Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Ny.

N DENGAN
HIPERTENSI DI DESA KARYA JADI KECAMATAN TABUKAN
KABUPATEN BARITO KUALA
TAHUN 2015
I.

PENGKAJIAN
1. Data Dasar Keluarga
Nama Kepala Keluarga

: Tn. W

Umur

: 67 Tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Suku

: Banjar

2. Data Anggota Keluarga


Keadaan
No.

Nama

Umu
r

L/P

Agam

Pendidika

Pekerja

an

Tn. W

67

Islam

SD

Petani

Ny. N

50

Islam

SD

IRT

An. M

19

Islam

SMA

SWASTA

An. R

15

Islam

SMP

Pelajar

3. Genogram

fisik
Seh
Saki
at

Ket. (Penyakit)

Hipertensi

Tipe keluarga Ny. N adalah tipe keluarga inti, menganut


agama islam, bersuku banjar dan berbangsa Indonesia.
Pendapatan keluarga Ny.N Rp. 250.000,00 Rp. 500.000,00
per bulan, dan digunakan sebagian besar untuk membiayai
sekolah anak yang terakhir dan untuk keperluan sehari-hari.
Aktivitas rekreasi keluarga Ny. N selama ini hanya berkumpul
dan menonton TV dirumah dan jarang melakukan rekreasi
diluar rumah.
4. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga Ny. N memasuki tahap
perkembangan

keluarga

dengan

perkembangan

yang

belum

anak

remaja.

Tugas

terpenuhi

adalah

menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika


remaja menjadi dewasa dan mandiri.
Riwayat keluarga saat ini adalah Ny. N mengatakan
sudah 2 tahun menderita penyakit hipertensi.
keluarga

sebelumnya

adalah

Ny.

Riwayat

mengeluh

pusing

beberapa hari yang lalu dan mengeluh tengkuk terasa sakit.


5. Pengkajian Lingkungan
Karakteristik rumah keluarga Ny. N adalah bangunan
semi permanen dengan luas 4x6 m2. Berlantai papan,
terdapat 3 jendela/ventilasi dan selalu terbuka, pekarangan
didepan

dan

tidak

dimanfaatkan.

Sumber

air

yang

digunakan untuk memasak dan minum adalah air sungai


dan sumber air yang digunakan untuk mandi dan MCK yaitu
air sungai. Tempat penampungan air sementara yang

digunakan oleh keluarga adalah gentong/tajau dan selalu


dikuras

oleh

keluarga.

Sistem

pembuangan

sampah

keluarga Ny. N adalah dengan cara dibakar.

Jendela

Dapur

Jendela

R. Nonton TV

Kamar
Warung

R. Tamu

Keluarga Ny.N bertempat tinggal dilingkungan yang


tidak terlalu padat, interaksi antar warga lebih sering
Jendela

dilakukan pada pagi dan sore hari. Keluarga Ny. Saat ini Ny.N
tinggal bertiga dengan suami dan 2 anak terakhirnya, jika
ada masalah dalam keluarga biasanya keluarga dari anak
pertama Ny.N yang sering membantu.
6. Struktur Keluarga
a. Komunikasi keluarga
Antar anggota keluarga terbina hubungan yang baik.
Dalam menghadapi setiap masalah selalu diadakan
musyawarah dalam keluarga.
b. Struktur kekuatan keluarga
Didalam
beraktivitas
sehari-hari

keluarga

saling

perhatian dan merasakan bahwa mengatasi masalah


menjadi tanggung jawab bersama.
c. Struktur peran

Tn. W sebagai kepala keluarga bertugas memberi nafkah,


dan Ny. N sebagai ibu rumah tangga yang mengurusi
keperluan keluarga.

d. Norma keluarga
Keluarga Tn. W mempercayakan perawatan kesehatan
kepada tenaga kesehatan, khususnya Ny. N.
7. Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
Keluarga Tn. W kurang memahami keadaan penyakit
yang

diderita

oleh

Ny.

