Anda di halaman 1dari 9

Bioetika Kedokteran

Nama : Fanly
NIM : 102012362
Instansi : FKUKRIDA
Alamat Korespondensi :

Daftar Isi

Daftar isi ..................................................................................................... 2


Latar Belakang ........................................................................................... 3
Tujuan ........................................................................................................ 3
Isi ................................................................................................................ 4
Kesimpulan ................................................................................................ 10
Daftar Pustaka ............................................................................................ 11

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bioetika menurut F. Abel adalah studi interdisipliner tentang problem yang
ditimbulkan oleh perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran, pada skala
mikro maupun makro, termasuk dampaknya terhadap masyarakat luas serta sistem
nilainya pada masa kini dan masa mendatang. Bioetika dapat diartikan sebagai
pandangan yang lebih luas dari etika kedokteran karena begitu saling mempengaruhi
antara manusia dan lingkungan hidup. Bioetika merupakan genus, sedangkan etika
kedokteran merupakan spesies. Kedua hal tersebut saling berkaitan dalam
applikasinya sehari-hari dalam kasus-kasus medis. Sedangkan etika sendiri
mempunyai makna yaitu etika berasal dari bahasa Yunani, ethos (tunggal) atau ta etha
(jamak) yang berarti watak, kebiasaan dan adat istiadat. Pengertian ini berkaitan
dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun suatu masyarakat
yang diwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain.

B. Tujuan
Tujuan di buatnya makalah ini adalah agar para mahasiswa dapat mengetahui
pengetahuan tentang moralitas, menilai baik buruknya sesuatu perbuatan, dan para
mahasiswa dapat mengerti serta mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar dalam
kedokteran untuk menciptakan dokter yang kompeten, tidak lalai dalam pelaksanaan
pasien, memeriksa dan mengobati pasien se efisien mungkin agar pasien tidak di
rugikan.

ISI
3

Terdapat banyak sekali teori-teori etika yang mendasari prinsip bioetika yaitu :
1. Ditinjau dari segi inti:
- Etika kebijaksanaan :
a. Dasar agama/kepercayaan : moralitas agama non-samawi.
b. Dasar filsafat : etika kebahagian (Yunani).
- Etika kewajiban :
a. Dasar agama : moralitas agama samawi (etika teonom)
b. Dasar filsafat : Immanuel Kant (etika otonom).
2. Ditinjau dari segi metodologisnya
- Etika Substantif :
Dasarnya etika kebijaksanaan atau etika kewajiban
- Etika Prosedural :
a. Dasar Keadilan : contoh John Rawls
b. Dasar Komunikasional : contoh Juergen Habermas
3. Ditinjau dari segi subyek pelaksanaannya
- Etika maksim (prinsip subyektif bertindak, sikap dasar hati nurani ketika
bersikap-tindak-perilaku-konkrit).
Misalnya etika kebijaksanaan. Bisa dilihat konteksnya, keterarahan pada
maksim tertentu yang merangkai dalam satu jalinan makna (seperti
tanggungjawab),
-

dapat

memperlihatkan

watak

seseorang

dan

dapat

membedakan antara legalitas dan moralitas.


Etika norma-norma
Dasarnya ialah peraturan-peraturan (hukum) sehingga tak bisa membedakan
moralitas

dan

legalitas.

Dalam

menghadapi

masalah-masalah

yang

berhubungan dengan pasien baik yang tergolong mudah, dokter akan


menghadapi berbagai masalah etika. Dalam memecahkan masalah tersebut
dokter dituntut untuk dapat melakukan sesuatu tindakan pengambilan
keputusan yang tepat. Keputusan yang diambil oleh seorang dokter pada
dasarnya dibagi menjadi dua yakni
a. keputusan medis yang dipengaruhi oleh indikasi medik dan pengetahuan
biomedik
b. keputusan etis yang dipengaruhi oleh info medik, keputusan pasien,
kualitas hidup, dan fitur kontekstual.
Dalam dunia kedokteran, terdapat berbagai macam prinsip yang digunakan dalam
pengambilan keputusan. Namun, yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan terdiri dari empat prinsip yang biasa disebut sebagai Kaidah Dasar Bioetik
(KDB). Terdapat empat prinsip utama di dalam Kaidah Dasar Bioetik, yaitu
beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice.
4

