Anda di halaman 1dari 18

Laboratorium Sumber Daya

Mineral dan Batubara


Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara
Batuan Sedimen Karbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : BK-1

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

:4x

MP 1 :

Ket :
-Koral
-Foraminifera

- Tekstur
Ukuran Butir : 1 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Concav-Convex
Porositas
: Vug
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Sub-Angular
- Komposisi
MP1
MP2
MP3
Allochem
Skeletal Grain :
Koral
20%
15%
15%
Foraminifera
5%
5%
10%
Alga
20%
Non Skeletal Grain:
Ooid
5%
10% 10%
Pisoid
5%
5%

MP 2 :

Ket :
-Koral
-Foramanifera

Paraf
Asisten

Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)
(Dolomit)

- Porositas
Vug 25%

30%

20%
10%
10%

15%

15% 10%
10% 10%
10% 10%

MP 3 :

- Diagenesis
Kontakbutir concave-convex mencirikan kompaksi yang relative
tinggi terjadi pada batuan ini, kemudian adanya proses Dolomitisasi
menandai jika tipe diagenesis batuan ini yaitu diagenesis burial atau
diagenesis Marine (Lautdalam).

Ket :
-Koral
-Foraminifera
-Alga

Nama Batuan :

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara
BatuanSedimenKarbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : R-29

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 2-5 mm
Kemas
: Terbuka
Sortasi
: Poor Sorted
Kontak Butir : Long Contact
Porositas
: Interkristalin
Bentuk Butir : Oblate
Kebundaran : Sub-Angular
- KomposisiMP1
MP2
Allochem
Skeletal Grain :
Koral
Foraminifera

Ket :

MP 2 :

Paraf
Asisten

Orthochem
Sparit(Kalsit)

MP3

40%
25%

30% 30%
25% 50%

35%

35%

30%

Ket :

- Porositas
Fabric Selective

MP 3 :

- Diagenesis
Batuan ini jika dilihat dari tekstur dan komposisinya terbentuk dari
hasil akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkang cangkang
tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan tidak
tertransportasi ataupun tertrasnport dengan jarak yang dekat.
Kemudian cangkang tersebut mengalami diagenesis hingga
mengalami lithfikasi.

Ket :

Nama Batuan :

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara
BatuanSedimenKarbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : R25

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 1 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Point Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Sub-Angular

Ket :

MP 2 :

Paraf Asisten

Komposisi
MP2

Allochem
Skeletal Grain :
Koral
Alga
Non Skeletal Grain:
Peloid
Orthochem
Sparit(Kalsit)
(Dolomit)
Non Fragmental
Quartz

MP1

MP3

-%

5%
10%

-%
20%

5%

5%

30%
10%

20%
10%

20%
10%

40%

35%

30%

Ket :

MP 3 :

Porositas
Fabric Selection

15%

15%

20%

- Diagenesis
Kontak butir Point contact mencirikan kompaksi yang relative tinggi terjadi
pada batuan ini, kemudian adanya proses Dolomitisasi menandai jika tipe
diagenesis batuan ini yaitu diagenesis burial atau diagenesis Marine
(Lautdalam).

Ket :

Nama Batuan :

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara
Batuan Sedimen Karbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : BK 2

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

:4x

MP 1 :

- Tekstur
Ukuran Butir : <1 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Floating Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Bladed
Kebundaran : Rounded
-

Komposisi
MP2

Ket :
Mikrit

MP1

MP3

Allochem
Skeletal Grain :
Koral
Foraminifera
Alga

10%
10%
-

5%
10%
5%

Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)

30%
20%

30%
20%

5%
20%
10%

MP 2 :

Paraf Asisten

30%
20%

Ket :
Small Foram

- Porositas
Fabric Selection

MP 3 :

- Diagenesis

30%

30%

15%

Batuan ini jika dilihat dari tekstur dan komposisinya terbentuk dari
hasil akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkang
cangkang tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan tidak
tertransportasi atau pun tertrasnport dengan jarak yang dekat.
Kemudian cangkang tersebut mengalami diagenesis hingga
membatu.Dari jenis-jenis penyusun cangkangnya dapat diketahui
lokasi hidupnya yang berkisar pada zona neritic pada
paleobathymetry.

Ket :
-Large Forams

Nama Batuan :
Packstone (Dunham, 1962)
Packstone (Embry&Klovan, 1971)

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara

Paraf Asisten

Batuan Sedimen Karbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : GP-4

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 1-2 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Floating Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Rounded
-

KomposisiMP1

MP2

MP3

Ket :

MP 2 :

Allochem
Skeletal Grain :
Koral
Foraminifera
Alga
Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)

10%
20%
-

20%
10%
30%

40%
20%

30%
10%

10%
10%
30%
40%
10%

Ket :

- Porositas
Fabric Selection
10%
-%
10%

MP 3 :

- Diagenesis

Batuan ini jika dilihat dari tekstur dan komposisinya terbentuk


dari hasil akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkang
cangkang tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan
tidak tertransportasi ataupun tertrasnport dengan jarak yang
dekat. Kemudian cangkang tersebut mengalami diagenesis
hingga membatu.Dari jenis-jenis penyusun cangkangnya dapat
diketahui lokasi hidupnya yang berkisar pada zona neritic pada
paleobathymetry.

