Anda di halaman 1dari 96

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONNESIA
2013

PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK 2


Kontributor Naskah
Juhari, S.Pd

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN


BIDANG KEAHLIAN : TEKNOLOGI DAN REKAYASA
PROGRAM KEAHLIAN : TEKNIK KETENAGALISTRIKAN
MATA PELAJARAN
: PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK
KELAS X
KOMPETENSI INTI
1. Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang
dianutnya.

2. Menghayati dan mengamalkan


perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun,
responsif dan proaktif, dan
menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan dan
menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora
dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban

KOMPETENSI DASAR
1.1. Menyadari sempurnanya konsep Tuhan
tentang benda-benda dengan
fenomenanya untuk dipergunakan
sebagai aturan dalam
melaksanakanpekerjaandasarelektromek
anik
1.2. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama
sebagai tuntunan dalam
melaksanakanpekerjaandasarelektromek
anik
2.1. Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan
tanggung jawab dalam melaksanakan
pekerjaan dasarelektromekanik
2.2. Menghargai kerjasama, toleransi,
damai, santun, demokratis, dalam
menyelesaikan masalah perbedaan
konsep berpikirdalam melaksanakan
pekerjaan dasarelektromekanik
2.3. Menunjukkan sikap responsif, proaktif,
konsisten, dan berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam melaksanakan pekerjaan
dasarelektromekanik
3.1. Menentukan prosedur keamanan dan
kesehatan kerja di bidang pekerjaan
elektromekanik
3.2. Menentukan prosedur penyiapan
pekerjaan pelat logam)
3.3. Menentukan prosedur pengerjaan pelat
logam
3.4. Menentukan prosedur perakitan rangka
pelat logam
3.5. Menentukan kondisi operasi alat ukur
untuk pengukuran dimensional (mekanik)

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI DASAR

terkait penyebab fenomena


dan kejadian dalam bidang
kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.

3.6. Menentukan spesifikasi dan prosedur


penyambungan kabel penghantar
3.7. Menentukan alat tangan dan prosedur
pekerjaan wiring
3.8. Menentukan pekerjaan perakitan
komponen listrik dengan solder

4. Mengolah, menalar, dan


menyaji dalam ranah konkret
dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan
langsung

4.1. Menerapkan prosedur keamanan dan


kesehatan kerja di bidang pekerjaan
elektromekanik
4.2. Menyiapkan pekerjaan pelat logam
4.3. Melaksanakan kerja pelat
4.4. Merakit rangka pelat logam
4.5. Melakukan pekerjaan pengukuran
dimensional
4.6. Memeriksa sesifikasi dan
penyambungan kabel penghantar.
4.7. Melakukan pekerjaan wiring
4.8. Melakukan pekerjaan perakitan
komponen listrik dengan solder

SILABUS MATA PELAJARAN


Satuan Pendidikan
Program Keahlian
Paket Keahlian :
Mata Pelajaran :
Kelas /Semester :

:
SMK
:
Teknik Ketenagalistrikan
Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik
Pekerjaan Dasar Elektromekanik
X

Kompetensi Inti:
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotongroyong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam
Berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
danalamsertadalammenempatkandirisebagaicerminanbangsadalampergaulandunia.
KI 3 : Memahami, menerapkandanmenganalisispengetahuanfaktual, konseptual, danproseduralberdasarkan rasa
ingintahunyatentangilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya, danhumanioradalamwawasankemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, danperadabanterkaitpenyebabfenomenadankejadiandalambidangkerja yang
spesifikuntukmemecahkanmasalah.
KI4 : Mengolah, menalar, danmenyajidalamranahkonkretdanranahabstrakterkaitdenganpengembangandari yang
dipelajarinya di sekolahsecaramandiri, danmampumelaksanakantugasspesifik di bawahpengawasanlangsung.
Kompetensi
Dasar
Semester 1
1.3. Menyadari
sempurnanya
konsep Tuhan

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar
tentang
benda-benda
dengan
fenomenanya
untuk
dipergunakan
sebagai aturan
dalammelaksa
nakanpekerjaa
ndasarelektro
mekanik
1.4. Mengamalka
nnilainilaiajaran
agama
sebagai
tuntunan
dalammelaksa
nakanpekerjaa
ndasarelektro
mekanik

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar
2.4. Mengamalka
nperilakujujur,
disiplin, teliti,
kritis, rasa
ingintahu,
inovatif dan
tanggungjawa
bdalammelaks
anakanpekerja
andasarelektro
mekanik
2.5. Menghargai
kerjasama,
toleransi,
damai, santun,
demokratis,
dalammenyele
saikanmasalah
perbedaankon
sepberpikirdal
ammelaksanak
anpekerjaanda
sarelektromek
anik
2.6. Menunjukka
nsikapresponsi
f,proaktif,konsi

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar
sten, dan
berinteraksise
caraefektifden
ganlingkungan
sosialsebagaib
agiandarisolusi
atasberbagaip
ermasalahand
alammelaksan
akanpekerjaan
dasarelektrom
ekanik

Materi Pokok

3.1. Menentukan Perilaku dan sikap


prosedur
aman
keamanan, pengelolaan tempat

Kegiatan
Pembelajaran

Mengamati :
Peraturan K3
Rambu-rambu K3

Penilaian

Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja dan

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

4 x 5 JP Training
manual
Electrical

Kompetensi
Dasar
dan

kesehatan
kerja di

bidang

pekerjaan
elektromekan
ik
4.1. Menerapkan
prosedur
keamanan
dan
kesehatan
kerja di
bidang

pekerjaan
elektromekan
ik

Materi Pokok
kerja (bengkel)
Lingkungan tempat
kerja yang aman
Perlindungan personal
Penggunaan perkakas
tangan
Petunjuk umum
- Pemekaian Obeng
- Pemkaian Kunci pas
- Pemkaian tang
- Pemakaian Palu
- Pemakaian gergaji
- pemakaian
crimping Tool
Penggunaan perkakas
bertenaga listrik
- mesin bor
- mesin gerenda
Pemadam kebakaran

Kegiatan
Pembelajaran
Alat pelindung Diri
Alat pemadam
kebakaran
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
Peraturan K3LH,
Rambu-rambu K3LH,
AlatpelindungDiri,
dan alat pemadam
kebakaran
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanmen
entukansumber
(melaluibendakonkrit,
dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpertan
yaan yang
diajukantentang:

Penilaian
kegiatan
praktek
Mengidentifika
si Peraturan
K3LH, Ramburambu K3LH,
Alat pelindung
Diri, dan alat
pemadam
kebakaran
Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek terkait
dengan:
Peraturan
K3LH, Ramburambu K3LH,
Alatpelindung
Diri, dan alat
pemadam
kebakaran

Portofolio:
Laporan dan

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
Peraturan K3LH,
Rambu-rambu K3LH,
Alat pelindung Diri,
dan alat pemadam
kebakaran
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan data
danmenentukanhubun
gannya,
selanjutnyanyadisimp
ulkandenganurutanda
ri yang
sederhanasampaipad
a yang
lebihkompleksterkaitd
engan: Peraturan
K3LH, Rambu-rambu
K3LH, Alat pelindung
Diri, dan alat
pemadam kebakaran
Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilko
nseptualisasitentang:P
eraturan K3LH,

Penilaian
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
Menerapkan
prosedur
keamanan dan
kesehatan
kerja di bidang
pekerjaan
elektromekani
k

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

3.2. Menentukan Interpretasi gambar


prosedur
rangka
penyiapan
Peralatan tangan
pekerjaan
untuk menandai
pelat logam
benda kerja
4.2. Menyiapkan
- Alat ukur mekanik:
- jangka sorong,
pekerjaan
- mikrometer,
pelat logam
- mistar baja,
penyiku
Pemberian tanda
pada pelat logam

Kegiatan
Pembelajaran
Rambu-rambu K3LH,
Alat pelindung Diri,
dan alat pemadam
kebakaran
Mengamati
:prosedur penyiapan
pekerjaan pelat
logam
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
prosedur penyiapan
pekerjaan pelat
logam
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,

Penilaian

Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja
dan kegiatan
praktek
prosedur
penyiapan
pekerjaan
pelat logam

Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek
terkait
dengan:
prosedur
penyiapan
pekerjaan
pelat logam

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

4 x 5 JP Training
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
eksperimen)
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
prosedur penyiapan
pekerjaan pelat
logam
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan: prosedur
penyiapan pekerjaan
pelat logam

Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilk

Penilaian
Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
penyiapan
pekerjaan
pelat logam

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

3.3. Menentukan
prosedur
pengerjaan
pelat logam
4.3. Melakukan
kerja pelat

Materi Pokok

Memotong pelat
logam
Mengebor pelat logam
Membuat lobang pada
pelat logam
Melipat pelat logam

Kegiatan
Pembelajaran
onseptualisasitentan
g:prosedur
penyiapan pekerjaan
pelat logam
Mengamati
:pelaksanaan kerja
pelat
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
pelaksanaan kerja
pelat
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpert

Penilaian

Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja
dan kegiatan
praktek
pelaksanaan
kerja pelat

Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek
terkait
dengan:
pelaksanaan
kerja pelat

Portofolio:
Laporan dan
presentasi

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

4 x 5 JP Training
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
anyaan yang
diajukantentang:
pelaksanaan kerja
pelat
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan:
pelaksanaan kerja
pelat
Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilk
onseptualisasitentan
g:pelaksanaan kerja
pelat

Penilaian
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
Penggunaan
alat tangan
dan alat
bertenaga
listrik untuk
kerja pelat

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar
3.4Menentukan
prosedur
perakitan
rangka pelat
logam
4.4. Merakit
rangka pelat
logam

Materi Pokok
Pemasangan fastener
Alat pemasangan
fastener
Teknik pemasangan
fastener
Kerja proyek
Penanganan plat:
memberi tanda
gambar pada benda
kerja, fabrikasi sheet
metal (cutting,
bending, drilling,
punching, rivetting,
painting).

