Anda di halaman 1dari 9

DAMPAK LIMBAH PLASTIK BAGI KESEHATAN

DAN LINGKUNGAN

Disusun oleh :
Kelompok 2
1
2
3
4
5

Akhir Sujono
Faradian Setyadi
Luki Mutakin
M Fikri Dzaky
Lazuardi imani Putra

KELAS

: A

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
CILEGON BANTEN
2016

DAMPAK LIMBAH PLASTIK BAGI KESEHATAN DAN


LINGKUNGAN
Seperti yang kita ketahui pada zaman sekarang ini kehidupan manusia tidak
dapat lepas dari penggunaan plastik. Plastik selalu diikutsertakan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya untuk tempat makanan, minuman, peralatan
rumah tangga dan masih banyak lagi. Plastik sering digunakan karena bahannya
besifat ringan, tidak mudah pecah, murah dan sangat mudah didapatkan. Tetapi
tahukah Anda bila ada jenis-jenis plastik yang memberikan dampak negatif bagi
kehidupan kita?
Sampai sekarang masih banyak orang yang tidak menyadari bahaya yang
akan ditimbulkan akibat penggunaan plastik bagi mereka sendiri dan terhadap
lingkungan sekitar.
Secara umum plastik tersusun dari polimer, yaitu semacam rantai panjang
dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat
masuk kedalam tubuh manusia dan bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi
akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker dan penyakit lainya.
Kantong plastik telah menjadi sampah yang berdampak bahaya dan sulit
dikelola,Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah
bekas kantong plastik itu benar-benar terurai Ini adalah sebuah waktu yang sangat
lama.
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran
air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin
waduk selain itu dapat mencemari air yang biasa dipakai manusia untuk
kebutuhan sehari harinya..
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di
dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat
membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Coba anda
bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung
di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar 1 triliyun
kantong plastik digunakan di seluruh dunia.

Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap


tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!) Lebih dari 17 milyar
kantong plastik dibagikansecara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap
tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di
kota-kota besar
.

Pengertian Plastik
Plastik dapat diartikan sebagai polimer bercabang atau linear yang dapat
dilelehkan atau dilunakkan dengan menggunakan api atau suhu panas lainnya.
Dengan kata lain, plastik memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah daripada
serat.
Plastik adalah polimer rantai-panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai
ini membentuk banyak unit molekul berulang, atau monomer. Plastik yang
umum terdiri dari polimer karbon saja atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine
atau belerang di tulang belakang. (beberapa minat komersial juga berdasar
silikon).Tulang-belakang adalah bagian dari rantai di jalur utama yang
menghubungkan unit monomer menjadi kesatuan. Untuk mengeset properti
plastik grup molekuler berlainan bergantung dari tulang-belakang (biasanya
digantung sebagai bagian dari monomer sebelum menyambungkan monomer
bersama untuk membentuk rantai polimer).
Material plastik pertama kali digunakan sejak abad ke-19. Hal ini terlihat
dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak. Akan tetapi, pada tahun 1990-an,
plastik menjadi bahan atau bagian kebutuhan yang sangat diinginkan. Hal ini
terbukti dari banyaknya plastik yang dibuat dan dicetak.
Tiap tahun, kebutuhan akan plastik semakin bertambah. Pada tahun 2005
plastik dicetak sebanyak 220 juta ton. Terbayang bukan, betapa banyaknya
kebutuhan orang akan plastik sebab hampir semua bahan dan alat yang kita
gunakan terbuat dari plastik,semisal botol, sandal, tas, keranjang, ember, dan
gelas. Plastik menjadi primadona karena dianggap awet, kuat, dan ringan. Meski
bersifat hampir sama dengan logam (awet dan kuat), logam dianggap terlalu berat
dan mahal. Akhirnya, hal itu yang membuat kebutuhan plastik di dunia semakin

tinggi.Sedangkan sebanyak 9,1 miliar botol plastik telah menjadi sampah percuma
hampir setiap tahunnya, sedangkan yang didaur ulang hanya 360 juta botol plastic