N,

semua

anaknya

turut

membantu untuk pengobatan Ny. N.


b. Fungsi sosial
Tn. W selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk
mandiri dan membina hubungan yang baik dengan
lingkungan sekitar.
c. Fungsi perawatan keluarga
Keluarga Tn. W kurang

mampu

merawat

anggota

keluarga dengan kesehatan hipertensi. Khususnya untuk


perawatan Ny. N.
d. Fungsi reproduksi
Keluarga Tn. W memiliki 7 orang anak, 4 orang laki-laki
dan 3 orang perempuan. Sekarang yang tinggal dalam 1
rumah dengan Tn. W dan Ny. N adalah 2 orang anaknya
yang terakhir. Ny. N saat ini tidak menjadi akseptor KB
dengan alasan sudah memasuki usia lanjut.
e. Fungsi ekonomi
Keluarga Tn. W menggunakan seluruh penghasilannya
untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap hari.
8. Tugas Perawatan Keluarga

a. Mengenal masalah keluarga


Keluarga Tn. W kurang dapat

mengenal

masalah

kesehatan dalam keluarga karena terbatasnya informasi


dan kurangnya pemahaman tentang penyakit khususnya
hipertensi.
b. Mengambil keputusan
Dalam pengambilan

keputusan

untuk

pemecahan

masalah kesehatan keluarga Tn. W adalah Tn. W dan


anaknya yang pertama.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Tn. W kurang dapat merawat anggotanya yang
sakit, dikarenakan kurang mengetahui cara mengetahui
perawatan khususnya dengan penyakit hipertensi.
d. Memelihara lingkungan
Dalam memelihara lingkungan cukup cukup baik.
e. Menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan
Keluarga Tn. W memilih pergi ke puskesmas atau
perawat untuk mengobati penyakit Ny. N.
9. Stress dan Koping Keluarga
Stressor jangka panjang yang dirasakan keluarga adalah
keluarga tidak merasakan adanya stresor yang berarti kecuali
kondisi kesehatan Ny. N yang menderita penyakit kronis yang
memerlukan bantuan perawatan sehari-hari, dan untuk jangka
pendeknya adalah Ny. N takut akan dampak yang timbul
dari penyakit yang dideritanya.
Keluarga sudah dapat beradaptasi dengan stressor
yang ada yaitu dengan selalu berdoa dan berusaha
semaksimal mungkin. Keluarga terlihat sudah beradaptasi atas
stressor yang dihadapi dan merasa sebagai suatu bagian dari kehidupan
yang harus dijalani.

10.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Keadaaan Umum:
- Kesadaraan
- Tanda-tanda vital:
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi

Ny. N

Tn. W

Composmentis

Composmentis

170/110 mmHg
90x/menit
24x/menit

110/80 mmHg
75x/menit
22x/menit

Head to Toe:
Kepala-rambut
Hidung
Telinga
Mata

Mulut
Leher
Pemeriksaan Paru:
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Pemeriksaan
Jantung:
Pemeriksaan
Abdomen:
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi
Perkusi
Ekstrimitas:
Atas
Bawah

Mesocepal, rambut
sedikit
beruban,
tidak ada luka

Mesocepal, rambut
putih
beruban,
tidak ada luka

Bersih, tidak ada


polip.
Simetris, bersih.
Sklera tidak ikterik,
konjungtiva
tidak
anemis,
klien
memakai alat bantu
penglihatan
yaitu
kacamata.

Bersih, tidak ada


polip.
Simetris, bersih.
Sklera tidak ikterik,
konjungtiva
tidak
anemis,
tidak
memakai
alat
bantu penglihatan

Tidak ada stomatitis


Tidak
ada
pembesaran kelenjar
tiroid

Tidak
stomatitis
Tidak
pembesaran
kelenjar tiroid

Pengembangan
dada sama, R: 24
x/menit
Taktil
fermitus
normal
Terdengar
bunyi
sonor
Tedengar
bunyi
vesikuler

Pengembangan
dada sama, R: 22
x/menit
Taktil
fermitus
normal
Terdengar
bunyi
sonor
Terdengar
bunyi
vesikuler

Tidak
ada
bunyi
jantung tambahan,
irama regular

Tidak ada bunyi


jantung tambahan,
irama regular

Tidak ada luka


Bising usus 5x/menit
Tidak
ada
nyeri
tekan
Terdengar
bunyi
timpani

Tidak ada luka


Bising
usus
5x/menit
Tidak ada nyeri
tekan
Terdengar
bunyi
timpani

Tidak

ada

luka,

ada
ada

berfungsi
normal

dengan

Tidak
ada
luka,
berfungsi
dengan
normal.