Kegiatan
Pembelajaran
Mengamati
:pelaksanaan
perakitan rangka
dari pelat logam
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
pelaksanaan
perakitan rangka
dari pelat logam
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
pelaksanaan
perakitan rangka

Penilaian
Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja dan
kegiatan
praktek
pelaksanaan
perakitan
rangka dari
pelat logam
Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek
terkait
dengan:
pelaksanaan
pelaksanaan
perakitan
rangka dari
pelat logam

Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan

Alokasi
Sumber
Waktu
Belajar
2 x 5 JP Training
dan
manual
Electrical
4 x 5 JP
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
dari pelat logam
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan:
pelaksanaan
perakitan rangka
dari pelat logam
Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilk
onseptualisasitentan
g:pelaksanaan
perakitan rangka
dari pelat logam

Semester 2

Penilaian
belajar
Tugas:
Penggunaan
alat tangan
dan alat
bertenaga
listrik untuk
pelaksanaan
perakitan
rangka dari
pelat logam

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar
3.5Menentukan
kondisi operasi
alat ukur
untuk
pengukuran
dimensional
(mekanik)
4.5. Melakukan
pekerjaan
pengukuran
dimensi
(mekanik)

Materi Pokok
Jangka geser
Mikrometer luar
Mikrometer
kedalaman

Kegiatan
Pembelajaran
Mengamati :kondisi
operasi alat ukur
untuk pekerjaan
pengukuran dimensi
(mekanik)
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
kondisi operasi alat
ukur untuk
pekerjaan
pengukuran dimensi
(mekanik)

Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)

Penilaian
Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja
dan kegiatan
praktek
kondisi
operasi alat
ukur untuk
pekerjaan
pengukuran
dimensi
(mekanik)

Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek
terkait
dengan:
kondisi
operasi alat
ukur untuk
pekerjaan
pengukuran
dimensi
(mekanik)

Alokasi
Sumber
Waktu
Belajar
2 x 5 JP Training
dan
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
kondisi operasi alat
ukur untuk
pekerjaan
pengukuran dimensi
(mekanik)
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan: kondisi
operasi alat ukur
untuk pekerjaan
pengukuran dimensi
(mekanik)

Penilaian

Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
Penggunaan
alat ukur
untuk
pekerjaan
pengukuran
dimensi
(mekanik)

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Kompetensi
Dasar

3.6Menentukan
spesifikasi dan
prosedur
penyambungan
kabel
penghantar
4.6. Memeriksa
spesifikasi dan
penyambunga
n kabel
penghantar

Materi Pokok

Persyaratan
penghantar listrik
Ukuran penghantar
Jenis penghantar
Tegangan kerja
Warna kabel
penghantar
Pemilihan kabel
penghantar
Penyambungan
kabel pengahntar

Kegiatan
Pembelajaran
Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilk
onseptualisasitentan
g:kondisi operasi
alat ukur untuk
pekerjaan
pengukuran dimensi
(mekanik)
Mengamati
:spesifikasi dan
penyambungan
kabel penghantar
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
spesifikasi dan
penyambungan
kabel penghantar
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data

Penilaian

Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja
dan kegiatan
praktek
pelaksanaan
spesifikasi
dan
penyambung
an kabel
penghantar
Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek terkait
dengan:

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

4 x 5 JP Training
dan
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
spesifikasi dan
penyambungan
kabel penghantar
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan: spesifikasi
dan penyambungan
kabel penghantar

Penilaian
spesifikasi dan
penyambunga
n kabel
penghantar
Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
Pemeriksaan
spesifikasi dan
penyambunga
n kabel
penghantar

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
2001
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhasilk
onseptualisasitentan
g:spesifikasi dan
penyambungan
kabel penghantar
3.7Menentukan
alat tangan
untuk
pekerjaan
wiring
4.7. Menggunak
an alat tangan
untuk
pekerjaan
wiring

Tang potong
Tang bulat
Tang kombinasi
Crimping tool

Penanganan
pengawatan: bahan
isolasi, penghantar,
spesifikasi dan
ukuran kabel, alat
pengupas kabel

Penaganan Terminasi:
terminal kabel, kabel
marker, sepatu
kabel, crimping tool,
Penanganan

Mengamati
:pelaksanaan wiring
kabel
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
pelaksanaan wiring
kabel
Mengesplorasi :
Mengumpulkan data
yang
dipertanyakandanm
enentukansumber

Kinerja:
Pengamatan
sikap kerja
dan kegiatan
praktek
pelaksanaan
wiring kabel

Tes:
Teslisan,
tertulis, dan
praktek
terkait
dengan:
pelaksanaan
pelaksanaan
perakitan

3 x 5 JP Training
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok
penyambungan
kabel dengan quick
connector
Penanganan Pemipaan
dan kanal kabel
(Tray & duct)
Penaganan
Komponen papan
hubung bagi:
Mounting rel
(simetris, dan
omega), isolator,
dan connector
block.

Kegiatan
Pembelajaran
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
pelaksanaan wiring
kabel
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan:
pelaksanaan
perakitan rangka
dari pelat logam
Mengkomunikasik

Penilaian
rangka dari
pelat logam

Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
pelaksanaan
wiring kabel

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
Buku
referensi
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

3.8 Menentukan
Kerja proyek 2;
Penanagnan
pekerjaan
penyambungan
perakitan
komponen dengan
dengan solder
solder:
4.8 Melakukan
Soldering joint
pekerjan
(kabel, dan
perakitan
komponen
komponen
listrik/elektronik)
listrik dengan
solder

Kegiatan
Pembelajaran
an :
Menyampaikanhasilk
onseptualisasitentan
g:pelaksanaan
wiring kabel

Mengamati :
Pekerjaan
perakitan
komponen listrik
dengan solder
Menanya :
Mengkondisikansitua
sibelajaruntukmembi
asakanmengajukanp
ertanyaansecaraakti
fdanmandiritentang:
Pekerjaan perakitan
komponen listrik
dengan solder
Pengumpulan
Data :
Mengumpulkan data
yang

Penilaian

Kinerja:
Pengemata
n sikap
kerja dan
kegiatan
praktek
Pekerjaan
perakitan
komponen
listrik
dengan
solder

Tes:
Teslisan,
tertulis,
dan
praktek
terkait

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

3 x 5 JP Training
manual
Electrical
electronic
Industry,
Australian
Goverment
Service,
Canbera
Industrial
Control
Wiring
Guide,
Second
Edition, Bob
Mercer,
Newnes,
2001
Buku
referensi

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
dipertanyakandanm
enentukansumber
(melaluibendakonkrit
, dokumen, buku,
eksperimen)
untukmenjawabpert
anyaan yang
diajukantentang:
Pekerjaan perakitan
komponen listrik
dengan solder
.
Mengasosiasi :
Mengkatagorikan
data
danmenentukanhub
ungannya,
selanjutnyanyadisim
pulkandenganurutan
dari yang
sederhanasampaipa
da yang
lebihkompleksterkait
dengan: Pekerjaan
perakitan komponen
listrik dengan solder

Penilaian
dengan:
Pekerjaan
perakitan
komponen
listrik
dengan
solder

Portofolio:
Laporan dan
presentasi
hasil kegiatan
belajar
Tugas:
Pekerjaan
perakitan
komponen
listrik
dengan
solder

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar
dan artikel
yang sesuai

Kompetensi
Dasar

Materi Pokok

Kegiatan
Pembelajaran
Mengkomunikasik
an :
Menyampaikanhas
ilkonseptualisasite
ntang:Pekerjaan
perakitan
komponen listrik
dengan solder

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber
Belajar

DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

BAB I Peralatan Ukur (Measuring Equipment)

A. Jangka geser

B. Mikrometer

14

25

Mikrometer Kedalaman

C. Latihan Soal

27

BAB II Kabel Penghantar

28

A. Pengertian

23

B. Persyaratan Pengantar

30

C. Ukuran Pengantar

30

D. Macam-macam penghantar dan kegunaannya

32

E. Tegangan Kerja

34

F. Identifikasi Warna Kabel

37

G. Pemilihan Kabel

37

H. Menyambung (Joining) underground armoured cable

44

I.

49

Latihan Soal

BAB III Tang (Pliers)

50

A. Tang Potong (Cutting Pliers)

51

B. Tang Bulat (Round-Nose Pliers)

52

C. Tang Kombinasi (Combination Pliers)

53

D. Latihan Soal

53

BAB IV Menyolder (Soldering)

58

A. Soldering (Menyolder)

58

B. Menyolder Terminal (Sepatu Kabel)

59

C. Kegagalan pada Penyolderan

61

D. Latihan Soal

63

Daftar Pustaka

65

BAB I
Peralatan Ukur (Measuring Equipment)

Pada bab ini siswa akan belajar bagaimana menggunakan peralatan ukur
(Measuring Equipment). Siswa akan belajar bagaimana mengidentifikasi,
menggunakan dengan aman dan memelihara peralatan ukur serta peralatan
yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan ini.
Peralatan ukur meliputi :

Jangka Geser.
Mikrometer.

Dengan

demikian

siswa

dapat

menggunakan

peralatan

tangan

untuk

mempersiapkan pekerjaan pelat logam sesuai dengan gambar kerja.


Untuk mencapai bab ini siswa harus dapat :

Mengidentifikasi peralatan ukur untuk mengukur benda kerja.


Menggunakan peralatan ukur untuk menentukan ukuran benda kerja.
Memelihara dan menyimpan peralatan ukur secara aman dan benar.