Jenis Plastik
Jenis Plastik yang sering digunakan dalam kehidupan kita, diantaranya ialah:
1.Polietena
Polietena ialah plastik yang paling banyak di produksi untuk berbagai
keperluan. Plastik jenis ini terbagi menjadi dua, yakni HDPE (High Density
Polyethene) dan LDPE (Low Density Polyethene). Diantara penggunaan yang
sering kita jumpai ialah Kresek Plastik, Botol Plastik, Pipa Plastik dan Mainan
Plastik yang biasa kita lihat.
2 Polipropana
Polipropana adalah jenis plastik yang tahan panas, terhindar dari kerusakan
bentuk fisik dan tahan korosi. Karena sifatnya itulah polipropana populer
digunakan sebagai tempat makanan, karpet, tali, furnitur plastik, peralatan rumah
sakit.
3. Polistirena
Polistirena adalah salah satu jenis plastik yang populer digunakan. Plastik ini
dipakai sebagai bahan dasar pembuatan material yang solid(lebih berat).
Contohnya ialah dalam peralatan makan, palu plastik, kotak CD, dan dalam
bentuk busanya digunakan sebagai kotak material, kotak makanan atau kotak
minuman.
4.Politetrafluoroetena
PTFE adalah jenis plastik yang sering digunakan belakangan ini. Nama
populer dari PTFE ialah teflon yang umum digunakan sebagai peralatan masak di
dapur.
5. Polivinilklorida
PVC sudah sangat dikenal sebagai Pipa. Tetapi ternyata penggunaan PVC
bisa lebih dari itu. Lapisan kabel, pintu plastik, jendela plastik
6. Polietilen Terepthalate

PET adalah tipe polimer plastik yang ringan, lentur dan memiliki kekuatan.
Penggunaanya selama ini ialah pada serat pakaian, plester, dan botol plastik.
7. Nilon (Poliamida)
Nilon merupakan polimer yang memiliki kekuatan sangat tinggi. Karena
kekuatannya ini, umumnya penggunaan nilon ialah untuk menahan beban yang
besar, seperti pada tali, tali pancingan, senar gitar dan parasut.
8. Poliuretan
Poliuretan adalah bentuk plastik padat menyerupai karet. Penggunaanya
pada umumnya ialah pada ban mobil, alas sepatu, roda skateboard, dan karpet
mobil(non latex).

Bahaya Limbah Plastik bagi Kesehatan


Kebanyakan masyarakat tidak mengetahui dampak limbah plastic bagi
kesehatan karena sudah tertlalu bergantung pada plastic akhirnya masyarakat lupa
akan hal tentang bahayanya seperti Kebanyakan plastik seperti PVC yang sering
digunakan manusia, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu
bahan pelembut (plasticizers). Bahan pelembut ini kebanyakannya terdiri atas
kumpulan ftalat (ester turunan dari asam ftalat). Beberapa contoh pelembut adalah
epoxidized soybean oil (ESBO), di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA), dan bifenil
poliklorin (PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan
makanan, acetyl tributyl citrate (ATBC) dan di(-2ethylhexyl) phthalate (DEHP)
yang digunakan dalam industri pengepakan film (Sheftel, 2000).
Namun, penggunaan bahan pelembut ini yang justru dapat menimbulkan
masalah kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan bahan pelembut seperti PCB
sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian
jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Di Jepang, keracunan PCB
menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai yusho. Tanda dan gejala dari
keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada
perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan
kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan pelembut yang dapat menimbulkan masalah adalah


DEHA. Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, plastik PVC yang
menggunakan bahan pelembut DEHA dapat mengkontaminasi makanan dengan
mengeluarkan bahan pelembut ini ke dalam makanan. Data di AS pada tahun 1998
menunjukkan bahwa DEHA dengan konsentrasi tinggi (300 kali lebih tinggi dari
batas maksimal DEHA yang ditetapkan oleh FDA/ badan pengawas obat makanan
AS) terdapat pada keju yang dibungkus dengan plastik PVC (Awang MR, 1999).
DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon
kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat
merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain
mengakibatkan kanker hati (Awang MR, 1999). Meskipun dampak DEHA pada
manusia belum diketahui secara pasti, hasil penelitian yang dilakukan pada hewan
sudah sepantasnya membuat kita berhati-hati.
Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita
terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus
makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang
terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya).
Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita
membakar bahan yang terbuat dari plastik. Seperti kita ketahui, plastik memiliki
tekstur yang kuat dan tidak mudah terdegradasi oleh mikroorganisme tanah. Oleh
karena itu seringkali kita membakarnya untuk menghindari pencemaran terhadap
tanah dan air di lingkungan kita Namun pembakaran plastik ini justru dapat
mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan
mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma
menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan
mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen
manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan
menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.
Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri
makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh
adalah penggunaan kantong plastik hitam (kresek) untuk membungkus makanan

