Anda di halaman 1dari 12

TERMOKIMIA

Jeffry Todo Jeremia*, Dean Ariffa, Nurfah, Ria Devitasari (Tri Morty)
Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124
*email : jeffryremia@gmail.com

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan viskositas cairan sebagai fungsi suhu dengan
menentukan viskositas suatu cairan. Tujuan dari percobaan ini adalah
menentukan viskositas cairan dengan metode ostwald dan mempelajari pengaruh
suhu terhadap viskositas cairan. Viskositas adalah suatu parameter yang
menyatakan tahanan yang mencegah zat untuk mengalir. Metode yang digunakan
pada percobaan ini adalah metode ostwald. Alat yang digunakan pada metode
ostwald adalah viskometer ostwald. Viskometer ostwald adalah alat yang
digunakan untuk mengukur viskositas berdasarkan hukum Poisulle. Cairan yang
diuji (Aseton, Kloroform, Etanol, dan Toluena) dimasukkan ke dalam viskometer
ostwald dan dihitung waktu yang diperlukan hingga melewati garis m. Percobaan
dilakukan pada suhu 30C, 35C, 40C, dan 45C. Telah terbukti semakin tinggi
suhu cairan, maka semakin rendah viskositasnya.
Kata kunci : Viskositas, viskometer ostwald, pengaruh suhu pada viskositas

I.

DATA PENGAMATAN
1.1 Penentuan Tetapan Kalorimetri
Suhu (C)
Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9

T1
27
27
27
27
27
27
27
27
27

T2
45
45
45
45
45
45
45
45
45

T3
32
31,5
31
31
31
31
31
31
31

10
27
45
Ket: T1 = suhu air dingin
T2 = suhu air panas
T3 = suhu air campuran dalam kalorimeter
1.2 Penentuan Kalor Reaksi Zn(s) + CuSO4
Waktu

1
1.5
2

T1
41
40,5
40
40

Waktu
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

30

T2
61
61,1
56
51,7
48
45
42
39,8
37,5
36

Ket : T1 = suhu larutan CuSO4


T2 = suhu campuran Zn dan CuSO4 dalam kalorimeter
1.3 Penentuan Kalor Pelarutan Etanol dlam Air (Suhu Etanol Tetap 29C)

T
Ai
r
18

Air

Etanol
29

27

19.3

36

14.5

36

12

t(s)
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2

Air + Etanol

T C
31
31
31
31
31
30
30
30
30
30
31
31
31
31
31
29
29

t(s)
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2

TC
32
31
31
30,9
30
31
30,5
30
29
29
31,5
31
31
30,3
30
29
29

3
29
4
29
5
29
II.
1.4 Penentuan Kalor Penetralan HCL dan KOH
Waktu
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
Ket Temperatur HCL = 29C
Temperatur KOH = 31C
III.

3
4
5

28
28,9
28,5

T (C)
39
37
35,8
34,8
34
33
32,2
31,8
31
30,8

HASIL DAN PEMBAHASAN


.1 Pembahasan
Termokimia dapat diartikan sebagai cabang dari ilmu kimia
yang menangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energi
dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam perubahan
keadaan. Termodinamika sangat berkaitan dengan termokimia, yakni
yang yang mempelajari tentang pengukuran dan penafsiran
perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan
dan pembentukan larutan. (Saadah,2015).
Kajian tentang kalor dihasilkan atau dibutuhkan oleh reaksi
kimia disebut termokimia. Jadi, kita dapat mengukur energi yang
dihasilkan oleh reaksi dengan kalor dan dikenal sebagai q,
bergantung pada kondisinya, apakah dengan perubahan energi dalam
atau perubahan entalpi. (Atkins, 1999).
Perubahan entalpi untuk reaksi kimia bergantung pada keadaan
zat-zat yang terlibat dalam pembentukan karbondioksida dengan
pembakaran karbon. Harga H yang diberikan untuk karbon padat
itu adalah dalam bentuk grafik. Untuk suatu cairan atau padatan
keadaan standar ialah zat murni larutan, sedangkan untuk suatu gas
adalah gas ideal. (Keenan, Kleinfelter, dan Wood, 1986).
Perubahan entalpi dapat didefinisikan entalpi reaksi. H sebagai
selisih antara entalpi produk dan reaktan, H = Hproduk Hreaktan.
Perubahan entalpi dapat bernilai positif ataupun negatif, bergantung