A. Beneficence
Beneficence adalah suatu tindakan berbuat baik mengacu pada tindakan yang
dilakukan demi kebaikan pasien. Adapun prinsip-prinsip dari beneficence sebagai
berikut :
1. General Beneficence
a. melindungi & mempertahankan hak yang lain
b. mencegah terjadi kerugian pada yang lain
c. menghilangkan kondisi penyebab kerugian pada yang lain
2. Specific Beneficence
a. menolong orang cacat
b. menyelamatkan orang dari bahaya.
3. Mengutamakan kepentingan pasien (altrualisme)
4. Memandang pasien/keluarga tak hanya sejauh menguntungkan dokter/rumah
sakit/pihak lain tetapi juga sebagai saudara yang patut ditolong
5. Maksimalisasi akibat baik yang dapat diterima pasien
Beneficence biasanya diterapkan dalam kasus yang simpel dan umum. Kondisi
pasien sadar dan tidak begitu parah. Pengobatan yang diberikan wajar tidak
berlebihan ataupun dikurang-kurangi. Intinya, dokter mengutamakan kepentingan
pasien dan bertindak demi kebaikan pasien.

Contoh kasus Beneficence :


Seorang pasien telah berobat ke dokter A, setelah di berikan resep, pasien
tersebut masih ragu dan pergi berobat ke dokter X, setelah di periksa, si pasien
meminta resep dan memperlihatkan resep yang telah di berikan dokter A, saat
melihat resepnya, dokter X kaget karena obatnya terlalu berlebihan dan juga dalam
masalah biaya, bagaimanakah cara dokter X memberi tahu kepada pasien ?
sedangkan dokter X dan A itu adalah teman, kalau seandainya di katakan yang
sebernarnya itu berarti membuat citra buruk terhadap dokter A, jadi bagaimana
mengatakannya agar tidak membuat citra dokter A buruk dan pasien tidak terlalu di
rugikan? Akhirnya dokter tersebut mengatakan kepada pasien bahwa setiap dokter
memiliki cara sendiri untuk menyembuhkan pasien dan saya mempunyai resep
sendiri.

B. Non Maleficence

Prinsip dasar non-maleficence adalah primum non nocere, yang artinya pertamatama jangan menyakiti. Prinsip ini melarang dokter berbuat jahat atau membuat
derita pasien, serta mewajibkan dokter untuk meminimalisasi akibat buruk.
Kewajiban dokter untuk menganut non-maleficence berdasarkan hal-hal berikut :
1. pasien dalam keadaan amat berbahaya atau berisiko kehilangan sesuatu yang
penting
2. dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut
3. tindakan dokter terbukti efektif
4. manfaat bagi pasien lebih besar daripada kerugian dokter
Dalam kaidah non-maleficence, dikenal juga prinsip double effect, yakni bahwa
tindakan

yang

merugikan

tidak

selalu

dianggap

tindakan

buruk.

Prinsip double effect :


1. tindakan tersebut secara intrinsik tidak salah, setidaknya netral
2. niatnya memperoleh akibat baik tidak boleh dari akibat buruk
3. akibat buruk bukan tujuan untuk mencapai pokok tujuan
4. pertimbangan yang layak: tidak ada cara lain yang lebih tepat
Contoh kasus :
Seorang dokter sedang memeriksa pasien, tiba-tiba datang pasien yang
mengalami kecelakaan, dengan cepat setelah memeriksa pasiennya dokter tersebut
langsung memeriksa pasien yang mengalami kecelakaan. Setelah di periksa,
ternyata pasien tersebut harus segera di operasi karena mengalamin pendarahan
hebat di bagian kepalanya. Setelah mendapat persetujuan orang tua, dokter tersebut
langsung mengoperasi pasien tersebut. Setelah di operasi pasien tersebut sadar dan
pendarahan yang terjadi di kepalanya berhenti

