Anda di halaman 1dari 80

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Digester dan screw press murupakan suatu mesin yang sangat membantu
dalam proses pengoprasian pada pabrik kelapa sawit terutama di PT Brahma
BinaBakti CPO MILL,yang merupakan satu mesin pengaduk dan pemecah
berondolan untuk mesiskan dan memeras fiber dari nut dan melepaskan nya
sehingga mengeluarkan minyak CPO. Digester atau yang sering juga di sebut
dengan bejana pengaduk (long arm dan short arm) yang berfungsi untuk
mengaduk dan merajang buah ,sehingga terjadinya pelepasan pericarp dan biji
sambil memecahkan kantong-kantong minyak ,selain itu dilengkapi dengan
pemanas yang berfungsi untuk mempersiapkan massa berondolan berondolan agar
lebih medah di proses dalam pengepresan oleh screw press. Volume digester
sangat berpengaruh terhadap kehilangan minyak,sebaliknya jika digester di isi
terlalu penuh maka akan memperlama dalam proses pengadukan,perajangan akan
menjadi sempurna karna ketinggian buah di dalam sebuah ruangan digester akan
menimbulkan tekanan di dasar digester akan menimbulkan tekanan di dasar
semakin tinggi dan tahanan lawan terhadap pisau-pisau(long arm dan short
arm)semakin tinggi pemecahannya kantong-kantong minyak dan pemisah serat
dengan serat lain semakin tinggi pemecahanya kantong-kantong minyak dan
pemisah serat dengan serat lain semakin sempurna.

1.2 Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan yang dapat di capai dari sistem kerja serta alat yang di guakan
dalam pengelolahan kelapa sawit terutama pada mesin digester dan screw press
adalah sebagai brikut:
1. Untuk mengetahui cara kerja digester dan screw press pada pabrik
kelapa sawit di PT.Brahma BinaBakti CPO MILL.
2. Agar dapat mengoprasikan menjalankan digester dan screw press
3. Mampu menganalisa dan memperbaiki digester dan screw press
1.3 Identifikasi Masalah
1. Penyebab terjadinya penyumbatan pada screw press
2. Sering terjadi kerusakan pada screw bahkan menyebabkan patah nya
bagian dari screw press
3. Banyak nya oil losses pada screw press
4. Banyak nya NUT yang pecah pada screw press
5. Berkurang nya performa pada digester dan screw press

1.4 Batasan masalah


Dalam hal ini penulisan hanya membahas tentang digester dan screw press
bagaimana perawatan, mengidentifikasi masalah, perbaikan dan pencegahanya .
1.5 Rumusan masalah

Berdasarkan judul yang di kemukakan

penulisan

maka perlu di telaah

mengenai masalah yang di teliti atau di bahas untuk menjadi pokok masalah
dalam penulisan ini :
1. Pada bagian manakah yang sering mangalami kerusakan pada screw press?
2. Bagaimana cara mengatasi kerusakan pada screw press ?
3. Bagaimana mengidentifikasi performa pada screw press ?
4. Bagaimana langkah-langkah perbaikan pada screw press ?
1.6 Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui cara kerja digester dan screw press
2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada digester dan
screw press
3. Mengidentifikasi penyebab kerusakan pada scerw press
4. Mengetahui cara dan langkah-langkah perbaikan

1.7 Manfaat kerja praktek


1. Sebagai bahan studi dalam penulisan laporan kerja praktek
2. Memberikan pengetahuan terhadap mahasiswa yang ingin membuat tugas
laporan kerja praktek
3. Untuk melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan tugas akhir pada
jurusan tehnik mesin di SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
(STITEKNAS) jambi.
1.8 Metode pengumpulan data
1. Library research(penelitian ke perpustakaan)
Mengadakan telaah perpustakaan dari berbagai sumber yang relawan.
2. Field research (penelitian lapangan)
Terjun langsung kelapangan untuk mendapatkan data yang di butuhkan.
3. Interview(wawancara)

Data yang di peroleh dengan wawancara langsung kepada senior dan


pembimbing di lapangan kerja PT. Brahma BinaBakti CPO MILL
4. Time reserch ( waktu penelitian)
Penelitian ini sudah di laksanakan pada tanggal 15 juli 2016 sampai
dengan 30 agustus 2016 .
5. Pleaces search ( tempat penelitian)
Penelitian di laksanakan di PT. Brahma BinaBakti CPO MILL

1.9 Sistematika penulisan


Agar lebih bersturuktur nya dan memudahkan dalam penyusunan laporan
kerja praktek maka penulisan membagi isi laporan menjadi 5 bab yaitu :
BAB 1. Pendahuluan
BAB

pendahuluan

memuat

tentang

latar

belakang,rumusan

masalah,batasan masalah,tujuan,manfaat,metodologi dan sistematika penulisan.


BAB II. Tinjauan pustaka
Pada bab ini mengurai tentang beberapa teori dasar yang di gunakan
sebagai pedoman dalam analisa dan pembahasan masalah.
BAB III. Gambaran umum perusahaan
Berisi tentang sejarah singkat perusahaan,visi dan misi perusahaan,struktur
organisasi perusahaan dan hal hal lain yang di anggap perlu
BAB IV. Penumpulan data dan pengolahan data

Mengurai tentang proses pengolahan data, serta sajian data dari hasil
pengumpulan data ,yang selanjutnya akan di olah sehingga akan dihasilkan
informasi yang dapat di gunakan untuk menganalisis permasalahan yang ada
BAB V. Analisis permasalahan.
Berisi tentang analisis dan pemecahan masalah terhadap hasilpengolahan
data yang telah di tentukan.
BAB VI . Penutup.
Berisi tentang kesimpulan dan saran.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
(ASPEK UMUM)
2.1 Tanaman Kelapa Sawit
Asal tanaman kelapa sawit secara pasti belum bisa diketahui.Namun, ada
dugaan kuat tanaman ini berasal dari dua tempat, yaitu Amerika Selatan dan
Afrika (Guenia).Spesies Elaeis melanococca atau Elaeis oleivera diduga berasal
dari Amerika Selatan dan spesies Elaeis guineensis berasal dari Afrika (Guenia).
Klasifikasi tanaman kelapa sawit:
Divisi

: Spermatophyta

Sub divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Keluarga

: Palmaceae

Sub keluarga : Cocoideae

Genus

: Elaeis

Spesies

: Elaeis guineensis Jack

Gambar 2.1. Buah Sawit

(Sastrosayono, 2003)
Tanaman Kelapa sawit (Elais guineensis Jack) merupakan salah satu
tanaman perkebunan di Indonesia yang memiliki masa depan cukup cerah.
Perkebunan kelapa sawit telah berkembang hampir di seluruh Indonesia. Ada
beberapa varietas tanaman kelapa sawit yang telah dikenal. Varietas itu dapat
dibedakan berdasarkan tebal tempurung dan daging buah atau berdasarkan warna
kulit buahnya. Berdasarkan ketebalan tempurung dan daging buah, dikenal
beberapa varietas antara lain :
2.1.2 Dura
Tempurung dura cukup tebal antara 2 8 mm dan tidak terdapat lingkaran
sabut pada bagian luar tempurung. Daging buah relatif tipis dengan persentase
daging buah terhadap buah variasi antara 35 50%. Kernel (daging biji) biasanya
besar dengan kandungan minyak yang rendah. Dalam persilangan varietas dura
dipakai sebagai pohon induk betina.
2.1.3 Pesifera
Ketebalan tempurung sangat tipis, bahkan hampir tidak ada, tetapi daging
buahnya tebal. Persentase daging buah terhadap buah cukup tinggi, sedangkan
daging biji sangat tipis. Jenis pesifera tidak dapat diperbanyak tanpa
menyilangkan dengan jenis yang lain. Varietas ini dikenal sebagai tanaman betina
yang steril sebab bunga betina gugur pada fase dini. Oleh sebab itu dalam
persilangan dipakai sebagai pohon induk jantan. Penyerbukan silang antara
pesifera dengan dura akan menghasilkan varietas tenera.
2.1.4 Tenera
Varietas ini mempunyai sifat-sifat yang berasal dari kedua induknya, yaitu
dura dan pesifera. Varietas inilah yang banyak ditanam diperkebunan pada saat

ini. Tempurung sudah menipis, ketebalannya berkisar antara 0,54mm, dan


terdapat lingkaran sabut disekelilingnya. Persentase daging buah terhadap buah
tinggi, antara 6096%. Tandan buah yang dihasilkan oleh tenera lebih banyak dari
pada dura, tetapi ukuran tandannya relatif lebih kecil (Marunduri, 2009).

Gambar.2.2. Jenis-Jenis dari Biji Sawit

Didalam Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang disebut bahan mentah adalah
kelapa sawit atau biasa disebut Tandan Buah Segar (TBS). Setelah diolah TBS
akan menghasilkan minyak, yang mana minyak kelapa sawit tersebut terdiri dari
dua macam, yang pertama minyak yang berasal dari daging buah yang dihasilkan
dari perebusan dan pemerasan. Minyak sawit ini dikenal sebagai minyak sawit
kasar atau Crude Palm Oil (CPO). Dan yang kedua minyak yang berasal dari inti
sawit, dikenal sebagai minyak inti sawit atau Palm kernel Oil (PKO)
2.2 Minyak dan Lemak
Minyak atau lemak adalah substansi yang bersifat non soluble di air
(hidrofobik) terbuat dari satu mol gliserol dan tiga mol asam lemak. Minyak dan
lemak adalah senyawa ester yang terbentuk dari senyawa gliserol dan berbagai

asam karboksilat. Sebagian besar lemak dan minyak dalam alam terdiri atas 9899% trigliserida. Trigliserida adalah ester gliserol, suatu alkohol terhidrat dan
asam lemak yang tepat disebut triasilgliserol (Almatsier, 2004).
Lemak dan minyak meskipun struktur kimianya sama, namun menunjukkan
keragaman yang besar dalam sifat-sifat fisiknya, yakni :
1. Sifat fisik yang paling jelas adalah tidak larut dalam air. Hal ini
disebabkan oleh adanya asam lemak berantai karbon panjang dan tidak
adanya gugus-gugus polar.
2. Viskositas minyak dan lemak cair biasanya bertambah dengan bertambah
panjangnya rantai karbon, berkurang dengan naiknya suhu dan berkurang
ketidakjenuhan rangkaian karbonnya.
3. Lemak berbentuk padat dan minyak berbentuk cair. Berat jenis lemak
(jenuh) lebih tinggi daripada trigliserida yang tidak jenuh. Berat jenisnya
menurun dengan bertambahnya suhu.
4. Lemak adalah campuran trigliserida dalam bentuk padat dan terdiri dari
suatu fase padat dan fase cair. Kristal dari fase padat terpisah dan dengan
tekanan menggunting/memisah yang cocok, dapat bergerak sendiri lepas
dari kristal lain. Jadi, lemak mempunyai struktur seperti benda padat
plastik.
2.3 Sifat dan Karakteristik Minyak
Minyak sawit adalah suatu trigliserida yaitu senyawa gliserol dan asam
lemak. Sesuai dengan rantai asam lemaknya, minyak sawit termasuk golongan
minyak asam oleat dan linoleat. Minyak sawit bewarna merah jingga karena
kandungan karotenoida (terutama -karotena), beronsistensi setengah pada suhu
kamar (konsistensi dan titik lebur banyak ditentukan oleh kadar ALB-nya), dan
dalam keadaan segar dan kadar asam lemak bebas yang rendah, bau dan rasanya
cukup enak.

Minyak sawit terdiri atas berbagai trigliserida dengan rantai asam lemak yang
berbeda-beda. Panjang rantai antara 14-20 atom karbon. Dengan demikian sifat
minyak sawit ditentukan oleh perbandingan dan komposisi trigliserida tersebut.
Sesuai dengan panjang rantai dan sifat-sifat asam lemak yang ada dalam minyak
sawit, kandungan asam lemak yang terbanyak adalah asam lemak tak jenuh oleat
dan linoleat,dan minyak sawit termasuk golongan minyak asam oleat-linoleat
(Mangoensoekarjo,2004).
2.3.1 Sifat Fisik Minyak Dan Lemak
Sifat fisika-kimia minyak kelapa sawit meliputi warna, bau dan flavor,
kelarutan, titik cair dan polymorphism, titik didih (boiling point), titik pelunakan,
slipping poin, bobot jenis, indeks bias, titik kekeruhan (turbidity point). Warna
minyak ditentukan oleh adanya pigmen yang masih tersisa setelah proses
pemucatan, karena asam-asam lemak dan gliserin tidak berwarna. Warna orange
atau kuning disebabkan oleh adanya pigmen karoten yang larut dalam minyak.
Bau dan flavour dalam minyak terdapat secara alami juga terjadi akibat kerusakan
minyak. Sedangkan bau khas minyak kelapa sawit ditimbulkan oleh
persenyawaan betaionine. Titik cair bergantung pada asam lemak yang terkandung
dalam minyak tersebut.