Tidak
ada
luka,
berfungsi
dengan
normal
Tidak
ada
luka,
berfungsi
dengan
normal

11.
Harapan Keluarga
Ny. N dan Keluarga berharap tetap tercipta hubungan yang harmonis
dalam keluarga dan adanya perubahan perilaku / kondisi yang lebih baik
terhadap kesehatan Ny. N, keluarga Tn. W juga senang
dengan

kehadiran

mahasiswa

dirumahnya,

keluarga

berharap mendapat tambahan ilmu setelah kedatangan


mahasiswa dirumahnya.

II.

ANALISA DATA
No.
1

Data
DS:
Ny. N mengatakan sudah
4 tahun menderita
penyakit hipertensi.
Keluarga
Tn.
W
mengatakan kurang dapat
mengenal
masalah
kesehatan dalan keluarga
karena
terbatasnya
informasi dan kurangnya
pemahaman
tentang
penyakit
khususnya
hipertensi.
DO:
Keluarga Tn. W kurang
dapat mengenal masalah
kesehatan dalam keluarga
karena
terbatasnya
informasi dan kurangnya
pemahaman hipertensi.
Pendidikan terakhir Tn. W
dan Ny. N adalah SD.
Ny. N TD: 170/110 mmHg,
Nadi:
90x/menit,
R:
24x/menit.
Faktor Risiko:
Ny.
N
mengatakan
sudah.menderita
penyakit hipertensi.
Pendidikan terakhir Tn. W
dan Ny. N adalah SD.
Keluarga Tn. W kurang
dapat
merawat
anggotanya yang sakit,
dikarenakan
kurang
mengetahui
cara
perawatan
khususnya
dengan
penyakit
hipertensi.
Ny. N TD: 170/110 mmHg,
Nadi:
90x/menit,
R:

Etiologi
Ketidakmampuan
keluarga
mengenal
masalah pada
anggota keluarga
khususnya Ny. N
dengaan
Hipertensi.

Problem
Kurang
Pengetahuan

Ketidaktahuan
keluarga tentang
cara merawat
anggota keluarga
yang sakit
hipertensi

Resiko terjadinya
komplikasi
hipertensi

24x/menit.

III.

SKALA PRIORITAS
1. Kurang
pengetahuan
berhubungan
dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada
anggota keluarga khususnya Ny. N dengan Hipertensi.
No

Kriteria

.
1.

Sifat

2.

aktual
Kemungkinan

masalah:

masalah
3

dicegah:

cukup
Menonjolnya
masalah:

Pembenaran

3/3 x 1 = 1

Masalah

2/2 x 2 = 2

segera diatasi
Keluarga mau

mengikuti

saran

mengikuti

dapat

diubah: mudah
Potensial masalah
untuk

Skoring

2/3 x 1 =

actual,

untuk

harus

penyuluhan.
Masalah telah terjadi

2/3
2/2 x 1 = 1

harus

Keluarga

kurang

mengetahui kalau penyakit

segera ditangani

hipertensi

bisa

mengakibatkan komplikasi
Total

4 2/3

2. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi berhubungan


dengan ketidaktahuan keluarga tentang cara merawat
anggota keluarga yang sakit hiperteni.
No
.
1.

Kriteria
Sifat

masalah:

ancaman keehatan
2.

Kemungkinan
masalah

Skoring

Pembenaran

2/3 x 1 =

Bila tidak ditangani dengan

2/3

segera dapat menyebabkan

1/2 x 2 = 1

komplikasi yang lebih parah.


Keluarga
kurang

dapat

mengetahui bagaimana cara

diubah: sebagian

mencegah

dan

merawat

anggota keluarganya yang


3

Potensial

masalah

2/3 x 1 =

untuk

dicegah:

2/3

menderita hipertensi.
Masalah telah terjadi

cukup
Menonjolnya

masalah:

2/2 x 1 = 1
harus

Keluarga

harus

segera

ditangani agar tidak terjadi

segera ditangani

komplikasi

lanjut

seperti

stroke dan penyakit jantung.


Total

3 1/3

IV.

DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


1. Kurang
pengetahuan
berhubungan
dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada
anggota keluarga khususnya Ny. N dengan Hipertensi.
2. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga tentang cara merawat
anggota keluarga yang sakit hiperteni.