A. Jangka geser.
Jangka geser digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam dan
kedalaman lubang. Alat ini terbuat dari baja tahan karat. Keistimewaan jangka
geser ini terletak pada kemampuan mengukur untuk variasi bentuk dan kondisi
benda kerja yang hendak diukur. Namun meskipun demikian tingkat ketelitian
pengukurannya masih berada dibawah tingkat ketelitian mikro meter.

Gambar 1-1. Bentuk fisik jangka geser.


Bagian-bagian jangka geser adalah : mistar ukur yang dapat digeser, rahang
pengukur, ekor/batang kedalaman dan pita pengikat. Jangla geser terdiri dari dua
skala ialah skala utama (main scale) dan skala geser (vernier scale) terdapat

garis-garis ukur dalam ukuran inchi dan millimeter. Pada salah satu sisinya
terdapat alur tempat kedudukan bagian ekor/batang kedalaman. Rumah geser
terpasang pada mistar ukur dan dapat bergeser sepanjang mistar tersebut.
Bagian ekor/batang kedalaman berbentuk segiempat pipih dan letaknya pada
mistar yang beralur, bagian ini gunanya untuk mengukur kedalaman lubang atau
tingginya suatu benda kerja.
Jika rumah geser digeserkan, bagian ini ikut bergeser pula. Rahang jepit terdiri
dari dua pasang, sepasang rahang untuk mengukur diameter luar, sepasang lagi
untuk mengukur diameter dalam. Mur pengikat gunanya untuk mengikat rumah
geser trehadap mistar.

Gambar 1-2. Mengukur diameter luar dan dalam

1) Cara membaca jangla geser ukuran millimeter (Pembagian 0,1 mm).


Jangka geser yang skala noniusnya 0,1 mm dapat mengukur hanya sampai 0,1
mm. Pada rumah geser terdapat garis ukur sebanyak 10 bagian yang
panjangnya 9 mm. Jadi jarak antara garis yang satu terhadap garis yang lain 0,9
mm. Garis-garis itu ditandai dengan angka 0 10. Garis 0 merupakan garis
penunjuk ukuran bulat misalnya 1 mm, 2 mm, 3 mm dan seterusnya. Pada
pengukuran demikian, garis 0 kedudukannya satu garis dengan garis diatasnya
yang terdapat pada mistar ukur, demikian pula garis yang berangka 10 segaris
dengan salah satu garis diatasnya. Adapun garis-garis lainnya, garis ke 1 sampai

garis ke 9 tidak segaris dengan garis diatasnya. Garis-garis ini menunjukan


ukuran 0,1 mm.

Gambar 1-3. Skala utama dan geser.


Contoh 1 :
Pada pengukuran 14,2 mm, letak garis-garis ukurnya adalah sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 14 dan ke 15 pada


mistar.
Garis ke 2 pada rumah geser kedudukannya satu garis dengan suatu
garis mistar.

Gambar 1-4. Contoh pengukuran 14,2 mm.


Contoh 2 :
Pada pengukuran 17,8 mm, letak garis-garis ukurnya adalah sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 17 dan ke 18 pada


mistar.
Garis ke 8 pada rumah geser kedudukannya satu garis dengan suatu
garis mistar.

Gambar 1-5. Contoh pengukuran 17,8 mm.

Contoh 3 :
Pada pengukuran 15 mm, letak garis-garis ukurnya adalah sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak segaris ke 15 pada mistar.


Garis ke 10 pada rumah geser kedudukannya satu garis dengan suatu
garis mistar.

Gambar 1-6. Contoh pengukuran 15 mm.

2) Cara membaca jangla geser ukuran millimeter (Pembagian 0,05 mm).


Pada pembagian ini, garis ukur pada rumah geser berjumlah 20 bagian. Jarak
dari 0 sampai 20 sama dengan 19 mm. Berarti jarak antara garis yang satu
dengan yang lainnya 19 : 20 = 0,95 mm, jadi selisih dari kedua skala ini 1 mm
0,95 mm = 0,05 mm. Berarti pula, bahwa jangka geser ini mampu mengukur
sampai ukuran terkecil 0,05 mm.
Cara membaca pembagian ini sama dengan membaca pembagian 0,1 mm
diatas.
Contoh 1 :
Pada pengukuran 8 mm, maka kedudukan garis-garis ukurnya adalah sebagai
berikut :

Garis 0 pada rumah geser segaris dengan garis ke 8 pada mistar ukur.
Garis ke 20 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-7. Contoh pengukuran 8 mm.

Contoh 2 :

Pada pengukuran 9,5 mm, maka kedudukan garis-garis ukurnya adalah sebagai
berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak di antara garis ke 9 dan garis ke 10

pada mistar ukur.


Garis ke 10 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-8. Contoh pengukuran 9,5 mm.


Contoh 3 :
Pada pengukuran 37,66 mm, maka kedudukan garis-garis ukurnya adalah
sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak di antara garis ke 37,5 dan garis ke 38

pada mistar ukur.


Garis ke 8 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-9. Contoh pengukuran 37,66 mm.


Untuk lebih memudahkan membaca angka-angka di belakang koma, misalnya
0,55 0,65 0,75 dan seterusnya, maka caranya sebagai berikut :
Misalnya ukuran :

0,65 : carilah yang berangka 6 dan tambahkan 1 garis.


0,75 : carilah yang berangka 7 dan tambahkan 1 garis.
0,85 : carilah yang berangka 8 dan tambahkan 1 garis.

Biasanya garis yang berangka (seperpuluhan) bentuknya lebih panjang dari


pada garis 0,05 mm.

3) Cara membaca jangka geser ukuran inchi.


Bentuk ukuran inchi ini ada yang pecahan dan ada pula yang desimal. Bentuk
pecahan : angka-angka yang terdapat pada mistar, misalnya 1 2 3 dan
seterusnya menunjukan ukuran 1 2 3 dan seterusnya. Dari angka ke angka
dibagi dalam 16 bagian sehingga 1 bagian jaraknya 1/16. Pada rumah geser
terdapat garis-garis ukur yang jaraknya 7/16 dan terbagi atas 8 bagian berarti 1
bagian 7/16 dibagi 8 sama dengan 7/128. Selisih skala 1/16 7/128 = 1/128.
Jadi ketelitian pengukuran jangka geser ini adalah 1/128.

Gambar 1-10. Skala jangka geser ukuran inchi.

Contoh 1 :
Pada pengukuran 2,853, maka kedudukan garis-garis ukurnya adalah sebagai
berikut :

Garis 0 pada rumah geser segaris dengan garis ke 2,850 pada mistar
ukur.

Garis ke 3 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-11. Contoh pengukuran 2,853.

Contoh 2 :
Pada pengukuran 5/8 sama dengan 10/16. Kedudukan garis-garis ukurnya
adalah sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser segaris dengan garis ke 10 pada mistar ukur.
Garis ke 8 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-12. Contoh pengukuran 5/8.

Contoh 3 :
Pada pengukuran 15/128 sama dengan 1/16 + 7/128. Kedudukan garis-garis
ukurnya adalah sebagai berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 1 dan ke 2 pada mistar

ukur.
Garis ke 7 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-13. Contoh pengukuran 15/128.

Contoh 4 :

Pada pengukuran 21/128. Kedudukan garis-garis ukurnya adalah sebagai


berikut :

Garis 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 2 dan ke 3 pada mistar

ukur.
Garis ke 5 pada rumah geser segaris dengan suatu garis pada mistar
ukur.

Gambar 1-13. Contoh pengukuran 15/128.

4) Bentuk desimal.
Jarak 1 pada mistar ukur dibagi dalam 10 bagian sehingga 1 bagian yang
berangka 1/10. Dari angka ke angka (1/10) dibagi dalam 4 bagian sehingga 1
bagian 0,0025. Karena selisih skala itu 0,0025 0,0024 = 0,001, berarti pula
ketelitian jangka geser ini adalah 0,001.
Contoh 1 :
Pada pengukuran 1,148, berarti 1,148 = 1 + 0,1 + 0,025 + 0,023.
Jadi penunjukannya :
Angka 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 1 dan ke 2 yang berangka
dan garis ke 23 segaris dengan salah satu garis pada mistar.

Contoh 2 :
Pada pengukuran 2,653, berarti 2,653 = 2 + 0,6 + 0,050 + 0,005.
Jadi penunjukannya :

Angka 0 pada rumah geser terletak antara garis ke 6 dan ke 7 yang berangka
dan garis ke 3 segaris dengan salah satu garis pada mistar.

Tugas Praktek.
1. Alat dan Bahan :
Jangka geser.
Fuse holder
Nepel
Pipa PVC
2. Petunjuk :
Letakan rahang-rahang jangka geser pada benda kerja sesuai dengan

objek pengukuran yang diperlihatkan pada gambar kerja.


Sebelum melakukan pembacaan hasil pengukuran, usahakan benda kerja
jangan dilepas atau kalau akan dilepas terlebih dahulu kunci rahang yang

bergerak dengan mengencangkan mur pengingat.


Lakukan beberapa kali pengukuran untuk setiap objek pengukuran agar

diperoleh hasil pengukuran yang akurat.


Lakukan pengukuran pada tempat yang memiliki kuat cahaya penerangan

yang baik.
Lakukan dua kali pengukuran, yang pertama menggunakan skala

milimeter dan yang ke dua menggunakan skala inchi.


Pergunakanlah peralatan sesuai dengan fungsinya.