Ket :

Nama Batuan :
Packstone (Dunham,1962)
Floatstone
(Embry & Klovan,1971)

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara
BatuanSedimenKarbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : GP 5

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 1-2 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Floating Contact
Porositas
: Fracture Porosity, Intergranular
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Rounded
- KomposisiMP1
MP2
Allochem
Skeletal Grain :
Alga
Koral

Ket :
Alga

MP 2 :

Paraf Asisten

MP3

50%
5%

40%
5%

10%
10%

Non Skeletal Grain:


Ooid
-%
Pisoid
5%

10%
-%

20%
10%

Orthochem
Mikrit

10%

15%

15%

Sparit(Kalsit)

Ket :
Alga
Fracture Porosity

MP 3 :

10%

10%

20%

Porositas
Fabric Selection, Channel
20%
10%
25%

- Diagenesis
Berdasarkan deskripsi pada batuan ini dapat diketahui tingkat
diagenesisnya. Ukuran grain yang dominan kasar menunjukan bahwa
jarak transport material penysusun batuan sedimen karbonat ini dengan
pusat terumbu relative dekat, kebundaran subrounded, dan terususun oleh
grain berupa pecahan organisme, hal ini menunjukan tingkat abrasi intens
atau pengaruh gelombang dominan sehingga organism hancur. Pemilahan
poorly-sorted dengan kemas terbuka menunjukan material yang
terendapakan berbeda energy transportnya sehingga terendapkan material
dengan ukuran yang beragam. Komposisi batuan ini grain supported.

Ket :
Alga

Nama Batuan :
Packstone ( Dunham, 1962 )
Rudstone ( Embry &Klovan,
1971 )

LaboratoriumSumberDaya
Mineral dan Batubara
Program StudiTeknikGeologi
FakultasTeknik
UniversitasDiponegoro

Acara

Paraf Asisten

BatuanSedimenKarbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : Rajamandala MST 1

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 1-2 mm
Kemas
: Tertutup
Sortasi
: Well Sorted
Kontak Butir : Point Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Rounded

Ket :
Alga

KomposisiMP1

MP3
Allochem
Skeletal Grain :
Alga
Non Skeletal Grain:
Ooid
Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)

40%

MP2

70%

20%

-%

-%

20%

10%
20%

10%
10%

20%
30%

MP 2 :

Ket :
Alga
MP 3 :

- Porositas
Fabric Selection
20%
10%
10%
- Diagenesis
Batuan ini jika dilihat dari tekstu rdan komposisinya terbentuk dari
hasil akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkang
cangkang tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan tidak
tertransportasi ataupun tertrasnpor tdengan jarak yang dekat.
Kemudian cangkang tersebu tmengalami diagenesis hingga
mengalami lithfikasi. Dari jenis jenis penyusun cangkangnya dapat
diketahui lokasi hidupnya yang berkisar pada zona neritik pada
paleobathymetry.

Ket :
Alga

Nama Batuan :
Packstone (Dunham, 1962 )
Packstone (Embry &Klovan,
1971)

Laboratorium Sumber Daya


Mineral dan Batubara
Program Studi Teknik Geologi
FakultasTeknik
Universitas Diponegoro

Acara
Batuan Sedimen Karbonat

Jenis Batuan :Batuan Sedimen Karbonat

No. Peraga : R-27

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

- Tekstur
Ukuran Butir : 2-5 mm
Kemas
: Terbuka
Sortasi
: Sorted
Kontak Butir : Point Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Equant
Kebundaran : Sub-Angular
- KomposisiMP1
MP2
Allochem
Skeletal Grain :
Foraminifera
Alga

Ket :

MP 2 :

Paraf Asisten

Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)

MP3

30%
5%
10%30%30%

20%
20%

15%
30%

10%

10%
30%

Ket :

MP 3 :

- Porositas
Vug
20%
20%

20%

- Diagenesis
Batuan ini jika dilihat dari tekstur dan komposisinya terbentuk dari
hasil akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkang
cangkang tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan tidak
tertransportasi atau pun tertrasnport dengan jarak yang dekat.
Kemudian cangkang tersebut mengalami diagenesis hingga
membatu.Dari jenis-jenis penyusun cangkangnya dapat diketahui
lokasi hidupnya yang berkisar pada zona neritic pada
paleobathymetry.

Ket :

Nama Batuan :

Laboratorium Sumber Daya


Mineral dan Batubara
Program Studi Teknik Geologi
Fakultas Teknik
UniversitasDiponegoro

Acara
Batuan Sedimen Karbonat

Jenis Batuan :BatuanSedimenKarbonat

No. Peraga : R-28

Perbesaran

Deskripsi Sayatan Tipis :

MP 1 :

Ket :
Koral
Alga

:4x

- Tekstur
Ukuran Butir : 2 mm
Kemas
: Terbuka
Sortasi
: Sorted
Kontak Butir : Point Contact
Porositas
: Intergranular
Bentuk Butir : Prolate
Kebundaran : Rounded
- KomposisiMP1
MP2
MP3
Allochem
Skeletal Grain :
Koral
20%
15%
Alga
30%40%30%
Non Skeletal Grain:
Pisoid
5%
5%

Orthochem
Mikrit
Sparit(Kalsit)

MP 2 :

Ket :
Koral

Paraf Asisten

- Porositas
Fabric Selection

20%
10%

30%
10%

15%
20%
10%

Alga

MP 3 :

15%

20%

25%

- Diagenesis
Batuan ini jika dilihat dari tekstur dan komposisinya terbentuk dari hasil
akumulasi cangkang-cangkang organisme. Cangkangcangkang
tersebut dilihat tidak pecah dan utuh, kemungkinan tidak tertransportasi
ataupun tertrasnpor tdengan jarak yang dekat. Kemudian cangkang
tersebut mengalami diagenesis hingga membatu.Dari jenis-jenis
penyusun cangkangnya dapat diketahui lokasi hidupnya yang berkisar
pada zona neritic padapaleobathymetry.

Ket :
Koral

Nama Batuan :
Grainstone (Dunham, 1962)
Rudstone
1971)

(Embry

&Klovan,