Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MANAJEMEN PROYEK

Resume Jurnal

Disusun oleh:
Muhammad Hawary
Kevin Premanda
Riri Kurnia Syafitri
Cesilia Putri

(135060701111023)
(135060701111050)
(145060701111031)
(145060701111055)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
MALANG
2016

The Possibilities For Better Project Tracking Based On The New


Developments Of The Precedence Diagramming Method
1. Pendahuluan
Pelacakan jadwal adalah salah satu tugas yang paling menantang untuk personil
pengendalian proyek. Masalah yang mereka hadapi timbul sebagai konsekuensi dari keterbatasan
Precedence Diagram Method yang ada, yaitu bahwa kegiatan diasumsikan linear dan bahwa
hubungan diutamakan mengontrol hanya akhir-poin kegiatan.
Manajemen proyek berutang reputasinya sebagai profesi dan sebagai ilmu pengetahuan
untuk pengembangan penjadwalan jaringan teknik. Dengan perkembangan PERT, CPM dan
kemudian Precedence Diagram Method (PDM), teknik penjadwalan jaringan menjadi alat umum
untuk perencanaan temporal proyek. Untuk memudahkan proses peramalan, Ditemukan metode
tambahan - Earned Value Management (EVM)- telah dikembangkan pada tahun enam puluhan
untuk meramalkan proyek lamanya. Kemudian, metode ini dikembangkan untuk mengatasi
beberapa masalah konseptual. Namun, meskipun popularitas EVM, kelemahan paling serius
tetap bahwa itu tidak membedakan antara selip kegiatan pada jalur kritis dan non-kritis.

Gambar 1. Contoh perkiraan EVM yang salah

.
Tabel 1. Perbandingan jumlah pekerjaan yang diperlukan untuk melaksanakan baik EVM atau berbasis kalkukasi
kembali network
EVM
Kalkukasi kembali network
Jaringan dibuat menggunakan Jaringan dibuat menggunakan
logika precedence
logika precedence
Analisis Waktu dilakukan untuk Analisis Waktu dilakukan untuk
menentukan mulai dan selesai menentukan mulai dan selesai
Fase perencanaan
tanggal kegiatan
tanggal kegiatan
Biaya Direncanakan harus biaya perencamaan tidak harus
didefinisikan untuk
didefinisikan
mendefinisikan nilai-nilai PV.
% data lengkap dikumpulkan
% data lengkap dikumpulkan
Mulai dan selesai tanggal Mulai dan selesai tanggal
Fase pemantauan
dikumpulkan
dikumpulkan
Perkiraan EVM dilakukan
Jaringan
dihitung
ulang
berdasarkan pada
berdasarkan pemantauan
Fase peramalan
perbandingan dari PV dan EV nilai. data

Pertanyaannya adalah apa alasan menggunakan EVM untuk jangka waktu proyek peramalan
jika:
a) Memiliki konseptual cacat karena tidak membedakan antara penundaan kegiatan pada jalur
kritis atau non-kritis; dan
b) Membutuhkan praktis jumlah yang sama bekerja selama semua tiga fase pelacakan
kemajuan?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus menganalisis masalah dengan PDM yang ada,
yang membuat benar perhitungan ulang jadwal hampir mustahil. Penyebab utama untuk ini
adalah sebagai berikut:
Aktivitas dikendalikan hanya melalui mereka akhir-poin, karena hubungan diutamakan
tradisional menghubungkan kegiatan melalui titik akhir mereka. Hal ini dapat menyebabkan
masalah
PDM dapat menangani hanya kegiatan di bawah asumsi bahwa kemajuan mereka adalah
linear, sedangkan as-built kurva produksi hampir tidak pernah linear.
Definisi salah atau tidak lengkap dari logika internal proyek.
Perkembangan terakhir dari PDM memberikan kesempatan untuk mengatasi dua masalah
pertama. perkembangan ini termasuk hubungan terus menerus dan hubungan point-to-point, yang
memungkinkan mengendalikan banyak poin dari kegiatan yang diperlukan, dan non-linear fungsi
aktivitas yang dapat digunakan untuk menentukan kecepatan produksi berubah.
2. Tujuan Penelitian dan Batasan
Tujuan dari makalah ini ada dua:
1) Untuk mengembangkan kendala yang dapat digunakan untuk mengatur titik-titik bagian
dalam kegiatan, yaitu "Occur at", "Occur before... ", dan" Occur later.".
2) Untuk memberikan garis besar algoritma yang dapat digunakan untuk perhitungan ulang dari
jaringan proyek yang meliputi kendala tersebut.
3. Pendekatan yang Diusulkan
Batasan baru yang diusulkan membutuhkan data dari tiap point aktivitas, tipe konstrain
occur at occur beforeatau occur later dan tanggal. Saat di monitoring, yang dilihat
hanya batasan occur at. Diperlukan perhitungan ulang diperlukan untuk keseluruhan network.
aktivitas atau bagian-bagian dari aktivitas, dan hubungan precedence tetap diperhitungkan. Data
pekerjaan yang selesai saat dilakukan survey akan di definisikan sebagai kurva production time.
Hubungan precedence antara point-point yang telah disurvey tidak akan dihitung ulang di fase
ini.
4. Model Umum PDM
Aktivitas non-linear yang terdefinisi dan terhubung antar poin dan berhubungan secara terusmenerus dimodelkan. Model ini dapat dikembangkan, dimana N ialah aktivitas, AT, Aw, Ap ialah
hubungan berkelanjutan dari waktu ke waktu, terdapat gap pada pekerjaan dan hubungan antar
poin. S dan F ialah start dan finish dari aktivitas i, dimana f ialah fungsi waktu produksi dari