3. Gambar Kerja :

4. Tabel Pengukuran :
Nepel.
Bidang
a
b
c
d
e
f
g
h
i

Data Pengukuran
Milimeter

Inchi

j
k
l
m
o
p
q

Fuse Holder.
Bidang
a
b
c
d

Data Pengukuran
Milimeter

Inchi

5. Evaluasi :
a. Sebutkan fungsi dari bagian-bagian jangka geser berikut ini :
1) Rahang tetap.
2) Rahang bergerak
3) Batang geser
4) Batang kedalaman
5) Mur pengikat
b. Gambarkan ilustrasi skala ukur jangka geser sesuai dengan data berikut :
1) Hasil ukur 16,75 mm.
2) Hasil ukur 3/32 inchi.

Latihan Soal :
1) Tuliskan nama bagian-bagian dari jangka geser seperti yang diperlihatkan
pada gambar dibawah ini :

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................
.......................................................

2) Tentukan hasil pengukuran dengan jangka geser pada gambar dibawah


ini dengan faktor ketelitian 0,02 mm.

B. Mikrometer Luar.

Mikrometer adalah suatu alat ukur yang sangat teliti bila dibandingkan dengan
jangka geser oleh karenanya banyak dipakai di tempat-tempat pekerjaan yang
memerlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi.
Mikrometer ada beberapa macam antara lain :

Mikrometer Luar
Mikrometer Dalam
Mikrometer Kedalaman
Mikrometer Ulir

Pada pembelajaran ini akan kita uraikan mengenai mikrometer luar dengan
ukuran mengenai mikrometer luar dengan ukuran milimeter. Adapun bentuk fisik
mikrometer ini seperti yang ditunjukan pada gambar berikut ini serta bagianbagiannya terdiri dari :

Rangka (frame)
Landasan (anvil)
Poros geser dan ulir (spincle and thread)
Tabung ukur (sleeve)
Tabung putar (thimble)
Gigi gelincir (rechett)
Pengunci (lock nut).

Pada bagian tabung ukur dan tabung putar terdapat angka-angka dan garis-garis
ukur. Angka-angka dan garis-garis ukur inilah yang akan menunjukan ukuran
benda kerja yang di ukur.

Gambar 1-15. Bagian-bagian mikrometer.


Angka-angka yang terdapat pada tabung ukur menunjukan ukuran milimeter,
misalnya 0 5 10 15 20 dan seterusnya. Dengan demikian diantara angka
5 10 = 5 mm dan seterusnya. Dari angka ke angka ini dibagi dalam 5 bagian
sehingga 1 bagian jaraknya 1 mm. Pada bagian bawah garis-garis ini
(adakalanya letaknya diatas), terdapat pula garis-garis ukur pembagi dua, artinya
antara garis atas dan garis bawah jaraknya 0,5 mm (lihat gambar 2-2). Pada
bagian tabung putar terdapat garis-garis ukur yang banyaknya 50 bagian. Jika
tabung putar di putar 1 kali (misalnya dari angka 0 sampai ke angka 0 lagi) maka
poros geser akan bergerak 0,5 mm. Jika 2 kali diputar berart 2 x 0,5 mm = 1 mm
dan seterusnya. Oleh karena itu tabung putar dibagi dalam 50 bagian, maka 1
bagian jaraknya 0,5 : 50 = 0,01mm langkah poros geser.

Gambar 1-16. Bagian tabung ukur dan tabung putar.

Gambar 1-17. Tabung ukur (sleeve).

Gambar 1-18. Langkah poros geser dengan jarak 0,5 : 50 = 0,01m.

Contoh 1 (lihat gambar 1-18)


Pada ukuran 15 mm, maka kedudukan garis-garis ukurnya sebagai berikut :

Garis yang berangka 15 pada tabung ukur berimpit dengan rusuk tabung

putar.
Garis yang berangka 0 pada tabung putar segaris dengan garis pembagi
dua pada tabung ukur.

Contoh 2 (lihat gambar 1-18)


Pada ukuran 17,5 mm, maka kedudukan garis-garis ukurnya sebagai berikut :

Garis ukur milimeter yang ke 17 pada tabung ukur tampak jelas..


Garis ukur setengah milimeter pada tabung ukur terletak antara garis ke

17 dan 18 ukuran milimeter dan berimpit dengan sisi tabung putar.


Garis yang berangka 0 pada tabung putar segaris dengan garis pembegi
dua pada tabung putar.

Pada ukuran 18,82 mm, maka kedudukan :

Garis ukur milimeter yang ke 18 pada tabung ukur terlihat jelas.


Garis ukur setengah milimeter pada tabung ukur yang terletak antara garis
ke 18 dan ke 19 ukuran milimeter tampak jelas karena 0,82 mm adalah

lebih dari 0,5 mm.


Garis ke 32 pada tabung putar (82 50 = 32) segaris dengan sisi tabung
putar (gambar 1-19).

Gambar 1-18.
Cara membaca mikrometer ukuran inchi.
Pada bagian tabung ukurnya terdapat satu baris ukur. Dari angka ke angka
jaraknya 0,1 dan dibagi 4 bagian, berarti satu bagian 0,025. Sedangkan pada
tabung putar terdapat 25 garis ukur. Jika tabung putar diputar 1 kali (misalnya
dari angka 0 ke angka 0 lagi), maka poros geser akan bergeser 0,025. Jadi
artinya jarak antara garis yang satu dengan garis yang lainnya pada tabung putar
0,025 : 25 = 0,001 langkah poros geser (lihat gambar 1-19).

Gambar 1-19.

Contoh 3 (lihat gambar 1-20).


Pada ukuran 0,297, maka kedudukan garis-garis ukurnya sebagai berikut :

Sisi tabung putar berimpit dengan garis yang berangka 0,275 pada tabung

ukur.
Garis yang berangka 22 pada tabung putar segaris dengan garis pembegi
dua pada tabung ukur.

Gambar 1-20.

Contoh 4 (lihat gambar 1-20).


Pada ukuran 0,242, maka kedudukan garis-garis ukurnya sebagai berikut :

Sisi tabung putar 0,2 + 0,025 = 0,225. Artinya sisi tabung putar terletak

pada garis ke 2 sebelah kanan garis yang berangka 2.


Garis ke 17 pada tabung putar segaris dengan garis pembagi dua tabung
ukur.

Gambar 1-21.
Ukuran mikrometer.
Ukuran mikrometer ditentukan oleh jarak maksimal yang ditempuh oleh poros
geser. Misalnya mikrometer 1, artinya mikrometer yang jarak maksimal
pengukurannya 1 (dari 0 1).
Mikrometer 2 pengukurannya dari 1 sampai 2.
Mikrometer 3 pengukurannya dari 2 sampai 3, dan seterusnya. Jadi jarak
gesernya hanya 1.
Pada mikrometer milimeter jarak gesernya :
0 25 mm

25 50 mm
50 75 mm
75 100 mm dan seterusnya.

Cara mengukur dengan mikrometer :

Kedudukan poros geser sebelum mengukur harus lebih lebar dari pada

diameter benda kerja.


Tempatkan bagian alas mikrometer pada benda kerja putarlah tabung
putarnya kearah kanan sehingga poros geser hampir menyentuh benda

kerja.
Bila poros geser sudah dekat dengan benda kerja, putarlah bagian

ratchet-nya sampai ratchet tersebut berbunyi.


Lihatlah garis-garis ukurnya dan terbacalah dengan mudah hasil
pengukurannya.

Gambar 1-21. Cara mengukur yang benar.

Cara mengukur yang salah :

Pada waktu mengukur, jangan hanya memutar tabung putar saja. Hal ini
bisa merubah pengukurannya karena tekanan tangan yang memutar tidak
stabil (harus betul-betul memakai perasaan). Dalam hal ini putarlah

ratchet-nya.
Jangan menarik mikrometer keluar dari benda kerja untuk dilihat hasil
pengukurannya. Hal ini bisa merusak landasan dan ujung poros geser
aus.

Gambar 1-22. Cara mengukur yang salah.

Memeriksa ketepatan ukuran.


Sebelum

mikrometer itu

kita

gunakan, sebaiknya

kita

periksa

dahulu

kerapatannya. Caranya adalah : rapatkan poros geser pada alasnya (untuk


mikrometer 0 -25 mm) atau dengan mal (untuk mikrometer 25 - 50 mm).
Kemudian lihatlah garis ukur pada tabung ukur dan garis ukur pada tabung putar.
Jika garis 0 (nol) pada tabung putar segaris dengan garis 0 (nol) pada tabung
ukur, berarti keadaan mikrometer itu baik. Tetapi bila kedudukannya tidak tepat,
maka hal ini harus kita perbaiki dengan kunci khusus. Pada setiap kotak tempat
mikrometer terdapat kunci dan sebuah mal. Kunci itu kita masukan kedalam
lubang kecil tabung ukur, lalu putarlah ke kanan atau ke kiri sesuai dengan
kedudukan yang tidak tepat tadi sehingga kedua garis yang berangka 0 (nol) tadi
segaris.

Cara memegang mikrometer.


Satu tangan dengan benda kerja bebas : kelingking dengan jari manis tangan
kanan memegang mikrometer, jari lainnya memutar tabung putar. Tangan kiri
memegang benda kerja.

Gambar 1-23.

Gambar 1-24.

C. Mikrometer kedalaman (depth micrometer).


Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman alas lubang suatu
alur. Benda kerja diletakan pada bangku kerja atau meja gambar. Tangan kanan
menekan blok silang agar tetap rapat pada bidang kerja. Tangan kiri memutar
tabung putar sampai poros geser menyentuh alas lubang atau alur. Cara
membaca ukurannya sama dengan membaca ukuran mikrometer luar.

Gambar 1-25. Mikrometer dalam.

Tugas Praktek.
1. Alat dan bahan :
Mikrometer
Paket jenis-jenis kabel.
Macam-macam kawat email.
2. Petunjuk :
Letakkan semua peralatan pada tempat yang aman.
Ukurlah semua diameter inti kabel dan kawat yang telah disiapkan.
Masukkanlah hasil pengukuran pada tabel yang sudah disediakan.
Hitunglah luas penampang inti kabel dan kawat tersebut.
3. Tabel hasil pengukuran :
No.