V.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


1. Kurang
pengetahuan
berhubungan
dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada
anggota keluarga khususnya Ny. N dengan Hipertensi.
a. Tujuan
Jangka Panjang
Setelah dilakukan minimal 8 kali kunjungan diharapkan
keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan

hipertensi.
Jangka Pendek
Setelah dilakukan kunjungan 1x30 menit diharapkan

keluarga mampu menjelaskan:


- Pengertian dan penyebab hipertensi
- Tanda dan gejala hipertensi
- Komplikasi hipertensi
b. Kriteria Hasil
Keluarga mampu secara verbal:
Menjelaskan pengertian dan penyebab hipertensi
Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
Menjelaskan komplikasi hipertensi
c. Intervensi

1. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang penyakit


hipertensi
2. Lakukan pengukuran tekanan darah
3. Jelaskan dan diskusikan dengan keluarga tentang
penyakit

hipertensi:

pengertian

dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala hipertensi dan komplikasi


hipertensi.
4. Berikan kesempatan keluarga untuk bertanya
5. Evaluasi singkat terhadap topik yang didiskusikan
dengan keluarga
6. Berikan
pujian

terhdap

kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap kali diskusi.


2. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga tentang cara merawat
anggota keluarga yang sakit hipertensi.
a. Tujuan
Jangka Panjang
setelah dilakukan minimal 8 kali kunjungan
diharapkan risiko stroke dan penyakit jantung tidak
terjadi.
Jangka Pendek
setelah
dilakukan
kunjungan
1x30
menit
diharapkan keluarga mampu menjelaskan kembali
dan mengerti komplikasi dan akibat dari
hipertensi.
b. Kriteria Hasil
Keluarga mampu menyebutkan komplikasi yang
mungkin terjadi jika tidak segera ditangani.
c. Intervensi
1. Jelaskan pada keluarga tanda dan gejala bila tekanan darah
mulai tinggi.
2. Jelaskan pada keluarga komplikasi dari hipertensi bila tidak
mendapatkan perawatan yang tepat.
3. Anjurkan klien untuk mengontrol makanan dan menghindari
makanan yang berlemak dan berasa asin.

4. Motivasi keluarga
Puskesmas.

VI.
NO
DX
1.

untuk

membawa

berobat

ke

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
HARI/TGL
Sabtu/22
Agustus
2015

IMPLEMENTASI

EVALUASI

1. Mengkaji

PARAF

tingkat

S : Keluarga klien dan klien

keluarga

mengatakan tau arti hipertensi

tentang penyakit hipertensi


(keluarga klien dan klien

adalah tekanan darah tinggi

pengetahuan

mengatakan
hipertensi

tau
adalah

arti
tekanan

tetapi

keluarga

mengatakan

dan

klien

belum

tau

darah tinggi tetapi keluarga

penyebab hipertensi.
O : TD 180/100 mmHg, Nadi:

dan klien mengatakan belum

90x/menit, R: 24x/menit, klien

tau penyebab hipertensi)


2. Melakukan
pengukuran

tampak bingung ketika ditanya

tekanan darah pada Ny. N


(Ny. N TD 180/100 mmHg,
Nadi:
2

Ny.

90x/menit,

R:

24x/menit)
1. Menjelaskan pada keluarga
tanda

dan

gejala

bila

tekanan darah mulai tinggi.


(Klien mengetahui apabila
mengalami darah tinggi pasti
merasa

sakit

kepala

dan

tengkuk terasa sakit)


2. Menjelaskan pada keluarga
komplikasi
bila

tidak

dari

penyebab dari hipertensi.


A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan

hipertensi

mendapatkan

perawatan yang tepat.


3. Menganjurkan klien untuk

S: Klien mengetahui apabila


darah tinggi pasti merasa sakit
kepala

dan

tengkuk

terasa

sakit tetapi klien mengatakan


belum

mengetahuim

secara

jelas dampak dari hipertensi.


O: - Klien tampak sedikit
mengerti

tanda

dan

gejala

hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak
memperhatikan penjelasan
dari mahasiswa.

mengontrol

makanan

dan

menghindari makanan yang


berlemak dan berasa asin.
4. Memotivasi keluarga untuk
membawa Ny. N berobat ke
1

Senin/24

Puskesmas.
1. Mengkaji

tingkat
keluarga

Klien

masih

bingung

tampak

ketika

ditanya

komplikasi dari hipertensi.