pada prosesnya. Pada proses endotermik H > 0 ; sedangkan


eksotermik H < 0. (Chang, 2004)
Kolorimetri adalah salah satu metode analisa kimia yang
didasarkan pada perbandingan intensitas warna suatu larutan dengan
warna larutan standar. Perbedaan analisa kolorimetri dengan analisa
fotometri lain terutama terletak pada macam larutan yang dianalisis.
Apabila larutan yang dianalisis merupakan larutan homogen, maka
metode analisanya kolorimetri. (Basset et al, 1994)
Adapun metode kolorimetri sebagai berikut: (Busser, 1960)
1. Metode deret baku
Larutan yang diamati dan yang terkandung dalam
tabung dibandingkan warnanya dengan suatu deret serupa
semuanya dalam isi yang sama mengandung jumlah zat
yang diketahui.
2. Metode penitraan kolorimetri
Dalam suatu tabung lain terdapat sejumlah air yang
sama yang telah ditambahi pereaksi, lalu suatu deret
ditambahkan setetes demi setetes larutan baku, sehingga
warna dalam kedua tabung menjadi sama.
3. Metode fotolistrik
Dalam kolorimetri modern, digunakan sel fotolistrik
yang menghasilkan arus yang tekanannya bergangtung pada
banyaknya cahaya kena sel. Secara dapat diukur dengan
teliti banyaknya cahaya yang diserap oleh larutan yang
diperiksa

.2 Perhitungan
a. Penentuan Tetapan Kalorimeter
Diketahui :
air = 1 gr/mL
C air = 4,2 J/gK
T1 (air dingin) = 270C = 303 K
T2 (air panas) = 450C = 313 K
T3 campuran = 31,050C = 304,05 K
Ditanya = K......?
Jawab :
m=.v
= 1 g/ml . 20 ml
= 20 gr
1) Kalor yang diserap air dingin
Q = m . c T
= 20 . 4.2 . (304,05-303)

= 88,2 J
2) Kalor yang dilepas air panas
Q2 = m . C T
= m . C (T2 T3)
= 20 x 4,2 x (313-304,05)
= 751,8 J
3) Kalor yang diserap calorimeter
Q3 = Q2 Q1
= 751,8 J x 88,2 J
= 663,6 J
4) Tetapan Kalorimeter
Q3
Q3
K = T = T 2T 1

663,6 J
10 K

= 66,36 J/K

b. Penentuan Kalor Reaksi Zn + CuSO4


Diketahui :
T CuSO4 = 313,375 K
T campuran = 320,81 K
C ZnSO4 = 3,52 J/g.K
ZnSO4 = 1,14 g/ml
V larutan = 20 ml
n ZnSO4 = .V= 1,14 g/ mL x 20 mL = 0,14
= 0,14
Mr mol
1) Kalor yang di161
serap calorimeter
Q1= K x T
= K (T temperatur T CuSO4)
= 66.36 J/K x 7,435 K
= 493,3866 J
2) Kalor yang diserap larutan ZnSO4
Q2 = m x C x T = x V x C ( T campuran T
CuSO4)
= 1.14 g/mL x 20 mL x 3.52 J/gr.K x 7,435 K
= 596,7034 J
3) Kalor reaksi
Qtotal
1090,09
J
H=
=
=7786,36
n ZnSO 4
0.14
mol
c. Penentuan Kalor Pelarutan Etanol dalam Air
1. H1
Diketahui : air = 1 gr/ml
C air = 4.2 J/gr K
etanol = 0.8172 gr/ml