seperti gorengan dan lain-lain. Menurut Made Arcana, ahli kimia dari Institut
Teknologi Bandung yang dikutip Gatra edisi Juli 2003, zat pewarna hitam ini
kalau terkena panas (misalnya berasal dari gorengan), bisa terurai, terdegradasi
menjadi bentuk radikal. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, seperti oksigen
dan makanan. Kalaupun tak beracun, senyawa tadi bisa berubah jadi racun bila
terkena panas. Bentuk radikal ini karena memiliki satu elektron tak berpasangan
menjadi sangat reaktif dan tidak stabil sehingga dapat berbahaya bagi kesehatan
terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada
penyakit kanker. Namun, apakah munculnya kanker ini disebabkan plastik itu atau
karena mengkonsumsi makanan tercemar kantong plastik beracun, harus
dibuktikan. Sebab, banyak faktor yang menentukan terjadinya kanker, misalnya
kekerapan orang mengonsumsi makanan yang tercemar, sistem kekebalan, faktor
genetik, kualitas plastik, dan makanan. Bila terakumulasi, bisa menimbulkan
kanker.
Styrofoam yang sering digunakan orang untuk membungkus makanan atau
untuk kebutuhan lain juga dapat menimbulkan masalah. Menurut Prof Dr Hj
Aisjah Girindra, ahli biokimia Departemen Biokimia FMIPA-IPB, hasil survei di
AS pada tahun 1986 menunjukkan bahwa 100% jaringan lemak orang Amerika
mengandung styrene yang berasal dari styrofoam. Penelitian dua tahun kemudian
menyebutkan kandungan styrene sudah mencapai ambang batas yang bisa
memunculkan gejala gangguan saraf.
Lebih mengkhawatirkan lagi bahwa pada penelitian di New Jersey
ditemukan 75% ASI (air susu ibu) terkontaminasi styrene. Hal ini terjadi akibat si
ibu menggunakan wadah styrofoam saat mengonsumsi makanan. Penelitian yang
sama juga menyebutkan bahwa styrene bisa bermigrasi ke janin melalui plasenta
pada ibu-ibu yang sedang mengandung. Terpapar dalam jangka panjang, tentu
akan menyebabkan penumpukan styrene dalam tubuh. Akibatnya bisa muncul
gejala saraf, seperti kelelahan, gelisah, sulit tidur, dan anemia.
Selain menyebabkan kanker, sistem reproduksi seseorang bisa terganggu.
Berdasarkan hasil penelitian, styrofoam bisa menyebabkan kemandulan atau

menurunkan kesuburan. Anak yang terbiasa mengonsumsi styrene juga bisa


kehilangan kreativitas dan pasif.
Ancaman kesehatan yang terakhir (sebenarnya masih cukup banyak contoh
lainnya) datang dari kegiatan yang sering tidak sadar kita lakukan (atau mungkin
karena ketidaktahuan kita). Seperti yang lazim kita lakukan apabila kita hendak
memakan suatu makanan yang panas (misalnya gorengan) atau mencegah tangan
terkotori oleh minyak dari gorengan tersebut, maka kita melapisi makanan
tersebut dengan kertas tisu. Padahal hal tersebut sebenarnya dapat mengancam
kesehatan kita.
Bahaya plastik bagi lingkungan sekitar
Konsumsi berlebih terhadap plastik, pun mengakibatkan jumlah sampah
plastik yang besar. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, plastik memiliki
sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Plastik diperkirakan membutuhkan
waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan
sempurna. Sampah kantong plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan
udara.
Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah. Racun-racun dari
partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan
pengurai di dalam tanah seperti cacing. PCB yang tidak dapat terurai meskipun
termakan oleh binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai
urutan rantai makanan. Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap
ke dalam tanah. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi
sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang
mampu meyuburkan tanah. Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur
panjang, dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekalipun.
Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik. Hewan-hewan laut seperti
lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik
tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya. Ketika
hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan
hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya. Pembuangan sampah

plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai


dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.

Upaya Penanggulangan Terhadap Limbah Plastik


1

Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain

setiap kali berbelanja


Penanggulangan limbah plastik juga bisa diatasi dengan membuat plastik

ramah lingkungan
Selain kedua cara diatas limbah plastik bisa juga ditanggulangi dengan

pengolahan limbah plastik menjadi barang berharga.


Mendaur ulang plastic yang sudah dipakai