A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan.
S : Keluarga klien dan klien

Agustus

pengetahuan

2015

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

darah tinggi.
- klien mengatakan

klien

mengatakan

dan
tahu

hipertensi

adalah

darah

tinggi,

klien
arti

tekanan

mengatakan

tahu
adalah

arti
tekanan
sakit

kepala dan tenkuk terasa sakit

mengatakan sakit kepala dan

adalah tanda dari hipertensi.


O : TD 180/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak

tengkuk terasa sakit adalah

mendengarkan penjelasan dari

tanda dari hipertensi).


2. Melakukan
pengukuran

mahasiswa dan ikut berdiskusi

klien

tekanan darah (TD 180/100


mmHg)
3. Menjelaskan

dan

mendiskusikan
keluarga

tentang

dengan
penyakit

dengan

mahasiswa

hipertensi.
- Klien dapat

tentang

menyebutkan

tanda dan gejala darah tinggi


yaitu sakit kepala dan tengkuk
terasa sakit.
- klien dan

keluarga

penyebab hipertensi, tanda

memahami

dan

dan

tentang

hipertensi:
gejala

pengertian
hipertensi

dan
dan

komplikasi hipertensi.
4. Memberikan
kesempatan
keluarga untuk bertanya
5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

mengerti

pengertian

tanda/gejala

mulai

hipertensi,

dan
dan

penyebab hipertensi.
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan

yang

didiskusikan dengan keluarga


6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


2

kali diskusi.
1. Menjelaskan pada keluarga

S: klien mengatakan apabila

tanda

dan

gejala

bila

tekanan darah mulai tinggi


2. Menjelaskan pada keluarga
komplikasi
bila

dari

tidak

hipertensi

merasa

makanan

dan

menghindari makanan yang


berlemak dan berasa asin.
4. Memotivasi keluarga untuk

sakit

kepala

tengkuk terasa sakit.


- Klien mengatakan

mendapatkan

perawatan yang tepat.


3. Menganjurkan klien untuk
mengontrol

menalami darah tinggi pasti

tau
-

dan
belum

komplikasi

dari

hipertensi.
Klien dan keluarga tampak
memperhatikan penjelasan
dari mahasisiwa.

A: Masalah teratasi sebagian


P: Intervensi dilanjutkan

membawa Ny. N berobat ke


1

Kamis/27
Agustus
2015

Puskesmas.
1. Mengkaji
ulang

tingkat

pengetahuan

keluarga

S: Keluarga klien dan klien


mengatakan

tahu

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak.


- Klien mengatakan sakit

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

bahwa tekanan darah tinggi


bisa karena stress, keturunan
atau

makanan

yang

adalah

arti
tekanan

kepala dan tengkuk terasa


sakit

adalah

tanda

dari

tengkuk

hipertensi.
O: TD 170/110 mmHg
- Klien dan keluarga tampak

terasa sakit adalah tanda dari

mendengarkan penjelasan dari

berlemak, klien mengatakan


sakit

kepala

dan

hipertensi)
2. Melakukan

pengukuran

tekanan darah (TD 170/110


mmHg)
3. Menjelaskan

dan

mendiskusikan

kembali

dengan

tentang

keluarga

penyakit
pengertian

hipertensi:
dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala

mahasiswa dan ikut berdiskusi


dengan mahasiswa dan ikut
berdiskusi dengan mahasiswa
tentang hipertensi.
- Klien dan keluarga
memahami
tentan

dan

mengerti

pengertian

tanda/gejala

mulai

hipertensi,

dan
dan

penyebab hipertensi.
A: Masalah teratasi sebagian

hipertensi

dan

hipertensi.
4. Memberikan

komplikasi

P: Intervensi dilanjutkan

kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

yang

didiskusikan dengan keluarga


6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


kali diskusi.
1. Menjelaskan

kembali

pada

S: Klien mengetahui apabila

keluarga tanda dan gejala

mengalami darah tinggi pasti

bila

merasa

sakit

tengkuk

terasa

tekanan

darah

mulai

kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga
hipertensi
mendapatkan

perawatan

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien

mengatakan

kepala

dan

sakit,

klien

komplikasi

dari

hipertensi adalah stroke.