Jenis Kabel/Kawat

4. Evaluasi :
1) Gambarlah

ilustrasi

skala

Diameter
(mm)

ukur

pengukuran berikut :
a. Diameter kawat 0,75 milimeter.

mikrometer

Luas Penampang
(mm2)

sesuai

dengan

data

b. Diameter kawat 2,35 milimeter.


c. Luas penampang 2,5 milimeter.
2) Buatlah kesimpulan dari hasil pengukuran.

Latihan Soal :
1. Tuliskan nama bagian-bagian dari mikrometer seperti yang diperlihatkan
pada gambar dibawah ini :

Gambar 1-24.

a.
b.
c.
d.
e.
f.

.................................................
.................................................
.................................................
.................................................
.................................................
.................................................

2. Tentukan hasil pengukuran dengan mikrometer pada gambar dibawah ini :

Gambar 1-25.

BAB II

Kabel Penghantar

Pada bab ini siswa akan belajar membedakan jenis-jenis penghatar. Siswa akan
belajar bagaimana mengidentifikasi, memilih, menggunakan dengan benar untuk
melengkapi pekerjaan ini.

Peralatan ukur meliputi :

Macam-macam Penghantar.
Memilih penghantar.
Mengklasifikasikan penghantar.

Dengan demikian siswa dapat memilih dan menggunakan penghantar untuk


mempersiapkan pekerjaan dasar elektromekanik sesuai dengan gambar kerja.
Untuk mencapai bab ini siswa harus dapat :

Mengidentifikasi kabel penghantar untuk tegangan rendah.

Menyambung kabel penghantar untuk tegangan rendah.

A. Pengertian.
a. Penghantar ialah : (PUIL 108 P 25 )

Benda logam atau bukan logam yang bersifat menyalurkan arus listrik

Kawat/pilinan kawat yang cocok digunakan untuk menyalurkan arus listrik

b. Kabel ialah :
rakitan satu penghantar atau lebih, baik penghantar pejal atau berupa
pintalan, masing -masing dilindungi dengan isolasi, keseluruhannya
dilengkapi dengan selubung pelindung bersama.
c. Kabel instalasi ialah :

Kabel yang dimaksudkan untuk instalasi tetap (PUIL 108 K4 )


d. Kabel fleksibel ialah :

kabel yang karena sifat penghantar, isolasi dan selubung yang fleksibel
dimaksudkan untuk dihubungkan dengan perlengkapan listrik yang dapat
dipindah-pindahkan dan atau bergerak. (PUIL 108 K3 )

B. Persyaratan Penghantar :
a. Bahan penghantar, isolasi dan selubung harus memenuhi syarat sesuai
dengan
penggunaannya.
c. Telah diperiksa dan diuji oleh LMK.
C. Ukuran penghantar (PUIL ayat 700 A 2.1 )
Dinyatakan dalam ukuran luas penampang intinya dan satuannya adalah
mm2 . Ukuran luas penampang nominal kabel, penghantar tak berisolasi
seperti pada tabel 1 di bawah (di PUIL tercantum pada daftar 700 -1).
Tabel 1 - Luas Penampang Nominal Kabel Dan Kabel Tanah
Kabel dan kabel tanah instalasi tetap
dari aluminium atau tembaga
( mm2 )

Pejal Bulat

Kabel dan kabel


tanah Instalasi
tetap dari
aluminium atau
tembaga bentuk
sektor
( mm2 )

Kabel fleksibel ,
Lebih fleksibel ,
Sangat fleksibel
dari tembaga
( mm2 )

Dipilin
Bulat
2

Dipilin Bulat
Dipadatkan
3

0,5
0,75
1,0

0,5
0,75
1,0

0,5
0,75
1,0

1,5
2,5

1,5
2,5

1,5
2,5

Kabel dan kabel tanah instalasi tetap


dari aluminium atau tembaga
( mm2 )

Pejal Bulat

Kabel dan kabel


tanah Instalasi
tetap dari
aluminium atau
tembaga bentuk
sektor
( mm2 )

Kabel fleksibel ,
Lebih fleksibel ,
Sangat fleksibel
dari tembaga
( mm2 )

Dipilin
Bulat
2
4

Dipilin Bulat
Dipadatkan
3
-

4
-

5
4

6
10
16

10
16

16

10
16

10
16

25
35
50

25
35
50

25
35
50

25
35
50

25
35
50

70
95
120

70
95
120

70
95
120

70
95
120

70
95
120

150
185
240

150
185
240

150
185
240

150
185
240

150
185
240

300

300
400
500

300
400
500

300
400
500

300
400
500

630
800
1000

630
-

630
-

1
4

Macam-macam penghantar dan kegunaannya. ( ayat 700 B2 )


Macam-macam penghantar yang sering digunakan dan kegunaannya yang
lengkap (lihat PUIL daftar 700-3 dan 700-4.)
Tabel 2.

Kabel Instalasi

Jenis
NYA

Penggunaan

NYAF

NGA

NYM

NYZ

NYD

Untuk instalasi ruangan kering :


Di dalam pipa dan dipasang
diatas atau di bawah plesteran.
Dengan menggunakan rol
isolator dipasang diatas plafon
.
Untuk pemasangan di dalam alatalat listrik dan lemari hubung bagi.
Tidak boleh digunakan :
Menempel
langsung
pada
plesteran, kayu dan di dalam
plesteran.
Pada pemasangan instalasi
ruang lembab, basah, di alam
terbuka,
ruangan
dengan
bahaya
kebakaran
dan
ledakan.
Untuk instalasi ruangan kering,
lembab, basah, dengan bahaya
kebakaran yang dipasang di atas,
di dalam plesteran dan di atas
kayu.
Pemasangan
pada
ruangan
dengan bahaya ledakan harus
memperhatikan pengaruh kimia &
termis.
Untuk alat tangan ringan seperti
pesawat radio, alat cukur dll yang
dipasang hanya pada ruangan
kering dengan tekanan mekanis
rendah.
Tidak digunakan untuk peralatan
listrik thermis.

Kabel Instalasi

Jenis
NYMHY

NMH

NSA

NYY
NAYY

NYFGbY
NAYFGbY

Penggunaan
untuk alat listrik domestik seperti
mesin cuci, lemari es dll yang
dipasang didalam ruangan kering,
lembab
sementara
dengan
tekanan mekanis sedang.
Tidak boleh untuk perlengkapan
listrik thermis.
Untuk alat listrik dapur, bengkel
pertanian
( misalnya pemanas
air yang besar, lampu tangan )
dan alat - alat listrik tangan,
dengan tekanan mekanis sedang
dan dipasang di ruang kering,
lembab.
Boleh dipasang ditempat kerja
dengan bahaya kebakaran ( untuk
maksud pertanian, alam terbuka )
menggunakan penghantar dengan
penampang mulai 1,5mm2.
Tidak boleh direnggangkan seperti
penghantar udara.
Untuk alat listrik ringan ini
misalnya setrika dengan tekanan
mekanis sedikit dan dipasang
diruang kering.
Untuk instalasi mesin tenaga,
lemari hubung bagi dan instalasi
industri yang dipasang di dalam
ruangan, saluran kabel, alam
terbuka . Bila diperkirakan tidak
akan terjadi kerusakan mekanis.
Untuk pemasangan dalam tanah
yang
kemungkinan
terjadi
kerusakan
harus
diberi
perlindungan .
Untuk instalasi msin tenaga,
industri, lemari hubung bagi yang
dipasang di dalam ruangan,
saluran kabel, alam terbuka,
dalam tanah dengan gangguan
mekanis sedang.
Boleh
dipasang
di
dalam
air/sungai bila tidak akan terjadi

Kabel Instalasi

Jenis

Penggunaan
gangguan gaya tarik mekanis.

NYRGbY
NAYRGbY

Untuk pemasangan dalam tanah,


di dalam ruangan, saluran kabel
dan
alam
terbuka,
bila
diisyaratkan
perlinduangan
mekanis yang lebih tinggi atau
tekanan tarik yang lebih besar
pada waktu montase dan pada
waktu pembebanan.
Boleh dipasang didalam air dan
sungai, bila tidak akan terjadi
gangguan gaya tarik mekanis.

BCC
AAC
AAAC

Digunakan untuk saluran udara


tegangan rendah, menengah maupun
tinggi.

ACSR

D. Tegangan Kerja
a. Tegangan Kerja Instalasi dan Kabel Fleksibel.
Boleh dibebani terus menerus dengan tegangan kerja maksimun 15%
lebih tinggi dari tegangan nominal kabel tersebut ( ayat 700 B2 ).
Contoh :
Tegangan nominal NYM adalah 500 V, maka NYM dapat dibebani
secara terus menerus dengan tegangan maksimun sebesar :
115% X 500 V = 575 V.
b. Tegangan Kerja Kabel Tanah ( ayat 700 C2 )
Pada instalasi 3 fase, kabel tanah dapat dibebani dengan tegangan kerja
maksimun sebesar :
1. 20% di atas tegangan nominal kabel tanah 0,6/1 kV.