2.3.2 Sifat Kimia Minyak Dan Lemak


Pada umumnya asam lemak jenuh dari minyak mempunyai rantai lurus
monokarboksilat dengan jumlah atom karbon yang genap. Reaksi penting pada
minyak dan lemak adalah reaksi hidrolisis, oksidasi dan hidrogenasi.
2.3.2.1 Hidrolisis
Dalam reaksi hidrolisis, minyak atau lemak akan diubah menjadi asam
lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisis yang dapat megakibatkan kerusakan

10

minyak atau lemak karena tercapainya sejumlah air dalam minyak atau lemak
tersebut. Minyak atau lemak dapat dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak
karena adanya air. Reaksi ini dipercepat oleh basa, asam dan enzim-enzim.
Hidrolisis oleh enzim lipase akan menyebabkan kadar asam lemak bebas menjadi
tinggi (Ketaren,1986).
2.3.2.2 Oksidasi
Proses oksidasi dapat berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah
oksigen dengan minyak. Terjadinya reaksi oksidasi ini akan mengakibatkan bau
tengik pada minyak, Oksidasi biasanya dimulai dengan pembentukan peroksida
dan tingkat selanjutnya adalah terurainya asam-asam lemak disertai dengan
konversi hidroperoksida menjadi aldehid dan keton serta asam-asam lemak bebas
(Ketaren,1986).

2.3.2.3 Hidrogenasi
Hidrogenasi disebut pengerasan, menyebutkan penjenuhan/ikatan rangkap
dalam rangkaian asam lemak dari trigliserida. Dua akibat yang ditimbulkan yaitu
titik cair lemak atau minyak akan naik,dan lemak atau minyak menjadi lebih stabil
(Andry, 2008)
2.4. Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO)
CPO diperoleh dari daging buah kelapa sawit.CPO mengandung sekitar 500
700 ppm karoten dan merupakan bahan pangan sumber karoten alami terbesar.Oleh
karena itu CPO berwarna merah jingga.Disamping itu jumlahnya juga cukup
tinggi.Minyak kelapa sawit ini diperoleh dari mesokarp buah kelapa sawit melalui
ekstraksi dan mengandung sedikit air serta serat halus, yang berwarna kuning sampai
merah dan berbentuk setengah padat pada suhu ruang.Dengan adanya air dan serat.

11

Gambar. 2.4. CPO Standar Berwarna Jingga Kemerah-merahan


Bentuk setengah padat CPO disebabkan oleh kandungan asam lemak jenuh
yang tinggi, sekitar 50% asam lemak yang ada merupakan asam lemak jenuh dengan
komponen utama asam palmitat, sekitar 40% asam lemak tidak jenuh tunggal (asam
oleat) dan sekitar 10% asam lemak tidak jenuh jamak (asam linoleat). Asam palmitat
bentuk bebas dan bentuk terikat sebagai monopalmitin, dipalmitin dan tripalmitin.

BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Identitas perusahaan.
1.
2.
3.
4.
5.

Sebagai informasi dan data perusahaan dapat dilihat sebagai berikut :


Nama Perusahaan/Pemrakarsa
: PT. Brahma Binabakti
(d/h PT. Kirana Sekernan)
Jenis Badan Hukum
: Perseroan Terbatas (PT)
Alamat Perusahaan/Pemrakarsa
: Desa Suko Awin Jaya Kec
Sekernan Kab. Muaro Jambi
Provinsi Jambi
6. Nomor Telepon
: 0741 - 7552865
7. Status Permodalan
: PMDN
8. Bidang Usaha dan atau Kegiatan
: Perkebunan Kelapa Sawit dan
Pabrik
9. Pengolahan Kelapa Sawit
10. SK AMDAL yang Disetujui
11. Nomor 11 Tahun 2010
12. Tanggal 27 Desember 2010

: Surat Keputusan Gubernur jambi.

12

13. Penanggung Jawab


14. Jabatan
15. Izin yang terkait dengan AMDAL:
16. HGU Perkebunan Kelapa Sawit
17. Nomor 058/BPN/VII/1995
18. Izin Pemanfaatan Air Limbah Pabrik
19. Kelapa Sawit Pada Tanah
20. Perkebunan Kelapa Sawit
21. Izin Tempat Penyimpanan
Pelayanan Terpadu
22. Nomor 04/Kep.Ka.BPTSP/III/2015

: Tjandra Karya Hermanto


: Direktur Utama
: Badan Pertanahan Nasional
: Keputusan Bupati Muaro Jambi
Nomor 299 Tahun 2011
Tanggal 12 Juli 2011
: Keputusan Kepala Badan
Sementara Limbah B3

3.2 Lokasi usaha atau kegiatan


Dalam Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) yang disebutkan, bahwa kegiatan
usaha Perkebunan Kelapa Sawit dan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PT. Brahma
BinaBakti berlokasi di Desa Suko Awin Jaya, Desa Bukit Baling, Desa Suak Putat
dan Desa Tanjung Lanjut Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi Provinsi
Jambi, dengan luas lahan 10.500 Ha. Lahan ini terdiri dari Kebun Inti
4.359,59 Ha, Kebun Plasma I 4.278 Ha dan Kebun Plasma II 2.568 Ha serta
Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit dengan kapasitas produksi 60 Ton/Jam. Secara
geografis berada pada Titik koordinat sebagai berikut :
Tabel 1 . Titik Koordinat Lokasi PT. Brahma Binabakti
No

Lokasi

Titik Koordinat

Dpl

BBB Sawit

S 10 21 32.6

E 1030 21 37.6

46 m

BBB PKS

S 10 20 45.4

E 1030 19 35.3

43

3.2.1

Struktur Organisasi Perusahaa

13

PT.Brahma BinaBakti CPO MILL adalah perusahaan yang bergerak


dalam bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit menjadi CPO. Seluruh
kegiatan yang dilakukan didalamnya menjadi tanggung jawab manager.
PT.Brahma BinaBakti CPO MILL memiliki 2 orang manajer, yaitu Manajer
Kebun (Estate Manager) yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan di
kebun, administrasi, lapangan/teknis kebun, dan upaya pencapaian produksi TBS
semaksimal mungkin, dan Manajer Pabrik (Mill Manager) yang bertanggung
jawab terhadap pekerjaan, administrasi maupun lapangan/teknis pabrik, serta
berusaha mencapai produksi CPO dan inti yang maksimal dengan losses yang
sekecil mungkin.PT.Brahma BinaBakti CPO MILLtidak hanya bergerak di bidang
Pabrik kelapa sawit saja, tetapi perusahaan ini bergerak di bidang di perkebunan
karet , ia juga tidak bergerak sendiri tetapi berupa sebuah grup yang di tangani
oleh sebuah organisasi yaitu TAP.
TAP(Triputra Agro Persada)yang menaungi perusaan tersebut dan tidak
hanya ada di provinsi jambi saja namun ia

berada di provinsi lain yaitu

Palembang ,Kalimantan barat ,Kalimantan tengah ,Kalimantan timur , Kalimantan


utara.
3.2.2

Sumber Daya Manusia

Tenaga kerja di PT CPOBrahma BinaBakti MILL terdiri dari 4 jenis, yaitu


meliputi Staf,Karyawan Bulanan Tetap (KBT), Karyawan Harian Tetap
(KHT/SKU) dan Karyawan Harian Lepas (KHL) dengan ketentuan sebagai
berikut :

1.

Staf, merupakan karyawan tetap perusahaan.

14

2. Karyawan Bulanan Tetap (KBT), merupakan karyawan dengan gaji


perbulan.
3. Karyawan Harian Tetap (KHT), merupakan karyawan dengan gaji per hari.
4. Karyawan Harian Lepas (KHL) merupakan karyawan yang belum diangkat
menjadi
5. karyawan perusahaan. Pembayaran gaji karyawan harian berdasarkan
jumlah hari kerja.
Tenaga kerja sebagai salah satu aset dalam perusahaan, karena merupakan sumber
daya yangdapat membantu kegiatan yang penting dan strategis peranannya dalam
mencapai tujuan perusahaan. Maka dari itu, bagaimanapun canggihnya teknologi
dan tingginya kuantitas modal, tanpa adanya sumber daya manusia yang
berkualitas atau yang mendukung, maka tujuan dasar dari perusahaan itu akan
sulit dicapai.

3.3 Fasilitas Penunjang


PT. Brahma Bina Bakti cpo mill memberikan fasilitas penunjang seperti :
3.3.1Perumahan dan Penerangan
PT. Brahma BinaBaktiCPO MILL

memiliki perumahan untuk

karyawannya baik itu karyawan pimpinan maupun untuk karyawan pelaksanaan.


Perumahan karyawan pelaksanaan kebun berada di setiap afdeling serta di sekitar
kantor induk kebun (emplacement). Sedangkan perumahan pimpinan berada di
satu lokasi 1 Km dari kantor induk kebun (emplacement).

3.3.2 Kesehatan

15

Fasilitas kesehatan yang ada yang diberikan oleh PT.BRAHMA BINA


BAKTI CPO MILLi adalah obat-obatan (P3K), menyediakan biaya perawatan
(Puskesmas) dan BPJS yaitu jaminan pemeliharaan kesehatan yang dapat
membantu

tenaga

kerja

dan

keluarganya

mengatasai

masalah

kesehatan.Perusahaan ini juga memiliki bidang kesehatan (poliklinik sendiri)


yaitu POLIBUN yang berada di dekat kantor mess kebun .
3.3.3 Sarana Olah Raga
Guna meningkatkan kesehatan jasmani para karyawan dan tenaga kerja
PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL memberikan sarana olah raga yang
dapat digunakan oleh para karyawan tersebut. Fasilitas olah raga yang ada
tersebut berupa: lapangan sepak bola dan satu lapangan yang memiliki dua fungsi
untuk lapangan volly dan lapangan batminton.
3.3.4 Sarana Ibadah
PT.Brahma BinaBakti CPO MILL memiliki sarana ibadah berupa masjid
yang terletah di perumahan karyawan pelaksanaan di setiap afdeling.Dan
memiliki satu Greja yang di naungi di bawah lingkungan perusahaan itu
sendiri.Setiap ada kegiatan baik acara di mesjid maupun di greja perusahaan
selalu memberi sport dan dukungan dana untuk berjalan nya sebuah acara proses
tersebut.
3.3.5. Transportasi
Untuk transportasi, sarana yang diberikan oleh PT.Brahma BinaBakti CPO
MILL berupa kendaraan roda dua yang hak kepemilikannya telah menjadi hak
karyawan yang diberikan secara kredit kepada karyawan. Selain itu untuk para
manajer dan asisten kepala diberikan mobil untuk memudahkan tugasnya. Adapun

16

truk, digunakan untuk penjemputan karyawan baik karyawan pabrik maupun


karyawan kebun yang sistemnya diatur oleh masing-masing bagian.
3.3.6.

Pendidikan

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang profesional, maka


PT.BrahmaBinaBakti CPO MILL

memberikan fasilitas pendidikan berupa

sekolah TK yang terletak di DS SUKO AWIN JAYA . Selain itu, PT. Brahma
BinaBakti CPO MILL memberikan kemudahan bagi keluarga karyawan yang
sekolah dengan menyediakan transportasi bagi mereka.

3.4 Pabrik kelapa sawit


Pabrik kelapa sawit (PKS) dioperasikan dalam suatu rangkaian proses yang
kontinu, dimana hasil proses dari suatu instalasi akan dilanjutkan oleh instalasi
berikutnya dengan mempertahankan mutu. Kesalahan yang terjadi pada tahapan
proses tertentu tidak dapat diperbaiki pada proses berikutnya.
Atas dasar tersebut maka dibutuhkan tindakan/ perlakuan yang benar untuk
setiap tahapan proses sehingga hasil akhir yang diperoleh akan maksimal.
Mengolah bahan baku tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit (CPO) dan
inti sawit (kernel) dilakukan dengan perinsip proses pemisahan dari bahan yang
sudah tersedia atau tanpa merubahnya.
Salah satu faktor yang menentukan untuk mendapatkan rendemen yang
optimal, maka hasil produksi yang baik dan efisiensi yang tinggi dari suatu pabrik
adalah mutu bahan baku atau (TBS) yang akan diolah. TBS yang mentah atau
kurang memenuhi standar matang tidak dapat menghasilkan rendemen minyak

17

sawit yang optimal. Yang termasuk TBS mentah adalah TBS yang jumlah
brondolannya belum mencapai standar.
Faktor lain yang menentukan pencapaian rendemen dan efisiensi pabrik
adalah peralatan yang harus dalam kondisi standar, baik kualitas maupun
kuantitasnya dari setiap stasiun. Kapasitas dari stasiun yang satu harus sinkron
dengan kapasitas stasiun lainnya. Selanjutnya cara pengoperasian dari setiap
stasiun juga merupakan faktor yang menentukan dari kinerja suatu Pabrik Kelapa
Sawit (PKS).