C etanol = 1.92 J/gr K


V air = 18 ml
V etanol = 29 ml
T air = 304 K
T campuran = 303,98 K
n Etanol = 0.51 mol
m air = 18 gr
m etanol = 23.699 gr
K = 66,36 J/K
Ditanya : H1 ?
m air = x V = 1 g/mL x 18 mL = 18 gr
m etanol = x V = 0.8172 x 29 = 23,7 gr

n Etanol =

m etanol
mr etanol

23.7 gr
= 0.54
46 gr / mol

mol

Kalor yang diserap air


Q=mc T

Q=18 gr 4,2
Q=

J
. K 304-303,98) K
g

1,512 J

Kalor yang diserap etanol


Q=mc T
Q= 23,699 gr x 1,92 J/g.K (304-303,98) K

Q = 0,91 J
Kalor yang diserap Kalorimeter
Q = K x T
Q = 66,36 J/K x (304-303,98) K
Q = 1,33 J
Kalor Total
QT = 3,752 J
Kalor kelarutan
Qtotal 3,752
J
H 1=
=
=6,95
n etanol 0.54
mol

2. H2

Diketahui :

air = 1 gr/ml
C air = 4.2 J/gr K
etanol = 0.8172 gr/ml

C etanol = 1.92 J/gr K


V air = 27 ml
V etanol = 19.3 ml
T air = 303 K
T campuran = 302,9 K
K = 66,36 J/K
m air = x V = 1 g/mL x 27 mL = 27 gr
m etanol = x V = 0.8172 x 19.3 = 15.77 gr

n Etanol =

m etanol
mr etanol

15.77 gr
= 0.34
46 gr / mol

mol
Ditanya : H2 ?
Kalori yang diserap air
Q=mc T

Q = 27 gr x 4,2 J/g.K (303 302,9) K


Q1 = 11,34 J
Kalori yang diserap etanol
Q = mcT
Q = 15.77 gr x 1,92 J/g.K (303 302,9) K
Q2 = 3,03 J
Kalori yang diserap Kalorimeter
Q = K x T
Q = 66,36 J/K(303 302,9)K
Q3 = 6,64 J
Kalor Total
Qtotal = 443.2 J
Kalor kelarutan
Qtotal 21,01
J
H 2=
=
=61,79
n etanol 0,34
mol

3. H3
Diketahui :

air = 1 gr/ml

C air = 4,2 J/gr K

etanol = 0,8172 gr/ml


C etanol = 1,92 J/gr K
V air = 36 ml
V etanol = 14,5 ml
T air = 304 K
T campuran = 303.76 K
K = 66,36 J/K
m air = x V = 1 g/mL x 36 mL = 36 gr
m etanol = x V = 0.8172 x 14.5 = 11.85 gr

n Etanol =

m etanol
mr etanol

11.85 gr
= 0.26
46 gr / mol

mol
Ditanya : H3 ?
Kalori yang diserap air
Q = mcT
Q = 36 gr x 4,2 J/g.K (304 303,76)K
Q = 36,288 J
Kalori yang diserap etanol
Q = mcT
Q = 11,85 gr x 1,92 J/g.K (304 303,76)K
Q = 5,46 J
Kalor yang diserap Kalorimeter
Q = K x T
Q = 66,36 J/K (304 303,76)K
Q = 15,93 J
Kalor total = 57,678 J
Kalor Kelarutan
Qtotal
57,678
J
H 3=
=
=230,712
n etanol 0.25 mol
mol
4. H4
Diketahui :

air = 1 gr/ml
C air = 4,2 J/gr K
etanol = 0,8172 gr/ml
C etanol = 1,92 J/gr K
V air = 36 ml

V etanol = 11,6 ml
T air = 302 K
T campuran = 301,68 K
K = 66,36 J/K
m air = x V = 1 g/mL x 36 mL = 36 gr
m etanol = x V = 0.8172 x 12 = 9,8 gr

n Etanol =

m etanol
mr etanol

9.8 gr
= 0.21
46 gr / mol

mol
Ditanya H4 ?
Kalor yang diserap air
Q = mcT
Q = 36 gr x 4,2 J/g.K (302 301,68) K
= 48,384 J
Kalor yang diserap etanol
Q = mcT
= 9,8 gr x 1,92 J/g.K (302 301,68) K
= 6,02 J
Kalor yang diserap Kalorimeter
Q = K x T
= 66,36 J/K (302 301,68) K
= 21,24 J
Kalor total
Qtotal = 75,64 J
Kalor kelarutan
Qtotal
75,64 J
H 4=
=
=360,2 J /mol
n etanol 0,21 mol
d. Penentuan Kalor Penetralan HCl dan KOH
Diketahui :
larutan HCl = 1,18 gr/ml
V larutan HCl = 20 ml
C larutan HCl = 3,96 J/g K
T HCl = 302 K
T KOH = 304 K
V KOH = 20 mL
K = 66,36 J/K
T campuran = 339,4 K