aktivitas. Inner point yang pertama pada aktivitas j dinotasikan Tjt dan punya durasi djt dari
aktivitas itu dimulai. Tujuan model ini untuk minimasi durasi proyek. Berikut persamaannya.

Gambar 2. Batasan dan Fungsi Tujuan

5. Batasan Baru
Terdapat tiga batasan untuk mengkontrol inner point dari aktivitas:
a. Konstrain Occur at : inner point dari aktivitas yang terjadi sesuai tanggal yang ada.
b. Konstrain Occur before : inner point dari aktivitas terjadi sebelum tanggal diberikan.
c. Konstrain Occur later : inner point dari aktivitas yang terjadi setelah tanggal yang
diberikan.
Batasan tradisional ialah start before dan finish earlier untuk batasan umum, tapi dikasus ini
point akhir didefinisikan dari bermacam aktivitas internal point. Untuk batasan occur berarti
tujuan telah terpenuhi. Terdapat pendekatan untuk batasan baru yaitu:
a. Mengubah batasan menjadi point-to-point relation
b. Menggunakan algoritma untuk analisa waktu yang dihandle constraint.
Berikut adalah batasan baru dan perubahan ekuivalennya.

Setelah dihitung, masih perlu ke langkah selanjutnya dengan menggunakan konsep


algoritma.
6. Konsep Algoritma untuk Tracking Progress
Konsep algoritma ini menggunakan analisis waktu konvensional. Yang diubah hanya
perhitungan yang pertama untuk penetapan occur at, dan occur later. Dengan
pengembangan ini, dapat memungkinkan pengurangan jarak antara dua survey terhadap
waktu real saat monitoring. Dikasus ini, tanggal dimulainya aktivitas di set ke tanggal

terakhir survey, tanggal selesai aktivitas di set untuk current survey. Kemudian, dilakukan
perubahan pada hubungan antara inner point sesuai dengan batasan yang telah disebutkan.
Durasi dari waktu aktivitas yang berjalan merupakan total waktu yang terpakai dari awal
aktivitas hingga waktu survey dan membentuk kurva non linear, kemudian perlu adanya
algoritma untuk analisis waktu tradisional untuk menghubungkan berapa inner point
maksimal.
7. Contoh Proyek
Contoh network ialah seperti pada gambar a, dengan hubungan antara A dan D kemudian B
dan E dan relasi point ke point, meskipun inner point terhubung dan hanya antara C dan F.
Di banyak kasus lain, hubungan point to point behubung ke point akhir. Aktivitas
diasumsikan linear pada fase perencanaan. Gambar b menunjukkan hasil survey. Data yang
dikumpulkan pada hari ke 10. Gambar c menunjukkan network yang diubah dengan estimasi
durasi dari aktivitas yang berjalan. Diasumsikan seiring dengan berjalanya laju produksi
yang akan sama dengan laku yang sebenarnya direncanakan seperti pada gambar d.

8. Kesimpulan dan Penelitian yang Akan Datang


Tujuan utama dari jurnal ini untuk menyajikan metode yang dapat digunakan untuk
mengatur tanggal sebagai point penting dalam aktivitas, untuk meningkatkan kapabilitas
menggunakan network model untuk mengecek progress, dan untuk menyajikan deskripsi umum
dari algoritma yang dapat digunakan untuk menghitung ulang network berdasarkan data yang
ada. Terdapat batasan umum, tanggal untuk inner point dari aktivitas yang dapat diatur. Metode
baru memberi kemungkinan untuk menghandle semua network melalui proses terkontrol, yang
berlawanan dengan model PDM tradisional dimana data yang dibuat masih banyak perhitungan
yang dihilangkan. Oleh karena itu, hanya outline dari algoritma yang diberikan dan detail
deskripsi perhitungan matematika yang presisi masih belum ada.