18

Diagram alir proses di PT. Brahma BinaBakti CPO MILL.


Timbangan
Loading ram
Sterilizer
Tresher

Digester

Press

Emty Bunch Press

Sand trap tank

CBC

Vibrating scereen

Deperycarper

VCT

Polishing drum

Oil tank

Nut silo

Vacum drier

Ripple mill

Bulk storage tank

Hidro cyclone

Kernel silo

Kernel store

3.2.gambar grafik PT.Brahma BinaBakti CPO MILL

19

3.4.1 proses pengelolahan kelapa sawit(TBS)


Adapun proses pengelolahan kelapa sawit(TBS)di pabrik PT.Brahma
BinaBakti CPO MILL adalahsebagai brikut;
3.4.2 stasiun keamanan (pos securty)
Pos security berfungsi sebagai pengatur penerimaan TBS masuk kedalam
pabrik yang nanti nya berenti di stasiun timbangan
3.4.3 Stasiun timbangan dan sortasi
Jembatan timbang (weight bridge).
Stasiun timbangan ini bertujuan untuk mengetahui produktifitas tbs yang
masuk sehingga mengetahui jumlah berat tbs yang masuk dari setiap kendaraan
truk .Setiap truk yang mengangkut tbs ke dalam pabrik terlebih dahulu di timbang
di jembatan timbang (bridge weighing) untuk memperoleh berat sewaktu berisi
muatan (netto) dan sesudah di bongkar (tarra). Selisih antara tarra dengan bruto
dalah jumlah tbs yang di terima di pks (netto). Selain tbs pada jembatan timbang
dilakukan juga penimbangan terhadap cpo dan kernel (inti sawit)janjangan
kosong,dan aktifitas lainya. .
PT.BRAHMA BINABAKTI CPO MILL,memiliki 2 buah stasiun timbangan
dengan spesifikasi:
Merk timbangan 1

: AVERY WEIGHT THONIK(E1205)

Kapasitas timbangan

: 40.000 kg

No seri

: 141450100 (timbangan A)

20

Skala terkecil

: 10 kg

Merk timbangan 2

: AVERY WEIGHT THONIK(E1205)

Kapasitas timbangan

: 50.000 kg

No seri

: 141450107 (timbangan B)

Skala terkecil

: 10 kg

3.4.4 grading
Stasiun grading berfungsi untuk melihat dan mengecek kelayakan TBS
yang akan di bongkar dari kendaraan (truck) yang akan di letakan ke loading ram.
Berikut adalah gambar dari foto stasiun grading.

Gambar.3.3. Greeding

21

3.4.5 Loading Ramp


Fungsi loading ram antara lain ialah:

Tempat penampungan TBS sementara


Mempermudah TBS untuk di muat ke dalam lori penampung
Mengurangi kadar kororan

Jenis loading ram di PT.BRAHMA BINABAKTI CPO MILL berbentuk U


dengan kapasitas penampungan normal 700 ton .Dengan memiliki sedut
kemiringan 45 drajat dengan 2 baris pintu penuang TBS ke dalam lori yang
masing masing meliki 24 buah pintu .Satu baris pintu memiliki 2 buah pompa
hidroulik jack yang memiliki daya tekan dorong pompa hidroulik jack 3 bar.
Brikut keteranagan pompa hidroulik jack:
Merk pompa

: VICKERS

Product

: 75 lt pp

Reeff No

: SVM 75 K

Date

: 11 97

22

Brikut adalah spesifikasi gambar dari stasiun loading ram.

Gambar 3.4. stasiun loading ramp.


Lori berfungsi untuk menampung TBS dan mengantarkan TBS ke dalam
sterililizer (rebusan) . Lori berjalan pada rel yang akan di gerakan dengan
menggunakan winch.

Brikut adalah gambar dari lori di PT.BRAHMA BINABAKTI CPO MILL

23

Gambar 3.5. Lori


Winch adalah media yang dapat membantu menarik lori dari loading ram
yang telah terisi TBS dan mengantar kan ke stasiun sterillizer,kemudian
setelah sterililizer di tarik kembali menuju capstan yang akan di angkat
kembali oleh hoistcrane.Kemudian winch mengantarkan kembali lori yang
telah kosong yang telah terangkat oleh hostcrane, TBS telah tertuang di
autovider turun kemudian di tarik kembali melalui winch dan di antar kan
kembali ke loading ram PT. BRAHMA BINABAKTI CPO MILL
memiliki 8 unit winch . Brikut adalah keterangan dan spesifikasi winch:
Merk winch
: PT NORD indonesia
Type
: SK 9072.1A x 160 M x A
No
: 9110316548/0003
I
: 58 x 44
N2 / N1
: 25
Oli type
: 12 litre

3.4.6 Sterililizer(rebusan).
Stasiun stelilizer(rebusan) berfungsi untuk merebus TBS yang diangkat
melalui media yaitu lori .Rebusan adalah bejana uap bertekanan yang di gunakan
untuk merebus TBS dengan uap steam .PT.BRAHMA BINABAKTI CPO MILL
memiliki 4 unit sterillizer ,dengan type model horizontal .Tujuan stasiun
sterilizer(rebusan)adalah sebagai brikut:

24

1. Mematikan enzim
2. Memudahkan terjadi nya

pemisahan antara brondolan dan

tankos(tandan kosong)
3. Mengurangi kadar air dalam TBS
4. Melunakkan meroscap agar memudahkan proses pelumatan dan
pengepresan
5. Membantu mempermudah pelepasan kernel dari cangkang

Proses Perebusan ini (mulai pengisian sampai dengan perebusan) melalui


Tilting Sterilizer ini dilakukan selama 50 menit. Steam untuk media perebusan
menggunakan steam dari Back Pressure Vessel (BPV) yang bertekanan 2,8 3
bar.
Perebusan dilakukan dengan sistem 1 peak (1 puncak tekanan). Pada puncak
ini tekanan dalam Tilting mencapai 2,8 Kg/cm 2. Selanjutnya air kondensat akan
ditampung pada bak kondensat dan kemudian dipompakan ke Oil Recovery,
sedangkan minyak ditampung pada bak sementara untuk dipompakan ke
Continuous Settling Tank (CST) dan kotoran akan dialirkan ke Sludge Drain
Tank. Brikut adalah keterangan spesifikasi sterililizer:
Panjang sterililizer

: 33860 m

Diameter

: 2100

Temprature

: 145 drajat

Kapasitas

: 11 lori ( 1 lori = 2,5 ton x 11 = 275 ton)

25

Lama perebusan

: 50 menit

Brikut adalah gambar dari sterililizer yang di gunakan di PT BRAHMA


BINABAKTI CPO MLL,

Gambar 3.6. stasiun sterilizer di PT BRAHMA BINA BAKTI


3.4.7 Tresher (bantingan /penggempaan)
Tresher (bantingan/penggempaan) adalah suatu stasiun yang sangat di
perlukan yang memiliki peranan dan fungsi yang signifikan yaitu untuk memipil
dan memisah kan antara brondolan dan tankos (tandanan kosong).Bagian dari alat
tresher adalah autovider, tresher dan udertresher. Treser bergerak

dengan di

gerakkan secara horizontal dengan tujuan agar TBS terpisahkan antara tankos dan

26

brondolan ,berondolan akan jatuh ke Under Tresher Conveyor kemudian di timba


kembali menuju fruit elevator sementara tankos jatuh ke HEBC (Horizontal
Emply Bunch Conveyor) kemudian di bawa kembali ke emply bunch press.
Tresher di gerakkan/di putar dengan motoran berjenis 3 phase induction motor
dengan spesifikasi:
Merk : TATUNG CO.made in taiwan
15 hp 11 kw
pole 4
Volt 630/660
AMB 40 drajat celcius
RPM 1455

Brikut adalah gambar dari treser di PT BRAHMA BINABAKTI CPO


MILL :

27

Gambar.3.7.Tresher
Kemudian di sambung kembali daya dari motoran di ubah dengan media
alat yaitu gear box ,rpm menjadi 22-25 rpm.Alat-alat dan bagian dari perangkat
selain tresher adalah autovider dan hoist crane .Brikut adalah keterangan dari
autovider dan hoist crane:
Auto vider berfungsi untuk menampung TBS sementara yang
bergerak di tarik oleh motoran rel yang akan mengantarkan TBS
dalam ruangan tresher .

Gambar 3.8.Autovider

28

Hoist crane berfungsi untuk mengangkat lori yang telah terisi TBS
setelah di rebus di sterilizer dari capstand menuju auto vider
secara bergantian.
Brikut adalah gambar hoist crane di PT BRAHMA BINABAKTI
CPO MILL:

Gambar 3.9.Hoistcrane
3.4.8 Friut elevator

29

Fruit elevator berfungsi untuk mengangkat brondolan yang telah terpipil


dari tresher menuju top cros conveyor . Brikut adalah spesifikasi dari fruit
elevator:
Terbuat dari hallow pipe dan solid shaft serta daun conveyor yang
berbentuk ulir.
Kapasitas tergantung dari diameter daun dan kecepatan angular (rpm) dari
conveyor itu sendiri.
Biasanya conveyor yang digunakan berukuran 18 - 22 inch
Putaran 45 - 55 rpm menggunakan gear box dan electro motor 3 HP
Poros conveyor terbuat dari pipa steam 3 inch.
Body conveyor dilengkapi dengan liner plate setebal 1/4 inch
Spesifikasi :
Roller chain hollow pin 15000/24000/30000 lbs breaking point, pitch
4atau 6
Ketinggian fruit elevator berkisar 40 - 50 feet
Jumlah bucket 50 - 55 buah dengan pengisian 85 % dari volume bucket.
Gearmotor 7,5 HP, putaran angular 12 - 15 rpm
Sprocket 10 - 12 teeth dipasangkan pada as diameter 3

30

Brikut adalah gambar dari fruit elevator:

31

Gambar 4.1.Fruit elevator


3.4.9 Digester
Stasiun digester sering juga di sebut dengan stasiun pelumatan ,yang terdiri
dari bejana yang di lengkapi dengan alat perajang dan pemanas untuk
mempersiapkan bahan agar lebih mudah di kempa dalam scerew press,
Digester di lengkapi dengan alat pengaduk yang berfungsi untuk perajang
buah sehingga terjadi pelepasan perikarp dan biji sambil mencacah kantong
kantong minyak Digester yang penuh akan memperlambat pemutaran proses
pengadukan dengan tekanan lawan yang kuat sehingga perajangan sempurna
kaerena ketinggian buah dalam digester akan menimbulkan tekanan di dasar
digester semakin tinggi ,dan pemevahan kantong minyak dan pemisahan serat
dengan serat lainya semakin sempurna.
Tujuan alat pengaduk
1. Mencegah terjadinya penumpukan dalam digester sehingga lebih
mudah bergerak terutama ke dalam alat kempa
2. Memindahkan panas dan mentel ,yaitu mengatur agar adonan
bergantian dalam mengabsorsikan panas
3. Untuk melumatkan buah sehingga lebih mudah di kempa di screw,dan
kehilangan minyak yang terjadi semakin kecil
4. Mengeluarkan minyak yang di permukaan sel yang pecah
Dalam pengadukan perlu hal hal yang di perhatikan ,beberapa faktor yaitu:
1. Jumlah pisau pengaduk yang lebih banyak akan menyebabkan pemuatan yang
berlebihan sehingga terjadinya penggenangan minyak di dasar screw press

