara. Sementara itu, reproduksi
secara seksual terjadi melalui peleburan gamet.
d. Habitat
Plasmodium vivax umumnya menjadi parasit di tubuh hewan dan
manusia. Biasanya digenangan air yang berpotensi menjadi habitat
nyamuk contohnya air kubangan.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Protozoa memiliki ciri khas pada setiap alat geraknya. Berdasarkan
alat geraknya protozoa dibagi menjadi enam filum yaitu:
a. Filum Rhizopoda ( kaki semu atau pseudopodia)
b. Filum Actinopoda (axopodia)
c. Filum Foraminifera (cangkang yang terdiri dari zat kapur)
d. Filum Zooflagellata (bulu cambuk)
e. Filum Ciliata (bulu getar)
f. Filum Sporozoa (tidak mempunyai alat gerak spesifik)
2. Struktur tubuh organisme protozoa beragam, terdapat bentuk seperti
alas kaki (Paramecium caudatum) dengan dilapisi sitoplasma dan dua
nucleus. Berbentuk gelendong (Euglena viridis) dengan kloroplas
yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Bentuk bola bulat
(Volvox globator) juga pada koloni Volvox. Ada pula berbentuk oval
(Plasmodium vivax) yang tidak memiliki alat gerak.
3. Adapun peranan protozoa ada yang menguntungkan dan ada pula
yang merugikan bahkan menjadi parasite ditubuh manusia dan hewan.
Contoh peranan protozoa yang menguntungkan :
a. Protozoa yang hidup dalam usus manusia atau hewan,
Entamoeba Coli, membantu proses pembusukan, dan dapat juga
membantu pembentukan vitamin K.

b. Semua protozoa yang hidup diair merupakan makanan insekta,


udang dan ikan kecil, dengan demikian dapat juga dikatakan
menguntungkan bagi manusia dalam rantai makanan.

Contoh protozoa yang merugikan :


a. Entamoeba Histolytica; hidup didala usus halus manusia,
penyebab penyakit disentri.
b. Balantidium Coli; hidup di dalam usus tebal (kolon) manusia,
penyebab penyakit diare (balontidiosis).
Adapun yang bersifat parasit seperti
Plasmadium

sp;

penyebab

penyakit

malaria.

Hospes

perantaranya adalah nyamuk Anopheles betina.


B. Saran
Adapun saran untuk praktikum selanjutnya adalah sebagai berikut.
1. Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mengamati struktur dan
gerak organisme yang diamati pada mikroskop.
2. Diharapkan kepada asisten agar dapat menuntun praktikan untuk
melakukan pengamatan dengan baik dan benar.
3. Diharapkan kepada laboran agar menyediakan unit mikroskop
listrik untuk pengamatan Protista agar praktikan dapat melihat
langsung struktur dan ciri-ciri organisme yang diamati.

DAFTAR PUSTAKA
Arief. M. 2011. Identifikasi parasit malaria Plasmodium. JURNAL VISIKES.
Vol. 10, No. 2, http://dinus.ac.id /wbsc/assets/dokumen/majalah
/Identifikasi_Parasit_Malaria_Plasmodium_Falciparum_pada_Sediaan_Dar
ah_dengan_Pendekatan_Support_Vector_Machine.pdf. 29 november 2016
Campbell, Neil A. 2008. Biologi. Jakarta: Erlangga
Michalowski, T. 2000. The role of Eudiplodinium maggii ciliates in affecting the
activities of some fibrolytic enzymes in the rumen. PSJC. Dzialalnosc
Naukowa (wybrane zagadnienia) 2000 | 10 | 115-117.
Mu,nisa. A. & Saenab S. 2016. Penuntun Praktikum Biosistematika Hewan.
Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM
Safrida. 2013. IDENTIFIKASI MORFOLOGIS CILIATA YANG TERDAPAT
PADA RUMEN SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN SEBAGAI
PENUNJANG PRAKTIKUM ZOOLOGI INVERTEBRATA Jurnal
EduBio Tropika, Volume 1, Nomor 1, hlm. 1-60. jurnal.unsyiah.ac.id/
JET/article/download/5218/4375. 29 november 2016

LAMPIRAN
JURNAL