m HCl =

x V = 1,18 x 20 = 23,6 gr

n HCl =

m HCl
mrHCl

23,6 gr
= 0.65 mol
36,45 gr /mol

Ditanya : Kalor Penetralan ?


Kalor yang diserap larutan
Q = mcT
= 23.6 gr x 3,96 J/g.K (339,4-302)
= 3495,254 J
Kalor yang diserap calorimeter
Q = K x T
= 66,36 J/K (339,4-302)
= 2481,864 J
Kalor penetralan
Qtotal 5977,118
J
H =
=
=9195,567
n HCl
0,65
mol
.3 Jawaban Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud dengan bilangan Reynold dan bagaimana
hubungannya dengan aliran laminar ?
Jawab :
Bilangan Reynold adalah rasio antara gaya inersia (vsp) terhadap
gaya viskos (/T) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya
tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. Bilangan Reynold
merupakan ssalah satu bilangan yang tidak berdimensi yang sangat
penting dalam mekanika fluida dan dapat digunakan seperti halnya
dengan bilangan yang tidak berdimensi lainnya. Apabila reynold
number didapatkan hasil < 2000 maka aliran tersebut dinyatakan
sebagai aliran laminar
2. Sebutkan cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan
viskositas cairan !
Jawab :
viscometer Hoppler, viscometer cup dan Bob, dan viscometer cone
dan plate.
.4 Grafik
Berikut adalah hasil grafik dari percobaan viskositas cairan
sebagai fungsi suhu : (x = 1/T ; y = ln )

Etanol

KLOROFORM

TOLUENA

IV.

KESIMPULAN

Setelah dilakukan percobaan tersebut, dapat dibuktikan bahwa


viskositas akan semakin rendah bila suhu dinaikkan. Begitu juga
sebaliknya, viskositas akan semakin rendah bila suhu diturunkan.
V.

SARAN
Praktikan dapat menggunakan cairan lain sebagai pembanding untuk
menambah pengetahuan tentang viskositas cairan lain. Praktikan juga
dapat menggunakan metode viskometer lainnya seperti viskometer
Hoppler, viskometer cup and bob, dan viskometer cone and plate.

VI.

DAFTAR PUSTAKA
Bird, Tony. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Fisika untuk
Universitas. Gramedia : Jakarta
Halliday dan Resnick. 1985. Fisika. Erlangga : Jakarta
Harjiyanti, M.D. 2011. Total Asam, Viskositas, dan Kesukaan
pada Yoghurt Drink dengan Sari Buah Mangga (Magnifera
indica)
sebagai
Perisa
Alami.
http://journal.ift.or.id/files/22104107%20TOTAL%20ASAM,
%20VISKOSITAS,%20DAN%20KESUKAAN%20PADA
%20YOGHURT%20DRINK%20DENGAN%20SARI%20BUAH
%20MANGGA%20(Mangifera%20indica)%20SEBAGAI
%20PERISA%20ALAMI.pdf. Diakses pada 10 November 2016.
Nugroho, S.R. dan Hasto, S. 2012. Identifikasi Fisis Viskositas Oli Mesin
Kendaraan Bermotor terhadap Fungsi Suhu dengan Menggunakan Laser
Helium Neon. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-23816-1107100047Paper.pdf. Diakses pada 10 November 2016
ScienceLab. 2013. Acetone MSDS : Houston
ScienceLab. 2013. Chloroform MSDS : Houston
ScienceLab. 2013. Ethanol MSDS : Houston
ScienceLab. 2013. Toluene MSDS : Houston
Suriadi, Alpius, dkk. 2013. Viskositas Cairan sebagai fungsi suhu.
https://www.academia.edu/8914434/Viskositas_Cairan_Sebagai_F
ungsi_Suhu