32

tentu ini akan memperkecil gaya gesekan buah pisau dengan pisau di
penambahan jumlah pasangan pisau akan menambah jumlah baringdan
kurang ekonomis.jumlah pissau sesuai ialah 4 pasang dengan kedudukan
berselang anatara 1 pasang dengan pasangan yang lainya.
2. Bentuk pisau di buat dengan sedemikian rupa yaitu dapat mengangkat dan
menekan buah dengan cara menyapu . pisau pengaduk mudah mengalami
korosi oleh asam ,maka pisau di buat dari mangan silikon.
3. Berdasarkan hasil pencobaan bahwa putaran yang lebih tinggi akan
menyebabkan

genangan

minyak

dalam

alat

yang

akan

mempersulitpengadukan dan juga sama hal nya dengan jumlah pisau yang di
perbanyak,oleh karena itu di anjurkan agar putaran ditetapkan yaitu 26 rpm.
Kapasitas digester dilihat dari olahan yang di pilih dapat melayani kapasitas
olahan alat di depanya dengan kualitas adonan sesuai dengan kebutuhan alat
kempa.Masa aduk untuk kebutuhan hidraulik pressmencapai 60 menit oleh
sebab itu di perlukan digester yang masa aduk nya 60 menit , sedangkan untuk
kebutuhan untuk scerew pressadalah 30 menit. Pada hidraulik press di butuhkan
ukuran bejana digester tinggi 2,68 M dengan diameter 1,14 M dengan isi 2520
litre .PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL,memiliki 8 buah digester dan
hidroulik press .Yang masing masing alat tersebut memiliki kapasitas olahan yang
berbeda beda yaitu 4 di antarannya memiliki kapasitas 15 ton per/jam dan 4 lagi
memiliki kapasitas 5 ton per/jam . pada umumnya PT.BRAHMA BINA BAKTI
CPO MILL memekai kapasitas olahan 60 ton per/jam,sehingga digester dan
hidroulik press tidak semua yang beroprasi , alat tersebut di standby kan apabila

33

terjadi kerusakan maka bisa di gunakan sehingga kapasitas olahan di


PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL bisa stabil 60 ton per/jam.
Pemanasan sangat di perlukan yaitu untuk menaikan suhu adonan dalam
digester perlu di beri pemanasan mantel uap .suhu adonan yang di kehendaki yaitu
90 ocelcius dengan alasan bahwa suhu tersebut minyak sudah mencair dan medah
keluar dari kantong kantong minyak ,sedangkan yang masih berbentuk emulusi
akan pecah menjadi minyak dan cairan lainya .
Adonan akan menurunkan efesiensi pengadukan ,maka minyak tersebut perlu
di pisahkan dengan cara mengalirkanya .Jika minyak tersebut tidak di pisahkan
maka akan masuk kedalam screw press dan akan menurunkan kapasitas olah
kempa.Brikut adalah kapasitas dari digester:
Merk

: wang yuen product by malaysia

Type

: D 1270 / Y 60 /1340

Capacity

: 3500 litre

Speed

: 23 rpm
Brikut adalah gambar dari digester

34

Gambar 4.2.stasiun digester.

3.5.1

Press
Press yang di gunakan di PT BRAHMA BINABAKTI CPO MILL adalah

type doble shaft screw press dengan kapasitas daya olahan yang tinggi dan
efesien yang sangat berperan membantu dalam proses pengolahan TBS. Fungsi
dari screw press adalah untuk memeras kandungan minyak yang ada di nut dan
fiber secara kontinue dengan daya putaran worm yang berputar secara berlawanan
arah yang nanti nya di bantu oleh sebuah hidroulik jack . Pergerakan as screw
press di lakukan dengan elektro motor yang di hantarkan dengan v belt,gigi dan
hydroulik . Power yang di perlukan menggerakkan alat screw press adalah 19
sampai 21 KWH dengan putaran shaft 12 14 rpm. Efektifitas tekanan ini
tergantung pada tekanan lawan pad adjusting cone. Tekanan pada hydroulik cone

35

yang sesuai untuk sunggle stage pressing di berikan tekanan pada tahap awal
40 sampai denagan 50 bar
Untuk menurunkan kadar minyak dalam ampas tekanan di naikan dengan
mengatur cone hal ini akan menyebabkan efek samping yaitu di temukan
presentase biji pecah yang tinggi dan dapat mengakibatkan kerusakan pada screw
press dan dapat menyebabkan kerusakan pada elektro motor screw press dan
apabila tekanan cone screw press rendah sedikit mengurangi kepecahan pada nut
(sedikit loses). Stabilitas tekanan yang terlalu bervariasi akan mengakibatkan
pengaruh negatif terhadap proses penggempaan dan terhadap alat kempa. Adjust
yang dilakukan pada eluktro motor dan cone yang secara terpisah tidak dapat
mempertahankan tekanan yang stabil. Mekanisme penggempaan ialah masuknya
adonan kedalam silinder worm , volume setiap spece worm berbeda.
3.7 Klarifikasi minyak
Klarifikasi adalah sebuah stasiun di mana sistem kerja tersebut yaitu
mengolah minyak(cpo)dan sludge menjadi minyak(cpo)yang di olah di stasiun
clarifikasi. Brikut adalah gambar diagram dari poses pengerjaan minyak di PT
BRAHMA BINABAKTI CPO MILL :
Press

Sand trap tank

Vibrating screen

Crude Oil Tank

36

Buffer Tank

VCT

Sludge tank

Oil tank

Sand cyclone

Vacum drier

Holding Tank

Bulk Storage Tank

Dacanter / Saparator

Reclaim Tank

Gambar 4.3. stasiun Klarifikasi.


3.7.1

Sand Trap Tank


Fungsi dari sand trap tank adalah untuk penampungan oil pertama setelah

tahap pelumatan (press),serta mengurangi jumlah pasir dalam minyak yang akan
di alirkan ke ayakan getar (vibrating scren) dengan maksud agar ayakan getar
terhindar dari gesekan pasir kasar yang dapat menyebabkan keausan ayakan . Alat
ini berkerja berdasarkan gaya grafitasi bumi yaitu memanfaatkan ketinggian dan
mengendapkan kepadatan. Keberhasilan proses pengendapan tergantung pada
retention time yang di proyeksikan dengan kapasitas tanki tersebut . Bentuk sand
trap tank di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL adalah berbentuk silindar

37

memberikan aliran sirkuler yang dapat mempercepat proses pengendapan pasir


atau padatan yang berat jenis nya lebih besar dari minyak.
Pengendapan padatan lebih baik jika pembersihan dasar tanki di lakukan
secara terjadwal , hal itu harus sering di lakukan karena dapat mengakibatkan
keausaan pada ayakan getar apabila sering telat.
3.7.2

Ayakan getar(vibrating screen)


Pemakaian ayakan getar bertujuan untuk memisahkan non oil solid yang

berukuran besar , sehingga pada proses selanjutnya di dapatkan minyak yang


memenuhi standar . Ayakan getar yang di gunakan di PT BRAHMA BINA
BAKTI CPO MILL adalah type vibro double mesh yang berkerja dengan cara
getaran melingkar atas bawah dengan ukuran 30 dan 40 mesh ,yang sering di
sebut juga double dect. Pada ayakan getar ini di tambah kan air panas dengan
tujuan agar partikel partikel pasir dapat memisah dengan baik ,suhu air pencuci di
usahakan tetap panas yaitu ( 80-90 0c).
Fraksi yang di pisahkan dalam alat ini ada dua kelompok :
a. Pasir dan tanah berasal dari panenan yang terikut bersama buah umumnya
pabrik telah memiliki sand trap tank untuk mengendapkan partikel partikel
yang mempunyai berat jenis yang lebih besar dari 1. Karena waktu
pengendapan sangat singkat maka tidak seluruhnya pasir atau gumpalan
tanah terpisahkan , maka di lanjutkan pemisahan pada ayakan getar.
b. Serat atau ampas yang terikut dalam minyak dipisahkan dengan maksud
agar kotoran minyak sesuai dengan stadard kualitas.

38

Brikut adalah data dari spesifikasi mesin ayakan getar (vibrating


screen)yang di gunakan di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL:
Merk

: SWECO VIBRO_ENERGY SAPARATOR

www.sweco.com

Model : MA 609888
Hp

: 2.5

PH : 3

Frame : 213 T

Volt : 460

RPM :

1450
3.7.3

Crude Oil Tank

Crude Oil Tank berfungsi untuk mengendapkan partikel partikel yang tidak
larurt dan lolos dari ayakan getar , karena tanki ini ukuran nya 10 m 3 dengan
massa tunggu 30 40 menit untuk pks 30 ton/jam , dapat di katakan bahwa
retention time minyak relatif singkat sehingga lebih berfungsi untuk
mengendpkan pasir atau lumpur partikel besar , sedangkan partikel kecil masih
lolos. Fungsi dari Crude Oil Tank ialah menampung minyak dan ayakan sebelum
di pompakan pada VCT . Pemisahan minyak lebih sempurna apabila

panas

minyak di pertahankan 80 90 0 c , oleh sebab itu COT dipasang coil pemanas .


Pemanasan dengan pipa terbuka sering di lakukan untuk maksud mempercepat
pemanasan minyak , karena suhu minyak yang keluar dari OIL GUTTER sangat
rendah , yang mungkin akibat pemberian air pengenceran bersuhu rendah dalam
screw press.
Untuk mempertahankan retention time dari cairan yang ada dalam COT ,
perlu dilakukan pembuangan lumpur dan air dari lapisan bawah tanki secara
terjadwal dengan memompakanya ke solution tank dan jika di buang ke dalam

39

parit maka akan terjadi kehilangan minyak karena minyak yang melekat dalam
lumpur masih sangat tinggi.

PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL

menggunakan 3 tanki COT dengan ukuran kapasitas yaitu 10 ton , dan di pompa
kan kembali oil ke VCT brikut adalah keterangan dari spesifikasi pompa : Merk :
TECO

3 phase www.teco.com

Code : AEEBKB
Rpm : 1450

3.7.4

pole : 4

Hp : 10

kw : 7.5

hz : 50

Berat : 80 kg

Vertical Continouse tank


Sebelum masuk nya minyak ke dalam VCT terlebih dahulu minyak di bagi

di dalam sebuah wadah yaitu buffer tank yang nanti nya akan membagikanke
VCT karna di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL memiliki 2 buah VCT
.Tugas dari VCT adalah memisahkan lumpur sambil mengalirkan dari satu bak ke
bak lain , pemisahan dapat berlangsung dengan baik jika kecepatan alir lebih
lambat dari kecepatan yang beda berat jenis nya. Pemisahan sludge berjalan
dengan baik yaitu pada bak pertama cairan memisah menjadi dua fase yaitu fase

40

ringan dan fase berat . Fase berat akan mengalir dari satu bak ke bak lainnya
melalui dasar tanki sementara fase ringan mengalir dari bagian atas .
Suhu di VCT hendaknya berkisar antara 80 90 oc . Pemanasan di lakukan
dengan menggunakan steam pada pipa tertutup minyak yang terdapat di bagian
atas di kutip dengan menggunakan talang pengutip atau skimmer dan kemudian
di kumpulkan dan di alirkan ke oil tank. Massa tunggu dari cairan dalam VCT di
pengaruhi oleh ukuan VCT dan jumlah cairan minyak yang di tampung dalam
COT di pengaruhi oleh VCT. Pada VCT terdapat sebuah mixer pengaduk yang
bertujuan untuk mengaduk oil dan sludge yang bila tidak teraduk maka , slude
dan oil akan mengental / menyatu. Kapasitas dari daya tampung di Bikut adalah
keterangan dari motoran dan gear books yang di gunakan untuk mengaduk oil di
VCT yang di gunakan di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL:

Motoran : 3 phase motoran

Gear books : Flender

tubingens
Type

: M : 90 L : 14

N2

: 2.5

Oil type

: 18 Litre

: DF 148 Z 48

Serial Number : 409 / 07 07


VOLT

Type

: 220 / 380 v

CLF

: 15

IP 55
RPM

50

41

Brikut adalah gambar dari VCT di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL:

Gambar 4.4. VCT di PT . BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL


Setelah minyak yang di endapkan di VCT , minyak dan sludge kemudian
di olah kembali ke stasiun pengolahan minyak dan sludge . Brikut adalah diagram
pengolahan minyak dan sludge di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL:
gambar struktur pengolahan Crude Palm Oil.

Vertical Clarifier Tank

Oil to

Sludge to

Oil Tank

Sludge Tank

Vacum drier

Sand Cyclone

Bulk Storage Tank

Holding Tank

42

Decanter

Reclaim Tank

Back to sand trap tank


Gambar 4.5.diagram alir pengolahan Crude Palm Oil di stasiun clarifikasion.