O: - Klien tampak sedikit
mengerti

tanda

dan

gejala

hipertensi dan komplikasi dari

untuk mengontrol makanan

hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak

dan menghindari makanan

memperrhatikan penjelasan

yang berlemak dan berasa


asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

membawa

Ny.

berobat ke Puskesmas.

dari mahasiswa.
Klien
menjawab
ketika

ditanya

dari

hipertensi

benar

komplikasi
salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi sebagian

Sabtu/29
Agustus
2015

1. Mengkaji

ulang

tingkat

pengetahuan

keluarga

P: Intervensi dilanjutkan
S: Keluarga klien dan klien
mengatakan

tahu

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

adalah

arti
tekanan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak,

bahwa tekanan darah tinggi

klien mengatakan tidak ingat

bisa karena stress, keturunan

komplikasi dari hipertensi.


O: TD 170/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak

atau

makanan

yang

berlemak, klien mengatakan


sakit

kepala

dan

tengkuk

terasa sakit adalah tanda dari


hipertensi)
2. Melakukan

pengukuran

tekanan darah (TD 170/100


mmHg)
3. Menjelaskan

dan

mendiskusikan

kembali

dengan

tentang

keluarga

penyakit

mendengarkan penjelasan dari


mahasiswa dan ikut berdiskusi
dengan

mahasiswa

tentang

hipertensi
- klien terlihat masih bingung
ketika ditanya komplikasi dari
hipertensi yaitu salah satunya
adalah stroke,
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan

hipertensi:

pengertian

dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala


hipertensi

dan

hipertensi.
4. Memberikan

komplikasi
kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

yang

didiskusikan dengan keluarga


6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


2

kali diskusi.
1. Menjelaskan

pada

S: Klien mengetahui apabila

keluarga tanda dan gejala

mengalami darah tinggi pasti

bila

merasa

sakit

tengkuk

terasa

tekanan

darah

mulai

kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga

kembali

hipertensi
mendapatkan

perawatan

mengatakan

kepala

dan

sakit,

klien

komplikasi

hipertensi adalah stroke.


- klien
mengatakan

dari
akan

mengurangi makanan yang

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien

O:

asin
- Klien

tampak

untuk mengontrol makanan

mengerti

dan menghindari makanan

hipertensi dan komplikasi dari

yang berlemak dan berasa

hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak

asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

membawa

Ny.

dan

gejala

memperrhatikan penjelasan

N
-

berobat ke Puskesmas.

tanda

sedikit

dari mahasiswa.
Klien
menjawab
ketika

ditanya

dari

hipertensi

benar

komplikasi
salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi sebagian
1

Selasa/1
Septembe
r 2015

1. Mengkaji

ulang

tingkat

pengetahuan

keluarga

P: Intervensi dilanjutkan
S: Keluarga klien dan klien
mengatakan

tahu

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak.


- Klien mengatakan sakit

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

bahwa tekanan darah tinggi


bisa karena stress, keturunan
atau

makanan

yang

berlemak, klien mengatakan


sakit

kepala

dan

tengkuk

terasa sakit adalah tanda dari

adalah

arti

kepala dan tengkuk terasa


sakit

adalah

tanda

dari

hipertensi.
O: TD 140/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak
mendengarkan penjelasan dari

hipertensi)
2. Melakukan

pengukuran

tekanan darah (TD 140/100


mmHg)
3. Menjelaskan

dan

mahasiswa dan ikut berdiskusi


dengan

mahasiswa

keluarga
dan

kembali

memahami

dengan

tentang

tentang

keluarga

penyakit

hipertensi:
dan

penyebab

tentang

hipertensi.
- Klien dan

mendiskusikan

pengertian

tekanan

mengerti

pengertian

tanda/gejala

hipertensi,

penyebab hipertensi.

mulai
dan
dan

hipertensi, tanda dan gejala


hipertensi

dan

hipertensi.
4. Memberikan

komplikasi

A: Masalah teratasi sebagian


P: Intervensi dilanjutkan

kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

yang

didiskusikan dengan keluarga


6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


kali diskusi.
1. Menjelaskan

kembali

pada

S:

Klien

mengatakan

keluarga tanda dan gejala

mengurangi

bila

asin

tekanan

darah

mulai

kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga
hipertensi
mendapatkan

perawatan

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien
untuk mengontrol makanan
dan menghindari makanan
yang berlemak dan berasa
asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

membawa

Ny.

makanan

yang

berlemak,

klien

mengetahui

apabila

mengalami darah tinggi pasti


merasa pusing dan tengkuk
terasa sakit, klien mengatakan
komplikasi

dari

hipertensi

adalah stroke.
O:
Klien
tampak

sedikit

mengerti

gejala

tanda

dan

hipertensi dan komplikasi dari


hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak
memperrhatikan penjelasan

berobat ke Puskesmas

dan

akan

dari mahasiswa.
Klien
menjawab
ketika

ditanya

dari

hipertensi

benar

komplikasi
salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi sebagian
1

Jumat/4
Septembe
r 2015

1. Mengkaji

ulang

pengetahuan

tingkat
keluarga

P: Intervensi dilanjutkan
S: Keluarga klien dan klien
mengatakan

tahu

arti

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak.