2. 15% di atas tegangan nominal kabel tanah 3,6/6 kV & 6/10 kV.
3. 10% di atas tegangan nominal kabel tanah di atas 10 kV.
KHA

terus

menerus

yang

diperkenankan

dan

pengaman

untuk

kabelberisolasi PVC tunggal pada suhu keliling 30 oC dan suhu penghantar


maksimun 700C
d. Kabel instalasi berisolasi, berselubung karet dan kabel instalasi
berisolasi karet, PVC, serta kabel fleksibel pada suhu keliling di atas
30oC sampai 55oC. KHA kabel-kabel tersebut di atas sama seperti tabel
2 dan tabel 3 yang telah dikoreksi oleh tabel 4 di bawah ini.
Contoh :
1. KHA kabel NGA 6 mm2 pada suhu keliling 300C adalah
98% x 33A

= 32,34A

untuk pemasangan dalam pipa

98% x 54A

= 52,92A

untuk pemasangan dengan rol isolator

Sedangkan KHA kabel NGA 6 mm2 pada suhu keliling 350C :


90% x 33A

= 29,7A

untuk pemasangan dalam pipa

90% x 54A

= 48,6A

untuk pemasangan dengan rol isolator

2. KHA kabel NMH 6 mm2 pada suhu keliling 300C adalah


98% x 44A

= 43,12A

Sedangkan pada suhu keliling 350C adalah :


90% x 33A

= 39,6A

3. KHA kabel NYA 6 mm2 pada suhu keliling 400C adalah :


87% x 33A

= 28,71A

pada pemasangan dalam pipa

4. KHA kabel NYM 6 mm2 pada suhu keliling 550C adalah :


62% x 44A

= 28,28A

Kabel-kabel tersebut di atas tidak boleh dibebani melebihi kemampuan


hantar arusnya.

d. Kabel tanah
Kabel NYY, NYGbY, NYRGbY berpenghantar tembaga tidak boleh dibebani
melebihi KHA seperti yang tercantum pada tabel 5 di bawah untuk masingmasing luas penampang.

Tabel 6. KHA terus menerus untuk tabel tanah berinti tunggal, berpenghantar
tembaga, berisolasi dan berselubung PVC, dipasang pada sistem arus searah
dengan tegangan kerja maksimun 1,8 kV; serta untuk kabel tanah berinti dua,
tiga, dan empat berpenghantar tembaga, berisolasi dan berselubung PVC, yang
dipasang pada sistem arus 3 fase dengan tegangan kerja maksimun 0,6/1kV,
pada suhu keliling 300C.
Tabel 6. KHA Kabel Penghantar.
Jenis
kabel

Luas
penam

Di
tanah
(A)

1
NYY
NYBY
NYFGbY

pang
nomin
al
( mm2
)
2
1,5
2,5
4

3
33
45
58

4
26
35
46

5
27
36
47

6
21
29
38

7
24
32
41

6
10
16

74
98
129

58
80
105

59
78
102

48
66
90

52
69
89

44
60
80

NYSY

25
35
50

169
209
249

140
175
215

134
160
187

120
150
180

116
138
165

105
130
160

NYCEY

70

312

270

231

230

205

200

NYRGbY
NYCY
NYCWY

KHA terus menerus


Berinti dua
Berinti 3 dan
4
Di
Di
Di
Di
Di
udar
tanah
udara tanah
udar
a
(A)
(A)
(A)
a
(A)
(A)

Berinti tunggal

8
18
25
34

NYSEY
NYHSY

95
120

374
427

335
390

280
320

275
320

245
280

245
285

150
185
240

481
552
641

445
510
620

356
409
472

375
430
510

316
356
414

325
370
435

300
400
500

730
854
988

710
850
1000

525
605
-

590
710
-

463
534
-

500
600
-

E. Identifikasi Warna Kabel


Penggunaan warna untuk identifikasi kabel berlaku ketentuan sebagai
berikut :
Warna hijau-kuning

: untuk penghantar pentanahan (ayat 302 B2)

Warna biru

: untuk penghantar netral

Warna merah

: untuk penghantar fase R

Warna kuning

: untuk penghantar fase S

Warna hitam

: untuk penghantar fase T

Pengawatan di dalam perlengkapan listrik disarankan mempergunakan satu


warna saja ( merah, kuning atau hitam ) kecuali kabel netral harus warna
biru dan kabel pembumian harus hijau-kuning .

F. Pemilihan Kabel.
Banyak jenis-jenis dan variasi kabel yang digunakan untuk instalasi listrik.
Jika kabel dipilih untuk suatu aplikasi tertentu, sesuai dengan IEC
Publication 502 dan SPLN 43-5

juga harus dikonsultasikan untuk

memastikan bahwa kabel yang dipilih sesuai dengan kebutuhan yang akan
digunakan pada instalasi listrik. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan
untuk pemilihan kabel yang benar sebagai berikut :

Aplikasi dan jenisnya (application and types of duty)

Kondisi arus ( current conditions)

Pertimbangan drop tegangan (voltage drop considerations)

Tegangan kerja (operating voltage)

Keadaan lingkungan (operating environment, e.g. ambient


temperature)

Kemungkinan

adanya

geteran

atau

bahaya

mekanik

(possibility of vibration or mechanical damage)


Sebagai contoh kabel dipilih berdasarkan hanya pada kemampuan arus akan
terbukti dalam penggunaannya tidak sesuai karena terjadi penurunan tegangan
(voltage drop).
Jika faktor tersebut sebagai bahan pertimbangan, secara lengkap untuk
pemilihan kabel yang berbeda berdasarkan kebutuhannya tidak hanya pada
kapasitas arus saja.
1). Klasifikasi Kabel
Kabel diklasifikasikan berdasarkan :

Penghantar jumlah dan ukuran standar (conductor


number and size of standart)

Jenis isolasi (insulation type i.e PVC insulated)

Nilai temperatur (temperature rating i.e V75 is 750rating)

Jenis selubung (sheathing type i.e XLPE)

Pelindung (protection i.e armoured or non- armoured)

Catatan :
Armouring means a covering which would afford good mechanical protection
to the IEC Publication 502 and SPLN 43-5. The cable described above would
be a typical cable used in a domestic installation.
2). Kontruksi kabel (Cable Construction).
Kabel tegangan menengah (medium voltage) XLPE dirancang berdasarkan
IEC publikasi 502 dan SPLN 43-5.

a. Jenis Penghantar (types of conductor)


Dua jenis bahan utama yang digunakan untuk penghantar adalah
aluminium

dan

tembaga

(copper),

masing-masing

mempunyai

keuntungan (advantages) dan kerugian (disadvantages) yang spesifik.

Tembaga (cooper) :

memiliki daya hantar yang tinggi per satuan luas (high


conductivity)

secara

mekanik

mudah

disambungkan

atau

disolder

(mechanically joined)

mahal

tahan terhadap korosi (resistant to corrosion)

lebih kuat dibangdingkan dengan aluminium

Aluminium :

memiliki daya hantar yang tinggi per satuan berat (high


conductivity)

harus disambungkan dengan penyambung pasta

lebih murah dibandingkan dengan tembaga

tidak tahan terhadap korosi (not as resistant to corrosion)

lebih lemah dibandingkan dengan tembaga (weaker than cooper)


- jika digunakan pada instalasi listrik, kabel aluminium biasanya
terdapat baja pada intinya untuk menambah kekuatan.

b. Kontruksi Kabel (Cable Contruction)


N

: Copper Conductors

NA : Aluminium Conductors
Y

: (1st Y ) Polyvinyl Chloride (PVC) Insulation

: (2nd Y) PVC Sheath for outdoor Cable

2Y

: Polyethylene (PE) Insulation

2Y

: Polyethylene (PE) Sheath

2X

: Cross Linked Polyethylene (XLPE) Insulation

: Copper Tape Screening

SE : Copper Tape Screening for each Core


C

: Concentric Copper Wire Screening

CE : Concentric Copper Wire Screening for each Core


NFA : Twisted Cable with Aluminium Conductor
NF : Twisted Cable with Copper Conductor
T

: Neutral/Messenger for Self Supporting Cable

: Galvanized Flat Steel or Aluminium Wire Armour

: Galvanized Round Steel or Aluminium Wire Armour

Gb : Steel tape Helix (following F or R)


B

: Double Steel Tape Armour

: Lead Alloy Sheath

Gambar 2-1. Kabel Penghantar NYGBy.

3). Bahan Isolasi (Insulating Material)

Pertimbangan seksama yang harus pula diberikan terhadap pemilihan isolasi


untuk penghantar.
Kriteria bahan isolasi kabel secara drastis akan dipengaruhi oleh :

cuaca (weather)

minyak (oil)

pengausan/lecet (abrasion)

kimia (chemicals)

Sebagai perbandingkan karet vukanisir (vulcanized rubber), yang telah


digunakan secara ekstensif pada beberapa tahun yang lalu, dewasa ini secara
luas digunakan PVC sedangkan karet vulkanis terungkap memiliki :

temperatur kerjanya rendah (lower operating temperature)

tidak tahan terhadap cuaca (poorer weather resistance)

tidak tahan terhadap minyak (poorer oil resistance)

tidak tahan terhadap air (poorer water resistance)

tidak tahan terhadap kimia (poorer chemical resistance)

tidak tahan terhadap bahan pelarut (poorer solvent resistance)

tidak tahan terhadap pengausan/lecet (poorer abrasion resistance)

tidak tahan terhadap api (poorer flame resistance)

tidak tahan terhadap kekuatan listrik (poorer electric strength)

Untuk alasan tersebut, isolasi karet secara luas telah digantikan dengan PVC.
Tetapi, karet memiliki keuntungan yang sangat feksibel dan masih banyak
digunakan untuk mining cable, flexible cords dan sebagainya.

4). Jenis Kabel (Cable Types)


Kabel Isolasi PVC (poly vinil chlorired insulated), selubung berlapis baja (lead
sheated armoured) secara khusus terdiri dari :

Konduktor stranded copper or aluminium

Isolasi oil-impregnated paper

Pelapis (covering) lead sheathing

Armouring steel wire

Selubung (Serving) PVC (sebagai proteksi terhadap


korosi)

Kabel jenis ini banyak digunakan untuk sistem distribusi tegangan rendah.