3.7.5 Pengolahan minyak murni


3.7.5.1 Oil tank
Oil tank adalah tempat penampungan sementara dan tempat untuk continue.
Minyak yang berada dalam oil tank masih mengandung sedikit kotoran kotoran
yang perlu untuk di hilangkan , oleh karena itu minyak di dalam oil tank di panas
kan dengan steam di injeksikan ke dalam tank tersebut secara kontinue dan suhu
di pertahankan harus 80 90 0 c
3.7.5.2 Vacum drier

43

Pada vacuum drier dilakukan pemisahan air dari crude oil yang masih
mengandung kadar air setelah dari oil tank yang dihisap dengan bantuan vacuum
pump sehingga air terhisap dan keluar menuju hot water tank. Sedangkan minyak
murni keluar dari bottom vacuum drier yang kemudian dipompakan ke storage
tank melalui extraction pump
3.7.5.3 Bulk Storage Tank
Minyak yang dipompakan dengan transfer pump ditampung didalam bulk
storage tank yang berupa CPO produksi dari pabrik sebelum dikirimkan kepada
customer.Pada tangki ini, CPO dijaga pada suhu 55 C dengan tujuan agar tidak
cepat beku.Di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL memiliki 4 buag Bulk
Storage Tank yang masing masing berbeda daya tamoung kapasitas nya yaitu:
BST 1 : T : 1130 cm dengan isi volume : 584 ton
BST 2 : T : 1130 cm dengan isi volume :
BST 3 : T : 1122 cm dengan isi volume :
BST 4 : T : 12397 cm dengan isi volume :

3.7.6

Pengolahan sludge

3.7.6.1 Sludge Tank


Sludge yang telah tersaring dari vibrating screen sludge dan masih
mengandung minyak ditampung dalam sludge tank untuk sementara sebelum
dipompakan ke sand cyclone. Sludge dipanaskan pada suhu 95 C dengan
menggunakan steam coil. Sludge tank di PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL
berjumlah 3 unit dengan daya tampung :

44

3.7.5.2 Sand cyclone


Fungsi dari Sand cyclone adalah menyaring pasir,Padasand cyclone, pasir
yang terikut pada sludge dari sludge tank dipisahkan dengan rutin setiap 15 menit.
Pasir yang terpisahkan jatuh ke bawah dan ditampung dengan sand booksSludge
yang bersih keluar dari bagian atas dan dialirkan ke precleneruntuk
didistribusikan ke Decanters. PT BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL memiliki
3 unit sand cyclone dengan spesifikasi:
Merk

: ALVA LEVAL

Model : SFC 602 100


3.7.5.3 Holding Tank
Funsi dari Holding Tank adalah tempat penampungan sementara agar dapat
di kirim ke Decanter secara continue dengan media pengantar yaitu pompa .
3.7.5.4 Decanter
Fungsi dari decanter adalah memisahkan fraksi minyak dengan fraksi air dan
fraksi padat yaitu solid dengan gaya sentrifugal . PT BRAHMA BINA BAKTI
CPO MILL menggunakan Decanter dengan spesifikasi :
Merk : ALVA LEVAL copenhangen
Made in INDIA
Maksimal feed temprature 0c : 100

Type : PANX 600


Maksimal bellow speed (rpm)

: 2900

Maksimal solid destinity (kg/dm3) : 1.2


Minimal feed temprature

:0

Setalah di olah di decanter , ada tiga bagian yang keluar yaitu :


I.

Air .

45

Air yang keluar tersebut di distribusikan dan di alirkan kembali


menuju parit yang nantinya akan di olah kembali di hot well tank
II.

Solid.
Solid yang keluar dari hasil olahan decanter kemudian di bawa
oleh conveyor return scraper ke tanki solid. Kemudian dari tanki
solid di angkat kembali oleh mobil angkut (truk) dan di bawa ke
lahan perkebunan sawit untuk di jadikan pupuk , yang nantinya itu
akan di tebar di sekeliling pokok sawit.

III.

Oil.
Oil kemudian di olah kembali di kirim ke reclaim tank untuk
pengendapan dan penampungan sementara . Kemudian di pompa
kembali ke sand trap tank yang kemudian di olah kembali secara
continue . Kandungan minyak yang di olah oleh decanter sangat
tinggi yaitu sekitar 8 9 %

3.8 Kernel station


Stasiun kernel adalah stasiun akhir untuk memperoleh inti sawit atau
tempat proses pemisahan serabut dan biji. Pengolahan inti
adalah sebagai berikut:
1. Pemisahan serabut dan biji
2. Pemisahan cangkang
3. Pemisahan inti dari cangkangnya
4. Pengeringan.

pada dasarnya

46

Berikut adalah diagram alir dari proses pengolahan kernel di PT.BRAHMA BINA
BAKTI CPO MILL:
Press
CBC

Depericarper

Sel Banker

Polishing Drum
To Boiler
Kernel Silo
Ripple Mill
Hidro Cyclone
Nut Silo

Gambar
4.6. diagram
Kernel
Store alir kernel station proses.
3.8.1 Cake Breaker Conveyor
Cake Breaker Conveyor adalah alat yang digunakan untuk mengirimkan
nut dan fiber kepada proses selanjutnya yaitu proses pengolahan kernel. Selain
untuk mengirim nut dan fiber alat ini juga berfungsi untuk mengikis fiber-fiber
yang masih melekat pada nut dan untuk memecahkan bongkahan Press Cake serta
mengangkutnya ke Deperycarper. Alat ini dilengkapi dengan conveyor dengan
kecepatan putar 23 rpm dengan kemiringan 600. Kemiringan ini berfungsi untuk
memperlambat

gerakan

dari

cake

breaker

conveyor,

perlambatan

ini

mengakibatkan semakin banyaknya perputaran conveyor sehingga nut yang


dihasilkan lebih besir.Cara kerja alat ini adalah bergerak secara sentrifugal, selain
berfungsi untuk mengirimkan nut juga mengikis fiber yang masih melekat pada
nut. Pemberian steam pada proses press akan mempermudah kerja CBC,

47

memudahkan pemecahan gumpalan saat presshing.Brikut adalah gambar dari


CBC:
3.8.2 .Deperycarper
Deperycarperadalah alat yang digunakan untuk memisahkan fibre dan
nut,fibre yang memiliki densitas yang lebih ringan akan dihisap ke atas oleh
fiber cyclone sedangkan nut yang mempunyai densitas yang lebih berat akan
jatuh kebawah dan masuk ke polisshing drum untukmemisahkan benda-benda
lain ataupun memisahkan serabut yang masih menempel pada nut. Fiber
yang dihisap oleh fiber cyclone akan ditampung dihoper sebagai bahan bakar
boiler. Pada saat pengepresan adanya loses yaitu pecahnya nut yang
mengakibatkan kernel menjadi pecah. Pecahan kecil yang dibawa oleh cake
breaker conveyor akan terhisap oleh fiber syclon, hal ini dianggap sebagai loses,
loses yang terhisap oleh depericarter adalah maksimal 2%.
3.8.3 Polishing Drum
Nut polising drum berupa drum berlubang-lubang yang berputar,
fungsi dari polising drum adalah sebagai penyaringan nut dan bahan-bahan
lain. Lubang dari polisshing drum memiliki ukuran sehingga nut besar dan batu
akan terlempar pada ujung dan nut kecil akan jatuh ke bawah dan masuk ke nut
convenyor.
Kapasitas alat ini yaitu 30 ton/jam dengan kecepatan putaran polishing
drum ini berkisar 28 rpm.Fungsi dari polishing drum juga sebagai pembersih
pada nut dimana nut akan saling bergesekan satu sama lain dan juga
bergesekan dengan dinding polising drum. Karena adanya perputaran polising
drum tersebut dangesekan maka sisa-sisa serabut yang masih melekat pada

48

biji akan terlepas dan terhisap ke deperycarper dan nut akan di bawa oleh nut
elevator menuju nut silo.Brikut adalah gambar dari polishing drum:

Gambar 4.7.polishing drum


3.8.4 Nut Silo
Fungsi dari alat ini adalah untuk tempat penampungan nut sementara
sebelum masuk ke tahap pengolahan nut pada unit ripple mill yang dibawa
oleh nut conveyor. PT. Brahma BinaBakti memiliki dua nut silo dengan kapasitas
alat masing-masing yaitu 45 ton.Nut silo pada PT Brahma BinaBakti dilengkapi
oleh inject steam yang berfungsi untuk pengeringan nut sehingga proses
pemecahan oleh ripple mill mudah dilakukan, namun steam tersebut tidak lagi
dioperasikan karena memiliki resiko yang tinggi yaitu kebakaran.
3.8.5 Ripple Mill
Nut yang masuk dari nut silo ke riple mill akan dipecah sehingga
terpisah antara inti dan cangkangnya, jadi dari ripple mill adalah untuk
memecahkan nut dengan sistem rotary dimana nut yang masuk ke riple mill

49

akan digerakkan oleh rotor bar yang berputar, akibat dari perputaran maka
nut akan saling bergesekan dengan rotor plate pada dinding ripple mill.
Cara kerja alat ini yaitu dengan gaya jepit yang dilakukan oleh 2 silinder
agar dapat memecahkan biji tersebut. Silinder tersebut dilengkapi oleh pipa-pipa
yang akan menjepit nut sehingga nut menjadi pecah. Pengaturan cone saat
operasional harus disesuaikan dengan ukuran nut yang ada, artinya untuk
mendapatkan hasil yang maksimal maka cone dari ripple mill harus selalu dalam
kontrol operator. Hasil pemecahan biji disebut dengan cracked mixture yang
terdiri dari cangkang dan kernel.
PT. Brahma BinaBakti memiliki 5 ripple mill, namun tidak semua
dioperasikan ada mesin yang stand by bila mesin ripple mill ada yang rusak.
Ripple mill yang digunakan yaitu dengan pipa dan aus. Pipa berfungsi untuk
menjepit nut sehingga nut akan pecah, tekanan yang diberikan oleh ripple mill
adalah 96-97bar. Tekanan yang diberikan oleh ripple mill di sama untuk semua
ukuran nut, sehingga nut yang kecil akan terlebih dahulu pecah. Ini
mengakibatkan banyaknya kernel yang pecah.Semakin rendahnya kadar air dari
nut maka pemecahan biji akan lebih cepat.Brikut adalah gambar dari ripple mill:

50

Gambar 4.8.Riple mill

3.8.6 Hydrocyclone.
Hydrocyclone yang sering dioperasikan adalah untuk proses pemisahan kernel
dengan cangkang. Adapun cara kerja alat tersebut adalah sebagai berikut : cracked
mixture hasil dari LTDS disalurkan ke dalam compartment A yang berisi penuh
air, untuk kemudian dipompakan menggunakan pompa Hydrocyclone-1 kedalam
Hydrocyclone kernel. Sebagian besar fraksi kernel dari cracked mixture yang
terbawa oleh air keluar meninggalkan Hydrocyclone kernel melalui vortex,
ditampung didalam rotary drum atau diatas vibrating screen yang dipasangi
dengan flat ferforasi yang akan meloloskan air. Fraksi kernel tersebut cukup
ditiriskan, dikirim kedalam unit pengering kernel (kernel silo).
Dengan membawa fraksi inti yang tersisa didalam cracked mixture fraksi
cangkang yang turun keluar meninggalkan Hydrocyclone kernel melalui lubang
pengeluaran didasar cone, ditampung didalam compartment B. Compartment B
bersama air menjadi media, dipompakan menggunakan pompa Hydrocyclone-2
kedalam Hydrocyclone cangkang dan hasil pemisahan itu diusahakan agar selalu
optimal yaitu cangkang yang melalui lubang pengeluaran didasar cone
meninggalkan Hydrocyclone cangkang dengan membawa kernel dalam jumlah
(harus selalu) minim. Setelah ditiriskan kemudian dikirim ke shell hopper. Sisa
fraksi kernel tercampur dengan sejumlah fragment cangkang yang keluar
meninggalkan Hydrocyclone shell melalui vortex dan dikembalikan kedalam
compartment A (recovery cracked mixture), untuk selanjutnya mengalami
pemisahan ulang didalam Hydrocyclone kernel. Selanjutnya kernel dimasukkan

51

kedalam kernel silo untuk pengeringan dan cangkang dipompakan ke lokasi diluar
bangunan pabrik.
3.8.7 Kernel store
Kernel

Storage

adalah

untuk

tempat

penyimpanan

inti

produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage


pada umumnya berupa bulk silo yang seharusnya dilengkapi
dengan fan agar uap yang masih terkandung dalam inti dapat
keluar

dan

tidak

menyebabkan

kondisi

dalam

Storage

lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur kelapa sawit.