C. Justice
Prinsip-prinsip justice sebagai berikut :
1. Treat similar cases in a similar way = justice within morality. Hal ini
mengindikasikan kesamaan rindakan pada kasus yang sama.
2. Memberi perlakuan sama untuk setiap orang yakni :
- Memberi sumbangan relatif sama terhadap kebahagiaan diukur dari
kebutuhan mereka
- Menuntut pengorbanan relatif sama, diukur dengan kemampuan mereka
(kesamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien)
Jenis Keadilan :
6

1. Tukar menukar : kebajikan selalu memberikan hak pasien yang semestinya


harus diterima
2. Distributif
: Kebajikan dokter selalu membagikan kenikmatan atau
beban bersama, rata dan merata
3. Sosial
: Kebajikan melaksanakan dan memberikan kemakmuran
Dan kesejahteraan bersama
4. Hukum
: pembagian sesuai dengan hukum dan mengembalikan
hak-hak kepada yang berhak

Contoh kasus :
Seorang pasien berobat ke dokter, setelah di periksa ternyata pasien tersebut
menderita sakit maag, lalu dokter tersebut memberikan resep. Pasien tersebut
bertanya kepada dokter obat tersebut diminum berapa kali sehari, tapi dokter
tersebut menyuruh pasien tersebut bertanya kepada petugas apotik. Lalu datang
pejabat berobat ke dokter tersebut dan ternyata dia juga mengalami sakit maag.
Dengan cepat dokter tersebut memberikan resep dan menjelaskan cara
penggunaannya dan efek samping dari obat tersebut.

D. Autonomi
Menurut pandangan Kant, otonomi adalah kebebasan bertindak, memutuskan
(memilih) dan menentukan diri sendiri sesuai dengan kesadaran terbaik bagi
dirinya yang ditentukan sendiri tanpa hambatan, paksaan atau campur-tangan
pihak luar, suatu motivasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau self-legislation
dari manusia. Autonomy erat terkait dengan doktrin informed-consent, kompetensi
(termasuk untuk kepentingan peradilan).
Ciri khusus autonomy, yaitu:
1. kesukarelaan serta tanpa paksaan atau manipulasi
2. memahami perspektif pasien
3. menolong ia bermusyawarah
4. mencoba mempersuasi pasien
5. negosiasi rencana terapi timbal balik
6. terpaut dalam diskusi dengan pasien
7. mempersilahkan pasien memutuskan

Contoh kasus :
Seorang dokter sedang memeriksa pasien, setelah di periksa ternyata pasien
tersebut menderita penyakit leukimia. Lalu dokter tersebut menyarankan agar
pasien segera melakukan cangkok sumsum tulang belakang. Karena pasiennya
sudah berumur 28 tahun, dokter tersebut meminta keputusan kepada pasien apakah
mau atau tidak dilakukan tindakan operasi. Setelah berpikir, pasien tersebut tidak
menyetujui saran yang diberikan oleh dokter tersebut. Sehingga dokter tersebut
hanya melakukan perawatan seadanya.

Kesimpulan

Terdapat banyak sekali teori-teori yang mendasari ilmu bioetik baik dari segi
inti, dari segi metedologisnya, serta dari segi subyek pelaksananya. Dalam dunia
kedokteran terdapat empat prinsip utama di Kaidah Dasar Bioetik yaitu
beneficence, non-maleficence, autonomi, dan justice. Biasanya prinsip beneficence
8

paling sering di temukan di setiap kasus-kasus yang ada, karena di prinsip


beneficence dokter akan menentukan sesuatu yang bersifat kebaikan pasien dalam
mengambil suatu keputusan.

Daftar Pustaka
http://www.berbagimanfaat.com/2011/04/bioetika-kedokteran.html
Wikipedia.com
Google.com
Hartono Budiman M.Pd.Ked, Salim Darminto M.Pd.Ked. WHO AM I. Jakarta :
Ukrida