- Klien mengatakan sakit

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

bahwa tekanan darah tinggi


makanan

sakit

yang

kepala

dan

tengkuk

terasa sakit adalah

tanda

adalah

pengukuran

tekanan darah (TD 140/100


mmHg)
3. Menjelaskan

O: TD 140/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak

dan

mahasiswa dan ikut berdiskusi


dengan

mahasiswa

keluarga
dan

kembali

memahami

dengan

tentang

tentang

keluarga

penyakit

hipertensi:
dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala


dan

hipertensi.
4. Memberikan

komplikasi

tentang

hipertensi.
- Klien dan

mendiskusikan

hipertensi

dari

mendengarkan penjelasan dari

dari hipertensi)
2. Melakukan

pengertian

tanda

hipertensi.

berlemak, klien mengatakan


sakit

tekanan

kepala dan tengkuk terasa

bisa karena stress, keturunan


atau

adalah

mengerti

pengertian

tanda/gejala

mulai

hipertensi,

dan
dan

penyebab hipertensi.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan

kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

didiskusikan

yang
dengan

keluarga.
6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


2

kali diskusi.
1. Menjelaskan

kembali

pada

S:

Klien

mengatakan

keluarga tanda dan gejala

mengurangi

bila

asin

tekanan

darah

mulai

dan

akan

makanan

yang

berlemak,

klien

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga

mengetahui
kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

hipertensi
mendapatkan

perawatan

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien
untuk mengontrol makanan
dan menghindari makanan
yang berlemak dan berasa
asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

membawa

Ny.

mengalami darah tinggi pasti


merasa pusing dan tengkuk
terasa sakit, klien mengatakan
komplikasi

dari

hipertensi

adalah stroke.
O:
Klien
tampak

sedikit

mengerti

gejala

tanda

dan

hipertensi dan komplikasi dari


hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak
memperrhatikan penjelasan

berobat ke Puskesmas

apabila

dari mahasiswa.
Klien
menjawab
ketika

ditanya

dari

hipertensi

benar

komplikasi
salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi sebagian
1

Senin/7
Septembe
r
2015

1. Mengkaji

ulang

tingkat

pengetahuan

keluarga

P: Intervensi dilanjutkan
S: Keluarga klien dan klien
mengatakan

tahu

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak.


- Klien mengatakan sakit

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

bahwa tekanan darah tinggi


bisa karena stress, keturunan
atau

makanan

yang

berlemak, klien mengatakan


sakit

kepala

dan

tengkuk

terasa sakit adalah


dari hipertensi)
2. Melakukan

tanda

pengukuran

tekanan darah (TD 140/100

adalah

arti
tekanan

kepala dan tengkuk terasa


sakit

adalah

tanda

dari

hipertensi.
O: TD 140/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak
mendengarkan penjelasan dari
mahasiswa dan ikut berdiskusi
dengan

mahasiswa

tentang

mmHg)
3. Menjelaskan

dan

hipertensi.
- Klien dan

keluarga
dan

mendiskusikan

kembali

memahami

dengan

tentang

tentang

keluarga

penyakit

hipertensi:

pengertian

dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala


hipertensi

dan

hipertensi.
4. Memberikan

komplikasi

mulai

mengerti

pengertian

tanda/gejala

dan

hipertensi,

dan

penyebab hipertensi.
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan

kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap

topik

didiskusikan

yang
dengan

keluarga.
6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


2

kali diskusi.
1. Menjelaskan

kembali

pada

S:

Klien

mengatakan

keluarga tanda dan gejala

mengurangi

bila

asin

tekanan

darah

mulai

kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga
hipertensi
mendapatkan

makanan

yang

berlemak,

klien

mengetahui

perawatan

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien
untuk mengontrol makanan
dan menghindari makanan
yang berlemak dan berasa
asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

dan

membawa

Ny.