3.8 boiler
Boiler adalah merupakan jantung pada pabrik pengolahan kelapa sawit dan
juga merupakan dapur untuk menghasilkan panas dengan membakar bahan bakar
didalamnya yang digunakan untuk mengubah fase air menjadi uap dan tekanan
yang memiliki kalor yang tinggi untuk memutar turbin, kebutuhan air heater dan
kebutuhan pada proses POM dan manufaktur lain. Pengoperasian boiler harus
dilakukan dengan secermat dan seteliti mungkin agar proses pengolahan kelapa
sawit tidak mendapat gangguan yang dapat menimbulkan kerugian bagi
perusahaan.
Boiler yang digunakan di PKS PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL ini
adalah boiler dengan merk Takuma Made in germany dan Indomarine Made in

52

japan dengan Kapasitas 30.000 Kg/hr, tekanan 2900 Kpa. Boiler ini berbahan
bakar fiber dan cangkang kelapa sawit. Boiler ini juga mampu menghasilkan uap
dengan tekanan yang dijaga sebesar 27,0 bar dan uap yang mengalir sebanyak
3,8 ton/jam. Pada proses perebusan boiler dapat mengalirkan uap sampai lebih
dari 6,0 ton/jam.

BAB IV
Pengumpulan data dan pengolahan data
4.1.

Proses pengumpulan data.


Proses pengumpulan data dilakukan di PT.Brahma BinaBakti CPO MILL dan

data yang saya proleh dari setiap kariawan dan operator setiap stasiun proses
produksi,penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang baik dan benar
tentang pengolahan sawit terutama pada stasiun digester dan presser.Brikut
merupakan penjelasan tentang langkah langkah yang di lakukan dalam penelitian
ini:
1. Survey lapangan

53

Surfey lapangan yang dilakukan dengan turun langsung ke lokasi guna


mengamati sistem kerja dari digester dan screw press
2. Interview (wawancara).
Proses pengambilan data saya menggunakan metode wawancara kepada
setiap karyawan di perusahaan tersebut terlebih kepada setiap staff di
perusahaan.
3. Identifikasi masalah
Saya menggunakan identifikasi yaitu dengan langsung ikut serta
membantu berkerja dalam mengoprasikan stasiun yang di dampingi oleh
setiap operator per stasiun.
4. Perumusan masalah dan tujuan penelitian
Setelah mempelajari teori yang berhubungan dengan permasalahan yang
ditemukan , maka langkah selanjutnya yaitu merumuskan masalah dan
menetapkan tujuan penulisan
5. Pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan kegiatan pengambilan data-data yang sudah
tersedia di lapangan.
4.1.1

Data dari digester yang di gunakan di PT.Brahma BinaBakti CPO


MILL.

Perusahaan ini menggunakan digester dilihat dari olahan yang di pilih dapat
melayani kapasitas olahan alat di depanya dengan kualitas adonan sesuai dengan
kebutuhan alat kempa.Masa aduk untuk kebutuhan hidraulik pressmencapai 60
menit oleh sebab itu di perlukan digester yang masa aduk nya 60 menit ,
sedangkan untuk kebutuhan untuk scerew pressadalah 30 menit. Pada hidraulik
press di butuhkan ukuran bejana digester tinggi 2,68 M dengan diameter 1,14 M
dengan isi 2520 litre .PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL,memiliki 8 buah
digester dan hidroulik press .Yang masing masing alat tersebut memiliki kapasitas
olahan yang berbeda beda yaitu 4 di antarannya memiliki kapasitas 15 ton per/jam

54

dan 4 lagi memiliki kapasitas 5 ton per/jam . pada umumnya PT.BRAHMA BINA
BAKTI CPO MILL memekai kapasitas olahan 60 ton per/jam,sehingga digester
dan hidroulik press tidak semua yang beroprasi , alat tersebut di standby kan
apabila terjadi kerusakan maka bisa di gunakan sehingga kapasitas olahan di
PT.BRAHMA BINA BAKTI CPO MILL bisa stabil 60 ton per/jam.
Pemanasan sangat di perlukan yaitu untuk menaikan suhu adonan dalam
digester perlu di beri pemanasan mantel uap .suhu adonan yang di kehendaki yaitu
90 ocelcius dengan alasan bahwa suhu tersebut minyak sudah mencair dan medah
keluar dari kantong kantong minyak ,sedangkan yang masih berbentuk emulusi
akan pecah menjadi minyak dan cairan lainya .
Adonan akan menurunkan efesiensi pengadukan ,maka minyak tersebut perlu
di pisahkan dengan cara mengalirkanya .Jika minyak tersebut tidak di pisahkan
maka akan masuk kedalam screw press dan akan menurunkan kapasitas olah
kempa.Brikut adalah kapasitas dari digester:

4.1.2

Merk

: wang yuen product by malaysia

Type

: D 1270 / Y 60 /1340

Capacity

: 3500 litre

Speed

: 23 rpm

Data dari worm screw press yang di gunakan di PT.Brahma


BinaBakti CPO MILL.

55

Press yang di gunakan di PT BRAHMA BINABAKTI CPO MILL adalah


type doble shaft screw press dengan kapasitas daya olahan yang tinggi dan
efesien yang sangat berperan membantu dalam proses pengolahan TBS. Fungsi
dari screw press adalah untuk memeras kandungan minyak yang ada di nut dan
fiber secara kontinue dengan daya putaran worm yang berputar secara berlawanan
arah yang nanti nya di bantu oleh sebuah hidroulik jack . Pergerakan as screw
press di lakukan dengan elektro motor yang di hantarkan dengan v belt,gigi dan
hydroulik . Power yang di perlukan menggerakkan alat screw press adalah 19
sampai 21 KWH dengan putaran shaft 12 14 rpm. Efektifitas tekanan ini
tergantung pada tekanan lawan pad adjusting cone. Tekanan pada hydroulik cone
yang sesuai untuk sunggle stage pressing di berikan tekanan pada tahap awal
40 sampai denagan 50 bar
Untuk menurunkan kadar minyak dalam ampas tekanan di naikan dengan
mengatur cone hal ini akan menyebabkan efek samping yaitu di temukan
presentase biji pecah yang tinggi dan dapat mengakibatkan kerusakan pada screw
press dan dapat menyebabkan kerusakan pada elektro motor screw press dan
apabila tekanan cone screw press rendah sedikit mengurangi kepecahan pada nut
(sedikit loses). Stabilitas tekanan yang terlalu bervariasi akan mengakibatkan
pengaruh negatif terhadap proses penggempaan dan terhadap alat kempa. Adjust
yang dilakukan pada eluktro motor dan cone yang secara terpisah tidak dapat
mempertahankan tekanan yang stabil. Mekanisme penggempaan ialah masuknya
adonan kedalam silinder worm , volume setiap spece worm berbeda , semakin
kecil , sehingga perpindahan massa akan menyebabkan minyak terperas. Setelah
diolah di press maka terbagi 2 yaitu oil to oil gutter dan fiber(nut) to CBC.

56

BAB V
POKOK PEMBAHASAN.
Analisa sistem kerja digester dan screw press pada pabrik kelapa sawit .

Gambar 5.1.digester.
5.1.prinsip dan fungsi digester.
Digester (ketel adukan) adalah suatu ketel yang mempunyai dinding
rangkap, as pemutar yang dilengkapi dengan pisau-pisau pengaduk, yang
digunakan untuk melumat brondolan sampai homogen, sehingga daging buah

57

(pesicarp) pecah dan lepas dari biji (nut). Jumlah pisau-pisau pengaduk pada
digester terdiri dari 6 pasang pisau pelumat (Stirring Arms), 5 set pisau pelumat
sebelah atas untuk mengaduk dan 1 set pisau buangan dibagian bawah untuk
mempermudah pelumatan dan mendorong biji yang masih bercampur dengan
serat dari ketel adukan, jarak pisau dengan dinding ketel maksimal 15 mm.
Untuk mempermudah proses pelumatan suhu digester dipertahankan 90
950C agar serat dapat terpisah dari biji yang diberikan dengan cara
menginjeksikan uap. Proses pengadukan berlangsung selama 15 menit.
Adapun tujuan dari pelumatan di digester adalah :
i. Melumatkan daging buah .
ii. Memisahkan daging buah dengan biji.
iii. Meremas struktur jaringan pericap dan pembukaan sel dimana minyak
yang terkandung

didalamnya.

Mempermudah proses di press.


Digester sering disebut sebagai alat aduk yang terdiri dari bejana yang
dilengkapi dengan alat-alat perajang buah sehingga terjadi pelepasan pericarp
dengan biji sambil pemecahan kantong-kantong minyak. Volume digester
berpengaruh terhadap kehilangan minyak, jika digester penuh maka memperlama
proses pengadukan dengan tekanan lawan yang kuat sehingga perajangan
sempurna karena ketinggian buah dalam digester akan menimbulkan tekanan
didasar digester semakin tinggi dan tahanan lawan terhadap pisau semakin tinggi
dan pemecahan kantong minyak dan pemisahan serat dengan serat yang lain

58

semakin sempurna, jadi isi dari digester minimal agar diperoleh hasil yang
lebih baik untuk feeding pressan.
Untuk menaikkan suhu didalam digester digunakan uap sistem pemanasan
mantel (steamjacket), suhu yang diharapkan adalah 90C dengan alasan pada suhu
tersebut minyak sudah mencair dan mudah keluar dari kantong-kantong minyak,
sedangkan yang masih berbentuk emulsi akan pecah menjadi minyak dan cairan
lainnya dan kerusakan minyak seperti oksidasi dan hidrolisa relatif belum terjadi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja digester :
1. Kondisi pisau pengaduk digester.
2. Level volume buah dalam digester.
3. Temperatur/ steam.
4. Kebersihan bottom plate.
5. Kondisi digester.
6. Kematangan buah yang sudah terebus.
7. Drain.
8. Kondisi plat siku penahan pada dinding digester.
Fungsi digester adalah untuk melumatkan buah sehingga daging buah
terpisah dari biji dan memudahkan pengerjaan pengepressan.

59

Alat ini berupa tabung dilengkapi 4 tingkatan pisau dengan 3 tingkat atas
sebagai pengaduk dan 1 tingkat bawah disamping sebagai pengaduk juga sebagai
pelempar.
Hal hal yang perlu diperhatikan adalah
Pengsian digester harus dapat dipertahankan minimal dari volumenya, hal ini
supaya

tekanan ke bawah besar sehingga pelumatan dapat berjalan dengan baik.

Pertahankan temperatur dalam digester 90OC 95OC.


Untuk menghasilkan pengadukan optimal maka putaran pisau digester 25 26
rpm.
Fungsi digester adalah untuk melumatkan buah sehingga daging buah
terpisah dari biji dan memudahkan pengerjaan pengepressan.
Alat ini berupa tabung dilengkapi 4 tingkatan pisau dengan 3 tingkat atas
sebagai pengaduk dan 1 tingkat bawah disamping sebagai pengaduk juga sebagai
pelempar.
Hal hal yang perlu diperhatikan adalah
Pengsian digester harus dapat dipertahankan minimal dari volumenya, hal ini
supaya

tekanan ke bawah besar sehingga pelumatan dapat berjalan dengan baik.

Pertahankan temperatur dalam digester 90OC 95OC.

60

Untuk menghasilkan pengadukan optimal maka putaran pisau digester 25 26


rpm.

5.2. Bagian utama dari digester.


Bagian utama digester terdiri dari:
1. Oter Plate
2. Wearing plate
3. Lapisan rock wall/heating isolator
4. Perforated bottom plate
5. Vertical shaft icw stirring arm
6. Chute
7. Palm oil out let pipe
8. Base plate.
9. Steam pipe instalation.

61

Outer Plate adalah dinding bagian luar degester yang berguna untuk
menopang konstruksi degester. Outer Plate berbentuk silinder tegak dengan
ketebalan 12 mm berbahan mild steel. Bagian atas outer plate menopang
elektromotor dan gear speed reducer sedangkan bagian bawah menumpu vertical
shaft. Sisi kanan dan kiri bagian atas outer plate dipasang "kupingan untuk
menjadi tumpuan ke konstruksi bangunan pabrik. Jadi seluruh beban digester
termasuk elektromotor dan gear speed reducer dan vertical shaft ditopang oleh
outer plate.