Gambar 2-2. Kabel armoured dengan tiga penghantar.

Gambar 2-3. Kabel armoured dengan tiga penghantar dan arde.

Kabel tiga inti ditambah pembumian (three-core plus earth), isolasi PVC, selubung
berlapis kawat baja, selubung XPE digunakan jika kabel mendapatkan gangguan
mekanik. Selubung pelapis dari kawat baja akan melindungi penghantarnya jika
terjadi gangguan mekanik.
Pada tabel-tabel berikut akan dijelaskan secara mendetail.
Penggantian dengan menggunakan penghantar aluminium adalah alternatif untuk
mengurangi harga yang mahal. Penyambungan kabel aluminium diperlukan teknik
secara khusus yang akan didiskusikan kemudian.

Gambar 2-4. Kabel armoured alumunium dengan tiga penghantar.

Gambar 2-5. Kabel trailing dengan tiga penghantar

H. Menyambung (Joining) underground armoured kabel


1).

Mengupas Kabel (Stripping the Cable)


Mengupas kabel yang benar adalah sesuatu hal yang mempunyai arti sangat
penting karena dengan suatu metoda pengupasan yang salah akan
mengakibatkan penghantar (conductor) menjadi rusak. Ini akan merusak
kekuatan mekaniknya dan selanjutnya dengan tekukkan sedikit saja pada
penghantar (conductor) akan terjadi suatu retakkan.
Pengupasan dapat dilakukan dengan :

Knife

Adjustable stippers

Automatic strippers

Pliers

Catatan :
A knife should not be use to remove insulation on very fine single or stranded
conductor.
Menggunakan pisau (knife) :

Isolasi yang akan dipotong jauhkan dari badan anda.

Irislah isolasi dengan sudut kira-kira 15 0 terhadap isolasinya untuk


menghidari terpotongnya penghantar (conductor).

Lanjutkan proses diatas sampai semua isolasi yang tidak diperlukan


terkelupas dari penghantarnya.

Gambar 2-6. Mengupas kabel menggunakan pisau.

Gambar 2-7. Membuka pelindung kabel dengan tang potong.


2). Jenis Crimping tool
Crimping tool seperti yang diperlihatkan pada gambar adalah jenis crimping tool
untuk kabel dari 0.5 sampai 6 mm2.
Preset crimping tool otomatis untuk kabel dari 0.5 sampai 6 mm 2 dan secara
otomatis kedalamannya dapat dikontrol.

Gambar 3-8. Jenis Crimping tool yang dapat diatur.

Kabel dengan ukuran dari 10 sampai 120 mm 2 dapat dijepit (crimped)


menggunakan adjustable crimper. Ukurannya dapat diset

dengan memutar

adjusting screw . Kabel besar secara umum diperlukan tenaga (force) yang lebih
kuat selama penjepitan. Untuk itu digunakan hydraulic crimper.

Gambar 2-8. Jenis Crimping tool hidrolik.

3). Menyambung penghantar aluminium (Joining aluminium conductor)


Menggunakan

penghantar

aluminium

menjadi

sangat

populer

karena

aluminium :

Lebih murah dari tembaga (copper).

Kira-kira beratnya 1/3 dari tembaga.

Memiliki luas penampang yang besar untuk batas arus yang sama dari
pada tembaga.

Memiliki thermal capacity yang lebih baik dari pada tembaga.

Faktor biaya dan berat merupakan alasan utama menggunakan aluminium untuk
aerials, busbars dan large current-carrying conductors.

Masalah utama penyambungan penghantar aluminium adalah oksida (oxide) yang


membentuk pada permukaan tidak dapat segera dibersihkan. Oksida ini
merupakan isolasi yang efektif.
Untuk mengalahkan formasi oksida, alat bantu digunakan dalam membersihkan
permukaan aluminium untuk penyambungan. Ini adalah special grease yang
berisikan partikel abrasive untuk membantu melepaskan oksida film.
Penyambungan tekanan dilakukan pada aluminium atau aluminium campuran.

Gambar 2-9. Menyambung kabel alumunium.

Latihan Soal :
1. Mengupas kabel yang betul adalah sangat penting, karena cara mengupas
kabel

yang

tidak

betul

akan

mengakibatkan

penghantarnya

rusak.

Pengupasan dapat dilakukan dengan cara :


a. ................................................................................
b. .................................................................................
c. .................................................................................
d. .................................................................................

2. Cara yang perlu diperhatikan pada pemasangan sepatu kabel dengan


crimping tool adalah :
a. ..................................................................................
b. ..................................................................................

3. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan sepatu kabel dengan


crimping tool adalah :
a. ...................................................................................
b. ...................................................................................
c. ...................................................................................

4. Pemasangan sepatu kabel secara mekanik biasanya berbentuk :


a. ....................................................................................
b. ....................................................................................

BAB III
TANG (PLIERS)
Pada bab ini siswa akan belajar bagaimana menggunakan peralatan tangan seperti
tang (pliers). Siswa akan belajar bagaimana menggunakan dengan aman dan
memelihara peralatan tangan yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan ini.
Peralatan tangan meliputi :

Tang potong (Diagonal-cutting pliers atau side cutter).

Tang Bulat (Round-Nose Pliers).

Tang Kombinasi.

Dengan

demikian

siswa

dapat

menggunakan

peralatan

tangan

untuk

mempersiapkan pekerjaan dasar elektromekanik sesuai dengan gambar kerja.


Untuk mencapai bab ini siswa harus dapat :

Mengetahui macam-macam tang (pliers) dengan benar.

Menggunakan tang (pliers) dengan benar.

Memelihara dan menyimpan tang (pliers)secara aman dan benar.

Tang (pliers) adalah :

Terbuat dari bahan high carbon steel alloy steel.

Di klasifikasikan ole h jenis dan panjangnya.

Bentuk pegangan dapat digengam oleh tangan dengan mudah.

Bentuk mulutnya dibuat bervariasi dan dirancang untuk memotong,


memegang, mencekram, menarik, menekan dan memuntir dan memutar.

Beberapa jenis tang terutama digunakan untuk memotong. Selain itu untuk
memengang dan menggerakkan. Pada dasarnya untuk dapat digunakan seperti
yang disebutkan diatas adalah jenis kombinasi.

A. Tang Potong (Cutting Pliers).


Tang potong (Diagonal-cutting pliers atau side cutter) adalah :

Mulutnya memiliki sudut tertentu.

Terdapat beberapa ukuran dari 100 sampai 200 mm.

Digunakan untuk memotong kawat pada mang terbatas atau ujung kawat
pada terminal.

Digunakan juga untuk menarik, memotong dan membelah pilin (split pins)

Ujung kawat bila dipotong akan loncat, terutama kawat baja. Hati-hatilah, potongan
dengan baik agar potongan ujung kawat bebas dari anda. Gunakanlah kaeamata
pengaman.

Gambar 3-1. Tang potong.


Ujung kawat yang runcing bekas potongan harus dikikir. Karena dapat melukai
seseorang.
Nipper (End-cutting pliers) digunakan sama halnya seperti tang potong (Side-Nose
Pliers) adalah :

Bentuk mulutnya runcing, bulat bentuk konical)

Gunakan untuk membentuk lingkaran kawat.

Digunakan juga untuk membentuk mata itik padi kawat yang akan dipegang
pada horizontal.

Juga digunakan untuk memegang komponen kecil.

Gambar 3-2. Memotong ujung kawat pada terminal.

B. Tang Bulat (Round-Nose Pliers).


Tang Lancip (Round-Nose Pliers) adalah :

Bentuk mulut runcing dan bulat dengan permukaan halus atau bergerigi
tajam.

Digunakan untuk menekuk dan melipat besi pelat yang tipis.

Digunakan juga untuk pembentuk kawat pada peralatan listrik.

Banyak variasinya dari tang bulat untuk digunakan secara khusus.

Gambar 3-3. Membetuk kawat penghantar.

Gambar 3-5. Membetuk kawat penghantar.

Gambar 3-4. Membetuk kawat penghantar.

C. Tang Kombinasi (Combination Pliers).


Tang standar disebut tang kombinasi karena bisa digunakan untuk beraneka
ragam keperluan.

Ujung yang bergerigi tajam untuk menjepit.

Lubang mulut yang bergerigi tajam untuk menjepit benda yang berbentuk
silinder.

Terdapat dua pemotong yang disediakan untuk memotong kawat baja.

Mulut pemotong untuk memotong kawat lunak.

Tang kombinasi terdapat beberapa ukuran dari 150 sampai 230mm.

Tang standar untuk Teknisi listrik adalah tang kombinasi yang pemegangnya
(hands) di isolasi.

Gambar 3-5. Tang kombinasi.

Menggunakan Tang Kombinasi.


Tang kombinasi digunakan untuk :

Memegang dan Melipat.


Gunakan ujung mulut tang untuk menjepit.
Gunakan bahan lunak, bila menjepit benda.
Jangan menjepitnya dengan keras secara langsung, ini akan merusak
permukaan.

Gambar 3-6. Memegang benda kerja.

Memilin Kawat.
Jepit kawat ditengah-tengah mulutnya dari sejajar dengan sumbu tang,
seperti yang diperlihatkan pada gambar.

Gambar 3-7. Memilin kawat.

Memotong kawat lunak, Contohnya : tembaga


Gunakan mulut pemotong (Sid-Cutting jaw).

Gambar 3-8. Memotong kawat.

Memotong kawat baja :


Untuk ini digunakan baja dengan kedua pemutong kawat kedua
pemotong kawat yang telah disediakan.

Gambar 3-9. Memotong kawat baja.


Jangan memotong kawat dalam keadaan tegang yakinkan oleh anda bahwa
ujungnya tidak akan loncat karena berbahanya.