berobat ke Puskesmas

akan

apabila

mengalami darah tinggi pasti


merasa pusing dan tengkuk
terasa sakit, klien mengatakan
komplikasi

dari

hipertensi

adalah stroke.
O:
Klien
tampak

sedikit

mengerti

gejala

tanda

dan

hipertensi dan komplikasi dari


hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak
memperrhatikan penjelasan

N
-

dari mahasiswa.
Klien
menjawab

benar

ketika

ditanya

komplikasi

dari

hipertensi

salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi sebagian
1

Kamis/10
Septembe
r
2015

1. Mengkaji

ulang

tingkat

pengetahuan

keluarga

P: Intervensi dilanjutkan
S: Keluarga klien dan klien
mengatakan

tahu

tentang penyakit hipertensi.

hipertensi

(Keluarga

klien

darah tinggi dan mengetahui

arti

bahwa tekanan darah tinggi

tekanan

bisa karena stress, keturunan

darah tinggi dan mengetahui

atau makanan yang berlemak.


- Klien mengatakan sakit

klien

mengatakan
hipertensi

dan
tahu

adalah

bahwa tekanan darah tinggi


makanan

sakit

kepala

dan

tengkuk

terasa sakit adalah


dari hipertensi)
2. Melakukan

tanda

pengukuran

tekanan darah (TD 140/100


dan

mendiskusikan

kembali

dengan

tentang

keluarga

penyakit

hipertensi:
dan

penyebab

hipertensi, tanda dan gejala


hipertensi
hipertensi.
4. Memberikan

dan

komplikasi
kesempatan

keluarga untuk bertanya


5. Mengevaluasi
singkat
terhadap
didiskusikan

topik

yang
dengan

adalah

tanda

hipertensi.
Klien mengatakan

dari
akibat

dari hipertensi adalah salah


satunya adalah stroke.
O: TD 140/100 mmHg
- klien dan keluarga tampak
ikut

mmHg)
3. Menjelaskan

pengertian

sakit

yang

berlemak, klien mengatakan

tekanan

kepala dan tengkuk terasa

bisa karena stress, keturunan


atau

adalah

arti

berdiskusi

dengan

mahasiswa tentang hipertensi.


Klien
dan
keluarga
memahami
tentang

dan

mengerti

pengertian

tanda/gejala

hipertensi,

penyebab hipertensi.
A: Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan

dan
dan

keluarga.
6. Memberikan pujian terhadap
kemampuan

yang

diungkapkan keluarga setiap


2

kali diskusi.
1. Menjelaskan

kembali

pada

S:

Klien

mengatakan

keluarga tanda dan gejala

mengurangi

bila

asin

tekanan

darah

mulai

kembali

pada

komplikasi

dari

bila

tidak

tinggi.
2. Menjelaskan
keluarga
hipertensi
mendapatkan

makanan

yang

berlemak,

klien

mengetahui

perawatan

yang tepat.
3. Menganjurkan kembali klien
untuk mengontrol makanan
dan menghindari makanan
yang berlemak dan berasa
asin.
4. Memotivasi kembali keluarga
untuk

dan

membawa

Ny.

berobat ke Puskesmas

akan

apabila

mengalami darah tinggi pasti


merasa pusing dan tengkuk
terasa sakit, klien mengatakan
komplikasi
adalah

dari

stroke,

hipertensi
klien

dan

keluarga mengatakan apabila


sakit akan pergi berobat ke
puskesmas.
O:
Klien
mengerti

tampak

tanda

sedikit

dan

gejala

hipertensi dan komplikasi dari


hipertensi.
- Klien dan keluarga tampak
memperrhatikan penjelasan
-

dari mahasiswa.
Klien
menjawab
ketika

ditanya

dari

hipertensi

benar

komplikasi
salah

satunya adalah stroke.


A: Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan

3. EVALUASI KEPERAWATAN KELUARGA


Setelah dilakukan 8 kali kunjungan

keluarga

mampu

menjelaskan kembali pengertian dan penyebab hipertensi,


tanda dan gejala hipertensi juga komplikasi hipertensi,

sehingga

keluarga

mampu

denggan hipertensi.
Setelah dilakukan 8

kali

merawat
kunjungan

anggota
keluarga

keluarga
mampu

menjelaskan kembali dan mengerti komplikasi dan akibat


dari

hipertensi

sehingga

diharapkan

penyakit jantung tidak terjadi.

risiko

stroke

dan