Gambar 5.2.digester.
5.2.2.Wearing plate

62

Wearing plate berfungsi untuk melindungi outerplate dari abrasive akibat


gesekan MPD dengan dinding silinder digester. Wearing plate memiliki bentuk
yang sama dengan outer plate namun terbuat dari plat mild steel 5 mm. Ini akan
mengakibatkan murahnya biaya penggantian spare part. Beberapa PKS kadang
mengganti wearing plate dari bahan mild steel menjadi stainless steel plate yang
membuat umur teknis wearing plate lebih lama. Untuk membantu proses
pelumatan di wearing plate dilaskan siku 15 mm panjg 15 cm yang menyebar
merata di beberapa titik antara/celah stirring arm untuk memberikan efek penahan
dari MPD saat diaduk sehingga MPD tidak ikut berputar searah pergerakan
stirring arm. Kondisi siku-siku penahan ini harus diperhatikan agar kualitas
pengadukan tetap sempurna.
5.2.3.Lapisan rock wall/heating.
Lapisan rock wall/heating isolator merupakan lapisan isolator panas
setebal 50 mm, bagian terluar dilapisi dengan alluminium foil 0,8 mm thick.
Tujuan pemasangan isolator panas agar panas dari MPD yang bersumber dari live
stean injecktion tidak terbuang akibat dinding digester bersinggungan langsung
dengan udara ambient. Dengan suhu pengadukan yang lebih cenderung konstan
akan memaksimalkan proses pengadukan.
5.2.4.Perforated bottom plate.
Perforated bottom plate merupakan plat yang ditempatkan dibagian bawah
degester namun masih diatas bottom plate. jadi ada celah antara perforasi bottom
plate dengan bottom plate sebesar 5 cm yang bertujuan agar minyak sawit yang

63

terpisah dapat mengalir keluar dari digester. Diameter lubang perforasi berkisar 45 mm yang jumlah luasan nya lebih besar dari pipa pengeluaran minyak.
Selama proses pengadukan daging buah terlumat dan sell-sell minyak akan
terbuka sehingga minyak akan keluar dan memenuhi digester. Minyak sawit yang
keluar ini harus segera dikeluarkan agar memudahkan beban kerja screw press.
Jadi digester selain melumatkan juga memisahkan minyak dan screw press
melanjutkan proses yang tak mampu dicapai digester. Pengendalian lossis ampas
kempa sangat dipengaruhi oleh kinerja digester, semakin daging buah lumat
semakin banyak minyak yang terpisah semakin mudah proses pengempaan di
screw press.
Permasalahan yang sering timbul adalah sering tumpatnya perforasi
bottom plate akibat tertutup fibre. Untuk mencegah tertutupnya lubang perforasi
bottom plate dengan menginjeksikan uap sebelum digester diisi sehingga tekanan
uap akan mendorong padatan yang ada dan diakhir olah degester harus benarbenar kosong dan kembali steam diinjeksikan kembali.
5.2.5.Vertical shaft icw.
Vertical shaft icw stirring arm merupakan alat untuk mengaduk MPD.
Vertcal saft harus simetris dan terhubung dengan gear speed reducer melalui
kopling. Vertikal saft berpenampang wajik dan dilengkapi dengan alur untuk
mengunci stirring arm melalui baut dan mur. Pemasangan pisau pisau
pengaduk/stirring arm berbentuk letter huruf S dan berputar searah jarum jam.

64

Stirring arm juga akan mengalami aus akibat gesekan dan secara periodik harus
diganti sesuai dengan jam kerja alat yang tercantum dilabel pembelian.
Stirring arm terdiri dari 5 tingkat, tingkat paling bawah disebut expeller arm atau
pisau pelempar yang berfungsi mendorong digested MPD keluar menuju corong
umpan/chute ke screw press

5.2.6.Chute.
Chute merupakan jalur keluar digester MPD dari digester ke screw press.
Chute umumnya berbentuk kotak memanjang kebawah. Chute dilengkapi dengan
pintu/klep berupa plat yang bergerak naik dan turun untuk membuka dan menutup
aliran digested MPD. Pada awal olah klep ini ditutup terlebih dahulu, kemudian
setelah proses pengadukan 15 menit pinti perlahan-lahan dibuka hingga digested
MPD dapat diolah secara kontiniu. Chute digester umum nya dilengkapi dengan
sight glass yang berguna melihat aliran digested MPD. Dibagian atas chute
dipasang pipa 1 inchi untuk memasukkan air panas kedalam corong. Air panas
dimasukkan jika umpan digested MPD macet dan diakhir olah untuk
membersihkan corong.
5.2.7.palm oil out let pipe.

65

Palm Oil Out Let Pipe sebenarnya dapat dikatakan tambahan saja karena
berfungsi untuk mengalirkan minyak sawit yang keluar dari perforated palm oil.
Palm oil out let pipe dilengkapi dengan keran yang ukurannya sesuai dengan pipa
yaitu 4 inchi. Umumnya untuk mempercepat minyak keluar dibagian sisi inlet
pipe nya berbentuk huruf Y. Keran pipa harus terbuka kontiniu untuk melayani
aliran minyak, namun kadangkala beberapa digester akan semain "berat" untuk
mengaduk MPD jika minyak sawit terlalu banyak keluar. Untuk mengatasinya
dapat dengan mengatur bukaan keran atau keran dapat dibuka secara periodik
setiap 15 menit misalnya dan pastikan putaran vertical shaft 26 rpm. Out let pipa
ini terhubung langsung dengan oil gutter yan berada dibawah screw press menuju
sand trap.
5.2.8.Base plate.
Base Plate berfungsi menopang vertical saft karena di base plate di
tempatkan bearing penopang vertical saft. Selain vertical saft steam live injection
untuk bottom perforasi plate, juga ditempatkan palm oil out let pipe. Fungsi base
plate hanya untuk konstruksi tidak ada kaitannya dengan proses kerja degester.
5.2.9.Steam pipe.
Steam Pipe Instalation berguna mendistribusikan steam ke proses di
digester untuk mengkondisikan proses pelumatan di 95 derajat celcius. Saat ini
pemanasan umumnya menggunakan steam injeksi langsung untuk mempercepat
tercapainya suhu kerja ideal. Posisi penempatan stean injeksi ada 2 titik yaitu di
dinding silinder sekitar 30 cm dari base plate yang terdustribusi minimal 4 titik

66

merata dan yang kedua dibase plate yang posisi nya terdistribusi merata 4 titik.
Masing-masing pipa memiliki keran uap pengatur kapasitas steam yang
berdiameter nominal 1 inchi sesuai dengan diameter pipa steamnya.
Pemakaian steam jakcet umumnya sudah ditinggalkan mengingat
temperatur kerja lebih lama dicapai jika dibandingkan dengan injeksi langsung.
Pemakaian injeksi langsung juga bertujuan sesegera mungkin mencapai
temperatur kerja sebelum MPD meninggalkan digester menuju screw press.
DIGESTER Digester adalah Vessel untuk melumatkan buah/brondolan dan
dipanasi sampai temperatur 95oC +/- 2oC sehingga memenuhi kondisi untuk di
press. Digester juga berfungsi mendorong buah atau brondolan menuju mesin
press. Buah yang masuk kedalam digester akan dilumatkan oleh pisau-pisau (long
arm dan short arm) yang berputar, yang ada didalamnya. Oleh karena itu saat
operasi digester harus minimal penuh, agar buah atau brondolan mengenai
keseluruh pisau sehingga proses pelumatan akan sempurna. Setelah dilumatkan
kemudian buah didorong oleh pisau pendorong (expeller arm) menuju press.
5.3.Komponen Screw Press
Pada proses perancangan Screw Press terdapat komponen yang mendukung
dalam proses perancangan.
5.3.2.Double screw
Double screw terbuat dari bahan baja tuang dengan ukuran yang berbeda
tergantung kapasitas olah yang dilayani. Satuan kapasitas screw press adalah Ton

67

TBS/Jam. Umumnya dalam membeli spare part screw dipasaran ditentukan jam
kerja yang mampu dicapai alat tersebut hingga penggantian berikutnya (kecuali
jika screw patah). Umumnya screw yang dijual dapat bekerja dengan baik hingga
2000 jam kerja, Bentuk screw persis seperti ulir yang kita kenal namun dengan
bentuk penampang ulir persegi dengan ketebalan lebih dari 1,5 inchi (terutama
bagian ujung) dengan jarak pitch lebih kurang 10 cm atau dapat digambarkan
seperti conveyor yang dibuat dari baja tuang dengan ketebalan yang mampu
menerima tekanan nominal 60 bar secara kontiniu. Bagian tengah screw dibuat
lubang tempat as pikul menopang seluruh berat sendiri screw. ujung as pikul
dihubungkan ke primary shaft dan secondory shaft. Screw dapat berputar karena
bagian pangkal screw dilengkapi aur pasak yang bersesuaian dengan alur pasak di
primary dan secondary shaft. Primary dan secondary saft dihubungkan dengan
gear conection yang langsung menyatu dengan shaft.

Gambar 5.3.double screw press.


5.3.3.Press silinder

68

Press Silinder atau disebut juga press cage yang terbuat dari plat baja yang
diperkuat dengan tulangan plat mild steel setebal 8 mm. Press silinder berbentuk
kaca mata yang bagian tengahnya terhubung. Press silinder dapat juga disebut
saringan, dimana fibre/serabut daging buah sawit tidak terikut ke cairan minyak
yang telah dipress. Press silinder memiliki lubang yang sangat banyak, diameter
lubang bervariasi umumnya berdiameter antara 4-6 mm, Penahan press silinder
sering disebut (kacamata, karena memang seperti kaca mata) yang terbuat dari
plat baja dengan ketebalan 15 mm ditopang dengan sejumlah baut yang mampu
menopang tekanan 50-60 bar. jam kerja press silinder pada umumnya 4.000 jam

5.3.4.Casing/Body
Casing/Body screw press terbuat dari plat mild steel dengan tebal 10 mm
berbentuk kotak dengan dilengkapi pintu sebelah kanan, kiri dan atas. Dibagian
atas ada 2 pintu yaitu 1 pintu untuk melihat kondisi press silinder & satu
pintu/lubang untuk menghubungkan screw press dengan corong umpan dari
digester. Bagian belakang digunakan sebagai tempat bearing untuk menumpu
shaft yang harus ter seal dengan baik sehingga minyak pelumas dari gearbox tidak
bercampur dengan CPO. Body screw press harus ditumpu diatas pondasi yang
umumnya terbuat dari U profil 100 mm. ada yang melapisi bagian lantai body
screw press yang berfungsi untuk menampung minyak sawit dengan plat stain less
steel. Bagian depan screw press dilengkapi body untuk menopang hydraulic

69

double cone dan dihubungkan dengan sisten engsel sehingga memudahkan saat
perbaikan screw press.
5.3.5.Gear Box
Gear box terdapat dibagian belakang body screw press yang didalam nya
terdapat primary dan secondary screw yang dihubungkan dengan gear agar
putaran double screw saling berlawanan arah. permasalahan yang sering terjadi di
gear box yaitu sering patahnya bearing as akibat over pressure/kelebihan tekanan,
minyak pelumas kurang bahkan mungkin juga akibat kualitas bearing yang tidak
sesuai. Di sisi gearbox umumnya dilengkapi dengan selang sight glass untuk
melihat level pelumas dari luar dan dilengkapi dengan lubang intip dibagian atas
untuk melihat kondisi bearing.

Gambar 5.4.body screw press


5.3.6.Hidrolik Double Cone
Hydraulic Double Cone merupakan alat yang ditambahkan ke sistem
screw press untuk memberikan tekanan lawan terhadap daya dorong double screw

70

di fibre kempa,dengan ditekannya ampas kempa oleh hydraulic double cone maka
minyak akan keluar dari massa pressed melalui press silinder. Hydraulic double
cone perangkat penting untuk mengendalikan losis minyak namun disisi lain bisa
membahayakan peralatan jika tekanannya berlebihan. sistem pengaturan tekanan
sudah otomatis berdasarkan amper meter elektromotor screw press yang diset
antara 30-35 amper atau berdasarkan tekanan hydraulic di barometer antara 50-60
bar.
Permasalahan yang sering muncul dihydraulic double cone yaitu :
1.
2.
3.
4.

sering bocornya sambungan selang


tidak disiplinnya pelumasan bantalan luncur batang cone
kebersihan panel dari debu
sulitnya tenaga mekanik yang handal untuk memperbaiki sistem
otomatis jika rusak.

5.4.Tekanan kerja screw press.