Menggunakan

Tang

dengan Aman.

Gunakan selalu jenis dan ukurannya benar.


Jangan coba untuk memotong bahan terlalu lebar dan terlalu keras
karena akan marusak mulut pemotong.

Jangan memasang peralatan pada pegangannya (handle) karena akan


merusak.
Jika anda akan membuka mur gunakan kunci pas dengan ukuran yang
benar, jangan menggunakan Tang.
Bila menjepit objek yang akan digerakkan, samahalnya jika anda
menggunakan kunci pas.
Hati-hatilah jika tang tergelincir dan kemungkinan akan raelukai jari anda.

Jangan menggunakan tang tanpa perlindungan untuk menjepit.

Jagalah tang selalu bersih. Bersihkan secara berkala.

Berilah pelumasan pada bagian bergeraknya.

Periksalah secara berkala. Tang yang rasak akan membahanyakan tangan


anda dan benda kerja.

Jangan menggunakan tang untuk memaksakan sesuatu karena akan


merusak.

Tang yang rusak tidak dapat digunakan untuk mengerjakan sesuatu, untuk
memaksakan benda kerja gunakanlah alat khusus.

BAB IV
Menyolder (Soldering)
Pada bab ini siswa akan belajar bagaimana menggunakan solder (soldering). Siswa
akan belajar bagaimana menggunakan solder dengan aman dan memelihara solder
yang diperlukan untuk melengkapi pekerjaan ini.
Penyolderan meliputi :

Menyolder terminal (sepatu kabel).

Kegagalan pada Penyolderan.

Dengan

demikian

siswa

dapat

menggunakan

peralatan

tangan

untuk

mempersiapkan pekerjaan pelat logam sesuai dengan gambar kerja.


Untuk mencapai bab ini siswa harus dapat :

Mengidentifikasi solder yang akan digunakan.

Menggunakan solder dan menentukan ukurannya dengan benar.

Memelihara dan menyimpan solder secara aman dan benar.

A. Soldering (Menyolder)

Solder listrik (elektrric Soldering Iron) sangat ideal untuk berbagai macam
penggunaannya dapat dikontrol sesuai dengan kebutuhan, pada pabrik perakitan
electrik digunakan untuk merakit komponen elektrik yang sangat sensitif terhadap
panas. Jenis yang besar (heavy duty) digunakan pada perakitan yang membutukan
panas agak tinggi. Solder listrik terdiri dari bermacam jenis :

Ukuran besar (Heavy duty) dengan kapasitas daya dalam kilowatt (kW). Jenis ini
digunakan untuk pekerjaan menyolder kawat penghantar dengan diameter lebih
besar dari 10 mm dan untuk menyolder beri pelat.

Ukuran sedang (medium duty) dengan kapasitas daya outputnya beberapa ratus
watt. Biasanya digunakan untuk penghantar berdiameter 10 mm.

Ukuran kecil (light duty irons) dari 12 sampai 80 watt, biasanya digunakan untuk
menyolder kawat dengan terminal ukuran kecil dan pada perakitan komponen
elektronik untuk menghubungkan komponen dengan Printed Circuit Board (PCB).

Gambar 4-1. Jenis-jenis solder listrik.

B. Menyolder Terminal (Sepatu Kabel)

Syarat-syarat yang hams dipenuhi untuk menyolder terminal adalah :


Pilih alat yang dapat dipanaskan dengan cepat, dan ini syarat
utamanya adalah temperatur.
Bersihkan penghantar dan terminal yang akan disolder. Jangan
disentuh permukaan yang akan disolder setelah dibersihkan.
Penyolder yang baik membutuhkan perubahan yang cukup untuk
mencegah oksidasi dalam proses penyolderan.
Penghantarnya lapisi dengan terminal sebelum menyolder.

Panaskan keduanya, penghantar dan terminal dengan waktu yang


sama. Kedua komponen tersebut temperaturnya harus sama sebelum
disolder.
Titik lebar penyolderan adalah kira-kira 60c sampai 80c. Permukaan
yang akan disolder harus mendapatkan temperatur tersebut diatas.

Gambar 4-2. Menyolder terminal.

Gunakanlah solder sesuai dengan pekerjaannya/penggunaannya agar tidak


terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh panas yang berlebihan

Dinginkan dulu penyolderan sebelum digerakkan atau diuji secara mekanik.

Periksa hasil penyolderan, perhatikan bagian luar isolasi penghantar juga


daerah penyolederan.

C. Kegagalan pada Penyolderan.


Kegagalan pada penyolderan kemungkinan terjadi dari satu atau beberapa faktor
kurang kontrolnya penyolder Kegagalan dimungkinkan dapat terjadi karena :

Dingin atau kering pada penyambungan


Temperatur rendah karena memilih alat tidak sesuai dengan panas
atau kapasitas yang dibutuhkan atau kedua

komponen tidak

mendapatkan temperatur yang sesuai sebelum disolder.

Panas berlebihan pada penyambungan.


Disebabkan oleh temperatur yang berlebihan, pemanasan terlalu lama.
Panas berlebihan pada penyambungan akan tampak (kelihatan) tidak
mengkilap/pudar, pucat dan seperti berisi butiran - butiran kecil.

Kurang kuat pada penyambungan.


Penyebab utamanya adalah terlalu kecil solder yang digunakan pada
penyambungan atau permukaan penghantar terkontaminasi.

Gambar 4-3. Pengaruh penyolderan yang tidak baik.

Kataktaistik

penyolderan

sambungan

yang

baik.

Permukaannya

harus

mengkilap/licin dan halus. Karakteristik penyolderan sambungan yang baik


diperhatikan pada gambar dibawah ini.

Gambar 4-5. Karakteristik penyolderan.

D. Penyambungan secara mekanik


Kabel tembanga dapat disambung secara mekanik, yang terdiri dari:

Pemasangan jenis sekurup (Screw-tipe Connection).

Peralatan tekanan (Compression Fitiings).

Gambar 4-6. Jenis-jenis sepatu kabel (crimp lugs).

Pemasangan Sepatu Kabel dengan Crimping Tool.

Gunakan Crimping Tool yang sesuai untuk jenis sepatu kabel yang akan
dipasang.

Pastikan bahwa sepatu kabel dirancang sesuai dengan crimping tool (alat
penjepit) yang akan digunakan.

Berikan tekanan yang konstan pada crimping tool, yakinkan bahwa sepatu
kabel dapat terpasang kokoh pada penghantar

Pemasangan Jenis Baud/Skrup (Bolt type connectors).

Jangalah ujung isolasi dalam keadaan baik.

Periksa isolasi tersebut jangan sampai terjepit pada penyambungan yang


akan mengakibatkan sambungan tidak baik.

Gambar 4-7. Jenis sambungan dengan baud.


Jenis Crimping Tool.
Crimping tool seperti yang diperlihatkan pada gambar disamping adalah jenis
crimping tool untuk ukuran kabel dari 0,5 sampai 6 mm 2. Automatic pre-set crimping
tool untuk ukuran kabel otomatis mengatur kedalaman penjepitan.

Gambar 4-8. crimping tool.


Ukuran kabel dari 10 sampai 120 mm menggunakan crimping tool dengan
rahangnya dapat diatur. Ukurannya dapat diset dengan cara memutar rahangnya
disesuaikan dengan ukuran sepatu kabel.

Untuk kabel ukuran besar umumnya membutuhkan tenaga pada saat dilakukan
penekanan, untuk itu digunakan Crimping Tool Hydraulic.

Gambar 4-9. Crimping Tool Hydraulic.


Pemasangan Sepatu Kabel Pada Penghantar.
Pemasangan sepatu kabel biasanya dilakukan secara mekanik. Pada kenyataannya
mudah dilakukan, tetapi hams hati-hati jangan sampai terjadi kesalahan. Banyak
cara untuk pemasangan sepatu kabel, tetapi cara yang dilakukan akan berhasil
dengan baik jika :

Ujung kabel hams betul-betul bersih

Sepatu kabel

Hams

mengikuti

prosedur pemakaian Crimping tool

Hams

mengikuti

prosedur pemakaian Crimping tool.

(Lug)

dengan kabelnya hams sesuai ukurannya.

Pemasangan sepatu kabel Secara mekanik biasanya berbentuk :

Lingkaran

Segi enam

Untuk ukuran kabel besar biasanya digunakan Crimping Tool Hydraiulic yang
dirancang sedemikian rupa yang dapat digunakan untuk berbagai ukuran.

Gambar 4-10. Pemasangan sepatu kabel untuk penghantar standar.

Latihan Soal :

1. Mengupas kabel yang betul adalah sangat penting, karena cara mengupas
kabel
yang tidak betul akan mengakibatkan penghantarnya rusak. Pengupasan dapat
dilakukan dengan :
a. .....................................................................................................
b. .....................................................................................................
c. .....................................................................................................
d. .....................................................................................................

2. Cara yang perm diperhatikan pada pemasangan sepatu kabel dengan


crimping
tool adalah :
a. .......................................................................................................
b. .......................................................................................................
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pemasangan sepatu kabel dengan
crimping tool adalah :
a. .......................................................................................................
b. .......................................................................................................
c. .......................................................................................................
4. Pemasangan sepatu kabel secara mekanik biasanya berbentuk :
a. ........................................................................................................
b. ........................................................................................................

Daftar Pustaka

......................, Training manual Electrical Electronic Industry, Australian


Goverment Service, Canbera, 2001.
Bob Mercer, Industrial Control Wiring Guide, Second Edition, , Newnes Publishing
New York, 2001.

Departement of Employment and Industrial Relation, Basic Training Manual


Electrcal Trades Electrical Cable Terminations, Australian Government
Publishing Service, 1987.

Anda mungkin juga menyukai