5.4.1.Tekanan Berlawanan
Pengerak poros screw press dilakukan dengan electromotoryang dipindahkan
dengan belt, gigi dan hydroulic. Power dengan putaran sebesar 19-12 rpm untuk
menggerakkan alat screw. Efektifitas tekanan ini tergantung pada tekanan tahanan
lawan pada adjusting cone. Tekanan padaHydraulic Cone yang sesuai untuk
Single Stage Pressing diberikan tekanan pada tahap awal 40-50 bar dan pada
Double Pressing menggunakan tekanan pertama 30-35 bar dan pada pengepressan
kedua diberi tekanan 40-50 bar
Untuk menurunkan kadar minyak dalam ampas, tekanan lawan dinaikkan
dengan mengatur Cone, hal ini akan menyebabkan efek samping yaitu ditemukan

71

persentase biji pecah yang tinggi dan dapat mempercepat kerusakan Screw
Press, bahkan dapat menyebabkan terbakarnya Electromotor .

Tekanan kerja Cone yang rendah akan menghasilkan ampas dengan kadar
minyak yang tinggi dengan sedikit jumlah biji pecah sudah berkurang. Oleh sebab
itu pengoperasian screw press hendaknya dipertimbangkan keuntungan dan
kerugian yang diakibatkannya.
Tujuan menstabilkan tekanan pressan adalah :
a. Memperkecil kehilangan minyak dalam ampas, dengan meratanya adonan
masuk kedalam screw press yang diimbangi dengan tekanan stabil maka
ekstraksi minyak akan lebih sempurna, dengan demikian kehilangan
minyak akan lebih rendah.
b. Menurunkan jumlah biji pecah, semakin tinggi variasi tekanan dalam screw
press maka jumlah biji pecah semakin tinggi.
c. Memperpanjang umur teknis. Umur teknis alat seperti crew, cylinder press dan
electromotor lebih tahan lama karena kurangnya goncangan elektrik dan
mekanis.
5.5.Cara Kerja Mesin Screw Press.
Motor listrik sebagai sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan
mesin double screw press. Screw press dihidupkan melalui panel kendali
sekaligus system hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 900 0C
melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup memutar pulli melalui poros
motor dengan daya 30 KW dengan putaran 1475 rpm. Pulli menggerakkan sabuk
menghantarkan putaran ke pulli yang terpasang pada poros yang menghubungkan
ke gear reduser,dan gear reduser digerakkan poros utama yang dihubungkan

72

dengan kopling. Poros utama menggerakkan roda gigi perantara yang


mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan
putaran yang sama.
Pada bagian akhir ulir terdapat dua buah konus yang digerakkan dengan
bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju mundur sesuai dengan tekanan yang
dibutuhkan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya
sebesar 30-50 bar.
Minyak yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screnn dan
kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih lanjut, sedangkan
serabut dan biji buah sawit yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake
breaker conveyor untuk proses selanjutnya. Motor listrik memutar poros screw
press yang direduksi (dikurangkan) putarannya dari 1475 menjadi 12 rpm
melalui speed reduser.

73

Pada mesin ini worm screw press memiliki peranan utama yang mendorong
dan menekan kelapa sawit supaya terjadi pemerasan. Buah sawit yang telah
dihancurkan

pada digester diperas

akibat

gaya

tekan

yang

ditimbulkan

antara screw, casing (press cage), dan cone. Screw press mendapatkan tenaga
putaran dari motor listrik berdaya 22 KW, putaran 1450 rpm yang direduksikan
melalui Gear Box hingga mencapai 9 -11 rpm dan disalurkan melalui 2 buah
worm screw press. Press cage atau casing memiliki lubang penyaringan sebanyak
32.000 buah diseluruh sisinya. Cone mendapatkan daya tekan dari pompa hidrolik
sebesar 30-40 bar.
Klasifikasi mesin Screw press:

Kapasitas
: 10 ton
Tekanan Konus : 30 40 Bar
Putaran Poros : 9 -11 rpm
Jumlah ulir : 4
Berat worm screw : 100 kg

Dalam Menentukan kapasitas Screw Press Ada Beberapa hal yang perlu di
perhatikan yaitu:

Massa buah yang masuk kedalam digester dan screw press.


Screw press harus terisi penuh untuk memperoleh efisiensi penekanan
sehingga minyak yang dihasilkan akan banyak.

Dari kondisi di atas maka kapasitas screw press dapat di hitung dengan
menggunakan rumus:

74

Q = % berondolan X kapasitas olah Mesin Screw press


Misalkan % berondolan = 60 %
Massa screw press = 10 ton/ jam
Maka,Q=

60
100 X 10 ton/ jam

Q = 6 ton / jam
= 6000 kg/ jam
Selain itu kita juga harus mengetahui volume aliran, untuk mengetahui
volume aliaran Kita harus mengetahui berapa harga massa jenis buah kelapa
sawit, dari data yg di dapat harga massa jenis buah kelapa sawit = 641 kg/m 3.
Oleh karena itu volume aliran pada screw press adalah:
Valiran = Q /
= 6000 kg/jam : 641 kg/ m3
=9.36 m3/jam

5.6. Perawatan Mesin Mesin Double Continiuous Press


Cara- cara perawatan ini perlu diketahui dan di pelajari oleh operator agar dapat
berjalan agar Mesin berjalan dengan baik dan normal,operator di anjurkan untuk
memahami cara-cara perawatan sebelum Mesin Screw press di operasikan.
A. Fan Belt
Jaga jarak kekencangan dan kebersihan Fan Belt setiap hari,hindari dari
kotoran atau minyak yang dapat menyebabkan efesiensi Fan Belt berkurang.

75

B. Bearing
Jaga selalu kebersihan minyak Di- Intermediate Gear Housing,ganti secara
teratur menurut jam kerja yang di anjurkan pada saat penggantian Bearing
agar selalu dijaga kebersihan nya untuk menghidari pasir / kotoran lain yang
dapat merusak / memperpendek umur Bearing.
C. Main Screw / Worm Screw
Setiap 600 jam kerja Main Screw dipriksa kembali keausannya ganti bila
perlu dan rehap kembali apabila masih dapat di pergunakan kembali
pergunakan kawat las dengan kualitas baik untuk merehabilitasikan Main /
Worm Screw tersebut agar di dapat hasil yang sempurna.
D. Press Cage
Setiap penggantian Main Screw, di periksa ketebalan Press Cage,ganti bila
perlu dan dapat di balik posisinya tersebut apabila baru 1 x penggantian Main
Scerw.
E. Oil Seal
Ganti apabila terjadi rembesan oli yang terdapat di celah Main Shaft,yang
sesuai dengan ukuran yang telah di tentukan dan bermutu tinggi.
F. Hydraulic Power Pack
Alat ini merupakan hal yang cukup pital pada mesin Screw Press,maka dari
itu perlu di perhatikan kebersihan dan ke efektifan saat beroprasi,jangan di
berikan kepada yang bukan ahlinya untuk menseting / memperbaiki
Hydraulic Press.
5.6.2.Preventive Maintenance
Check kondisi Oil Gearbox, jika viscositasnya rendah atau jika sudah

terjadi penggumpalan segera dilakukan pergantian


Check kondisi baut dan Rubber Coupling
Lakukan pemberian Grease / pispot pada Cone guide
Check keausan / jam kerja dari Screw Press (budget 1000 jam kerja).
Check kondisi Press cage, keausan lobang (budget 2000 jam) dan apakah

ada yang pecah


Lakukan penggantian adjusting Cone jika sudah aus

76

Lakukan pembersihan rutin terhadapsaringan oli pada unit Hydraulic


pump
Penggantian bushing diujung Lethening shaft jika aus.
Jarak antara Worm Screw dan Press cake berkisar 2 mm (kondisi baru),
harus diganti apabila telah berjarak 12 mm.
General aligment dari Worm Screw dan Worm whell drive (gear box).
Perawatan Power pack (unit hydraulic).

5.6.3. Sistem Pelumasan


Speed Reduser / Gear Box
Minyak pelumas
Jangka waktu pergantian
A. Penggantian partama
B. Penggantian selanjutnya

Iso Vg 320

;
;

500 Jam kerja


2,000 Jam kerja

Capasitas oli

60 Liter

Lubrication Methode

Oil bath

Intermediate Gear
Minyak pelumas

Iso Vg 320

;
;
;
;

1,600 Jam kerja


2,500 Jam kerja
60 Liter
Oil bath

Jangka waktu pelumasan


A. Penggantian pertama
B. Penggantian selanjutnya
C. Capasitas oli
D. Lubrication Methode
Bearing
Minyak pelumas

Iso Vg 320

Jangka waktu pelumasan


A. Hydraulik Cone / Adjusting Cone
Jangka waktu benambah / pengcekan
;
Setiap hari
B. Bearing hanya pada saat penggantian bearing
Power pack
Minyak pelumas
;
Iso Vg 15 / Vg 22

77

Oil cuantity

40 Liter

5.6.4.Normalisasi screw press.


Screw press adalah mesin kempa yang digunakanan untuk memeras
lumatan brondolan matang dengan sistem tekan dan digunakan untuk memisahkan
minyak kasar (crude oil) dari daging buah (mesocarp) dengan cara diperas.
Tekanan cone yang sebaiknya digunakan pada press adalah 30-40 BAR.
Tekanan cone yang kurang mangakibatkan losis minyak pada fiber tinggi tetapi
persentasi biji pecah kecil. Namun dengan tekanan cone yang terlalu tinggi
mengakibatkan biji pecah yang tinggi tetapi proses pemerasan minyak maksimal
(losis minyak di fiber rendah).
Mekanisme pengempaan ialah masuknya adonan kedalam cylindre press
dan mengisi worm, volume setiap space worm berbeda semakin mengarah ke
ujung as screw volume semakin kecil sehingga perpindahan massa akan
menyebabkan minyak terperas.
Untuk menurunkan kadar minyak dalam ampas, tekanan lawan dinaikkan
dengan mengatur cone. Tapi hal ini akan menyebabkan banyaknya persentase biji
pecah dalam cake, oleh karena pengoperasian Screw Press hendaknya
dipertimbangkan untung ruginya.
Pemberian air pengencer dengan cara menyiram cake dalam pressan.
Jumlah air pengencer yang diberikan tergantung pada suhu air pengencer, semakin
tinggi suhu air penhgencer maka semakin sedikit air pengencer yang diberikan,
sedangkan pemberian air pengencer yang terlalau banyak akan mengakibatkan :

78

1. Pemecahan cake yang lebih sulit di Cake Breaker Conveyor.


2. Turunnya kalor bakar pada ampas akibat tingginya kadar air.
3. Penurunan kapasitas screw press akibat bertambahnya kandungan air dan
kecepatan gerak cake dalam worm.
Faktor-faktor yang mempengaruhi screw press adalah :
1. Kondisi worm screw press.
2. Tekanan.
3. Efek dari sterilizer (buah rebus masih mentah).
4. Sampah.
5. Air delusi.
Norma yang diijinkan di stasiun kempa (press) adalah :
Oil losis pada fiber : 0,65 %
Oil losis pada biji

: 0,10 %

79

5.7. Perhitungan screw press.


Agar mendapatkan hasil pengolahan kapasitas produksi pabrik di hitung setiap
unit mesin Press
dan dapat di selesaikan dengan persamaan berikut :

Kapasitas mesin press


=Trougpout Kg/jam
Waktu /menit

Jika diketahui Volume Digester 4,5 ton / jam,dapat di rumuskan sebagai


berikut :

Digester
60 Menit
Press / jam

4,5
=0.3 Jam 60 Menit=18 Menit
15

Untuk menghabiskan buah sebanyak 1 rebusan 50 ton adalah :


50 ton FFB x 18 menit
4.5 ton / Digester
4.5 ton x 2 Digester = 9 Ton

= 900 menit

900
=100 Menit
9

80

BAB IV
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
1. Dari hasil perancangan di atas maka, dapat disimpulkan digesterdan
screw press banyak digunakan dalam industri terutama industri
pengolahan kelapa sawit.
2. Selain itu dengan adanya perancangan digester dan screw press kita
dapat mengetahui seberapa besar kapasitas suatu bahan yang bisa
diproses pada screw press
3. mengetahui kegunaan digester dan screw press yg sebenarnya.
6.2 Saran
Agar mesin digester dan Screw press dapat beroprasi dengan baik dan normal
setiap komponen nya harus selalu di periksa dan di rawat secara berkala .
Pengecekan pada Digester dan Screw press harus sesuai jadwal dan SOP yang
telah di tentukan untuk menjaga agar setiap unit Digester dan Screw press tetap
berkerja secara optimal.